0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
488 tayangan17 halaman

Panduan KRPL untuk Ketahanan Pangan

KRPL adalah rumah tangga petani yang mengelola pekarangan secara intensif untuk menghasilkan berbagai pangan secara berkelanjutan. KRPL melibatkan petugas lapangan dan ketua kelompok dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan untuk melestarikannya. Faktor pendukung KRPL adalah pola tanam, benih, pascapanen, dan pemasaran.

Diunggah oleh

Suf Redy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
488 tayangan17 halaman

Panduan KRPL untuk Ketahanan Pangan

KRPL adalah rumah tangga petani yang mengelola pekarangan secara intensif untuk menghasilkan berbagai pangan secara berkelanjutan. KRPL melibatkan petugas lapangan dan ketua kelompok dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan untuk melestarikannya. Faktor pendukung KRPL adalah pola tanam, benih, pascapanen, dan pemasaran.

Diunggah oleh

Suf Redy
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KAWASAN RUMAH PANGAN

LESTARI
APA
ITU
KRPL
?
adalah rumah penduduk yang
mengusahakan pekarangan secara
intensif untuk dimanfaatkan dengan
berbagai sumberdaya lokal secara
bijaksana yang menjamin kesinambungan
penyediaan bahan pangan rumah tangga
yang berkualitas dan beragam.
Pemilihan Komoditas

1. Tanaman Hortikultura
(Buah – buahan dan Sayuran)
2. Tanaman Pangan
(Padi, Jagung, dan Kedelai)
3. Tanaman Rimpang
(Jahe, Kunyit, Kencur, dll)
Konsep

Untuk melestarikan KRPL, para petugas


lapangan setempat dan ketua kelompok
agar sejak awal dilibatkan secara aktif
mulai perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi kegiatan.
Faktor Pendukung

1. Penentuan pola tanam


2. Ketersediaan benih/bibit,
3. penanganan pascapanen dan
pengolahan, dan
4. pasar bagi produk yang dihasilkan.
Untuk itu diperlukan penumbuhan dan
penguatan kelembagaan, pengolahan
hasil, dan pemasaran.
POLA TANAM

Pola tanam adalah usaha


penanaman pada sebidang lahan
dengan mengatur susunan tata letak
dan urutan tanaman selama periode
waktu tertentu termasuk masa
pengolahan tanah dan masa tidak
ditanami selama periode tertentu.
Pergiliran tanaman adalah
penanaman dua jenis atau lebih secara
bergiliran pada lahan penanaman yang
sama dalam periode waktu tertentu
seperti tanaman semusim yang ditanam
secara bergilir dalam satu tahun.
1. Pengolahan yang bisa dilakukan dengan
menghemat tenaga kerja, biaya
pengolahan tanah dapat ditekan, dan
kerusakan tanah sebagai akibat terlalu
sering diolah dapat dihindari
2. Hasil panen secara beruntun dapat
memperlancar penggunaan modal dan
meningkatkan produktivitas lahan
3. Dapat mencegah serangan hama dan
penyakit yang meluas
4. Kondisi lahan yang selalu tertutup
tanaman mencegah terjadinya erosi
5. Sisa komoditi tanaman yang diusahakan
dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hijau
Pemasaran
1. Kualitas produk
2. Kontiunitas produk
3. Pengemasan produk
4. Harga yang dapat bersaing dengan
pesaing
5. Mengolah produk
Dinamika Kelompok Tani
TUGAS DAN KEWAJIBAN
Pengurus Kelompok Tani
1. Membina kerjasama dalam melaksanakan usahatani dan kesepakatan yang
berlaku dalam kelompok tani.
2. Wajib mengikuti petunjuk dan bimbingan dari petugas/penyuluh untuk
selanjutnya diteruskan pada anggota kelompok.
3. Bersama petugas/penyuluh membuat rencana kegiatan kelompok dalam
bidang produksi, pengolahan, pemasaran dan lain-lain.
4. Mendorong dan menggerakkan aktivitas, kreativitas dan inisiatif anggota.
5. Secara berkala, minimal satu bulan sekali mengadakan
pertemuan/musyawarah dengan para anggota kelompok yang dihadiri oleh
petugas/penyuluh.
6. Mempertanggung jawabkan tugas-tugas yang telah dilaksanakan kepada
anggota, selanjutnya membuat rencana dan langkah perbaikan.
Anggota Kelompok Tani
1. Bertanggungjawab atas pelaksanaan
kegiatan usahatani yang bersangkutan.
2. Wajib mengikuti dan melaksanakan
petunjuk pengurus kelompok tani dan
petugas/penyuluh serta kesepakatan yang
berlaku.
3. Wajib bekerja sama dan akrap antar
sesama anggota, penggurus maupun
dengan petugas/penyuluh.
4. Hadir pada pertemuan berkala dan aktif
memberikan masukan, saran dan pendapat
demi berhasilnya kegiatan usahatani
kelompok
KRPL
TABULAMPOT

Anda mungkin juga menyukai