Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 1

1. Menurut Huber (1980), ada beberapa kecenderungan yang dapat mengganggu penjajagan
masalah dalam pengabilan keputusan. Untuk mengatasi kecenderungan-kecenderungan
tersebut ada beberapa alternatif cara yang dapat dilakukan. Jelaskan apa yang dimaksud
dengan alternatif cara:

a. The Delphi technique

b. Brainstorming

2. PT. Transportasi Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa perjalanan
(travelling). Pada masa pandemi Covid 19 ini dihadapkan pada menurunnya jumlah
penumpang yang berakibat berkurangnya pendapatan perusahaan. Berbagai alternatif
keputusan untuk dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan harus segera dibuat. Berikut
adalah data volume perjalanan per bulan untuk setiap moda transportasi yang dimiliki
perusahaan pada berbagai macam kondisi perekonomian.  

Alternatif Kondisi Perekonomian


keputusan Normal   PSBB New Normal

(0.5) (0.2) (0.3)


Mobil 100 150 250
Bus 75 200 400
Taxi 50 155 450

Untuk dapat mencapai tujuan memaksimumkan keuntungannya, PT Transportasi Indonesia


perlu melakukan refocusing moda transportasi yang digunakan.

Jawablah pertanyaan di atas dengan menggunakan kriteria pengambilan keputusan berikut:

1. Maximin
2. Minimax regret
3. Hurwicz 
4. Maximax
5. Minimum expected loss
6. Kalau terdapat perbedaan hasil di antara kriteria yang digunakan, menurut
anda mengapa hal ini bisa terjadi? 

 Jawablah soal diatas dengan baik dan komprehensif, kemudian unggah jawaban
tugas dalam bentuk pdf atau word pada tempat yang telah disediakan. 

Jawaban:

1. a. The Delphi technique, merupakan suatu teknik untuk mendapatkan pendapat-pendapat


dari suatu panel besar dari para ahli. Para ahli dikumpukan kemudian diberi pertanyaan
yang sama mengenai masalah yang coba dipercahkan beserta alasannya.
b. Brainstorming, merupakan suatu teknik untuk merangsang anggota kelompok agar
menjajaki alternatif-alternatif yang mungkin bisa untuk menyelesaikan masalah. Hal ini
dilakukan dengan cara berdiskusi mengenai masalah yang mencoba diselesaikan.

2.

Alternatif Kondisi Perekonomian


keputusan Normal   PSBB New Normal

(0.5) (0.2) (0.3)


Mobil 100 150 250
Bus 75 200 400
Taxi 50 155 450

1. Maximin

Alternatif Kondisi Perekonomian


keputusan Normal   PSBB New Normal

(0.5) (0.2) (0.3)


Mobil 100 150 250
Bus 75 200 400
Taxi 50 155 450

Pada kriteria maximin, mencari pay-off paling minimum dari tiap alternatif, kemudian
cari pay-off maksimumnya. Sehingga apabila dilihat dari table diatas maka
didapatkan kriteria maximin yaitu alternatif transportasi “Mobil” dengan situasi masa
depan “Kondisi Perekonomian Normal” sebesar 100 perjalanan per bulan.

2. Minimax Regret

Alternatif Kondisi Perekonomian


keputusan Normal   PSBB New Normal

(0.5) (0.2) (0.3)


Mobil 0 = 100 - 100 50 = 200 - 150 200 = 450 - 250
Bus 25 = 100 - 75 0 = 200 - 200 50 = 450 - 400
Taxi 50 = 100 - 50 45 = 200 - 155 0 = 450 - 450

Alternatif Regret
keputusan Maksimal

Mobil 200
Bus 50
Taxi 50
Penentuan Minimax regret adalah menentukan nilai regret terkecil dari regret
maksmial tiap alternatif. Pada table diatas didapat regret terkecil sebesar 50 dari total
regret maksimal tiap alternatif. Artinya, keputusan berdasarkan minimax regret akan
memilih alternatif transportasi “Bus dan Taxi”. Dasar keputusan ini adalah mencari
nilai maksimum opportunity loss atau regret yang terkecil, yaitu sebesar 50 perjalanan
per bulan.

3. Hurwicz

Alternatif Situasi Masa Depan


keputusan New Normal Normal  

(0.3) (0.5)
Mobil 250 100
Bus 400 75
Taxi 450 50

Misalnya, koefisien Hurwicz ditetapkan sebesar 0,75 yang merupakan koefisien pada
situasi optimis, sehingga pada situasi pesimis akan sebesar 1-0,75 = 0,25. Perhitungan
selengkapnya bisa digambarkan sebagai berikut.

NE = α x Max Pij + (1- α) x Min Pij


NE1 = 0,75 x 250 + 0,25 x 100 = 212,5
NE2 = 0,75 x 400 + 0,25 x 75 = 318,75
NE3 = 0,75 x 450 + 0,25 x 50 = 350

Berdasarkan perhitungan di atas, nilai ekspektasi untuk alternatif keputusan ketiga


atau dengan transportasi “Taxi” mempunya nilai yang terbesar, maka sebaiknya
keputusan dengan tranportasi “Taxi” yang diambil jika berdasarkan kriteria Hurwicz.

4. Maximax

Alternatif Kondisi Perekonomian


keputusan Normal   PSBB New Normal

(0.5) (0.2) (0.3)


Mobil 100 150 250
Bus 75 200 400
Taxi 50 155 450

Pada kriteria Maximax, caranya adalah dengan mencari pay-off paling maksimum
dari tiap alternative, kemudian cari pay-off maksimumnya. Jika berdasarkan hasil
analisis kriteria Maximax, maka alternatif keputusan yang diambil adalah transportasi
“Taxi” dengan situasi masa depan kondisi perekonomian “New Normal” sebesar 450
perjalanan per bulan.
5. Minimum Expected Loss

Alternatif Kondisi Perekonomian


keputusan Normal   PSBB New Normal

(0.5) (0.2) (0.3)


Mobil 100 150 250
Bus 75 200 400
Taxi 50 155 450

Mobil = 100 (0,5) + 150 ( 0,2) + 250 (0,3) = 155


Bus = 75 (0,5) + 200 (0,2) + 400 (0,3) = 197,5
Taxi = 50 (0,5) + 155 (0,2) + 450 (0,3) = 191

Berdasarkan hasil harapan terkecil, maka transportasi “Mobil” akan memberikan


tingkat kerugian rerata terkecil dalam jangka panjang.

6. Terdapat perbedaan hasil di antara kriteria yang digunakan, menurut saya


hal ini bisa terjadi karena dalam pengambilan keputusan tersebut
menggunakan parameter yang berbeda-beda. Parameter akan memberikan
gambaran dasar dari perhitungan untuk masing-masing kriteria, sehingga
indikator dalam penggunaan kriteria menjadi lebih jelas. Dikarenakan
menggunakan parameter yang berbeda, maka hasil yang didapatkan juga
akan berbeda pulaantara kriteria satu dengan yang lain.