0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
959 tayangan16 halaman

Konstruksi Rangka Batang

Konstruksi rangka batang (KRB) adalah rangkaian bahan seperti kayu atau baja yang membentuk struktur. KRB biasanya berbentuk segitiga karena lebih stabil dibanding segiempat. Perhitungan gaya pada KRB didasarkan pada kesetimbangan gaya di tiap simpulnya.

Diunggah oleh

Ardo Tasoin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
959 tayangan16 halaman

Konstruksi Rangka Batang

Konstruksi rangka batang (KRB) adalah rangkaian bahan seperti kayu atau baja yang membentuk struktur. KRB biasanya berbentuk segitiga karena lebih stabil dibanding segiempat. Perhitungan gaya pada KRB didasarkan pada kesetimbangan gaya di tiap simpulnya.

Diunggah oleh

Ardo Tasoin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK

Modul 4 : ARTI KONSTRUKSI RANGKA BATANG & CARA


PENYELESAIANNYA
4.1. Judul : KONSTRUKSI RANGKA BATANG ( KRB )
STATIS TERTENTU

Tujuan Pembelajaran Umum


Setelah membaca bab ini mahasiswa diharapkan bias menyelesaikan
mengerti dan tahu cara menyelesaikan struktur konstruksi rangka batang.

Tujuan Pembelajaran Khusus


Setelah mempelajari bab ini mahasiswa tahu bentuk-bentuk konstruksi rangka
batang (KRB), serta bisa menganalisa struktur tersebut dengan beberapa cara
pendekatan yang telah ditentukan dan paham persyaratan-persyaratan yang
diperlukan.

4.1.1. Pendahuluan

Untuk membuat suatu struktur bangunan kita harus menyesuaikan dengan bahan
yang ada terutama dengan nilai yang paling ekonomis.

Untuk material yang terbuat dari kayu atau baja, kita harus merangkai bahan
tersebut agar menjadi struktur yang memenuhi syarat konstruksi, rangkaian dari
material baja atau kayu tersebut disebut konstruksi rangka batang.

Contoh :

Rangka batang dari suatu jembatan

Rangka batang suatu kuda-kuda


2
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK

Rangka batang suatu menara

Bentuk rangkaian:

Konstruksi rangka batang diatas merupakan suatu rangkaian dari bentuk segi tiga

P
Titik simpul

Bila diperhatikan gambar diatas , maka bentuk segitiga akan lebih stabil dibanding
dengan bentuk segiempat ( tidak stabil).

Bentuk segiempat mudah berubah menjadi jajaran genjang

Untuk merangkai konstruksi rangka batang bentuk segitiga-segitiga tersebut


dihubungkan melalui pelat simpul pada titik simpulnya . Titik simpul sebagai
sambungan tetap/stabil, dalam perhitungan titik simpul dianggap sebagai Sendi.



Beberapa hal yang perlu diketahui dalam menghitung gaya gaya batang pada K.R. B.
:
1. Titik Simpul pada KRB dianggap bersifat Sendi
2. Gaya - gaya yang bekerja pada KRB hanya dalam arah Axial (Memanjang)
berupa Gaya Tekan atau Gaya Tarik saja.
3
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK

3. Batang batang pada KRB Tidak Memikul Beban Momen.


Gaya gaya yang bekerja pada titik simpul selalu setimbang sehingga :

 H = 0

 V = 0

Bila pada suatu KRB terdapat n Titik Simpul , maka terdapat 2 n persamaan.

4. Syarat yang harus dipenuhi agar KRB bersifat Statis Tertentu :

2n =b+r
Dimana :
n = Jumlah Simpul
b = Jumlah Batang
r = Jumlah Reaksi pada Perletakan

4.1.2. CONTOH :

8
a. 20 9 21 10 22 11 23 12 24 13 25 14
8 10 12 14 16 18
7 9 11 15 17 19
2 13
1 2 3 4 5 6
SENDI 1 2 3 4 5 6 7 ROL

1 3
n = 14 2. n = b + r
b = 25 2. 14 = 25+3
r = 3 28 = 28 K.R.B
STATIS TERTENTU
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK 4

b. 6 7 8 9
13 14 15
5 10 12
6 7 8 9 11
1 1 2 3 4 5
2 3 4 ROL
SENDI

n = 9 2. n = b + r
b = 15 2. 9 = 15+3
r = 3 18 = 18 K.R.B
STATIS TERTENTU
c.
5 10 6

4 5 8 9
6 7
1 2 3 4
SENDI 1 2 3 ROL

n = 6 2. n = b + r
b = 10 2. 6 = 10+3

r = 3 12  13 K.R.B STATIS
TAK TENTU

6 7 8 9
d. 13 14 15
5 7 9 11
6 8 10 12
1 5
1 2 3 4 ROL
SENDI 2 3 4
5
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK

n = 9 2. n = b + r
b = 15 2. 9 = 15 +4

r = 4 18  19 K.R.B STATIS
TAK TENTU


 Statis Tak Tentu diatas diperlukan sebuah
Untuk menyelaikan KRB
persamaan tambahan.

5. Gaya yang bekerja pada suatu K.R.B harus diusahakan bekerja tepat pada
titik simpul.

Bila terdapat gaya yang tidak tepat pada titik simpul , maka gaya tersebut
diuraikan pada titik titik simpul yang terdekat.

Contoh :

P1 Kg P 2 Kg q kg/m’

1 5

 2  3  4 

P1 P2 P3 P4 P5

P1 = 1/2 P Kg.
P2 = 1/2 P + 1/2 P = P Kg.
P3 = ( ½ P + ½ q .  ) Kg.
P4 = ( ½ q .  + ½ q .  ) = q .  Kg.
P5 = ½ q .  Kg.
6
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK

4.1.3. Perhitungan gaya gaya batang pada Konstruksi Rangka Batang


1. Cara kesetimbangan titik buhul / simpul :

 Dasar yang dipakai sebagai pedoman perhitungan gaya gaya batang pada
KRB adalah bahwa resultante gaya gaya yang bekerja pada suatu titik
simpul sama dengan nol ( 0 ) , sehingga :

 H = 0

 V = 0

 Untuk menentukan suatu gaya batang yang dihitung merupakan Gaya
Tarik atau tekan , maka Pedoman Yang Dipakai adalah sebagai berikut :

a. Bila gaya yang dihitung , arahnya menjauhi atau meninggalkan titik simpul
yang ditinjau , maka gaya batang tersebut adalah gaya tarik.

b. Sebaliknya bila gaya yang dihitung , arahnya menuju atau mendekati titik
simpul yang ditinjau , maka gaya batang tersebut adalah gaya tekan.

c. Bila dalam perhitungan , kita memisalkan suatu gaya batang adalah tarik &
diberi tanda positip ( + ) , ternyata dari hasil perhitungan hasilnya negatip (
 ) , maka gaya batang tersebut arahnya berlawanan dengan pemisalan
semula.

d. Untuk memudahkan perhitungan , maka perhitungan dimulai dari titik


simpul yang hanya mempunyai 2 buah gaya batang yang belum diketahui.

CONTOH :
A
HA 9
VA G
10
5
F
1 6 P = 100 Kg
7 11
8
HB B 2 C3 D 4 30º E
1m 1m 1m
7
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK

n = 7 2. n = b + r
b = 11 2. 7 = 11 +3

r = 3 14  14 K.R.B STATIS
TERTENTU

PERHITUNGAN GAYA GAYA  BATANG
: Keseimbangan di titik E
 
 V0
P = 100 Kg S11SIN30ºP 0
S11
S11 sin 30 S = __100__
11
30º SIN 30º
S4 E = + 200 Kg (Tarik)
S11 cos 30


H  0
S4 + S11 cos 30º  0

S4 =  S11 cos 30º = - 200 cos 30º = - 173,2 Kg. ( Tekan )

 Keseimbangan di titik F 

o H0
S10 Sin 30
S10 S11 Cos 30º  S10 Cos 30º  0
F o S 11 Cos 30º
o
S11 Cos 30 S10 = Cos 30º
S10 Cos 30
S11 = + S11

S8 = + 200 kg (Tarik)
o
S11 Sin 30

 V  0
S8 + S11 Sin 30º  S10 Sin 30º  0
S8 =  200 Sin 30º + 200 Sin 30º
= 0
8
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK

 Keseimbangan di titik D 
GC  Tg 30º
S7 CE
S8= 0
GC = 2 Tg 30º  1.15 M

 1 S4 GC = Tg 
1
S3 CD
D
 1 = acr. Tg GC
CD
= acr. Tg 1.55
1
= 48.99º


V 0
S7 Sin 48.99 º + S 8  0
S7 = 0

  H 0
S3 + S 7 Cos  1 + S4  0
S3 + 0 + 173.2  0
S3 =  173.2 Kg ( Tekan )

 Keseimbangan di titik G
 
H 0
S9
G S10 Cos α - S 9 Cos  0
S9  S10 Cos 
Cos 
S10
S6 S9= + 200 Kg ( Tarik )
S7= 0


V  0
S6 + S9 Sin  º  200 Sin  º  0
S6 + 200 Sin 30 º  200 Sin 30 º  0
S6 = 0
9
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK

 Keseimbangan di titik C 
Menghitung α2 sama dengan
S5 cara menghitung α1
 
S6= 0 V 0

S5 Sin  2 + S 6  0
S5 Sin  2  0
S2 S5 = 0
C S3


H 0
S2+ S3 + S5 COS 2º  0
S3+ 173.2 +0  0
S3 =  173.2 Kg ( Tekan )

 Keseimbangan di titik B

  H  0

S1 HB+S2  0
HB  173.2 Kg ( Tekan )
  V  0
HB S1 = 0

B S2

 Keseimbangan di titik A 

VA H 0
HA S9 Cos 30 º
 HA + S 9 Cos 30 º  0

HA = S 9 Cos 30 º
S9 = 200

S9 Sin 30 º HA = + 200 Cos 30 º

S1 = 0 = + 173.2 ( Tarik )

S5= 0
10
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK


V 0
VA  S9 Sin 30 º  0
VA = + 200 Sin 30 º
VA = + 100 Kg

2. Cara Diagram ( Cremona )


adalah cara perhitungan gaya gaya batang dengan metode penggambaran (

grafis ), Hal – hal yang perlu diperhatikan :

A. Penggambaran dilakukan denganmenggunakanskalagaya


( 1 ton  1 cm ; 1 ton  2 cm dsb. )

B. Penggambaran dimulai dari titik simpul yang hanya terdapat 2 buah gaya
batang yang belum diketahui besarnya

C. Penggambaran yang dilakukan untuk tiap tiap titik simpul harus


mengikuti salah satu perjanjian arah ( searah jarum jam atau
berlawanan arah jarum jam ).

D. Bila gaya batang dari hasil perhitungan menjauhi titik simpul (bersifat tarik )
diberi tanda ( + ) dan bila mendekati titik simpul ( bersifat tekan ) diberi
tanda (  )

E. Penggambaran yang dilakukan untuk tiap tiap titik simpul harus merupakan
garis garis yang tertutup. P
P
15 H 16 P
½P G ½P 3m
14 8 9 10 I 17
F
7 11 12 J
6 2 D 3
5 13
3m
1 C E 4
A B
3m 3m
RA 3m 3m RB
11
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK

RA=RB 2 P
Skala Gaya P = 2 cm
Maka R A = RB = 4 cm RA

- S14

+ S6
S7 P
- S16 + S2
+ S9 S5
- S15
P
+ S8

Karena bentuk & bebannya simetris , maka hanya dikerjakan separuh , untuk
batang batang yang bersesuaian nilainya sama.

- Skala gaya :
P = 2 cm RA = 4 cm

- Perjanjian arah penggambaran searah jarum jam. Bila P = 100 kg

S1 = 0

S2 = 3.35 cm = 1/2* 3.35 x 100 = + 167.5 Kg

S5 = - 4 cm = - 200 Kg

S6 = 3.35 cm = +167.5 Kg

S7 = - 3 cm = -150 Kg

S8 = 1.12 cm = + 60 Kg

S9 = 2 cm = -100 Kg

S14 = - 3.35 cm = + 167.5 Kg

S15 = - 4.5 cm = + 225 Kg

S12 = S6 ; S16 = S15

S11 = S7
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK 12

2. P=2T
½P=1T
½P=1T

4 E 6
2m
C 5 F
3 7
D 3m
9
1 8
2
A B

4m 4m

RA=P=2T RB

Tentukan gaya - gaya batang dengan cara cremona ( grafis )


- Skala gaya 3 cm = 1 ton
- Skala panjang 1 cm =1m

NO. TARIK ( + ) TEKAN ( - )


RA
BATAN G TON
½P TON
1. 2.00
2. 0.00
- S4 3. 1.30
4. 1.47

+ S3 5. 0.67
- S5 6. 1.47
- S1 7. 1.30
8. 0.00
+ S7 9. 2.00
-S9=RB
- S6
½P
13
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK

3. CARA RITTER

Adalah cara yang dapat dipakai untuk mempermudah mendapatkan gaya


batang dari salah satu batang Konstruksi Rangka Batang ( KRB ). Secara
langsung tanpa berurutan seperti pada cara kesetimbangan Titik Buhul atau
Cremona

Dengan cara potongan Ritter kita bisa mencari besarnya gaya gaya batang
yang dikehendaki secara langsung dengan mengadakan potongan pada
batang yang dikehendaki.

Yang perlu diperhatikan :


- Batang yang terpotong sebanyak banyaknya 3 batang.
- Mengambil  m = 0 terhadap centrum kekuatan batang.
- Bila kita mendapatkan titik centrum , maka kita gunakan V = 0
dan H = 0

I
CONTOH : F G II H I J
14 15 16 17

2 6 8 9 10 11 12
7 13
5
A 1 2 3 4 B
C D E
1 1 1 1

Hitung Gaya Batang ( 14 , 7 , 2 , 15 , 8 ) dengan cara Ritter.

S14
F S7

S2
C
RA I
14
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK


MC =0 ( lihat kiri pot. I – I )
RA .1 + S14.2 = 0

S 14 = – (RA 1 ) / 2 (Tekan)

 
MG =0

RA .1 – S2.2 =0

S 2 = + ( R A 1) / 2 (Tarik)

 
Untuk Menghitung Gaya Batang S 7
V =0
RA + S7 = 0
S7 = – R A ( Tekan )

G 15 H

A 2 45
C D
II
RA
 MD =0
RA. 21 + S15.2 = 0
S 15 = – (2 RA1)/ 2 ( Tekan )

V = 0
RA – S 8 . Sin 45 = 0
S8 = ___ RA ___ ( TARIK )
Sin 45
15
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK

3 II
I C D
3m
1
2

E I II F
A B
P=3t

3m 3m 3m VB = 1 t
VA = 2 t

Dari Konstruksi Rangka Batang dengan beban seperti diatas , Hitung Besar

Gaya Batang 1 , 2 , 3 dengan cara yang paling mudah .

Hitungan :

Cara Ritter :
 
Menghitung S 1

S1 sin 45 S1  V = 0
S1 Cos 45 S1 sin 45 + VA = 0
S1 = – 2/ sin 45
= – 2.83
ton ( Tekan )

VA = 2 t
 
Menghitung S2
S2 tidak punya titik centrum
S2
V=0
 S2-P=0
P=3t S2 = 3 ton (tarik)
16
BAHAN AJAR MEKANIKA TEKNIK


Menghitung S 3 Titik Centrum di F

S3
 MF=0
VA(6)+S3(3)–P(3)=0 S3 =
3m –2(6)+3(3)
P=3t 3
6m = – 3/3
VA = 2 t C
= - 1 ton ( Tekan )

4.1.4. Rangkuman
 
 Konstruksi rangka batang merupakan rangkaian dari bentuk segitiga

 adalah gaya-gaya batang,
Dalam konstruksi rangka batang yang dicari
bisa berupa gaya tekan dan gaya tarik.
 
 Tiap titik simpul dianggap sendi


Dalam menghitung gaya batang, hanya bisa diselesaikan jika jumlah
gaya batang yang tidak diketahui maksimum 2.

4.1.5. Daftar Pustaka


1. Suwarno. “Mekanika Teknik Statis Tertentu” UGM.
2. Triwulan. “Mekanika Teknik I”. ITS.

4.1.6. Senarai
- Konstruksi Rangka Batang = suatu rangkaian batang-batang yang
berbentuk segitiga

- Titik simpul = dianggap sendi

Anda mungkin juga menyukai