0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
149 tayangan14 halaman

Building Infill untuk Konservasi

1. Tulisan ini membahas penerapan metode Building Infill sebagai salah satu upaya pelestarian kawasan bersejarah. 2. Tujuannya adalah memahami penerapan metode Building Infill dan manfaat studi preseden dalam memahami metode ini. 3. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, studi banding, dokumentasi, dan diskusi.

Diunggah oleh

Anastasia Joanna
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
149 tayangan14 halaman

Building Infill untuk Konservasi

1. Tulisan ini membahas penerapan metode Building Infill sebagai salah satu upaya pelestarian kawasan bersejarah. 2. Tujuannya adalah memahami penerapan metode Building Infill dan manfaat studi preseden dalam memahami metode ini. 3. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, studi banding, dokumentasi, dan diskusi.

Diunggah oleh

Anastasia Joanna
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

p- ISSN : 2407 – 1846

ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416


Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

Pemahaman Metode Building Infill sebagai Penerapan Konsep


KonservasiKawasan Bersejarah Melalui Studi Preseden
Ari Widyati Purwantiasning1*, Muhammad Alwan Rosyadi1, Yeptadian Sari1
1
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
*Corresponding Author : ari.widyati@ftumj.ac.id

Abstrak
Building infill adalah metode mendirikan bangunan dengan mengisi small gap pada
wilayah yang sekelilingnya terdapat bangunan eksisting dan menitikberatkan pada
keselarasan antara hasil rancangan dan lingkungan sekitar. Kawasan konservasi adalah
satu area yang pada umumnya mencakup dalam batas-batas konsentrasi sifat yang
signifikan yang dihubungkan oleh gaya arsitektur, perkembangan sejarah, atau peristiwa
masa lalu. Konservasi kawasan bersejarah dengan menggunakan metode Building Infill
merupakan hal yang tepat mengingat keduanya sama-sama menitikberatkan pada
keselarasan lingkungan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk lebih memahami tentang
bagaimana penerapan dari metode building infill sebagai salah satu upaya pelestarian
bangunan bersejarah. Studi Preseden merupakan sarana terbaik dalam memahami
metode Building Infill dengan menarik kesimpulan dari penerapan berbagai aspek yang
menjadi poin utama dalam metode Building Infill. Poin utama yang dimaksud adalah
seperti hubungan ketinggian bangunan, garis vertikal horizontal bangunan, tipologi atap
hingga material bangunan yang digunakan. Sehingga dalam tulisan ini, kami memilih
metode komparasi dari studi preseden merupakan metode yang paling tepat.

Kata Kunci : Building Infill, Kawasan Konservasi Bersejarah, Studi Preseden

Abstract
Building infill is a method of constructing buildings by filling small gaps in the area
around which there are existing buildings and emphasizing the harmony between the
design results and the surrounding environment. A conservation area is an area that
generally covers within the bounds of a significant concentration of traits connected by
architectural styles, historical developments, or past events. Conservation of historic
areas using the Building Infill method is the right thing to remember both of them
emphasize environmental harmony. The Precedent Study is the best tool in
understanding the Building Infill method by concluding the application of various
aspects that become the main points in the Building Infill method such as the relationship
of building heights, horizontal vertical lines of buildings, roof typologies to building
materials used.

Keywords: Building Infill, Historic Conservation District, Studi Preseden

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 1


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

PENDAHULUAN Tujuan dari tulisan ini adalah untuk


Building infill didefinisikan sebagai lebih memahami tentang bagaimana
pembangunan yang dilakukan dalam sebuah penerapan dari metode building infill
lahan yang belum dikembangkan atau dianggap sebagai salah satu upaya pelestarian
tidak menguntungkan yang di sekitarnya bangunan bersejarah. Studi Banding atau
terdapat bangunan-bangunan lain. Pendekatan studi preseden yaitu dengan
Building infill sering juga didefinisikan yaitu membandingkan antara kondisi ideal yang
pembangunan yang dilakukan dengan mengisi didapatkan melalui studi literatur dengan
celah lahan yang tersedia pada lingkungan yang kondisi nyata pada bangunan yang telah ada
telah terbangun (Maryland Department of (Rahayu, Rahman, dkk, 2018).
Planning, 2001).
Konservasi diterjemahkan dari bahasa METODE
Inggris “Conservation” yang terdiri dari kata Untuk mendapatkan data mengenai
Con (together) dan servere (keep/save) apa saja yang diperlukan, maka digunakan
sehingga dapat diartikan bahwa konservasi pendekatan kualitatif. Tujuan dari
adalah sebuah upaya untuk memelihara apa penggunaan pendekatan kualitatif adalah
yang kita punya secara bijaksana. Konservasi untuk memahami apa saja permasalahan
identik dikaitkan dengan pemanfaatan sumber yang terjadi pada subjek dengan cara
daya alam (nature resources) secara bijaksana menggali dan mengumpulkan informasi
(Purwantiasning, Mauliani, dkk. 2012). terkait secara terperinci.
Menurut Purwantiasning (2015), Untuk memperoleh data yang akurat
kegiatan pelestarian pada bidang arsitektur mengenai hal-hal yang diperlukan terkait
secara khusus di kalangan akademisi arsitektur dengan subjek, dilakukan beberapa metode
disebut dengan preservasi arsitektur yang antara lain sebagai berikut:
difokuskan pada peninggalan bangunan tua dan 1. Studi Literatur
bersejarah. Menurut Miller dan Lubens (2002), a. Pustaka, dengan mendapatkan
Kawasan konservasi arsitektur adalah suatu data- data terkait tema penelitian
area yang pada umumnya mencakup dalam yang didapatkan dari buku-buku
batas-batas suatu konsentrasi sifat yang atau jurnal.
signifikan yang dihubungkan oleh gaya b. Internet, dengan mengambil data-
arsitektur, perkembangan sejarah, atau data literatur yang tidak didapatkan
peristiwa masa lalu. dari pustaka
Konservasi kawasan bersejarah pada 2. Studi Banding
kota-kota di dunia barat merupakan suatu hal Melakukan studi banding terhadap
yang sangat umum, sementara di banyak negara bangunan-bangunan yang sejenis
non-barat terutama kawasan Asia masih sehingga dapat ditarik kesimpulan.
menjadi perdebatan apakah mengembangkan 3. Dokumentasi
atau menghancurkan seiring dengan Menyimpan dan mengumpulkan
perkembangan ekonomi dan kebutuhan akan semua jenis data.
lahan di daerah perkotaan (Kong and Yeoh, 4. Diskusi
1994). Melakukan diskusi tentang subjek
Konservasi bangunan atau kawasan penelitian dengan dosen pembimbing,
bersejarah merupakan suatu rangkaian proses dosen penguji, serta pihak-pihak yang
yang terdiri dari perbaikan, restorasi, terkait dengan subjek penelitian.
pelestarian, pemeliharaan, penggunaan kembali
yang beradaptasi dan rekonstruksi kembali PEMBAHASAN
(Sahid, dkk, 2013). Metode rekonstruksi Penerapan Building Infill sebagai Metode
merupakan metode membangun kembali suatu Pelestarian Kawasan Bersejarah.
bangunan yang sudah dalam kondisi tidak Pelestarian bangunan bersejarah baik
layak. Sementara itu Building Infill merupakan tradisional maupun kolonial mutlak untuk
salah satu pendekatan yang dapat digunakan dilakukan karena bangunan sebagai suatu
dalam proses rekonstruksi. tempat bagi seseorang atau sekelompok

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 2


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

manusia beraktivitas memiliki keterikatan tersebut tanpa mengintimidasi bangunan


historis dengan manusia yang lama sehingga dianggap kuno atau
menggunakannya. Keterikatan historis ini akan ketinggalan jaman.
menjadi ikatan emosional dengan pengguna Metode Building infill dapat
masa lampau yang telah bertahan hingga hari dijadikan jawaban atas pernyataan di atas.
ini, dan kemungkinan akan berlanjut ke masa Sebuah kawasan bersejarah, dalam artian
depan. Keterikatan ini menyiratkan dilestarikan bukan berarti tidak bisa
kesinambungan, meskipun ikatan emosional mengikuti perkembangan yang terjadi
lebih dari satu dan divergen (Purwantiasning, dalam suatu kota baik perkembangan gaya
2019b). Keterikatan itu bisa dalam bentuk arsitektur atau perkembangan pemanfaatan
peristiwa-peristiwa penting yang berpengaruh lahan perkotaan. Penerapan metode
besar pada masa sekarang dan mungkin yang Building infill pada lingkungan atau
akan datang sehingga pelestarian suatu kawasan bangunan bersejarah dianggap sebagai cara
atau bangunan bersejarah menjadi penting. Di untuk meng-upgrade bangunan atau
lain pihak keterikatan atau kelekatan sejarah lingkungan bersejarah sehingga tidak
seseorang terhadap suatu obyek bersejarah juga dianggap kuno atau ketinggalan jaman dan
terkait dengan pengetahuan seseorang tersebut tetap dapat digunakan untuk
terhadap nilai sejarah dari obyek tersebut, hal ini mengakomodasi kegiatan-kegiatan baru.
dipaparkan dalam tulisan Purwantiasning Dalam penerapan Building infill di
(2019a) sebelumnya. dalam kawasan bersejarah, perlu digaris
Pada periode postwar, masalah yang bawahi bahwa bangunan baru dalam
menjadi fokus utama dalam pelestarian sebuah sebuah kawasan bersejarah harus lebih
kawasan bersejarah adalah bagaimana sebuah fokus pada “sense of place” daripada
konstruksi atau bangunan baru secara tepat “sense of time” (Semes dalam Preservation
dapat mendukung dan meningkatkan bukan Alliance of Greater Philadelphia, 2007).
mengurangi nilai bangunan dan distrik Artinya bahwa bangunan baru yang
bersejarah lewat peraturan dan pengawasan dibangun dengan penerapan Building infill
ketat pemerintah. Konstruksi baru kemungkinan dituntut harus mengikuti gaya atau
dirancang dengan gaya yang sama dengan langgam arsitektur yang ditimbulkan setiap
bangunan bersejarah di sekitarnya, dengan elemen bangunan dari lingkungan sekitar
metode tersebut benturan antar bangunan lama (sense of place) daripada mengikuti gaya
dan baru jarang menjadi masalah. Tahun 1950- atau langgam arsitektur yang sedang
an di Amerika berkembang sebuah gaya populer dan banyak digunakan pada saat
arsitektur baru yaitu arsitektur modern, sebuah itu (sense of time).
gaya yang didefinisikan bertentangan dengan
gaya tradisional dan asumsi kesamaan dalam Kriteria Tapak Building Infill
desain. (Semes dalam Preservation Alliance of Tapak menjadi isu yang sangat
Greater Philadelphia, 2007). penting dalam penerapan Building infill.
Gaya modern yang cenderung bersifat Hal ini dikarenakan metode Building infill
antipati dengan gaya arsitektur sebelumnya dikembangkan untuk menjawab
yang penuh dengan ornamen akan menjadi permasalahan keterbatasan lahan untuk
masalah jika diaplikasikan pada sebuah tapak bangunan di wilayah perkotaan.
lingkungan bersejarah. Tetapi kita juga tidak Tapak juga merupakan penilaian utama
bisa menafikan peran arsitektur modern yang bahwa suatu pembangunan layak dikatakan
sedang berkembang. Gempita arsitektur menerapkan Building infill atau tidak.
modernis menimbulkan pertanyaan baru Menurut Department of Urban and
mengenai bagaimana sebuah bangunan baru Regional Planning Florida State University
dapat dirancang dalam sebuah lingkungan (2009), sebuah tapak atau properti
bersejarah. Bagaimana sebuah arsitektur memiliki infill issue apabila :
modern dapat berafiliasi secara harmonis a. Vacant Building. Vacant building atau
dengan lingkungan bersejarah di sekitarnya bangunan kosong adalah properti dengan
dengan maksud meningkatkan nilai lingkungan bangunan yang sudah dan tidak lagi

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 3


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

digunakan. Jenis ini menawarkan peluang akan diintegrasikan dengan bangunan hasil
paling cepat dalam proses Building infill penerapan metode infill dan kemudian
karena struktur bangunan sudah ada. memilih pendekatan kreatif yang
b. Undeveloped Lots. Undeveloped Lots memungkinkan objek untuk membangun
adalah properti-properti tanpa dialog secara maksimal dengan lingkungan
bangunan atau penggunaan aktif sekitar. Pendekatan kreatif untuk
dimana di sekeliling properti tersebut mengintergrasikan bangunan dengan
terdapat bangunan yang berdiri. lingkungan sekitar pada metode infill antara
Keadaan undeveloped lots pada suatu lain a. Pendekatan mimetik (mimesis), b.
grid perkotaan jika tidak dirawat Pendekatan asosiatif dan c. Pendekatan
dengan baik akan berpotensi sebagai Kontras.
tempat pembuangan sampah tidak a. Pendekatan Mimetik (Mimesis).
resmi dan pertumbuhan vegetasi yang Pendekatan Mimetik adalah metode
berlebih. konstruksi yang mencerminkan atau
c. Parking Lot Properties. Parking Lot meniru karakteristik visual dan lainnya
Properties adalah properti yang fungsi dari objek tetangga. Pendekatan
eksistingnya diperuntukkan sebagai Mimetik paling sering digunakan
lahan parkir mobil. ketika aplikasi building infill tujuannya
d. Underutilized Land. Underutilized tetap untuk menjaga keaslian dari
Land mencakup pada properti yang suasana historis yang berharga pada
memiliki bangunan utama yang masih sebuah kompleks spasial atau daerah
digunakan tetapi sebagian besar cagar budaya. Menurut Simcic (2010)
lahannya dibiarkan tidak dalam Alfiyeric dan Alfirevic (2015),
termanfaatkan padahal memiliki nilai jika tujuan seorang arsitek adalah
ekonomi yang tinggi. Area lahan untuk melindungi orisinalitas dari
terbuka ini dapat dibagi-bagi untuk sebuah lingkungan bersejarah,
digunakan dalam pengembangan kemudian intervensi melalui ekspresi
building infill dengan fungsi yang arsitektur yang agresif (sangat
berbeda-beda ketika lahan terbukanya berbeda) dan modern tidak ada
cukup luas atau dapat digunakan gunanya. Pengaplikasian pendekatan
menjadi ruang yang fungsional jika mimetik bisa dilakukan dengan
terletak pada area pusat kota. berbagai macam cara dan media.
e. Minor Used Only Properties. Minor Seperti kesamaan bentuk bangunan,
Used Only Properties adalah kondisi kesamaan warna bangunan, kesamaan
dimana lahan tidak dimanfaatkan struktur, kesamaan tekstur dan lain-
secara maksimal yang berbanding lain. Pada gambar 1 adalah grafis yang
terbalik dengan nilai ekonomi lahan menjelaskan penerapan metode
tersebut atau digunakan hanya untuk Mimetik dan pada gambar 2 contoh
fasilitas-fasilitas kecil. penerapan pendekatan mimetis.

Pendekatan Desain dalam Penerapan


Building Infill sebagai Metode Pelestarian
Bangunan dan Kawasan Bersejarah
Gambar 1. Grafis Pendekatan Mimetis
Menurut Alfiyeric dan Alfirevic (2015),
Sumber : Alfiyeric dan Alfirevic (2015)
keberhasilan dalam pencapaian dan kualitas
arsitektur infill terutama tergantung pada
penilaian berbagai keadaan seperti
profesionalisme, kreativitas, kepekaan dan
inovasi-inovasi yang dikembangkan oleh seorang
arsitek. Agar prosedur penerapan infill dapat
dilakukan dengan sukses maka perlu dilakukan
penelitian mengenai kualitas lingkungan yang

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 4


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

Gambar 3. Grafis endekatan sosiatif Sumber :


Alfiyeric dan Alfirevic (2015)

Gambar 2. Row House di San Francisco


yang memiliki kesamaan identik antara
satu dengan yang lainnya.
(Sumber : Bell 2010)
Gambar 4. Bangunan De Leidse Schans di
Leiden, Belanda dimana bangunan tersebut
b. Pendekatan Asosiatif. mengsosiasikan material, fasad, bentuk massa
Pendekatan Asosiatif adalah metode konstruksi dan intensitas bukaan dengan mayoritas
dimana bangunan infill menyesuaikan dengan bangunan tua yang ada di kota Leiden
semangat atau ciri khas suatu tempat dengan Sumber : Bribus (2018)
mentransfer atau memproyeksikan karakteristik
dari bangunan sekitar. Dan hasilnya adalah c. Pendekatan Kontras. Pendekatan
bangunan baru yang memiliki karakter Kontras adalah metode desain building
bangunan-bangunan di sekitarnya. Pendekatan infill dengan menyangkal secara sebagian
ini menunjukkan sudut pandang yang moderat, atau keseluruhan karakteristik dai
berbeda dengan mimetik yang baku dan tegas, lingkungan sekitar dimana objek baru
pendekatan asosiatif tidak didasarkan pada secara visual menyimpang dari pola
metode pemilihan pendekatan yang tegas. bangunan di sekitarnya tetapi disaat yang
Pendekatan ini diarahkan pada proses bersamaan juga memiliki kesan selaras.
menciptakan keterkaitan yang berhubungan Sverko dalam Alfiyeric dan Alfirevic
dengan lingkungan fisik langsung dan serasi (2015) berpendapat bahwa proses
dengan keadaan sekitar. Penggunaanya berkelanjutan penataan ruang perkotaan
menyiratkan proses perpindahan elemen properti dan arsitektur tidak selalu berarti bahwa
yang ditemukan pada lingkungan di sekitarnya interpolasi objek harus mengabaikan
yang harus diartikan dan ditunjukan secara kebebasan dalam berekspresi. Penggunaan
tersirat, karena elemen- elemen ini solusi-solusi dalam bidang arsitektur dan
mengidentifikasikan karakter dan nilai-nilai tata kota lama yaitu bentuk dan proporsi
ruang yang ada dan menjadi ciri khas suatu sering tidak dapat memenuhi kebutuhan
lingkungan (Alfiyeric dan Alfirevic, 2015). era modern. Itulah sebabnya menurutnya
Desain bangunan baru dalam konteks historis pendekatan mimetik harus dihilangkan
atau berlokasi pada wilayah konservasi haruslah dari proses revitalisasi bangunan cagar
bersifat kontemporer, bangunan itu harus budaya dan kawasan bersejarah sehingga
beradaptasi dan belajar dari bangunan- bangunan solusi yang dicari merupakan integrasi
di sekitarnya bukan menirunya secara tegas lama-baru, bukan tua tua tua. Lalu metode
(Zgonić, 2009 dalam Alfiyeric dan Alfirevic, kontras tidak hanya mensejajarkan antar
2015). Pada gambar 3 adalah grafis yang bangunan, tetapi juga integritas dan
menjelaskan bagaimana pendekatan asosiatif harmoni antara yang lama dengan yang
diterapkan dan gambar 4 merupakan contoh dari baru. Jika kontras dengan elemen yang ada
penerapan pendekatan asosiatif. harus ditekankan, hal tersebut harus jelas,
kaitannya degan semua aspek arsitektur
dan urbanistik antara lain pembagian
massa, artikulasi, organisasi spasial,

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 5


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

penggunaan bahan, warna, detail interior dan c) Massing. Jika yang dibangun adalah
eksterior, hubungan ketinggian. (Simčić, 2010 bangunan Mid-rise atau High-rise,
dalam Alfiyeric dan Alfirevic, 2015). Pada bangunan tersebut harus memiliki
gambar 5 merupakan grafis yang menjelaskan keterkaitan dengan susunan ketinggian
bagaimana pendekatan kontras diterapkan dan dan karakter bangunan dengan area
pada gambar 6 merupakan contoh dari sekitar. Podium bangunan harus
penerapan pendekatan kontras. berhubungan dengan skala bangunan lain
dan desain menara harus memiliki
elemen yang menjadi karakter atau ciri
Gambar 5. Grafis Pendekatan Kontras. khas bangunan di sekitarnya.
Sumber : Alfiyeric dan Alfirevic (2015) d) Street Wall. Bangunan baru harus dapat
menjaga hubungan dengan jalan yang
umum dilakukan bangunan lain pada
wilayah tersebut seperti jarak antara
muka bangunan dengan badan jalan, ada
tidaknya parkir paralel di depan
bangunan dan lainnya.
e) Facade Composition. Komposisi fasad
harus mencakup beberapa unsur yaitu :
1. Komposisi fasad bangunan dibagi
menjadi 3 yaitu bagian dasar
bangunan, tengah dan atas.
2. Tepi atas bangunan didefinisikan
Gambar 6. Kantor Omnicore di Hokoben, dengan artikulasi atau desain yang
Belgia. Tampak pada gambar bahwa serupa dengan bangunan di
bangunan extension sangat kontras dengan sekitarnya.
bangunan lain disekitarnya. 3. Pola bukaan dan persentase bukaan
Sumber : Lavinia (2011) pada fasad bersifat konsisten dengan
bangunan eksisting di sekitarnya.
Panduan Desain dengan Metode Building
4. Persentase yang cukup bagi bukaan
Infill pada Kawasan Bersejarah
dan pintu masuk terutama pada
Menurut Preservation Alliance of Greater
bagian lantai pertama bangunan.
Philadelphia (2007), terdapat beberapa panduan
Lantai pertama bangunan harus
yang bisa diaplikasikan pada konstruksi baru
memiliki persentase bukaan yang
dengan Metode Building infill di dalam kawasan
besar sehingga menimbulkan kesan
bersejarah yaitu :
ramah pejalan kaki.
a) General. Bangunan baru yang didesain harus
5. Untuk bangunan tempat tinggal,
sesuai dengan ukuran, skala, warna, material
hindari penempatan pintu garasi pada
dan karakter dengan bangunan eksisting di
lantai pertama yang memenuhi fasad
sekitarnya. Walaupun pada akhirnya
bangunan dan berhadapan langsung
bangunan baru menerapkan gaya bangunan
dengan jalur pejalan kaki.
yang berbeda tetapi selama bangunan baru
f) Pengalaman Pejalan Kaki. Bangunan
tersebut dapat mencerminkan suasana atau
baru harus menggabungkan elemen
gaya arsitektur di sekitarnya (sense of place),
arsitektur pada lantai pertama bangunan
gaya bangunan baru tersebut masih dapat
seperti bukaan yang banyak sehingga
diterima.
terkesan ramah pejalan kaki.
b) Ketinggian. Bangunan yang didesain dalam
g) Material dan Detail. Bangunan baru
hal ketinggian bangunan harus konsisten
harus menggunakan bahan bangunan
dengan ketinggian bangunan di sekitarnya
yang serupa dengan lingkungan
walaupun dalam hal ini bangunan baru tidak
sekitarnya. Bangunan baru sebisa
mesti mutlak memiliki tinggi yang sama
mungkin mengadopsi detail bangunan
persis, tetapi perbedaan ketinggian yang
seperti tekstur atau elemen yang menjadi
terjadi tidak signifikan.

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 6


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

karakter bangunan di lingkungan tersebut.

Studi Preseden Building Infill


Studi Preseden dilakukan untuk mengetahui
bangunan-bangunan yang telah menerapkan
metode building infill dan hubungan mereka
dengan lingkungan bangunan-bangunan di
sekitarnya. Bangunan yang menjadi studi preseden
antara lain 110 Rooms berlokasi di Barcelona. The
Marketer di Cincinnati, 529 Broadway di New
York, dan Space Asia Hub di Singapura

110 ROOMS, Barcelona.


110 Rooms adalah sebuah Collective
Housing yang berada di Carrer de Provenca atau
Jalan Provenca di Barcelona, Spanyol distrik
Ensanche atau Eixample. Ensanche atau Eixample
distrik merupakan distrik yang diinisiasi oleh
pemerintah kota Barcelona tahun 1855 dengan
menerapkan rancangan karya Ildefonso Cerdá
setelah membatalkan rancangan Rovira i Trias.
Terletak pada distrik Eixample membuat 110
Rooms dikelilingi oleh bangunan-bangunan yang
didirikan pada akhir abad 19 – awal abad 20. Gaya
bangunan yang mendominasi pada distrik
Gambar 7. 110 Rooms Barcelona
Eixample adalah Catalan Modernism dan Art Sumber : https://miesarch.com/
Nouveau. Pada distrik inilah beberapa karya
arsitek Antoni Gaudi berlokasi. Gambar 7 adalah
gambar dari bangunan 110 Rooms. The Marketer: Empower OTR
Headquarters, Cincinnati.
The Marketer merupakan nama sebuah
proyek karya firma arsitektur A359 yang
terletak di kota Cincinnati, negara bagian
Ohio, Amerika Serikat. The Marketer sendiri
saat ini berfungsi sebagai kantor pusat
perusahaan bernama Empower, sebuah
perusahaan agensi multimedia. The Marketer
terletak di sebuah kawasan yang bernama
Over The Rhine. Over The Rhine merupakan
salah satu kawasan bersejarah terbesar di
Amerika Serikat dengan
1.100 bangunan bersejarah. Bangunan pada
kawasan Over The Rhine memiliki beberapa
tipologi bangunan yaitu Greek Revival,
Italianate dan Queen Anne. Sebelum
dilakukan konstruksi ulang dengan metode
Building Infill, bangunan ini merupakan
sebuah German Bakery and Residence yang
telah berusia 150 tahun dan telah terbengkalai
selama 150 tahun. Proyek ini konstruksi ini
diinisiasi oleh Cincinnati Center City
Development Coorperation.

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 7


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

Pada Gambar. 8 merupakan gambar Space Asia Hub, Singapore


bangunan The Marketer. Space Asia Hub merupakan sebuah bangunan
yang terletak di Bencoolen Street, Singapura.
Bangunan ini sekarang merupakan sebuah toko
Space, Space sendiri merupakan retailer yang
menjual merek-merek Furnitur kelas atas seperti
merek Poliform, Giorgetti, Kartell, Moooi, B&B
Italia, dan Louis Poulsen. Sejarahnya tapak yang
sekarang ditempati oleh bangunan Space Asia
Hub merupakan lokasi dari 3 bangunan yang
dibangun pada masa kolonial Inggris yaitu
bangunan nomor 71, 77 dan 81 Bencoolen Street.
Ketiga bangunan tersebut merupakan contoh
eklektik arsitektur perpaduan antara arsitektur
Gambar 8. Bangunan The Marketer kolonial, Chinese dan Melayu. Bangunan No. 71
Sumber : https://msa.imgix.net/ originalnya merupakan 2 unit shophouse
sedangkan bangunan No. 77 dan 81 awalnya
Nike Store 529 Broadway, New York merupakan sebuah Bungalow Villa. Tetapi pada
529 Broadway adalah sebuah bangunan yang terletak tahun 1996 Bungalow Villa No.77 dihancurkan
di persimpangan Broadway Street dan Spring Street di dan pada tapaknya dibangun sebuah bangunan
kawasan bersejarah Soho Cast Iron District, New komersial 4 lantai. Kemudian ketiga bangunan
York. Bangunan ini mayoritas digunakan sebagai toko tersebut dibeli oleh retailer furniture Space,
alat olahraga merek Nike. Bangunan 529 Broadway setelahnya Space menugaskan firma arsitektur
menempati lahan yang sebelumnya merupakan lokasi lokal Singapura, WOHA untuk merencanakan
dari Prescott House, sebuah hotel besar yang desain restorasi ketiga bangunan tersebut.
beroperasi pada 1852-1935. Setelah Prescott House Akhirnya ditetapkan bahwa bangunan No. 77
tutup pada 1935, untuk mengurangi beban pajak, bukan merupakan bangunan cagar budaya
makan bangunan dirubuhkan sebagian lantainya sehingga dapat dihancurkan. Kemudian pada
dimana sebelumnya berjumlah 6 lantai menjadi 2 tapak No.77 dibangunlah sebuah bangunan
lantai. Proyek yang dimulai pada tahun 2013 dan connector full Glass yang menghubungkan
selesai pada tahun 2016 ini mencoba untuk dapat antara bangunan No 71 dan No. 81. Hasilnya
beradaptasi kondisi bangunan di sekitar Cast Iron Space Asia Hub merupakan salah satu contoh
District yang mayoritas menggunakan prinsip bukaan terbaik dari penerapan “Old and New”, dimana
wall-to-wall windows. Pada Gambar 9 adalah sebuah bangunan Modern dapat dibangun pada
bangunan 529 Broadway dan beberapa bangunan tapak yang memiliki bangunan cagar budaya
bersejarah di sekitarnya. melalui metode Building infill tanpa bangunan
modern mengkerdilkan peran bangunan
eksisting yang memiliki gaya arsitektur lebih tua.
Pada Gambar. 10 adalah gambar terkini dari
Space Asia Hub.

Gambar 9. Nike Store 529 Broadway Gambar 10. Space Asia Hub
Sumber :
https://www.architectmagazine.com Sumber : https://www.designboom.com

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 8


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

Komparasi dan Penarikan paling tepat untuk diaplikasikan pada sebuah


Kesimpulan Studi Preseden kawasan konservasi bersejarah. Elemen – elemen
Setelah dijabarkan masing-masing yang dijadikan bahan pertimbangan diambil menurut
bangunan yang menjadi studi preseden Preservation Alliance of Greater Philadelphia (2007),
pada makalah ini, selanjutnya bangunan dimana terdapat beberapa panduan yang bisa
yang menjadi studi preseden akan diaplikasikan pada konstruksi baru dengan Metode
dikomparasikan dan ditarik kesimpulan Building infill
berdasarkan penerapan di mayoritas di dalam kawasan bersejarah. Pada Tabel 1 akan
bangunan sehingga dihasilkan metode dijelaskan hasil komparasi dari masing-masing
penerapan metode Building Infill yang bangunan.

Tabel 1 Komparasi dan Kesimpulan Studi Preseden


Bangunan 110 Rooms The Marketer 529 Broadway Space Asia Hub
Studi
Preseden

Pendekatan Bangunan Bangunan Bangunan Bangunan


menggunakan menggunakan menggunakan menggunakkan
pendekatan asosiatif, pendekatan asosiatif, penggunaan asosiatif, pendekatan kontras,
mengambil elemen mengambil elemen mengambil elemen hanya ketinggian
bangunan sekitar formasi bukaan, wall to wall window, bangunan yang
seperti formasi balkon, ketinggian bangunan, garis vertikal dan mengambil dari kondisi
ketinggian bangunan, nada garis vertikal horizontal, ketinggian bangunan sekitarnya.
garis vertikal dinding dan horizontal bangunan dari
luar. bangunan sekitar.

Kesimpulan : Dari keempat studi preseden, tiga bangunan menggunakan pendekatan asosiatif dan
satu menggunakan pendekatan kontras. Sehingga dari hasil studi preseden,
pendekatan yang paling berhasil dalam mempertahankan Sense of Place sebuah kawasan konservasi
adalah memalui pendekatan asosiatif.
Ketinggian Tidak terdapat perbedaan The Marketer Bangunan 529 Space Hub Asia
ketinggian yang kontras dirancang dengan Broadway memiliki dirancang memiliki
antara 110 Rooms dengan ketinggian yang ketinggian bangunan level ketinggian yang
bangunan eksisting di bersifat asosiatif, yang jika ditarik garis sama dengan 2
sekitarnya baik dari sehingga perbadaan dengan bangunan bangunan cagar
ketinggian bangunan ketinggian dengan sekitarnya masih pada budaya di kanan-
secara keseluruhan bangunan eksisting level ketinggian yang kirinya, sehingga
maupun level ketinggian tidak mencolok asosiatif atau tidak untuk ketinggian
perangai. kontras dengan bangunan sifatnya
bangunan tidak kontras.
disekitarnya.

Kesimpulan : Keempat bangunan yang dijadikan studi preseden memiliki ketinggian bangunan
yang tidak kontras dengan bangunan disekitarnya, sehingga penerapan ketinggian bangunan
pada metode Building Infill sebagai metode pelestarian kawasan bersejarah adalah dengan tidak
membuat kontras yang tinggi dalam hal ketinggian
bangunan antara bangunan baru dengan bangunan eksisting.

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 9


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

Bangunan 110 Rooms The Marketer 529 Broadway Space Asia Hub
Studi
Preseden

Massing atau Bangunan memiliki Bangunan memiliki Bangunan memiliki Bangunan extension
Susunan Massa massa tunggal dan massa tunggal massa tunggal dan kaca memiliki
Bangunan tidak terdapat seperti bangunan tidak terdapat massa tunggal seperti
perbedaan pada lain di kawasan penambahan bangunan 2
pengaturan massa Over The Rhine. estetika fasad bangunan cagar
bangunan dengan Sedikit terjadi bangunan lewat budaya di kanan
bangunan lain perbedaan dengan susunan massa kirinya. Estetika
disekitarnya. Tidak pengaturan massa sama seperti pada bangunan
ada perubahan pada fasad bangunan lainnya di cagar budaya
orientasi massa bangunan dimana kawasan Soho, ditimbulkan dengan
bangunan yang terdapat permainan New York Orientasi pengaturan massa
signifikan, orientasi maju mundur pada bangunan bangunan secara
massa bangunan dinding bangunan. menduplikasi vertikal tetapi
menduplikasi Orientasi bangunan bangunan di bangunan extension
bangunan lain. masih menduplikasi sekitarnya. penerapannya secara
bangunan eksisting. vertikal dan
horizontal.
Orientasi bangunan
menduplikasi.
Kesimpulan : Jumlah massa bangunan, penyusunan massa bangunan dan orientasi massa
bangunan pada bangunan baru yang menerapkan metode Building Infill sebagai metode
konservasi kawasan sejarah sebaiknya dilakukan dengan menduplikasi bangunan di
sekitarnya dengan perubahan yang bersifat minor. Kesimpulan ini didasari pada hasil
komparasi studi preseden yang didapati bahwa 3 dari 4 studi preseden melakukan
duplikasi jumlah, penyusunan dan orientasi massa bangunan dengan bangunan di
sekitarnya.
Street Wall Street Wall ditandai Street Wall pada Street Wall pada Street wall pada
atau Pembatas dengan sebuah trotoar bangunan The bangunan 529 bangunan Space
Bangunan yang memisahkan Marketer identik Broadway ditandai Hub Asia ditandai
dengan Jalan antara dinding terluar dengan yang ada dengan jalur trotoar dengan trotoar
bangunan dengan pada bagian lain yang memisahkan dilengkapi dengan
jalan raya, kondisi ini kawasan Over The dinding bangunan elemen pepohonan,
sama dengan Rhine berupa dengan jalan raya hal ini sama dengan
bangunan eksisting di trotoar tanpa tanpa ada street wall yang ada
sepanjang Carrer de tambahan elemen penambahan pada bangunan
Provenca. Tidak lain seperti pohon elemen estetika lainnya. disekitarnya.
terdapat penambahan atau pembatas Hal ini
desain street wall trotoar. sama dengan bagian
yang membuat lain Soho, New
bangunan 110 Rooms York dimana
tampak lebih bangunan 529
mencolok. Broadway itu berlokasi.
Kesimpulan : Street wall pada bangunan baru di kawasan konservasi sebaiknya mengikuti
street wall pada bangunan lainnya, hal ini dimaksudkan untuk menjaga ritme kawasan dan
membuat bangunan yang baru tidak terkesan mencolok dan meredupkan pandangan pada
bangunan eksisting.

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 10


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

Bangunan 110 Rooms The Marketer 529 Broadway Space Asia Hub
Studi
Preseden

Fasad Fasad pada bagian Bagian bawah Bagian bawah Bagian bawah
Bangunan bawah bangunan / bangunan didominasi bangunan dibuat lebih bangunan terkesan
Komposisi lantai satu bangunan dengan bukaan tinggi dari lantai sangat kontras dengan
Fasad Bagian menerapkan komposisi ukuran besar yang lainnya dengan dengan 2 bangunan
Bawah yang dipisahkan oleh bukaan cagar
sama, lantai 1 dibuat yang lebar, hal ini budaya di kanan
lebih tinggi dari dinding/kolom sama dengan kiri bangunan
lantai lainnya dan dengan ukuran bangunan eksisting ekstension.
terdapat bukaan lebih kecil dari disekitarnya. Bangunan
dengan ukuran yang bukaan, hal ini juga Perbedaan terjadi ekstension memiliki
besar. diterapkan pada pada penerapan material full kaca
bangunan lain material pemisah sedangkan 2
dalam satu bukaan yang bangunan lainnya
kawasan. menggunakan tidak.
terracota bukan
tembok bata.

Kesimpulan : Mayoritas fasad bagian bawah bangunan seirama dengan bangunan


disekitarnya yang difokuskan pada bukaan yang besar dan terdapat elemen pemisah antar
bukaan walaupun dari segi pengaplikasian material bisa dibedakan dengan penggunaan
jenis material baru.

Komposisi Fasad badan Mayoritas fasad Bukaan berupa kaca Fasad bagian badan
Fasad Bagian bangunan berupa bangunan pada yang masing- bangunan
Badan bukaan dengan kawasan Over the masing dipisahkan menggunakan
Bangunan balkon yang masing- Rhine berupa oleh dinding/kolom material kaca
masing bukaan bukaan kecil yang tipis dengan ukuran sehingga
dipisahkan dengan dipisahkan oleh lebih kecil dari memberikan kesan
dinding, penerapan dinding. Penerapan bukaan itu sendiri sangat terbuka, hal
hal tersebut sama itu berbeda dengan adalah fasad ini kontras dengan
dengan bangunan bangunan The mayoritas bangunan kedua bangunan
eksisting lainnya Marketer, dimana di sekitar Soho, cagar budaya di
disekitar 110 Rooms. salah satu bagian New York. Hal inilah kanan kirinya.
terdapat fasad yang juga
bukaan yang coba diterapkan
dipisahkan pada bangunan 529
dinding,tetapi Broadway sehingga
bagian lainnya bangunan tidak
menerapkan fasad menjadi kontras.
dengan full kaca.
Kesimpulan : Dari hasil komparasi dapat ditarik kesimpulan bahwa fasad pada bagian
bangunan sebaiknya masih menggunakan komposisi dan irama yang sama dengan
bangunan eksisting disekitarnya hal ini guna mempertahankan suasana kawasan agar tidak
berubah. Perubahan minor dapat dilakukan seperti pada bangunan The Marketer tetapi
tetap dipadukan dengan komposisi yang dipakai bangunan lain. Kontras yang berlebihan
dan komposisi fasad yang sama sekali tidak berafiliasi dengan bangunan bersejarah di
kanan-kirinya akan mengaburkan suasana kawasan bersejarah yang telah terbangun.

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 11


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

Bangunan 110 Rooms The Marketer 529 Broadway Space Asia Hub
Studi
Preseden

Pedestrian Lantai 1 bangunan Lantai 1 bangunan Desain lantai 1 Desain lantai 1


Experience / memiliki bukaan memiliki bukaan bangunan memiliki bangunan dibuat
Pengalaman yang lebar sehingga yang lebar dan bukaan yang lebar, lebih terbuka
Pejalan Kaki menimbulkan kesan transparan sehingga selain menimbulkan sehingga
luas bagi pejalan menimbulkan kesan kesan nyaman bagi menimbulkan kesan
kaki. lapang dan luas bagi pejalan kaki hal ini luas dan lapang bagi
pejalan kaki di juga dapat pejalan kaki.
trotoar. mendorong pejalan
kaki untuk masuk
ke dalam bangunan.
Kesimpulan : Pengalaman pejalan kaki yang baik yaitu dengan menerapkan desain bukaan
yang lebar atau besar pada lantai yang berhubungan langsung dengan akses pejalan kaki
akan menimbulkan kesan luas dan lapang sehingga memberikan pengalaman yang
menyenangkan bagi si pejalan kaki. Selain itu hal tersebut dapat menarik lebih banyak
pengunjung ke dalam bangunan. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi bangunan yang
lantai bawahnya diisi oleh fungsi komersial.
Material Bangunan memiliki Material untuk Cladding Penggunaan
detail yang berbeda dinding terluar menggunakkan material kaca pada
dengan bangunan menggunakan Brick material Terracota, eksterior bangunan
eksisting di mendominasi pada hal ini berbeda menghasilkan
sekitarnya, hal ini bangunan-bangunan dengan bangunan kontras antara
dapat dilihat dari di kawasan Over lain disekitar Soho bangunan eksisting
motif dinding terluar, The Rhine. The yang dimana dan bangunan
mayoritas bangunan Marketer clading-nya ekstension pada
di Carrer Ed Provenca menggunakan mayoritas Space Hub Asia, hal
menggunakan clading beberapa jenis menggunakan ini membuat
dengan material Brick material antar lain material brick atau bangunan
atau Stone kemudian Brick, Wood dan stucco. Namun ekstension
di cat tanpa motif, composite. pemilihan warna mendominasi visual
Sedangkan 110 Pemilihan warna yang tidak Space Hub Asia.
Rooms menggunakan yang tidak mengundang Hal ini kurang bisa
Stucco lalu dicat dan mencolok membuat kontras bangunan diterima mengingat
diberi motif segitiga perbedaan material berlebihan Building Infill
secara beraturan masih dapat membuat perbedaan mengutamakan
dengan formasi diterima. material tidak keselarasan dengan
diagonal. merusak ritme yang lingkungan
ada. eksisting.
Kesimpulan : Perbedaan penggunaan material dikarenakan perbedaan tahun pembangunan
merupakan hal yang dapat diterima selama detail desain fasadnya masih asosiatif, sebaiknya
pemilihan warna pun harus dipikirkan agar tidak menimbulkan kontras yang berlebihan.
Warna finishing bangunan dapat berafiliasi dengan warna finishing bangunan lainnya atau
memilih warna yang kontras seperti pada 110 Rooms akan tetapi pilihlah
warna yang tone-nya tidak berbeda jauh.

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 12


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

KESIMPULAN DAN SARAN dilakukan mengingat banyak kawasan-kawasan


Dari hasil penelitian melalui studi konservasi bersejarah di Indonesia yang sudah
preseden yang kami lakukan, dapat kehilangan Sense of Place kawasan tersebut, seperti
disimpulkan bahwa penerapan metode Kotatua Jakarta atau Kawasan Malioboro
Building Infill sebagai metode konservasi Yogyakarta.
kawasan bersejarah sangat bisa diterapkan.
Dari keempat studi preseden dapat diuraikan DAFTAR PUSTAKA
mengenai perbedaan maupun benang merah Alfirevic, Djordje., & Alfirevic, Sanja Simonovis.
dari penerapan metode building infill. (2015). Infill Architecture: Design
Keempat studi preseden memperlihatkan Approaches For In-Between Buildings And
kesamaannya, bahwa metode building infill “Bond” As Integrative Element. Reasearch
dapat dirasakan penerapannya ketika gaya Gate.
arsitektur yang disajikan menggunakan gaya Department of Urban and Regional Planning
arsitektur yang kontras atau berbeda dengan Florida State University. (2009). Chapter 6:
sekitarnya atau bangunan kanan-kirinya, Urban Infill. Florida State University.
namun tetap memperhatikan kontekstualitas Kong, L. & Yeoh, B. (1994). Urban conservation
dari keberadaannya terhadap bangunan in Singapore: A survey of state policies and
sekitarnya. popular attitudes. Urban Studies, 1(2).
Pendekatan yang dilakukan pada Lubens, Rebecca., & Miller, Julia. (2002).
studi preseden yang sudah diuraikan dalam Protecting Older Neighborhoods Through
tulisan ini adalah pendekatan yang bertujuan Conservation District Program. Cincinnati :
untuk menjaga Sense of Place kawasan. City Of Cincinnati.
Pendekatan tersebut adalah dengan Maryland Department of Planning. (2001). Models
menerapkan pendekatan asosiatif. Pada and Guidelines for Infill Development.
pendekatan asosiatif, terdapat beberapa Maryland : Maryland Department of
elemen bangunan yang harus saling Planning.
berkaitan dengan bangunan lain Preservation Alliance of Greater Philadelphia.
disekitarnya. Elemen bangunan tersebut (2007). Sense Of Place: Design Guidelines
adalah ketinggian bangunan, susunan massa For New Construction In Historic Districts.
bangunan, elemen pembatas bangunan Philadephia.
dengan jalan, komposisi fasad, penggunaan Purwantiasning, Ari Widyati. (2015). Kajian
material, penerapan desain serta jumlah Revitalisasi Pada Bantaran Sungai Sebagai
lantai bangunan. Kajian Building Infill Upaya Pelestarian Bangunan Tua
bersifat eksklusif, artinya kajian seputar Bersejarah Studi Kasus: Kawasan Malaka,
elemen bangunan yang menjadi highlight Malaysia. Makassar : Universitas
suatu kawasan hanya bisa dipakai sebagai Muhammadiyah Makassar.
acuan pembangunan lewat metode Building Purwantiasning, Ari Widyati., Bahri, Saeful.
Infill pada kawasan itu saja, tidak bisa (2019a). Historical Attachment of Colonial
diterapkan pada kawasan lain karena setiap Building Through Community Perception:
kawasan punya kekhasan yang berbeda. Case Study of Museum Fatahillah, Kota Tua
Sebagai saran, regulator dalam hal Jakarta. Journal of Geographia Technica,
ini pemerintah daerah sebaiknya dapat Vol 14.Pp. 166-175. 2019.
berperan aktif dalam pelestarian kawasan Purwantiasning, Ari Widyati., Kurniawan,
bersejarah. Aparat pemerintahan yang Kemas Ridwan., & Suniarti, Pudentia Maria
menangani bidang konservasi kawasan Purenti Sri. (2019b). Understanding
bersejarah seharusnya menjalankan fungsi Historical Attachment Through Oral
pengawasan secara aktif dengan rutin Tradition as a Source of History. Jakarta:
melakukan mengawasi setiap jengkal Journal of Urban Cultural Research. Edisi
pembangunan pada kawasan konservasi Januari-Juni 2019.
bersejarah, tidak hanya secara pasif Purwantiasning, Ari Widyati., Mauliani, Lily., &
menyusun peraturan tanpa ada tindakan Aqli, Wafirul. (2012). Tipologi Konversi
yang tegas. Hal ini sangat urgent untuk Bangunan Tua Di Pusat Kota Studi Kasus

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 13


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019
p- ISSN : 2407 – 1846
ARS - 003 e-ISSN : 2460 – 8416
Website : jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek

Pecinan Di Singapura Dan Petak


Sembilan Di Jakarta. Jakarta :
Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Rahayu, Irma., Rahman, Aisyah St., & dkk.
(2018). Penerapan Konsep
Arsitektur Hijau Pada Gedung
Komite Olahraga Nasional
Indonesia Di Makassar. Makassar :
National Academic Journal of
Architecture.
Said, , Shahrul Yani., Aksah, Hasnizan., &
dkk. (2013). Heritage Conservation
and Regeneration of Historic Areas
in Malaysia. London : University Of
Westminster.

Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 14


Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta , 16 Oktober 2019

Anda mungkin juga menyukai