MAKALAH
ILMU ALAMIAH DASAR
PLANET
D
I
S
U
S
U
N
Oleh.
DERMA ALWI BANCIN
DERMA ALWI BANCIN
DERMA ALWI BANCIN
DERMA ALWI BANCIN
DERMA ALWI BANCIN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH
TAHUN 2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karna berkat rahmat-Nya saya dapat
menyelesaikan pembuatan makalah ini. Saya Menyusun makalah ini dengan judul
“PLANET” untuk memenuhi tugas kelompok ilmu alamiah dasar.
Saya mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman guna untuk memperbaiki pembuatan
makalah berikutnya dan semoga makalah ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan
dan pengetahuan kita Bersama. Amin.
Banda aceh, 20 April 2022
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................
DAFTAR ISI......................................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN..................................................................................................
A. Latar Belakang.........................................................................................................
B. Rumusan Masalah....................................................................................................
C. Tujuan......................................................................................................................
D. Manfaat....................................................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN.....................................................................................................
A. Pengertian Planet.....................................................................................................
B. Klasifikasi Planet.....................................................................................................
C. Nama-Nama Planet..................................................................................................
BAB 3 PENUTUP..............................................................................................................
A. Kesimpulan..............................................................................................................
B. Saran........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebelumnya, para ahli menetapkan bahwa di dalam tata surya terdapat sembilan planet.
Sembilan planet tersebut berdasarkan urutannya dari matahari yang terdiri atas planet
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Sejalan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia, maka
berdasarkan Sidang Umum International Astronomical Union (IAU) ke-26, pada
tanggal 25 Agustus 2006 di Praha, ditetapkan delapan planet dengan mengeluarkan
Planet Pluto dari Sistem Tata Surya kita.
Keputusan mengeluarkan Pluto yang sudah menjadi anggota keluarga planet tata surya
selama 76 tahun merupakan konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet.
Dalam resolusi tersebut, sebuah benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga
syarat, yakni mengorbit matahari, berukuran cukup besar sehingga mampu
mempertahankan bentuk bulat, dan memiliki jalur orbit yang jelas dan "bersih" (tidak
ada benda langit lain pada orbit tersebut). Dari kriteria ini, planet Pluto memiliki
kelemahan, antara lain ukurannya sangat kecil dan bentuk orbitnya yang memanjang
dan memotong orbit Neptunus, sehingga dalam perjalanannya mengelilingi matahari,
Pluto kadang-kadang lebih dekat dengan matahari dibandingkan Neptunus.
Pluto ditemukanSejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, pengertian istilah
“planet” berubah dari “sesuatu” yang bergerak melintasi langit (relatif terhadap latar
belakang bintang-bintang yang “tetap”), menjadi benda yang bergerak mengelilingi
Bumi. Ketika model heliosentrik mulai mendominasi pada abad ke-16, planet mulai
diterima sebagai “sesuatu” yang mengorbit Matahari, dan Bumi hanyalah sebuah planet.
Hingga pertengahan abad ke-19, semua obyek apa pun yang ditemukan mengitari
Matahari didaftarkan sebagai planet, dan jumlah “planet” menjadi bertambah dengan
cepat di penghujung abad itu.
Pada 1990-an dan awal 2000-an, terjadi banjir penemuan obyek-obyek sejenis Pluto di
daerah yang relatif sama. Seperti Ceres dan asteroid-asteroid pada masa sebelumnya,
Pluto ditemukan hanya sebagai benda kecil dalam sebuah populasi yang berjumlah
ribuan. Semakin banyak astronom yang meminta agar Pluto didefinisi ulang dari sebuah
planet seiring bertambahnya penemuan obyek-obyek sejenis. Akhirnya pada 24 Agustus
2006, berdasarkan pemungutan suara, IAU membuat definisi planet yang baru. Jumlah
planet dalam Tata Surya berkurang menjadi 8 benda besar yang berhasil
“membersihkan lingkungannya” (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus,
Uranus dan Neptunus), dan sebuah kelas baru diciptakan, yaitu planet katai, yang pada
awalnya terdiri dari tiga obyek, Ceres, Pluto dan Eris.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan Planet ?
2. Klasifikasikan planet-planet yang ada di tata surya ?
3. Jelaskan ciri-ciri dari masing-masing planet ?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut :
1. Mengetahui yang dimaksud dengan Planet.
2. Mengetahui klasifikasi Planet.
3. Mengetahui penjabaran ciri-ciri dari masing-masing planet.
D. Manfaat Penulisan
Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini mencakup beberapa yang
terkait diantaranya sebagai berikut :
Bagi Mahasiswa
Makalah ini dapat digunakan sebagai bahan referensi atau masukan tentang nama-nama
planet di tata surya.
Bagi Masyarakat umum
Sebagai bahan bacaan yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang Sitem
susunan tata surya.
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pengertian Planet
Kata planet berasal dari bahasa Yunani yaitu planetai, yang berarti pengembara. Hal ini
disebabkan kedudukan planet terhadap bintang tidaklah tetap. Planet adalah benda
angkasa yang tidak mempunyai cahaya sendiri, berbentuk bulatan, dan beredar
mengelilingi bintang (Matahari). Sebagian besar planet mempunyai pengiring atau
pengikut yang disebut Satelit yang beredar mengelilingi planet.
Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:
mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;
mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat
mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk
kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat);
tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium
di intinya; dan,
telah "membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit
agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain
satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya .
Berdiameter lebih dari 800 km
B. Klasifikasi Planet
Planet-planet yang ada di tata surya dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria,
antara lain sebagai berikut.
1. Berdasarkan massanya
Planet dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:
a. Planet bermassa besar (Superior planet), terdiri atas Jupiter, Saturnus, Uranus,
dan Neptunus.
b. Planet bermassa kecil (Interior Planet), terdiri atas Merkurius, Venus,
Bumi,dan Mars.
2. Berdasarkan jaraknya ke matahari, planet dapat dibedakan atas planet
dalam dan planet luar.
a. Planet dalam (Interior planet)
yaitu planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih pendek daripada jarak
rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Berdasarkan kriteria tersebut, maka yang termasuk
planet dalam, adalah Planet Merkurius dan Venus. Planet Merkurius ataupun Venus
mempunyai kecepatan beredar mengelilingi matahari berbeda-beda, sehingga letak
atau kedudukan planet tersebut bila dilihat dari bumi akan berubah-ubah pula. Sudut
yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan Bumi-Matahari dengan suatu planet
disebut elongasi.
Planet Venus ataupun Merkurius yang berada pada posisi elongasi barat akan terbit
terlebih dahulu di ufuk timur pada saat matahari masih berada di bawah horizon timur,
sehingga planet tersebut terlihat berkilauan dilihat dari bumi karena sinar matahari
yang diterimanya dipantulkan kembali ke bumi. Oleh karena itu, orang-orang di bumi
menyebut Planet Venus atau Merkurius yang sedang berada pada kedudukan elongasi
barat sebagai Bintang Timur.
Sebaliknya apabila planet Merkurius atau Venus sedang berada pada posisi elongasi
Timur, maka-planet-planet itu akan memantulkan cahaya matahari beberapa saat
setelah matahari terbenam di ufuk barat, sehingga akan terlihat dari bumi sebagai
Bintang Senja.
b. Planet luar (Eksterior planet)
yaitu planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih panjang daripada jarak
rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Termasuk ke dalam kelompok planet luar, yaitu
Planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Dilihat dari bumi, sudut elongasi kelompok planet luar berkisar antara 0 -180 derajat.
Bila elongasi salah satu planet mencapai 180 derajat hal ini berarti planet tersebut
sedang berada dalam kedudukan oposisi, yaitu kedudukan suatu planet berlawanan
arah dengan posisi matahari dilihat dari bumi. Pada saat oposisi, berarti planet tersebut
berada pada jarak paling dekat dengan bumi.
Bila elongasi salah satu planet mencapai 00 berarti planet tersebut mencapai
kedudukan konjungsi, yaitu suatu kedudukan planet yang berada dalam posisi searah
dengan matahari dilihat dari bumi. Pada saat konjungsi, berarti planet tersebut berada
pada jarak paling jauh dengan bumi.
C. Nama-Naman Planet
1. Planet Merkurius
Merkurius merupakan planet paling dekat ke matahari, jarak rata-ratanya hanya sekitar
57,8 juta km. Akibatnya, suhu udara pada siang hari sangat panas (mencapai 4000C),
sedangkan malam hari sangat dingin (mencapai -2000 C). Perbedaan suhu harian yang
sangat besar disebabkan planet ini tidak mempunyai atmosfer. Merkurius berukuran
paling kecil, garis tengahnya hanya 4.850 km hampir sama dengan ukuran bulan
(diameter 3.476 km). Planet ini beredar mengelilingi matahari dalam suatu orbit eliptis
(lonjong) dengan periode revolusinya sekitar 88 hari, sedangkan periode rotasinya
sekitar 59 hari.
A. Planet Merkurius B. Perbandingannya Merkurius dengan Bumi
2. Pelanet Venus
Venus merupakan planet yang letaknya paling dekat ke bumi, yaitu sekitar 42 juta km,
sehingga dapat terlihat jelas dari bumi sebagai suatu noktah kecil yang sangat terang dan
berkilauan menyerupai bintang pada pagi atau senja hari. Venus sering disebut sebagai
bintang kejora pada saat Planet Venus berada pada posisi elongasi barat dan bintang senja
pada waktu elongasi timur. Kecemerlangan planet Venus disebabkan pula oleh adanya
atmosfer berupa awan putih yang menyelubunginya dan berfungsi memantulkan cahaya
matahari. Jarak rata-rata Venus ke matahari sekitar 108 juta km, diselubungi atmosfer yang
sangat tebal terdiri atas gas karbondioksida dan sulfat, sehingga pada siang hari suhunya
dapat mencapai 4770 C, sedangkan pada malam hari suhunya tetap tinggi karena panas
yang diterima tertahan atmosfer. Diameter planet Venus sekitar 12.140 km, periode
rotasinya sekitar 244 hari dengan arah sesuai jarum jam, dan periode revolusinya sekitar
225 hari.
3. Pelanet Bumi
Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga dari matahari. Jarak rata-ratanya ke
matahari sekitar 150 juta km, periode revolusinya sekitar 365,25 hari, dan periode rotasinya
sekitar 23 jam 56 menit dengan arah barat-timur. Planet bumi mempunyai satu satelit alam
yang selalu beredar mengelilingi bumi yaitu Bulan (The Moon). Diameter Bumi sekitar
12.756 km hampir sama dengan diameter Planet Venus.
4. Planet mars
Mars merupakan planet luar (eksterior planet) yang paling dekat ke bumi. Planet ini tampak
sangat jelas dari bumi setiap 2 tahun 2 bulan sekali yaitu pada kedudukan oposisi. Sebab
saat itu jaraknya hanya sekitar 56 juta km dari bumi, sehingga merupakan satu-satunya
planet yang bagian permukaannya dapat diamati dari bumi dengan mempergunakan
teleskop, sedangkan planet lain terlalu sulit diamati karena diselubungi oleh gas berupa
awan tebal selain jaraknya yang terlalu jauh.
Keadaan di Mars paling mirip dengan bumi, sehingga memungkinkan terdapatnya
kehidupan. Karena itu, para astronom lebih banyak menghabiskan waktu mempelajari Mars
daripada planet lain. Jarak rata-rata ke Matahari sekitar 228 juta km, periode revolusinya
sekitar 687 hari, sedangkan periode rotasi sekitar 24 jam 37 menit. Diameter planet sekitar
setengah dari diameter bumi (6.790 km), diselimuti lapisan atmosfer yang tipis, dengan
suhu udara relatif lebih rendah daripada suhu udara di bumi. Planet Mars mempunyai dua
satelit alam, yakni Phobos dan Deimos.
5. Pelanet Jupiter
Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya, diameter sekitar 142.600 km, terdiri atas
materi dengan tingkat kerapatannya rendah, terutama hidrogen dan helium. Jarak rata-
ratanya ke matahari sekitar 778 juta km, berotasi pada sumbunya dengan sangat cepat yakni
sekitar 9 jam 50 menit, sedangkan periode revolusinya sekitar 11,9 tahun. Planet Jupiter
mempunyai satelit alam yang jumlahnya paling banyak yaitu sekitar 13 satelit, di antaranya
terdapat beberapa satelit yang ukurannya besar yaitu Ganimedes, Calisto, Galilea, Io dan
Europa.
6. Planet Saturnus
Saturnus merupakan planet terbesar ke dua setelah Jupiter, diameternya sekitar 120.200 km,
periode rotasinya sekitar 10 jam 14 menit, dan revolusinya sekitar 29,5 tahun. Planet ini
mempunyai tiga cincin tipis yang arahnya selalu sejajar dengan ekuatornya, yaitu Cincin
Luar (diameter 273.600 km), Cincin Tengah (diameter 152.000 km), dan Cincin Dalam
(diameter 160.000 km). Antara Cincin Dalam dengan permukaan Saturnus dipisahkan oleh
ruang kosong yang berjarak sekitar 11.265 km. Planet Saturnus mempunyai atmosfer
sangat rapat terdiri atas hidrogen, helium, metana, dan amoniak. Planet Saturnus
mempunyai satelit alam berjumlah sekitar 11 satelit, diantaranya Titan, Rhea, Thetys, dan
Dione.
7. Planet Uranus
Uranus mempunyai diameter 49.000 km hampir empat kali lipat diameter bumi. Periode
revolusinya sekitar 84 tahun, sedangkan rotasinya sekitar 10 jam 49 menit. Berbeda dengan
planet lainnya, sumbu rotasi pada planet ini searah dengan arah datangnya sinar matahari,
sehingga kutubnya seringkali menghadap ke arah matahari. Atmosfernya dipenuhi
hidrogen, helium dan metana. Di luar batas atmosfer, Planet Uranus terdapat lima satelit
alam yang mengelilinginya, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Jarak rata-
rata ke matahari sekitar 2.870 juta km. Planet inipun merupakan planet raksasa yang
sebagian besar massanya berupa gas dan bercincin, ketebalan cincinnya hanya sekitar 1
meter terdiri atas partikel-partikel gas yang sangat tipis dan redup.
8. Planet Neptunus
Neptunus merupakan planet superior dengan diameter 50.200 km, letaknya paling jauh dari
matahari. Jarak rata-rata ke matahari sekitar 4.497 juta km. Periode revolusinya sekitar
164,8 tahun, sedangkan periode rotasinya sekitar 15 jam 48 menit. Atmosfer Neptunus
dipenuhi oleh hidrogen, helium, metana, dan amoniak yang lebih padat dibandingkan
dengan Jupiter dan Saturnus. Satelit alam yang beredar mengelilingi Neptunus ada dua,
yaitu Triton dan Nereid. Planet Neptunus mempunyai dua cincin utama dan dua cincin
redup di bagian dalam yang mempunyai lebar sekitar 15 km.
Walaupun sekarang Pluto sudah tidak termasuk planet sebagai anggota tata surya, tetapi
tidak ada salahnya untuk diketahui demi menambah wawasan pengetahuan. Pluto memiliki
diameter sekitar 6.400 km, letaknya paling jauh dari matahari. Jarak rata-ratanya ke
matahari yaitu sekitar 5.900 juta km. Periode revolusinya sekitar 247,7 tahun, sedangkan
periode rotasinya sekitar 153 jam. Jarak Pluto yang sangat jauh dari matahari
mengakibatkan suhu planet ini menjadi sangat dingin dengan tingkat kepadatan tinggi pula.
Walaupun demikian, Planet Pluto memiliki satu satelit alam yang mengelilingi planet itu
dalam jarak sekitar 17.000 km yang dinamakan Charon
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebelumnya, Planet-planet anggota tata surya ada 9, yaitu Merkurius, Venus, bumi, Mars,
Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 agustus 2006, para
ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di
tata surya menjadi hanya 8.
Menurut IAU (Persatuan Astronomi Internasional) sesuai dengan defenisi yang baru, maka
terdapat delapan planet dalam sistem Tata Surya:
1. Merkurius
2. Venus
3. Bumi
4. Mars
5. Jupiter
6. Saturnus
7. Uranus
8. Neptunus
C. Saran
Pada abad ke-4 SM, Aristoteles memperkenalkan nama-nama dewa dalam
mitologi untuk planet-planet ini. Hermes menjadi nama untuk Merkurius, Ares
untuk Mars, Zeus untuk Jupiter, Kronos untuk Saturnus dan Aphrodite untuk
Venus.
Pada masa selanjutnya di mana kebudayaan Romawi menjadi lebih berjaya
dibanding Yunani, semua nama planet dialihkan menjadi nama-nama dewa
mereka. Kebetulan dewa-dewa dalam mitologi Yunani mempunyai padanan
dalam mitologi Romawi sehingga planet-planet tersebut dinamai dengan nama
yang kita kenal sekarang.
Hingga masa sekarang, tradisi penamaan planet menggunakan nama dewa
dalam mitologi Romawi masih berlanjut. Namun demikian ketika planet ke-7
ditemukan, planet ini diberi nama Uranus yang merupakan nama dewa
Yunani. Dinamakan Uranus karena Uranus adalah ayah dari |Kronos
(Saturnus). Mitologi Romawi sendiri tidak memiliki padanan untuk dewa
Uranus. Planet ke-8 diberi nama Neptunus, dewa laut dalam mitologi
Romawi.
Akan tetapi, Secara pasti belum diketahui bagaimana planet terbentuk. Teori
yang selama ini masih dipercaya adalah planet terbentuk saat nebula runtuh ke
piringan gas dan debu.
DAFTAR PUSTAKA
Riyanto, : Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 1, halaman 129, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar Offset, 1997
Bagja Waluya, :Geografi Memahami Geografi Kelas x , Jakarta , 2007
www.solarviews.com
www.celestiamotherlode.net
www.solarvoyager.com