0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
233 tayangan17 halaman

Panduan Lengkap Pankreatitis dan Perawatannya

Makalah ini membahas tentang penyakit pankreatitis yang merupakan peradangan pankreas yang dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Pankreatitis dapat disebabkan oleh batu empedu, alkohol, obat-obatan tertentu dan kondisi medis lainnya. Gejala utamanya adalah nyeri abdomen yang hebat. Pemeriksaan penunjang seperti CT scan dan ultrasonografi digunakan untuk diagnosis. Komplikasinya dapat berupa kista pankreas

Diunggah oleh

anggia debora
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
233 tayangan17 halaman

Panduan Lengkap Pankreatitis dan Perawatannya

Makalah ini membahas tentang penyakit pankreatitis yang merupakan peradangan pankreas yang dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Pankreatitis dapat disebabkan oleh batu empedu, alkohol, obat-obatan tertentu dan kondisi medis lainnya. Gejala utamanya adalah nyeri abdomen yang hebat. Pemeriksaan penunjang seperti CT scan dan ultrasonografi digunakan untuk diagnosis. Komplikasinya dapat berupa kista pankreas

Diunggah oleh

anggia debora
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANKREATITIS

DISUSUN OLEH
KELOMPOK V
ANGGRANI WULLUR (020003)
SRI SISKAWATI LATIF (020021)

AKADEMI KEPERAWATAN BARAMULI


TA.2020/2021

1
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi tuhan yang maha Esa karena berkat rahmat-Nya lah makalah yang
berjudul penyakit pancreas (pankreatitis) dapat selesai dengan baik dan tepat waktu. Adapun
tujuan penulisan makalah ini ialah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan penyakit
pankreatitis, penyebab timbulnya penyakit pankreatitis dan cara penyembuhan penyakit
pankreatitis. Dimana dengan mengetahui definisi serta penyebab penyakit pankreatitis tersebut
diharapkan dapat memberi pengetahuan dan ilmu dalam pengobatannya dan cara mencegah
penyakit tersebut.

Terima kasih penulis ucapkan kepada dosen mata kuliah KMB yang telah membantu
dalam menyusun makalah ini. Makalah ini disusun dengan berbagai referensi sebagai acuan,
penulis menyadari bahwa terdapat kekurangan dalam makalah ini, kritik dan saran sangat
diharapkan untuk membangun makalah ini menjadi lebih baik lagi.

Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Terima kasih

2
DAFTAR ISI
Kata pengantar……………………………………………………………….2

Daftar isi…………………………………………………………..................3

Bab I pendahuluan…………………………………………………………...4

1.1 Latar belakang…………………………………………………………...4

1.2 Rumusan masalah………………………………………………………..5

1.3 Tujuan masalah…………………………………………………………..5

Bab II pembahasan…………………………………………………………...6

2.1 pengertian pankreatitis…………………………………………………...6

2.2 etiologi…………………………………………………………………...6

2.3 patofisiologi……………………………………………………………...6

2.4 manifestasi klinik………………………………………………………...7

2.5 komplikasi………………………………………………..........................8

2.6 pemeriksaan penunjang…………………………………..........................8

2.7 penatalaksanakan medis………………………………………………….9

Bab III Asuhan keperawatan………………………………………………...11

3.1 pengkajian…………………………………..…………………………....11

3.2 diagnosa keperawatan………………….………………………………….13

3.3 intervensi (perencanaan)………………………………………………….13

3.4 implementasi (pelaksanaan)……………………………………………….14

3.5 evaluasi ……………………………………………………………………15

Bab IV penutup……………………………………………………………….16

4.1 kesimpulan………………………………………………………………..16

4.2 saran………………………………………………………………………16

Daftar pustaka………………………………………………………………...17

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

pankreas adalah kelenjar rasemosa besar dan memanjang yang terletak melintang
dibelakang lambung. Diantara limpa dan duodenum. Sekresi eksternalnya mengandung enzim
pencernaan. Sekresiinternal pangkreas mengandung enzim pencernaan. Insulin dihasilkan oleh
sel-sel beta dan sekresilainnya glukagon dihasilkan oleh sel-sel alfa. Sel alfa, beta dan delta
membentuk kumpulan disebutpulau langershand.

Pankereas merupakan suatu organ yang mempunyai fungsi endokrin dan eksokrin, dan
kedua fungsi inisaling berhubungan. Fungsi eksokrin yang utama adalah untuk memfasilitasi
proses pencernaan melaluisekresi enzim-enzim ke dalam duodenum proksimal. Sekretin dan
kolesistokinin pankreozimin (CCC-PZ) merupakan hormon traktus gastrointestinal yang
membantu dalam mencerna zat-zat makanan dengan mengendalikan sekret pangkreas. Sekresi
enzim pankreas yang normal berkisar dari 1500-2500 mm /hari. Pankreatitis adalah penyakit
peradangan serius yang akut atau kronis. Pankreatitis merujuk pada peradangan, edema, dan
necrosis yang terjadi sebagai akibat “pencernaan diri” pankreas oleh enzim yang biasanya
dikeluarkannya.

Pankreatitis akut ditandai dengan serangan peradangan dan edema tunggal atau berulang-
ulang.Kecuali dalam kasus pankreatitis yang disebabkan alkohol, pankreas kembali normal
setelah diobati, danpasien tidak mengalami lanjutan yang menetap. Kecanduan alkohol
merupakan penyebab paling umum timbulnya pankreatitis .

Pankreatitis kronis menyebabkan kerusakan pankreas yang proggresif dan permanen


karena jaringan normal digantikan oleh jaringan fibrosa. Kondisi kronis ini bisa terjadi setelah
pankreatitis akutatau terjadi sendiri. Penyebab paling umum pada orang dewasa adalah
kecanduan alkohol. Pada anak-anak, penyebab umumnya adalah kista fibrosis. Kondisi ini
menyebabkan insufisiensi enzim-enzim pankreas secara kronis.

4
1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana Konsep Penyakit Pankreatitis?


2. Bagaimana Asuhan Keperawatan yang diberikan pada pasien dengan penyakit
pankreatitis

1.3 TUJUAN MASALAH

1. Dapat memahami penyakit pankreatitis


2. Pembaca dapat membuat Asuhan Keperawatan pada pasien dengan penyakit pankreatitis

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN PANKREATITIS

Pankreatitis merupakan (inflamasi pankreas) merupakan penyakit yang serius pada


pankreas dengan intensitas yang dapat berkisar mulai dari kelainan yang relatif ringan dan
sembuh sendiri hingga penyakit yang berjalan dengan cepat dan fatal yang tidak bereaksi
terhadap berbagai pengobatan. (Brunner & Suddart, 200;1338). Pankreatitis adalah kondisi
inflamasi yang menimbulkan nyeri dimana enzim pankreas diaktifasi secaraprematur
mengakibatkan autodigestif dari pankreas. (Doengoes, 2000;558). Pankreatitis akut adalah
inflamasi pankreas yang biasanya terjadi akibat alkoholisme dan penyakitsaluran empedu seperti
kolelitiasis dan kolesistisis. (Sandra M. Nettina, 2001).

2.2 ETIOLOGI

1. Batu saluran empedu


2. Infeksi virus atau bakteri -Alkoholisme berat
3. Obat seperti steroid, diuretik tiazoid
4. Hiperlipidemia, terutama fredericson tipe V
5. Hiperparatiroidisme
6. Asidosis metabolik
7. Uremia
8. Imunologi seperti lupus eritematosus
9. Pankreatitis gestasional karena ketidakseimbangan hormonal
10. Defisiensi proteinToksin

2.3 PATOFISIOLOGI

Sebagai kontras adanya berbagai faktor etiologi yang menyertai pankreatitis, terdapat
berbagairangkaian kejadian patofisiologi yang uniform yang terjadi pada timbulnya penyakit ini.
Kejadian inididasarkan pada aktivitas enzim di dalam pancreas yang kemudian mengakibatkan
autodigesti organ.Dalam keadaan normal pancreas terlindung dari efek enzimatik enzim

6
digestinya sendiri.enzim ini disintesis sebagai zimogen yang inaktif dan diaktivasi dengan
pemecahan rantai peptid secara enzimatik.Enzim proteolotik (tripsin, kimotripsin,
karboksipeptidase, elastase ) dan fosfolopase A termasuk dalam kelompok ini.

Obat –obatan, penyakit lain, infeksi

Mual, muntah Refluks cairan empedu dan cairan dedounum

Aktivitas enzim tripsin

Intake nutrisi tidak adekuat

Autodigesti pancreas

Perubahan nutrisi iritasi pancreas nyeri

Inflamasi pancreas hipertermi

2.4 MANIFESTASI KLINIS

1. Rasa Nyeri abdomen yang hebat merupakan gejala utama pancreatitis.


2. Pasien tampak berada dalam keadaan sakit berat defens muskuler teraba pada abdomen.
3. Perut yang kaku atau mirip papan dapat terjadi dan merupakan tanda yang fatal. Namun
demikianabdomen dapat tetap lunak jika tidak terjadi peritonitis.
4. Bising usus biasanya menurun sampai hilang.
5. Kekakuan otot.
6. Ekimosis (memar) didaerah pinggang dan disekitar umbilikus.
7. Mual dan muntah umumnya dijumpai pada pankreatitis akut.
8. Hipotensi yang terjadi bersifat khas dan mencerminkan keadaan hipovolemia.
9. Syok akibat:
a. Hipovolemia karena eksudasi darah dan protein kedalam ruang retroperineum
(retroperinealburn);
b. Peningkatan pembentukan dan pelepasan peptide kinin yang menyebabkan
vasodilatasidan peningkatan permeabilitas vaskular.
c. syok yang disebabkan oleh kehilangan sejumlah besar yang kaya protein, karena
cairan ini mengalir kedalam jaringan dan rongga peritoneum.

7
10. Pasien dapat mengalami takikardia, sianosis dan kulit yang dingin serta basah disamping
gejalahipotensi.
11. Gejala infiltrasi paru yang difus, dispnoe, tachipnoe dan hasil pemeriksaan gas darah
abnormal.

2.5 KOMPLIKASI

Komplikasi yang sering muncul adalah :

1. Kista pankreas: kista dapat terjadi karena terkumpulnya cairan di sekeliling pankreas
akibatnekrosis pankreas.
2. Diabetes militus: nekrosis pada pankreas juga dapat mengenai sel-sel pualau langerhans
pankreassehingga terjadi penurunan insulin.

2.6. PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Scan-CT : menentukan luasnya edema dan nekrosis.


2. Ultrasound abdomen : dapat digunakan untuk mengidentifikasi inflamasi pankreas,
abses,pseudositis, karsinoma dan obstruksi trakrus billier.
3. Endoskopi: penggambaran duktus pankreas berguna untuk diagnosa fistula, penyakit
obstruksibillier dan striktur/anomali duktus pankreas. Catatan: Prosedur ini dikontra
indikasikan pada fase akut.
4. Aspirasi jarum penunjuk CT: dilakukan untuk menentukan adanya infeksi.
5. Foto abdomen: dapat menunjukkan dilatasi lubang usus besar berbatasan dengan
pankreas ataufaktor pencetus intra abdomen yang lain, adanya udara bebas intra
peritoneal disebabkan oleh perforasi atau pembekuan abses, klasifikasi pankreas.
6. Pemeriksaan seri GI atas: sering menunjukkan bukti pembesaran pankreas / inflamasi.
7. Amilase serum: meningkat karena obstruksi aliran normal enzim pankreas.
8. Amilase urine: meningkat dalam 2-3 hari setelah serangan.
9. Lipase serum: biasanya meningkat bersama amilase, tetapi tetap tinggi lebih lama.
10. Bilirubin serum: terjadi peningkatan umum (mungkin disebabkan oleh penyakit hati
alkoholik ataupenekanan duktus koledikus).
11. Fosfatase alkaline: biasanya meningkat bila pankreatitis disertai oleh penyakit billier.

8
12. Kalsium serum: hipokalsemi dapat terlihat dalam 2-3 hari setelah timbul penyakit
(biasanyamenunjukkan nekrosis lemak dan dapat disertai nekrosis pankreas).
13. Kalium: hipokalemia dapat terjadi karena kehilangan dari gaster, hiperkalemia dapat
terjadisekunder terhadap nekrosis jaringan, asidosis, insufisiensi ginjal.
14. Trigliserida: kadar dapat melebihi 1700 mg/dl dan mungkin agen penyebab pankreatitis
akut.
15. LDH/AST (SGOT): mungkin meningkat lebih dari 15x normal, karena gangguan billier
dalam hati.
16. Darah lengkap: SDM 10.000-25.000 terjadi pada 80% pasien. Hb mungkin menurun
karenaperdarahan. Ht biasanya meningkat (hemokonsentrasi) sehubungan dengan muntah
atau dari efusicairan kedalam pankreas atau area retroperitoneal.
17. Glukosa serum: meningkat sementara umum khususnya selama serangan awal atau akut.
18. Feses: peningktan kandungan lemak menunjukkan gagal pencernaan lemak dan protein.

2.7 PENATALAKSANAAN MEDIS

1. Tujuan terapi adalah mengurangi sekresi pankreas dan mengistirahatkan pankreas


2. Tindakan konvensional :
a) Pemberian anal getik untuk nyeri
b) Pemberian cairan dan koloid intravena untuk mempertahankan volume
intravascular normal
c) Puasa
d) Pengisapan nasogastrik untuk menurunkan pelepasan gastrin oleh lambung dan
mencegah isilambung masuk ke duodenum
3. Antibiotic untuk infeksi sekunder (flegmon, abses, pseudokista) atau sumbatan aliran
empedu(kolangitis asenden, koledokoletasis yang mengalami komplikasi).
4. 4.Karena sebab utama kematian adalah sepsis maka antibiotika diberikan. Antasid
biasanya diberikanuntuk mengurangi pengeluaran asam lambung dan duodenum dan
resiko perdarahan sekunderterhadap gastritis atau duodenitis (Sabiston, 1994).
5. Laparatomi dengan drainasepengeluaran jaringan nekrotik jika terapi konvensional tidak
dapatmemperbaiki kondisi klien yang memburuk.
6. Pemberian nutrisi secara parenteral

9
7. Pengobatan bagi klien dengan hipertrigliserida :
a. Penurunan berat badan sampai berta badan ideal
b. Diet rendah lemak
c. Olahraga
d. Menghindari alcohol dan obat yang dapat menigkatkan trigliserida serum (seperti
estrogen,vitamin A, tiazida, dan pengambilan beta)
e. pengendalian dialysis.

10
BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PANKREATITIS

3.1 PENGKAJIAN

1. Biodata pasien

- Nama :
- Jenis kelamin :
- Alamat :
- Umur :
- Status :
- Pekerjaan :
- Agama :
- Suku :

2.Riwayat penyakit

1. Keluhan UtamaPenderita biasanya mengeluh perut terasa sakit dan panas terbakar pada
abdomen sampai tembus kepunggung, terutama daerah epigastrik
2. Riwayat Penyakit SekarangPerjalanan penyakit ini biasanya dimulai dari rasa tidak enak
di perut, rasa perih sehingga kadang orangawam menganggapnya sebagai gangguan
lambung. Rasa perih itu kemudian berubah cepat menjadi rasaterbakar dan sakit pada
abdomen terutama epigastrik.
3. Riwayat Penyakit DahuluRiwayat terbayak penderita adalah pecandu alkohol disusul
kemudian adanya infeksi oleh bakteri danvirus pada pankreas. Biasanya jika terjadi
infeksi disertai dengan gejala rasa tidak enak diseluruh badandan kenaikan suhu tubuh.
Kelainan yang bisa memicu pankreatitis yaitu :
a. -Trauma abdomen terutama pada kuadran tengah
b. -Riwayat kelebihan lemak
c. -Riwayat pembuluh darah dan sirkulasi yang jelek

11
d. -Penyakit ulkus peptikum yang lama
e. -Pemberian obat-obatan seperti kotikosteroid dan diuretik dalam jangka lama.
4. Riwayat Penyakit KeluargaPenyakit ini memungkinkan ditularkan dari satu anggota ke
anggota yang lain melalui pemakaian alatmakan bersama-sama dalam jangka waktu yang
lama.
5. Pemerikasaan fisik
6. Status penampilan kesehatan: yang sering muncul adalah rasa kesakitan yang hebat pada
abdomen
7. Tingkat kesadaran: compos mentis, letargi, stupor, koma (tergantung kondisi fisiologi
untukmelakukan kompensasi terhadap kelainan eksokrin pankreas)
8. Observasi TTV:
a) Frekuensi nadi dan tekanan darah: takikardi (karena terjadi kompensasi terhadap
nyeri), hipertensi(karena peningkatan rangsangan persyarafan akibat nyeri)
b) Frekuensi pernapasan: takipneu (sebagai kompensasi untuk meningkatkan
produksi energi aerobuntuk mencukupi energi pafa fase nyeri aktif)
c) Suhu tubuh: sering muncul hipertemi karena efek peradangan
9. Pada leher biasanya terdapat pembesaran kelenjar limfe leher apabila ada infeksi
sistemik.
10. Pada aksila terdapat pembesaran limfe.
11. Pada abdomen, terlihat distensi abdomen karena pembengkakan pankreas. Auskultasi
bising ususmungkin meningkat sebagai respon mekanik terhadap peradangan pankreas.
Jika di palpasi terdapatnyeri takan pada epigastrik.
12. Pada keadaan dehidrasi, kulit dan mukosa bibir terasa kering.

12
3.2 DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi pankreas


2. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan respon sistemik peradangan
3. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan nutrisi tak adekuat.

3.3 INTERVENSI (PERANCANAAN)

1. Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi pancreas :


-Menyelidiki keluhan verbal nyeri. Liat lokasi dan intensitas khusus. Catat factor yang
meningkatkan dan menghilangkan nyeri.
-Mempertahankan tiral, baring selama serangan akut. Memberikan lingkungan tenang.
-Memberikan pilihan tindakan nyaman ( contoh pijatan punggung ); mendorong teknik
relaksasi
-Memberikan obat sesuai indikasi.
a. Analgesic narkotik, contoh meperidin (Demerol).
b. Sedative, contoh Mylanta, Maalox, amphogel, riopan.
c. Antasida contoh Mylanta, Maalox, ampohongel, riopan.
2. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan respon sistemik peradangan :
- Mengukur suhu badan
- Memberikan obat penurun demam jika demam
3. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan nutrisi tak adekuat.
-Mengkaji abdomen, catat adanya atau karakter bising usus, distensi abdomen dan
keluhan mual.
-Memberikan perawatan oral
-Pertahankan status puasa dan penghisapan gaster pada fase akut.
-Awasi glukosa serum
-Menimbang berat badan ini sesuai indikasi. Hubungankan dengan
perhitungan keseimbangan cairan.
-Mengukur masukan dan haluaran termaksud muntah, aspirasi gaster, diare. Menghitung
keseimbangan cairan 24 jam.

13
3.4 IMPLEMENTASI (PERENCANAAN)

1. Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi pancreas

Tujuan : setelah dilakukan tindakan selama 3x24 jam nyeri teratasi

Kriteria hasil :

a) Pasien mengatakan nyeri berkurang


b) Skala nyeri turun
c) Wajah pasien tampak rileks

2.Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan respon sistemik paradangan

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam suhu tubuh dapat normal
(36°-37°c).

Kriteria hasil :

a) Suhu tubuh dalam rentang normal (36°-37°c).


b) Kulit tidak teraba hangat
c) Wajah tidak tampak merah

3.Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual muntah

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam tidak terjadi resiko nutrisi
kurang dari kebutuhan.

Kriteria hasil :

a) Porsi makan habis


b) Berat badan normal
c) Nilai labolaturium yang terkait nutrisi bernilai normal.

14
3.5 EVALUASI
1. Melaporkan berkurangnya rasa nyeri dan gangguan rasa nyaman.
a. Mengkonsumsi obat analgesic serta antikolinergik seperti yang diresepkan dan
tidak berlebihan.
b. Mempertahankan tirah baring seperti yang diresepkan.
c. Menghindari konsumsi alcohol untuk mengurangi nyeri abdomen.
2. Mengalami perbaikan fungsi respiratorius
a Sering mengubah posisi ketika berada di tempat tidur.
b. Batuk dan napas dalam paling sedikit setiap jam sekali.
c. Memperlihatkan frekuensi dan pola pernapasan normal, ekspansi paru penuh,
suara pernapasan normal.
d. Suhu tubuh normal dan tidak terdapat infeksi pernapasan.
3. Mencapai keseimbangan nutrisi, cairan dan elektrolit
a. Melaporkan penurunan frekuensi diare.
b. Mengidentifikasi dan mengkonsumsi jenis-jenis makanan yang tinggi
karbohidrat tetapi rendah protein.
c. Menjelaskan rasional untuk menghindari asupan alcohol.
d. Mempertahankan asupan cairan yang adekuat dengan mengikuti pedoman
seperti yang diresepkan.
e. Memperilihatkan haluaran urine yang adekuat.

15
BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Pankreatitis (inflamasi pancreas) meruapakan penyakit yang serius pada pancreas dengan
intensitas yang dapat berkisar mulai dari kelainan yang relative ringan dan sembuh sendiri
hingga penyakit yang berjalan dengan cepat dan kondisi inflamasi yang menimbulkan nyeri
dimana enzim pancreas diaktifasi secara prematur mengakibatkan autodigestif dan pancreas fatal
yang tidak bereaksi terhadap berbagai pengobatan.

Gejala yang paling umum dari pankreatitis adalah nyeri perut yang parah bagian atas
yang menjalar ke punggung, mual, dan muntah yang diperparah dengan makan.

4.2 SARAN

Dengan adanya pembuatan makalah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami penyakit
pankreatitis dan juga dapat mengerti bagaimana asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien
dengan penyakit sehingga mempermudah kita nantinya di lapangan.

16
DAFTAR PUSTAKA

Suratun, lusianah.2010.Asuhan keperawatan klien dengan Gangguan System


Gastrointestinal.Jakarta : Trans Info Media

17

Anda mungkin juga menyukai