0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan12 halaman

Struktur dan Jenis Ikatan Kimia

Ikatan kimia terjadi karena gaya-gaya yang mengikat atom-atom. Ada beberapa jenis ikatan seperti ikatan ion, kovalen, hidrogen, dan van der Waals. Elektron berperan penting dalam pembentukan ikatan dengan cara melepaskan, menyerap, atau berbagi elektron. Susunan atom dalam zat padat dapat berupa kristal atau amorf yang mempengaruhi sifat zat tersebut.

Diunggah oleh

Muhammad Fadli
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan12 halaman

Struktur dan Jenis Ikatan Kimia

Ikatan kimia terjadi karena gaya-gaya yang mengikat atom-atom. Ada beberapa jenis ikatan seperti ikatan ion, kovalen, hidrogen, dan van der Waals. Elektron berperan penting dalam pembentukan ikatan dengan cara melepaskan, menyerap, atau berbagi elektron. Susunan atom dalam zat padat dapat berupa kristal atau amorf yang mempengaruhi sifat zat tersebut.

Diunggah oleh

Muhammad Fadli
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

IKATAN KIMIA

Ikatan kimia : Gaya-gaya yang mengikat atom-atom dalam molekul


atau gabungan ion-ion

Macam Ikatan Kimia:


❖Ikatan ion
❖Ikatan kovalen
❖Ikatan hidrogen
❖Ikatan van der Waals
❖Ikatan logam

Peranan Elektron dalam ikatan kimia


Elektron valensi adalah: elektron yang terdapat pada kulit bagian luar.
Pada proses pembentukan ikatan kimia cukup digambarkan melalui
elektron terluarnya saja
Susunan elektron yang stabil mempunyai 8 elektron pada kulit terluar
(oktet) sebagaimana yang dimiliki gas mulia, kecuali helium (dua
elektron).
Unsur-unsur gas mulia sangat stabil, sangat sukar bereaksi.
Unsur-unsur lain cendrung mencapai konfigurasi oktet gas mulia
terdekat
1. Melepas Elektron : logam yang mempunyai energi ionisasi
relatif kecil
2. Menyerap Elektron : non logam yang mempunyai afinitas atau
keelektronegatifan yang relatif besar
3. Memasangkan Elektron : Jika non logam direaksikan dengan
sesama non logam
4. Menerima pasangan elektron
A. Ikatan Ion
- ikatan antara ion positif dan ion negatif
- terjadi antara atom logam (terutama golongan IA dan IIA)
dengan atom bukan logam (terutama golongan VIA dan VIIA)
- ikatan antara atom-atom yang mempunyai potensial ionisasi
rendah dengan atom-atom yang mempunyai affinitas elektron
tinggi
-ikatan antara atom-atom dengan perbedaan keelektronegatifan
yang tinggi
Sifat senyawa ion :
1. Merupakan zat padat dengan titik leleh dan titik didih yang
relatif tinggi (Tm NaCl = 801 C)
2. Rapuh
3. Lelehannya menghantarkan listrik
4. Larutannya dalam air dapat menghantarkan listrik
Contoh ikatan ion :
Senyawa NaCl
Na + Cl → Na+ + Cl- → Na+Cl-

Atom natrium melepaskan satu elektron dan atom klor mengikat satu
elektron, sehingga atom natrium menjadi ion positif dan atom klor
menjadi ion negatif.
Hal ini disebabkan atom natrium mempunyai energi ionisasi kecil
sehingga menjadi ion positif sedangkan atom klor mempunyai afinitas
elektron besar.

Sebagai ion-ion yang muatannya berlawanan, ion Na+ dan ion Cl-
akan tarik menarik secara elektrostatik membentuk ikatan yang sangat
kuat yang disebut ikatan ion. Muatan listrik ion-ion ini tersebar ke
segala arah, sehingga ion cenderung dikelilingi ion-ion yang muatan-
nya berlawanan dan membentuk kisi-kisi kristal.
B. Ikatan Kovalen
- ikatan antara atom-atom dalam molekul berdasarkan pemakaian
pasangan elektron bersama.
- ikatan yang terjadi antara atom-atom yang mempunyai
perbedaan keelektronegatifan rendah.
- umumnya terjadi antara atom-atom bukan logam atau atom
yang tidak dapat membentuk ion positif.
Contoh Ikatan Kovalen :H2, HCl, H2O

C. Ikatan Kovalen Rangkap


Ikatan dengan dua pasang elektron milik bersama disebut ikatan
rangkap dua dan ikatan dengan tiga pasang elektron milik
bersama disebut ikatan rangkap tiga.
Contoh : O =O dan N ≡ N
C. Ikatan Kovalen Koordinat
Apabila pasangan elektron yang dipakai bersama berasal dari salah satu atom.
Contoh : Ikatan antara NH3 dan H+ membentuk NH4+
Ikatan antara atom S dan O pada H2SO4
D. Ikatan Hidrogen
Ikatan yang terjadi di dalam beberapa molekul H2O atom H dari molekul H2O yang
sedikit positif mengadakan ikatan dengan O dari molekul H2O lain yang bermuatan
sedikit negatif.
Contoh : Ikatan yang terjadi antara atom H dari molekul H2O yang satu dengan atom
O dari molekul H2O yang lain.
E. Ikatan Van Der Waals
Merupakan gaya tarik menarik molekul yang berdekatan.
Terjadi pada fasa gas yang berubah menjadi fasa cair. Fenomena ini diikuti dengan
penurunan suhu yang menyebabkan jarak antara molekul gas yang awalnya relatif
jauh dan gaya tarik menariknya sangat lemah menjadikan dekat dan gaya tarik
menariknya relatif lebih kuat.
F. Ikatan Logam
- Dalam tabel periodik unsur-unsur logam terdapat di bagian kiri.
- Logam mempunyai sifat antara lain dapat menghantarkan arus listrik.
Contoh : ikatan logam pada Al
Aluminium termasuk golongan III yang memiliki tiga elektron valensi.
Seperti logam-logam yang lain, aluminium mudah menghantarkan listrik tanpa
mengalami peleburan. Berarti dalam kawat aluminium elektronlah yang mengalir.
Dengan kata lain, logam aluminium mudah melepaskan elektron dan sekaligus mudah
menerima elektron. Cara pelepasan dan penerimaan elektron oleh logam aluminium
dapat dijelaskan sebagai berikut :
➢Misalkan setiap atom aluminium melepaskan ketiga elektron valensinya, maka terjadi
ion AI3+ elektron-elektron itu akan dengan mudah berpindah dari ion Al 3+ satu ke ion
AI3+ yang lain. Elektron-elektron dapat diibaratkan sebagai air laut (bermuatan negatif)
yang bergerak di sekeliling karang-karang (ion aluminium yang bermuatan positif).
➢Lautan elektron yang bermuatan negatif inilah yang mengikat ion aluminium menjadi
satu.

Zat padat dapat dibagi atas dua kelompok, yaitu


padatan kristal dan padatan amorf.

Padatan kristal memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


1. Mempunyai bentuk geometri yang tertentu.
2. Mempunyai bidang potong
3. Mempunyai titik leleh yang jelas
Padatan amorf memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Tidak mempunyai bentuk seperti kristal.
2. Pecah dengan bidang potong yang tidak teratur.
3. Tidak mempunyai titik leleh yang jelas.

Struktur Kristal
Sifat-sifat zat padat tampak bervariasi (ada yang bersifat lunak, keras, rapuh, mudah
ditempa, mempunyai titik didih tinggi, atau sifat-sifat lainnya). Sifat tersebut sangat
tergantung pada cara atom, molekul atau ion zat-zat menyusun bentuk. Penyusunan
bentuk zat-zat tersebut ada yang berbentuk kristal dan ada yang amorf. Oleh karena itu,
dengan mempelajari susunan kristal sangat membantu memahami sifat-sifat suatu zat.

Berdasarkan ikatan antara partikel-partikel penyusun, kristal dapat dibedakan menjadi


kristal logam, kristal ion, kristal kovalen raksasa, dan kristal molekul sederhana.
Kristal Logam
Atom-atom logam murni mempunyai ukuran sama dan terikat satu sama lain
dengan arah gaya yang tidak tentu, susunan atom-atomnya sangat rapat.
Contoh : Struktur FCC, BCC
Pada gambar terlihat lapisan pertama yang terdiri atas 16 bola terjejal. Semua
bola (A') bersentuhan dengan enam bola lainnya.
. Susunan heksagonal terjejal
Kristal Ion
Contoh : kristal natrium klorida dan sesium klorida.
Susunan kristal ion dipengaruhi oleh :
a. perbandingan banyak ion penyusun,
b. gaya tarik-menarik antar ion yang berlawanan dan gaya tolak-menolak antar ion
yang semacam
c. perbandingan jari-jari kation dan anion
Kristal natrium klorida terdiri atas ion-ion Na+ dan CI-. Setiap ion Na+ dikelilingi oleh 6
ion CI- dan sebaliknya. Oleh karena itu kristal natrium klorida mempunyai bilangan
koordinasi 6 .

Kristal NaCI Kristal sesium klorida


Kristal Kovalen Raksasa
Unsur-unsur karbon dan silikon, yang memiliki
harga keelektronegatifan sedang, dan mampu
membentuk empat ikatan kovalen, dapat
membentuk kristal kovalen raksasa. Pada
kristal intan, setiap atom karbon dapat menjadi
pusat bidang empat beraturan dan dikelilingi
oleh empat atom karbon lainnya pada setiap Kristal intan
sudut bidang empat.
Kristal Molekul Sederhana
Unsur-unsur bukan logam dan senyawa-senyawa bukan logam yang disusun oleh
unsur yang mempunyai keelektronegatifan tinggi membentuk kristal molekul
sederhana, misalnya yodium, karbon dioksida, air, dan naftalena. Dalam molekul
atom-atom bergabung dan terikat oleh ikatan kovalen yang kuat, sedangkan antar
molekul terikat satu dengan yang lain oleh ikatan Van der Waals, misalnya 12.
Kristal 12 berupa kubus berpusat badan dengan bilangan koordinasi 12.

Struktur kristal I2
Senyawa Organik vs senyawa anorganik
1. Stabilitas terhadap pemanasan
2. Titik cair dan titik didih
3. Kelarutan
4. Kereaktifan

Aplikasi Hidrokarbon:
1. Bahan bakar
2. Pelarut
3. Sumber hidrogen
4. Pelumas
5. Bahan baku untuk senyawa organik lain
6. Bahan baku industri

Anda mungkin juga menyukai