100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan23 halaman

Pencak Silat

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang: 1. Sejarah dan persebaran pencak silat di Nusantara dari abad ke-7 M hingga saat ini 2. Salam dalam pencak silat yaitu menyatukan telapak tangan di depan dada sambil menundukkan kepala 3. Jenis-jenis pukulan atas dalam pencak silat yaitu pukulan lurus dan pukulan tegak beserta cara melakukannya

Diunggah oleh

Lovelly Hanny
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan23 halaman

Pencak Silat

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang: 1. Sejarah dan persebaran pencak silat di Nusantara dari abad ke-7 M hingga saat ini 2. Salam dalam pencak silat yaitu menyatukan telapak tangan di depan dada sambil menundukkan kepala 3. Jenis-jenis pukulan atas dalam pencak silat yaitu pukulan lurus dan pukulan tegak beserta cara melakukannya

Diunggah oleh

Lovelly Hanny
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Aditya Putra Legowo

Kelas : VIII. 3

Soal 1
1. Sejarah Silat
Pencak silat merupakan salah satu jenis kesenian dan juga olahraga yaitu seni bela
diri yang berasal dari Asia Tenggara di antaranya Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina,
Thailand, dan juga Indonesia Negara kita. Pencak silat ini merupakan tradisi kesenian
yang di sebar melalui tradisi Melayu Nusantara. Hingga seiring berjalannya waktu, jenis
kesenian bela diri ini juga mulai tersebar ke Negara Vietnam yang disebarkan oleh orang
Indonesia. Hingga kini Negara Vietnam melahirkan pesilat-pesilat yang tangguh dan
mendirikan organisasi induk pencak silat di Negara Indonesia yang diberi nama Ikatan
Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Pencak silat telah tersebar ke seluruh kepulauan Nusantara sejak abad ke-7 Masehi.
Namun, sampai sekarang belum ada yang bisa memastikan kapan dan bagaimana asal
mula tersebar pencak silat ini. Ada yang mengatakan kalau pencak silat ini tersebar
karena adanya keterampilan dari berbagai suku asli di Indonesia. Keterampilan-
keterampilan tersebut di antaranya seperti berperang yang menggunakan parang, perisai,
dan juga tombak. Contohnya seperti tradisi dan adat di kepulauan Nias yang mana
terdapat suku yang bernama suku Nias telah menyebarkan seni bela dirinya sesuai
adatnya yaitu dengan menggunakan senjata parang. Yang dipercaya bahwa hingga abad
ke-20, suku Nias tidak tersentuh sama sekali oleh budaya luar.
Penyebaran Pencak Silat
Jika ditelisik lebih jauh, sebenarnya pencak silat ini tersebar melalui leluri atau dari
mulut ke mulut yaitu secara lisan. Seperti dari guru ke muridnya contohnya. Sehingga
tak heran jika kita sulit menemukan sejarah tertulis mengenai pencak silat ini.
Bahkan ada yang mengatakan bahwa sejarah pencak silat ini telah tersebar melalui
berbagai kisah seperti beberapa legenda di berbagai daerah, seperti dari daerah satu ke
daerah lain dan menyeluruh ke tanah air nusantara. Jadi, tak heran jika dulu di masa
kerajaan Majapahit atau Sriwijaya sangat pandai dalam bertarung. Karena mereka semua
khususnya para prajurit perang telah disiapkan ilmu pencak silat yang tinggi agar mereka
dapat bertarung dengan musuh dengan kemahirannya.
Contohnya adalah legenda dari Minangkabau yang mengatakan silat dengan
bahasanya yaitu ‘silek’. Masyarakat Minangkabau meyakini bahwa pencak silat ini telah
diciptakan oleh Datuk Suri Draja dari Priangan, Tanah Datar yang berada di kaki
Gunung Marapipada. Datuk Suri menciptakan dan mulai menyebarkan tradisi silat ini
pada abad ke-11. Dan pencak silat pun akhirnya tersebar ke seluruh tanah nusantara
termasuk Indonesia. Tanah Nusantara ini di antaranya Indonesia, Myanmar, Malaysia,
Brunei Darussalam, sebagian Singapura, dan Negara-negara lainnya yang berada di
benua Asia bagian Tenggara.
Lalu, seiring berjalannya waktu, silek atau silat ini mulai dibawa dan
dikembangkan ke berbagai Negara yaitu tanah Asia Tenggara oleh para perantauan
Minang. Mungkin Anda pernah mendengar kisah ‘Silat Cimande’. Kisah yang
menceritakan tentang seorang perempuan yang melakukan silat dengan meniru dua
hewan yaitu monyet dan harimau. Dan masih banyak lagi para tokoh silat lainnya.
Tentunya di setiap daerah pasti memiliki tokoh silat masing-masing dengan berbagai
keahlian dan jurus silat yang dimiliki para tokoh silat daerah atau biasa disebut sebagai
pendekar. Para pendekar tersebut contohnya adalah Si Pitung dari Betawi, Hang Tuah,
dan Gajah Mada dari Jawa, dan masih banyak lagi pendekar-pendekar sebagai tokoh silat
di daerahnya masing-masing yang memiliki keahlian berbeda-beda pula.
Donald F. Draeger yang merupakan salah seorang peneliti silat ini telah
berpendapat bahwa bukti dari adanya pencak silat ini bisa dilihat dari beberapa artefak
senjata yang telah ditemukannya. Senjata-senjata yang ditemukan ini telah dipercaya
berasal dari masa klasik yaitu pada masa Hindu-Budha di tanah Nusantara. Bahkan ia
juga mengakui terdapat adanya sejarah pencak silat ini melalui relief yang membentuk
orang dengan gaya kuda-kudanya di Candi Prambanan dan Candi Borobudur.
Draeger menuliskan di bukunya bahwa senjata dan seni pencak silat tidak dapat
dipisahkan. Bahkan ia menuliskan bahwa pencak silat bukan hanya olah tubuh saja,
melainkan juga harus memiliki hubungan yang erat secara spiritual dengan adat dan
kebudayaan di tanah nusantara ini. Hal inilah mengapa pencak silat bukan hanya sebagai
cabang olahraga saja, melainkan juga masuk dalam cabang kesenian juga yaitu seni bela
diri. Terdapat ilmu beladiri dari Cina dan India dalam Silat – Sheikh Shamsuddin (2005)
Pendapat tersebut telah dibuktikan karena adanya pengaruh dari kebudayaan Cina
dan India pada masa kebudayaan Melayu. Kebudayaan itu telah dibawa oleh para
pedagang dan juga para perantau dari India, Cina, dan juga dari Negara-negara lainnya.
Persebaran Pencak Silat Di Tanah Melayu
Saat pencak silat mulai tersebar di tanah Melayu, pencak silat pun berkembang
dengan berbagai nama dan aliran yang berbeda-beda. Seperti halnya di Malaysia dan
Singapura, silat lebih dikenal dengan aliran gayong dan cekak. Di Negara Thailand,
pencak silat memiliki nama ‘bersilat’, sedangkan di Negara Filipina diberi nama
‘pasilat’. Walaupun demikian, istilah ‘silat’ lebih dikenal banyak orang di berbagai
pelosok Asia Tenggara. Hal inilah yang menyebabkan bahwa pencak silat merupakan
tradisi yang tersebar dari Sumatera ke berbagai Negara.
Sejarah pencak silat pun mulai tertulis sejak abab ke-14 yang dikarenakan oleh
pengaruh dari para penyebar agama di tanah Nusantara atau Nuswantara ini. Pada masa
itu, pencak silat menjadi pelajaran utama dalam beragama sebagai perlindungan diri
ketika menghadapi perang. Karena pada masa itu, masih terdapat berbagai perang karena
perebutan wilayah dan politik juga kekuasaan. Pelajaran bela diri pencak silat pun juga
diajarkan di berbagai surau atau mushalla dan juga tempat-tempat agama seperti
madrasah dan pesantren. Biasanya mereka berlatih pencak silat setelah atau sebelum
mereka mengaji. Itu sebabnya silat diklaim sebagai ilmu bela diri yang merupakan
bagian dari latihan spiritual mereka. Dan latihan ini biasa disebut sebagai ‘menyemesta’
atau bersatu dengan alam. Maka, tak heran jika banyak jurus yang dilahirkan dari alam
seperti hewan, tumbuhan, bahkan bencana sekalipun.
Hingga seiring berjalannya waktu, pencak silat mulai dijadikan ilmu pendidikan
bukan hanya sebagai bela diri melainkan juga sebagai bela Negara dalam mengadapi
musuh dari Negara lain. Yang awalnya pencak silat ini hanya sebagai ilmu bela diri dan
seni tradisi kebudayaan saja.
Saat ini, pencak silat telah diakui sebagai budaya suku Melayu yang terdiri dari
daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malak, juga berbagai suku lainnya yang
menggunakan lingua franca (bahasa pegaulan) Melayu di berbagai daerah seperti Jawa,
Bali, Kalimantan, Sulawesi dan pulau-pulau lainnya yang berada di lingkaran Nusantara.
Seni bela diri pencak silat mulai berkembang dan terus berkembang hingga
terbentuk menjadi beberapa organisasi pencak silat di Nusantara yang di antaranya
adalah Ikatan Pencak Silat (IPSI) yang berada di negara Indonesia, Persekutuan Silat
Kebangsaan Malaysia (PESAKA) yang berada di Negara Malaysia, Persekutuan Silat
Singapore (PERSIS) yang berada di Negara Singapore, dan Persekutuan Silat Brunei
Darussalam (PERSIB) yang berada di Negara Brunei Darussalam. Maka tak heran jika
mulai tumbuh dan terbentuk berbagai bahkan puluhan perguruan pencak silat di belahan
dunia lainnya seperti Negara Amerika Serikat dan Eropa.
Hingga kini, pencak silat yang awalnya hanya sebagai ilmu bela diri yang
tergolong ilmu spiritual dan seni tradisi saja, kini pencak silat telah diklaim secara resmi
masuk dalam cabang ilmu olah raga hingga berskala internasional. Dan pada akhirnya
pencak silat pun masuk dalam pertandingan SEA Games.
2. Salam dalam Silat

Diawali dengan sikap tegak, kemudian dua telapak tangan merapat di depan dada
disertai dengan anggukan kepala, kemudian kembali ke sikap tegak lagi. Sikap
menghormat dilakukan pada waktu setiap awal dan akhir pelajaran/latihan kepada guru
pelatih, memberi salam kepada teman dan memakai dan mengakhiri
permainan/pertandingan.
3. Pukulan Atas
Pukulan atas dibagi menjadi dua yaitu pukulan lurus dan pukulan tegak.
a. Pukulan Lurus Dalam Pencak Silat

Jenis pukulan pencak silat yang pertama ialah pukulan lurus. Pukulan ini
harus dilakukan menggunakan gerakan yang benar agar badan tidak mengalami
cedera. Maka dari itu saat melakukan serangan maka lawan dapat dikalahkan,
Berikut cara melakukan pukulan lurus dalam pencak silat:
1) Awali gerakan dengan kuda kuda samping, letakkan kaki kiri didepan.
2) Posisikan kedua tangan berada didepan dada.
3) Kepal tangan yang akan digunakan untuk memukul.
4) Kedua telapak kaki sejajar.
5) Ubah kepalan anda menjadi telungkup ketika memukul dengan tangan kanan.
6) Ganti posisi kaki dan tangan ketika melakukan pukulan lurus.
Kesalahan Pada Pukulan Lurus
Jenis pukulan pencak silat ini usahakan dilakukan dengan benar. Namun tanpa kita
sadari terdapat beberapa kesalahan yang timbul ketika melakukan gerakan pukulan
lurus dalam beladiri pencak silat. Berikut beberapa kesalahan dalam melakukan
teknik pukulan lurus:
1) Sikap kaki kurang kuat.
2) Badan terlalu kaku.
3) Sikap badan tidak seimbang.
4) Letak kaki kurang terbuka.
5) Gerakan pukulan kurang kuat.
6) Posisi tangan kurang mengepal dan telungkup.
b. Pukulan Tegak Dalam Pencak Silat

Adapula jenis pukulan pencak silat yaitu pukulan tegak. Pukulan ini harus
dilakukan menggunakan gerakan yang benar agar badan tidak mengalami cedera.
Maka dari itu saat melakukan serangan maka lawan dapat dikalahkan. Teknik ini
dilakukan dengan cara kepalan tegak. Berikut cara melakukan pukulan tegak dalam
pencak silat:
1) Awali gerakan dengan teknik kuda kuda tengah.
2) Posisikan kedua tangan menyilang didepan dada. 
3) Kepal jari jari tangan yang digunakan untuk memukul.
4) Lakukan gerakan memukul menggunakan tangan kanan kearah depan dengan
posisi kepalan tegak.
5) Salah satu tangan yang tidak digunakan untuk memukul tetap berada didepan
dada.
6) Lakukan gerakan pukulan pencak silat ini secara bergantian.
Kesalahan Pada Pukulan Tegak
Jenis pukulan pencak silat ini usahakan dilakukan dengan benar. Namun
tanpa kita sadari terdapat beberapa kesalahan yang timbul ketika melakukan gerakan
pukulan tegak dalam bela diri pencak silat. Berikut beberapa kesalahan dalam
melakukan teknik pukulan tegak:
1) Sikap kaki tidak kuat.
2) Gerakan kuda kuda tengah kurang kuat.
3) Sikap badan tidak seimbang.
4) Letak kaki kurang terbuka.
5) Gerakan pukulan kurang kuat.
6) Posisi tangan kurang mengepal dan tegak. 
4. Pukulan Bawah
Pukulan atas dibagi menjadi dua yaitu pukulan bandul dan pukulan melingkar.
a. Pukulan Bandul Dalam Pencak Silat

Jenis pukulan pencak silat selanjutnya ialah pukulan bandul. Pukulan ini
harus dilakukan menggunakan gerakan yang benar agar badan tidak mengalami
cedera. Maka dari itu saat melakukan serangan maka lawan dapat dikalahkan.
Teknik ini dilakukan dengan cara menggerakkan tangan secara membandul dari
bawah keatas. Berikut cara melakukan pukulan bandul dalam pencak silat:
1) Awali gerakan dengan teknik kuda kuda tengah.
2) Posisikan kedua tangan menyilang didepan dada. 
3) Kepal jari jari tangan yang digunakan untuk memukul.
4) Posisikan tangan mengepal dengan telungkup dan ayunkan tangan tadi dari
belakang kedepan.
5) Salah satu tangan yang tidak digunakan untuk memukul tetap berada didepan
dada.
6) Lakukan gerakan pukulan pencak silat ini secara bergantian.
Kesalahan Pada Pukulan Bandul
Jenis pukulan pencak silat ini usahakan dilakukan dengan benar. Namun
tanpa kita sadari terdapat beberapa kesalahan yang timbul saat melakukan gerakan
pukulan bandul dalam bela diri pencak silat. Berikut beberapa kesalahan dalam
melakukan teknik pukulan bandul:
1) Sikap kaki tidak kuat.
2) Gerakan kuda kuda tengah kurang kuat.
3) Sikap badan tidak seimbang.
4) Letak kaki kurang terbuka.
5) Gerakan pukulan kurang kuat.
6) Posisi tangan kurang mengepal. 
b. Pukulan Melingkar Dalam Pencak Silat
Jenis pukulan pencak silat yang terakhir ialah pukulan melingkar. Pukulan ini
harus dilakukan menggunakan gerakan yang benar agar badan tidak mengalami
cedera. Maka dari itu saat melakukan serangan maka lawan dapat dikalahkan.
Teknik ini dilakukan dengan cara menggerakkan tangan secara melingkar. Berikut
cara melakukan pukulan melingkar dalam pencak silat:
1) Awali gerakan dengan teknik kuda kuda tengah.
2) Posisikan kedua tangan menyilang didepan dada. 
3) Kepal jari jari tangan yang digunakan untuk memukul.
4) Lakukan gerakan memukul dengan cara mengayunnya secara melingkar dari
arah kiri kemudian kearah depan dan kanan menggunakan kepalan tegak. 
5) Salah satu tangan yang tidak digunakan untuk memukul tetap berada didepan
dada.
6) Lakukan gerakan pukulan pencak silat ini secara bergantian.
Jenis pukulan pencak silat ini usahakan dilakukan dengan benar. Namun
tanpa kita sadari terdapat beberapa kesalahan yang timbul dalam gerakan pukulan
melingkar dalam bela diri pencak silat. Berikut beberapa kesalahan dalam
melakukan teknik pukulan melingkar:
1) Sikap kaki tidak kuat.
2) Gerakan kuda kuda tengah kurang kuat.
3) Sikap badan tidak seimbang.
4) Letak kaki kurang terbuka.
5) Gerakan pukulan kurang kuat.
6) Posisi tangan kurang mengepal dan tegak.
5. Tangkis Atas
Yang dimaksud dengan tangkisan atas adalah jenis tangkisan yang dilakukan dari
bawah ke atas agar bagian kepala dapat terlindungi dari serangan lawan yang mengarah
kebagian atas.
Adapun cara melakukannya sebagai berikut ini:
a. Sikap kuda-kuda tengah.
b. Kedua tangan bersiap di depan.
c. Tarik salah satu tangan dari bawah ke atas sehingga kepala terlindungi dari
serangan.
d. Posisi tubuh seimbang
Kesalahan yang terjadi ketika melakukan tangkis atas:
a. Kuda-kuda kurang baik
b. Kedua tangan tidak siap di depan
c. Tarikan salah satu tangan kurang kuat dan badan kurang seimbang.
6. Tangkis Bawah

Yang dimaksud tangkisan bawah dalah jenis tangkisan yang dilakukan dari atas
kebawah agar terlindung dari serangan lawan, kemudian kita serang lawan balik dari
bagian dalam.
Cara melakukannya sebagai berikut ini:
a. Sikap kuda-kuda tengah.
b. Kedua tangan bersiap di depan.
c. Tarik salah satu tangan dari atas ke bawah
d. Posisi tubuh seimbang
Kesalahan yang terjadi ketika melakukan tangkis bawah:
a. Kuda-kuda kurang baik
b. Kedua tangan tidak siap di depan
c. Tarikan salah satu tangan kurang kuat dan badan kurang seimbang.
7. Tangkis Silang

Yang dimaksud teknik tangkisan silang adalah jenis tangkisan sejajar dengan bahu
dan dilakukan dari luar kedalam.
Cara melakukannya sebagai berikut ini:
a. Sikap kuda-kuda tengah.
b. Kedua tangan bersiap di depan.
c. Tarik salah satu tangan dari depan keluar dalam sejajar dengan bahu
d. Posisi tubuh seimbang
Kesalahan yang terjadi ketika melakukan tangkis silang:
a. Kuda-kuda kurang baik
b. Kedua tangan tidak siap di depan
c. Tarikan salah satu tangan kurang kuat dan badan kurang seimbang.
8. Tangkis Samping

Yang dimaksud dengan tangkisan samping adalah jenis tangkisan yang sejajar
dengan bahu dan dilakukan dari dalam keluar dengan mengambil bagian luar dari kaki
atau tangan.
Cara melakukannya sebagai berikut ini:
a. Sikap kuda-kuda tengah.
b. Kedua tangan bersiap di depan.
c. Tarik salah satu tangan dari dalam ke depan keluar sejajar dengan bahu
d. Posisi tubuh seimbang
Kesalahan yang terjadi ketika melakukan tangkis samping:
a. Kuda-kuda kurang baik
b. Kedua tangan tidak siap di depan
c. Tarikan salah satu tangan kurang kuat dan badan kurang seimbang.
9. Tendang Lurus

Tendangan lurus dapat juga disebut dengan tendangan depan. Tendangan lurus
adalah tendangan dengan lintasan lurus ke depan. Target dari tendangan ini adalah perut
lawan atau kemaluan lawan. Tendangan ini dilakukan dengan kekuatan penuh.
Cara melakukannya:
a. Sikap kaki kuda-kuda kiri
b. Tendangkan kaki kanan kedepan dan hentakkan kaki sejajar dengan bahu
c. Kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang.
Kesalahan yang terjadi ketika melakukan tendangan lurus:
a. Sikap kuda-kuda yang kurang baik
b. Tidak ada hentakkan kaki
c. Hentakkan tidak sejajar dengan bahu
d. Tubuh tidak seimbang.
10. Tendangan Samping

Tendangan samping atau sering disebut tendangan T adalah jenis tendangan yang posisi
tubuhnya menyamping dan lintasan lurus ke samping. Tendangan ini memerlukan
kekuatan paha dan betis. Bagian kaki yang digunakan untuk menyerang yaitu bagian
tumit dan telapak kaki. Variasi dalam pelaksanaannya yaitu ada T gantung, T jepret, dan
T lompat.
Cara melakukannya:
a. Sikap kaki kuda-kuda kiri tepat
b. Tendangkan kaki kanan dari samping ke depan dan hentakkan telapak kaki
c. Kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang.
Kesalahan yang terjadi ketika melakukan tendangan lurus:
a. Sikap kuda-kuda yang kurang baik
b. Tidak ada hentakkan telapak kaki
c. Tubuh tidak seimbang.
11. Elakan Samping
Cara melakukannya:
a. Sikap kuda-kuda tengah.
b. Pindahkan berat badan ke samping kiri/kanan dengan mengubah sikap kuda-kuda
tengah menjadi kuda-kuda samping.
c. Sikap tangan tetap waspada.
Kesalahan yang terjadi ketika melakukan elakan samping:
a. Sikap kuda-kuda tengah kurang baik
b. Berat badan tidak dipindahkan ke kiri/kanan
c. Tangan tidak siap
12. Elakan Belakang

Cara melakukannya:
a. Sikap kuda-kuda depan
b. Posisi badan sedikit dicondongkan ke belakang.
c. Sikap tangan waspada.
Kesalahan yang terjadi ketika melakukan elakan belakang:
a. Sikap kuda-kuda depan kurang kuat
b. badan tidak tidak dicondongkan ke belakang
c. Tangan tidak siap.
13. Kuncian Tangan
Pada teknik kuncian tangan yang menjadi target adalah lengan bagian atas lawan.
Teknik ini dilakukan ketika lawan melayangkan serangan pukulan ke arah atas.
Caranya adalah dengan dengan menghindar ke arah samping saat pukulan datang.
Saat menghindar dan badan akan berbelok, tangkap lengan bagian atas lawan, kemudian
lakukan kuncian. Gerakan ini akan membuat lawan tidak bisa bergerak.
14. Kuncian Kaki

Teknik kuncian kaki termasuk salah satu teknik kuncian yang termudah. Teknik ini
dilakukan dengan menendang pergelangan kaki lawan, untuk membuat mereka
kehilangan keseimbangan dan jatuh.
15. Sarana yang diperlukan dalam Pencak Silat
a. Matras

Matras pencak silat adalah alas yang dipakai dalam perlombaan pencak silat
yang terbuat darai bahan busa. Alat perlengkapan pencak silat matras ini sangat
diperlukan dalam pertandingan pencak silat. Fungsi dari matras dalam pertandingan
pencak silat, menjadi alat yang wajib ada dalam liga pencak silat.
Ukuran matras pencak silat adalah 10 x 10 meter, memilki warna dasar hijau
terang dengan garis putih setebal 5 cm. Dan pada lapangan berdiameter 8 meter,
dengan lingkran tengah berdiameter 3 meter. Tebal matras pencak silat dalam
pertandingan profesional adalah 5 cm.
Kegunaan nomor satu dari sebuah matras adalah pemanfaatan sebagai alas
dalam pertandingan yang berguna untukmenopang segala gerakan dan posisi atlet
kerika dalam laga atau pertandingan pencak silat. Matras juga membantu pesilat
dengan menjadi alas dalam menahan badab atlet ketika terjadi benturan ke bawah
atau terjatuh karena serangan dari lawan.
b. Seragam Pencak Silat

Seragam dalam pencak silat merupakan peralatan yang hukumnya wajib bagi
setiap pesilat. Untuk pemaian yang tidak memakai seragam seperti dasarnya, maka
bisa menjadi peluan untuk terkena pelanggaran berupa diskualifikasi.
Atlet pencak silat juga harus menegnakan sabuk sesuai dengan tingkatan yang
diperoleh. Serata seragam yang terdiri atasa baju dan celana silat. Pada baju seragam
pesilat memiliki badge IPSI di area dada bagian kiri.
c. Pelindung Tubuh (Body Protector)

Perlengkapan pencak silat yang selanjutnya adalah pelindung rubuh.


Perlengakapan ini pastinya sangat penting untuk pemain pesilat, karena peralatan ini
selalu ada dalam pertandingan pencak silat. Alat ini pada dasarnya menjadi
pelindung yang harus ada bagi pemain pencak silat yang berguna untuk menghindari
resiko terjadinya cidera. Kegunaan body protector, biasanya digunakan dalam
sebuah perlombaan maupun ketika latihan pencak silat.
d. Peluit

Peralatan yang satu ini ditujukan langsung kepada wasit dan para juru
pertandingan pencak silat. Peluit dalam permainan pencak silat akan dibunyikan
karena terjadi sebab atau akibat yang tidak sah atau melanggar. Selain pluit alat yang
sering pergunakan sebagai alat alternatif lainnya adalah bel atau gong.
e. Papan Nilai

Papan nilai dalam pertandingan berisikan skor nilai yang ditujukan kepada
masing-masing atlet pencak silat. Papan dalam pertandingan ini biasanya terbuat
dari papan kayu, boleh juga dengan papan yang sudah modern seperti teknologi
LED. Pemakain papan kayu, perubahan angka atau poin dapat dilakukan dengan
manual. Sedangkan dalam papan poin LED, angka bisa berganti secara otomatis atau
bisa juga dikendalikan dengan jarak jauh.
f. Stopwatch
Stopwatch atau timer adalah alat untuk mengukur waktu yang kerap
dipergunakan dalam olahraga. Peralatan ini dipakai dalam latihan maupun
pertandingan dalam pencak silat yang beralngsung. Dalalm sesi latihan stopwatch
berguna dalam menghitung jumlah pertandingan dan pukulan seorang atlet dalam
kurun waktu tertentu sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Sedangkan dalam
perlombaan atau turnamen pencak silat, stopwatch digunakan sebagai penghitung
waktu dalam setiap sesi pertandingan.
g. Bendera

Bendera yang disiapkan adalah bendera yang berukuran kecil berwarna


kuning, biru dan merah serat memiliki tangkai kecil. Pada masing-masing bendera
memiliki ukuran yaitu 30x30 cm. Bendera kuning akan dipergunakan oleh wasit.
Sedangkan untuk bendera merah dan biru dipergunakan untuk para dewan juri
pertandingan.
h. Lampu Babak

Lampu babak merupakan perlengkapan pencal silat yang selanjutnya. Lampu


babak berguna sebagai indikator penentu untuk para atlet yang sudah memenangkan
pertandingan. Lampu babak yang dipakai, memiliki warna-warna tertentu yang
memilik makna tersendiri. Warna-warna lampu tersebut adalah Merah, Biru, dan
Kuning.
i. Kain Lap dan Embar

Kain lap dan ember dalam pencak silat berfungsi sebagai alat untuk
mengeringkan area berlangsungnya pertandingan. Jika sewaktu-waktu area
pertandingan menjadi licin, maka akan dilap dengan kain lap yang telah
dipersiapkan oleh penyelenggara perlombaan pencak silat.
Soal 2
1. Sejarah Renang Gaya Dada
Gaya dada merupakan gaya renang yang paling kuno dan salah satu gaya renang
tertua. Renang gaya dada mulai terkenal pada tahun 1875, setelah perenang Matthew
Webb mencatatkan diri sebagai orang pertama yang berenang menyeberangi selat
Inggris. Selat selebar 34,21 km itu diseberanginya dengan berenang gaya dada selama 21
jam 45 menit.
Olimpiade St. Louis 1904 menjadi Olimpiade yang pertama kali
mempertandingkan nomor gaya dada secara terpisah untuk jarak 440 yard (402 m). Gaya
dada terus mengalami eksperimentasi dari perenang-perenang dalam usahanya untuk
menambah kecepatan. Pembaharuan terbesar dalam gaya dada ialah dengan masuknya
gaya kupu-kupu, dengan mengembalikan lengan-lengan di luar air. Perenang-perenang
sering berganti-ganti antara dua gaya tersebut dalam satu perlombaan.
Seperti yang dilakukan Counsilman yang memenangkan perlombaan National
AAU Out Door dalam 200 meter gaya kupu kupu, ia berenang 100 meter pertama dalam
gaya kupu-kupu, 50 meter berikutnya gaya dada ortodoks, dan 50 meter terakhir gaya
kupu-kupu.
Dalam Olimpiade 1948 dan 1952 para perenang gaya kupu-kupu melampaui para
perenang gaya dada ortodoks, sehingga kedua gaya itu dipisahkan. Dalam gaya dada,
renang di bawah air diperbolehkan pada waktu itu, tidak hanya satu stroke setelah
pembalikan menyerupai peraturan sekarang, tetapi setiap dikala sepanjang perlombaan.
Dalam Olimpiade 1956, lomba 200 meter gaya dada dimenangkan oleh Masuna
Furukawa dengan catatan waktu 2:34,7. Sesudah itu, peraturan ini diubah dan renang di
bawah air hanya boleh satu kali tarikan lengan panjang dan satu kaki gerakan tungkai
setelah pembalikan dan start, dan selanjutnya kepala harus selalu memecah permukaan
air selama perlombaan.
Gerakan gaya dada di bawah permukaan air ternyata menambah gerak maju dan
tidak boleh FINA semenjak tahun 1957. Awal tahun 1966, perenang Rusia, Nikolai
Pankiri mulai menyebarkan gerak gaya yang mana sanggup menambahkan kecepatan
gerak tangan melaksanakan fase istirahat, menghilangkan perilaku dimana tangan akan
kembali gotong royong di bawah dada.
Hal ini merupakan pembaharuan menambah irama dari gaya dan memungkinkan
agak sedikit menunda posisi ambil nafas. Pengembangan ini berperan penting dan kini
disebut sebagai gaya dada eropa, yang beberapa hal berbeda dengan gaya dada Amerika
Serikat.
Awal tahun 1970, Walter Kusch dari Eropa Barat memakai agresi dolphin pada
gaya renangnya. Juara dunia Inggris, David Wilkie yang menjuarai 200 m gaya dada
pada Olimpiade 1976, memakai cara ini dengan membiarkan gerakan tubuh banyak
keatas pada gayanya, dengan demikian membawa pundak dan kepingan punggung atas
keluar dari permukaan air.
Cara yang dilakukan David kemudian mengundang para andal Rusia untuk
mengadakan studi penelitian setelah Olimpiade Montreal. Pendekatan ilmiah serta laba
dari gerak ini dimanfaatkan untuk mendominasi rangking dunia pada gaya dada. Pada
tahun 1978, Lina Kashushite dari Rusia keluar sebagai juara dunia dengan perilaku tubuh
tinggi dan meluncur kedepan dengan "streamline".
2. Peralatan yang digunakan dalam belajar renang gaya dada
a. Baju renang atau celana renang

Baju atau celana renang memang dirancang khusus untuk digunakan ketika di
air. Baju atau celana renang dirancang dengan bahan yang sangat minim menyimpan
air. Ini diperlukan agar tidak mengganggu beraktivitas di dalam air sehingga baju
Anda tidak memperberat gerakan di dalam air. Ini berbeda dengan baju kaos biasa
yang mudah menyerap air.
Selain itu, pastikan juga pakaian renang ukurannya pas dengan tubuh. Jangan
sampai kebesaran atau terlalu kecil. Menggunakan pakaian renang berbeda dengan
baju biasanya, carilah baju renang yang memang pas dengan pinggang dan lekuk
tubuh. Sebab, ketika baju renang tidak pas, di dalam air baju terasa bergoyang,
seperti mau lepas, dan ini membuat tidak nyaman.
b. Kacamata renang

Kaca mata renang adalah peralatan berenang yang melindungi mata dari
paparan klorin yang ada di air kolam renang, dan membantu melihat dengan jelas di
bawah air. Gunakan kacamata renang yang ukurannya mengikat pas di sekitar mana.
Jika tidak terikat dengan ketat, maka air bisa masuk ke dalam kaca mata
renang, membuat mata perih, dan tidak bisa melihat dengan jelas di bawah air.
c. Topi renang

Saat berenang, rambut pasti juga akan basah terkena air. Untuk mengurangi
paparan air kolam renang yang mengandung bahan kimia, topi renang adalah
peralatan berenang yang butuhkan. Kemungkinan rambut basah atau lembab
memang tetap ada ketika menggunakan topi renang, tetapi setidaknya topi renang
mengurangi paparan klorin di air kolam renang, tidak langsung semua rambut
terendam air kolam.
Bukan hanya itu, topi renang juga memudahkan berenang di dalam air.
Bayangkan saja, rambut yang terendam air akan menyimpan air dengan mudah, dan
ini membuat gerakan kepala akan lebih berat. Sedangkan bahan topi renang tidak
menyimpan air, justru ini memotong air yang melewatinya karena bahannya yang
licin ketika terkena air.
Apalagi, jika memiliki rambut panjang, berenang tanpa topi renang cukup
mengganggu sebab rambut akan terurai di wajah. Sekalipun menguncir rambut,
namun lama kelamaan berenang helaian rambut bisa lepas dan lagi-lagi harus
merapikannya kembali. Berbeda ketika menggunakan topi renang, rambut akan
masuk ke dalam topi dan tidak mengganggu pergerakan renang.
d. Kickboard atau pelampung berenang

Pelampung adalah perlatan berenang yang terbuat dari busa atau plastik yang
mengapung. Pelampung tersedia dalam bentuk yang besar atau kecil, bervariasi.
Tujuan menggunakan pelampung renang ini adalah untuk melatih gerakan kaki.
Cara menggunakan pelampung renang ini adalah posisi tangan memegangnya
di depan. Dengan memegang pelampung Anda akan otomatis mengapung.
Menggunakan pelampung dilakukan untuk mengistirahatkan tangan namun melatih
tenadangan kaki renang Anda.
Pelampung renang bukan berarti dikhususkan untuk orang yang tidak bisa
berenang, terkadang ini yang banyak dianggap oleh beberapa orang. Pelampung
renang ini justru untuk melatih kekuatan kaki bagi yang baru berenang atau yang
sudah terlatih. Keduanya tetap membutuhkan kickboard untuk melatih kekuatan
otot-otot kakinya.
Dengan kickboard biasanya kaki akan terasa lebih cepat pegal karena Anda
berenang hanya didorong oleh otot kaki tanpa bantuan otot tangan.
e. Pull buoys
Kebalikan dari kickboard, pull buoys adalah peralatan berenang berfungsi
sebaliknya. Pull buoys atau penjepit kaki berfungsi untuk melatih tangan saat
berenang. Pull buoys juga bersifat mengapung seperti kickboard.
Pull buoys digunakan dengan dijepit di selangkangan atau di kaki. Kaki harus
rapat agar pull buoys tidak terlepas. Karena kaki harus rapat, otomatis kaki tidak
bisa membantu bergerak dalam air, satu-satunya yang bisa menarik tetap maju
adalah tangan.
Di sinilah kemampuan tangan dan otot bagian tubuh atas akan dilatih. Tangan
akan menarik tubuh tanpa bantuan kaki. Pull buoys adalah alat yang baik untuk
membangun kekuatan tubuh bagian atas.
f. Fins atau kaki katak

Layaknya sepatu, fins digunakan di kaki dengan bagian ujungnya yang lebih
panjang dan melebar. Fins akan membuat lebih berat untuk menendang, tetapi sekali
tendangan dengan fins membuat bisa melesat lebih jauh dari tendangan biasanya
tanpa fins.

Anda mungkin juga menyukai