0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
465 tayangan15 halaman

Simulasi Sensor Suhu Ruangan

Sensor suhu LM35 digunakan untuk mengukur suhu ruangan dan mengontrol kipas serta LED berdasarkan suhu yang diukur. Program Arduino dibuat untuk membaca nilai suhu dari sensor, menghidupkan kipas jika suhu diatas 20 derajat, dan menghidupkan LED jika suhu dibawah 20 derajat. Simulasi dilakukan di Proteus untuk menguji program dan rangkaian sebelum diterapkan pada prototipe.

Diunggah oleh

20073Maimun Zaki
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
465 tayangan15 halaman

Simulasi Sensor Suhu Ruangan

Sensor suhu LM35 digunakan untuk mengukur suhu ruangan dan mengontrol kipas serta LED berdasarkan suhu yang diukur. Program Arduino dibuat untuk membaca nilai suhu dari sensor, menghidupkan kipas jika suhu diatas 20 derajat, dan menghidupkan LED jika suhu dibawah 20 derajat. Simulasi dilakukan di Proteus untuk menguji program dan rangkaian sebelum diterapkan pada prototipe.

Diunggah oleh

20073Maimun Zaki
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRATIKUM

SIMULASI SENSOR SUHU RUANGAN DENGAN ARDUINO


MELALUI PROTEUS

Dosen Pengampu :
Rahmat Hidayat, A.Md.T., S.Pd., M.Pd
Asisten Dosen :
Miftah Farhan

Disusun Oleh :

Maimun Zaki (2010631160073)


Kelas A Teknik Elektro

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
2020/2021
SIMULASI SENSOR SUHU RUANGAN DENGAN ARDUINO MELALUI PROTEUS

BAB I
LATAR BELAKANG
Sensor suhu adalah perangkat yang mengubah panas menjadi data listrik yang dapat
dievaluasi secara sederhana. Sensor ini dapat dibuat dengan berbagai cara, salah satunya
dengan memanfaatkan material yang mengubah hambatannya terhadap arus listrik sebagai
fungsi temperatur.

Sensor suhu LM35 merupakan komponen elektronik yang mengubah suhu menjadi
besaran listrik seperti tegangan. Jika dibandingkan dengan sensor suhu lainnya, LM35
menawarkan tingkat akurasi dan kemudahan konstruksi yang tinggi, LM35 juga memiliki
impedansi keluaran yang rendah dan linieritas yang tinggi, membuatnya mudah untuk
dihubungkan dengan sirkuit kontrol khusus dan tidak memerlukan penyesuaian tambahan.

Uji kalibrasi atau proses verifikasi diperlukan untuk setiap sensor untuk memastikan
keakuratan alat ukur sesuai dengan desainnya. Akibatnya, fitur-fitur tersebut diperlukan untuk
menentukan apakah sensor tersebut cocok untuk digunakan atau memiliki tingkat presisi yang
tinggi dalam pembacaan suhu. Sensor suhu LM35 mengubah jumlah suhu yang terkumpul
menjadi besaran tegangan. Sensor ini memiliki tingkat ketelitian yang tinggi dan hanya
memiliki tiga kaki. Kaki pertama IC LM35 disambungkan ke catu daya, kaki kedua adalah
keluaran, dan kaki ketiga diardekan.

BAB II
TUJUAN

Tujuan dari diadakannya praktikum ini adalah untuk:

1. Untuk mengetahui dan memahami konsep pemograman input output sensor LM35 pada
arduino.
2. Mampu memahami tentang sensor LM35 pada suhu ruangan dengan simulasi yang
dilakukan.
BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Arduino

Arduino adalah mikrokontroler papan tunggal open source yang didasarkan


pada arsitektur Wiring dan dimaksudkan untuk penggunaan dalam berbagai bidang.
Perangkat keras ini didukung oleh Atmel AVR CPU, sedangkan perangkat lunak ditulis
dalam bahasanya sendiri.
Mikrokontroler adalah sebuah chip atau IC (integrated circuit) yang dapat
diprogram dengan bantuan komputer. Tujuan dari penyematan program pada
mikrokontroler adalah agar rangkaian elektronik dapat membaca, mengolah, dan
mengeluarkan keluaran yang diinginkan. Akibatnya, mikrokontroler bertindak sebagai
"otak" dari rangkaian elektronik, yang mengontrol masukan, pemrosesan, dan
keluarannya.

Adapun jenis jenis papan pada arduino ada:

• Arduino USB
• Arduino Serial
• Arduino Mega
• Arduino Fio
• Arduino Lilypad
• Arduino BT
• Arduino Nano dan Arduino Mini

3.2 Proteus
Proteus adalah program desain PCB yang menyertakan simulasi pspice pada
level skematik sebelum rangkaian skema diperbarui ke PCB, memungkinkan kita
untuk menentukan apakah PCB yang akan kita cetak sudah benar atau belum sebelum
dicetak.

Proteus juga bisa disebut sebagai perangkat lunak yang menggabungkan ISIS
dan ARES untuk memudahkan kami mengembangkan dan mensimulasikan tata letak
tampilan untuk komponen elektronik dan PCB. Kabar baiknya adalah software ini
dapat menangani beberapa IC. Jika kita ingin mereplikasi program LED yang sedang
berjalan, misalnya, kita dapat membuat sketsa IC dan memantau pin IC yang
mengontrol LED.

Fitur-fitur software Proteus :


1. Dapat digunakan untuk mereplikasi rangkaian digital atau analog yang kita buat
secara terpisah, bersama-sama, atau dalam kombinasi.
2. Voltmeter, AmpereMeter, dan Oscilloscope adalah contoh simbol alat ukur atau alat
uji komponen listrik.
3. Memiliki periferal interaktif seperti LED, layar LCD, dan RS232.
4. Mendukung representasi grafis dari berbagai jenis analisis, termasuk transien,
frekuensi, derau, distorsi, AC, dan DC.
5. Mendukung simulasi berbagai IC, termasuk ATMEGA328.
6. Mendukung arsitektur terbuka, memungkinkan kita untuk mengunggah aplikasi
seperti C ++ / Arduino untuk mensimulasikan rangkaian.
7. Mendukung pembuatan PCB menggunakan program pembuat PCB-ARES, yang
langsung diupdate dari program ISIS.

3.3 Sensor Suhu LM35


Sensor suhu National Semiconductor LM35 adalah chip sirkuit terintegrasi
yang mengukur suhu suatu objek atau lingkungan dan mengeluarkan kuantitas listrik
(tegangan analog). Karena keluarannya berupa tegangan analog, maka sensor ini
merupakan sensor suhu analog. Sensor suhu LM 35 berbentuk seperti transistor, dengan
tiga kaki yang meliputi pin masukan tegangan positif, keluaran, dan masukan GND.

Prinsip Kerja pada Sensor LM35 :


Sensor LM35 beroperasi dengan mengubah nilai suhu menjadi nilai tegangan.
Tegangan ideal yang dihasilkan LM35 memiliki rasio suhu 100 ° C yaitu sebesar 1 volt.
Sensor ini memiliki suhu pemanasan sendiri (self-heating) kurang dari 0,1 ° C, dapat
diberi daya oleh satu sumber, dan dapat dihubungkan ke antarmuka sirkuit kontrol.

BAB IV
METODOLOGI DAN PERCOBAAN
4.1 Alat dan Bahan
➢ Alat
1. Aduino
2. Proteus 8.9
➢ Bahan
1. Arduino
2. Transistor
3. Resistor
4. Sensor LM35
5.
5.2 Gambar Alat dan Bahan
1. Alat
2. Bahan
1. Arduino Uno R3
2. FAN-DC
3. Led-Blue
4. LM016L
5. LM35

5.3 Langkah Kerja


• Pertama kita buka terlebih dahulu software proteus.

• Lalu siapkan bahan yang sudah tertera.


• Kemudian masukan komponen atau bahan tersebut kedalam persegi yang ada dan
ikuti garis-garis yang sudah tertera.

• Setelah itu pergi ke software arduino.


• Dan masukkan program yang ada.

#include <LiquidCrystal.h>
const int rs = 12, e = 11, d4 = 4, d5 = 5, d6 = 6, d7 = 7;
LiquidCrystal lcd(rs,e, d4, d5, d6, d7);
int temp;
int fan= 2;
int led= 1;
int sensorpin= A5;
int min_temp= 20;

void setup(){
lcd.begin(16, 2);
pinMode(fan, OUTPUT);
pinMode(led, OUTPUT);
}
void loop(){
temp= analogRead(sensorpin);
temp= temp*0.4883;
if(temp < min_temp){
digitalWrite(fan, LOW);
lcd.print("Kipas off");
}

if(temp >= min_temp){


digitalWrite(fan, HIGH);
digitalWrite(led, LOW);
lcd.print("Kipas on");
}
else{
digitalWrite(led, HIGH);
}

lcd.setCursor(0,1); // move cursor to next line


lcd.print("Suhu: ");
lcd.print(temp);
lcd.print("C");
delay(200);
lcd.clear();
}
• Setelah itu masukkan program tersebut kedalam rangkaian yang sudah ada
arduinonya dalam software proteus, dengan cara double klik pada arduino di
proteus lalu masukkan file arduino.
• Terakhir kita langsung saja Run/Start proteusnya.

5.4 Metode Percobaan


1. Menggunakan aplikasi Arduino, buat kode program.
2. Hubungkan LM35 ke Arduino - Leg 1 dengan pin analog (+) ke 5 Volt - 2 feet
dengan input analog A1 - Foot 3 dengan (-) Ground atau GND pada Arduino.
3. Pasang LED pada papan proyek dan hubungkan ke Arduino - hubungkan LED biru
ke pin 4 dari output digital.
4. Hubungkan Arduino ke laptop.
5. Dapatkan informasi suhu.

BAB V
DATA & ANALISA

5.1 Data Percobaan

Tegangan suhu delta T delta T


No beda tegangan(mv)
(mv) (oC) teori (oC) terbaca(oC)
1 273.7 14.67 27.37 1.467 1.467
2 288.37 14.66 28.837 1.466 1.466
3 303.03 -4.22 30.303 -0.422 -0.422
4 298.81 14 29.881 1.4 1.4
5 312.81 0 31.281 0 0
6 312.81 0 31.281 0 0
7 312.81 9.77 31.281 0.977 0.977
8 322.58 - 32.258 - -

Tegangan keluaran sensor suhu LM35 meningkat 10mV untuk setiap kenaikan
suhu 1ºC. Meskipun sensor suhu LM35 dapat menangani 30 volt, namun sensor
tersebut hanya diberi 5 volt sehingga memungkinkan Arduino dapat digunakan sebagai
sumber dengan menghubungkan ke pin analog 5 volt. Sensor LM35 memiliki
kemampuan untuk menciptakan panas (self-heating), sehingga menghasilkan kesalahan
pembacaan yang rendah yaitu kurang dari 0,5ºC pada 25ºC. Sensor LM35 telah
ditetapkan dalam hasil percobaan dengan perhitungan teoritis dan eksperimental untuk
setiap kenaikan 1 derajat Celcius, perbedaan tegangan akan meningkat sebesar 10 mv
atau 1 derajat Celcius untuk setiap kenaikan 10 mv.

5.2 Analisa Data


Dari rangkaian yang saya gunakan ini dan data yang sudah saya kumpulkan dan saya
dapatkan adalah kapan sebuah kipas bisa berjalan yang ada pada dalam rangkaian
tersebut hidup dan kapan led rangkaian tersebut mati, karena itu ada 4 data yang saya
kumpulkan diantaranya :
1. Disini terlihat pada suhu masih normal dan kecepatan berputar kipasnya juga makin
bertambah kencang.
2. Disini terlihat ketika dinaikkan 1º C menjadi 28ºC pada suhu masih normal dan
kecepatan berputar kipasnya juga makin bertambah kencang.

3. Disini terlihat ketika diturunkan 1ºC menjadi 26ºC pada suhu masih normal dan
kecepatan berputar kipasnya juga tidak ada perubahan.
4. Disini terlihat ketika diturunkan 1ºC menjadi 25ºC pada suhu masih normal dan
kecepatan berputar kipasnya juga tidak ada perubahan.
BAB VI
PEMBAHASAN

6.1 Kelebihan dan Kekurangan


Berdasarkan rangkaian yang sederhana, pasti ada yang namanya kelebihan dan
kekurangan maka dari itu saya akan menjabarkannya menjadi 2 bagian yaitu kelebihan
dan kekurangan.

❖ KELEBIHAN
▪ Rangkaian ini bisa dibuat dengan mudah karena dilihat dari segi rangkaian yang
sederhana.
▪ Tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak.
▪ Mudah dipahami cara kerjanya.
▪ Kegunaan yang tepat.

❖ KEKURANGAN
▪ Mudah rusak.
▪ Jika ada kerusakan harus dibongkar rangkaian yang sebelumnya.
▪ Keadaan cuaca yang tidak menentu.

6.2 Tinjauan Percobaan

Setiap satu derajat Celcius, keluaran dari sensor ini akan meningkat sebesar 10
mV. Dengan kenaikan nilai tegangan sebesar 10 mV, maka keluaran sensor dapat
membaca suhu kompresi sebesar 1ºC pada kondisi normal. LM35 dapat direkatkan ke
permukaan dengan perekat atau disemen ke permukaan, tetapi suhu akan menurun
sekitar 0,01ºC karena penyerapan pada suhu permukaan tersebut.
BAB VII
KESIMPULAN
7.1 Kesimpulan

Dari hasil simulasi rangkaian ini sensor suhu hanya perlu menambahkan
program Arduino ke desain rangkaian sederhana yang disebutkan di atas. LM35
berfungsi sebagai sensor suhu, dengan keluaran yang berasal dari LM35 kaki no2 (yang
di tengah) dan dibaca oleh Arduino melalui pin A0. Sifat dari sensor LM35 adalah jika
terjadi perbedaan temperatur maka terdapat perbedaan tegangan sebesar 10 mili volt
per 1 derajat Celcius sesuai dengan hasil percobaan.

BAB VIII
DAFTAR PUSTAKA

Parmono Imas Fatoni. 2009. Uji Kelayakan Melalui Karakterisasi Sensor LM35
dengan perbandingan Tegangan dan Suhu Berbasis Mikrokontroler atmega
8535l. Universitas Negeri Jakarta
Anton, 2007, Sensor Suhu LM35, http://www.elektronika-elekronika.blogspot.
com/Sensor Suhu LM35.htm

BAB IX
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai