0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
546 tayangan12 halaman

MAKALAH Remaja

Makalah ini membahas tentang kenakalan remaja yang terjadi di era globalisasi. Faktor-faktor penyebab kenakalan remaja antara lain keluarga, pergaulan, pendidikan, dan waktu luang. Bentuk kenakalan remaja dapat berupa kenakalan biasa, pelanggaran hukum, hingga penyalahgunaan narkoba dan seks bebas.

Diunggah oleh

barall
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
546 tayangan12 halaman

MAKALAH Remaja

Makalah ini membahas tentang kenakalan remaja yang terjadi di era globalisasi. Faktor-faktor penyebab kenakalan remaja antara lain keluarga, pergaulan, pendidikan, dan waktu luang. Bentuk kenakalan remaja dapat berupa kenakalan biasa, pelanggaran hukum, hingga penyalahgunaan narkoba dan seks bebas.

Diunggah oleh

barall
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

KENAKALAN REMAJA

DISUSUN OLEH :

YULIANA KD

BAIQ ELA ROMLAH

NANDY SATRIA PRATAMA

SMA NEGERI 1 JEROWARU

TAHUN 2019

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah swt, karena dengan rahmat dan
karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan Karya Ilmiah Bahasa
Indonesia ini. Tidak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada guru bahasa Indonesia
yaitu Ibu Caswi Widia,SP.d yang telah membimbing kami agar dapat mengerti tentang
bagaimana cara menyusun karya tulis ini.
Karya Ilmiah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang
Kenakalan Remaja di era globalisasi ini, yang kami buat berdasarkan dari berbagai
sumber.Semoga karya ilmiah kami dapat bermanfaat bagi para pembaca, khusunya
pelajar.Dan mudah-mudahan juga dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas
kepada pembaca.Walaupun masih banyak kekurangan, kami mohon untuk dimaklumi
dan diberikan kritik dan saran.Terima kasih.
Kami berharap tugas karya ini mendapatkan respon yang baik dari semua pihak
apabila ada kesalahan penulisan dan penyusun kalimat didalam tugas karya ini, kami
mengharapkan kritik dan saran dan dapat membangun semangat serta kreatifitas untuk
kami agar dapat menyempurnakan.
Jerowaru, Januari 2019
Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Masa kanak-kanak, remaja, dewasa, dan kemudian menjadi orangtua, tidak lebih
hanyalah merupakan suatu proses wajar dalam hidup yang berkesinambungan dari
tahap-tahap pertumbuhan yang harus dilalui oleh seorang manusia. Setiap masa
pertumbuhan memiliki ciri-ciri tersendiri. Masing-masing mempunyai kelebihan dan
kekurangan. Demikian pula dengan masa remaja. Masa remaja sering dianggap sebagai
masa yang paling rawan dalam proses kehidupan ini. Masa remaja sering menimbulkan
kekuatiran bagi para orang tua. Masa remaja sering menjadi pembahasan dalam banyak
seminar. Padahal bagi si remaja sendiri, masa ini adalah masa yang paling
menyenangkan dalam hidupnya. Oleh karena itu, para orangtua hendaknya berkenan
menerima remaja sebagaimana adanya. Jangan terlalu membesar-besarkan perbedaan.
Orangtua para remaja hendaknya justru menjadi pemberi teladan di depan, di tengah
membangkitkan semangat, dan di belakang mengawasi segala tindak tanduk si remaja.

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan
sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan
18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun
masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola
hidup dan identitas yang paling sesuai baginya

Dalam mencari jati dirinya remaja tidak jarang remaja membuat masalah sosial seperti
kenakalan remaja. Sampai saat ini permasalahan ini terus berkembang dan kian hari
kian memprihatinkan, saat ini sudah banyak kenakalan remaja diberbagai kalangan
remaja-remaja masa kini.

B.     Rumusan Masalah


1.      Apakah kenakalan remaja itu?
2.      Apa penyebab kenakalan remaja?
3.      Bagaimana solusi mengatasi kenakalan remaja?
D.    Manfaat Penulisan
1.      Mahasiswa memahami pengertian kenakalan remaja
2.      Mahasiswa mengetahui faktor – faktor penyebab kenakalan remaja
3.      Mahasiswa mengetahui solusi dalam mengatasi kenakalan remaja

BAB II

PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan adalah kelainan tingkah laku, perbuatan maupun tindakan yang bersifat
asosial atau bahkan anti social yang melanggar norma sosial dan agama serta ketentuan
hukum yang berlaku dalam masyarakat.
Pada umumnya usia remaja dapat dapat dikatagorikan sama dengan usia sekolah yang
dapat dikelompokkan menjadi:
1. siswa yang masih ada di bangku sekolah, umur 6 sampai 18 tahun.
2. Mahasiswa/ perguruan tingi, umur 18 sampai 25 tahun.
3. Pemuda diliar lingkungan sekolah/ perguruan tinggi umur 15 sampai 30 tahun
B.     Ciri-Ciri Kenakalan Remaja
Ada beberapa ciri-ciri anak yang melakukan kenakalan remaja seperti (1) ngebut, (2)
pornografi, (3) pengrusakan barang rang lain, (4) geng, (5) berpakaian sembarangan,
dan (6) mengganggu orang lain. Berikut ini penjelasan mengenai ciri-ciri kenakalan
remaja yang sekarang sedang marak terjadi.
(1) Ngebut, yaitu mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang melampaui kecepatan
maksimum yang di tetapkan, sehingga dapat mengganggu bahkan membahayakan
pemakai jalan yang lain.
(2) pornografi di kalangan pelajar, baik dalam bentuk gambar-gambar cabul atau tidak
senonoh, majalah dancerita porno yang dapat merusak moral anak, sampai perdaran
obat-obat perangsang nafsu seksual, kontrasepsi penyalahgunaan barang-barang
elektronik (missal internet dan handphone) dan sebagainya.
(3) -anak yang suka pengrusakan-pengrusakan terhadap barang-barang atau milik orang
lain seperti mencuri, membuat corat-coret yang mengganggu keindahan lingkungan,
mengadakan sabotase dan sebagainya.
(4) Membentuk kelompok atau gang dengan ciri-ciri dan tindakan yang menyeramkan,
seperti kelompok bertato, kelompok berpakaian acak-acakan, blackmetal. Yang di ikuti
oleh tindakan yang tercela yang mengarah pada perbuatan anarkis.
(5) Berpakaian dengan mode yang tidak sesuai dengan keadaan lingkungan, misal:
memakai rok mini, youcansee, mamakai pakaian yang serba ketat sehingga terlihat
lekuk tubuhnya, sehingga di pandang kurang sopan di mata lingkunganya.
(6) Mengganggu/mengejek orang-orang yang melintas di depanya, jika menoleh atau
marah sedikit saja di anggapnya membuat gara-gara untuk dijahili.
(7) Dalam pengertian kenakalan, harus terlibat adanya suatu perbuatan atau tingkah
laku moral.
(8) Kenakalan tersebut memiliki tujuan yang a-sosial yakni dengan perbuatan atau
tingakah laku tersebut ia bertentangan dengan nilai atau norma sosial yang ada
dilingkungan hidupnya.
(9) Kenakalan remaja adalah suatu kenakalan yang dilakukan oleh mereka yang
berumur diantara 13-17 tahun. Mengingat di Indonesia pengertian dewasa selain
ditentukan oleh status pernikahan, maka bisa ditambahkan bahwa kenakalan remaja
yaitu suatu perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh mereka yang berumur anatara
13-17 tahun dan belum menikah.
C.     Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja
Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga
tingkatan yaitu sebagai berikut ;
        kenakalan biasa, misalnya seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos
sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit
        kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan misalnya seperti
mengendarai sepera motor tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa ijin
        kenakalan khusus misalnya seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks
diluar nikah, pemerkosaan dan lain sebagainya.
D.    Penyebab Kenakalan Remaja
Perilaku ‘nakal’ remaja dapat disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal)
maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor internal
Krisis identitas: suatu Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja
memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan
konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja
terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

 Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak dapat mempelajari dan


membedakan tingkah laku yang bisa diterima dengan yang tidak bisa diterima
akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang
sudah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, tapi tidak
dapat mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan
pengetahuannya.

Faktor eksternal

 Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya sebuah komunikasi antar


anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga dapat memicu
perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti
terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan
terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
 Teman sebaya yang kurang baik
 Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Contoh Kenakalan Remaja

 Berbohong
 Pergi keluar rumah tanpa pamit
 Keluyuran
 Begadang
 membolos sekolah
 Berkelahi dengan teman

 Buang sampah sembarangan


 membaca buku porno
 melihat gambar porno dan lain sebagainya.
Kenakalan remaja ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor- faktor yang
mempengaruhi dan menyebabkan timbulnya kenakalan remaja antara lain adalah (1)
keluarga, (2) pergaulan, (3) pendidikan, dan (4) waktu luang. Secara rinci penjelasan
masing-masing faktor yang menyebabkan timbulnya kenakalan remaja tersebut sebagai
berikut.
(1)     Keluarga
Hal inilah yang paling rentan . kenapa paling rentan ? Keluarga merupakan tempat
pertama kali anak dididik dan ditempa . Cara pendidikan yang diterapkan oleh orang tua
akan sangat berpengaruh pada perkembangan anak di masa yang akan datang . Namun
cara mendidik disini tidak terlalu otoriter , tegas , permisif , maupun demokratis
melainkan cara pendidikan tersebut digunakan secara seimbang dan sesuai kebutuhan .
Apabila orang tua terlalu otoriter dan tegas maka anak dan remaja akan berusaha
mencari cari celah utuk melakukan pemberontakan maupun perlawanan-perlawanan
dalam bentuk yang lain dari anak sebagi sikap protes atas tindakan orang tuanya .
Orang tua yang terelalu permisif maka membuat sang anak akan berusaha mencari-cari
perhatian dengan segala tingkah lakunya yang sebagaian besar pada akhirnya baik
disadari maupun tidak oleh remaja mereka  akan menjurus ke dalam kenakalan remaja
maupun ada yang lebih parah ke dalam tindak krimnalitas .
Kebebasan namun bertanggung jawab dari paham demokratis juga akan sulit dilakukan
karena jika hanya berdemokrasi maka anak akan terbiasa mengeluarkan pendapat
semaunya tanpa melihat kondisi orang sekitar dan bahkan akan terbawa kebiasaan ini
sampai mereka dewasa .
Selain cara mendidik ada faktor lain yang dapat memicu kenakalan remaja ini yaitu
perhatian yang diterima remaja . Perhatian ini sangat berpengaruh karena semaikin
rendah perhatian yang diterima maka kecenderungan timbulnya kenakalan remaja akan
semakin
tinggi .  Yang mempengaruhi besar kecilnya perhatian yang diterima remaja antara lain
pekerjaan orang tua , keutuhan keluarga , dan hubungan keluarga dengan lingkungan .
Pekerjaan orang tua akan sangat berpengaruh kepada perkembangan remaja . Orang tua
yang sibuk untuk mencari nafkah di luar rumah dan kurang memperhatikan
perkembangan anaknya akan menyebabkan kurangnya perhatian yang akan diterima
oleh remaja tersebut . Kurangnya perhatian inilah yang mendorong remaja untuk
mencari sensasi dengan cara melakukan perbuatan yang menyimpang.
Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan remaja.
Artinya banyak terdapat anak-anak remaja yang nakal datang dari keluarga yang tidak
utuh, baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga . Hal ini
dikarenakan dengan kurang utuhnya keluarga perhatian yang akan diterima remaja akan
semakin rendah . Yang secara otomatis akan memicu kenakalan remaja .
Hubungan keluarga dengan lingkungan akan berpengaruh besar kepada perkembangan
remaja . Keluarga yang tidak diterima oleh lingkungan akan menyebabkan kenakalan
remaja akan meningkat di keluarga tersebeut sebagai akibat terkekangnya  dan
terhambatnya akses informasi remaja terhadap lingkungan sekitar.
(2)     Pergaulan
Di kalangan remaja, memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi
tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya.
Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas. Misalnya, anak orang
yang paling kaya di kota itu, anak pejabat pemerintah setempat bahkan mungkin pusat
atau pun anak orang terpandang lainnya. Di jaman sekarang, pengaruh kawan bermain
ini bukan hanya membanggakan si remaja saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya.
Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari
kalangan tertentu tersebut. Padahal, kebanggaan ini adalah semu sifatnya. Malah kalau
tidak dapat dikendalikan, pergaulan itu akan menimbulkan kekecewaan nantinya. Sebab
kawan dari kalangan tertentu pasti juga mempunyai gaya hidup yang tertentu pula.
Apabila si anak akan berusaha mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun
orangtua tidak mampu memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. Apabila timbul
frustrasi, maka remaja kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik,
obat terlarang, dan lain sebagainya.
Pengaruh kawan ini memang cukup besar.Pengaruh kawan sering diumpamakan
sebagai segumpal daging busuk apabila dibungkus dengan selembar daun maka daun
itupun akan berbau busuk. Sedangkan bila sebatang kayu cendana dibungkus dengan
selembar kertas, kertas itu pun akan wangi baunya. Perumpamaan ini menunjukkan
sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk watak dan kepribadian
seseorang ketika remaja, khususnya. Oleh karena itu, orangtua para remaja hendaknya
berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Jangan
biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Memiliki teman bergaul
yang tidak sesuai, anak di kemudian hari akan banyak menimbulkan masalah bagi
orangtuanya.
Kriteria teman baik yaitu mereka yang memberikan perlindungan apabila kita kurang
hati-hati, menjaga barang-barang dan harta kita apabila kita lengah, memberikan
perlindungan apabila kita berada dalam bahaya, tidak pergi meninggalkan kita apabila
kita sedang dalam bahaya dan kesulitan, dan membantu sanak keluarga kita.
Kriteria teman yang tidak baik. Mereka adalah teman yang akan mendorong seseorang
untuk menjadi penjudi, orang yang tidak bermoral, pemabuk, penipu, dan pelanggar
hukum.
(3)     Pendidikan
Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua
kepada anak Agar anak dapat memperoleh pendidikan yang sesuai, pilihkanlah sekolah
yang bermutu. Selain itu, perlu dipikirkan pula latar belakang agama pengelola sekolah.
Hal ini penting untuk menjaga agar pendidikan Agama yang telah diperoleh anak di
rumah tidak kacau dengan agama yang diajarkan di sekolah. Berilah pengertian yang
benar tentang adanya beberapa agama di dunia. Berilah pengertian yang baik dan bebas
dari kebencian tentang alasan orangtua memilih agama serta alasan seorang anak harus
mengikuti agama orangtua.
Ketika anak telah berusia 17 tahun atau 18 tahun yang merupakan akhir masa remaja,
anak mulai akan memilih perguruan tinggi. Orangtua hendaknya membantu
memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. Arahkanlah agar anak
memilih jurusan sesuai dengan kesenangan dan bakat anak, bukan semata-mata karena
kesenangan orang tua. Masih sering terjadi dalam masyarakat, orangtua yang
memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang
sesuai dengan keinginan orangtua. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir
dengan kekecewaan. Sebab, meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti
kehendak orangtuanya tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan
kemudian menjadi kecewa, frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali.
Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya, bersenang-senang tanpa
mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat
terlarang.
Anak pasti juga mempunyai hobi tertentu. Seperti yang telah disinggung di atas,
biarkanlah anak memilih jurusan sekolah yang sesuai dengan kesenangan ataupun bakat
dan hobi si anak. Tetapi bila anak tersebut tidak ingin bersekolah yang sesuai dengan
hobinya, maka berilah pengertian kepadanya bahwa tugas utamanya adalah bersekolah
sesuai dengan pilihannya, sedangkan hobi adalah kegiatan sampingan yang boleh
dilakukan bila tugas utama telah selesai dikerjakan.
(4)     Waktu luang
Kegiatan di masa remaja sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha
menyelesaikan urusan di rumah, selain itu mereka bebas, tidak ada kegiatan. Apabila
waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, pada si remaja akan timbul gagasan
untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila si remaja
melakukan kegiatan yang positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika
ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu. Seringkali
perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja. Tindakan iseng ini selain untuk
mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para remaja untuk menarik perhatian
lingkungannya.
Perhatian yang diharapkan dapat berasal dari orangtuanya maupun kawan
sepermainannya. Celakanya, kawan sebaya sering menganggap iseng berbahaya adalah
salah satu bentuk pamer sifat jagoan yang sangat membanggakan. Misalnya, ngebut
tanpa lampu dimalam hari, mencuri, merusak, minum minuman keras, obat bius, dan
sebagainya.Munculnya kegiatan iseng tersebut selain atas inisiatif si remaja sendiri,
sering pula karena dorongan teman sepergaulan yang kurang sesuai. Sebab dalam
masyarakat, pada umunya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota
kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. Tindakan pengasingan ini jelas
tidak mengenakkan hati si remaja, akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan
kawan-kawannya. Akhirnya ia terjerumus. Tersesat.
Oleh karena itu, orangtua hendaknya memberikan pengarahan yang berdasarkan cinta
kasih bahwa sikap iseng negatif seperti itu akan merugikan dirinya sendiri, orangtua,
maupun lingkungannya. Dalam memberikan pengarahan, orangtua hendaknya hanya
membatasi keisengan mereka. Jangan terlalu ikut campur dengan urusan remaja. Ada
kemungkinan, keisengan remaja adalah semacam ‘refreshing’ atas kejenuhannya
dengan urusan tugas-tugas sekolah. Dan apabila anak senang berkelahi, orangtua dapat
memberikan penyaluran dengan mengikutkannya pada satu kelompok olahraga beladiri.
Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan remaja, ada baiknya pula
orangtua ikut memikirkannya pula. Orangtua hendaknya jangan hanya tersita oleh
kesibukan sehari-hari. Orangtua hendaknya tidak hanya memenuhi kebutuhan materi
remaja saja. Orangtua hendaknya juga memperhatikan perkembangan batinnya.
Remaja, selain membutuhkan materi, sebenarnya juga membutuhkan perhatian dan
kasih sayang. Oleh karena itu, waktu luang yang dimiliki remaja dapat diisi dengan
kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi. Kegiatan keluarga ini hendaknya
dapat diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Kegiatan keluarga dapat berupa melakukan
berbagai bentuk permainan bersama, misalnya scrabble, monopoli, dan lain sebagainya.
Kegiatan keluarga dapat pula berupa tukar pikiran dan berbicara dari hati ke hati.
Misalnya, dengan makan malam bersama atau duduk santai di ruang keluarga. Selain
itu, dihari libur, seluruh anggota keluarga dapat bersama-sama pergi berenang, jalan-
jalan ke taman ria atau mal, dan lain sebagainya.
(5)  Peran Orang Tua
Sebagian besar orangtua di jaman sekarang sangat sibuk mencari nafkah. Mereka sudah
tidak mempunyai banyak kesempatan untuk dapat mengikuti terus kemana pun anak-
anaknya pergi. Padahal, kenakalan remaja banyak bersumber dari pergaulan. Oleh
karena itu, orangtua hendaknya dapat memberikan langkah konkret yang dapat
dilakukan oleh orang tua guna mencegah dan menangani masalah ini yaitu (1) kasih
sayang, (2) kebebasan, (3) pergaulan anak, (4) pengawasan pada media, (5) bimbingan,
(6) pembelajaran agama, (7) dukungan pada hobi, dan (8) orang tua sebaga tempat
berkeluh kesah. Adapun penjelasan lebih rinci dari peran orang tua tersebut adalah
sebagai berikut.
(1) Pemberian kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.
(2) Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Contohnya: orang tua
boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila
menurut pengawasan orang tua dia telah melewati batas yang sewajarnya, orang tua
sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya
bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.
(3) Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3
tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila orang tua membiarkan dia bergaul dengan
teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti
berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu
dia jalani.
(4) Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet,
radio, handphone, dll.
(5) Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih
banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.
(6) Perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan
mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.
(7) Orang tua perlu mendukung hobi yang dia inginkan selama itu masih positif untuk
dia. Jangan pernah orang tua mencegah hobinya maupun kesempatan dia
mengembangkan bakat yang dia sukai selama bersifat Positif. Karena dengan
melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan dirinya.
(8) Orang tua harus menjadi tempat CURHAT yang nyaman untuk anak anda, sehingga
anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.
E.     Usaha Penanggulangannya
Telah banyak upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja,
baik yang dilaksanakan oleh keluarga, lingkungan pendidikan dan dilingkungan
masyarakat, namun keberhasilannya belum memuaskan dan ternyata masih tetap terjadi
kenakalan remaja.
Penanggulangan Kenaklan remaja perlu keterpaduan dalam pembinaannya antara
keluarga, lembaga pendidikan. Masyarakat dan pemerintah.
F.      Pencegahan
         Lingkungan keluarga sebagai lingkungan pertama, haruslah memberikan pendidikan
yang baik bagi anak-anaknya.
         Orang tua harus mengawasi kegiatan anak, baik dirumah maupun kegiatan anak dan
pergaulan anak.
         memberikan anak pendidikan dalam keluarga, dimana orng tua memberikan
pendidikan moral dan budi pekerti dan pananaman nilai agama pada anak.
         Bagi si anak, hendaknyalah hati-hati dalam bergaul.
         Guru sebagai orang tua kedua haruslah memberikan pendidikan tambahan tentang
pendidikan moral dan budi pekerti dalam setiap pelajaran

G.    Penindakan (Represif)


Pencegahan lebih baik dari pada penindakan, karena penindakan dilakukan apabila suda
terjadi kenakalan remaja. Penindakan terhadap kenakalan remaja akan berbeda dengan
kejahatan pelanggaran yang dilakukan oleh orang dewasa. Penyelesaian terhadap
kenakalan remaja yang termasuk golongan pertama (tingkah laku) perbuatan asosial
melanggar norma-norma agama/ sosial hakekatnya cukup diserahkan pada orang tuanya
atau keluarganya. Namun apabila ada phak keluarga atau atas pengaduan pihak lain,
atau atas permintaan masyarakat umum, kenakalan itu dapat diselesaikan oleh pihak
negara penegak hukum. Sedang penyelsaian terhadap kenakalan remaja yang termasuk
dalam golongan kedua (sudah melanggar norma hukum), menjadi wewenang alat
negara penegak hukum dengan tindakan represif (penindakan) seperti penahanan,
penyidikan, pengusutan, penuntutan dan keputusan pengadilan. Bagaimana peranan
orang tua apabila menjumpai anaknya yang sudah nakal? Apakah nakal dalam golongan
pertama, kalau masih bisa kita didik/ bina dengan baik bila tidak bisa kita serahkan
pada lembaga Pemerintah/ Swasta yang bertugas membina anak-anak nakal. Tetapi
apabila sudah melanggar hukum yang termasuk golongan kedua sebaiknya serahkan
kepada polisi demi kebaikan anak tersebut, karena disamping membuat jera/ takut
mengulangi perbuatannya lagi, pihak polri akan mempertimbangkan kelanjutan proses
hukum tersebut demi masa depan anak. Misalnya dengan jalan menyerahkan pada panti
Asuhan anak nakal atau mengajukan kedepan sidang pengadilan agar dibimbing di
Lembaga Permasyarakatan anak-anak di Tangerang.
               
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut.

(1) Kenakalan remaja menunjuk pada suatu bentuk perilaku remaja yang tidak sesuai
dengan norma-norma yang hidup di dalam masyarakatnya.

(2) Ciri-ciri anak yang melakukan kenakalan remaja seperti ngebut, pornografi,


pengrusakan barang orang lain, geng, berpakaian sembarangan, dan mengganggu orang
lain.

(3) Kenakalan remaja ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor yaitu keluarga,
pergaulan, pendidikan, dan waktu luang

(4) Langkah konkret yang dapat dilakukan oleh orang tua guna mencegah dan
menangani masalah ini yaitu kasih sayang, kebebasan, pergaulan anak, pengawasan
pada media, bimbingan, pembelajaran agama, dukungan pada hobi, dan orang tua
sebaga tempat berkeluh kesah.

B.     Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, kami menyarankan untuk lebih menaruh perhatian
terhadap persoalan sosial, terutama kenakalan remaja. Hendaknya kita dapat mencegah
dan mengendalikan perilaku remaja sehingga tidak menimbulkan masalah sosial yang
terjadi akibat kenakalan-kenakalan remaja tersebut.

                                          
DAFTAR PUSTAKA

  Kartini Kartono,1986, Psikologi Sosial 2, Kenakalan Remaja, Rajawali, Jakarta


  Soerjono Soekanto, 1988, Sosiologi Penyimpangan, Rajawali, Jakarta
  Anonim. 2008. Kiat mengatasi kenakalan remaja. Diakses di Error! Hyperlink
reference not valid. pada 1 november 2017
  ———–. 2009. Kenakalan Remaja. Diakses di http://helda.info/2009/06/ kenakalan-
remaja/ diakses pada 1 november 2017
  http://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-ciri-bentuk-dan-penyebab-kenakalan-
remaja-beserta-contohnya-secara-lengkap/
  https://ketutpujaayu.wordpress.com/2011/01/30/kenakalan-remaja/

  http://hasnaazminurulazizah.blogspot.co.id/2015/06/materi-penyuluhan-kenakalan-
remaja-dan.html

Anda mungkin juga menyukai