0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan8 halaman

Menghitung Nilai Persediaan Akuntansi

Rangkuman ini membahas tentang klasifikasi persediaan yang terdiri dari barang dagangan, bahan baku, bahan pembantu, barang dalam proses dan barang jadi. Selain itu juga membahas tentang metode penetapan harga pokok persediaan yaitu metode perpetual dan metode periodik."

Diunggah oleh

putri artiwi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan8 halaman

Menghitung Nilai Persediaan Akuntansi

Rangkuman ini membahas tentang klasifikasi persediaan yang terdiri dari barang dagangan, bahan baku, bahan pembantu, barang dalam proses dan barang jadi. Selain itu juga membahas tentang metode penetapan harga pokok persediaan yaitu metode perpetual dan metode periodik."

Diunggah oleh

putri artiwi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANGKUMAN MATERI KULIAH (RMK)

AKUNTANSI KEUANGAN I

MENGHITUNG NILAI PERSEDIAAN

( Dr. Ida Bagus Putra Astika, S.E., M.Si., Ak. CA )

Oleh :

Kelompok 2

Anggota :

Elsa Isabel ( 1907531173 )

Nyoman Putri Artiwi ( 1907531190 )

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN AJARAN 2020
KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan sebuah rangkuman materi kuliah dengan judul
“Menghitung Nilai Persediaan” dengan tepat waktu guna memenuhi tugas Mata Kuliah
Akuntansi Keuangan I yang diberikan.

Rangkuman mata kuliah ini berisikan tentang contoh-contoh peristiwa atau kasus
yang berhubungan atau berkaitan dengan topik yang telah dibahas pada pertemuan-pertemuan
sebelumnya. Rangkuman mata kuliah ini kami buat berdasarkan dari beberapa referensi yang
kami pelajari dan rangkum sedemikian rupa sehingga dapat memberikan informasi yang
diperlukan. Dengan dibuatnya rangkuman mata kuliah ini diharapkan dapat membantu
pembaca agar dapat lebih memahami topik-topik yang telah dibahas pada pertemuan-
pertemuan sebelumnya.

Adapun rangkuman mata kuliah ini sangatlah jauh dari kata sempurna. Maka dari itu
kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan ini. Kami berharap makalah
yang kami buat dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Kami juga berharap
akan adanya saran dari pembaca agar kami dapat menerapkannya dalam pembuatan tugas-
tugas selanjutnya.

Akhir kata kami ucapkan terimakasih atas kesediaannya dalam membaca tulisan ini.
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang membantu sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas ini dengan baik.

Jimbaran, 12 April 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii


DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
Klasifikasi Persediaan ............................................................................................. 1
Harga Pokok Persediaan ......................................................................................... 1
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 5

iii
Menghitung Nilai Persediaan

1. Klasifikasi Persediaan
Persediaan barang diklasifikasikan sesuai dengan jenis usaha perusahaan tersebut. Dalam
perusahaan perdagangan persediaan barang merupakan aktiva dalam bentuk siap dijual
kembali dan yang paling aktif dalam operasi usahanya. Sedangkan dalam perusahaan
pabrikasi atau manufaktur, persediaan barang dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Terdapatnya klasifikasi
persediaan yang berbeda antara perusahaan perdagangan dengan perusahaan manufaktur
adalah karena fungsi dua perusahaan itu memang berbeda.
Persediaan mencakup unsur-unsur sebagai berikut :
a. Barang dagangan yaitu barang yang dibeli oleh perusahaan dari pihak lain dalam
kondisi sudah siap untuk dijual tanpa melakukan proses lebih lanjut.
b. Bahan baku adalah barang-barang yang dibeli oleh perusahaan dalam keadaan harus
dikembangkan/diproses lebih lanjut yang akan menjadi bagian utama dari barang jadi.
c. Bahan pembantu adalah barang-barang yang dibeli oleh perusahaan dalam rangka
mendukung proses produksi sampai menjadi barang jadi.
d. Barang dalam proses adalah bahan yang sudah dimasukkan dalam suatu proses
produksi tetapi belum selesai diolah, sehingga baru menyerap sebagian biaya bahan,
biaya tenaga kerja dan biaya pabrik.
e. Barang jadi adalah produk selesai yang dihasilkan dari suatu pengolahan produk dan
telah menyerap biaya bahan, biaya tenaga kerja serta biaya pabrik secara tuntas.

2. Harga Pokok Persediaan


Nilai persediaan barang dagang ditentukan oleh gabungan dua factor, yaitu kuantitas dan
harga pokok. Kuantitas persediaan dapat diperoleh melalui perhitungan secara fisik. Harga
pokok persediaan adalah harga untuk memperoleh persediaan tersebut. Disamping harga beli,
termasukdalam harga pokok persediaan adalah semua biaya yang terjadi sampai dengan
persediaan siap dijual, misalnya biaya pengangkutan, bea masuk dan asuransi.

Kesulitan dalam menetapkan harga pokok persediaan adalah apabila selama satu periode,
barang yang sama diperoleh dengan beberapa harga yang berbeda. Apabila demikian ,perlu
ditentukan harga yang akandigunakan untuk menetapkan harga pokok persediaan.
1
Dalam hal ini, pencatatan persediaan dibagi menjadi dua macam metode, yaitu: Metode
Perpetual dan Metode Periodik. Kedua metode ini memiliki karakteristik yang berbeda satu
dengan lainnya. Penjelasan tentang kedua metode ini adalah sebagai berikut:

a. Metode Perpetual
Dalam system perpetual, perubahan jumlah persediaan (fisik maupun rupiah)
dimonitor setiap saat. Caranya dengan menyediakan kartu persediaan untuk setiap
jenis persediaan. Apabila ada selisih dalam pencatatan persediaan maka pada jurnal
dicatat sebagai selisih pencatatan persediaan.Perusahaan yang menggunakan Sistem
Perpetual, memiliki beberapa ciri-ciri perusahaan perpetual adalah sebagai berikut:

a. Pembelian barang dagangan dicatat dengan mendebet rekening persediaan,


bukan rekening pembelian.
b. Harga pokok penjualan dihitung untuk tiap transaksi penjualan, dan dicatat
dengan mendebet rekening Harga Pokok Penjualan, dan mengkredit rekening
persediaan.
c. Persediaan merupakan rekening control dan dilengkapi dengan buku pembantu
persediaan yang berisi catatan untuk tiap jenis persediaanSelain itu,
perusahaan yang menggunakan jurnal sistem perpetual, memiliki keuntungan
tersendiri, di antaranya yaitu:
d. Rekening persediaan akan dapat menunjukkan saldo persediaan yang ada pada
akhir tiap bulan, dengan tidak perlu menggunakan perhitungan fisik.
e. Harga pokok penjualan diketahui untuk setiap transaksi penjualan barang
dagangan, sehingga laba kotor penjualan dapat diketahui, tampa menunggu
sampai akhir periode.
f. Dengan telah diketahuinya saldo persediaan dan harga pokok penjualan, maka
jurnal penyesuaian pada akhir periode tidak diperlukan lagi.Jurnal untuk
mencatat transaksi pembelian dan penjualan pada metoda perpetual berbeda
dengan jurnal system periodik. Dalam system persediaan perpetual pembelian
barang dagangan dicatat dengan mendebet rekening persediaaan sebesar harga
perolehannya.
b. Metode Periodik
Pada sistem ini, Harga Pokok Penjualan (cost of goods sold) baru dihitung dan dicatat
pada akhir periode akuntansi. Cara yang dilakukan adalah dengan menghitung

2
kuantitas barang yang ada di gudang di setiap akhir periode, kemudian mengalikanya
dengan harga pokok per unitnya. Dengan cara ini maka jumlahnya, baik fisik maupun
harga pokoknya, tidak dapat diketahui setiap saat. Konsekuensinya, jumlah barang
yang hilang tidak dapat dideteksi oleh system ini Untuk dapat menghitung Harga
Pokok Penjualan dan harga Pokok Persediaan akhir dapat digunakan berbagai cara
yaitu:
- Identifikasi Khusus
Metode ini berdasarkan anggapan bahwa arus barang harus sama dengan arus
biaya. Tiap jenis barang dipisah berdasarkan harga pokoknya dan tiap kelompok
dibuatkan kartu persediaan sendiri. Contohnya ponsel merek A tipe 123 dibuatkan
kartu persediaan sendiri.Harga pokok penjualan terdiri dari harga pokok barang-
barang yang dijual, dan sisanya merupakan persediaan akhir.
Metode ini dapat digunakan perusahaan yang menggunakan prosedur pencatatan
persediaan dengan cara fisik maupun cara buku. Tetapi karena cara ini
menimbulkan banyak pekerjaan tambahan maupun gudang yang luas maka jarang
digunakan.Metode ini biasanya diterapkan pada perusahaan yang menjual produk
dengan harga mahal, jumlah dan jenis produknya terbatas.
- FIFO (First In First Out)
Metode ini berdasarkan harga beli pertama untuk menentukan harga pokok
penjualan apabila terjadi penjualan. Contoh: pada bulan juni perusahaan membeli
barang dagangan dengan harga Rp 5000, bulan juli membeli barang dagangan
sejenis dengan harga Rp 6000. Pada bulan agustus terjadi penjualan barang
dagangan. Maka harga yang digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan
adalah Rp 5000, baru kemudian Rp 6000 apabila produk dengan harga beli Rp
5000 sudah habis dijual.
- LIFO (Last In First Out)
Metode ini merupakan kebalikan dari metode FIFO. Pada metode LIFO, barang
yang paling terakhir dibeli akan dijual/ dikeluarkan lebih dulu. Harga perolehan
barang yang dibeli terakhir akan dialokasikan lebih dahulu sebagai harga pokok
penjualan.
- Rata-rata Tertimbang
Dalam metode ini barang yang dipakai untuk produksi atau dijual akan dibebani
harga pokok rata-rata. Perhitungan harga pokok rata-rata dilakukan dengan cara
membagi jumlah harga perolehan dengan kuantitasnya. Artinya harga perolehan

3
barang di gudang ditambah harga perolehan barang yang baru dibeli dibagi
kuantitas / jumlah barang di gudang dan jumlah barang yang dibeli. Hasil
pembagian inilah yang akan digunakan sebagai pedoman menghitung harga pokok
penjualan.Metode ini disebut juga rata-rata bergerak karena harganya berubah-
ubah setiap terjadi pembelian. Artinya setiap ada pembelian akan merubah harga
pokok barang yang tersedia untuk dijual.

4
DAFTAR PUSTAKA

http://zakiyatunisa-ichaa.blogspot.com/2012/12/pengertian-dan-klasifikasi-persediaan.html
http://dedi-akun.blogspot.com/2012/03/klasifikasi-persediaan.html
https://www.jurnal.id/id/blog/2018-pengakuan-nilai-hpp-dan-persediaan-akhir-menurut-
metode-akuntansi/

Anda mungkin juga menyukai