LAPORAN PRAKTIKUM
PERANCANGAN PLTS
Nama Praktikan : Ahmad Fawwaz Zidan (191726001)
Kelompok : 2 (Dua)
Kelas/Prodi : 3E/D4-TPTL
Tanggal Pengumpulan : 10 Maret 2022
Dosen Pembimbing : Ir. Sri Paryanto Mursid M.Sc
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
I. Rangkaian Percobaan
A. Diagram Blok
Solar panel
Solar charge
Beban DC
controller
Baterai Inverter Beban AC
B. Diagram Pengawatan
II. Alat dan Bahan
1. Solar Panel (50 WP)
2. 1 Set Solar Charge Controller (PWM)
3. Inverter
4. Baterai 12 Ah, 12V
5. Tang Ampere
6. Multimeter
7. Lux Meter
8. Beban Lampu DC
9. Beban Lampu AC
10. Obeng plus
11. Kabel konektor
III. Prosedur Percobaan
A. Percobaan dengan Beban DC
1. Sambungkan SCC dengan Solar Panel dan juga Baterai
2. Apabila sudah terhubung, pada layer SCC akan muncul besar tegangan yang
masuk kedalam baterai
3. Sambungkan terminal paling kanan pada SCC dengan beban DC (digunakan
beban lampu DC)
4. Lakukan pengaturan pada SCC dengan menekan tombol paling kanan pada
SCC untuk mengalirkan daya untuk beban DC
5. Waktu durasi dari penyalaan Beban DC dapat diatur pada SCC selama “24 h”
6. Apabila pengaturan sudah selesai dilakukan, tekan tombol SCC paling kiri
untuk menyimpan pengaturan.
B. Percobaan dengan Inverter dan Beban AC
1. Sambungan SCC dengan Solar Panel dan juga Baterai
2. Apabila sudah terhubung, pada layar SCC akan muncul besar tegangan yang
masuk kedalam baterai.
3. Sambungkan secara pararel input Inverter dengan Baterai
4. Tekan tombol ON pada Inverter untuk menyalakan Inverter
5. Sambungkan output dari Inverter dengan Beban AC (digunakan beban lampu
AC)
IV. Data Percobaan
A. Pengukuran pada baterai
- Tegangan output = 12,9 V
- Irradiance = 139,3 W/m2
- Arus = 0,4 A
B. Percobaan dengan Beban DC
- Intensitas Cahaya = 213,7W /m2
- Tegangan = 12,97 V
- Arus
Kondisi beban menyala = 0,8 A
Kondisi mati = 0,4 A
C. Percobaan dengan Inverter dan Beban AC
- Intensitas Cahaya = 254 W /m2
- Tegangan = 226 V
- Arus = 0,08 A
D. Percobaan Beban AC dan DC
- Intensitas Cahaya = 245 W/m2
- Tegangan = 12,69 V
- Arus = 0,9 A
V. Pembahasan
Pada praktikum kali ini yaitu merancang PLTS, dilakukan dua percobaan yang
berbeda yaitu dilakukan percobaan perancangan dengan hanya menggunakan satu
beban DC, perancangan menggunakan inverter sebagai converter dari DC ke AC dan
juga beban AC nya. Pada praktikum kali ini perlu juga diperhatikan juga besar dari
intensitas cahaya matahari, semakin besar intensitas cahaya matahari yang didapat
maka akan semakin besar daya yang akan didapatkan. Praktikum ini juga
menggunakan SSC yang memiliki fungsi untuk melindungi dan melakukan
otomatisasi pada baterai.
Sebelum instalasi dilakukan, dilakukan pengukuran intensitas radiasi matahari
menggunakan Solar Power Meter. Solar Power Meter memiliki prinsip kerja dimana
terjadi interaksi antara radiasi dengan bahan detektor yang kemudian dapat
ditampilkan dalam besaran digital yang ditampilkan dalam display. Setelah diukur
dan dicatat dilakukan pengaturan pemasangan pada solar panel.
Solar panel memiliki fungsi untuk mengonversi cahaya matahari secara
langsung untuk diubah menjadi listrik. Energi listrik yang dihasilkan oleh solar panel
berupa energi listrik DC. Pada umumnya solar panel ini berbahan semikonduktor
seperti silicon, gallium arsenide, dan cadmium telluride atau copper indium
deselenide. Terdapat beberapa jenis solar sel yang ada dipasaran, yaitu Single
crystalline atau monocrystalline, Polycrystalline cell, Amorphous Silicon Cell,
Copper indium diselenide (CIS) cells, Cadmium telluride (CdTe) cells, dan Dye
sensitized. Untuk solar panel yang digunakan pada laboratorium berjenis
Polycrystalline. Solar panel yang digunakan pada saat praktikum ini memiliki
kapasitas 50 Wp yang berarti dapat menghasilkan daya puncak sebesar 50 Watt.
Untuk spesifikasi lainnya dapat dilihat pana nameplate solar panel seperti berikut
Pada nameplate diatas dapat terlihat pada kolom paling bawah menunjukan
bahwa untuk menghasilkan 50 W diperlukan radiasi matahari yang sebesar 1000
W/m2 . Pada pengaturan pemasangan solar panel ini dilakukan peletakan solar panel
dengan kemiringan sekitar 500 menghadap ke utara. Hal tersebut dilakukan karena
untuk memaksimalkan efisiensi dari solar panel itu sendiri, dimana letak geografis
dari laboratorium surya ini berada di bawah garis khatulistiwa yang membuat
peletakan solar panel menghadap ke utara.
Saat melakukan pemasangan baterai ke Solar Charge Control (SCC) dengan
kabel. Baterai ini digunakan untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh
solar panel melalui SCC. Energi listrik yang disimpan pada baterai dalam bentuk
energi listrik DC. Energi yang disimpan pada baterai berfungsi sebagai cadangan,
yang biasanya dipergunakan saat panel surya tidak menghasilkan energi listrik seperti
pada saat malam hari atau pada saat sedang tidak ada sinar matahari. Selain itu,
tegangan keluaran dari baterai ke sistem cenderung lebih stabil. Satuan kapasitas
energi yang disimpan pada baterai adalah ampere hour (Ah), yang diartikan arus
maksimum yang dapat dikeluarkan oleh baterai selama satu jam dan untuk baterai
yang digunakan pada saat praktikum berkapasitas 12Ah yang berarti selama satu jam
baterai tersebut dapat mengeluarkan arus maksimum sebesar 12 A.
Semua aliran arus, baik dari solar panel ke beban dan baterai ataupun baterai
ke beban harus melalui SCC. Solar Charge Controller (SCC) adalah sebuah
komponen yang digunakan untuk mengontrol dan memonitor tegangan serta arus
yang ada pada instalasi solar panel.
VI. Kesimpulan
Solar panel yang digunakan berbahan polycrystalline.
SCC dapat mengontrol dan memonitor tegangan serta arus yang ada pada
instalasi.
Inverter berfungsi sebagai pengubah tegangan AC menjadi tegangan DC.
Solar panel yang digunakan berkapasitas 50 W, baterai 12 Ah, serta inverter
1000 W.
VII. Daftar Pustaka
Permana, E., Desrianty, A., & Rispianda, R. 2015. Rancangan Alat Pengisi Daya
Dengan Panel Surya (Solar Charging Bag) Menggunakan Quality Function Deployment
(Qfd). REKA INTEGRA, 3(4).
Widyastuti, Christine, Erlina, Retno Aita Diantari. 2017. Studi Penyimpanan Energi
Pada Baterai Plts. Energi & Kelistrikan, 9(2), 120-125.
Muchammad, M., & Yohana, E. 2010. PENGARUH SUHU PERMUKAAN
PHOTOVOLTAIC MODULE 50 WATT PEAK TERHADAP DAYA KELUARAN YANG
DIHASILKAN MENGGUNAKAN REFLEKTOR DENGAN VARIASI SUDUT
REFLEKTOR 00 , 500 , 600 , 700 , 800 . ROTASI, 12(3), 14-18.
LAMPIRAN