KUTIPAN, CATATAN KAKI, DAN DAFTAR PUSTAKA
MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelompok pada Mata Kuliah
Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA2)
Semester II
Disusun Oleh:
KELOMPOK 12
ALFIANA
NIM. 02182032
M. YUSRI
NIM. 02182042
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BONE
2019
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah Puji syukur kehadirat Allah Swt. atas limpahan rahmat dan
hidayahnya sehingga makalah ini dapat diselesaikan meskipun dalam bentuk yang
sederahana. Shalawat dan salam atas junjungan nabi besar Muhammad SAW. yang
diutus Allah SWT. Sebagai rahmat bagi alam semesta.
Dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari berbagai hambatan
disebabkan pengetahuan dan kemampuan berfikir yang terbataas namun berkat
keteguhan hati untuk menyelesaikan makalah ini penulis menyadari bahwa masih
banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan dari apa yang dipaparkan. Penulis
senantiasa mengharapkan saran dan kritikikan yang sifatnya membangun untuk
pembuatan makalah selanjutnya. Akhirnya penulis mengharapkan agar kiranya
tulisan ini dapat berguna bagi pembaca. Semoga Allah SWT memberikan rahmat
kepada kita semua dan kehadiranya mampu memenuhi kekurangan kita.
Watampone, 9 Mei 2019
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
SAMPUL ............................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ....................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3
A. Kutipan ....................................................................................................... 3
1. Pengertian Kutipan ................................................................................ 3
2. Prinsip-prinsip Mengutip ...................................................................... 3
3. Jenis kutipan dan Cara Mengutip .......................................................... 4
B. Catatan Kaki ............................................................................................... 10
1. Pengertian Catatan Kaki ........................................................................ 10
2. Tata Cara Membuat Catatan Kaki ......................................................... 11
C. Daftar Pustaka ........................................................................................... 14
1. Pengertian Daftar Pustaka ..................................................................... 14
2. Fungsi dan Unsur-Unsur Daftar Pustaka .............................................. 15
3. Cara Membuat Daftar Pustaka .............................................................. 15
BAB III PENUTUP ............................................................................................... 21
A. Kesimpulan ................................................................................................. 21
B. Kritik dan Saran ......................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 22
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa indonesia merupakan salah satu bahasa yang mempunyai
struktur yang baik, hal tersebut dapat terlihat dari unsur-unsur yang sangat
terkait satu sama lain. Unsur-unsur yang terkait tersebut memegang peran
penting dalam menjaga keutuhan bahasa indonesia itu sendiri.
Dalam makalah ini tema yang akan dibahas adalah tentang kutipan,
catatan kaki dan daftar pustaka. Pembahasan ini dilatar belakangi karena untuk
menulis sebuah karya dan karangan ilmiah harus memiliki ketiga unsur ini. Oleh
sebab itu, kami rasa penting untuk mengingatkan kembali kepada penulis dan
pembaca agar memperhatikan sebuah aturan dan kaidah penulisan yang benar.
Penyusunan suatu karangan ilmiah, seorang penulis harus mencari
beberapa sumber untuk melengkapi karangan ilmiah tersebut. Sumber-sumber
tersebut perlu dicantumkan dalam sebuah kutipan, catatan kaki maupun daftar
pustaka. Penulisan kutipan, catatan kaki dan daftar pustaka yang baik dan benar
sesuai dengan kaidah bahasa indonesia harus diketahui dahulu sebelum
melakukan penulisan karya ilmiah. Sebagian besar orang belum memahami dan
mempelajari tentang kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka dan bahkan
mengabaikan tata cara penulisanya karena dianggap tidak begitu penting. Dalam
kesempatan ini sangat penting bagi kita semua dalam penulisan suatu karangan
ilmiah agar sesuai dengan kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar.
1
2
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengam kutipan, prinsip-prinsip mengutip, jenis kutipan
dan cara mengutip?
2. Apa yang dimaksud dengan catatan kaki dan cara membuat catatan kaki?
3. Apa yang dimaksud dengan daftar pustaka, fungsi dan unsur-unsur daftar
pustaka serta cara membuat daftar pustaka?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi kutipan, prinsip-prinsip mengutip, jenis kutipan
dan cara mengutip.
2. Untuk mengetahui definisi catatan kaki dan cara penulisan catatan kaki.
3. Untuk mengetahui definisi daftar pustaka, fungsi, unsur-unsur daftar pustaka
dan cara membuat daftar pustaka.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kutipan
1. Pengertian Kutipan
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis,
baik yang terdapat dalam buku, majalah, koran, dan sumber lainya, ataupun
berasal dari ucapan seorang tokoh. Kutipan digunakan untuk mendukung
argumentasi penulis.1
Namun, penulis jangan sampai menyusun tulisan yang hanya berisi
kumpulan kutipan. Kerangka karangan kessimpulan, dan ide dasar harus
tetap pendapat penulis pribadi, kutipan berfungsi untuk
menunjang/mendukung pendapat tersebut.
2. Prinsip-Prinsip Mengutip
a. Jangan mengadakan perubahan, dalam hal yang demikian harus
memberikan keterangan dalam tanda kurung segi empat [. . . ] bahwa
perubahan teknik itu dibuat sendiri oleh penulis, dan tidak ada dalam
teks aslinya. Keterangan dalam kurung segi empat itu misalnya berbunyi
sebagai berikut: [huruf miring dari saya,Penulis].
b. Bila ada kesalahan atau keganjilan, entah dalam persoalan ejaan maupun
dalam soal-soal ketatabahasaan, penulis tidak boleh memperbaiki
kesalahan-kesalahan itu. Lahanya mengutip sebagaimana adanya.
Demikian pula halnya kalau penulis tidak setuju dengan suatu bagian
1
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia (Cet. III; Makassar: De La Macca,
2018), h. 85
3
4
dari kutipan itu. Misalnya, kalau kita tidak setuju dengan bagian itu,
maka biasanya diberi catatan singkat: [sic!] –kata sic! Yang ditempatkan
dalam kurung segi empat menunjukkan bahwa penulis tidak
bertanggung jawab atas kesalahan itu, ia sekedar mengutip sesuai apa
yang terdapat dalam naskah aslinya.
c. Menghilangkan bagian kutipan, dalam kutipan-kutipan diperkenankan
pula menghilangkan bagian-bagian tertentu dengan syarat bahwa
penghilangan bagian itu boleh mengakibatkan perubahan makna aslinya
atau makna keseluruhanya. Pengilangan itu biasanya dinyatakan dengan
mempergunakan tiga titik berspasi [. . .]2
3. Jenis Kutipan dan Cara Mengutip
Menurut jenisnya kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan
kutipan tidak langsung. Perbedaan kedua jenis kutipan ini harus dibedakan
karena membawa konsekuensi yang berlainan bila dimasukkan ke dalam
tulisan.
(1) Kutipan Langsung
Yaitu kutipan yang diambil secara lengkap kata demi kata,
kalimat demi kalimat sesuai dengan teks aslinya. Kutipan langsung ini
bentuknya ada yang panjang dan ada yang pendek. Apabila kutipan itu
kurang dari empat baris termasuk kutipan panjang. Kedua bentuk
kutipan ini masing-masing mengikuti cara pengutipan yang berbeda.
Perbedaanya dapat dilihat sebagai berikut:
2
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 85-86
5
a. Kutipan langsung yang kurang dari empat baris, ketikan dilakukan
dengan cara:
1) Kutipan itu diintegrasikan langsung dengan teks.
2) Kutipan harus diapit dengan tanda kutip.
3) Jarak antara baris dengan baris dua spasi.
4) Sesudah pengutipan selesai, diberi nomor urut penunjukan
setengan spasi ke atas atau ditempatkan dalam kurung nama
singkat pengarang, tahun terbit dan nomor halaman tempat
terdapat kutipan itu.
5) Seluruh kutipan itu dimasukkan ke dalam 5-7 ketukan, dan bila
kutipan itu dimulai dengan alenia baru baris pertama dari
kutipan itu dimasukka lagi 5-7 ketukan.
Contoh:
Arti deskripsi dapat kita lihat melalui batasan berikut:
“Deskripsi atau pemeriaan merupakan bentuk tulisan yang
bertalian dengan uaha para penulis untuk memberikan
perincian-perrincian dari objek yang sedang dibicarakan”
Atau: arti deskripsi dapat kita lihat melalui batasan-batasan
berikut:
“Deskripsi atau pemeriaan merupakan sebuah bentuk tulisan
yang berlainan dengan usaha para penulis untuk memberikan
perincian-perincian dari objek yang sudah dibicarakan.”
(Keraf, 1981:93)
b. Kutipan yang lebih dari empat baris ketikan dilakukan dengan cara:
6
1) Kutipan dipisah dari teks dengan jarak 2,5 spasi.
2) Jarak antara baris dengan baris kutipan satu spasi(spasi rapat)
3) Boleh atau tidak diapit oleh tanda kutip.
4) Seluruh kutipan itu dimasukkan ke dalam 5-7 ketukan, dan bila
kutipan itu dimulai dengan alenia baru baris pertama dari
kutipan itu dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
Contoh:
Bernilai tidaknya karya tulis ditentukan oleh banyak faktor.
Faktor tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa
dilalaikan oleh seorang penulis. Hal ini dikemukakan oleh
keraf (1998:122) sebagai berikut.
Sebuah karya tulis tidak dianggap bernilai apabila pemikiranya
kabur dan ditulis tergesa-gesa, tidak memiliki gagasan sentral
tetapi hanya mengungkapkan pernyataan yang lepas. Apa yang
dikemukakan merupakan klise-klise umum atau pikiran dan
pendapat orang lain tanpa mengemukakan hasil pemikiranya
sama sekali tulisan itu tidak dikembangkan dengan baik untuk
menjawab persoalan-persoalan tentang topik atau bagian-
bagianya. Di samping itu tidak bernilai kalau susunanya tidak
teratur, tidak mengikuti aturan yang logis dan koherensi atau
kepaduannya kurang baik.
Bila dalam kutipan langsung terdapat kesalahan atau
keganjilan misalnya dalam persoalan pengetikan, penulis tidak
boleh memperbaiki kesalahan-kesalahan itu, ia hanya boleh
7
mengutip sebagaimana adanya. Demikian pula halnya kala
penulis tidak setuju dengan suatu bagian dari pengutipan itu.
Dalam hal terakhir ini, kutipan tetap dilakukan hanya penulis
diperkenankan mengadakan perbaikan. Atau catatan terhadap
kesalahan tersebut. Perbaikan atau catatan kaki itu dapat
ditempatkan sebagai catatan kaki atau dapat pula ditempatkan
dalam tanda kurung segi empat[....]. catatan dalam tanda
kurung segi empat itu langsung ditempatkan di belakang kata
atau unsur yang hendak doperbaiki, diberi catatan atau yang
disetujui itu. Misalnya kalau tidak setuju dengan bagian itu,
maka biasanya diberi catatan singkat [sic]. Kata sic yang
ditempatkan dalam tanda kurung segi empat menunjukkan
bahwa penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu. Ia
sekedar mengutip sesuai dengan apa yang terdapat dalam
naskah aslinya.
Contoh:
“Demikian juga dengan data bahasa yang lain dalam karya
tulis ini kami selalu berusaha mencari bentuk kata yang
mengandung makan [sic] sentral distribusi yang terbanyak
sebagai bahan dari daftar swadesh”
Catatan:
Kata makan dalam kutipan di atas sebenarnya salah cetak
seharusnya makna.3
3
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 86-88
8
(2) Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung bisa juga disebut kutipan isi. Kutipan ini
merupakan pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau penulis
berupa intisari atau ikhtisar dari pendapat tersebut. Dalam kutipan tidak
langsung penulis tidak mengutip secara keseluruhan kata dan kalimat
yang terdapat dalam teks aslinya. Penulis hanya mengambil intisari dari
teks tersebut. Oleh karena itu, kutipan tidak langsung perlu
menggunakan tanda kutip. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
kutipan tidak langsung.
1) Kutipan dipisahkan dari teks.
2) Jarak antara baris dengan baris dua spasi.
3) Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip.
4) Sesudah kutipan selesai dicantumkan nama singkat pengarang,
tahun terbit, dan nomor halaman atau di belakang kutipan diberi
nomor urut penunjukan setengah spasi ke atas.
Contoh:
Apabila kita kaji lebih jauh tentang penduduk asli indonesia yang
tertua, kita harus kembali melihat bukti-bukti peninggalan
bersejarah. Pada zaman prehistoris, penduduk asli indonesia yang
tertua mempunyai ciri fisik yang berbeda dengan manusia sekarang.
Hal ini dapat kita lihat pada fosil-fosil dan alat-alat yang ditemukan
oleh para ahli antropologi. Manusia pada zaman tersebut masih
9
hidup secara berkelompok dan hidup berpindah-pindah.
(koentjaraningrat, 1982:3)4
(3) Kutipan Pada Catatan Kaki
Selain dari kutipan yang dimasukkan dalam teks seperti telah
diuraikan di atas, (baik kutipan langsung maupun tidak langsung), ada
pula kutipan yang ditempatkan pada catatan kaki. Bila cara demikian
yang dipergunakan, maka kutipan demikian selalu ditempatkan spasi
rapat, biarkan kutipan itu singkat saja, demikian juga kutipan itu selalu
dimasukkan dalam tanda kutip, dan dikutip tepat seperti teks aslinya.
Contoh:
Berbagai penyelidikan tentang akulturasi yang dilakukan oleh para
sarjana ilmu antropologi-budaya bangsa Amerika memang telah
menunjukkan bahwa penyelidikan-penyelidikan atau peristiwa
perpaduan kebudayaan yang dipandang dari sudut kompleks unsur yang
khusus, telah memberi hasil yang memuaskan, karena itu. Herskvotis
beranggapan bahwa pandangan serupa itulah pandangan yang paling
berguna di dalam penyelidikan akulturasi.
Pada catatan kaki halaman yang sama, di bawah nomor urut penunjukan
2 dapat dibaca sebuah kutipan langsung seperti ini:
.....................
Kata beliau: However desirable studies of changers in whole
culture may thus be, it seen most advantangeous in practica for the
student to analise in to its compenents the culture that has exprienced
4
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 88
10
contact. One can not mote study’whole cultures than on take as the
subject for spesific research project the human body in its
entery.....”(M.J.Herskovits,1948:356).5
(4) Kutipan Atas Ucapan Lisan
Selain melalui sumber tertulis, kutipan juga dapat melalui ucapan
langsung dari seorang tokoh atau ilmuwan. Prinsip pengutipan yang
diambil dari sumber lisan ini sama dengan prinsip pengutipan yang telah
disebutkan di atas. Bergantung jenis kutipan yang digunakan.
Contoh:
Dalam seminar sehari tanggal 28 Oktober 1992, Mattulada mengatakan
antara lain. "Budaya Indonesia dewasa ini, khususnya budaya Bugis
Makassar telah banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur budaya asing.
Masuknya budaya asing ke wilayah Indonesia telah memberikan
dampak negatif terhadap perkembangan budaya indonesia.”6
B. Catatan Kaki
1. Pengertian Catatan Kaki
Catatan kaki adalah adalah keterangan teks karangan yang
ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Catatan kaki
dapat berupa rujukan bahan penulisan yang dijadikan sumber dan dapat pula
berupa keterangan tambahan.7
5
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 88-89
6
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 89
7
Widjono Hs., Bahasa Indonesia(Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan
Tinggi) (Cet. 2; Jakarta: PT Grasindo, 2007), h. 76
11
2. Cara Membuat Catatan Kaki
1) Referensi buku dengan seorang pengarang
___________
1
Dr. Gorys Keraf, Komposisi (Ende-Flpres, 1998), hal. 201.
2) Referensi buku dengan dua sampai tiga pengarang
___________
2
Drs. Rusjdi Sartuni, Drs. Lamuddin Finoza, Dra. Siti Aisyah
Sudan, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Jakarta, 1998, hal.
74)
3) Referensi buku dengan banyak pengarang (lebih dari tiga pengarang)
___________
3
Drs. Yulius S. et. al, Kamus Baru Bahasa Indonesia (Surabaya,
1990), hal. 80.
4) Referensi buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih
___________
4
Dra. Kartini Kartono, Psycologi Wanita. Jld. 1 (Bandung,
1977), hal. 88-89.
5) Referensi sebuah edisi karya seorang pengarang atau lebih
___________
5
Dra. Kartini Kartono, Psycologi Wanita. Jld. 1 (Bandung,
1977), hal. 88-89.
12
6) Referensi sebuah terjemahan
___________
6
Multatuli. Max Havelaar, atau lelang kopi persekutuan dagang
Belanda. Terj. H.B. Jassin (Djakarta, 1972), hal. 50.
7) Referensi pada artikel majalah
___________
7
Ny. H. Soebodio, Penggunaan Sanksekerta dalam pembentukan
istilah baru “Majalah Ilmu-Ilmu Sastra Indonesia. 1 (April, 1963), hal.
47-48.
8) Referensi pada artikel harian
___________
8
Tajuk Rencana dalam Kompas, 19 Januari 1988, hal. 4.
9 Kirdi Dipoyokdo, “Konfrontasi Amerika Serikat – Libia”
Suara Karya 31 Maret 1986, hal. 5.
Perhatikan :
a) Bila nama pengarang jelas, maka catatan kaki itu dimulai dengan nama
pengarang yang menulis artikel tersebut. Dalam hal-hal lain cukup
ditulis rubric (topic) yang ada dalam harian tersebut.
b) Berita ekonomi, tajuk rencana, ruang kebudayaan, dan sebagainya.
c) Tesis dan Disertasi yang belum diterbitkan Jos Daniel Panera “Fonologi
Bahasa Gorontalo” (Skripsi Sarjana Fakultas Sastra Universitas
Indonesia, Jakarta 1964) Hal. 30
Perhatikan :
13
Judul skripsi, tesis dan disertasi ditempatkan dalam tanda kutip,
keterangan tentang jenis karya itu, nama fakultas/universitas tempat dan
tahun ditempatkan dalam tanda kurung langsung sesudah judul, tanpa
tanda koma.
Dalam catatan kaki biasanya dipergunakan singkatan-singkatan yang
paling penting diketahui adalah :
a) Ibid : dari kata bahasa latin ibiden yang berarti “pada tempat yang
sama” singkatan ini dipergunakan bila catatan kaki yang berikut
menunjukkan kepada karya atau artikel yang telah disebut dalam
catatan nomor sebelumnya. Bila halamanya sama, maka hanya
dipergunakan singkatan ibid, bila halaman berbeda, maka
singkatan ibid dicantumkan pula nomor halamanya. Singkatan ibid
selalu digaris bawahi atau dicetak miring.
b) Op.cit : dari bahasa latin Opera citato. Yang berarti pada karya
yang telah dikutip singkatan ini dipergunakan bila catatan itu
menunjuk kembali kepada sumber yang telah disebut lebih dahulu,
tetapi diselingi oleh sumber lain. Dalam hal ini sesudah nama
pengarang harus dicantumkan singkatan op.cit. bila penunjukan
pada halaman atau jilid dan halaman, maka nomor jilid serta
halaman ditempatkan sesudah singkatan op.cit.
c) Loc.cit : dari kata bahasa latin lote citato yang berarti pada tempat
yang telah, singkatan ini biasanya dipakai untuk menyebut atau
menunjuk kepada sebuah artikel, majalah, harian atau ensiklopedia
yang telah disebut sebelumnya, tetapi diselingi oleh sumber lain.
14
d) Ed : singkatan dari editor (penyunting) atau (edition)
e) Et.al : singkatan dari et ali yang berarti “dan lain-lain” dipakai
untuk menyatakan atau menggantikan pengarang-pengarang yang
tidak disebutkan namanya.
f) Vol : volume atau jilid
Contoh Penerapanya.
1) Dr. Gorys keraf, komposisi (Ende-Flores, 1980) hal.211
2) Ibid
3) Ibid hal.250
4) Drs. A.Hadi Nafiah, Anda ingin jadi pengarang?
(Surabaya,1981) hal.96
5) Gorys Keraf Op.Cit hal.230
6) Amran Halim, ed, Bahasa dan Pembangunan Bangsa
(Jakarta,1981) hal,55.72
7) Ibid hal 80
8) Hadi Nafiah Loc.cit hal 101
9) Ibid8
C. Daftar Pustaka
1. Pengertian Daftar Pustaka
Daftar kepustakaan atau bibliografi adalah daftar yang berisi judul
buku-buku artikel-artikel dan bahan-bahan penebitan lainnya yang berkaitan
dengan sebuah karangan atau sebagian dari karangan yang sementara
digarap.9
8
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 94-96
9
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 97
15
2. Fungsi dan Unsur-Unsur Daftar Pustaka
Secara keseluruhan unsur bibliografi ada dua yaitu :
1) Memberikan deskripsi (uraian tulisan) yang penting tentang
buku/majalah harian secara keseluruhan.
2) Sebagai pelengkap dari sebuah catatan kaki maksudnya adalah apabila
seorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang
terdapat pada catatan kaki, maka ia dapat mencarinya dalam daftar
kepustakaan. Dalam daftar kepustakaan, kita dapat mengetahui
keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku, majalah dan
sebagainya. Unsur-unsur yang paling penting yang harus dimasukkan
dalam sebuah bibliografi adalah:
a) Nama pengarang yang dikutip secar engkap.
b) Judul buku termasuk judul tambahan.
c) Data publikasi: penerbit,tempat terbit, tahun terbit, cetakan
keberapa dan nomor jilid (kalau ada).
d) Untuk sebuah artikel, diperlukan pula judul artikel yang
bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.10
3. Cara Membuat Daftar Pustaka
Cara menyusun bibliografi tidak seragam tidak seragam bagi semua
bahan referensi tergantung dari sifat bahan referensi itu. Cara menyusun
bibliografi untuk buku, berlainan dari majalah dan majalah agak berlainan
dengan harian, demikian pula terhadap manuskrip yang belum diterbitkan,
10
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h. 97
16
seperti tesis dan disertasi. Walaupun terdapat perbedaan, namun ada hal
yang selalu dicantumkan yaitu nama pengarang, judul dan data publikasi.
Nama pengarang dalam bibliografi disusun menurut alfabetis. Untuk
maksud tersebut nama-nama pengarang harus dibalik susunannya nama
keluarga lebih dahulu kemudian disusul nama kecil dan gelar kalau ada.
Jarak antra baris dengan baris adalah spasi rapat, sedangkan jarak anatara
pokok dengan pokok spasi ganda tiap pokok disusun secara sejajar vertikal,
dimulai dari margin kiri. Bila ada dua karya atau lebih ditulis oleh seorang
pengarang, maka pengulangan namanya dapat ditiadakan dengan
menggantikanya dengan sebuah garis panjang sepanjang 5-7 ketikan yang
disusul dengan sebuah tanda titik.
Cara menyusun daftar pustaka dapat dilihat sebagai berikut:
1) Dengan seorang pengarang , contoh:
Azzahrah, Aisyah. Prof . Dr.Aisyah adinda kita. Makassar: Global
Data. 2014.
Keraf, Gorys. Dr. Komposisi. Ende-Flores : Nusa Indah. 1980.
Nurcahyani, Ayu. Anak Berbakat. Enrekang: Ratu Dunia. 2014.
Perhatikan :
a) Nama keluarga lebih dahulu kemudian nama kecil dan
gelar(kalau ada)
b) Jika buku itu disusun oleh sebuah komisi atau lembaga itu
dipakai menggantikan nama pengarang.
c) Judul buku harus digaris bawahi.
17
d) Urutan data publikasi adalah tanda sesudah tiap keterangan :
sesudah nama pengarang sesudah judul dan sebuah data
publikasi.
e) Perhatikan pula penggunaan tanda titik dua sesudah tempat
terbit, serta tanda koma, sesudah nama penerbit.
2) Buku dengan dua atau tiga pengarang, contoh :
Sartuni, rasyid, Drs. Lamuddin, Finoza, Dra. Siti, Aisyah, Sudani.
1984. Bahasa Indonesia untuk perguruan tinggi. Jakarta: Nina
Dinamika.
Perhatian :
a) Hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan dengan
susunan terbalik, sedangkan nama pengarang kedua dan ketiga
tidak terbalik.
Ketentuan lainnya sama dengan contoh pertama.
b) Urutan nama pengarang harus sesuai dengan apa yang tercantum
pada halaman judul buku tidak boleh diadakan perubahan
urutannya.
3) Buku dengan lebih dari tiga pengarang, contoh :
Yulius S.et. Al. Kamus baru Bahasa Indonesia Surabaya : Usaha
Nasional 1980.
Perhatikan :
Hanya nama pengarang pertama yang dicantumkan dengan susunan
terbalik, sedangkan nama-nama pengarang yang lainnya cukup diganti
dengan singkatan et.al (dan lain-lain)
18
4) Buku dengan edisi berikutnya mengalami perubahan,
Contoh :
Keraf. gorys, Dr. Komposisi. Ed.ren.set ke-6,Ende-Flores Nusa Indah
1980.
Perhatikan :
Buku yang mengalami perubahan dalam berikutnya, maka harus
ditambahkan keterangan mengenai edisi yang diperbaiki dengan
menyebutkan beberapa cetakan.
5) Buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih, contoh :
Badudu,J.S. Membina Bahasa Indonesia Buku 2 Jil, bandung : pustaka
prima 1980.
Perhatikan :
Angka jilidnya ditempatkan sesuai judul, serta dipisahkan oleh sebuah
tanda titik, dan selalu disingkat(Jil atau Jld)
6) Sebuah edisi dari karya seorang pengarang atau lebih, contoh :
Ali, Lukman ed, Bahasa dan kesusastraan Indonesia sebagai jaminan
Manusia Indonesia Baru. Djakarta : Gunung Agung 1967
Perhatikan :
a. Jika editornya lebih dari satu orang maka caranya sama dengan no
2 dan 3 di atas.
b. Penggunaan singkatan editorsesudah nama dan dipisahkan oleh
tanda koma.
7) Sebuah buku terjemahan
Contoh :
19
Multatuli Max Havelaar, atau lelang kopi persekutuan dagang belanda,
terj.H.B. Jassin Jakarta, Djambatan, 1972
Perhatikan :
Nama pengarang asli yang diurutkan alfabet. Keterangan tentang
penerjemahan ditempatkan sesudah judul buku, dipisahkan dengan
sebuah tanda koma.
8) Artikel majalah, Contoh :
Soebadio, Ny H. “Penggunaaan Bahasa Sansekerta dalam
pembentukan istilah baru. “Majalah ilmu-ilmu Sastra Indonesia” 1
(Arii 1963) 47-48
Perhatikan :
Judul artikel dan judul makalah dipisahkan, tidak ada tempat publikasi
dan penerbit, tetapi harus dicantumkan nomor jilid, tanggal dan nomor
halaman.
9) Artikel bahan harian, contoh :
Arman, S.A. “Sekali lagi teroris” kompas, 19 januari 1973, hal 5
10) Tesis dan disertasi yang belum diterbitkan.
Ali hasan, “proses Derivasi kata kerja Bahasa Indonesia :
Skripsi. Sarjana FSUH. Ujung pandang 1982
Selain cara-cara atau bentuk bibliografi yang telah disebutkan di atas,
maka masih ada cara atau bentuk publikasi yang lain dengan
ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
a) Susunan unsur biblioografi: nama pengarang (dibalik) tahun
penerbit,judul buku, dan data publiksi yang lain.
20
b) Bila ada dua atau tiga buku dari seseorang pengarang yang
dimasukkan dalam bibliografi, maka karangan atau buku itu
disusun menurut tahun terbitnya dengan dimulai tahun terbit yang
tua.
Misalnya (1979, 1980, 1981, dan seterusanya)
c) Bila ada dua karangan atau lebih dari seorang pengarang
diterbitkan dalam tahun yang sama, maka dibelakang tahun
terbitnya diberi nomor urut: a, b, c, d, dan seterusnya.
Contoh :
Badudu, J.S. 1970 Membina Bahasa Indonesia Baku. 1 jld
Bandung: Pustaka Prima.................1980, Membina Bahasa
Indonesia Baku. Jld 2 Bandung: Pustaka Prima.
.............1983, Inilah Bahasa Indonesia yang benar. Jakarta:
Gramedia. Tarigan H.G Dr. 1985. Pengajaran Ejaan Bahasa
Indonesia Bandung, Angkasa. 1985. Pengajaran Semantik
Bandung: Angkasa.11
11
Sitti Rahmawati, Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia, h.97-100
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis, baik
yang terdapat dalam buku, majalah, koran dan sumber lainya, ataupun berasal
dari ucapan seorang tokoh. Artikel-artikel dan bahan penerbitan lainnya yang
berkaitan dengan sebuah karangan atau sebagian dari karangan yang sementara
digarap.
Daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar yang berisi judul buku-buku
B. Saran
Kami merekomendasikan makalah kami sebagai salah satu referensi
untuk memperdalam pengetahuan khususnya dalam bidang studi bahasa
indonesia.
21
DAFTAR PUSTAKA
Rahmawati, Sitti. Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia. Cet. III; Makassar: De La
Macca, 2018.
Widjono Hs. Bahasa Indonesia (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di
Perguruan Tinggi). Cet. 2; Jakarta: PT Grasindo, 2007.
22