0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
220 tayangan16 halaman

Makalah Statistik

Makalah ini membahas tentang data statistika, variabel, dan skala pengukuran. Data statistika dijelaskan sebagai kumpulan data berupa angka-angka yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan. Ada dua jenis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Variabel adalah atribut yang dapat berubah-ubah sedangkan skala pengukuran digunakan untuk mengukur variabel.

Diunggah oleh

savitriatssaani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
220 tayangan16 halaman

Makalah Statistik

Makalah ini membahas tentang data statistika, variabel, dan skala pengukuran. Data statistika dijelaskan sebagai kumpulan data berupa angka-angka yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan. Ada dua jenis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Variabel adalah atribut yang dapat berubah-ubah sedangkan skala pengukuran digunakan untuk mengukur variabel.

Diunggah oleh

savitriatssaani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

KELOMPOK

STATISTIKA

DASAR

Di susun guna memenuhi tugas mata kuliah : Berbagai Hal Tentang Data

Dosen Pengampu : Yusuf Nalim, M. Si

Di susun Oleh :

1. Ilham Maulana Syaputra (2621067)


2. Savitri Nur Azizah (2621068)
3. Fifi Dwi Afianti (2621082)

KELAS C

JURUSAN TADRIS MATEMATIKA FAKULTAS

TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT

AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN TAHUN

2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Hakikat Guru". Tidak lupa shalawat
serta salam kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW semoga kita menjadi
umat Beliau yang mendapatkan syafa'at-Nya kelak di yaumul akhir.

Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar psikolog, selain
itu untuk mengetahui dan memahami materi tentang metode penelitian dalam ilmu psikologi.

Kami sadar bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, banyak sekali kekurangan dan
kesalahan didalamnya, maka dari itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat
diperlukan. Akhir kata kami ucapkan terimakasih dan kami berharap makalah ini dapat
bermanfaat dan berguna bagi para pembaca.

Pekalongan, 24 September 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................................
1
A. Latar Belakang ................................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................ 1
C. Tujuan .............................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................................
2
A. DATA STATISTIKA.............................................................................. 2
1. Pengertian Data Statistika ....................................................................................
2. Penggolongan Data Statistika ..................................................................................
3. Sumber Data Statistika
....................................................................................................
.............................................................................
........................................................................................
B. VARIABEL DAN SKALA PENGUKURAN .................................... 3
1. Pengertian Variabel ..........................................................
2. Jenis-jenis Variabel......................................................
3. Skala Pengukuran.....................................................................................
4. Pembulatan Bilangan.......................................................................
5. ........................................................
6. .......................................................
7. ........................................................
C. ..................................
1. ..........................................................................
2. .................................................................
3. .........................................................
...........................................
...............................
..........................................................
.................................................................................................... 5

BAB III PENUTUP..................................................................................................................... 13


A. Kesimpulan.................................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………...…14
ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Data merupakan komponen penting dalam suatu informasi. Informasi akan dinyatakan
akurat jika data yang diperoleh objektif dan lebih akurat. Dengan data, kita mengetahui gambaran
perusahaan sekarang, masalah apa yang sedang dihadapi, mengapa terjadi masalah-masalah
tersebut, serta bagaimana cara pemecahannya. Dengan data, kita dapat memperkirakan, apa yang
kira-kira bakal terjadi di masa mendatang. Dengan data, kita pun bisa membuat perencanaan,
mengontrol pelaksanaan, mengevaluasi target apakah tercapai atau tidak, dan sebagainya. Dengan
adanya data, kita dapat banyak mengetahui tentang berbagai hal. Dengan data, kita bisa mengambil
keputusan-keputusan, kebijakan-kebijakan perusahaan, dan sebagainya. Singkatnya, fungsi dan
manfaat data sangat penting dan banyak sekali. Sering kali, akan berbahaya jika kita mengambil
kesimpulan dan keputusan tanpa didukung oleh data. Orang bilang “Speak with data”, berbicaralah
dengan data agar objektif dan lebih akurat.
Setiap kegiatan yang berkaian dengan statistik, selalu berhubungan dengan data. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia data adalah keterangan yang benar dan nyata. Data adalah bentuk
jamak dari datum. Datum adalah keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan,
sedangkan data adalah segala keterangan atau informasi yang dapat memberikan gambaran tentang
suatu keadaan. Statistik sendiri dapat diartikan sebagai kumpulan data angka. Misal keterangan
jumlah penduduk dalam suatu negara, keterangan, mengenai pekerjaan penduduk suatu negara dan
sebagainya. Sehingga data statistik berarti sekumpulan data berupa angka-angka yang dapat
disajikan dalam bentuk tabel dan diagram, yang selanjutnya dianalisa dan ditarik kesimpulan .

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu data statistik ?
2. Apa yang dimaksud variabel dan skala pengukuran?
3. Apa itu angka eksak dan angka pendekatan ?
4. Bagaimana cara pembulatan bilangan ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu data statistik.
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud variabel dan skala pengukuran.
3. Untuk mengetahui apa itu angka eksak dan angka pendekatan.
4. Untuk mengetahui bagaimana cara pembulatan bilangan.

44
BAB II

PEMBAHASAN

A. DATA STATISTIK

1. Pengertian Data Statistika

Menurut Sudjana dalam bukunya yang berjudul Metoda Statistika menjelaskan bahwa
keterangan atau ilustrasi mengenai suatau hal bisa berbentuk kategori,misalnya: rusak ,
senang, gagal, baik, puas, berhasil, dan sebagainya, atau bisa berbentuk bilangan.
Kesemuanya ini dinamakan data atau lengkapnya data statistik. Adapun pengertian lainnya
data adalah bentuk jamak dari datum. Data merupakan keterangan-keterangan  tentang suatu
hal, dapat berupa sesuatu yang diketahui atau dianggap. Jadi, data dapat diartikan sebagai
sesuatu yang diketahui atau yang sianggap atau angapan. Sesuatu yang diketahui biasanya
didapat dari hasil pengamatan atau percobaan dan hal itu berkaitan dengan waktu dan
tempat. Anggapan atau asumsi merupakan suatu perkiraan atau dugaan yang sifatnya masih
sementara, sehingga belum tentu benar. Oleh karena itu, anggapan atau asumsi perlu diuji
kebenarannya.
Contoh :
 Agar gambaran dan permasalahan social dan ekonomi diketahui oleh masyarakat meka
pemerintah dalam hal ini Biro Pusat Statistik (BPS),mengeluarkan publikasi (data,
berupa indikator sosial dan indicator ekonomi.
 Karena ada anggapan bahwa persediaan beras masih cukup untuk jangka waktu dua
tahun maka pemerintah memutuskan untuk tidak mengimport beras.

2. Penggolongan Data Statistika

a. Menurut sifatnya
Menurut sifatnya, data dibagi atas data kualitatif dan data kuantitatif
1. Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk bilangan
Contoh:
 Harga emas hari ini mengalami kenaikan
 Sebagian dari produksi barang "A" pada perusahaan “x” rusak

2. Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan.
Contoh :
 Luas bangunan hotel itu adalah 5700 m
 Tinggi badan Sandy mencapai 170 cm
 Banyak perguruan tinggj di kota "B" ada 4 buah

Data kuantitatif dibagi menjadi dua bagian, yaitu


a)       Data diskrit
Data diskrit adalah data yang diperoleh dengan cara menghitung atau membilang.
7
Contoh:
-          Banyak kursi yang diruangan ini ada 75 buah
-          Jumlah siswa yang mengikuti mata kuliah ini mencapai 110 orang
-          Banyak anak pada keluarga Ali ada 3 orang

b)     Data Kontinu
Data kontinu adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur.
Contoh:
-          Panjang benda itu adalah 15 cm
-          Jarak antara kota Bandung dengan kota Cirebon adalah 130 cm
-          Berat badan Adi adalah 58 kg

b. Menurut Waktu Pengumpulannya


1. Data Berkala
Data berkala adalah data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan
gambaran perkembangan suatu kegiatan.
Contoh:
Data perkembangan harga 9 macam bahan pokok selama 10 buah terakhir yang
dikumpulkan setiap bulan.
2. Data Cross Section
Data cross section adalah data yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk
memberikan gambaran perkembangan keadaan atau kegiatan pada waktu itu.
Contoh :
Data sensus penduduk.

c. Berdasarkan Cara Penyusunannya (Skala)


1. Data Nominal
Data Nominal adalah data statistik yang memuat angka yang tidak memiliki makna.
Angka yang terdapat dalam data ini hanya merupakan tanda/simbol dari objek yang
akan dianalisis.
Contohnya data yang berkaitan dengan jenis kewarganegaraan seseorang, yakni
WNI (warga negara Indonesia) dan WNA (warga negara asing) . Agar data tersebut
dapat dianalisis dengan menggunakan statistik, data tersebut harus diubah menjadi
angka.
2. Data Ordinal
Data ordinal yaitu data statistika yang cara menyusun angkanya didasarkan atas
urutan kedudukan (ranking) atau dengan golongan dengan besaran pada setiap
kriteria bisa jadi tidak sama, juga memiliki tingkatan besar – kecil atau tinggi –
rendahnya.
Contoh: hasil ujian suatu SMA menyatakan bahwa:
1)    Siswa A sebagai juara 1
2)    Siswa B sebagai juara 2
3)    Siswa C sebagai juara 4, dst.
3.  Data Interval
Data interval yaitu data statistika yang terdapat jarak (rentang) yang sama di antara
hal-hal yang sedang diselidiki atau dipersoalkan dan tidak mempunyai angka 0
mutlak.
Contoh:
-  Nilai siswa mempunyai rentang 0 sampai dengan 10
-  Temperatur dalam ruangan mempunyai rentang dari 0 sampai dengan 100 derajat
celsius
4.  Data Rasio

7
Data rasio yaitu memiliki ciri-ciri dari ketiga golongan tersebut di atas, juga
memiliki nilai nol murni (absolut) dalam artian secara matematis.
Contoh:  ukuran berat, panjang/tinggi, umur,dll.
Misalkan seseorang yang mempunyai berat badan 100 kg adalah 2 kali beratnya dari
orang yang mempunyai berat badan 50 kg. Jika berat suatu benda adalah 0, maka
benda tersebut benar-benar tidak mempunyai berat.

d. Berdasarkan Cara Memperolehnya


1) Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi
serta diperoleh langsung dari objeknya.
Contoh:
o Pemerintah melalui Biro Pusat Statistik (BPS) ingin mengetahui jumlah
penduduk Indonesia, maka BPS mengirimkan petugas – petugasnya untuk
mendatangi secara langsung rumah tangga yang ada di Indonesia.
o Perusahaan susu “SEGAR JAYA” ingin mengetahui jumlah konsumsi susu
yang diminum oleh masyarakat di Kelurahan Kejaksaan, maka petugas dari
perusahaan tersebut secara langsung mendatangi rumah tangga – rumah
tangga yang ada di Kelurahan Kejaksaan.
2) Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi, sudah
dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain, biasanya data itu dicatat dalam bentuk
publikas – publikasi,
Contoh: Misalkan seorang peneliti memerlukan data mengenai jumlah penduduk di
sebuah kota dari tahun 1960 sampai 1970, maka orang itu dapat memperoleh di
BPS.
3) Data Mentah
Data mentah adalah data yang baru di kumpulkan dan belum pernah mengalami
pengolahan.
Contoh: data siswa, data sekolah, data sarana sekolah.

Pembagian Data Menurut susunanya

1. Data acak atau data tunggal

Data acak atau data tunggal  adalah data yang belum tersusun atau
dikelompokkan ke dalam kelas-kelas interval.

Contoh :

Data hasil pengukuran tinggi siswa kelas II SMA X (dalam cm) ialah sebagai
berikut.

155      152      157      155      159      160      155      154

153      150      162      165      160      157      150      170

165      160      165      162      159      154      152      151

155      171      169      162      167      160      158      163

7
149      154      153      167      158      166      168      153

1. Data berkelompok

Data berkelompok adalah data yang sudah tersusun atau dikelompokkan ke dalam kelas-kelas
interval. Data kelompok disusun dalam bentuk distribusi frekuensi atau tabel frekuensi.

Contoh:

Data nilai dan jumlah anak yang memperolehnya untuk pelajaran matematika kelas II SMA X
ialah sebagai berikut.

NILAI TURUS FREKUENSI


1-2 III 3

3-4 IIII 5

5-6 IIII         IIII 10

7-8 IIII    IIII   IIII 15

9-10 IIII   II 7

3. Sumber data
a. Data Intern
Data intern adalah data yang diperoleh dari dalam objek penelitian itu sendiri.
Contoh: Pengusaha mencatat segala aktivitas perusahaanya sendiri, misalnya keadaan
pegawai, pengeluaran, keadaan barang di gudang, hasil jualan, keadaan produksi
pabriknya, dll, sesuai dengan kativitas yang terjadi di dalam perusahaan itu.
b. Data Ekstern
Data ekstern adalah data yang diperoleh dari luar objek penelitian sebagai bahan
pembanding.
Contoh: Kondisi lingkungan dari suatu perusahaan, letak geografis perusahaan, dll

4. Pengertian Variabel Penelitian


Variabel Penelitian adalah suatu atribut, nilai atau sifat dari objek penelitian
(individu atau kegiatan) yang memiliki variasi tertentu antara satu objek dengan
objek lainnya. Umumnya variabel penelitian akan ditentukan oleh seorang peneliti
untuk dipelajari dan digali Informasi dari objek tertentu yang kemudian ditarik
kesimpulannya. Pengertian variabel sendiri menurut Wikipedia adalah objek
penelitian, atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian. Secara umum
variabel berarti sesuatu yang dapat berubah-ubah, bermacam-macam serta berbeda-beda.

enis-Jenis Variabel Penelitian


Seperti yang kita ketahui, terdapat berbagai variabel yang dapa
pengaruhi hasil penelitian yang dilakukan. Oleh karena itu, untuk
udahkan dalam penggolongannya variabel dibedakan menjadi berbagai jeni dari hubungan, sifat, urgensi,
skala pengukur dan penampilan waktu
7
ukuran.
Hubungan Antar Variabel
Berdasarkan hubungannya, variabel digolongkan menjadi tiga jenis yaitu
bel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol :
Bebas merupakan jenis variabel yang menjadi penyebab adanya perubahan
pada variabel yang lainnya. Contoh dari variabel bebas adalah tegangan
seperti pada contoh sebelumnya.
Terikat merupakan jenis variabel yang dipengaruhi oleh adanya perubahan
variabel bebas. Seperti pada contoh kasus sebelumnya, variabel terikatnya
adalah kecerahan lampu. Kontrol merupakan jenis variabel yang dapat dikendalikan atau dikontrol
oleh peneliti. Seperti pada contoh sebelumnya, variabel kontrolnya adalah tegangan karena tegangan
dapat diatur sesuai hati.
Sifat Variabel
Selain digolongkan berdasarkan hubungannya, variabel juga dapat
digolongkan sesuai dengan sifatnya. Pada umumnya, variabel digolongkan
menjadi dua sesuai sifatnya yaitu variabel statis dan dinamis.
 Variabel statis merupakan jenis variabel yang tidak dapat berubah-ubah
nilai, keadaan atau bahkan karakteristiknya. Pada contoh kasus diatas
variabel statis adalah beban atau hambatan lampu itu sendiri.
 Variabel dinamis merupakan kebalikan variabel statis dimana nilai,
keadaan atau kerakteristiknya dapat berubah-ubah. Untuk contohnya, pada
kasus sebelumnya kita dapat menggolongkan arus dan kecerahan lampu
sebagai variabel dinamis.
3. Urgensi Faktual
Dilihat dari urgensi faktual, variabel dibedakan menjadi variabel konseptual
dan variabel faktual.
 Variabel Konseptual merupakan variabel yang tidak terlihat secara jelas
atau sesuai fakta, contohnya adalah motivasi, minat, bakat dan kinerja.
 Variabel Faktual merupakan variabel yang dapat terlihat nyata secara jelas,
contohnya adalah tegangan, arus, gen, usia dan lain sebagainya.
4. Skala Pengukur
Selain tiga faktor sebelumnya, skala pengukur juga menjadi dasar
penggolongan jenis variabel. Menurut tipe skala pengukurnya, variabel dibedakan
menjadi empat yaitu : Nominal, Ordinal, Interval dan Rasio.
5. Penampilan Waktu Pengukuran
Berdasarkan waktu pengukurannya, variabel dibedakan menjadi dua jenis
yaitu variabel maksimalis dan variabel tipikalis.
 Variabel Maksimalis adalah variabel yang dalam proses pengumpulan data
terdapat dorongan kepada responden. Contohnya adalah kerativitas, bakat
dan prestasi.
 Variabel Tipikalis merupakan jenis variabel yang dalam proses
pengumpulan datanya tidak disertai dorongan kepada responden.
Contohnya adalah minat, kepribadian, sikap terhadap hal tertentu.

Pengertian Skala Pengukuran


Skala pengukuran adalah sebuah acuan yang digunakan untuk menentukan
panjang pendeknya interval yang ada dalam satuan alat ukur. Dengan menggunakan skala
pengukuran, maka alat ukur yang digunakan akamenghasilkan data kuantitatif. Setelah proses
pengukuran yang menghasilkan dakuantitatif yang berupa angka-angka tersebut barulah
kemudian ditentukaanalisis statistik yang cocok untuk digunakan. Di dalam ilmu statistik,
skapengukuran dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut :
1. Skala Nominal
7
Skala nominal merupakan skala pengukuran paling sederhana ata
tingkatannya paling rendah di dalam suatu penelitian. Skala ini hanya digunakauntuk
memberikan kategori saja. Misalnya digunakan untuk memberi labesimbol, lambang, atau nama
pada sebuah kategori sehingga akan mempermudapengelompokan data menurut kategorinya.
Pada skala nominal ini, peneliti akan mengelompokkan objek, baik individu
atau pun kelompok kedalam kategori tertentu dan disimbolkan dengan label atakode tertentu.
Kemudian, angka yang diberikan kepada objek hanya memiliki arsebagai label atau pembeda
saja dan bukan untuk menunjukkan adanya tingkataAgar lebih paham, berikut ini ciri-ciri dari
skala nominal :
Kategori data bersifat mutually exclusive (setiap objek hanya memiliki
satu kategori saja).
Kategori data tidak memiliki aturan yang logis (bisa sembarang).
2. Skala Ordinal
Skala ordinal merupakan skala pengukuran yang sudah menyataka
peringkat antar tingkatan. Jarak atau interval antar tingkatan juga tidak harus
sama. Skala ordinal ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi daripada skanominal, karena skala
ini tidak hanya menunjukkan kategori saja tetapi jugmenunjukkan peringkat. Di dalam skala
ordinal, objek atau kategorinya disusun
berdasarkan urutan tingkatannya, dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atasebaliknya, Ciri-
ciri dari skala ordinal antara lain :
Kategori data saling memisah.
Kategori data ditentukan berdasarkan jumlah karakteristik khusus yan
dimilikinya.
Kategori data dapat disusun sesuai dengan besarnya karakteristik yan
dimiliki.
3. Skala Interval
Skala Interval merupakan skala pengukuran yang bisas digunakan untu
menyatakan peringkat untuk antar tingkatan. Jarak atau interval antar tingkatapun
sudah jelas, hanya saja tidak memiliki nilai 0 (nol) mutlak.
Skala interval ini bisa dikatakan berada diatas skala ordinal dan nominal.
Besar interval atau jarak satu data dengan data yang lainnya memiliki bobot nilai
yang sama. Besar interval ini bisa saja di tambah atau dikurang. Berikut ini adalah
ciri-ciri dari skala interval :
Kategori data memiliki sifat saling memisah.
Kategori data memiliki aturan yang logis.
Kategori data ditentukan skalanya berdasarkan jumlah karaaktristik khusus
yang dimilikinya.
Perbedaan karakteristik yang sama tergambar dalam perbedaan yang sama
dalam jumlah yang dikenakan pada kategori.
Angka nol hanya menggambarkan satu titik dalam skala (tidak memiliki
nilai nol absolut).
4. Skala Rasio
Skala rasio adalah skala pengukuran yang ditujukan pada hasil pengukuran
yang bisa dibedakan, diurutkan, memiliki jarak tertentu, dan bisa dibandingkan.
Skala rasio merupakan tingkatan skala paling tinggi dan paling lengkap dibanding
skala-skala lainnya. Jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, dan memiliki
nilai 0 (nol) yang mutlak. Nilai nol mutlak berarti benar-benar menyatakan tidak
ada. Contoh Tabel.
Data Tinggi Badan Berat Badan
7
Nilda 170 60
Mifta 160 50
Janna 150 40
Skala pengukuran variabel penting untuk penentuan uji statistik yang sesuai:
skala nominal dan ordinal hanya bisa menggunakan uji statistik non parametrik,
sedangkan skala interval dan rasio bisa menggunakan statistik parametrik.
Bilangan Eksak ialah bilangan yang sudah jelas atau pasti, bulat dan diperoleh dari hasil
membilang.

Contoh: Banyaknya siswa di dalam sebuah kelas adalah 30 orang 30 orang tersebut ialah
bilangan eksak.

Bilangan Tidak Eksak adalah bilangan yang diperoleh dari hasil penghitungan atau
pengukuran yang terdiri dari bilangan desimal.

Angka Peting ialah semua angka yang di peroleh dari hasil sebuah pengukuran yang terdiri
dari angka pasti dan angka taksiran yaitu angka yang masih diragukan, sesuai dengan tingkat
ketelitian alat ukur yang digunakan.

1. Ketentuan Angka Penting :

 Semua angka yang bukan nol (0) termasuk angka penting.

Contoh : 6,90 ml memiliki 3 angka penting. 79,99 m memiliki empat angka penting. 7100,3003
(9 angka     penting)

 Semua angka nol yang terletak termasuk diantara bukan angka nol (0) merupakan angka penting.

Contoh : 1308 m memiliki 4 angka penting. 2,0067 memiliki 5 angka penting.

 Semua angka nol (0) yang terletak di belakang angka bukan angka nol (0) yang terakhir, tetapi terletak di
depan tanda desimal (,) ialah angka penting.

Contoh : 80000, ( 5 angka penting).

 Angka nol (0) yang terletak di belakang angka bukan nol (0) terakhir dan di belakang
tanda desimal ialah angka penting.

Contoh : 23,40000 (7 angka penting).

 Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol (0) yang terakhir dan tidak dengan
tanda desimal ialah angka tidak penting.

Contoh : 34300000 (3 angka penting).

 Angka nol (0) yang terletak di depan angka bukan nol (0) yang pertama ialah angka tidak penting.

Contoh : 0,000035234 (5 angka penting).

7
2. Aturan Pembulatan

 Apabila angka pertama setelah angka yang hendak dipertahankan ialah 5 atau lebih kecil lagi, maka angka
tersebut dan seluruh angka disebelah kanannya ditiadakan atau dihhilangkan.

Contoh 1 : 75,495 = 75,49 (angka 5 yang dicetak tebal ditiadakan atau dihilangkan).

Contoh (2) : 1,00848 = 1,008 (kedua angka yang dicetak tebal ditiadakan atau di hilangkan)

 Apabila angka pertama setelah angka yang akan kita pertahankan ialah 5 atau lebih besar lagi, maka angka
tersebut dan seluruh angka di bagian kanannya ditiadakan atau dihilangkan. Angka terakhir yang 
dipertahankan bertambah menjadi satu.

Contoh 1: 1,037877 = 1,038 (ketiga angka yang diberi garis bawah dihilangkan atau ditiadakan,
sedangkan angka 7 yang dicetak tebal, dibulatkan ditambah 1 menjadi 8).

Contoh (2) 28,02600 = 28,03 (ketiga angka yang diberi garis bawah dihilangkan aau ditiadakan.
Angka 2 yang dicetak tebal diubah dengan menambah 1 menjadi 3).

1. Aturan Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting

Apabila kita melakukan operasi penjumlahan atau pengurangan, maka hasil yang diperoleh
hanya boleh mengandung satu angka taksiran saja {catatan : angka tafsiran ialah angka
terakhir dari suatu angka penting}.

Contoh :

Jumlahkan angka dari 273,219 g, 15,5 g dan 8,43 g (catatan:jumlahkan seperti biasa,
selanjutnya bulatkan hasilnya hingga hanya terdapat satu angka taksiran saja)

Angka 4 dan 9 ditiadakan atau dihilangkan. Maka hasilnya = 297,1

1. Aturan Perkalian dan Pembagian

 Pada operasi perkalian atau pembagian, hasil yang diperoleh hanya dapat atau mempunyai jumlah angka
penting sebanyak bilangan yang angka pentingnya paling sedikit.

Contoh : Hitunglah operasi perkalian berikut ini: 0,5283 x 2,2 cm

(petunjuknya: Lakukanlah tatacara perkalian atau pembagian dengan cara biasa. Lalu bulatkan
hasilnya tersebut hingga memiliki angka penting sebanyak salah satu bilangan yang memiliki
angka penting paling sedikit).

0,5283 x 2,2 cm = 1,1622

Hasilnya yaitu dibulatkan menjadi 1,2 cm2 (dua angka penting)

7
 Hasil perkalian atau pembagian antara bilangan penting dengan bilangan eksak atau
bilangan pasti hanya boleh memiliki angka penting sebanyak jumlah angka penting pada
bilangan penting.

Contoh: hitunglah operasi perkalian berikut: 24 x 8,95

24 x 8,95 = 214,8

Maka hasilnya dibulatkan menjadi 225 cm ( tiga angka penting ) agar sama dengan banyak angka penting
pada bilangan penting 8,95 diatas.

7
10
BAB III

PENUTUP A.

Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai