0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
78 tayangan25 halaman

Panduan Kutipan dan Daftar Pustaka

Makalah ini membahas tentang kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka. Pertama, kutipan dijelaskan sebagai pinjaman kalimat atau pendapat dari sumber lain dengan dua jenis, yaitu kutipan langsung dan tidak langsung. Kedua, catatan kaki berisi referensi sumber yang dikutip dan ditulis di bawah halaman. Ketiga, daftar pustaka berisi daftar lengkap sumber yang dikutip sesuai

Diunggah oleh

Nada
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
78 tayangan25 halaman

Panduan Kutipan dan Daftar Pustaka

Makalah ini membahas tentang kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka. Pertama, kutipan dijelaskan sebagai pinjaman kalimat atau pendapat dari sumber lain dengan dua jenis, yaitu kutipan langsung dan tidak langsung. Kedua, catatan kaki berisi referensi sumber yang dikutip dan ditulis di bawah halaman. Ketiga, daftar pustaka berisi daftar lengkap sumber yang dikutip sesuai

Diunggah oleh

Nada
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KUTIPAN, CATATAN KAKI, DAN DAFTAR PUSTAKA

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelompok pada Mata Kuliah

Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA2)

Semester II

Disusun Oleh:

KELOMPOK 12

ALFIANA
NIM. 02182032

M. YUSRI
NIM. 02182042

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BONE


2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah Puji syukur kehadirat Allah Swt. atas limpahan rahmat dan

hidayahnya sehingga makalah ini dapat diselesaikan meskipun dalam bentuk yang

sederahana. Shalawat dan salam atas junjungan nabi besar Muhammad SAW. yang

diutus Allah SWT. Sebagai rahmat bagi alam semesta.

Dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari berbagai hambatan

disebabkan pengetahuan dan kemampuan berfikir yang terbataas namun berkat


keteguhan hati untuk menyelesaikan makalah ini penulis menyadari bahwa masih

banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan dari apa yang dipaparkan. Penulis

senantiasa mengharapkan saran dan kritikikan yang sifatnya membangun untuk

pembuatan makalah selanjutnya. Akhirnya penulis mengharapkan agar kiranya

tulisan ini dapat berguna bagi pembaca. Semoga Allah SWT memberikan rahmat

kepada kita semua dan kehadiranya mampu memenuhi kekurangan kita.

Watampone, 9 Mei 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

SAMPUL ............................................................................................................... i

KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii

DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1

A. Latar Belakang ........................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 2


C. Tujuan Penulisan ....................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3

A. Kutipan ....................................................................................................... 3

1. Pengertian Kutipan ................................................................................ 3

2. Prinsip-prinsip Mengutip ...................................................................... 3

3. Jenis kutipan dan Cara Mengutip .......................................................... 4

B. Catatan Kaki ............................................................................................... 10

1. Pengertian Catatan Kaki ........................................................................ 10

2. Tata Cara Membuat Catatan Kaki ......................................................... 11

C. Daftar Pustaka ........................................................................................... 14


1. Pengertian Daftar Pustaka ..................................................................... 14

2. Fungsi dan Unsur-Unsur Daftar Pustaka .............................................. 15

3. Cara Membuat Daftar Pustaka .............................................................. 15

BAB III PENUTUP ............................................................................................... 21

A. Kesimpulan ................................................................................................. 21

B. Kritik dan Saran ......................................................................................... 21

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 22

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa indonesia merupakan salah satu bahasa yang mempunyai

struktur yang baik, hal tersebut dapat terlihat dari unsur-unsur yang sangat

terkait satu sama lain. Unsur-unsur yang terkait tersebut memegang peran

penting dalam menjaga keutuhan bahasa indonesia itu sendiri.


Dalam makalah ini tema yang akan dibahas adalah tentang kutipan,

catatan kaki dan daftar pustaka. Pembahasan ini dilatar belakangi karena untuk

menulis sebuah karya dan karangan ilmiah harus memiliki ketiga unsur ini. Oleh

sebab itu, kami rasa penting untuk mengingatkan kembali kepada penulis dan

pembaca agar memperhatikan sebuah aturan dan kaidah penulisan yang benar.

Penyusunan suatu karangan ilmiah, seorang penulis harus mencari

beberapa sumber untuk melengkapi karangan ilmiah tersebut. Sumber-sumber

tersebut perlu dicantumkan dalam sebuah kutipan, catatan kaki maupun daftar

pustaka. Penulisan kutipan, catatan kaki dan daftar pustaka yang baik dan benar

sesuai dengan kaidah bahasa indonesia harus diketahui dahulu sebelum


melakukan penulisan karya ilmiah. Sebagian besar orang belum memahami dan

mempelajari tentang kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka dan bahkan

mengabaikan tata cara penulisanya karena dianggap tidak begitu penting. Dalam

kesempatan ini sangat penting bagi kita semua dalam penulisan suatu karangan

ilmiah agar sesuai dengan kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar.

1
2

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengam kutipan, prinsip-prinsip mengutip, jenis kutipan

dan cara mengutip?

2. Apa yang dimaksud dengan catatan kaki dan cara membuat catatan kaki?

3. Apa yang dimaksud dengan daftar pustaka, fungsi dan unsur-unsur daftar

pustaka serta cara membuat daftar pustaka?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi kutipan, prinsip-prinsip mengutip, jenis kutipan

dan cara mengutip.

2. Untuk mengetahui definisi catatan kaki dan cara penulisan catatan kaki.

3. Untuk mengetahui definisi daftar pustaka, fungsi, unsur-unsur daftar pustaka

dan cara membuat daftar pustaka.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Kutipan

1. Pengertian Kutipan

Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis,

baik yang terdapat dalam buku, majalah, koran, dan sumber lainya, ataupun

berasal dari ucapan seorang tokoh. Kutipan digunakan untuk mendukung


argumentasi penulis.1

Namun, penulis jangan sampai menyusun tulisan yang hanya berisi

kumpulan kutipan. Kerangka karangan kessimpulan, dan ide dasar harus

tetap pendapat penulis pribadi, kutipan berfungsi untuk

menunjang/mendukung pendapat tersebut.

2. Prinsip-Prinsip Mengutip

a. Jangan mengadakan perubahan, dalam hal yang demikian harus

memberikan keterangan dalam tanda kurung segi empat [. . . ] bahwa

perubahan teknik itu dibuat sendiri oleh penulis, dan tidak ada dalam

teks aslinya. Keterangan dalam kurung segi empat itu misalnya berbunyi
sebagai berikut: [huruf miring dari saya,Penulis].

b. Bila ada kesalahan atau keganjilan, entah dalam persoalan ejaan maupun

dalam soal-soal ketatabahasaan, penulis tidak boleh memperbaiki

kesalahan-kesalahan itu. Lahanya mengutip sebagaimana adanya.

Demikian pula halnya kalau penulis tidak setuju dengan suatu bagian

1
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia (Cet. III; Makassar: De La Macca,
2018), h. 85

3
4

dari kutipan itu. Misalnya, kalau kita tidak setuju dengan bagian itu,

maka biasanya diberi catatan singkat: [sic!] –kata sic! Yang ditempatkan

dalam kurung segi empat menunjukkan bahwa penulis tidak

bertanggung jawab atas kesalahan itu, ia sekedar mengutip sesuai apa

yang terdapat dalam naskah aslinya.

c. Menghilangkan bagian kutipan, dalam kutipan-kutipan diperkenankan

pula menghilangkan bagian-bagian tertentu dengan syarat bahwa


penghilangan bagian itu boleh mengakibatkan perubahan makna aslinya

atau makna keseluruhanya. Pengilangan itu biasanya dinyatakan dengan

mempergunakan tiga titik berspasi [. . .]2

3. Jenis Kutipan dan Cara Mengutip

Menurut jenisnya kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan

kutipan tidak langsung. Perbedaan kedua jenis kutipan ini harus dibedakan

karena membawa konsekuensi yang berlainan bila dimasukkan ke dalam

tulisan.

(1) Kutipan Langsung

Yaitu kutipan yang diambil secara lengkap kata demi kata,


kalimat demi kalimat sesuai dengan teks aslinya. Kutipan langsung ini

bentuknya ada yang panjang dan ada yang pendek. Apabila kutipan itu

kurang dari empat baris termasuk kutipan panjang. Kedua bentuk

kutipan ini masing-masing mengikuti cara pengutipan yang berbeda.

Perbedaanya dapat dilihat sebagai berikut:

2
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 85-86
5

a. Kutipan langsung yang kurang dari empat baris, ketikan dilakukan

dengan cara:

1) Kutipan itu diintegrasikan langsung dengan teks.

2) Kutipan harus diapit dengan tanda kutip.

3) Jarak antara baris dengan baris dua spasi.

4) Sesudah pengutipan selesai, diberi nomor urut penunjukan

setengan spasi ke atas atau ditempatkan dalam kurung nama


singkat pengarang, tahun terbit dan nomor halaman tempat

terdapat kutipan itu.

5) Seluruh kutipan itu dimasukkan ke dalam 5-7 ketukan, dan bila

kutipan itu dimulai dengan alenia baru baris pertama dari

kutipan itu dimasukka lagi 5-7 ketukan.

Contoh:

Arti deskripsi dapat kita lihat melalui batasan berikut:

“Deskripsi atau pemeriaan merupakan bentuk tulisan yang

bertalian dengan uaha para penulis untuk memberikan

perincian-perrincian dari objek yang sedang dibicarakan”


Atau: arti deskripsi dapat kita lihat melalui batasan-batasan

berikut:

“Deskripsi atau pemeriaan merupakan sebuah bentuk tulisan

yang berlainan dengan usaha para penulis untuk memberikan

perincian-perincian dari objek yang sudah dibicarakan.”

(Keraf, 1981:93)

b. Kutipan yang lebih dari empat baris ketikan dilakukan dengan cara:
6

1) Kutipan dipisah dari teks dengan jarak 2,5 spasi.

2) Jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi(spasi rapat)

3) Boleh atau tidak diapit oleh tanda kutip.

4) Seluruh kutipan itu dimasukkan ke dalam 5-7 ketukan, dan bila

kutipan itu dimulai dengan alenia baru baris pertama dari

kutipan itu dimasukkan lagi 5-7 ketukan.

Contoh:
Bernilai tidaknya karya tulis ditentukan oleh banyak faktor.

Faktor tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa

dilalaikan oleh seorang penulis. Hal ini dikemukakan oleh

keraf (1998:122) sebagai berikut.

Sebuah karya tulis tidak dianggap bernilai apabila pemikiranya

kabur dan ditulis tergesa-gesa, tidak memiliki gagasan sentral

tetapi hanya mengungkapkan pernyataan yang lepas. Apa yang

dikemukakan merupakan klise-klise umum atau pikiran dan

pendapat orang lain tanpa mengemukakan hasil pemikiranya

sama sekali tulisan itu tidak dikembangkan dengan baik untuk


menjawab persoalan-persoalan tentang topik atau bagian-

bagianya. Di samping itu tidak bernilai kalau susunanya tidak

teratur, tidak mengikuti aturan yang logis dan koherensi atau

kepaduannya kurang baik.

Bila dalam kutipan langsung terdapat kesalahan atau

keganjilan misalnya dalam persoalan pengetikan, penulis tidak

boleh memperbaiki kesalahan-kesalahan itu, ia hanya boleh


7

mengutip sebagaimana adanya. Demikian pula halnya kala

penulis tidak setuju dengan suatu bagian dari pengutipan itu.

Dalam hal terakhir ini, kutipan tetap dilakukan hanya penulis

diperkenankan mengadakan perbaikan. Atau catatan terhadap

kesalahan tersebut. Perbaikan atau catatan kaki itu dapat

ditempatkan sebagai catatan kaki atau dapat pula ditempatkan

dalam tanda kurung segi empat[....]. catatan dalam tanda


kurung segi empat itu langsung ditempatkan di belakang kata

atau unsur yang hendak doperbaiki, diberi catatan atau yang

disetujui itu. Misalnya kalau tidak setuju dengan bagian itu,

maka biasanya diberi catatan singkat [sic]. Kata sic yang

ditempatkan dalam tanda kurung segi empat menunjukkan

bahwa penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu. Ia

sekedar mengutip sesuai dengan apa yang terdapat dalam

naskah aslinya.

Contoh:

“Demikian juga dengan data bahasa yang lain dalam karya


tulis ini kami selalu berusaha mencari bentuk kata yang

mengandung makan [sic] sentral distribusi yang terbanyak

sebagai bahan dari daftar swadesh”

Catatan:

Kata makan dalam kutipan di atas sebenarnya salah cetak

seharusnya makna.3

3
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 86-88
8

(2) Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung bisa juga disebut kutipan isi. Kutipan ini

merupakan pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau penulis

berupa intisari atau ikhtisar dari pendapat tersebut. Dalam kutipan tidak

langsung penulis tidak mengutip secara keseluruhan kata dan kalimat

yang terdapat dalam teks aslinya. Penulis hanya mengambil intisari dari

teks tersebut. Oleh karena itu, kutipan tidak langsung perlu


menggunakan tanda kutip. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam

kutipan tidak langsung.

1) Kutipan dipisahkan dari teks.

2) Jarak antara baris dengan baris dua spasi.

3) Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip.

4) Sesudah kutipan selesai dicantumkan nama singkat pengarang,

tahun terbit, dan nomor halaman atau di belakang kutipan diberi

nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas.

Contoh:

Apabila kita kaji lebih jauh tentang penduduk asli indonesia yang
tertua, kita harus kembali melihat bukti-bukti peninggalan

bersejarah. Pada zaman prehistoris, penduduk asli indonesia yang

tertua mempunyai ciri fisik yang berbeda dengan manusia sekarang.

Hal ini dapat kita lihat pada fosil-fosil dan alat-alat yang ditemukan

oleh para ahli antropologi. Manusia pada zaman tersebut masih


9

hidup secara berkelompok dan hidup berpindah-pindah.

(koentjaraningrat, 1982:3)4

(3) Kutipan Pada Catatan Kaki

Selain dari kutipan yang dimasukkan dalam teks seperti telah

diuraikan di atas, (baik kutipan langsung maupun tidak langsung), ada

pula kutipan yang ditempatkan pada catatan kaki. Bila cara demikian

yang dipergunakan, maka kutipan demikian selalu ditempatkan spasi


rapat, biarkan kutipan itu singkat saja, demikian juga kutipan itu selalu

dimasukkan dalam tanda kutip, dan dikutip tepat seperti teks aslinya.

Contoh:

Berbagai penyelidikan tentang akulturasi yang dilakukan oleh para

sarjana ilmu antropologi-budaya bangsa Amerika memang telah

menunjukkan bahwa penyelidikan-penyelidikan atau peristiwa

perpaduan kebudayaan yang dipandang dari sudut kompleks unsur yang

khusus, telah memberi hasil yang memuaskan, karena itu. Herskvotis

beranggapan bahwa pandangan serupa itulah pandangan yang paling

berguna di dalam penyelidikan akulturasi.


Pada catatan kaki halaman yang sama, di bawah nomor urut penunjukan

2 dapat dibaca sebuah kutipan langsung seperti ini:

.....................

Kata beliau: However desirable studies of changers in whole

culture may thus be, it seen most advantangeous in practica for the

student to analise in to its compenents the culture that has exprienced

4
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 88
10

contact. One can not mote study’whole cultures than on take as the

subject for spesific research project the human body in its

entery.....”(M.J.Herskovits,1948:356).5

(4) Kutipan Atas Ucapan Lisan

Selain melalui sumber tertulis, kutipan juga dapat melalui ucapan

langsung dari seorang tokoh atau ilmuwan. Prinsip pengutipan yang

diambil dari sumber lisan ini sama dengan prinsip pengutipan yang telah
disebutkan di atas. Bergantung jenis kutipan yang digunakan.

Contoh:

Dalam seminar sehari tanggal 28 Oktober 1992, Mattulada mengatakan

antara lain. "Budaya Indonesia dewasa ini, khususnya budaya Bugis

Makassar telah banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur budaya asing.

Masuknya budaya asing ke wilayah Indonesia telah memberikan

dampak negatif terhadap perkembangan budaya indonesia.”6

B. Catatan Kaki

1. Pengertian Catatan Kaki

Catatan kaki adalah adalah keterangan teks karangan yang


ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Catatan kaki

dapat berupa rujukan bahan penulisan yang dijadikan sumber dan dapat pula

berupa keterangan tambahan.7

5
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 88-89
6
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 89
7
Widjono Hs., Bahasa Indonesia(Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan
Tinggi) (Cet. 2; Jakarta: PT Grasindo, 2007), h. 76
11

2. Cara Membuat Catatan Kaki

1) Referensi buku dengan seorang pengarang

___________
1
Dr. Gorys Keraf, Komposisi (Ende-Flpres, 1998), hal. 201.

2) Referensi buku dengan dua sampai tiga pengarang

___________
2
Drs. Rusjdi Sartuni, Drs. Lamuddin Finoza, Dra. Siti Aisyah
Sudan, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Jakarta, 1998, hal.

74)

3) Referensi buku dengan banyak pengarang (lebih dari tiga pengarang)

___________
3
Drs. Yulius S. et. al, Kamus Baru Bahasa Indonesia (Surabaya,

1990), hal. 80.

4) Referensi buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih

___________
4
Dra. Kartini Kartono, Psycologi Wanita. Jld. 1 (Bandung,

1977), hal. 88-89.


5) Referensi sebuah edisi karya seorang pengarang atau lebih

___________
5
Dra. Kartini Kartono, Psycologi Wanita. Jld. 1 (Bandung,

1977), hal. 88-89.


12

6) Referensi sebuah terjemahan

___________
6
Multatuli. Max Havelaar, atau lelang kopi persekutuan dagang

Belanda. Terj. H.B. Jassin (Djakarta, 1972), hal. 50.

7) Referensi pada artikel majalah

___________
7
Ny. H. Soebodio, Penggunaan Sanksekerta dalam pembentukan
istilah baru “Majalah Ilmu-Ilmu Sastra Indonesia. 1 (April, 1963), hal.

47-48.

8) Referensi pada artikel harian

___________
8
Tajuk Rencana dalam Kompas, 19 Januari 1988, hal. 4.

9 Kirdi Dipoyokdo, “Konfrontasi Amerika Serikat – Libia”

Suara Karya 31 Maret 1986, hal. 5.

Perhatikan :

a) Bila nama pengarang jelas, maka catatan kaki itu dimulai dengan nama

pengarang yang menulis artikel tersebut. Dalam hal-hal lain cukup


ditulis rubric (topic) yang ada dalam harian tersebut.

b) Berita ekonomi, tajuk rencana, ruang kebudayaan, dan sebagainya.

c) Tesis dan Disertasi yang belum diterbitkan Jos Daniel Panera “Fonologi

Bahasa Gorontalo” (Skripsi Sarjana Fakultas Sastra Universitas

Indonesia, Jakarta 1964) Hal. 30

Perhatikan :
13

Judul skripsi, tesis dan disertasi ditempatkan dalam tanda kutip,

keterangan tentang jenis karya itu, nama fakultas/universitas tempat dan

tahun ditempatkan dalam tanda kurung langsung sesudah judul, tanpa

tanda koma.

Dalam catatan kaki biasanya dipergunakan singkatan-singkatan yang

paling penting diketahui adalah :

a) Ibid : dari kata bahasa latin ibiden yang berarti “pada tempat yang
sama” singkatan ini dipergunakan bila catatan kaki yang berikut

menunjukkan kepada karya atau artikel yang telah disebut dalam

catatan nomor sebelumnya. Bila halamanya sama, maka hanya

dipergunakan singkatan ibid, bila halaman berbeda, maka

singkatan ibid dicantumkan pula nomor halamanya. Singkatan ibid

selalu digaris bawahi atau dicetak miring.

b) Op.cit : dari bahasa latin Opera citato. Yang berarti pada karya

yang telah dikutip singkatan ini dipergunakan bila catatan itu

menunjuk kembali kepada sumber yang telah disebut lebih dahulu,

tetapi diselingi oleh sumber lain. Dalam hal ini sesudah nama
pengarang harus dicantumkan singkatan op.cit. bila penunjukan

pada halaman atau jilid dan halaman, maka nomor jilid serta

halaman ditempatkan sesudah singkatan op.cit.

c) Loc.cit : dari kata bahasa latin lote citato yang berarti pada tempat

yang telah, singkatan ini biasanya dipakai untuk menyebut atau

menunjuk kepada sebuah artikel, majalah, harian atau ensiklopedia

yang telah disebut sebelumnya, tetapi diselingi oleh sumber lain.


14

d) Ed : singkatan dari editor (penyunting) atau (edition)

e) Et.al : singkatan dari et ali yang berarti “dan lain-lain” dipakai

untuk menyatakan atau menggantikan pengarang-pengarang yang

tidak disebutkan namanya.

f) Vol : volume atau jilid

Contoh Penerapanya.

1) Dr. Gorys keraf, komposisi (Ende-Flores, 1980) hal.211


2) Ibid

3) Ibid hal.250

4) Drs. A.Hadi Nafiah, Anda ingin jadi pengarang?

(Surabaya,1981) hal.96

5) Gorys Keraf Op.Cit hal.230

6) Amran Halim, ed, Bahasa dan Pembangunan Bangsa

(Jakarta,1981) hal,55.72

7) Ibid hal 80

8) Hadi Nafiah Loc.cit hal 101

9) Ibid8
C. Daftar Pustaka

1. Pengertian Daftar Pustaka

Daftar kepustakaan atau bibliografi adalah daftar yang berisi judul

buku-buku artikel-artikel dan bahan-bahan penebitan lainnya yang berkaitan

dengan sebuah karangan atau sebagian dari karangan yang sementara

digarap.9

8
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 94-96
9
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 97
15

2. Fungsi dan Unsur-Unsur Daftar Pustaka

Secara keseluruhan unsur bibliografi ada dua yaitu :

1) Memberikan deskripsi (uraian tulisan) yang penting tentang

buku/majalah harian secara keseluruhan.

2) Sebagai pelengkap dari sebuah catatan kaki maksudnya adalah apabila

seorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang

terdapat pada catatan kaki, maka ia dapat mencarinya dalam daftar


kepustakaan. Dalam daftar kepustakaan, kita dapat mengetahui

keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku, majalah dan

sebagainya. Unsur-unsur yang paling penting yang harus dimasukkan

dalam sebuah bibliografi adalah:

a) Nama pengarang yang dikutip secar engkap.

b) Judul buku termasuk judul tambahan.

c) Data publikasi: penerbit,tempat terbit, tahun terbit, cetakan

keberapa dan nomor jilid (kalau ada).

d) Untuk sebuah artikel, diperlukan pula judul artikel yang

bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.10


3. Cara Membuat Daftar Pustaka

Cara menyusun bibliografi tidak seragam tidak seragam bagi semua

bahan referensi tergantung dari sifat bahan referensi itu. Cara menyusun

bibliografi untuk buku, berlainan dari majalah dan majalah agak berlainan

dengan harian, demikian pula terhadap manuskrip yang belum diterbitkan,

10
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 97
16

seperti tesis dan disertasi. Walaupun terdapat perbedaan, namun ada hal

yang selalu dicantumkan yaitu nama pengarang, judul dan data publikasi.

Nama pengarang dalam bibliografi disusun menurut alfabetis. Untuk

maksud tersebut nama-nama pengarang harus dibalik susunannya nama

keluarga lebih dahulu kemudian disusul nama kecil dan gelar kalau ada.

Jarak antra baris dengan baris adalah spasi rapat, sedangkan jarak anatara

pokok dengan pokok spasi ganda tiap pokok disusun secara sejajar vertikal,
dimulai dari margin kiri. Bila ada dua karya atau lebih ditulis oleh seorang

pengarang, maka pengulangan namanya dapat ditiadakan dengan

menggantikanya dengan sebuah garis panjang sepanjang 5-7 ketikan yang

disusul dengan sebuah tanda titik.

Cara menyusun daftar pustaka dapat dilihat sebagai berikut:

1) Dengan seorang pengarang , contoh:

Azzahrah, Aisyah. Prof . Dr.Aisyah adinda kita. Makassar: Global

Data. 2014.

Keraf, Gorys. Dr. Komposisi. Ende-Flores : Nusa Indah. 1980.

Nurcahyani, Ayu. Anak Berbakat. Enrekang: Ratu Dunia. 2014.


Perhatikan :

a) Nama keluarga lebih dahulu kemudian nama kecil dan

gelar(kalau ada)

b) Jika buku itu disusun oleh sebuah komisi atau lembaga itu

dipakai menggantikan nama pengarang.

c) Judul buku harus digaris bawahi.


17

d) Urutan data publikasi adalah tanda sesudah tiap keterangan :

sesudah nama pengarang sesudah judul dan sebuah data

publikasi.

e) Perhatikan pula penggunaan tanda titik dua sesudah tempat

terbit, serta tanda koma, sesudah nama penerbit.

2) Buku dengan dua atau tiga pengarang, contoh :

Sartuni, rasyid, Drs. Lamuddin, Finoza, Dra. Siti, Aisyah, Sudani.


1984. Bahasa Indonesia untuk perguruan tinggi. Jakarta: Nina

Dinamika.

Perhatian :

a) Hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan dengan

susunan terbalik, sedangkan nama pengarang kedua dan ketiga

tidak terbalik.

Ketentuan lainnya sama dengan contoh pertama.

b) Urutan nama pengarang harus sesuai dengan apa yang tercantum

pada halaman judul buku tidak boleh diadakan perubahan

urutannya.
3) Buku dengan lebih dari tiga pengarang, contoh :

Yulius S.et. Al. Kamus baru Bahasa Indonesia Surabaya : Usaha

Nasional 1980.

Perhatikan :

Hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan dengan susunan

terbalik, sedangkan nama-nama pengarang yang lainnya cukup diganti

dengan singkatan et.al (dan lain-lain)


18

4) Buku dengan edisi berikutnya mengalami perubahan,

Contoh :

Keraf. gorys, Dr. Komposisi. Ed.ren.set ke-6,Ende-Flores Nusa Indah

1980.

Perhatikan :

Buku yang mengalami perubahan dalam berikutnya, maka harus

ditambahkan keterangan mengenai edisi yang diperbaiki dengan


menyebutkan beberapa cetakan.

5) Buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih, contoh :

Badudu,J.S. Membina Bahasa Indonesia Buku 2 Jil, bandung : pustaka

prima 1980.

Perhatikan :

Angka jilidnya ditempatkan sesuai judul, serta dipisahkan oleh sebuah

tanda titik, dan selalu disingkat(Jil atau Jld)

6) Sebuah edisi dari karya seorang pengarang atau lebih, contoh :

Ali, Lukman ed, Bahasa dan kesusastraan Indonesia sebagai jaminan

Manusia Indonesia Baru. Djakarta : Gunung Agung 1967


Perhatikan :

a. Jika editornya lebih dari satu orang maka caranya sama dengan no

2 dan 3 di atas.

b. Penggunaan singkatan editorsesudah nama dan dipisahkan oleh

tanda koma.

7) Sebuah buku terjemahan

Contoh :
19

Multatuli Max Havelaar, atau lelang kopi persekutuan dagang belanda,

terj.H.B. Jassin Jakarta, Djambatan, 1972

Perhatikan :

Nama pengarang asli yang diurutkan alfabet. Keterangan tentang

penerjemahan ditempatkan sesudah judul buku, dipisahkan dengan

sebuah tanda koma.

8) Artikel majalah, Contoh :


Soebadio, Ny H. “Penggunaaan Bahasa Sansekerta dalam

pembentukan istilah baru. “Majalah ilmu-ilmu Sastra Indonesia” 1

(Arii 1963) 47-48

Perhatikan :

Judul artikel dan judul makalah dipisahkan, tidak ada tempat publikasi

dan penerbit, tetapi harus dicantumkan nomor jilid, tanggal dan nomor

halaman.

9) Artikel bahan harian, contoh :

Arman, S.A. “Sekali lagi teroris” kompas, 19 januari 1973, hal 5

10) Tesis dan disertasi yang belum diterbitkan.


Ali hasan, “proses Derivasi kata kerja Bahasa Indonesia :

Skripsi. Sarjana FSUH. Ujung pandang 1982

Selain cara-cara atau bentuk bibliografi yang telah disebutkan di atas,

maka masih ada cara atau bentuk publikasi yang lain dengan

ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

a) Susunan unsur biblioografi: nama pengarang (dibalik) tahun

penerbit,judul buku, dan data publiksi yang lain.


20

b) Bila ada dua atau tiga buku dari seseorang pengarang yang

dimasukkan dalam bibliografi, maka karangan atau buku itu

disusun menurut tahun terbitnya dengan dimulai tahun terbit yang

tua.

Misalnya (1979, 1980, 1981, dan seterusanya)

c) Bila ada dua karangan atau lebih dari seorang pengarang

diterbitkan dalam tahun yang sama, maka dibelakang tahun


terbitnya diberi nomor urut: a, b, c, d, dan seterusnya.

Contoh :

Badudu, J.S. 1970 Membina Bahasa Indonesia Baku. 1 jld

Bandung: Pustaka Prima.................1980, Membina Bahasa

Indonesia Baku. Jld 2 Bandung: Pustaka Prima.

.............1983, Inilah Bahasa Indonesia yang benar. Jakarta:

Gramedia. Tarigan H.G Dr. 1985. Pengajaran Ejaan Bahasa

Indonesia Bandung, Angkasa. 1985. Pengajaran Semantik

Bandung: Angkasa.11

11
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h.97-100
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis, baik

yang terdapat dalam buku, majalah, koran dan sumber lainya, ataupun berasal

dari ucapan seorang tokoh. Artikel-artikel dan bahan penerbitan lainnya yang

berkaitan dengan sebuah karangan atau sebagian dari karangan yang sementara
digarap.

Daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar yang berisi judul buku-buku

B. Saran

Kami merekomendasikan makalah kami sebagai salah satu referensi

untuk memperdalam pengetahuan khususnya dalam bidang studi bahasa

indonesia.

21
DAFTAR PUSTAKA

Rahmawati, Sitti. Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia. Cet. III; Makassar: De La

Macca, 2018.

Widjono Hs. Bahasa Indonesia (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di

Perguruan Tinggi). Cet. 2; Jakarta: PT Grasindo, 2007.

22

Anda mungkin juga menyukai