Anda di halaman 1dari 6

PATOFISIOLOGI PENYAKIT MALARIA

DISUSUN OLEH
Afrillya Sandova
PO72201201633

1A Keperawatan

DOSEN
Dewi Pusparianda, SST.,MPH

PRODI DII KEPERAWATAN


POLTEKKES KEMENKES TANJUNGPINANG
2021
A. Definisi
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasityang disebut Plasmodium, yang
ditularkan melalu gigitan nyamuk yang terinfeksi Plasmodium. Dalam tubuh manusia
Plasmodium berkembangbiak dihati, kemudian menginfeksi sel-sel darah merah (WHO,
2012). Menurut Depaerteman Kesehatan RI, malaria adalah penyakit yang disebabkan
oleh parasit Plasmodium malaria bentuk akseksual yang masuk ke dalam tubuh manusia
yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina.

B. Etiologi
Ada 2 jenis makhluk yang berperan besar dalam penularan malaria yaitu parasit
malaria (yang disebut Plasmodium) dan nyamuk anopheles betina. Parasit malaria
memiliki siklus hidup yang kompleks, untuk kelangsungan hidupnya parasit tersebut
membutuhkan host (tempatnya menumpang hidup) baik pada manusia maupun nyamuk,
yaitu nyamuk anopheles (Jurnal Averrous Vol.4 No.2 2018).
Ada empat jenis spesies parasit malaria di dunia yang dapat menginfeksi sel darah merah
manusia, yaitu:
1. Plasmodium falciparum
Menyebabkan malaria falsiparum (disebut juga malaria tropika), merupakan jenis
penyakit malaria yang terberat, Infeksinya menyebabkan eritrosit mengandung
parasite dan satu-satunya parasit malaria yang menimbulkan penyakit
Mikrovaskular karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi berat seperti
cerebral malaria (malaria otak), anemia berat, syok, gagal ginjal akut, perdarahan,
sesak nafas, dll.
2. Plasmodium vivax
Menyebabkan malaria tertiana. Tanpa pengobatan: berakhir dalam 2 – 3 bulan.
Relaps 50% dalam beberapa minggu hingga 5 tahun setelah penyakit awal.
Menginfeksi eritosit dan gametosit berbentuk oval hampir memenuhi seluruh
eritrosit, kromatin ekstentris pigmen kuning.
3. Plasmodium malariae
Menyebabkan malaria quartana. Malaria quartana disebabkan oleh infeksi parasit
Plasmodium malariae. Menginfeksi eritorsit dan gametositnya berbentuk granula
coklat tua sampai hitam dan kadang berbentuk seperti pita. Penyakit malaria
quartana menyerang setiap empat hari atau 72 jam. Infeksi Plasmodium malariae
ini merupakan jenis penyakit malaria berbahaya.
4. Plasmodium ovale
Malaria ovale di sebabkan oleh parasit Plasmodium ovale. Penyakit yang
disebabkan infeksi parasite, Plasmodium ovale ini disebut juga malaria tertiana
ringan dan merupakan parasit malaria yang paling jarang pada manusia. Parasit ini
menginfeksi eritrosit dan gametositnya menjadi oval/ireguler dan fibriated.
Plasmodium ovale jarang dijumpai di Indonesia dan sering di dapatkan di Afrika
dan Pasifik Barat.

C. Patofisiologi
1. Siklus di dalam tubuh manusia.
Malaria ditularkan ketika nyamuk Anopheles betina yang sudah terinfeksi
menggigit manusia dan memasukkan sporozoit yang terdapat pada air liurnya yang
sudah mengandung parasite plasmodium ke dalam darah manusia sewaktu menghisap
darah. Dalam waktu yang singkat semua sporozoit menghilang dari peredaran darah
masuk ke dalam sel hati dan segera menginfeksi sel hati. Selama 5-16 hari dalam sel-
sel hati (hepatosit) sporozoit membelah diri secara aseksual, dan berubah menjadi
sizon hati (sizon kroptozoik) tergantung dari spesies parasit malaria yang
menginfeksi. Sesudah sizon kroptozoik dalam sel hati menjadi matang, bentuk ini
bersama sel hati yang diinfeksi akan pecah dan mengeluarkan 5.000-30.000 merozoit
tergantung spesiesnya yang segera masuk ke sel-sel darah merah.

Masa inkubasi plasmodium di dalam tubuh manusia


No Plasmodium Masa Inkubasi
1. Plasmodium 9 – 14 hari (12 hari)
falciparum
2. Plasmodium 12 – 17hari (15 hari)
vivax
3. Plasmodium 18 – 40 hari (28 hari)
malariae
4. Plasmodium 16 – 18 hari (17 hari)
ovale
Sumber: Kemenkes RI, tahun 2011.
2. Siklus di dalam tubuh nyamuk.
Apa bila nyamuk lain menghisap dara penderita, gametosit akan memasuk usus
nyamuk. Gametosit akan membesar ukurannya dan meninggalkan eritrosit. Pada
tahap gametosit ini, mikrogametosit akan mengalami eksflagelasi diikuti fertilisasi.
Sesudah terbentuk ookinet, ookinet akan menebus dinding lambung untuk membentuk
kista di selaput selaput luar lambung nyamuk. Waktu yang diperlukan 8-35 hari
tergantung jenis parasitnya.
Pada tempat inilah kista akan membentuk ribuan sporozoit yang terlepas dan
kemudian tersebar ke seluruh organ nyamuk termasuk kelenjar ludah. Pada kelenjar
inilah sporozoit menjadi matang dan siap ditilurkan bila nyamuk menggigit manusia.

Masa inkubasi plasmodium di tubuh nyamuk.


No Plasmodium Masa Inkubasi
1. Plasmodium 10 – 12 hari
falciparum
2. Plasmodium 8 – 11 hari
vivax
3. Plasmodium 14 hari
malariae
4. Plasmodium 15 hari
ovale
Sumber: Gunawan S., tahun 2000.

D. Tanda dan Gejala


Secara umum seseorang yang mengalami penyakit malaria akan merasakan gejala
penyakit seperti demam, pening, lemas, pucat, nyeri otot, suhu bias mencapai 40 derajat
Celcius terutama pada infeksi Plasmodium falciparum.
1. Tahap demam menggigil atau stadium dingin penderita akan merasakan gejala dingin
menggigil yang amat sangat, bibir dan jari kebiru-biruan pucat, kulit kering dan pucat.
Pada fungsi pernafasan nadi cepat dan lemah serta dapat terjadi penumpukan air di
paru-paru. Pada anak-anak demam bisa menyebabkan kejang dikarenakan suplai O2
keseluruh tubuh menurun. Pada fungsi urulogi terjadi gangguan seperti aliran darah ke
ginjal tidak terpenuhi dan menurunnya produksi urin. Demam ini berkisar antara 15
menit hingga 1 jam.
2. Tahap puncak demam hot stage yang berlangsung 2-6 jam, wajah memerah, kulit
kering, nyeri kepala, denyut nadi keras, haus yang amat terus-menerus, mual hingga
muntah. Pada saat ini sebenarnya merupakan peristiwa pecahnya schzon matang
menjadi merozoit-merozoit yang beramai-ramai memasuki aliran darah untuk
menyerbu sel-sel darah merah.
3. Stadium berkeringat. Pada stadium ini penderita berkeringat banyak sekali. Hal
seperti ini bisa berlangsung 2 sampai 4 jam.

E. Komplikasi
Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita malaria, antara lain:
1. Anemia parah
Komplikasi ini terjadi karena banyaknya sel darah merah yang hancur atau rusak
(hemolisis) akibat parasit malaria.
2. Malaria otak
Komplikasi ini terjadi saat sel darah dipenuhi parasit, sehingga menghambat
pembuluh darah kecil pada otak. Akibatnya, otak menjadi bengkak atau rusak.
Gejalanya berupa kejang dan koma.
3. Gagal fungsi organ tubuh
Ada beberapa organ yang dapat terganggu karena parasit malaria, antara lain ginjal,
hati, atau limpa. Kondisi tersebut dapat membahayakan nyawa penderita.
4. Gangguan pernapasan
Komplikasi ini terjadi saat cairan menumpuk pada paru-paru (edema paru), sehingga
membuat penderita sulit bernapas.
5. Hipoglikemia
Malaria yang parah bisa menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah rendah.
Gula darah yang sangat rendah bisa berakibat koma atau bahkan kematian.
Daftar Puataka

Jurnal Averrous Vol. 4 No. 2 2018

Dr. Tjin Wily. 2019. Komplikasi Malaria. https://www.alodokter.com/malaria/komplikasi.


Diakses tanggal 31 Januari 2021

Poltekkes.id. 2021. Malaria: Pengertian, Epidemologi, Parasit, Cara Penularan.


https://poltekkes.id/malaria/. Diakses tanggal 30 Januari 2021

SH POUTUDE. 2018. PDF. http://repository.unimus.ac.id. Diakses tanggal 30 januari 2021

FH WIWOHO. 2017. PDF. http://eprints.undip.ac.id. Diakses tanggal 30 Januari 2021

Anda mungkin juga menyukai