0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
249 tayangan9 halaman

Tugas Perpajakan

Dokumen tersebut berisi contoh soal dan penjelasan rumus perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk bukan pegawai. Terdapat dua jenis PPh Pasal 21 untuk bukan pegawai, yaitu yang tidak berkesinambungan dan yang berkesinambungan. Diberikan contoh perhitungan PPh Pasal 21 untuk berbagai kasus seperti penerjemah, guru les, dokter, petugas asuransi, dan atlet.

Diunggah oleh

Anggun
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
249 tayangan9 halaman

Tugas Perpajakan

Dokumen tersebut berisi contoh soal dan penjelasan rumus perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk bukan pegawai. Terdapat dua jenis PPh Pasal 21 untuk bukan pegawai, yaitu yang tidak berkesinambungan dan yang berkesinambungan. Diberikan contoh perhitungan PPh Pasal 21 untuk berbagai kasus seperti penerjemah, guru les, dokter, petugas asuransi, dan atlet.

Diunggah oleh

Anggun
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS PERPAJAKAN

CONTOH SOAL PERHITUNGAN PPH PASAL 21


BUKAN PEGAWAI

OLEH:
KELOMPOK 6

Anggota : 1. Anggun Aulia Ramadia (2001071010)


2. Yofi Fitriani (2001071028)
Kelas : 2A D3 Akuntansi

PRODI D3 AKUNTANSI
JURUSAN AKUNTANSI
POLITEKNIK NEGERI PADANG
TA. 2020/2021
A. PPh 21 Bukan Pegawai tidak berkesinamabungan
Rumus Perhitungan:

Tarif Pasal 17 x (50% x Penghasilan Bruto)

Contoh Soal

1. Pada bulan Januari 2020, PT. Maju Bersama mengadakan seminar Internasional dengan
mengundang perusahaan luar negeri. Kemudian PT. Maju Bersama menghubungi Budi untuk
menjadi penerjemah Bahasa Inggris - Indonesia. Atas pekerjaan itu, budi mendapat
penghasilan 20 juta rupiah. Sepanjang tahun 2020 Budi hanya melakukan sekali pekerjaan di
PT. Maju Bersama. Budi memiliki NPWP dan status belum menikah dan tidak mempunyai
tanggungan (TK/0).

Perhitungan
PPh 21 Budi
Tarif Pasal 17 x (50% x 20.000.000)
= 5% x 10.000.000
= 500.000
 
* Jika Budi tidak memiliki NPWP, Tarif PPh 21

120% x (Tarif Pasal 17 x (50% x 20.000.000))


= 120% x 5% x 10.000.000
= 600.000
Jadi, PPh 21 yang harus dibayarkan PT. Maju Bersama atas jasa Budi adalah 500.000. Tetapi
jika Budi tidak memiliki NPWP PPh 21 Budi adalah 600.000. 

2. Delima merupakan seorang pekerja yang pengajar di sebuah bimbel bernama PT Harus Pintar
Semua dengan bayaran sebesar Rp 6.000.000. Berapa PPh 21 yang harus dibayarkan oleh
Delima yang sudah memiliki NPWP ini?

Perhitungan:

Besarnya PPh 21 terutang dengan NPWP: (50% x Penghasilan Bruto) x Tarif Pasal 17
= (50% x Rp 6.000.000) x 5% = Rp 150.000
Sedangkan apabila Delima tidak memiliki NPWP adalah: (50% x Penghasilan Bruto) x Tarif
Pasal 17 x 120%
(50% x Rp 6.000.000) x 5% x 120% = Rp 180.000
3. Dian sisnika adalah Konsultan Bisnis profesional dan juga seorang motivator bisnis. PT.
Usaha Maju menggunakan jasa belia di perusahaan. Dian Sisnika mendapatkan 1 kali
pekerjaan dari PT. Usaha Maju yaitu pada bulan maret sebesar 50.000.000. Dian Sisnika
tidak bekerja di tempat lain,  beliau belum berkeluarga dan tidak memiliki tanggugan.
Berikut adalah daftar imbalan/penghasilan yang diberikan PT. usaha maju kepada Alisa:
Perhitungan:

Penghasilan Bruto:
Pendapatan bulan Maret : 50.000.000
Pendapatan nulan april : 65.000.000

Pajak bulan Maret


50% x 50.000.000 = 25.000.000
PTKP = 4.500.000
Penghasilan kena pajak = 20.500.000
Penghasilan kena pajak kumulatif 20.500.000
Tarif Pasal 17 ayat 1 huruf a UU pph = 5%

Pph pasal 21 terutang :


5%x 20.500.000 = 1.025.000

4. Santoso melakukan jasa perbaikan AC kepada PT. Bahagia dengan fee sebesar Rp
6.000,000,00. Berapa pajak yang harus di bayarkan oleh Santoso ?
Perhitungan:

Penghitungan PPh Pasal 21 adalah:


5% x 50% Rp 6.000.000,00 = Rp 150.000,00

Dalam hal Santoso tidak memiliki NPWP maka besarnya PPh Pasal 21 yang terutang
menjadi sebesar:
120% x 5% x 50% Rp 6.000.000,00 = Rp 180.000,00
5.Dede merupakan seorang pekerja yang pengajar di sebuah bimbel bernama PT. Aksara dengan
bayaran sebesar Rp 8.000.000. Dede sudah memiliki NPWP, berapa PPh 21 yang harus
dibayarkan oleh Dede yang sudah memiliki NPWP ini ? Dan berapa pajak yang harus
dibayarkan dede jika tidak memiliki NPWP ?

Perhitungan:

Besarnya PPh 21 terutang dengan NPWP: (50% x Penghasilan Bruto) x Tarif Pasal 17
(50% x Rp 8.000.000) x 5% = Rp 200.000

Sedangkan apabila Dede tidak memiliki NPWP adalah: (50% x Penghasilan Bruto) x Tarif
Pasal 17 x 120%
(50% x Rp 8.000.000) x 5% x 120% = Rp 240.000

6. Gunasa adalah seorang pemain Bola Voly profesional yang bertempat tinggal di Indonesia. Ia
menjuarai PON yang diadakan di Papua pada tahun 2021 dan memperoleh hadiah sebesar Rp
200 juta. Berapa PPh 21 terutang?

Perhitungan:

PPh Pasal 21 terutang dari hadiah turnamen tsb adalah:

5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000

15%x Rp 150.000.000 = Rp 22.500.000

Rp 25.000.000

B. PPh 21 Bukan Pegawai Berkesinambungan


Rumus Perhitungan PPh 21 Bukan Pegawai Berkesinambungan 1 pemberi kerja

Tarif Pasal 17 x ((50% x Penghasilan Bruto – PTKP sebulan))

Contoh soal

7. Alisa adalah Konsultan Bisnis profesional dan terkenal. PT. Berjuang Bersama menggunakan
jasa beliau sebagai penasehat dan motivator bisnis di perusahaan. Alisa mendapatkan beberapa
kali pekerjaan dari PT. Berjuang Bersama. Alisa tidak bekerja di tempat lain,  beliau belum
berkeluarga dan tidak memiliki tanggugan. Berikut adalah daftar imbalan/penghasilan yang
diberikan PT. Berjuang Bersama kepada Alisa:

Bulan Komisi
Januari 45.000.000,00
Februari 45.000.000,00
Maret 48.000.000,00
April 52.000.000,00
Mei 55.000.000,00
Juni 58.000.000,00
Juli 58.000.000,00
Agustus 62.000.000,00
September 65.000.000,00
Oktober 66.000.000,00
November 68.000.000,00
Desember 70.000.000,00
Jumlah 692.000.000,00
* Bagaimana jika Alisa mendapatkan penghasilan lain diluar PT. Berjuang Bersama atau
lebih dari satu pemberi kerja

Rumus Perhitungan PPh 21 Bukan Pegawai Berkesinambungan lebih dari 1 pemberi kerja

Tarif Pasal 17 x (50% x Penghasilan Bruto).

Contoh perhitungan PPh Pasal 21 atas jasa dokter yang praktik di rumah sakit dan/atau
klinik
8. dr. Jali, Sp.JP merupakan dokter spesialis jantung yang melakukan praktik di Rumah Sakit
Saya dengan perjanjian bahwa atas setiap jasa dokter yang dibayarkan oleh pasien akan
dipotong 20% oleh pihak rumah sakit sebagai bagian penghasilan rumah sakit dan sisanya
sebesar 80% dari jasa dokter tersebut akan dibayarkan kepada dr. Jali Sp.JP pada setiap akhir
bulan. Selain praktik di Rumah Sakit Saya dr. Jali Sp.JP juga melakukan praktik sendiri di
klinik pribadinya. dr. Jali Sp.JP telah memiliki NPWP dan pada tahun 2009, jasa dokter yang
dibayarkan pasien dari praktik dr. Jali Sp.JP di Rumah Sakit Saya adalah sebagai berikut:

Bulan Jasa Dokter yang dibayar


Pasien (Rupiah)

Januari 45,000,000.00

Februari 49,000,000.00

Maret 47,000,000.00

April 40,000,000.00

Mei 44,000,000.00

Juni 52,000,000.00

Juli 40,000,000.00

Agustus 35,000,000.00

September 45,000,000.00

Oktober 44,000,000.00

November 43,000,000.00

Desember 40,000,000.00

Jumlah 524,000,000.00
Penghitungan PPh Pasal 21 untuk bulan Januari sampai dengan Desember 2009:

Bulan Jasa Doketr Dasar Dasar Tarif PPh


yang dibayar Pemotongan Pemotongan Pasal 17 Pasal 21
Pasien PPh Pasal 21 PPh Pasal 21 ayat (1) terutang
(Rupiah) (Rupiah) Kumulatif huruf a (Rupiah)
(Rupiah) UU PPh

(1) (2) (3)=50% x (2) (4) (5) (6)=(3) x (5)

Januari 45,000,000 22,500,000 22,500,000 5% 1,125,000

Februari 49,000,000 24,500,000 47,000,000 5% 1,225,000

Maret 47,000,000 3,000,000 50,000,000 5% 150,000


—————– ————— ——— ————-
20,500,000 70,500,000 15% 3,075,000

April 40,000,000 20,000,000 90,500,000 15% 3,000,000

Mei 44,000,000 22,000,000 112,000,000 15% 3,300,000

Juni 52,000,000 26,000,000 138,500,000 15% 3,900,000

Juli 40,000,000 20,000,000 158,500,000 15% 3,000,000

Agustus 35,000,000 17,500,000 176,000,000 15% 2,625,000

Septembe 45,000,000 22,500,000 198,500,000 15% 3,375,000


r

Oktober 44,000,000 22,000,000 220,500,000 15% 3,300,000

Novembe 43,000,000 21,500,000 242,000,000 15% 3,225,000


r

Desember 40,000,000 8,000,000 250,000,000 15% 1,200,000


—————– ————— ——— —————
12,000,00 262,000,000 25% 3,000,000

Jumlah 524,000,000 47,000,000 35,500,000

Apabila dr. Jali Sp.JP tidak memiliki NPWP, maka PPh Pasal 21 terutang adalah sebesar
120% dari PPh Pasal 21 terutang sebagaimana contoh di atas.
Contoh perhitungan PPh Pasal 21 atas komisi yang dibayarkan kepada petugas dinas luar
asuransi (bukan sebagai pegawai perusahaan asuransi)

9. Reni adalah petugas dinas luar asuransi dari PT. On Life. Suami Reni telah terdaftar sebagai
Wajib Pajak dan mempunyai NPWP, dan yang bersangkutan bekerja pada PT. Senada. Reni
telah menyampaikan fotokopi kartu NPWP suami, fotokopi surat nikah dan fotokopi kartu
keluarga kepada pemotong pajak. Reni hanya memperoleh penghasilan dari kegiatannya
sebagai petugas dinas luar asuransi, dan telah menyampaikan surat pernyataan yang
menerangkan hal tersebut kepada PT On Life Pada tahun 2009, penghasilan yang diterima
oleh Neneng Hasanah sebagai petugas dinas luar asuransi dari PT. On Life adalah sebagai
berikut:

Bulan Komisi agen (Rupiah)

Januari 38.000.000,00

Februari 38.000.000,00

Maret 41.000.000,00

April 42.000.000,00

Mei 44.000.000,00

Juni 45.000.000,00

Juli 45.000.000,00

Agustus 48.000.000,00

September 50.000.000,00

Oktober 52.000.000,00

November 55.000.000,00

Desember 56.000.000,00

Jumlah 554.000.000,00
Penghasilan 50% dari PTKP Penghasilan Kena Penghasilan Tarif PPh
Bulan
Bruto Penghasilan (Rupiah) Pajak (Rupiah) Kena Pajak Pasal 17 Pasal 21
(Rupiah) Bruto Kumulatif ayat (1) terutang(Rup
(Rupiah) Huruf a iah)
UU PPh

(1) (2) (3)=50%x(2) (4) (5) (6) (7) (8)=(4)x(6)

Januari 38.000.000 19.000.000 1.320.000 17.680.000 17.680.000 5% 884.000

Februari 38.000.000 19.000.000 1.320.000 17.680.000 35.360.000 5% 884.000

Maret 41.000.000 20.500.000 1.320.000 15.640.000 50.000.000 5% 732.000


————– ————- ——- ———-
4.540.000 54.540.000 15% 681.000

April 42.000.000 21.000.000 1.320.000 19.680.000 74.220.000 15% 2.952.000

Mei 44.000.000 22.000.000 1.320.000 20.680.00 94.900.000 15% 3.102.000

Juni 45.000.000 22.500.000 1.320.000 21.180.000 116.080.000 15% 3.177.000

Juli 45.000.000 22.500.000 1.320.000 21.180.000 137.260.000 15% 3.177.000

Agustus 48.000.000 24.000.000 1.320.000 22.680.000 159.940.000 15% 3.402.000

September 50.000.000 25.000.000 1.320.000 23.680.000 183.620.000 15% 3.552.000

Oktober 52.000.000 26.000.000 1.320.000 24.680.000 208.300.000 15% 3.702.000

November 55.000.000 27.500.000 1.320.000 26.180.000 234.480.000 15% 3.927.000

Desember 56.000.000 28.000.000 1.320.000 15.520.000 250.000.000 15% 2.328.000


————– ————– ——– ———
11.160.000 261.160.000 25% 2.790.000

Jumlah 554.000.000 277.000.000 35.290.000

Dalam hal Reni tidak dapat menunjukkan fotokopi kartu NPWP suami, fotokopi surat nikah
dan fotokopi kartu keluarga dan Reni sendiri tidak memiliki NPWP, maka perhitungan PPh
Pasal 21 dilakukan sebagaimana contoh di atas namun tidak memperoleh pengurangan PTKP
setiap bulan, dan jumlah PPh Pasal 21 yang terutang adalah sebesar 120% dari PPh Pasal 21
yang seharusnya terutang dari yang memiliki NPWP sebagaimana penghitungan berikut ini:
Penghasilan Dasar Dasar Tarif Tarif tidak PPh Pasal 21
Bulan
Bruto Pemotongan Pemotongan Pasal 17 memiliki terutang (Rupiah)
PPh Pasal 21 PPh Pasal21 ayat (1)
(Rupiah) (Rupiah) Kumulatif Huruf a NPWP
(Rupiah) UU PPh

(1) (2) (3)=50%x(2) (4) (5) (6) (7)=(3)x(5)x(7)

Januari 38.000.000 19.000.000 19.000.000 5% 120% 1.140.000

Februari 38.000.000 19.000.000 38.000.000 5% 120% 1.140.000

Maret 41.000.000 12.000.000 50.000.000 5% 120% 720.000


—————- —————- ——— ———– ——————
8.500.000 58.500.0000 5% 120% 510.000

April 42.000.000 21.000.000 79.500.000 5% 120% 1.260.000

Mei 44.000.000 22.000.000 101.500.000 15% 120% 3.960.000

Juni 45.000.000 22.500.000 124.000.000 15% 120% 4.050.000

Juli 45.000.000 22.500.000 146.500.000 15% 120% 4.050.000

Agustus 48.000.000 24.000.000 170.500.000 15% 120% 4.320.000

September 50.000.000 25.000.000 195.500.000 15% 120% 4.500.000

Oktober 52.000.000 26.000.000 221.500.000 15% 120% 4.680.000

November 55.000.000 27.500.000 249.000.000 15% 120% 4.950.000

Desember 56.000.000 1.000.000 250.000.000 15% 120% 180.000


————— —————- ——— ———– ——————
27.000.000 277.000.000 25% 120% 8.100.000

Jumlah 554.000.000 277.000.000 43.560.000

10. Nashrun melakukan jasa perbaikan komputer kepada PT Kurnia dengan fee sebesar
Rp5.000,000,00.

Perhitungan:

Besarnya PPh Pasal 21 yang terutang adalah sebesar:

5%x50% Rp5.000.000,00 = Rp125.000,00

5%x120%x50% Rp5.000.000,00 = Rp150.000,00 (Jika tidak ber-NPWP)

Anda mungkin juga menyukai