0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan4 halaman

Kebijakan Pendelegasian Anestesi RS Nabasa

Keputusan Direktur Rumah Sakit Bersalin Nabasa menetapkan kebijakan pendelegasian tugas dokter anestesi untuk meningkatkan pelayanan medis dan memenuhi kebutuhan pasien. Dokter spesialis anestesi dapat mendelegasikan tugas kepada dokter lain jika berhalangan, namun harus memenuhi kualifikasi dan prosedur yang ditetapkan.

Diunggah oleh

Yulia Pratiwi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan4 halaman

Kebijakan Pendelegasian Anestesi RS Nabasa

Keputusan Direktur Rumah Sakit Bersalin Nabasa menetapkan kebijakan pendelegasian tugas dokter anestesi untuk meningkatkan pelayanan medis dan memenuhi kebutuhan pasien. Dokter spesialis anestesi dapat mendelegasikan tugas kepada dokter lain jika berhalangan, namun harus memenuhi kualifikasi dan prosedur yang ditetapkan.

Diunggah oleh

Yulia Pratiwi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPUTUSAN DIREKTUR

RUMAH SAKIT BERSALIN NABASA

NOMOR : /RSBN/ / /2017

TENTANG
KEBIJAKAN PENDELEGASIAN DOKTER ANESTESI

DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT BERSALIN NABASA

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan medis di Rumah


Sakit Bersalin Nabasa, maka diperlukan penyediaan pelayanan anestesi
guna memenuhi kebutuhan medis pasien.
b. bahwa berdasarkan point a diperlukan keputusan Direktur Rumah
Sakit Bersalin Nabasa tentang pendelegasian tugas dokter anestesi.

Mengingat : 1. Undang – undang Negara Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004


tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4431);
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
519/Menkes/Per/2011 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan
Anestesiologi dan Terapi Intensif Di Rumah Sakit;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 920 /
MENKES/PER/XII/1986 Tanggal 17 Desember 1986 tentang Upaya
Pelayanan Kesehatan Swasta di Bidang Medis;

MEMUTUSKAN

Menetapkan :
Kesatu : Pimpinan rumah sakit, dalam hal ini direktur, memiliki kewenangan untuk
meningkatkan pelayanan medis dalam penyediaan pelayanan anestesi;
Kedua : Pelayanan anesthesi harus tersedia untuk keadaan darurat di luar jam kerja,
meliputi pra operatif (pra anesthesi), Intra anesthesi dan Pasca anesthesia
serta pelayanan lain sesuai bidang anesthesi lain;
Ketiga : Pimpinan Rumah sakit menjamin ketersediaan tenaga Ahli Anesthesi,
dengan proses pendelegasian dengan pertimbangan rekor catatan kinerja
yang akseptabel serta dapat memenuhi undang-undang dan peraturan yang
berlaku;
Keempat : Pimpinan anestesi yang telah ditunjuk, dalam hal ini dokter spesialis
anestesi yang memiliki Surat Ijin Praktek , dengan sistem kerja part time.
Apabila Dokter Spesialis Anestesi berhalangan maka memiliki kewajiban
untuk mencari dokter spesialis anestesi penganti;
Kelima : Petugas yang bertanggungjawab untuk anestesi, harus kompeten dalam
melaksanakan teknik berbagai modus anestesi, monitoring yang tepat,
respon terhadap adanya komplikasi, penggunaan zat – zat reversal, serta
pelaksanaan bantuan hidup dasar dalam hal ini yang bertanggungjawab
adalah dokter spesialis anestesi dengan kolaborasi dengan perawat
anestesi;
Keenam : Dokter anestesi dapat mendelegasikan kepada dokter anestesi yang
memiliki SIP jika berhalangan melakukan tindakan anestesi di Rumah Sakit
Bersalin Nabasa.
Ketujuh : Dokter anestesi pengganti melakukan tindakan anesthesi sesuai prosedur di
Rumah Sakit Bersalin Nabasa.
Kedelapan : Dokter anestesi pengganti dapat melakukan tindakan atas rekomendasi dari
dokter anestesi Rumah Sakit Bersalin Nabasa
Kesembilan : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di kemudian
hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Pontianak
Pada tanggal : Januari 2017

Direktur
Rumah Sakit Bersalin Nabasa

dr. Pinda Hutajulu, Sp.OG

Anda mungkin juga menyukai