0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
542 tayangan21 halaman

Bab 9 Pola Singkapan

Dokumen tersebut membahas tentang pola singkapan batuan dan tujuan praktikum tentang pola singkapan, yaitu mengenali berbagai pola singkapan batuan, menentukan pola sebaran batuan berdasarkan singkapan, dan membuat penampang geologi. Pola singkapan bergantung pada tebal lapisan, topografi, kemiringan lapisan, dan struktur lipatan.

Diunggah oleh

WM OWN
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
542 tayangan21 halaman

Bab 9 Pola Singkapan

Dokumen tersebut membahas tentang pola singkapan batuan dan tujuan praktikum tentang pola singkapan, yaitu mengenali berbagai pola singkapan batuan, menentukan pola sebaran batuan berdasarkan singkapan, dan membuat penampang geologi. Pola singkapan bergantung pada tebal lapisan, topografi, kemiringan lapisan, dan struktur lipatan.

Diunggah oleh

WM OWN
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Praktikum Geologi Struktur

Pola Singkapan

BAB IX
POLA SINGKAPAN

9.1. Tujuan

Beriku tujuan dari praktikum tentang pola singkapan kali ini adalah
sebagai berikut:
1. Mengetahui berbagai pola singkapan batuan.
2. Menentukan pola sebaran batuan berdasarkan singkapan yang ditemukan.
3. Membuat penampang geologi dan memperhitungkan volume batuan.

9.2. Dasar Teori

Umumnya bentuk relief muka bumi dipengaruhi oleh bentuk struktur


batuan yang telah ada. Batuan dikatakan tersingkap bila ketinggiannya sama
dengan permukaan bumi. Bila setiap singkapan batuan yang sama atau lebih
tinggi dihubungkan dengan batas yang jelas pada peta, maka akan terlihat suatu
bentuk penyebaran batuan. Bentuk penyebaran tersebut dikenal dengan pola
singkapan.
Dari adanya singkapan batuan inilah dapat diketahui keadaan geologi
suatu daerah dan juga dapat dibuat peta singkapan batuan geologi yang
menggambarkan tentang keadaan daerah tersebut, meliputi suatu penyebaran
batuan atau litologi, penyebaran tersebut diatas disebut juga dengan peta dasar
geologi.
Singkapan adalah kenampakan lapisan batuan yang tersingkap di
permukaan bumi. Bentuk singkapan tergantung tebal, topografi atau morfologi,
besar kemiringan lapisan, dan bentuk strukur lipatan. Aturan yang menentukan
pola singkapan dan hubungannya antara lapisan yang mempunyai kemiringan
dengan bentuk topografi berelief disebut hukum V (Ibra, 2013).
Gaya-gaya yang bekerja menyebabkan batuan terangkat dan terlipat
serta jika terkena pelapukan dan erosi, maka batuan akan tersingkap di

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

permukaan bumi. Analisa singkapan batuan mampu menjelaskan keadaan


geologi suatu daerah serta dari fungsi tersebut dapat dibuat peta yang
menggambarkan keadaan geologi daerah tersebut, baik berupa penyebaran
batuan (litologi), penyebaran struktur, serta bentuk morfologinya. Peta
semacam itu disebut dengan peta geologi.
      Karena adanya kedudukan yang tidak sama dari berbagai batuan dan
bentuk relief permukaan bumi, maka bentuk penyebaran serta struktur batuan
yang tergambar dalam peta akan menciptakan pola tertentu. Bentuk penyebaran
batuan tersebut dikenal dengan pola singkapan (Ardiano, 2013).
Singkapan-singkapan tersebut dapat ditemukan pada bagian-bagian
permukaan yang diperkirakan mempunyai tingkat erosi atau pengikisan yang
tinggi, seperti :
1. Pada puncak-puncak bukit, dimana pengikisan berlangsung intensif.
2. Pada aliran sungai, dimana arus sungai mengikis lapisan tanah penutup.
3. Pada dinding lembah, dimana tanah dapat dikikis oleh air limpasan.
4. Pada bukaan-bukaan akibat aktivitas manusia, seperti tebing jalan, sumur
penduduk atau pada parit-parit jalan dan tambang yang sudah ada.
Pengamatan-pengamatan yang dapat dilakukan pada suatu singkapan
antara lain :
1. Pengukuran jurus dan kemiringan (strike dan dip) lapisan yang tersingkap.
2. Pengukuran dan pengamatan struktur-struktur geologi (minor atau major)
yang ada.
3. Pemerian (deskripsi) singkapan, meliputi kenampakan megaskopis, sifat-
sifat fisik, tekstur, mineral-mineral utama, fragmen-fragmen, serta dimensi
endapan.   
Peta geologi adalah peta yang menggambarkan keadaan geologi suatu
daerah dengan skala tertentu. Geomorfologi berkaitan pada peta geologi yang
merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan geologi yang mempelajari
bentuk-bentuk dari permukaan bumi yang terjadi, diakibatkan adanya gaya
yang bekerja dalam bumi maupun di permukaan bumi.
Geomorfologi merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang
mempelajari bentuk–bentuk dari permukaan bumi yang terjadi karena
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

diakibatkan adanya gaya yang bekerja dalam bumi maupun di permukaan


bumi.
Mempelajari permukaan bumi sangatlah penting bagi para ahli geologi,
karena expresi topografi itu terkadang dapat dilihat serta dapat menunjukan
keadaan geologi baik struktur maupun batuannya.
Proses perkembangan ini selalu dikontrol oleh adanya kekuatan yang
besar dan selalu terus berlangsung secara berkesinambungan, baik yang berasal
dari dalam maupun luar bumi.
Adanya kekuatan yang bekerja di dalam bumi serta menyebabkan
batuan–batuan tersebut terangkat dan terlipat, sedangkan kekuatan yang
bekerja di permukaan bumi akan menyebabkan terjadinya pelapukan dan juga
terjadinya erupsi denudasi yang menyebabkan perubahan terhadap roman muka
bumi.
Kekuatan tersebut di atas menyebabkan terjadinya perubahan pada
roman muka bumi, berupa suatu tonjolan dan lekukan yang membentuk relief
pada permukaan bumi. Bentuk relief permukaan bumi ternyata dapat
tergantung atau terkontrol oleh keadaan geologi setempat seperti pada susunan
batuan maupun struktur yang ada di daerah tersebut.
Pada dasarnya peta geologi merupakan rangkaian dari hasil berbagai
kajian lapangan. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pemetaan geologi
diartikan sama dengan geologi lapangan. Peta geologi umumnya dibuat di atas
suatu peta dasar (peta topografi atau rupa bumi) dengan cara memplot
singkapan-singkapan batuan beserta unsur struktur geologinya di atas peta
dasar tersebut.
Pengukuran kedudukan batuan dan struktur di lapangan dilakukan
dengan menggunakan kompas geologi, kemudian dengan menerapkan hukum-
hukum geologi dapat ditarik batas dan sebaran batuan atau satuan batuan serta
unsur unsur strukturnya, sehingga menghasilkan suatu peta geologi yang
lengkap.
Peta geologi dibuat berlandaskan dasar dan tujuan ilmiah, dimana
memanfaatan lahan, air dan sumber daya ditentukan atas dasar peta geologi.
Peta geologi menyajikan sebaran dari batuan dan tanah di permukaan atau
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

dekat permukaan bumi, yang merupakan penyajian ilmiah yang paling baik
yang menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan
untuk mengidentifikasi dan mencegah sumber daya yang bernilai dari resiko
bencana alam dan menetapkan kebijakan dalam pemanfaatan lahan.
Bentuk relief permukaan bumi ternyata dapat bergantung pada keadaan
geologi setempat, seperti pada susunan batuan maupun struktur yang ada di
daerah tersebut. Batuan yang keras (resisten) cenderung dapat membentuk
suatu relief yang lebih menonjol daripada daerah batuan yang lunak.
Sedangkan daerah yang terdiri dari batuan gamping akan membentuk suatu
pola bentang alam kars topografi.
Proses perkembangan ini selalu dikontrol oleh adanya kekuatan yang
besar dan terus berlangsung secara berkesinambungan, baik yang berasal dari
dalam maupun dari luar bumi. Adanya kekuatan yang bekerja di dalam bumi
meyebabkan batuan-batuan tersebut terikat dan terlipat.
Kekuatan yang bekerja di permukaan bumi akan menyebabkan
terjadinya pelapukan dan juga terjadinya erupsi yang menyebabkan perubahan
terhadap roman muka bumi. Kekuatan tersebut menyebabkan terjadinya
perubahan pada roman muka bumi, berupa suatu tonjolan dan lekukan yang
membentuk relief pada permukaan bumi. Seperti yang kita ketahui, bumi terdiri
dari berbagai bentuk. Bagian yang paling luar adalah kerak bumi yang tersusun
oleh berbagai lapisan batuan.
Pada kedudukan tersebut setiap tempat tidaklah sama, tergantung dari
kekuatan tektonik yang mempengaruhinya. Seperti dijelaskan sebelumnya,
adanya gaya-gaya yang berkerja menyebabkan batuan terlipat dan terangkat,
dan apabila terkena pelapukan juga erosi, maka batuan tersebut akan tersingkap
ke permukaan.
Dari adanya singkapan batuan inilah dapat diketahui keadaan geologi
suatu daerah dan juga dapat dibuat suatu peta singkapan batuan geologi yang
menggambarkan tentang keadaan daerah tersebut, meliputi penyebaran batuan
atau litologi.
Besar dan bentuk dari pola peyebaran atau dari singkapan tergantung
dari beberapa jenis, yaitu :
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

1. Tebal lapisan
Dengan tebal yang berbeda walaupun pada kemiringan yang sama,
pengaruh tebal lapisan akan membuat lebar pola singkapan yang berbeda.

*Sumber : http://geologiinter.blogspot.com, 2013

Gambar 9.1
Pola Singkapan Berdasarkan Tebal Lapisan

2. Topografi atau morfologi


Walaupun tebal kemiringan pada suatu lapisan yang menyangkut
suatu peta topografi menggambarkan peta singkapan batuan yang relatif
besar, sedangkan peta morfologi adalah kenampakan pada pemukaan bumi
yang relatif, memperlihatkan bentuk ketidakselarasan secara vertikal baik
dalam ukuran besar maupun ukuran yang sangat kecil dari permukaan
litosfer.

*Sumber : http://geologiinter.blogspot.com, 2013

Gambar 9.2
Pola Singkapan Berdasarkan Topografi atau Morfologi

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

3. Besar kemiringan lapisan


Lapisan yang tebalnya sama dengan topografi, tetapi bila suatu
kemiringan tebalnya berbeda, maka arah kemiringan suatu lapisan batuan
dapat berbeda pula.

*Sumber : http://geologiinter.blogspot.com, 2013

Gambar 9.3
Pola Singkapan Berdasarkan Besar Kemiringan Lapisan

4. Bentuk struktur lipatan


Lipatan mempunyai struktur tersendiri dan akan membentuk pola
singkapan yang sangat berlainan. Untuk lipatan menunjam yang terdiri
dari sinklin dan antiklin akan membentuk pola zig-zag, serta mempunyai
ekspresi topografi punggung.

*Sumber : http://geologiinter.blogspot.com, 2013

Gambar 9.4
Pola Singkapan Berdasarkan Struktur Lipatan

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

Dalam pola singkapan dikenal pula hukum V. Hubungan antara lapisan


yang mempunyai kemiringan dengan bentuk topografi berelief yang
menghasilkan pola singkapan yang beraturan, dimana aturan tersebut dikenal
dengan hukum V (Anonim, 2013).
Berikut merupakan aturan-aturan dari hukum V tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Lapisan horizontal akan membentuk pola singkapan yang mengikuti garis
kontur.

*Sumber: http://dephut.go.id, 2013

Gambar 9.5
Lapisan Horizontal Tampak Samping (a), Tampak Atas (b)

2. Lapisan dengan kemiringan yang berlawanan atau kemiringan lereng,


maka kenampakan lapisan akan memotong lembah dengan pola singkapan
yang membentuk huruf V yang berlawanan dengan arah kemiringan
lembah.

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

*Sumber : http://dephut.go.id, 2013

Gambar 9.6
Lapisan Horizontal Tampak Samping (a), Tampak Atas (b)

3. Pada lapisan tegak akan membentuk pola singkapan dan berupa garis lurus
dimana pola singkapan ini tidak dipengaruhi oleh kedaan topografi.

*Sumber : http://dephut.go.id, 2013

Gambar 9.7
Lapisan Horizontal Tampak Samping (a), Tampak Atas (b)

4. Lapisan yang miring searah dengan arah kemiringan lembah, dimana


kemiringan lembah lebih kecil dari arah kemiringan lapisan, dan
sebaliknya kemiringan lapisan lebih besar dari pada kemiringan lereng
atau lembah yang membentuk pola singkapan huruf V mengarah sama
dengan arah kemiringan pada lembah.

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

*Sumber : http://dephut.go.id, 2013

Gambar 9.8
Lapisan Horizontal Tampak Samping (a), Tampak Atas (b)

5. Lapisan dengan kemiringan yang searah dan besarnya sama dengan pola
singkapannya, yaitu dengan pola kemiringan lereng, maka pola
singkapannya akan membentuk huruf V yang berlawanan dengan arah
kemiringan lereng.

*Sumber : http://dephut.go.id, 2013

Gambar 9.9
Lapisan Horizontal Tampak Samping (a), Tampak Atas (b)

6. Lapisan yang kemiringannya searah dengan kemiringan lereng, dimana


kemiringan lapisan lebih kecil dari kemiringan lembah, maka pola
singkapannya akan membentuk huruf V yang berlawanan dengan
kemiringan lembah.

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

*Sumber : http://dephut.go.id, 2013

Gambar 9.10
Lapisan Horizontal

Pengamatan singkapan batuan biasanya dilakukan dengan mengambil


jalur di sepanjang aliran sungai yang sering dijumpai singkapan batuan dengan
baik.
Pengamatan yang dilakukan meliputi jenis batuan dan penyebarannya,
kedudukannya, hubungan antara batuan dan litologi, serta strukturnya.
1. Data singkapan dari tiap lokasi pengamatan yang diplotkan pada peta dasar
(peta topografi), berupa garis penuh bila diketahui dengan pasti dan berupa
garis lurus putus-putus yang telah diperkirakan.
2. Batas litologi, garis sesar, dan sumbu lipatan yang biasanya berupa garis
lurus putus–putus yang telah diperkirakan.
3. Legenda peta diurutkan sesuai urutan stratigrafi.
4. Penyebaran satuan batuan bisa ditarik batasnya di antara satuan yang
berlainan dengan data yang memperlihatkan hukum V.
Pemetaan geologi adalah suatu proses ilmiah yang bersifat interpretasi
dan dapat menghasilkan berbagai jenis peta untuk berbagai macam tujuan,
termasuk misalnya untuk penilaian kualitas air bawah tanah dan resiko
pencemaran, memprediksi bencana longsor, gempa bumi, erupsi
gunungapi, karakteristik sumberdaya mineral dan energi, manajemen lahan dan
perencanaan tata guna lahan dan lain sebagainya.
Pemetaan geologi merupakan suatu kegiatan pendataan informasi-
informasi geologi permukaan dan menghasilkan suatu bentuk laporan berupa

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

peta geologi yang dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran dan


susunan batuan (lapisan batuan), serta memuat informasi gejala-gejala struktur
geologi yang mungkin mempengaruhi pola penyebaran batuan pada daerah
tersebut. Selain pemetaan informasi geologi, pada kegiatan ini juga sekaligus
memetakan tanda-tanda mineralisasi yang berupa alterasi mineral (Anonim,
2013).
Dalam pemetaan geologi, seorang ahli geologi harus mengetahui
susunan dan komposisi batuan serta struktur geologi, baik yang tersingkap di
permukaan bumi maupun yang berada di bawah permukaan melalui
pengukuran kedudukan batuan dan unsur struktur geologi dengan cara
menggunakan kompas geologi serta melakukan penafsiran geologi, baik secara
induksi dan deduksi yang disajikan diatas peta dengan menggunakan simbol
atau warna.

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

*Sumber: www.petaregional.com, 2013

Gambar 9.11
Peta Geologi Kalimantan

Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, seperti Sistem


Informasi Geografi (SIG) maka aspek pemetaan geologi mengalami perubahan,
yaitu dengan tersedianya piranti lunak (software) sebagai alat bantu yang
memungkinkan ukuran (geometri) dan karakteristik dari suatu tubuh batuan
dan kenampakan geologi lainnya disimpan secara elektronik (dalam format
digital), ditelusuri, dianalisa dan disajikan untuk berbagai keperluan. Dengan
memanfaatkan teknologi SIG, memungkinkan para ahli melakukan analisa
spasial, misalnya dalam mencari sebaran polusi yang mungkin terjadi di sekitar
sumur bor didasarkan atas sifat-sifat batuannya, penentuan rute rencana jalan
dengan menghindari wilayah-wilayah yang rawan longsor dan daerah-daerah

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

yang lerengnya tidak stabil. SIG juga menyediakan peta-peta geologi dan
fasilitas untuk keperluan analisa geologi bagi para pengguna, baik ahli geologi
maupun umum.
Peta geologi dibuat berlandaskan dasar dan tujuan ilmiah dimana
memanfaatan lahan, air dan sumberdaya ditentukan atas dasar peta geologi.
Peta geologi menyajikan sebaran dari batuan dan tanah di permukaan atau
dekat permukaan bumi, yang merupakan penyajian ilmiah yang paling baik
yang menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan
untuk mengidentifikasi dan mencegah sumberdaya yang bernilai dari resiko
bencana alam dan menetapkan kebijakan dalam pemanfaatan lahan.
Pada dasarnya peta geologi merupakan rangkaian dari hasil berbagai
kajian lapangan. Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pemetaan geologi
diartikan sama dengan geologi lapangan. Peta geologi umumnya dibuat diatas
suatu peta dasar (peta topografi atau rupa bumi) dengan cara memplot
singkapan-singkapan batuan beserta unsur struktur geologinya diatas peta dasar
tersebut. Pengukuran kedudukan batuan dan struktur di lapangan dilakukan
dengan menggunakan kompas geologi. Kemudian dengan menerapkan hukum-
hukum geologi dapat ditarik batas dan sebaran batuan atau satuan batuan serta
unsur unsur strukturnya sehingga menghasilkan suatu peta geologi yang
lengkap.
Pada umumnya ada beberapa macam bagian peta geologi yang sering
digunakan untuk laporan, baik dalam studi kelapangan atau dalam misi untuk
mengetahui kandungan  mineral di dalamnya.
Peta geologi memberikan petunjuk tentang susunan lapisan batuan dan
pada umumnya memberikan informasi tentang formasi apa saja yang ada di
daerah yang dipetakan. Dasar untuk peta geologi biasanya adalah peta
topografi. 
Peta geologi adalah gambaran tentang keadaan geologi suatu wilayah,
yang meliputi susunan batuan yang ada (stratigrafi) dan bentuk-bentuk
(struktur) dari masing-masing satuan batuan tersebut.
Peta geologi merupakan sumber informasi dasar yang antara lain :
jenis-jenis batuan. Ketebalan dan arah penyebaran batuan, susunan atau urutan
Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

satuan batuan, struktur, pelapisan, kekar dan perlipatan. Serta proses yang
pernah terjadi didaerah ini. Peta geologi adakalanya dibuat berdasarkan
kepentingannya, misalkan untuk kepentingan ilmiah (science), untuk
kepentingan pertambangan atau teknik sipil (engrinering) atau kepentingan lain
misalnya  pertanian lingkungan dan sebagaiya. Hal secara prinsip sama,
misalnya pada peta geologi teknik, disamping dicantumkan jenis batuan, disini
juga dibedakan hasil pelapukan (soil), tanah timbunan, juga sifat-sifat teknik
batuan, muka air tanah, kedalam bataun dasar dan sebagainya.
Suatu peta geologi mempunyai persyaratan teknis yang terdiri dari
simbol-simbol, yaitu tanda yang dipakai untuk menggambarkan sesuatu
pada peta geologi, berupa singkatan hurup, warna, simbol dan corak, atau
gabungannya.
a. Singkatan Huruf
Satuan kronostratigrafi pada peta geologi ditunjukkan
dengan singkatan hurup. Sebagai dokuman atau acuan satuan
kronostratigrafi adalah tabel (chart) yang dibuat oleh Elsevier (1989)
atau revisinya.
1) Hurup pertama (hurup besar) menyatakan jaman, misalnya P
untuk Perem, TR untuk Trias, T untuk Tersier.
2) Hurup kedua (hurup kecil) menyatakan seri, misalnya Tm
berarti kala Miosen dalam jaman Tersier.
3) Hurup ketiga (hurup kecil) menyatakan nama formasi atau
satuan litologi, misalnya Tmc berarti formasi Cipluk berumur
Miosen.
4) Hurup Keempat (hurup kecil) menyatakan jenis litologi atau
satuan peta yang lebih rendah (anggota), misalnya Tmcl berarti
anggota batugamping formasi Cipluk yang berumur Miosen.
5) Hurup kelima digunakan hanya untuk batuan yang mempunyai
kisaran umur panjang, misalnya Tpokc berarti anggota Cawang
formasi Kikim berumur Paleosen-Oligosen.

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

6) Hurup pT (p kecil sebelum T besar) digunakan untuk


singkatan umur batuan sebelum Tersier yang tidak diketahui umur
pastinya.
7) Untuk batuan yang mempunyai kisaran umur panjang, urutan
singkatan umur berdasarkan dominasi umur batuan, misalnya
QT untuk batuan berumur Tersier hingga Kuarter yang
didominasi batuan berumur Quarter, JK untuk batuan berumur
Jura hingga kapur yang didominasi batuan berumur Jura.
8) Batuan beku dan malihan yang tak terperinci susunan dan
umurnya cukup dinyatakan dengan satu atau dua buah hurup,
misalnya a untuk andesit, b untuk basal, gd untuk granodiorit,
um untuk ultramafik atau ofiolit dan s untuk sekis.
9) Batuan beku dan malihan yang diketahui umurnya
menggunakan lambang hurup jaman, misalnya Kg berarti granit
berumur Kapur.
10) Pzm berarti batuan malihan berumur Paleozoikum, Ks berarti
sedimen berumur Kapur, Tmsv berarti klastika gunungapi
berumur Miosen, Tpv berarti batuan gunungapi berumur
Paleogen, Tni berarti batuan terobosan berumur Neogen.

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

Tabel 9.1.
Singkatan Huruf Peta Geologi

*Sumber : http://geoenviron.blogspot.com, 2013

b. Tata Warna
Warna dipakai untuk membedakan satuan peta geologi,
dipilih berasaskan jenis batuan, umur satuan dan satuan geokronologi.
1) Warna dasar yang digunakan adalah kuning, magenta (merah)
dan sian (biru) serta gabungannya. Setiap warna dinyatakan
dengan sandi 0, 1, 3, 5, 7 dan x, yaitu sandi derajat kekuatan
warna atau presentase penyaringan pada proses kartografi.

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

2) Warna yang dipilih untuk membedakan satuan batuan sedimen


dan endapan permukaan sepenuhnya menganut sistem warna
berdasarkan jenis dan umur. Untuk membedakan beberapa
satuan seumur dapat digunakan corak.
3) Batuan malihan dibedakan berdasarkan derajat dan fasies serta
umur nisbi batuan pramalihan dan litologi. Tata warna batuan
malihan sama dengan batuan sedimen atau mengunakan bakuan
warna khusus.
4) Warna batuan beku menyatakan susunan kimianya : asam,
menengah, basa, dan ultrabasa. Untuk membedakannya dipilih
warna yang berdekatan atau menurut kunci warna yang sudah
dibakukan. Bila diperlukan, dapat digunakan corak dengan
bakuan khusus.
5) Batuan gunungapi yang berlapis dan dan diketahui umurnya,
mengikuti tata warna untuk batuan sedimen. Perbedaan litologi
untuk lahar, breksi gunung api dan tuff dinyatakan dengan
corak. Beberapa satuan batuan gunung api pada suatu lembar
peta geologi dapat dibedakan berdasarkan susunan kimianya
dengan bakuan warna khusus.
6) Satuan tektonit dinyatakan dengan corak khusus.
7) Atas dasar pertimbangan keilmuan atau prospek ekonomi,
beberapa hal yang menonjol seperti batuan terubah, derajat
pemalihan atau persifatan khusus lainnya, pada peta geologi
dapat disajikan secara khusus.

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

Tabel 9.2.
Warna dan Corak Peta Geologi

*Sumber : http://geoenviron.blogspot.com, 2013

c. Manfaat dan Kegunaan Peta Geologi


Data geologi umumnya disajikan dalam bentuk berbagai jenis
peta, antara lain: Peta Geohidrologi, Peta Geologi Teknik, Penampang
Geologi, Laporan Geologi dan lain-lain. Data geologi dibutuhkan untuk
menunjang upaya-upaya manusia dalam.
Peta geologi sebagai peta yang menggambarkan sebaran
berbagai jenis batuan dan struktur geologi dalam suatu peta dan

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

merupakan sumber informasi geologi dari suatu wilayah akan


bermanfaat bagi para perencana maupun pelaksana dalam bidang:
1) Keteknikan (Pembangunan Pondasi Bendungan, Jalan Raya, Daya
Dukung Lahan, Daerah Rawan Longsor, Daerah Rawan Banjir, dan
lain-lain).
2) Perencanaan Wilayah dan Kota (Perencanaan Tata Ruang).
3) Pertambangan (Potensi Bahan Galian Ekonomis).
4) Perminyakan (Potensi Sumberdaya Gas dan Minyak bumi).
5) Industri (Potensi Sumberdaya Air dan Mineral).

Nur Hidayatthulah
H1C112033
Praktikum Geologi Struktur
Pola Singkapan

9.3. Alat dan Bahan


9.3.1. Alat
Berikut alat-alat yang digunakan pada praktikum tentang pola
singkapan ini adalah :
a. Clipboard
b. Pensil Mekanik
c. Penghapus
d. Penggaris
e. Penggaris Sablon
f. Busur
g. Rapido
h. Milipen (Merah dan Biru)
i. Kalkulator
9.3.2. Bahan
Berikut bahan yang digunakan pada praktikum tentang pola
singkapan ini adalah kertas A4s.
a. Kertas A4s
b. Kertas Millimeter Blok A4
c. Kertas A3
d. Lembar Kerja
e. Kertas Kalkir
f. Peta Geologi
g. Peta Cropline

Nur Hidayatthulah
H1C112033

Anda mungkin juga menyukai