0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
524 tayangan28 halaman

LKS XII Revisi

Lembar kerja siswa ini membahas tentang panggilan hidup berkeluarga. Materi utamanya mencakup pemahaman tentang makna hidup, persiapan pernikahan, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang bahagia melalui komunikasi yang baik dan pengaturan keluarga berencana secara bertanggung jawab. Peserta didik diajak untuk merefleksikan dan menjalankan panggilan hidupnya di dalam keluarga melalui diskusi kelompok.

Diunggah oleh

nicholas orangekids
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
524 tayangan28 halaman

LKS XII Revisi

Lembar kerja siswa ini membahas tentang panggilan hidup berkeluarga. Materi utamanya mencakup pemahaman tentang makna hidup, persiapan pernikahan, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang bahagia melalui komunikasi yang baik dan pengaturan keluarga berencana secara bertanggung jawab. Peserta didik diajak untuk merefleksikan dan menjalankan panggilan hidupnya di dalam keluarga melalui diskusi kelompok.

Diunggah oleh

nicholas orangekids
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PANGGILAN HIDUP BERKELUARGA

Kompetensi Dasar:
1.1 Bersyukur atas panggilan hidupnya sebagai umat Allah (Gereja) dengan menentukan
langkah yang tepat dalam menjawab panggilan hidup tersebut
2.1 Bertanggung jawab atas panggilan hidupnya sebagai umat Allah (Gereja) dengan
menentukan langkah yang tepat dalam menjawab panggilan hidup tersebut
3.1. Memahami panggilan hidupnya sebagai umat Allah (Gereja) dengan menentukan
langkah yang tepat dalam menjawab panggilan hidup tersebut
4.1 Melakukan aktivitas (misalnya menuliskan refleksi/doa/puisi) tentang panggilan
hidupnya sebagai umat Allah (Gereja) dengan menentukan langkah yang tepat dalam
menjawab panggilan hidup tersebut

Tujuan Pembelajaran:
Melalui pembelajaran mandiri peserta didik dapat memahami panggilan hidupnya,
menentukan langkah yang tepat dalam menjawab panggilan hidup tersebut, menyusun
refleksi tentang jawabannya terhadap panggilan hidup selama ini, mengimani Yesus Kristus,
mensyukuri panggilan hidupnya, dan menjalani panggilan hidupnya secara sadar dan
bertanggung jawab.

Materi :
1. MEMAKNAI HIDUP
A. URAIAN RINGKAS MATERI
Sebagai ciptaan (sesuai citra Allah), manusia adalah objek dan subjek dari rencana
Tuhan menyelamatkan hidupnya. Maka manusia memiliki peran sentral bagi
terwujudnya Kerajaan Allah. Maka manusia dipanggil untuk ikut bekerja sama
dengan Allah, mewujudkan keselamatan dan kebahagiaan dalam hidupnya, yang
berlangsung dalam berbagai peristiwa sepanjang hidupnya sendiri.
Hidup yang demikian perlu dipertanggungjawabkan dalam bentuk:
1. mempertahankan hidup (menghormati, menjaga, memelihara, dsb)
2. memaknai hidup (berperanan, beraktivitas, berkarya, dsb)
3. mengembangkan hidup (mencapai kemajuan, berprestasi, dsb)

B. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


LK 1
Silahkan mengamati lagu “Hidup Adalah Kesempatan”
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri
Hidup ini harus jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri
Hidup ini harus jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya…
1. Jelaskan pesan yang mau disampaikan dalam lagu rohani “Hidup adalah
Kesempatan”!
2. Jelaskan makna hidup adalah rahmat!
3. Jelaskan yang dimaksud dengan panggilan hidup!
LK 2
DISKUSI
Diskusikan dalam kelompok kecil bagaimana cara terbaik untuk menjalani hidup
sebaik-baiknya di tengah keluarga, sekolah, dan pergaulan.
HASIL DISKUSI

2. HIDUP BERKELUARGA
A. URAIAN RINGKAS MATERI
1) Berbagai Pandangan tentang Perkawinan
Pandangan Traditional
Perkawinan pada umumnya merupakan suatu “ikatan”, yang tidak hanya
mengikat seorang laki-laki dengan seorang wanita, tetapi juga mengikat kaum
kerabat si laki-laki dengan kaum kerabat si wanita dalam suatu hubungan
tertentu
Pandangan Hukum (Yuridis)
Perkawinan merupakan suatu “Perjanjian” seorang pria dan wanita saling
berjanji untuk hidup bersama, di depan masyarakat agama dan masyarakat
negara.
Pandangan Sosiologi
Perkawinan merupakan suatu “Persekutuan Hidup”. Dalam lingkungan hidup ini,
suami dan istri dapat mencapai kesempurnaan atau kepenuhan sebagai
manusia, sebagai bapak dan sebagai ibu.
Pandangan Antropologis
Perkawinan sebagai suatu “Persekutuan Cinta”. Hidupperkawinan dimulai dari
cinta dan akan berkembang atas dasar cinta.
Pandangan Agama Katolik
Perkawinan adalah suatu sakramen, suatu peristiwa di mana Allah bertemu
dengan suami istri itu.
2) Tujuan Perkawinan
UU Perkawinan RI : Tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga bahagia,
tetap dan sejahtera.
Dalam tradisi Gereja, KHK, kanon 1055: Tujuan perkawinan adalah untuk
memenuhi panggilan Tuhan, memperoleh kesejahteraan suami istri, dan
kelahiran serta kesejahteraan anak
3) Makna keluarga pada umumnya:
1. Keluarga adalah kesatuan sosial, berdasarkan hubungan biologis,
ekonomis, emosional, dan rohani, yang bertujuan mendidik anak-anak
sebagai anggota masyarakat luas
2. Keluarga adalah sel kehidupan masyarakat
3. Keluarga merupakan tempat yang utama dan pertama bagi pendidikan
anak-anak.
4) Perkawinan sebagai Sakramen (Sakramen artinya tanda)
Perkawinan sebagai sakramen artinya perkawinan sebagai tanda:
 Tanda Cinta Allah
 Tanda Cinta Kristus kepada GerejaNya
Jadi dapatlah kita menarik kesimpulan: cinta kasih suami istri di dukung oleh
kesatuan Gereja, tetapi kesatuan yang berlangsung dalam perkawinan
Kristiani.
5) Sifat-Sifat Perkawinan Sakramental
 Monogami
 Tak terceraikan
6) Tantangan dan Kesulitan Dalam Perkawinan
 Tantangan yang bersifat dari dalam
Kebosanan dan kejenuhan, Perbedaan Pendapat, Ketakserasian dalam
hubungan Seksual, Perzinahan / perselingkuhan, Kemandulan
 Tantangan yang bersifat dari luar
Pengaruh-pengaruh negatif, Banyaknya pengaruh kawin cerai di dalam
masyarakat, Suasana dan kebiasaan berpoligami, atau punya WIL/PIL, Cinta
bebas dan pelacuran dalam berbagai bentuk semakin meluas, Media massa
dan sarana-sarana yang bersifat pornografis
Masalah-masalah lain yang tak langsung
- Keadaan ekonomi rumah tangga yang morat-marit

7) Komunikasi
Faktor- faktor komunikasi
 Citra diri
 Citra pihak lain
 Kondisi
Komunikasi yang mengena
 Mendengarkan
 Keterbukaan
 Sikap percaya
Rintangan – rintangan komunikasi
 Kepentingan diri sendiri
 Emosi
 Permusuhan
 Pengalaman masa lampau
 Pembelaan diri
 Hubungan yang retak atau tak serasi
Bentuk komunikasi suami-istri
 Diskusi
 Dialog
 Bahasa tubuh
 Hubungan Seks

8) Persiapan Perkawinan
Pacaran dan pertunangan hendaklah dilihat sebagai masa persiapan dekat dan
akhir, yang bukan saja digunakan untuk memadu cinta, tapi juga untuk
mempersiapkan segala sesuatu untuk memasuki jenjang perkawinan.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah :
 Memahami hukum sipil dan hukum Gereja tentang perkawinan
 Memilih pasangan yang benar dan baik
Hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan
Pekerjaan, tempat tinggal, tabungan, dll

Proses Pernikahan Katolik


a) Syarat pernikahan : Sah bila
1.   Ada kesepakatan / perjanjian nikah.
2.   Kesepakatan diterima oleh pejabat gereja (uskup, imam atau diakon).
3.   Ada saksi minimal dua orang.
Syarat tambahan :
4.   Pasangan bebas dan memahami (lewat KPP) tentang perkawinan.
5.   Penyelidikan Kanonik : untuk memastikan kelayakan secara moral dan
hukum suatu perkawinan.

b) Halangan Perkawinan 
Halangan pernikahan dari hukum ilahi : halangan yang bersifat kodrati, tidak
terbantahkan.
1.   Impotensi yang bersifat tetap (Kak 1084)
2.   Masih terikat perkawinan sebelumnya (Kan. 1085)
3.   Ada hubungan darah dalam garis lurus (kebawah atau ke atas) – (Kan
1091)
Halangan nikah menurut Kitab Hukum Kanonik :
1.  Belum cukup Umur (Pr. 14 th & Lk. 16 th).
2.  Beda Agama
3.  Masih terikat Tahbisan Suci
4.  Masih terikat kaul biarawan/ wati
5.  Penculikan
6.  Kriminal
7.  Hubungan darah ke samping : Adik-kakak sepupuh.
8.  Hubungan semenda (anak tiri dan ipar)
9.  Kelayakan public.
10. Pertalian adopsi.

9) Keluarga Berencana
KB tidak lepas dari masalah moral. Dalam melaksanakan KB kita hendaknya
berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral kita, yaitu moral Katolik.
a) Anjuran Gereja terkait hubungan seksual suami-istri
Anjuran Gereja tentang KB terkait erat dengan aktivitas seksual suami istri,
yang perlu dimaknai secara bertanggung jawab. Fungsi hubungan suami-istri
secara moral: prokreasi, unisi/persatuan, rekreasi.
b) Pandangan Gereja Mengenai KB
Pimpinan Gereja di Indonesia sepakat menyatakan perlunya pengaturan
kelahiran demi kesejahteraan keluarga dan karena itu merasa penting
membina sikap bertanggung jawab di bidang ini (Pastoral Keluarga, KWI, 1976
No. 22–23).
c) Alasan-alasan mengapa KB sangat penting
 Alasan pertama: kesejahteraan keluarga sebagai sel yang paling kecil dari
masyarakat. Dengan KB, ”mutu kehidupan” dapat ditingkatkan.
 Kesehatan ibu bisa agak dijamin, secara fisik maupun psikis.
 Relasi suami-istri bisa semakin kaya. Bukan hanya terpaut pada urusan
pengadaan dan pendidikan anak. Waktu untuk membangun keintiman
dan kasih sayang di antara keduanya menjadi sangat terbatas.
 Taraf hidup yang lebih pantas dapat dibangun.
 Pendidikan anak dapat lebih dijamin.
Juga menjamin kesejahteraan masyarakat dan umat manusia. Kemajuan
di berbagai bidang akan sia-sia kalau ledakan penduduk tidak dihambat.
d) Tanggungjawab dalam KB
 Para Pasutri (Pasangan Suami-Istri).
 Pemerintah.
 Pimpinan agama.
e) Penilaian moral tentang metode pada umumnya
Ajaran Gereja pada umumnya hanya mengakui metode KB alamiah.
Penilaian moral untuk masing-masing metode
 Gereja menganjurkan metode KB alamiah seperti:
o metode kalender;
o metode pengukuran suhu basal (metode temperatur);
o metode ovulasi Billings; dan
o metode simptotermal (gabungan).
 Metode yang dilarang Gereja karena bersifat abortif, antara lain:
o abortus provocatus: pengguguran dengan sengaja;
o spiral; dan
o pil mini.

B. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


LK1
Pretest
Bacalah pernyataan-pernyataan berikut ini dan berilah tanda pada kotak yang sesuai dengan
pendapatmu!
No PERNYATAAN SETUJU RAGU- TIDAK
RAGU SETUJU
1 Perkawinan bertujuan untuk bahagia, kalau sudah tidak
cinta dan bahagia lagi boleh dipisahkan
2 Pernikahan diperuntukkan antara laki-laki dengan
perempuan saja
3 Pada dasarnya tidak ada bedanya pandangan Gereja
dengan pandangan agama lain mengenai pernikahan
4 Tidak perlu diatur syarat ataupun hukum dalam sebuah
pernikahan
5 Komunikasi di dalam keluarga mutlak perlu dijaga dan
dipertahankan
6 Gereja mendorong pasangan Katolik untuk mengikuti
program Keluarga Berencana dari pemerintah

LK 2
1. Tuliskan 3 tanda kehidupan berkeluarga yang baik dari segi komunikasi!
2. Apa tujuan perkawinan menurut Hukum Gereja Katolik?
3. Tuliskan 3 syarat perkawinan Katolik?
4. Apa dasar sifat perkawinan Katolik?
5. Apa maksud Gereja Katolik mengatur adanya halangan perkawinan!

LK 3
Petunjuk: Tandailah B jika pernyataan itu benar dan S jika pernyataan ini salah

NO PERNYATAAN B S
1 Kebahagiaan dalam perkawinan Katolik semata-mata karena kelahiran anak
2 Keluarga Katolik membangun komunikasi seperti hubungan Allah-umatNya
3 KPP merupakan syarat utama dalam mengajukan pernikahan Katolik
4 Gereja melarang perkawinan antara keluarga yang sedarah
5 Gereja memerintahkan umatNya untuk menjalankan program Keluarga
Berencana sesuai aturan pemerintah

3. Panggilan hidup membiara


A. URAIAN RINGKAS MATERI
Hakikat atau inti hidup membiara adalah menjadi contoh hidup Kristus. Para
biarawan/ wati adalah contoh yang tampak dari kepribadian Yesus Kristus. Mereka
adalah contoh hidup para kudus. Hidup membiara atau jadi kaum klerus adalah
hidup yang istimewa, mereka dipanggil untuk menjadi "Yang Paling" dekat dengan
Kristus. Sebagian besar waktu mereka adalah waktu untuk Tuhan dan bersama
Tuhan. Mereka memberi gambaran kepada dunia, rupa dan cara hidup para kudus di
surga. Demikianlah spiritualitas dasar hidup para pembiara dan klerus (imam). Itu
sebabnya mereka harus hidup dalam komunitas tertentu agar irama dan suasana
dan nyala spiritualitas ini tetap terjaga. Pusat hidup mereka adalah doa dan
terutama ekaristi, (dalam komunitasnya).
Ada yang menuntut agar para biarawan dan klerus harus lebih terlibat dalam
kehidupan sosial umat, itu benar! Namun umat harus tahu bahwa pusat hidup
mereka adalah doa, ekaristi dalam komunitasnya. Semakin jauh dia dari pusat itu,
dapat meredupkan cahaya surga pada dirinya.
Para biarawan/ wati mengucapkan tiga janji setia yang disebut KAUL :
a. Kaul Kemurnian : Utamanya dalam hal dosa. Namun juga diwujudkan dalam
bentuk hidup tidak menikah. Mereka bersatu sampai akhir hayat dengan gereja.
Mempelainya adalah gereja dimana Roh Kudus tinggal di dalamnya. (Mat. 22.30)
b. Kaul Kesederhanaan / kemiskinan : tidak mengandalkan harta dan barang
duniawi. Tidak memiliki harta pribadi. Rendah hati untuk meminta kepada
atasan bila membutuhkan sesuatu. Bisa menahan diri untuk tidak menikmati apa
yang dinikmati dunia. (Mat. 10.10)
c. Kaul Ketaatan : Hanya taat kepada Allah lewat pimpinan biara. Mengabaikan
egoisme pribadi, meski merasa diri benar. (Meniru Ketaatan Abraham, Maria, &
Yesus Kristus)
Proses untuk mencapai pengucapan sumpah setia ini relatif lama, sekitar 6 -
8 tahun, bahkan bisa lebih dari itu. Selama proses itu para biarawan terus
memurnikan panggilannya untuk menjadi kelompok "yang paling dekat" dengan
Kristus. Tidak ada persaingan di dalamnya, kecuali semangat persaudaraan yang
saling mendukung. Bahwa ada Biarawan atau calon Klerus yang kemudian keluar
dari kehidupan biaranya, itu adalah pilihan bebas sebagai hasil dari semua proses
pemurnian panggilan tersebut.

B. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


LK 1
1. Apa alasan biarawan-biarawati (bruder-suster) memilih hidup membiara?
2. Mengapa biarawan-biarawati hidup selibat/tidak menikah?
3. Apakah hidup selibat melanggar perintah Allah agar manusia beranak cucu dan
berkembang biak? Jelaskan secara singkat!

LK 2
Berilah centang perilaku hidup yang harus dihidupi/dijalankan dalam kehidupan
sehari-hari.
NO PERNYATAAN BIARAWAN/ HIDUP
WATI BERKELUARGA
1 Hidup taat pada atasan/pimpinan biara
2 Hidup berkarya dalam profesinya
3 Hidup sederhana
4 Jauh dari dosa
5 Hidup tidak menikah
6 Mewartakan kasih Allah
7 Berkumpul bersama saudara seiman dan
sekomunitas
8 Saling tolong menolong
9 Berdoa setiap hari
10 Siap diutus kemana saja

LK 3
DISKUSI
1. Apakah kehidupan membiara masih dibutuhkan oleh Gereja dan dunia pada saat
ini? Jelaskan pendapat Anda!
2. Mengapa di banyak negara Barat kehidupan membiara tidak terlalu diminati lagi
oleh orang-orang muda?

4. Panggilan Karya / Profesi 


A. URAIAN RINGKAS MATERI
Bekerja adalah salah satu cara mempertanggungjawabkan hidup. Dengan bekerja
manusia diserahi tanggung jawab untuk membangun hidupnya sendiri, lingkungan
sekitarnya dan tata dunia. 
Maka ada beberapa makna dan tujuan bekerja: 
a. Ekonomis : kerja untuk menghasilkan uang, membangun hidup yang lebih baik
dan sejahtera. 
b. Sosial : Dengan bekerja seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain, entah
sebagai rekan, patner bisnis atau melayani / menolong orang lain. Dengan
bekerja seseorang juga mendapat peran dan kedudukan tertentu dalam
masyarakat. 
c. Antropologis : ada orang bekerja sebagai aktualisasi diri, membuat dirinya
bahagia dan bangga pada dirinya sendiri. 
d. Religius : bekerja adalah bentuk pelayanan/ pengabdian kepada Tuhan dalam
bentuk pelayanan terhadap sesama dan alam. Ini yang diserukan oleh Paus
Yohanes Paulus II dalam ensiklik Laborem Excercem (1981), bahwa kerja itu
bukan hanya untuk mendapatkan harta dan kekayaan, melainkan sebagai
bentuk pelayanan untuk kebaikan sesama. 
 
 
Dasar Biblis : 
a. Kejadian 2:15, TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya
dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. 
b. 2 Tes 3 : 1 – 15, Bekerja dan berdoa 
c. 2 Tes 3.10, Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 
d. Kisah Rasul 20:35, Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu,
bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah
dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:
Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima. 
e. Ams 10:4, Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin
menjadikan kaya 
f. Flp 2:14, Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan
berbantah-bantahan. 

B. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


LK 1
1. Jelaskan tujuan bekerja!
2. Selain bekerja, manusia membutuhkan istirahat. Apa maksud pernyataan
tersebut?
3. Apa makna Kel 20:20 yang menyatakan bahwa hari ke tujuh adalah hari Sabat
Tuhan?
4. Jelaskan apa makna peribahasa Ora et labora!
5. Apa maksud pernyataan, “semakin orang bekerja, seharusnya semakin berdoa”?

LK 2
1. Jelaskan pentingnya memiliki cita-cita!
2. Bagaimana menumbuhkan etos kerja pada diri masing-masing?
3. Jelaskan bahwa tujuan kerja untuk mencapai kemajuan rohani dan jasmani!

PENILAIAN SIKAP

Berikan cek poin untuk A= selalu, B= sering, C = jarang, D= tidak pernah


NO Pernyataan A B C D
1. Saya berdoa kepada Tuhan setiap hari

2. Saya berdoa agar cita-cita tercapai

3. Saya berdoa agar keluarga mendukung cita-cita dan minat saya

4. Saya merencanakan masa depan saya

5. Saya menentukan langkah-langkah dalam mencapai cita-cita

6. Saya menjalankan perencanaan yang sudah saya buat


7. Saya mencari tahu sebanyak mungkin mengenai berbagai hal yang
mendukung cita-cita saya
8. Saya mempelajari berbagai hal yang berguna bagi kehidupan saya
nanti
9. Saya tertarik pada kisah hidup orang sukses

10. Saya terbuka pada perubahan yang terjadi di lingkungan

REFLEKSI
Buatlah sebuah refleksi tentang panggilan hidupmu yang saat ini kamu rasakan dan jalani,
yang akan datang, dan bagaimana kamu menyikapi panggilan hidup dari Allah tersebut!
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) NILAI-NILAI KEHIDUPAN

Kompetensi Dasar:
1.2 beriman kepada Yesus Kristus yang mengajarkan nilai-nilai keadilan, kejujuran,
kebenaran, perdamaian dan keutuhan ciptaan
2.2 peduli pada nilai-nilai; keadilan, kejujuran, kebenaran, perdamaian dan keutuhan
ciptaan sesuai dengan ajaran Yesus Kristus
3.2 memahami nilai-nilai keadilan, kejujuran, kebenaran, perdamaian dan keutuhan
ciptaan sesuai dengan ajaran Yesus Kristus
4.2 melakukan aktivitas (misalnya menuliskan refleksi/doa/puisi/rangkuman) tentang nilai-
nilai keadilan, kejujuran, kebenaran, perdamaian dan keutuhan ciptaan sesuai dengan
ajaran Yesus Kristus

Tujuan Pembelajaran:
Melalui pembelajaran mandiri peserta didik dapat memahami nilai-nilai Kerajaan Allah,
membuat karya seni yang berisi ajakan menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah, mengimani
Yesus Kristus yang mengajarkan nilai-nilai Kerajaan Allah, peduli dan berusaha mewujudkan
nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari secara sadar dan bertanggung jawab.

Materi :
1. NILAI KEADILAN
A. URAIAN RINGKAS MATERI
Misi Kristus, demikian juga misi Gereja, adalah mewartakan Kerajaan Allah di tengah-
tengah masyarakat di dunia ini.
Fakta-fakta ketidak adilan
Ketidakadilan tampak nyata dalam bentuk-bentuk antara lain :
Perampasan Penggusuran Pemerasan Kredit Macet
Deskriminatif Pencurian KKN Rekayasa
Berbagai bentuk ketidakadilan itu antara lain :
1) Sikap diskriminatif dan tidak berkeprikemanusiaan terhadap kaum perempuan,
pendatang dan imigran.
2) Penganiayaan karena etnis atau kesukuan yang berakibat pembunuhan missal.
3) Penganiayaan terhadap penganut kepercayaan tertentu, karena merasa diri
terancam
4) Penolakan terhadap orang-orang jompo, yatim piatu, orang sakit dan cacat
5) Tidak member kesempatan untuk bersuara, sehingga mereka menderita tanpa
mampu berbuat apa-apa.

Akar Masalah Ketidakadilan


Semua ketidakadilan yang menyengsarakan dan memiskinkan rakyat kecil itu
disebabkan oleh system dan struktur Sosial, Ekonomi, Budaya dan sistim Politik yang
diciptakan oleh “penguasa”.

Arti dan Makna Keadilan


Adil berarti memberikan kepada setiap orang apa pun yang menjadi haknya, dan
memihak pada kebenaran.
Keadilan menunjuk pada suatu
Keadaan, yaitu semua pihak memperoleh apa yang menjadi hak dan diperlakukan
sama
Tuntutan, yaitu menuntut keadilan itu diciptakan baik dengan mengambil tindakan
yang diperlukan
Keutamaan, adalah sikap dan tekad untuk melakukan apa yang adil
Pembedaan Keadilan
Keadilan Komunikatif, menuntut kesamaan dalam pertukaran, misal : mengembalikan
pinjaman atau melakukan jual beli dalam batas-batas kepantasan.
Keadilan Distributif, menuntut kesamaan dalam membagi apa yang menguntungkan
dan menuntut pengurbanan, misal kekayaan alam dinikmati secara adil.
Keadilan Legal, menuntut kesamaan hak dan kewajiban terhadap negara sesuai dengan
undang-undang.
Keadilan Individual, perwujudan keadilan tergantung pada pribadi, misal gaji para
buruh
Keadilan Sosial, keadilan tergantung dari struktur dan proses poleksosbud, misal gaji
buruh tidak tergantung pada majikan tetapi juga pada situasi ekonomi dan politik.
Keadilan adalah “Dasar” masyarakat dan Negara
Keadilan adalah keutamaan social yang paling mendasar. Keadilan tidak hanya
mengatur kehidupan orang per orang, tetapi lebih – lebih kehidupan bersama antara
manusia. Keadilan adalah keutamaan khas manusiawi, karena dengan sadar dan sengaja
manusia mampu mengakui hak orang lain, bukan karena takut atau beruntung.
Landasan Memperjuangkan Keadilan
1. Negara
UUD 1945, Pancasila, sila ke 5
Pasal 33 dan 34,perekonomian nasional disusun adil
2. Gereja
Firman Tuhan yg ketujuh; “Jangan Mencuri”.
Artinya mencuri waktu KSPL adalah mencuri orang kemudian menjadikannya
sebagai budak.
3. Ajaran Sosial Gereja
Ensiklik Rerum Novarum (tentang kaum buruh)
Ensiklik Pacem In Terris (tentang perdamaian antar bangsa)
Ensiklik Populorum Progressio (tentang bagaimana kesenjangan antar Negara
dapat teratasi
Pola Pendekatan Menegakkan Keadilan
1. Pendekatan Karitatif
Adalah pola pendekatan dengan cara meninabobokan kaum tertindas.
2. Pola “Proyek”
Adalah pola pendekatan dimana kaum tertindas hanya dijadikan objek penanganan.
3. Pola Kooperatif
Adalah pola pendekatan yang mengajak secara bersama-sama memperjuangkan
keadilan dengan langkah sebagai berikut :
 Mempelajari berbagai persoalan seputar hak-hak dasar manusia
 Memberdayakan mereka yang menjadi korban ketidakadilan
 Member kesaksian hidup melalui keterlibatan langsung untuk mencapai
keadilan
 Memperjuangkan keadilan tanpa kekerasan
B. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
LK 1
1. Jelaskan makna keadilan!
2. Jelaskan pentingnya keadilan dalam hidup kita!
3. Sebutkan 3 jenis keadilan beserta 1 contoh masing-masing dalam kehidupan
pelajar!

LK 2
Bacalah kitab nabi Amos 5 : 7 – 13.
Jawablah pertanyaan berikut:
1. Kepada siapa kata-kata keras dari nabi Amos itu ditujukan?
2. Bentuk – bentuk ketidakadilan apa sajakah yang dikecam oleh nabi Amos?
3. Kelompok mana yang dibela oleh nabi Amos?

LK 3
DISKUSI KELOMPOK
1. Bagaimana negara kita menjamin keadilan bagi warganya?
2. Bagaimana Gereja dapat turut serta memperjuangkan keadilan?

HASIL DISKUSI

2. NILAI KEBENARAN
A. URAIAN RINGKAS MATERI
Kebenaran berarti keadaan yang cocok atau sesuai dengan hal yang sesungguhnya.
Seperti halnya dalam firman ke deapan yang berbunyi “Janganlah bersaksi dusta
tentang sesamamu manusia” (Kel 20 : 8).
Memang ada kesan bahwa kebohongan bisa mendatangkan kenikmatan dan
keuntungan tertentu, sekurang-kurangnya untuk jangka waktu tertentu juga. Tetapi
untuk jangka panjang, di masa depan, kebohongan akan membawa bencana. Bencana
itu berupa kemerosotan moral pribadi, tidak dipercaya dan dosa.
Bentuk – Bentuk Kebohongan
Berdusta dan bersaksi dusta, mengatakan yang tidak benar, unutk menyesatkan.
Dusta adalah pelanggaran yang paling serius terhadap kebenaran.
Rekayasa atau manipulasi, menyiasati atau mengarahkan orang kian ke suatu tujuab
menguntungkan dirinya sendiri, meskipun barangkali orang lain merugi.
Asal Bapak senang, kata-kata atau sikap manis yang dilakukan hanya sekedar untuk
menyenangkan atasan, meskipun sebenarnya jauh dari kebenarannya.
Fitnah dan umpatan, merupakan tindakan yang sangat jahat, karena orang yang
difitnah tidak tahu, sehingga sering kali tidak dapat membela diri.
Sebab Kebohongan:
1. Karena iseng, orang hany ingin menikmati kesenangan murahan.
2. Memperoleh keuntungan, para pedagang misalnya, kadang menipu untuk
mendapatkan laba.
3. Karena dalam situasi terjepit, untuk menyelamatkan diri dari situasi yang sulit ia
terpaksa berbohong.
Akibat Kebohongan:
1) Bagi diri sendiri :
Keuntungan, kemerosotan mental
2) Bagi orang yang dibohongi
salah persepsi, mis komunikasi
3) Bagi masyarakat
tindakan penipuan, rekasa yang merajalela

B. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


LK 1
1. Sebutkan 3 bentuk kebohongan yang sering terjadi dalam masyarakat!
2. Sebut dan jelaskan 1 sebab dan akibat dari kebohongan-kebohongan itu!
3. Apa arti pernyataan : Allah adalah “sumber kebenaran”

LK 2
Carilah 1 teks Kitab Suci yang membicarakan kebohongan!

LK 3
Refleksi
Apakah kamu sering mengatakan hal yang benar walaupun mengetahui risikonya?
Ceritakan pengalamanmu!
LK 4
Susunlah sebuah doa mohon keberanian untuk selalu berkata yang benar!

3. NILAI KEJUJURAN
A. URAIAN RINGKAS MATERI
Jujur berarti tulus hati, tidak curang terhadap diri sendiri dan tidak curang terhadap
orang lain. Kejujuran merupakan keselaranan antara kata hati dan kata yang
diucapkan, antara kata yang diucapkan dan sikap serta perbuatan nyata. Sebagai orang
Kristen kita dinasehati untuk selalu berbuat jujur, di tengah berbagai ketidakjujuran
danketidakbenaran, kita harus tetap bersikap benar, jujur dan adil.
Bentuk – Bentuk Ketidakjujuran Dalam Masyarakat
1. Bidang Politik :
Banyak penguasa curang, korup, untuk kepentingan diri dan golongannya
sendiri. Mereka dapat memanipulasi undang-undang dan peraturan atau
menggunakan agama untuk kepentingan politik.
Rakyat banyak menghadapi kekuasaan sewenang-wenang akan bersikap
munafik, formalitik, ABS dsb.
2. Bidang Ekonomi
Penguasa dan pengusaha melakukan tren kredit macet, menggelapkan uang
Negara, menyusun proyek fiktif.
Rakyat berusaha untuk menyuap, menipu dan bersikap ABS
3. Bidang Sosial dan Budaya
Demi alasan kepentingan bersama banyak penguasa melakukan penipuan,
mendikreditkan budaya daerah lain, mengisolir budaya daerah tertentu, hanya
untuk kepentingan tertentu.
Rakyat akan bersikap formalistic dan munafik
4. Bidang Pendidikan
Penguasa merekayasa pendidikan, termasuk undang-undangnya, demi proyek
kelompok tertentu.
Rakyat dan anak didik akan bersikap formalistic dan munafik

Memperjuangkan Kejujuran
Menjadikan kejujuran sebagai gerakan moral, artinya kejujuran adalah suatu sikap yang
tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat, maka diperlukan suatu proses yang
dinamis, gampang menyesuaikan diri, terbuka merangkul siapa saja, seperti gerakan
Kerajaan Allah yang dipelopori Yesus sendiri.
Gerakan moral jangan sekedar menjadi gerakan rohani, walaupun hal – hal rohaniah juga
sangat dibutuhkan. Gerakan ini harus bermuara pada aksi untuk pembaruan dan
pembangunan masyarakat yang sejahtera dan adil.
Gerakan moral hendaknya mulai bertumbuh dan menguat dalam basis-basis umat. Ia
hendaknya mulai bertumbuh dari akar rumput, semakin lama semakin menyebar dan
meluas. Pendekatan yang dipakai hendaklah pendekatan proses yang komunikatif,
metode informasi, instruksi dan pengarahan tidak cukup efektif untuk menghasilkan
suatu gerakan. Suatu gerakan hanya bisa terjadi kalau orang menyadari bahwa ada situasi
yang memprihatinkan.
Gerakan moral harus dimulai dari dalam diri kelompok sendiri. Jangan menunggu. Kita
sendiri harus mulai dengan pola hidup alternatif yang mempunyai daya pikat, dalam hal
ini hidup jujur apapun tantangannya.

C. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


LK 1
1. Mengapa masih marak terjadi praktik korupsi di masyarakat Indonesia?
2. Apa alasan dan akibat dari ketidakjujuran dalam bidang politik?
3. Apa arti dan makna dari kejujuran itu?
4. Jelaskan 3 langkah dalam memperjuangkan kejujuran!

LK 2
Carilah artikel yang membahas tentang korupsi di internet/buku/majalah!
Buatlah intisari pesan yang ingin disampaikan:

LK 3
Bacalah teks Kitab Suci Mat 23:13-16 dan Mat.5:33-37
1. Bentuk ketidakjujuran seperti apa saja yang ditentang oleh Yesus?
2. Mengapa Yesus begitu keras terhadap orang-orang yang tidak jujur dan yang
munafik?

4. NILAI PERDAMAIAN DAN PERSAUDARAAN SEJATI


A. URAIAN RINGKAS MATERI
Perang, kerusuhan dan pecekcokan membuat manusia lelah dan hidupnya tertekan.
Berangkat dari keadaan itu, muncullah suatu kerinduan akan suasana dan iklim yang
menyejukkan hati, suatu keadaan yang damai. Keinginan seperti itu dapat kita
rasakan di dalam lubuk hati kita masing-masing. Itulah keinduan hati yang
ditanamkan oleh sang Pencipta.
Penyebab perang/kerusuhan/cekcok:
Fanatisme agama dan suku : hal ini disebabkan oelh kepicikkan dan perasaan
bahwa dirinya terancam.
Sikap arogansi /angkuh : ini terjadi karena suku atau bangsa yang merasa dirinya
kuat dan bisa bertindak sewenag-wenang.
Keserakahan : pertikaian dan perang berlatar belakang ekonomilah yang membuat
keserakahan ini berkembang, hanya karena uang, kekuasaan dan kehormatan,
maka banyak orang yang menderita.
Merebut kemerdekaan dan mempertahankan hak: Kadang-kadang perang
terpaksa dilaksanakan untuk merebut kemerdekaan dan mempertahankan hak!
Akibat perang/kerusuhan/cekcok:
- Kehancuran secara jasmani : kematian, kehancuran, ekologi punah.
- Kehancuran secara rohani : trauma, luka perkosaan terhadap martabat dan
perendahan manusia
Ajaran Gereja tentang Perdamaian
Dalam KSPL sering dibicarakan tentang shalom. Kata shalom berarti kesejahteraan
pribadi dan masyarakat. Dalam hidup sehari-hari damai berarti sehat jasmani dan
kesejahteraan keluarga. Sementara Yesus berkata : “ damai Kutinggalkan bagimu.
Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang
diberikan dunia kepadamu” (Yoh 14 : 27).
Perdamaian yang dimaksud Gereja tidak hanya berarti tidak ada perang. Damai sejati
berarti situasi selamat sejahtera dalam diri manusia. Perdamaian adalah keadilan.
Perdamaian adalah hasil tata masyarakat manusia yang haus akan keadilan yang lebih
sempurna. Damai merupakan kesejahteraan tertinggi yang sangat diperlukan demi
perkembangan manusia dan lembaga-lembaga kemanusiaan. Dalam hal ini diandaikan
tatanan sosial yang adil, selaras dan harmonis yang menjamin ketenangan dan
keamanan hidup setiap manusia.

B. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


LK 1
1. Mengapa sebagian besar orang merindukan perdamaian?
2. Apa akibat pertikaian atau perang bagi umat manusia?
3. Sebutkan 3 alasan pertikaian atau perang itu terjadi!

LK 2
1. Apa pandangan Kitab Suci Perjanjian Lama tentang damai atau shalom?
2. Apa ajaran Yesus tentang perdamaian?
3. Bagaimana ajaran Gereja tentang perdamaian?
4. Sebutkan 3 ciri orang yang hidup dalam perdamaian dan persaudaraan sejati?
5. Sebutkan 3 usaha yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkan perdamaian sejati?

LK 3
Buatlah sebuah poster yang menyerukan perdamaian:
5. NILAI KEPEDULIAN PADA LINGKUNGAN HIDUP
A. URAIAN RINGKAS MATERI
Alam lingkungan kita sungguh indah dan harmonis. Kitab Suci secara simbolik
mengisahkan bahwa Tuhan menciptakan unsur-unsur alam ini satu per satu, dan
tentang semuanya Kitab Suci menandaskan : Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Pencemaran Lingkungan
1. Tanah
Tanah diracuni pestisida, minyak bekas dan semua jenis limbah
Tanah menjadi tidak subur karena erosi yang disebabkan penggundulan hutan
2. Hutan
Banyak pepohonan dan tanaman digusur demi perluasan lahan pertanian
Banyak hutan ditebang untuk perusahaan kayu, kertas bangunan dsb.
3. Fauna
Banyak jenis hewan dan satwa yang diburu demi kepentingan pribadi untuk
berburu dan spot
Banyak jenis binatang yang terancam punah karena diburu bulu, daging, tanduk,
gading, keindahan bentuk dan bunyinya (hobi).
4. Air dan laut
Air minum dicemari bahan kimia, deterjen, bengkel, pabrik, pestisida
5. Udara
Udara di cemari oleh asap kendaran, pabrik
Udara menjadi berbau busuk, karena pembuangan sampah yang sembarangan

B. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


LK 1
Sebab Pencemaran
1. Keserakahan Manusia
Penjelasan :
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
2. Kepadatan penduduk
Penjelasan :
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
3. Kemiskinan
Penjelasan:
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
4. Pembangunan
Penjelasan :
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________.
5. Cara hidup modern
Penjelasan :
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

LK 2
DISKUSI
Diskusikan dalam kelompok kecil apa masalah yang dihadapi lingkungan di sekitar
kita dan bagaimana cara mengatasi kerusakan alam di sekitar kita!
HASIL DISKUSI

PENILAIAN SIKAP

Berikan cek poin untuk A= selalu, B= sering, C = jarang, D= tidak pernah


NO Pernyataan A B C D
1. Saya percaya bahwa nilai-nilai kehidupan adalah kehendak Allah
sendiri
2. Saya berdoa kepada Tuhan setiap hari

3. Saya berdoa agar dunia menjadi lebih baik

4. Saya berlaku adil dalam hidup sehari-hari

5. Saya berbicara dan berbuat secara jujur

6. Saya berpihak dan berbuat hal yang benar

7. Saya hidup dalam damai dan benci kekerasan/kerusuhan/pertikaian

8. Saya memperjuangkan kedamaian di sekitar saya

9. Saya memaafkan kesalahan orang lain


10. Saya merawat/memelihara lingkungan sekitar

REFLEKSI
Buatlah sebuah karya seni (poster/meme/video singkat/film singkat/dll) yang
menggambarkan perjuangan dalam menegakkan salah satu nilai kehidupan dalam
kehidupan sehari-hari

INFO PENGAYA
A. Uang/harta dan Kerajaan Allah
Uang, harta, dan kekayaan pasti mempunyai nilai, maka kita harus berusaha untuk
memilikinya. Namun, kita yang harus menguasai harta, bukan harta yang menguasai
kita. Uang, harta, dan kekayaan tidak boleh dimutlakkan, sehingga menghalangi kita
untuk mencapai nilai-nilai yang lebih luhur, yakni Kerajaan Allah. Jika kita hanya
terobsesi dan bernafsu untuk mengutamakan kekayaan, maka kita sudah
mendewakan harta.
B. Kekuasaan dan Kerajaan Allah
Kekuasaan itu sangat bernilai. Namun, orang tidak boleh memutlakkannya sehingga
usaha kita membangun Kerajaan Allah terhalang. Ada dua cara yang sangat berbeda
dalam mengerti dan melaksanakan kekuasaan. Yang satu adalah penguasaan yang
lain adalah pelayanan. Kekuasaan dalam Kerajaan Allah tidak mementingkan diri
sendiri dan kelompoknya.
C. Kehormatan/gengsi dan Kerajaan Allah
Kehormatan atau gengsi adalah nilai yang sangat dipertahankan orang. Gengsi dan
kedudukan sering dianggap lebih penting daripada segala sesuatu. Orang akan
memilih bunuh diri atau berkelahi sampai mati daripada kehilangan gengsi atau
harga dirinya. Kedudukan dan gengsi/harga diri sering didasarkan pada keturunan,
kekayaan, kekuasaan, pendidikan, dan keutamaan. Akibat adanya gengsi dan
kedudukan inilah masyarakat dapat terpecah-pecah di dalam kelompok-kelompok.
Ada kelompok yang memiliki status sosial tinggi dan ada kelompok yang memiliki
status sosial rendah. Sebenarnya, siapa saja yang begitu lekat pada gengsi dan harga
diri tidak sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah yang dicanangkan oleh yesus.
D. Solidaritas dan Kerajaan Allah.
Perbedaan pokok kerajaan dunia dan Kerajaan Allah bukan karena keduanya
mempunyai bentuk solidaritas yang berbeda. Kerajaan dunia sering dilandaskan pada
solidaritas kelompok yang eksklusif (suku, agama, ras, keluarga, dsb.) Dan demi
kepentingan sendiri. Sedangkan Kerajaan Allah dilandasi solidaritas yang mencakup
semua umat manusia.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) KEMAJEMUKAN BANGSA INDONESIA

Kompetensi Dasar:
1.3 bersyukur atas kemajemukan bangsa Indonesia sebagai anugerah Allah
2.3 cinta damai di tengah kemajemukan bangsa Indonesia
3.3 memahami kemajemukan bangsa Indonesia sebagai anugerah Allah
4.3 melakukan aktivitas (misalnya menuliskan refleksi/doa/puisi/rangkuman/membuat
kliping berita dan gambar) tentang kemajemukan bangsa Indonesia sebagai anugerah
Allah

Tujuan Pembelajaran:
Melalui pembelajaran mandiri peserta didik dapat memahami kemajemukan bangsa
Indonesia sebagai anugerah Allah, menyusun refleksi (dalam bentuk
doa/puisi/rangkuman/membuat kliping berita dan gambar) tentang kemajemukan bangsa,
mengimani Allah Sang Pencipta, mensyukuri kemajemukan bangsa Indonesia, dan hidup
berdampingan bersama orang yang berbeda secara damai, penuh kerahiman, penuh kasih,
dan saling peduli.

Materi :
1. Kemajemukan adalah Realita Asali
A. URAIAN RINGKAS MATERI
1) Menyadari Keanekaan Kita
Kemajemukan adalah ciri asli dari kehidupan manusia di dunia ini. Tuhan
menciptakan umat manusia dalam keperbedaan yang tak terhindarkan. Maka,
kemajemukan merupakan keadaan yang tak terhindarkan. Orang harus belajar
mengambil sikap yang tepat dan belajar bertindak secara arif untuk biasa hidup
dan membangun masyarakat dalam keanekaan.
2) Menyadari Kesatuan Kita
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural yang berciri keanekaragaman dalam
aspek-aspek kehidupan. Keanekaragaman itu juga diterima dan dihayati dalam
satu kesatuan sebagai bangsa. Suku yang berasal dari ribuan pulau dengan
budaya, adat-istiadat, bahasa, dan agama yang berbeda-beda itu, semuanya
mengikrarkan diri sebagai satu bangsa satu bahasa dan satu tanah air Indonesia.
3) Kesatuan tidak sama dengan keseragaman
Kebhinnekatunggalikaan itu bukan hal yang sudah selesai, tuntas sempurna, dan
statis, tetapi perlu terus-menerus dipertahankan, diperjuangkan, diisi, dan
diwujudkan terus-menerus.
Menjaga kebhinnekaan, keutuhan, kesatuan, dan keharmonisan kehidupan
merupakan panggilan tugas bangsa Indonesia. Keberagaman adalah kekayaan,
sedang kesatuan persaudaraan sejati adalah semangat dasar. Kehidupan yang
berbeda-beda itu harus saling menyumbang dalam kebersamaan dan
kesejahteraan bersama.

Allah, yang sebagai Bapa memelihara semua orang, menghendaki agar mereka
semua merupakan satu keluarga, dan saling menghadapi dengan sikap
persaudaraan. Sebab mereka semua diciptakan menurut gambar Allah, yang
“menghendaki segenap bangsa manusia dari satu asal mendiami seluruh muka
bumi” (Kis 17:26). Mereka semua dipanggil untuk satu tujuan yang sama, yakni Allah
sendiri.

”Damai di dunia ini, yang lahir dari cinta kasih terhadap sesama, merupakan cermin
dan buah damai Kristus, yang berasal dari Allah Bapa” (GS 78). Dasarnya adalah
peristiwa salib. Yesus Kristus, Putera Allah, telah mendampaikan semua orang
dengan Allah melalui salib- Nya. Karenanya, semangat perdamaian dalam ajaran
Gereja Katolik tidak pernah bisa dilepaskan dari peristiwa salib Kristus. Umat Kristiani
dipanggil dan diutus untuk memohon dan mewujudkan perdamaian di dunia.

B. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


LK 1
1. Jelaskan apa itu keberagaman, kemajemukan bangsa manusia di Indonesia.
2. Jelaskan peluang dan tantangan atas realitas keberagaman pada bangsa
Indonesia.
3. Jelaskan ajaran Kitab Suci tentang keberagaman bangsa manusia.
4. Jelaskan ajaran Gereja tentang keberagaman bangsa manusia.

LK 2
DISKUSI
Bacalah Gaudium et Spes artikel 1 dan artikel 78!
Jawablah pertanyaan berikut:
1. Apa pesan dari Ajaran Gereja Katolik yang termuat dalam Gaudium et Spes
artikel 1 dan artikel 78?
2. Apa upaya kita untuk mewujudkan perdamaian dan persatuan sesuai ajaran
Gereja?
3. Apa penilaianmu terhadap peran Gereja Katolik di Indonesia dalam rangka
menciptakan perdamaian dan kesatuan bangsa?
HASIL DISKUSI
PENILAIAN SIKAP

Berikan cek poin untuk A= selalu, B= sering, C = jarang, D= tidak pernah


NO Pernyataan A B C D
1. Saya percaya bahwa keberagaman adalah anugerah dari Allah

2. Saya berdoa kepada Tuhan setiap hari

3. Saya bersyukur hidup dalam keberagaman

4. Saya merasa bangga dan senang hidup dalam keberagaman

5. Saya suka hidup bersama orang lain

6. Saya mengasihi orang lain di sekitar saya

7. Saya cinta damai

8. Saya suka memaafkan yang bersalah kepada saya

9. Saya suka menolong orang lain

10. Saya peduli dengan kondisi dan keadaan orang lain

REFLEKSI
Buatlah sebuah refleksi (dalam bentuk doa/puisi/rangkuman/membuat kliping berita dan
gambar) tentang kemajemukan bangsa dalam kehidupan sehari-hari
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PANGGILAN HIDUP BERKELUARGA

Kompetensi Dasar:
1.4 bersyukur atas adanya semangat dialog dan kerja sama dengan umat beragama lain
2.4 proaktif dan responsif untuk berdialog serta bekerja sama dengan umat beragama lain
3.4 memahami makna berdialog serta bekerja sama dengan umat beragama lain
4.4 melakukan aktivitas (misalnya menuliskan refleksi/doa/puisi/rangkuman/wawancara
dengan tokoh umat) tentang semangat dialog dan kerja sama dengan umat beragama
lain

Tujuan Pembelajaran:
Melalui pembelajaran mandiri peserta didik dapat memahami makna berdialog dan bekerja
sama dengan umat beragama lain, menentukan langkah yang tepat dalam berdialog dan
bekerja sama dengan umat beragama lain, menyusun refleksi tentang pengalaman
berdialog dan bekerja sama dengan umat beragama lain selama ini, mengimani Allah
Tritunggal, mensyukuri adanya semangat dialog dan kerja sama dengan umat beragama
lain, dan berdialog kehidupan dan berdialog karya secara sadar, bertanggung jawab,
proaktif, dan responsif.

Materi :
1. MEMAKNAI HIDUP
C. URAIAN RINGKAS MATERI
Sebagai ciptaan (sesuai citra Allah), manusia adalah objek dan subjek dari rencana
Tuhan menyelamatkan hidupnya. Maka manusia memiliki peran sentral bagi
terwujudnya Kerajaan Allah. Maka manusia dipanggil untuk ikut bekerja sama
dengan Allah, mewujudkan keselamatan dan kebahagiaan dalam hidupnya, yang
berlangsung dalam berbagai peristiwa sepanjang hidupnya sendiri.
Hidup yang demikian perlu dipertanggungjawabkan dalam bentuk:
1. mempertahankan hidup (menghormati, menjaga, memelihara, dsb)
2. memaknai hidup (berperanan, beraktivitas, berkarya, dsb)
3. mengembangkan hidup (mencapai kemajuan, berprestasi, dsb)

D. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


LK 1
4. Jelaskan makna hidup adalah rahmat!
5. Jelaskan pesan yang mau disampaikan dalam lagu rohani “Hidup adalah
Kesempatan”!
6. Jelaskan yang dimaksud dengan panggilan hidup!
LK 2
DISKUSI
Diskusikan dalam kelompok kecil bagaimana cara terbaik untuk menjalani hidup
sebaik-baiknya di tengah keluarga, sekolah, dan pergaulan.
HASIL DISKUSI

Anda mungkin juga menyukai