Bab 9 Pola Singkapan
Bab 9 Pola Singkapan
Pola Singkapan
BAB IX
POLA SINGKAPAN
9.1. Tujuan
Beriku tujuan dari praktikum tentang pola singkapan kali ini adalah
sebagai berikut:
1. Mengetahui berbagai pola singkapan batuan.
2. Menentukan pola sebaran batuan berdasarkan singkapan yang ditemukan.
3. Membuat penampang geologi dan memperhitungkan volume batuan.
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
dekat permukaan bumi, yang merupakan penyajian ilmiah yang paling baik
yang menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan
untuk mengidentifikasi dan mencegah sumber daya yang bernilai dari resiko
bencana alam dan menetapkan kebijakan dalam pemanfaatan lahan.
Bentuk relief permukaan bumi ternyata dapat bergantung pada keadaan
geologi setempat, seperti pada susunan batuan maupun struktur yang ada di
daerah tersebut. Batuan yang keras (resisten) cenderung dapat membentuk
suatu relief yang lebih menonjol daripada daerah batuan yang lunak.
Sedangkan daerah yang terdiri dari batuan gamping akan membentuk suatu
pola bentang alam kars topografi.
Proses perkembangan ini selalu dikontrol oleh adanya kekuatan yang
besar dan terus berlangsung secara berkesinambungan, baik yang berasal dari
dalam maupun dari luar bumi. Adanya kekuatan yang bekerja di dalam bumi
meyebabkan batuan-batuan tersebut terikat dan terlipat.
Kekuatan yang bekerja di permukaan bumi akan menyebabkan
terjadinya pelapukan dan juga terjadinya erupsi yang menyebabkan perubahan
terhadap roman muka bumi. Kekuatan tersebut menyebabkan terjadinya
perubahan pada roman muka bumi, berupa suatu tonjolan dan lekukan yang
membentuk relief pada permukaan bumi. Seperti yang kita ketahui, bumi terdiri
dari berbagai bentuk. Bagian yang paling luar adalah kerak bumi yang tersusun
oleh berbagai lapisan batuan.
Pada kedudukan tersebut setiap tempat tidaklah sama, tergantung dari
kekuatan tektonik yang mempengaruhinya. Seperti dijelaskan sebelumnya,
adanya gaya-gaya yang berkerja menyebabkan batuan terlipat dan terangkat,
dan apabila terkena pelapukan juga erosi, maka batuan tersebut akan tersingkap
ke permukaan.
Dari adanya singkapan batuan inilah dapat diketahui keadaan geologi
suatu daerah dan juga dapat dibuat suatu peta singkapan batuan geologi yang
menggambarkan tentang keadaan daerah tersebut, meliputi penyebaran batuan
atau litologi.
Besar dan bentuk dari pola peyebaran atau dari singkapan tergantung
dari beberapa jenis, yaitu :
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
1. Tebal lapisan
Dengan tebal yang berbeda walaupun pada kemiringan yang sama,
pengaruh tebal lapisan akan membuat lebar pola singkapan yang berbeda.
Gambar 9.1
Pola Singkapan Berdasarkan Tebal Lapisan
Gambar 9.2
Pola Singkapan Berdasarkan Topografi atau Morfologi
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Gambar 9.3
Pola Singkapan Berdasarkan Besar Kemiringan Lapisan
Gambar 9.4
Pola Singkapan Berdasarkan Struktur Lipatan
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Gambar 9.5
Lapisan Horizontal Tampak Samping (a), Tampak Atas (b)
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Gambar 9.6
Lapisan Horizontal Tampak Samping (a), Tampak Atas (b)
3. Pada lapisan tegak akan membentuk pola singkapan dan berupa garis lurus
dimana pola singkapan ini tidak dipengaruhi oleh kedaan topografi.
Gambar 9.7
Lapisan Horizontal Tampak Samping (a), Tampak Atas (b)
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Gambar 9.8
Lapisan Horizontal Tampak Samping (a), Tampak Atas (b)
5. Lapisan dengan kemiringan yang searah dan besarnya sama dengan pola
singkapannya, yaitu dengan pola kemiringan lereng, maka pola
singkapannya akan membentuk huruf V yang berlawanan dengan arah
kemiringan lereng.
Gambar 9.9
Lapisan Horizontal Tampak Samping (a), Tampak Atas (b)
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Gambar 9.10
Lapisan Horizontal
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Gambar 9.11
Peta Geologi Kalimantan
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
yang lerengnya tidak stabil. SIG juga menyediakan peta-peta geologi dan
fasilitas untuk keperluan analisa geologi bagi para pengguna, baik ahli geologi
maupun umum.
Peta geologi dibuat berlandaskan dasar dan tujuan ilmiah dimana
memanfaatan lahan, air dan sumberdaya ditentukan atas dasar peta geologi.
Peta geologi menyajikan sebaran dari batuan dan tanah di permukaan atau
dekat permukaan bumi, yang merupakan penyajian ilmiah yang paling baik
yang menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan
untuk mengidentifikasi dan mencegah sumberdaya yang bernilai dari resiko
bencana alam dan menetapkan kebijakan dalam pemanfaatan lahan.
Pada dasarnya peta geologi merupakan rangkaian dari hasil berbagai
kajian lapangan. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pemetaan geologi
diartikan sama dengan geologi lapangan. Peta geologi umumnya dibuat diatas
suatu peta dasar (peta topografi atau rupa bumi) dengan cara memplot
singkapan-singkapan batuan beserta unsur struktur geologinya diatas peta dasar
tersebut. Pengukuran kedudukan batuan dan struktur di lapangan dilakukan
dengan menggunakan kompas geologi. Kemudian dengan menerapkan hukum-
hukum geologi dapat ditarik batas dan sebaran batuan atau satuan batuan serta
unsur unsur strukturnya sehingga menghasilkan suatu peta geologi yang
lengkap.
Pada umumnya ada beberapa macam bagian peta geologi yang sering
digunakan untuk laporan, baik dalam studi kelapangan atau dalam misi untuk
mengetahui kandungan mineral di dalamnya.
Peta geologi memberikan petunjuk tentang susunan lapisan batuan dan
pada umumnya memberikan informasi tentang formasi apa saja yang ada di
daerah yang dipetakan. Dasar untuk peta geologi biasanya adalah peta
topografi.
Peta geologi adalah gambaran tentang keadaan geologi suatu wilayah,
yang meliputi susunan batuan yang ada (stratigrafi) dan bentuk-bentuk
(struktur) dari masing-masing satuan batuan tersebut.
Peta geologi merupakan sumber informasi dasar yang antara lain :
jenis-jenis batuan. Ketebalan dan arah penyebaran batuan, susunan atau urutan
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
satuan batuan, struktur, pelapisan, kekar dan perlipatan. Serta proses yang
pernah terjadi didaerah ini. Peta geologi adakalanya dibuat berdasarkan
kepentingannya, misalkan untuk kepentingan ilmiah (science), untuk
kepentingan pertambangan atau teknik sipil (engrinering) atau kepentingan lain
misalnya pertanian lingkungan dan sebagaiya. Hal secara prinsip sama,
misalnya pada peta geologi teknik, disamping dicantumkan jenis batuan, disini
juga dibedakan hasil pelapukan (soil), tanah timbunan, juga sifat-sifat teknik
batuan, muka air tanah, kedalam bataun dasar dan sebagainya.
Suatu peta geologi mempunyai persyaratan teknis yang terdiri dari
simbol-simbol, yaitu tanda yang dipakai untuk menggambarkan sesuatu
pada peta geologi, berupa singkatan hurup, warna, simbol dan corak, atau
gabungannya.
a. Singkatan Huruf
Satuan kronostratigrafi pada peta geologi ditunjukkan
dengan singkatan hurup. Sebagai dokuman atau acuan satuan
kronostratigrafi adalah tabel (chart) yang dibuat oleh Elsevier (1989)
atau revisinya.
1) Hurup pertama (hurup besar) menyatakan jaman, misalnya P
untuk Perem, TR untuk Trias, T untuk Tersier.
2) Hurup kedua (hurup kecil) menyatakan seri, misalnya Tm
berarti kala Miosen dalam jaman Tersier.
3) Hurup ketiga (hurup kecil) menyatakan nama formasi atau
satuan litologi, misalnya Tmc berarti formasi Cipluk berumur
Miosen.
4) Hurup Keempat (hurup kecil) menyatakan jenis litologi atau
satuan peta yang lebih rendah (anggota), misalnya Tmcl berarti
anggota batugamping formasi Cipluk yang berumur Miosen.
5) Hurup kelima digunakan hanya untuk batuan yang mempunyai
kisaran umur panjang, misalnya Tpokc berarti anggota Cawang
formasi Kikim berumur Paleosen-Oligosen.
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Tabel 9.1.
Singkatan Huruf Peta Geologi
b. Tata Warna
Warna dipakai untuk membedakan satuan peta geologi,
dipilih berasaskan jenis batuan, umur satuan dan satuan geokronologi.
1) Warna dasar yang digunakan adalah kuning, magenta (merah)
dan sian (biru) serta gabungannya. Setiap warna dinyatakan
dengan sandi 0, 1, 3, 5, 7 dan x, yaitu sandi derajat kekuatan
warna atau presentase penyaringan pada proses kartografi.
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Tabel 9.2.
Warna dan Corak Peta Geologi
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan
Nur Hidayatthulah
H1C112033