0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan4 halaman

Surveilans Infeksi Rumah Sakit 2016

Dokumen ini membahas pelaksanaan surveilans infeksi rumah sakit untuk mengumpulkan data infeksi saluran kemih, luka operasi, dan plebitis guna mengetahui pola infeksi, dasar pencegahan, dan menurunkan risiko infeksi melalui pengamatan berkelanjutan, pencatatan, dan pelaporan secara berkala.

Diunggah oleh

Arif238
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
109 tayangan4 halaman

Surveilans Infeksi Rumah Sakit 2016

Dokumen ini membahas pelaksanaan surveilans infeksi rumah sakit untuk mengumpulkan data infeksi saluran kemih, luka operasi, dan plebitis guna mengetahui pola infeksi, dasar pencegahan, dan menurunkan risiko infeksi melalui pengamatan berkelanjutan, pencatatan, dan pelaporan secara berkala.

Diunggah oleh

Arif238
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PELAKSANAAN SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


003/RSU.A./PPI/ - 1/4
SPO/V/2016
STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan
PROSEDUR 17 Mei 2016 Direktur Rumah Sakit Umum Anugrah
OPERASIONAL
(SPO)
dr. H. SunartoSutono, Sp.PD
PENGERTIAN 1. Surveilans Infeksi Rumah Sakit adalah suatu kegiatan
pengamatan yang sistematis, aktif, berkelanjutan, dan terus
menerus terhadap suatu kejadian penyebaran penyakit pada
suatu populasi tertentu, serta hal – hal yang mempengaruhi
terjadinya infeksi tersebut.
2. Surveilans Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah
pengumpulan data kejadian infeksi saluran kemih akibat
penggunaan alat dower kateter atau tindakan aseptik lain
melalui saluran kemih secara sistematik, analisis dan
interpretasi yang terus menerus untuk digunakan dalam
perencanaan penerapan dan evaluasi suatu tindakan yang
berhubungan dengan kesehatan yang di desiminasikan
secara berkala kepada pihak-pihak yang memerlukan.
3. Surveilans Infeksi Luka Operasi (ILO) adalah
pengumpulan data kejadian infeksi akibat tindakan
pembedahan yang dapat mengenai :
a. Superfisial (Superficial Incicional Site) : ILO yang terjadi
30 hari setelah pembedahan, dan hanya mengenai kulit
dan jaringan sub kutan.
b. Profunda (Deep Incicional) : ILO yang terjadi 30 hari
setelah tindakan pembedahan bila tidak ada implan atau
infeksi terjadi dalam satu tahun bila ada pemasangan
implan, mengenai jaringan lunak dalam dari tempat insisi
PELAKSANAAN SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


003/RSU.A./PPI/SOP/ - 2/4
V/2016
c. Organ / rongga : ILO yang terjadi 30 hari pasca bedah
tanpa implan atau 1 tahun pasca bedah apabila terdapat
implan, mengenai semua organ yang dimanipulasi
selama operasi kecuali jaringan lunak superficial dan
dalam.
4. Surveilans Plebitis adalah pengumpulan data kejadian
plebitis akibat penggunaan alat intravaskuler secara
sistematik, analisis dan interpretasi yang terus menerus untuk
digunakan dalam perencanaan penerapan dan evaluasi suatu
tindakan yang berhubungan dengan kesehatan yang
didesiminasikan secara berkala kepada pihak-pihak yang
memerlukan
TUJUAN 1. Mengetahui data dasar infeksi rumah sakit
2. Pemantauan masalah dan pola infeksi
3. Mendapatkan informasi epidemiologi sebagai dasar tindakan
pencegahan dan pengendalian infeksi untuk menurunkan
insiden dan risiko.
KEBIJAKAN SK Direktur RSU Anugrah Nomor : 002/RSU.A/PPI/SK/V/2016,
tanggal 17 Mei 2016 tentang Kebijakan Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi.
PROSEDUR 1. Surveilans Phlebitis
Langkah – langkah :
a. Siapkan formulir surveilans dan alat tulis yang akan di
gunakan untuk mendata pasien yang akan di survei
b. Tentukan ruangan yang akan disurvei
Catat nama, nomor medik, diagnosa penyakit dan
identitas lain dari pasien yang akan di survei dalam
formulir surveilans
PELAKSANAAN SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


003/RSU.A./PPI/SOP/ - 3/4
V/2016
PROSEDUR c. Catat tanggal di lakukan tindakan serta lama tindakan
d. Observasi tempat dan lokasi insersi Intra Vaskular
e. Observasi adanya tanda – tanda infeksi yang meliputi
adanya pembengkakan, kemerahan, panas area insersi,
dan adanya rasa nyeri.
f. Dokumentasikan kejadian plebitis yang ditemukan ke
formulir surveilans yang diletakkan dalam Status Pasien,
Formulir Harian, dan Formulir Bulanan Surveilans Infeksi
Rumah Sakit.
2. Surveilans ILO
Langkah – langkah :
a. Siapkan formulir surveilans, alat tulis yang akan
digunakan untuk mendata pasien yang akan di survei
b. Tentukan ruangan yang akan disurvei
c. Catat nama, nomor medik, diagnosa penyakit dan
identitas lain dari pasien yang akan di survei dalam
formulir surveilans
d. Catat tanggal di lakukan tindakan serta lama tindakan
e. Observasi adanya tanda – tanda infeksi yang meliputi :
1) Superfisial : adanya nyeri / tenderness, bengkak
lokal, kemerahan atau panas, keluarnya cairan
purulen dari area insisi.
2) Deep Insisional (insisional dalam) : keluarnya cairan
purulen dari jaringan lunak dalam dan bukan dari
organ, ditemukan abses, adanya peningkatan suhu
tubuh >38 °C, atau nyeri/ tenderness.
3) Organ/rongga : adanya cairan purulen melalui stab
wound pada organ/ rongga dan abses.
PELAKSANAAN SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


003/RSU.A./PPI/SOP/ - 4/4
V/2016
f. Dokumentasikan kejadian ILO yang ditemukan ke
formulir surveilans yang diletakkan dalam Status Pasien,
Formulir Harian, dan Formulir Bulanan Surveilans Infeksi
Rumah Sakit.
3. Surveilans ISK
Langkah – langkah :
a. Siapkan formulir surveilans, alat tulis yang akan di
gunakan untuk mendata pasien yang akan di survei
b. Tentukan ruangan yang akan disurvei
c. Catat nama, nomor medik, diagnosa penyakit dan
identitas lain dari pasien yang akan di survei dalam
formulir surveilans
d. Catat tanggal di lakukan tindakan serta lama tindakan
e. Observasi tempat dan lokasi pemasangan dower kateter
atau tindakan aseptik lain .
f. Observasi adanya tanda – tanda infeksi yang meliputi
peningkatan suhu badan > 38°C, anyang – anyangan,
polakisuri, disuri, atau nyeri suprapubik.
g. Dokumentasikan kejadian ISK yang ditemukan ke
formulir surveilans yang diletakkan dalam Status Pasien,
Formulir Harian, dan Formulir Bulanan Surveilans Infeksi
Rumah Sakit.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi Rawat Inap
2. Unit Gawat Darurat
3. Kamar Operasi
4. HCU

Anda mungkin juga menyukai