0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
962 tayangan5 halaman

Matrik RKTP Permentan 47 2016 PDF

Rencana kerja tahunan penyuluh pertanian di kecamatan/desa tahun 2019 ini membahas sasaran kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan perilaku petani dalam bidang tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Kegiatan penyuluhan akan difokuskan pada peningkatan penerapan sistem budidaya dan teknik pertanian oleh petani.

Diunggah oleh

Livink
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
962 tayangan5 halaman

Matrik RKTP Permentan 47 2016 PDF

Rencana kerja tahunan penyuluh pertanian di kecamatan/desa tahun 2019 ini membahas sasaran kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan perilaku petani dalam bidang tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Kegiatan penyuluhan akan difokuskan pada peningkatan penerapan sistem budidaya dan teknik pertanian oleh petani.

Diunggah oleh

Livink
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Format 4.

RENCANA KERJA TAHUNAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KECAMATAN / DESA


TAHUN 2019
Nama Penyuluh : Puguh Nugroho
Wilayah Kerja/Wilbin : Pondok Meja

Sasaran
Pelaku KEGIATAN
Pelaku Utama Petugas
Usaha
No Tujuan *) Masalah
Wanita Taruna Petani Sumber Penanggung
L P L P Materi Metoda Vol. Lokasi Waktu Pelaksana Ket.
Tani Tani Dewasa Biaya Jawab

1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

I Perilaku

A Padi
1 Meningkatnya Jumlah petani yang - - 30 org - - - - Pengertian, Ceram 2 Kali Lahan 2 & 24 APBN UPTD - PP -Distan
jumlah petani yang tidak menerapkan Tujuan dan ah, usaha Maret - PP
menerapkan sistem sistem jajar legowo Manfaat jajar Diskus tani Swadaya
tanam jajar legowo sebanyak 90 % pada legowo i dan pokta
dari 10 % menjadi 25 akhir tahun 2019 TEKNIS CR Dempl nA
% pada akhir tahun TANAM ot
2019 JARWO

2 …. ….
B Jagung
1 Meningkatnya Jumlah petani yang - - 30 org - - - - Keunggulan Ceram 2 Kali Lahan 18 & APBN -Dinas - PP -BP3k
jumlah petani yang tidak menerapkan bibit unggul, ah, usaha 30 -UPTD - PP
menerapkan bibit sistem jajar legowo dan Diskus tani Oktob Swadaya
unggul 30 % menjadi sebanyak 70 % pada Keuntungan i dan pokta er
55 % pada akhir akhir tahun 2019 bibit unggul Dempl nA
tahun 2019 ot

2 ….dll

Disahkan oleh ;

Pimpinan Unit Kerja

This study source was downloaded by 100000864370336 from CourseHero.com on 03-21-2023 12:18:23 GMT -05:00
*) Beberapa contoh perumusan tujuan sebagai berikut:
Perilaku
a. Tanaman Pangan
PADI
1) Meningkatnya jumlah petani yang menerapkan sistem tanam jajar legowo pada padi dari 10 % menjadi 25 % pada akhir tahun 2019;
2) Meningkatnya jumlah petani yang menerapkan pemupukan berimbang pada padi dari 40 % menjadi 60 % pada akhir tahun 2019;
3) Meningkatnya jumlah petani yang menerapkan sistem PHT pada padi dari 25 % menjadi 50 % pada akhir tahun 2019;
4) Meningkatnya jumlah petani yang mengakses permodalan usaha tani dari 10% menjadi 20 % pada akhir tahun 2019;
5) Meningkatnya jumlah petani yang telah bermitra dengan pelaku usaha dalam pemasaran hasil dari 2% menjadi 5% pada akhir tahun 2019;
6) Meningkatnya jumlah petani yang menyusun rencana usahatani dari 10% menjadi 25% pada akhir tahun 2019;
7) Meningkatnya jumlah petani yang tergabung dalam persekutuan/kelompok usaha bersama untuk memenuhi skala ekonomi usaha dari 10 % menjadi 15 % pada akhir
tahun 2019
b. Hortikultura
1) Meningkatnya jumlah petani yang menerapkan Good Agriculture Practices (GAP) pada bawang merah meningkat dari 20 % menjadi 30 % pada akhir tahun 2019;
2) Meningkatnya jumlah petani yang melaksanakan budidaya bawang merah di luar musim meningkat dari 5 % menjadi 10 % pada akhir tahun 2019;
3) Meningkatnya jumlah petaniyang tergabung dalam persekutuan/ kelompok usaha bersama untuk memenuhi skala ekonomi usaha dari 15% menjadi 25% pada akhir
tahun 2019.
c. Perkebunan
1) Meningkatnya jumlah petani yang menerapkan rawat rattoon pada tebu dari 30% menjadi 50 % pada akhir tahun 2019;
2) Meningkatnya jumlah petani yang menerapkan bongkar rattoon pada tebu dari 15% menjadi 25% pada akhir tahun 2019;
3) Meningkatnya jumlah petani yang menerapkan sistem PHT pada tebu dari 25 % menjadi 50 % pada akhir tahun 2019.
d. Peternakan
1) Meningkatnya jumlah peternak yang menerapkan Good Breeding Practices pada ruminansia besar dari 10 % menjadi 15 % pada akhir tahun 2019 ;
2) Meningkatnya jumlah peternak yang membudidayakan hijauan pakan ternak yang berkualitas dari 15 % menjadi 20% pada akhir tahun 2019;
3) Meningkatnya jumlah peternak yang menerapkan pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis Zoonosis (PHMSZ) dari 15 % menjadi 25 % pada
akhir tahun 2019;
4) Meningkatnya jumlah peternak yang menerapkan manajemen usaha dalam budidaya ternak dari 10 % menjadi 25 % pada akhir tahun 2019.
e. Perikanan
1) Meningkatnya jumlah petani ikan yang menerapkan budidaya kolam terpal dari 10 % menjadi 15 % pada akhir tahun 2019 ;
2) Meningkatnya jumlah petani ikan yang menerapkan budidaya mina padi dari 15 % menjadi 20% pada akhir tahun 2019;
f. Kehutanan
1) Meningkatnya jumlah petani perkebunan yang menerapkan agroforestry jernang-karet dari 10 % menjadi 15 % pada akhir tahun 2019 ;
g. Kelembagaan Petani
1) Meningkatkan kemampuan kelas kelompok tani pemula dari 60% menjadi 70% kelas kelompok tani lanjut pada akhir tahun 2019.
2) Meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengelola permodalan dari 20% menjadi 40 % kelompok tani pada akhir tahun 2019.
3) Meningkatnya kelompok tani yang bermitra dengan pelaku usaha dalam pemasaran hasil dari 10% menjadi 20% pada akhir tahun 2019;
4) Meningkatkan minat petani akan manfaat kelompoktani dalam usahatani dari 30% menjadi 35% pada akhir tahun 2019.
h. Sarana dan Prasarana
1) Meningkatkan kemampuan anggota kelompok tani dalam menggunakan alat transplanter dari 3% menjadi 6% pada akhir tahun 2019.
2) Meningkatkan kemampuan anggota kelompok tani dalam menggunakan alat combine harvester dari 3% menjadi 6% pada akhir tahun 2019.
This study source was downloaded by 100000864370336 from CourseHero.com on 03-21-2023 12:18:23 GMT -05:00
3) Meningkatkan kemampuan anggota kelompok tani dalam memelihara alat mesin transplanter dari 3% menjadi 6% pada akhir tahun 2019.
4) Meningkatkan kemampuan anggota kelompok P3A dalam pemeliharaan jaringan irigasi dari 3% menjadi 6% pada akhir tahun 2019.

Non Perilaku
a. Tanaman Pangan
1) Membantu dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan dalam penyaluran program benih subsidi sebanyak 6 kelompok tani pada akhir tahun 2019.
2) Membantu dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan dalam penyaluran program padi organik sebanyak 1 kelompok tani pada akhir tahun 2019.
b. Hortikultura
1) Membantu dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan dalam penyaluran program gerakan tanam cabai sebanyak 2 kelompok tani pada akhir tahun 2019;
c. Perkebunan
1) Membantu dinas perkebunan dalam penyaluran program peremajaan karet sebanyak 2 kelompok tani pada akhir tahun 2019;
d. Peternakan
1) Membantu dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan dalam program SIWAB sebanyak 2 kelompok tani pada akhir tahun 2019 ;
e. Perikanan dan kelautan
1) Membantu dinas perikanan dan kelautan dalam penyaluran program alat tangkap ikan sebanyak 4 kelompok perikanan pada akhir tahun 2019 ;
f. Kehutanan
1) Membantu dinas kehutanan dalam penyaluran program agroforestry jernang-karet sebanyak 2 kelompok kehutanan pada akhir tahun 2019 ;
g. Kelembagaan Petani
1) Membantu dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan dalam penyaluran permodalan gapoktan sebanyak 1 gapoktan pada akhir tahun 2019.
2) Membantu dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan dalam penyaluran lumbung desa sebanyak 1 kelompok tani pada akhir tahun 2019.
h. Sarana dan Prasarana
1) Membantu dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan dalam pembuatan RDK/RDKK kelompok tani sebanyak 10 menjadi 11 kelompok tani pada akhir tahun
2019.
2) penyaluran Membantu dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan dalam penyaluran Hand traktor sebanyak 2 kelompoktani pada akhir tahun 2019.
3) Membantu dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan dalam perbaikan irigasi sepanjang 300 meter sebanyak 2 kelompok tani pada akhir tahun 2019.
4) Membantu dinas tanaman pangan hortikultura dan peternakan dalam cetak sawah baru seluas 20 ha sebanyak 1 kelompok tani pada akhir tahun 2019

Catatan:
Catatan: Contoh persentase di atas merupakan hasil perhitungan dengan menggunakan PRA atau teknik indentifikasi faktor penentu (impact point), sehingga menghasilkan
jumlah petani yang sudah menerapkan teknologi dibandingkan dengan total jumlah petani di wilayah kerja kecamatan, perhatikan penyebarannya di tingkat poktan

This study source was downloaded by 100000864370336 from CourseHero.com on 03-21-2023 12:18:23 GMT -05:00
PENJELASAN MATRIK

A. Keadaan
Kolom ini berisi uraian singkat mengenai status pemanfaatan potensi sumberdaya pembangunan pertanian secara umum yang berkaitan dengan tingkat
produktivitas usaha pertanian di suatu wilayah.
B. Tujuan
Kolom ini berisi uraian singkat mengenai upaya yang akan ditempuh untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya pembangunan pertanian secara
umum, khususnya yang berkaitan dengan perubahan pengetahuan, wawasan, sikap dan perilaku pelaku utama dan pelaku usaha serta seluruh pemangku
kepentingan dalam peningkatan produktivitas usaha pertanian di suatu wilayah.
C. Masalah
Kolom ini berisi uraian singkat mengenai factor-fakror yang menyebabkan belum tercapainya tujuan pembangunan pertanian yang diharapkan, baik yang bersifat
perilaku maupun non perilaku, yang dihadapi oleh pelaku utama dan pelaku usaha serta seluruh pemangku kepentingan dalam peningkatan produktivitas usaha
pertanian di suatu wilayah.
D. Sasaran
Kolom ini menjelaskan mengenai siapa yang direncanakan untuk mendapat manfaat dari penyelenggaraan suatu kegiatan/metode penyuluhan pertanian di
tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, atau desa/kelurahan, yaitu :
1. Pelaku usaha, pelaku utama dan kelembagaan petani (untuk programa penyuluhan di semua tingkatan).
2. Penyuluh dan petugas dinas/instansi lingkup pertanian yang bertugas setingkat di bawah wilayahnya, serta pemangku kepentingan lainnya (untuk programa
penyuluhan di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional).

Penetapan sasaran perlu dilakukan berdasarkan hasil analisis gender yang dilakukan terhadap pelaku utama dan pelaku usaha pertanian ditingkat rumahtangga
petani dan masyarakat pedesaan pada umumnya, khususnya untuk menentukan “siapa melakukan apa” dan “Siapa memutuskan apa?”.Dengan demikian,
sasaran penyelenggaraan suatu kegiatan/metode penyuluhan akan menjadi lebih spesifik karena diarahkan langsung kepada petani dengan penjelasan laki-
laki perempuan atau keduanya yang berdasarkan hasil analisis gender merupakan pelaku kegiatan tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bias gender
dan distorsi pesan akibat penyamarataan sasaran yang dilakukan tanpa mempertimbangkan peran masing-masing (laki-laki atau perempuan) dalam kegiatan
usaha, maupun dalam pengambilan keputusan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan usahanya.

This study source was downloaded by 100000864370336 from CourseHero.com on 03-21-2023 12:18:23 GMT -05:00
E. Materi
Kolom ini berisi mengenai jenis informasi teknologi yang menjadi pesan bagi sasaran baik dalam bentuk pedoman-pedoman, petunjuk teknis suatu komoditas
tertentu dan lain-lain.
F. Kegiatan/Metode
Kolom ini berisi kegiatan-kegiatan atau metode penyuluhan yang dapat memecahkan masalah untuk mencapai tujuan.
G. Volume
Kolom volume berisi mengenai jumlah dan frekwensi kegiatan yang akan dilakukan agar sasaran dapat memahami dan melaksanakan pesan yang disampaikan
melalui kegiatan/metode penyuluhan, atau agar terjadinya perubahan perilaku pada sasaran.
H. Lokasi
Kolom ini memuat mengenai lokasi kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan )desa, kecamatan, kabupaten/kota,dll).
I. Waktu
Kolom ini berisikan mengenai waktu pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang tercantum dalam programa penyuluhan.
J. Sumber Biaya
Kolom sumber biaya diisi mengenai beberapa biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan yang ditetapkan, serta dari mana sumber biaya
yang tersebut diperoleh.
K. Penanggungjawab
Kolom ini berisi mengenai siapa penanggung jawab pelaksanaan kegiatan penyuluhan, sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak dinginkan dapat dengan jelas
diminta pertanggung jawaban.
L. Pelaksana
Kolom ini berisi mengenai siapa yang melaksanakan kegiatan-kegiatan penyuluhan tersebut, apakah dilakukan oleh penyuluh, petani/kontaktani dan/atau pelaku
usaha.
M. keterangan
Kolom ini berisi uraian mengenai hal-hal yang perlu dijelaskan tentang pihak-pihak yang diharapkan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

This study source was downloaded by 100000864370336 from CourseHero.com on 03-21-2023 12:18:23 GMT -05:00
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Anda mungkin juga menyukai