0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
885 tayangan30 halaman

Kelas Poktan

Dokumen tersebut membahas pedoman penilaian kelas kemampuan kelompok tani yang meliputi tujuan, strategi, tata cara penilaian, dan penyelenggaraannya. Kelompok tani dinilai berdasarkan aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, penilaian, dan pengembangan untuk menetapkan kelas kemampuan mereka. Hasil penilaian dilaporkan oleh penyuluh pertanian ke badan penyuluhan dan instansi terkait.

Diunggah oleh

Ndry Falery
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
885 tayangan30 halaman

Kelas Poktan

Dokumen tersebut membahas pedoman penilaian kelas kemampuan kelompok tani yang meliputi tujuan, strategi, tata cara penilaian, dan penyelenggaraannya. Kelompok tani dinilai berdasarkan aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, penilaian, dan pengembangan untuk menetapkan kelas kemampuan mereka. Hasil penilaian dilaporkan oleh penyuluh pertanian ke badan penyuluhan dan instansi terkait.

Diunggah oleh

Ndry Falery
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENILAIAN KELAS

KEMAMPUAN KELOMPOK TANI

Keputusan Kepala Badan PPSDMP


No. 25/Kpts/SM.060/I/02/18
tentang Pedoman Penilaian Kelas
Kemampuan Kelompok Tani

PUSAT PENYULUHAN PERTANIAN


BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM
PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
Tabalong , 19 Desember 2018
I. KINERJA PENYULUH PERTANIAN
II. PENILAIAN KELAS KEMAMPUAN KELOMPOK TANI
A. DASAR HUKUM
B. TUJUAN
C. SASARAN
D. MANFAAT
E. STRATEGI
F. TATA CARA PENILAIAN
G. PENYELENGGARAAN PENILAIAN
H. PEMBIAYAAN
I. PELAPORAN
I. KINERJA PENYULUH PERTANIAN
(KPP)

MENERIMA

TUGAS/
MELAPORKAN
KEGIATAN

MELAKSANAKAN
Lanjutan

UNSUR PENILAIAN IKPP


1. Mengumpulkan Data Identifikasi
Potensi Wilayah;
2. Menyusun Programa
Penyuluhan Pertanian;
Manajemen 3. Menyusun Rencana Kerja
Tahunan Penyuluh Pertanian
Organisasi 4. Melakukan Kunjungan Tatap
Muka/anjangsana;
5. Penumbuhan dan
Pengembangan Generasi Muda

UNSUR
yg Bergerak dibidang Pertanian.

PENILAIAN 1. Pendampingan dan


Pengawalan UPSUS dan 11
Komoditas Unggulan lainnya;
2. Optimalisasi Pemanfaatan
Manajemen Alsintan;
3. Pengawalan Serapan Gabah
Teknis /Beras
4. Keterlibatan penyebarluasan
informasi pembangunan
pertanian melalui media sosial
(Medsos):
Lanjutan

Melakukan Kunjungan Tatap Muka/Anjangsana


(maksimal: 160 PP kec dan 120 PP kab/kota)

1. Meningkatkan kemampuan petani (pengetahuan,


keterampilan dan sikap)
2. Mengembangkan kelembagaan petani.
PENGEMBANGAN
KAPASITAS KELEMBAGAAN PETANI

KOORPORASI PERTANIAN

Badan usaha lainnya baik yang


berbadan hukum maupun yang tidak
berbadan hukum

Pengembangan kapasitas kelembagaan petani diarahkan untuk meningkatkan


kelembagaannya menjadi kelembagaan ekonomi sehingga meningkatkan skala
ekonomi, efisiensi usaha, dan posisi tawar.

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN // KEMENTERIAN PERTANIAN SAHABAT PETANI
KELEMBAGAAN KELEMBAGAAN KORPORASI
KOPERASI
PETANI EKONOMI PETANI PETANI
Lembaga yang Lembaga yang Badan usaha yang Kumpulan petani/
ditumbuhkembangkanmelaksanakan beranggotakan gabungan gapoktan
dari, oleh, dan untuk kegiatan usaha tani orang-seorang atau yang melakukan
petani guna yang dibentuk oleh, badan hukum usaha berskala
memperkuat dan dari, dan untuk Koperasi dengan ekonomi
memperjuangkan petani, guna melandaskan berorientasi pasar
kepentingan petani meningkatkan kegiatannya berbasis kawasan
(UU Nomor 19 produktivitas dan berdasarkan prinsip dengan menerapkan
Tahun 2013). efisiensi usaha tani, Koperasi sekaligus MANAJEMEN
baik yang berbadan sebagai gerakan SISTEM HULU-
Bentuk: hukum maupun ekonomi rakyat HILIR.
1. Kelompok tani yang tidak berbadan yang berdasar atas
2. Gabungan hukum. asas kekeluargaan.
kelompok tani
Bentuk: BUMP,
Koperasi, Badan
Usaha lainnya

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN // KEMENTERIAN PERTANIAN SAHABAT PETANI
I. PENILAIAN KELAS KEMAMPUAN
KELOMPOK TANI
Peraturan Kepala Badan PPSDMP Nomor: 168/Per/SM.170/J/11/11
tentang Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompoktani.

Direvisi
Keputusan Kepala Badan PPSDMP No. 25/Kpts/SM.060/I/02/18
tentang Pedoman Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok Tani

Alasan
• Kurang sesuai dengan program-program pembangunan pertanian
(swasembada, swasembada berkelanjutan dan peningkatan nilai ekspor,
khususnya untuk komoditas-komoditas strategis).
• UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, yang berakibat
bahwa setiap penerima manfaat (bantuan) harus lembaga (kelompok)
yang sudah berbadan hukum, atau sudah terdaftar sebagai sebuah
lembaga pada Kemenkumham.
DASAR
UU No. 16 Thn Permentan
HUKUM
2006 No.91 Th 2018
Tentang Sistem Tentang Pedoman
Penyuluhan Evaluasi Kinerja
Pertanian, Perikanan Penyuluh Pertanian
dan Kehutanan

UU No. 19 Thn Permentan


Permentan No. 43
2013 No.03 Th
Thn 2009
Perlindungan dan
Tentang Permentan 2018
Pemberdayaan Petani
Pembiayaan,Pembinaan No. 67 Tentang Pedoman
dan Pengawasan Th.2016 Penyelenggaraan
Penyuluhan Pertanian, Tentang Penyuluhan
Perikanan dan Kehutanan Pembinaan
(Lembaran Negara RI Th kelembagaan
2009 No.87, Tambahan Petani
Lembaran Negara RI
No.5018)
1. Kelembagaan yg menangani Penyuluhan
2. Penyuluh Pertanian
3. Instansi terkait
1. Diperolehnya strategi pembinaan
kelompok tani sesuai dengan kelasnya;
2. Diperolehnya materi pembinaan untuk
mengembangkan kelompok tani menjadi
Gabungan Kelompok Tani dan Badan
Usaha Milik Petani (BUMP).
E. STRATEGI

1. Pengembangan SDM
Pengurus dan anggota melalui kelompok tani mampu:
merencanakan usaha, memecahkan masalah, dan
mengetahui teknologi yang dibutuhkan);
2. Pengembangan modal
Dana bersama/LKM, kemampuan bekerjasama dengan
lembaga keuangan);
3. Pengembangan usaha
Memanfaatkan SDA dan teknologi untuk usaha terpadu
(tanaman, ternak, ikan);
4. Pengembangan kelembagaan usaha
Kelompok tani  gapoktan  KEP (Badan Hukum/tidak) 
Korporasi
F. TATA CARA PENILAIAN
1. Prinsip Penilaian
a. Sahih/valid (kemampuan yang diukur harus sesuai
dengan pelaksanaan fungsi kelompoktani);
b. Obyektif (diukur secara transparan dan dapat
dipertanggungjawabkan);
c. Keterandalan/reliable (siapapun, kapanpun,
dimanapun dilakukan penilaian memberikan hasil
yang sama
d. Relevan (penilaian harus terkait dengan fungsi
kelompoktani);
e. Efisien (dilakukan dengan tertib dan seratur sesuai
waktu yang ditetapkan).
ASPEK INDIKATOR NILAI
(MAX)
PERENCANAAN PERENCANAAN BELAJAR 50
PERENCANAAN USAHA 150
PENGORGANISASIAN STRUKTUR ORGANISASI 25
ATURANDAN ATAU NORMA 25
ADMINISTRASI (PEMBUKUAN) 100
PELAKSANAAN PERTEMUAN RUTIN 40
KELAS BELAJAR 50
USAHA 200
PEMUPUKAN MODAL 50
PELAYANAN ITC 60
PENILAIAN EVALUASI USAHA KELOMPOK 100
PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN KELOMPOKTANI 150
JUMLAH 1.000
3. Instrumen Penilaian
Lembar lain: Lampiran 1 dan
Instrumen
4. Penetapan Kelas Kemampuan
Kelompok Tani oleh PP

KELAS SKOR

PEMULA < 245

LANJUT 246-455

MADYA 456-700

UTAMA 701-1000
G. PENYELENGGARAAN PENILAIAN
Lanjutan

1. Persiapan Penilaian

a. Persiapan meliputi:
1) Koordinasi antara Pimpinan BPP dengan seluruh
Penyuluh Pertanian;
2) Penggandaan instrumen oleh BPP;
3) PP verifikasi kelompok tani yang ada (lama dan baru).
b. Dilakukan awal bulan Oktober.
Lanjutan

2. Pelaksaan Penilaian

a. Setiap bulan November, PP menilai setiap kelompok


tani binaannya dengan instrumen pada lampiran 1.
Dilakukan pada saat pertemuan rutin kelompok;

b. Hasil penilaian kelompok tani se WKPP direkap oleh


PP pada matrik lampiran 2, dan dilaporkan kepada
Pimpinan BPP.
Lanjutan

3. Validasi

a. Pimpinan BPP merekap laporan hasil penilaian se


WKBPP pada matrik lampiran 3;

b. Paling lambat minggu ke-2 Desember, Pimpinan BPP


melaporkan hasil penilaian kelompok tani se WKBPP
kepada dinas pertanian yang menangani penyuluhan
di kabupaten/kota.
Lanjutan
4. Penetapan dan Pengukuhan
Kelas Kelompok Tani
a. Dinas pertanian yang menangani penyuluhan
kabupaten/kota merekap laporan hasil penilaian se
kabupaten/kota pada matrik lampiran 4;

b. Dinas pertanian yang menangani penyuluhan


kabupaten/kota meregistrasi kelompok tani yang
baru dan menetapkan kelas kemampuan kelompok
tani se kabupaten/kota;
Lanjutan

5. Penetapan dan Pengukuhan


Kelas Kelompok Tani

Akhir bulan Desember, hasil penetapkan kelas


kemampuan kelompok tani dikukuhkan dengan
pemberian sertifikat yang ditandatangani oleh Kepala
Dinas Pertanian yang menangani penyuluhan di
kabupaten/kota. Contoh sertifikat pada lampiran 5.

Sertifikat setiap kelompok tani dikirim ke semua BPP.


Lanjutan

5. Pendataan dan Pelaporan

a. BPP melakukan pendataan setiap kelompok tani


sesuai kelas yang baru ke dalam SIMLUHTAN dan
memberikan sertifikat kepada PP WKPP.

b. Setiap PP WKPP melaporkan hasil penetapan kelas


kemampuan kelompok tani ke dalam EVALUH/
IKPP/ APIKLUH (sebagai kinerja penyuluh
pertanian).
H. PEMBIAYAAN

Pembiayaan dapat bersumber dari :

APBN, APBD, atau sumber lain yang sah dan tidak


mengikat serta pengelolaannya dilaksanakan
sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.
r i m a
Te h
s i
Ka
INFORMASI

1. Pengiriman DUPAK pejabat fungsional paling lama 1


(satu) tahun sekali, dengan ketentuan:

a. Apabila DUPAK dengan periode lebih dari 12 (dua


belas) bulan, maka sisanya tidak dapat dinilai
(dihanguskan).
b. DUPAK yang dikirim untuk dinilai pada periode
Januari tahun ke-n (2019), maka hasil penilaian akan
mencantumkan masa penilaian: awal Desember
tahun n-2 (2017) sampai dengan akhir November
tahun n-1 (2018).
c. DUPAK yang dikirim untuk dinilai pada periode Juli
tahun ke-n (2019), maka hasil penilaian akan
mencantumkan masa penilaian: awal Juni tahun n-1
(2018) sampai dengan akhir Mei tahun n (2019).
Lanjutan Informasi

1. Kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi untuk pejabat


fungsional dapat diberikan apabila Ybs telah duduk utuh
dalam pangkat paling kurang 2 (dua) tahun pada saat
penetapan PAK.
2. Kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi untuk pejabat
fungsional dapat diberikan apabila ybs. telah duduk utuh
dalam jabatan paling kurang 1 (satu) tahun pada saat
penetapan PAK.
3. Dalam rangka peningkatan kompetensi Pejabat
Fungsional Bidang Pertanian, mulai tahun 2018 untuk
kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi wajib mengikuti
dan lulus uji kompetensi.
Lanjutan Info

1. Dalam rangka peningkatan kompetensi Pejabat


Fungsional Bidang Pertanian, mulai tahun 2018 untuk
kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi wajib mengikuti
dan lulus uji kompetensi serta formasi jabatan
fungsional penyuluh pertanian setempat.
2. Dinas pertanian kab/kota yang menangani fungsi
penyuluhan pertanian harus menyusun Kebutuhan
Formasi Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian untuk 5
tahun kedepan melalui Analisa Beban Kerja dan Analisa
Jabatan Fungsional Bidang Pertanian. Hasilnya harus
dilaporkan kepada Badan BKD Kabupaten/Kota.

Anda mungkin juga menyukai