LKS XII Revisi
LKS XII Revisi
Kompetensi Dasar:
1.1 Bersyukur atas panggilan hidupnya sebagai umat Allah (Gereja) dengan menentukan
langkah yang tepat dalam menjawab panggilan hidup tersebut
2.1 Bertanggung jawab atas panggilan hidupnya sebagai umat Allah (Gereja) dengan
menentukan langkah yang tepat dalam menjawab panggilan hidup tersebut
3.1. Memahami panggilan hidupnya sebagai umat Allah (Gereja) dengan menentukan
langkah yang tepat dalam menjawab panggilan hidup tersebut
4.1 Melakukan aktivitas (misalnya menuliskan refleksi/doa/puisi) tentang panggilan
hidupnya sebagai umat Allah (Gereja) dengan menentukan langkah yang tepat dalam
menjawab panggilan hidup tersebut
Tujuan Pembelajaran:
Melalui pembelajaran mandiri peserta didik dapat memahami panggilan hidupnya,
menentukan langkah yang tepat dalam menjawab panggilan hidup tersebut, menyusun
refleksi tentang jawabannya terhadap panggilan hidup selama ini, mengimani Yesus Kristus,
mensyukuri panggilan hidupnya, dan menjalani panggilan hidupnya secara sadar dan
bertanggung jawab.
Materi :
1. MEMAKNAI HIDUP
A. URAIAN RINGKAS MATERI
Sebagai ciptaan (sesuai citra Allah), manusia adalah objek dan subjek dari rencana
Tuhan menyelamatkan hidupnya. Maka manusia memiliki peran sentral bagi
terwujudnya Kerajaan Allah. Maka manusia dipanggil untuk ikut bekerja sama
dengan Allah, mewujudkan keselamatan dan kebahagiaan dalam hidupnya, yang
berlangsung dalam berbagai peristiwa sepanjang hidupnya sendiri.
Hidup yang demikian perlu dipertanggungjawabkan dalam bentuk:
1. mempertahankan hidup (menghormati, menjaga, memelihara, dsb)
2. memaknai hidup (berperanan, beraktivitas, berkarya, dsb)
3. mengembangkan hidup (mencapai kemajuan, berprestasi, dsb)
2. HIDUP BERKELUARGA
A. URAIAN RINGKAS MATERI
1) Berbagai Pandangan tentang Perkawinan
Pandangan Traditional
Perkawinan pada umumnya merupakan suatu “ikatan”, yang tidak hanya
mengikat seorang laki-laki dengan seorang wanita, tetapi juga mengikat kaum
kerabat si laki-laki dengan kaum kerabat si wanita dalam suatu hubungan
tertentu
Pandangan Hukum (Yuridis)
Perkawinan merupakan suatu “Perjanjian” seorang pria dan wanita saling
berjanji untuk hidup bersama, di depan masyarakat agama dan masyarakat
negara.
Pandangan Sosiologi
Perkawinan merupakan suatu “Persekutuan Hidup”. Dalam lingkungan hidup ini,
suami dan istri dapat mencapai kesempurnaan atau kepenuhan sebagai
manusia, sebagai bapak dan sebagai ibu.
Pandangan Antropologis
Perkawinan sebagai suatu “Persekutuan Cinta”. Hidupperkawinan dimulai dari
cinta dan akan berkembang atas dasar cinta.
Pandangan Agama Katolik
Perkawinan adalah suatu sakramen, suatu peristiwa di mana Allah bertemu
dengan suami istri itu.
2) Tujuan Perkawinan
UU Perkawinan RI : Tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga bahagia,
tetap dan sejahtera.
Dalam tradisi Gereja, KHK, kanon 1055: Tujuan perkawinan adalah untuk
memenuhi panggilan Tuhan, memperoleh kesejahteraan suami istri, dan
kelahiran serta kesejahteraan anak
3) Makna keluarga pada umumnya:
1. Keluarga adalah kesatuan sosial, berdasarkan hubungan biologis,
ekonomis, emosional, dan rohani, yang bertujuan mendidik anak-anak
sebagai anggota masyarakat luas
2. Keluarga adalah sel kehidupan masyarakat
3. Keluarga merupakan tempat yang utama dan pertama bagi pendidikan
anak-anak.
4) Perkawinan sebagai Sakramen (Sakramen artinya tanda)
Perkawinan sebagai sakramen artinya perkawinan sebagai tanda:
Tanda Cinta Allah
Tanda Cinta Kristus kepada GerejaNya
Jadi dapatlah kita menarik kesimpulan: cinta kasih suami istri di dukung oleh
kesatuan Gereja, tetapi kesatuan yang berlangsung dalam perkawinan
Kristiani.
5) Sifat-Sifat Perkawinan Sakramental
Monogami
Tak terceraikan
6) Tantangan dan Kesulitan Dalam Perkawinan
Tantangan yang bersifat dari dalam
Kebosanan dan kejenuhan, Perbedaan Pendapat, Ketakserasian dalam
hubungan Seksual, Perzinahan / perselingkuhan, Kemandulan
Tantangan yang bersifat dari luar
Pengaruh-pengaruh negatif, Banyaknya pengaruh kawin cerai di dalam
masyarakat, Suasana dan kebiasaan berpoligami, atau punya WIL/PIL, Cinta
bebas dan pelacuran dalam berbagai bentuk semakin meluas, Media massa
dan sarana-sarana yang bersifat pornografis
Masalah-masalah lain yang tak langsung
- Keadaan ekonomi rumah tangga yang morat-marit
7) Komunikasi
Faktor- faktor komunikasi
Citra diri
Citra pihak lain
Kondisi
Komunikasi yang mengena
Mendengarkan
Keterbukaan
Sikap percaya
Rintangan – rintangan komunikasi
Kepentingan diri sendiri
Emosi
Permusuhan
Pengalaman masa lampau
Pembelaan diri
Hubungan yang retak atau tak serasi
Bentuk komunikasi suami-istri
Diskusi
Dialog
Bahasa tubuh
Hubungan Seks
8) Persiapan Perkawinan
Pacaran dan pertunangan hendaklah dilihat sebagai masa persiapan dekat dan
akhir, yang bukan saja digunakan untuk memadu cinta, tapi juga untuk
mempersiapkan segala sesuatu untuk memasuki jenjang perkawinan.
Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah :
Memahami hukum sipil dan hukum Gereja tentang perkawinan
Memilih pasangan yang benar dan baik
Hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan
Pekerjaan, tempat tinggal, tabungan, dll
b) Halangan Perkawinan
Halangan pernikahan dari hukum ilahi : halangan yang bersifat kodrati, tidak
terbantahkan.
1. Impotensi yang bersifat tetap (Kak 1084)
2. Masih terikat perkawinan sebelumnya (Kan. 1085)
3. Ada hubungan darah dalam garis lurus (kebawah atau ke atas) – (Kan
1091)
Halangan nikah menurut Kitab Hukum Kanonik :
1. Belum cukup Umur (Pr. 14 th & Lk. 16 th).
2. Beda Agama
3. Masih terikat Tahbisan Suci
4. Masih terikat kaul biarawan/ wati
5. Penculikan
6. Kriminal
7. Hubungan darah ke samping : Adik-kakak sepupuh.
8. Hubungan semenda (anak tiri dan ipar)
9. Kelayakan public.
10. Pertalian adopsi.
9) Keluarga Berencana
KB tidak lepas dari masalah moral. Dalam melaksanakan KB kita hendaknya
berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral kita, yaitu moral Katolik.
a) Anjuran Gereja terkait hubungan seksual suami-istri
Anjuran Gereja tentang KB terkait erat dengan aktivitas seksual suami istri,
yang perlu dimaknai secara bertanggung jawab. Fungsi hubungan suami-istri
secara moral: prokreasi, unisi/persatuan, rekreasi.
b) Pandangan Gereja Mengenai KB
Pimpinan Gereja di Indonesia sepakat menyatakan perlunya pengaturan
kelahiran demi kesejahteraan keluarga dan karena itu merasa penting
membina sikap bertanggung jawab di bidang ini (Pastoral Keluarga, KWI, 1976
No. 22–23).
c) Alasan-alasan mengapa KB sangat penting
Alasan pertama: kesejahteraan keluarga sebagai sel yang paling kecil dari
masyarakat. Dengan KB, ”mutu kehidupan” dapat ditingkatkan.
Kesehatan ibu bisa agak dijamin, secara fisik maupun psikis.
Relasi suami-istri bisa semakin kaya. Bukan hanya terpaut pada urusan
pengadaan dan pendidikan anak. Waktu untuk membangun keintiman
dan kasih sayang di antara keduanya menjadi sangat terbatas.
Taraf hidup yang lebih pantas dapat dibangun.
Pendidikan anak dapat lebih dijamin.
Juga menjamin kesejahteraan masyarakat dan umat manusia. Kemajuan
di berbagai bidang akan sia-sia kalau ledakan penduduk tidak dihambat.
d) Tanggungjawab dalam KB
Para Pasutri (Pasangan Suami-Istri).
Pemerintah.
Pimpinan agama.
e) Penilaian moral tentang metode pada umumnya
Ajaran Gereja pada umumnya hanya mengakui metode KB alamiah.
Penilaian moral untuk masing-masing metode
Gereja menganjurkan metode KB alamiah seperti:
o metode kalender;
o metode pengukuran suhu basal (metode temperatur);
o metode ovulasi Billings; dan
o metode simptotermal (gabungan).
Metode yang dilarang Gereja karena bersifat abortif, antara lain:
o abortus provocatus: pengguguran dengan sengaja;
o spiral; dan
o pil mini.
LK 2
1. Tuliskan 3 tanda kehidupan berkeluarga yang baik dari segi komunikasi!
2. Apa tujuan perkawinan menurut Hukum Gereja Katolik?
3. Tuliskan 3 syarat perkawinan Katolik?
4. Apa dasar sifat perkawinan Katolik?
5. Apa maksud Gereja Katolik mengatur adanya halangan perkawinan!
LK 3
Petunjuk: Tandailah B jika pernyataan itu benar dan S jika pernyataan ini salah
NO PERNYATAAN B S
1 Kebahagiaan dalam perkawinan Katolik semata-mata karena kelahiran anak
2 Keluarga Katolik membangun komunikasi seperti hubungan Allah-umatNya
3 KPP merupakan syarat utama dalam mengajukan pernikahan Katolik
4 Gereja melarang perkawinan antara keluarga yang sedarah
5 Gereja memerintahkan umatNya untuk menjalankan program Keluarga
Berencana sesuai aturan pemerintah
LK 2
Berilah centang perilaku hidup yang harus dihidupi/dijalankan dalam kehidupan
sehari-hari.
NO PERNYATAAN BIARAWAN/ HIDUP
WATI BERKELUARGA
1 Hidup taat pada atasan/pimpinan biara
2 Hidup berkarya dalam profesinya
3 Hidup sederhana
4 Jauh dari dosa
5 Hidup tidak menikah
6 Mewartakan kasih Allah
7 Berkumpul bersama saudara seiman dan
sekomunitas
8 Saling tolong menolong
9 Berdoa setiap hari
10 Siap diutus kemana saja
LK 3
DISKUSI
1. Apakah kehidupan membiara masih dibutuhkan oleh Gereja dan dunia pada saat
ini? Jelaskan pendapat Anda!
2. Mengapa di banyak negara Barat kehidupan membiara tidak terlalu diminati lagi
oleh orang-orang muda?
LK 2
1. Jelaskan pentingnya memiliki cita-cita!
2. Bagaimana menumbuhkan etos kerja pada diri masing-masing?
3. Jelaskan bahwa tujuan kerja untuk mencapai kemajuan rohani dan jasmani!
PENILAIAN SIKAP
REFLEKSI
Buatlah sebuah refleksi tentang panggilan hidupmu yang saat ini kamu rasakan dan jalani,
yang akan datang, dan bagaimana kamu menyikapi panggilan hidup dari Allah tersebut!
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) NILAI-NILAI KEHIDUPAN
Kompetensi Dasar:
1.2 beriman kepada Yesus Kristus yang mengajarkan nilai-nilai keadilan, kejujuran,
kebenaran, perdamaian dan keutuhan ciptaan
2.2 peduli pada nilai-nilai; keadilan, kejujuran, kebenaran, perdamaian dan keutuhan
ciptaan sesuai dengan ajaran Yesus Kristus
3.2 memahami nilai-nilai keadilan, kejujuran, kebenaran, perdamaian dan keutuhan
ciptaan sesuai dengan ajaran Yesus Kristus
4.2 melakukan aktivitas (misalnya menuliskan refleksi/doa/puisi/rangkuman) tentang nilai-
nilai keadilan, kejujuran, kebenaran, perdamaian dan keutuhan ciptaan sesuai dengan
ajaran Yesus Kristus
Tujuan Pembelajaran:
Melalui pembelajaran mandiri peserta didik dapat memahami nilai-nilai Kerajaan Allah,
membuat karya seni yang berisi ajakan menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah, mengimani
Yesus Kristus yang mengajarkan nilai-nilai Kerajaan Allah, peduli dan berusaha mewujudkan
nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari secara sadar dan bertanggung jawab.
Materi :
1. NILAI KEADILAN
A. URAIAN RINGKAS MATERI
Misi Kristus, demikian juga misi Gereja, adalah mewartakan Kerajaan Allah di tengah-
tengah masyarakat di dunia ini.
Fakta-fakta ketidak adilan
Ketidakadilan tampak nyata dalam bentuk-bentuk antara lain :
Perampasan Penggusuran Pemerasan Kredit Macet
Deskriminatif Pencurian KKN Rekayasa
Berbagai bentuk ketidakadilan itu antara lain :
1) Sikap diskriminatif dan tidak berkeprikemanusiaan terhadap kaum perempuan,
pendatang dan imigran.
2) Penganiayaan karena etnis atau kesukuan yang berakibat pembunuhan missal.
3) Penganiayaan terhadap penganut kepercayaan tertentu, karena merasa diri
terancam
4) Penolakan terhadap orang-orang jompo, yatim piatu, orang sakit dan cacat
5) Tidak member kesempatan untuk bersuara, sehingga mereka menderita tanpa
mampu berbuat apa-apa.
LK 2
Bacalah kitab nabi Amos 5 : 7 – 13.
Jawablah pertanyaan berikut:
1. Kepada siapa kata-kata keras dari nabi Amos itu ditujukan?
2. Bentuk – bentuk ketidakadilan apa sajakah yang dikecam oleh nabi Amos?
3. Kelompok mana yang dibela oleh nabi Amos?
LK 3
DISKUSI KELOMPOK
1. Bagaimana negara kita menjamin keadilan bagi warganya?
2. Bagaimana Gereja dapat turut serta memperjuangkan keadilan?
HASIL DISKUSI
2. NILAI KEBENARAN
A. URAIAN RINGKAS MATERI
Kebenaran berarti keadaan yang cocok atau sesuai dengan hal yang sesungguhnya.
Seperti halnya dalam firman ke deapan yang berbunyi “Janganlah bersaksi dusta
tentang sesamamu manusia” (Kel 20 : 8).
Memang ada kesan bahwa kebohongan bisa mendatangkan kenikmatan dan
keuntungan tertentu, sekurang-kurangnya untuk jangka waktu tertentu juga. Tetapi
untuk jangka panjang, di masa depan, kebohongan akan membawa bencana. Bencana
itu berupa kemerosotan moral pribadi, tidak dipercaya dan dosa.
Bentuk – Bentuk Kebohongan
Berdusta dan bersaksi dusta, mengatakan yang tidak benar, unutk menyesatkan.
Dusta adalah pelanggaran yang paling serius terhadap kebenaran.
Rekayasa atau manipulasi, menyiasati atau mengarahkan orang kian ke suatu tujuab
menguntungkan dirinya sendiri, meskipun barangkali orang lain merugi.
Asal Bapak senang, kata-kata atau sikap manis yang dilakukan hanya sekedar untuk
menyenangkan atasan, meskipun sebenarnya jauh dari kebenarannya.
Fitnah dan umpatan, merupakan tindakan yang sangat jahat, karena orang yang
difitnah tidak tahu, sehingga sering kali tidak dapat membela diri.
Sebab Kebohongan:
1. Karena iseng, orang hany ingin menikmati kesenangan murahan.
2. Memperoleh keuntungan, para pedagang misalnya, kadang menipu untuk
mendapatkan laba.
3. Karena dalam situasi terjepit, untuk menyelamatkan diri dari situasi yang sulit ia
terpaksa berbohong.
Akibat Kebohongan:
1) Bagi diri sendiri :
Keuntungan, kemerosotan mental
2) Bagi orang yang dibohongi
salah persepsi, mis komunikasi
3) Bagi masyarakat
tindakan penipuan, rekasa yang merajalela
LK 2
Carilah 1 teks Kitab Suci yang membicarakan kebohongan!
LK 3
Refleksi
Apakah kamu sering mengatakan hal yang benar walaupun mengetahui risikonya?
Ceritakan pengalamanmu!
LK 4
Susunlah sebuah doa mohon keberanian untuk selalu berkata yang benar!
3. NILAI KEJUJURAN
A. URAIAN RINGKAS MATERI
Jujur berarti tulus hati, tidak curang terhadap diri sendiri dan tidak curang terhadap
orang lain. Kejujuran merupakan keselaranan antara kata hati dan kata yang
diucapkan, antara kata yang diucapkan dan sikap serta perbuatan nyata. Sebagai orang
Kristen kita dinasehati untuk selalu berbuat jujur, di tengah berbagai ketidakjujuran
danketidakbenaran, kita harus tetap bersikap benar, jujur dan adil.
Bentuk – Bentuk Ketidakjujuran Dalam Masyarakat
1. Bidang Politik :
Banyak penguasa curang, korup, untuk kepentingan diri dan golongannya
sendiri. Mereka dapat memanipulasi undang-undang dan peraturan atau
menggunakan agama untuk kepentingan politik.
Rakyat banyak menghadapi kekuasaan sewenang-wenang akan bersikap
munafik, formalitik, ABS dsb.
2. Bidang Ekonomi
Penguasa dan pengusaha melakukan tren kredit macet, menggelapkan uang
Negara, menyusun proyek fiktif.
Rakyat berusaha untuk menyuap, menipu dan bersikap ABS
3. Bidang Sosial dan Budaya
Demi alasan kepentingan bersama banyak penguasa melakukan penipuan,
mendikreditkan budaya daerah lain, mengisolir budaya daerah tertentu, hanya
untuk kepentingan tertentu.
Rakyat akan bersikap formalistic dan munafik
4. Bidang Pendidikan
Penguasa merekayasa pendidikan, termasuk undang-undangnya, demi proyek
kelompok tertentu.
Rakyat dan anak didik akan bersikap formalistic dan munafik
Memperjuangkan Kejujuran
Menjadikan kejujuran sebagai gerakan moral, artinya kejujuran adalah suatu sikap yang
tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat, maka diperlukan suatu proses yang
dinamis, gampang menyesuaikan diri, terbuka merangkul siapa saja, seperti gerakan
Kerajaan Allah yang dipelopori Yesus sendiri.
Gerakan moral jangan sekedar menjadi gerakan rohani, walaupun hal – hal rohaniah juga
sangat dibutuhkan. Gerakan ini harus bermuara pada aksi untuk pembaruan dan
pembangunan masyarakat yang sejahtera dan adil.
Gerakan moral hendaknya mulai bertumbuh dan menguat dalam basis-basis umat. Ia
hendaknya mulai bertumbuh dari akar rumput, semakin lama semakin menyebar dan
meluas. Pendekatan yang dipakai hendaklah pendekatan proses yang komunikatif,
metode informasi, instruksi dan pengarahan tidak cukup efektif untuk menghasilkan
suatu gerakan. Suatu gerakan hanya bisa terjadi kalau orang menyadari bahwa ada situasi
yang memprihatinkan.
Gerakan moral harus dimulai dari dalam diri kelompok sendiri. Jangan menunggu. Kita
sendiri harus mulai dengan pola hidup alternatif yang mempunyai daya pikat, dalam hal
ini hidup jujur apapun tantangannya.
LK 2
Carilah artikel yang membahas tentang korupsi di internet/buku/majalah!
Buatlah intisari pesan yang ingin disampaikan:
LK 3
Bacalah teks Kitab Suci Mat 23:13-16 dan Mat.5:33-37
1. Bentuk ketidakjujuran seperti apa saja yang ditentang oleh Yesus?
2. Mengapa Yesus begitu keras terhadap orang-orang yang tidak jujur dan yang
munafik?
LK 2
1. Apa pandangan Kitab Suci Perjanjian Lama tentang damai atau shalom?
2. Apa ajaran Yesus tentang perdamaian?
3. Bagaimana ajaran Gereja tentang perdamaian?
4. Sebutkan 3 ciri orang yang hidup dalam perdamaian dan persaudaraan sejati?
5. Sebutkan 3 usaha yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkan perdamaian sejati?
LK 3
Buatlah sebuah poster yang menyerukan perdamaian:
5. NILAI KEPEDULIAN PADA LINGKUNGAN HIDUP
A. URAIAN RINGKAS MATERI
Alam lingkungan kita sungguh indah dan harmonis. Kitab Suci secara simbolik
mengisahkan bahwa Tuhan menciptakan unsur-unsur alam ini satu per satu, dan
tentang semuanya Kitab Suci menandaskan : Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
Pencemaran Lingkungan
1. Tanah
Tanah diracuni pestisida, minyak bekas dan semua jenis limbah
Tanah menjadi tidak subur karena erosi yang disebabkan penggundulan hutan
2. Hutan
Banyak pepohonan dan tanaman digusur demi perluasan lahan pertanian
Banyak hutan ditebang untuk perusahaan kayu, kertas bangunan dsb.
3. Fauna
Banyak jenis hewan dan satwa yang diburu demi kepentingan pribadi untuk
berburu dan spot
Banyak jenis binatang yang terancam punah karena diburu bulu, daging, tanduk,
gading, keindahan bentuk dan bunyinya (hobi).
4. Air dan laut
Air minum dicemari bahan kimia, deterjen, bengkel, pabrik, pestisida
5. Udara
Udara di cemari oleh asap kendaran, pabrik
Udara menjadi berbau busuk, karena pembuangan sampah yang sembarangan
LK 2
DISKUSI
Diskusikan dalam kelompok kecil apa masalah yang dihadapi lingkungan di sekitar
kita dan bagaimana cara mengatasi kerusakan alam di sekitar kita!
HASIL DISKUSI
PENILAIAN SIKAP
REFLEKSI
Buatlah sebuah karya seni (poster/meme/video singkat/film singkat/dll) yang
menggambarkan perjuangan dalam menegakkan salah satu nilai kehidupan dalam
kehidupan sehari-hari
INFO PENGAYA
A. Uang/harta dan Kerajaan Allah
Uang, harta, dan kekayaan pasti mempunyai nilai, maka kita harus berusaha untuk
memilikinya. Namun, kita yang harus menguasai harta, bukan harta yang menguasai
kita. Uang, harta, dan kekayaan tidak boleh dimutlakkan, sehingga menghalangi kita
untuk mencapai nilai-nilai yang lebih luhur, yakni Kerajaan Allah. Jika kita hanya
terobsesi dan bernafsu untuk mengutamakan kekayaan, maka kita sudah
mendewakan harta.
B. Kekuasaan dan Kerajaan Allah
Kekuasaan itu sangat bernilai. Namun, orang tidak boleh memutlakkannya sehingga
usaha kita membangun Kerajaan Allah terhalang. Ada dua cara yang sangat berbeda
dalam mengerti dan melaksanakan kekuasaan. Yang satu adalah penguasaan yang
lain adalah pelayanan. Kekuasaan dalam Kerajaan Allah tidak mementingkan diri
sendiri dan kelompoknya.
C. Kehormatan/gengsi dan Kerajaan Allah
Kehormatan atau gengsi adalah nilai yang sangat dipertahankan orang. Gengsi dan
kedudukan sering dianggap lebih penting daripada segala sesuatu. Orang akan
memilih bunuh diri atau berkelahi sampai mati daripada kehilangan gengsi atau
harga dirinya. Kedudukan dan gengsi/harga diri sering didasarkan pada keturunan,
kekayaan, kekuasaan, pendidikan, dan keutamaan. Akibat adanya gengsi dan
kedudukan inilah masyarakat dapat terpecah-pecah di dalam kelompok-kelompok.
Ada kelompok yang memiliki status sosial tinggi dan ada kelompok yang memiliki
status sosial rendah. Sebenarnya, siapa saja yang begitu lekat pada gengsi dan harga
diri tidak sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah yang dicanangkan oleh yesus.
D. Solidaritas dan Kerajaan Allah.
Perbedaan pokok kerajaan dunia dan Kerajaan Allah bukan karena keduanya
mempunyai bentuk solidaritas yang berbeda. Kerajaan dunia sering dilandaskan pada
solidaritas kelompok yang eksklusif (suku, agama, ras, keluarga, dsb.) Dan demi
kepentingan sendiri. Sedangkan Kerajaan Allah dilandasi solidaritas yang mencakup
semua umat manusia.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) KEMAJEMUKAN BANGSA INDONESIA
Kompetensi Dasar:
1.3 bersyukur atas kemajemukan bangsa Indonesia sebagai anugerah Allah
2.3 cinta damai di tengah kemajemukan bangsa Indonesia
3.3 memahami kemajemukan bangsa Indonesia sebagai anugerah Allah
4.3 melakukan aktivitas (misalnya menuliskan refleksi/doa/puisi/rangkuman/membuat
kliping berita dan gambar) tentang kemajemukan bangsa Indonesia sebagai anugerah
Allah
Tujuan Pembelajaran:
Melalui pembelajaran mandiri peserta didik dapat memahami kemajemukan bangsa
Indonesia sebagai anugerah Allah, menyusun refleksi (dalam bentuk
doa/puisi/rangkuman/membuat kliping berita dan gambar) tentang kemajemukan bangsa,
mengimani Allah Sang Pencipta, mensyukuri kemajemukan bangsa Indonesia, dan hidup
berdampingan bersama orang yang berbeda secara damai, penuh kerahiman, penuh kasih,
dan saling peduli.
Materi :
1. Kemajemukan adalah Realita Asali
A. URAIAN RINGKAS MATERI
1) Menyadari Keanekaan Kita
Kemajemukan adalah ciri asli dari kehidupan manusia di dunia ini. Tuhan
menciptakan umat manusia dalam keperbedaan yang tak terhindarkan. Maka,
kemajemukan merupakan keadaan yang tak terhindarkan. Orang harus belajar
mengambil sikap yang tepat dan belajar bertindak secara arif untuk biasa hidup
dan membangun masyarakat dalam keanekaan.
2) Menyadari Kesatuan Kita
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural yang berciri keanekaragaman dalam
aspek-aspek kehidupan. Keanekaragaman itu juga diterima dan dihayati dalam
satu kesatuan sebagai bangsa. Suku yang berasal dari ribuan pulau dengan
budaya, adat-istiadat, bahasa, dan agama yang berbeda-beda itu, semuanya
mengikrarkan diri sebagai satu bangsa satu bahasa dan satu tanah air Indonesia.
3) Kesatuan tidak sama dengan keseragaman
Kebhinnekatunggalikaan itu bukan hal yang sudah selesai, tuntas sempurna, dan
statis, tetapi perlu terus-menerus dipertahankan, diperjuangkan, diisi, dan
diwujudkan terus-menerus.
Menjaga kebhinnekaan, keutuhan, kesatuan, dan keharmonisan kehidupan
merupakan panggilan tugas bangsa Indonesia. Keberagaman adalah kekayaan,
sedang kesatuan persaudaraan sejati adalah semangat dasar. Kehidupan yang
berbeda-beda itu harus saling menyumbang dalam kebersamaan dan
kesejahteraan bersama.
Allah, yang sebagai Bapa memelihara semua orang, menghendaki agar mereka
semua merupakan satu keluarga, dan saling menghadapi dengan sikap
persaudaraan. Sebab mereka semua diciptakan menurut gambar Allah, yang
“menghendaki segenap bangsa manusia dari satu asal mendiami seluruh muka
bumi” (Kis 17:26). Mereka semua dipanggil untuk satu tujuan yang sama, yakni Allah
sendiri.
”Damai di dunia ini, yang lahir dari cinta kasih terhadap sesama, merupakan cermin
dan buah damai Kristus, yang berasal dari Allah Bapa” (GS 78). Dasarnya adalah
peristiwa salib. Yesus Kristus, Putera Allah, telah mendampaikan semua orang
dengan Allah melalui salib- Nya. Karenanya, semangat perdamaian dalam ajaran
Gereja Katolik tidak pernah bisa dilepaskan dari peristiwa salib Kristus. Umat Kristiani
dipanggil dan diutus untuk memohon dan mewujudkan perdamaian di dunia.
LK 2
DISKUSI
Bacalah Gaudium et Spes artikel 1 dan artikel 78!
Jawablah pertanyaan berikut:
1. Apa pesan dari Ajaran Gereja Katolik yang termuat dalam Gaudium et Spes
artikel 1 dan artikel 78?
2. Apa upaya kita untuk mewujudkan perdamaian dan persatuan sesuai ajaran
Gereja?
3. Apa penilaianmu terhadap peran Gereja Katolik di Indonesia dalam rangka
menciptakan perdamaian dan kesatuan bangsa?
HASIL DISKUSI
PENILAIAN SIKAP
REFLEKSI
Buatlah sebuah refleksi (dalam bentuk doa/puisi/rangkuman/membuat kliping berita dan
gambar) tentang kemajemukan bangsa dalam kehidupan sehari-hari
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PANGGILAN HIDUP BERKELUARGA
Kompetensi Dasar:
1.4 bersyukur atas adanya semangat dialog dan kerja sama dengan umat beragama lain
2.4 proaktif dan responsif untuk berdialog serta bekerja sama dengan umat beragama lain
3.4 memahami makna berdialog serta bekerja sama dengan umat beragama lain
4.4 melakukan aktivitas (misalnya menuliskan refleksi/doa/puisi/rangkuman/wawancara
dengan tokoh umat) tentang semangat dialog dan kerja sama dengan umat beragama
lain
Tujuan Pembelajaran:
Melalui pembelajaran mandiri peserta didik dapat memahami makna berdialog dan bekerja
sama dengan umat beragama lain, menentukan langkah yang tepat dalam berdialog dan
bekerja sama dengan umat beragama lain, menyusun refleksi tentang pengalaman
berdialog dan bekerja sama dengan umat beragama lain selama ini, mengimani Allah
Tritunggal, mensyukuri adanya semangat dialog dan kerja sama dengan umat beragama
lain, dan berdialog kehidupan dan berdialog karya secara sadar, bertanggung jawab,
proaktif, dan responsif.
Materi :
1. MEMAKNAI HIDUP
C. URAIAN RINGKAS MATERI
Sebagai ciptaan (sesuai citra Allah), manusia adalah objek dan subjek dari rencana
Tuhan menyelamatkan hidupnya. Maka manusia memiliki peran sentral bagi
terwujudnya Kerajaan Allah. Maka manusia dipanggil untuk ikut bekerja sama
dengan Allah, mewujudkan keselamatan dan kebahagiaan dalam hidupnya, yang
berlangsung dalam berbagai peristiwa sepanjang hidupnya sendiri.
Hidup yang demikian perlu dipertanggungjawabkan dalam bentuk:
1. mempertahankan hidup (menghormati, menjaga, memelihara, dsb)
2. memaknai hidup (berperanan, beraktivitas, berkarya, dsb)
3. mengembangkan hidup (mencapai kemajuan, berprestasi, dsb)