Judul Resensi : Suara yang menghilang, mulai terdengar lagi.
Oleh : - Calvin XI IPA-18
- Hestu XI IPA-20
Judul film : Koe no Katachi (A Silent Voice)
Tahun Rilis : 2016
Negara : Jepang
Sutradara : Naoko Yamada
Penulis Naskah : Reiko Yoshida
Produksi : Kyoto Animation
Jenis Film : Drama
Durasi Film : 2 jam 10 menit
Film Koe No Katachi (A Silent Voice) merupakan sebuah film
drama remaja animasi Jepang (anime). Film ini menceritakan kisah
cinta remaja siswi tuna rungu. Terdengar cukup aneh, namun
menariknya, film ini tidak banyak menyuguhkan melodrama
sebagaimana film romansa yang lain.
Kisahnya berawal dari seorang karakter utama bernama Shouya
Ishida yang terlihat frustasi hingga mengundurkan diri dari
pekerjaannya. Ia juga memutuskan untuk menjual semua barang-
barangnya hingga pada akhirnya ia ingin mengakhiri hidupnya sendiri
dengan melompat dari jembatan. Namun keinginan tersebut berubah
dan film membawa kita flashback ke masa lalu Shouya Ishida ketika
duduk di bangku Sekolah Dasar.
2
Saat masih Sekolah Dasar, Ishida merupakan anak yang bandel
dan jahil di lingkungan sekolahnya, dia memiliki teman karib Kazuki
Shimada dan Keisuke Hirose, dan teman sebangkunya, Naoka Ueno.
Dan pada saat itu, mereka bertemu dengan Shouko Nishimiya yang
merupakan seorang siswi pindahan. Ia selalu menjadi ejekan teman-
teman di kelasnya hanya karena ia adalah seorang Tuna rungu.
Sedangkan Ishida merupakan teman sekelas Nishimiya yang paling
sering mengejek dan melakukan perbuatan yang jahil kepada
Nishimiya.
Pada suatu saat perbuatan Ishida lah yang paling kejam kepada
Nishimiya, yaitu merusak alat bantu dengarnya, hal tersebut
membuat Nishimiya memutuskan untuk keluar dari sekolah barunya.
Diluar dugaan, momen tersebutlah yang menjadi titik balik hidup
Ishida. Ishida lah yang justru mendapatkan perundungan kembali oleh
teman-temannya. Dan karena hal tersebutlah, Ishida merasa
menyesal dan suatu saat ia ingin menebus kesalahannya untuk
meminta maaf dengan Nishimiya dan mulai belajar bahasa isyarat. Ia
berubah drastis.
Singkat cerita, takdir kembali mempertemukan Ishida dengan
Nishimiya. Ishida meminta maaf kepada Nishimiya dengan tulus atas
semua perbuatan buruk yang telah dilakukannya. Namun bukanlah
hal yang mudah untuk memperbaiki hubungan. Keduanya
membutuhkan waktu lama untuk akhirnya menjalin hubungan sebagai
teman karena Nishimiya memiliki luka batin dan trauma yang besar.
Dari sini lah kisah Ishida berusaha memperbaiki kesalahan-
kesalahannya dimasa lalu.
Kelebihan :
Dalam Film ini, latar-latarnya disajikan dengan sangat baik,
penonton dapat merasakan perasaan (feel) atau bisa terbawa suasana
dalam film
3
Visual yang disajikan oleh Film ini juga sangat memanjakan
mata, grafis yang ada dalam film ini juga sangat bagus, karena jika
kalian tahu, Kyoto Animation lah studio dari pembuatan film ini,
karena jika kalian tahu Kyoto Animation memang studio yang handal
dalam menggambarkan kehidupan sekolah atau kehidupan sehari-hari
secara super realistis, jadi pembuatan film ini, bukan main-main.
Di Jepang, juga rentan akan perundungan yang di setiap sekolah
memiliki nominasi yang tinggi, juga di Jepang, masyarakat atau orang-
orang disana mudah stress, memiliki trauma, dan nominasi bunuh diri
yang tinggi, dan melalui film ini semua hal yang saya sudah sebutkan
tadi, telah digambarkan di film ini, sehingga penonton dapat
merasakan bagaimana perundungan dan berbagai hal tersebut bisa
terjadi, namun pada film ini juga diberikan karakter-karakter yang
akan mencegah hal-hal tersebut, jadi makna dari film ini sangatlah
dalam untuk kita semua nikmati.
Kekurangan : Emosional karakter dalam film ini kurang begitu
kuat, ini membuat romansa film kurang dapat dirasakan oleh
penonton. Akhir cerita meninggalkan kesan janggal.
Dengan memiliki efek visual dan latar yang bagus, film ini dapat
dinikmati oleh semua kalangan. Emosi dalam film dapat dirasakan
dengan baik sehingga direkomendasikan untuk penonton yang
menyukai anime bergenre school, drama. Makna yang terdapat pada
film ini sangat dalam sesuai dengan kegiatan kita sehari-hari, dan
perlu ditetapkan bahwa perundungan atau bullying dapat merugikan
orang dan diri kita sendiri, serta kita harus menerima diri kita apa
adanya, jangan merasa diri kita salah dan selalu salah, karena itu
hanya akan terus menjatuhkan kita.