0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
563 tayangan14 halaman

Tantrum Anak Menurut Teori Piaget

Tantrum adalah perilaku yang umum terjadi pada anak prasekolah untuk mengekspresikan kemarahan. Teori Piaget menjelaskan bahwa tantrum sering muncul pada tahap perkembangan pre-operasional karena pola pikir anak yang masih intuitif dan impulsif. Anak juga cenderung berpusat pada sudut pandang mereka sendiri. Orang tua dapat membantu anak mengurangi tantrum dengan bermain peran bersama boneka kesayangan anak

Diunggah oleh

SHANINA ROSA FAMILA
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
563 tayangan14 halaman

Tantrum Anak Menurut Teori Piaget

Tantrum adalah perilaku yang umum terjadi pada anak prasekolah untuk mengekspresikan kemarahan. Teori Piaget menjelaskan bahwa tantrum sering muncul pada tahap perkembangan pre-operasional karena pola pikir anak yang masih intuitif dan impulsif. Anak juga cenderung berpusat pada sudut pandang mereka sendiri. Orang tua dapat membantu anak mengurangi tantrum dengan bermain peran bersama boneka kesayangan anak

Diunggah oleh

SHANINA ROSA FAMILA
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERILAKU TANTRUM

BERDASARKAN PERSPEKTIF
PIAGET
Shanina Rosa Famila
I2501222008
PERILAKU TANTRUM
DAFTAR
PEMBAHASAN
TEORI PERKEMBANGAN
KOGNITIF PIAGET

ANALISA
BERDASARKAN TEORI &
SARAN
PERILAKU TANTRUM

Tantrum adalah masalah perilaku yang umum dialami oleh anak-anak


prasekolah yang mengekspresikan kemarahan mereka dengan tidur di
lantai, meronta-ronta, berteriak dan biasanya menahan napas. Tantrum
adalah bersifat alamiah, terutama pada anak yang belum bisa
menggunakan kata dalam mengungkapkan rasa frustrasi mereka
(Fetsch & Jacobson, 1988 dalam Syamsudin, 2013)
Teori
Perkembangan
Kognitif Piaget
Teori
Perkembangan
Piaget Sensorimotor
(0-2 tahun)
Refleks bersifat primitif
Perkembangan bertahap pada ketrampilan
sensorik dan motorik
Mempelajari aktivitas yang berkaitan dengan
lingkungan melalui aktivitas sensorik dan
motorik
Teori
Perkembangan
Piaget Pre-operational
(2-7 tahun)
Pengembangan kemampuan bahasa dan
konsep diri
Anak cenderung egosentris
Permainan imajinatif dan bahasa merupakan
manifestasi penting
pola pikir masih intuitif dan impulsif
Teori
Perkembangan
Piaget Concrete-operational
(7-11 Tahun)
Anak mulai bisa menyelesaikan masalah jika
fokus tapi belum bisa berpikir abstrak
mulai bisa mengelompokkan, menyusun
menurut ukuran dan bentuk, konsep hubungan
Coklatnya merk kitkat, Kitkat adalah coklat,
coklat adalah jenis makanan
Teori
Perkembangan
Piaget Formal Operation
(11-15 tahun)
sudah bisa berpikir abstrak, memikirkan
beberapa kemungkinan, menjelaskan konsep
bisa membuat hipotesis
Analisa Teori
Mulai terjadi pada saat anak mulai membentuk sense of
self. Pada usia ini anak sudah cukup untuk memiliki
perasaan “me” dan “my wants”, tetapi mereka belum
memiliki keterampilan yang memadai bagaimana cara
TANTRUM DAN memuaskan keinginan mereka secara tepat. Tantrum
TEORI PIAGET puncaknya pada usia 2-4 tahun yakni sekitar 23-80 %
(Fetsch & Jacobson, 1998 dalam Syamsudin, 2013).
Berdasarkan Teori Piaget, tantrum banyak muncul pada
tahap pre-operational thought (2-4 tahun)
Pola pikir intuitif dan impulsif
Anak cenderung Egosentris
Egosentrisme: anak di tahap ini sangat
berpusat pada sudut pandang mereka dan
belum bisa memandang dari sudut pandang
orang lain
Three-mountain test
Anak di usia ini menyukai pretend play,
orang tua bisa memberi nasehat atau
pengertian melalui boneka kesayangan
mereka saat bermain dengan anak untuk
membantu mereka memahami dari sudut
pandang mereka dan dalam bentuk yang
konkret
Syamsudin, S. (2013). Mengenal perilaku tantrum dan
bagaimana mengatasinya. Sosio Informa: Kajian
DAFTAR PUSTAKA Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 18(2).

Papalia, D. E. (2012). Experience human development.


MCGraw-Hill International Edition.
THANK YOU!

Anda mungkin juga menyukai