BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Misalignment adalah ketidaklurusan yang terjadi antara kedua buah poros.
Misalignment dapat terjadi akibat penyimpangan atau pergeseran pada salah
satu komponen mesin terhadap sumbu pusatnya. Dampak yang ditimbulkan
oleh misalignment yaitu mengakibatkan getaran pada arah axial. Alignment
adalah suatu proses perawatan yang dilakukan pada poros yang mengalami
masalah misalignment dengan cara mensejajarkan atau meluruskan dua sumbu
poros yang saling lurus (antara sumbu poros dengan poros penggerak) yang
dilakukan pada saat mesin sedang beroperasi atau dihidupkan. Tetapi dalam
kenyataan, kelurusan antar sumbu poros tidak akan didapatkan 100% lurus.
Oleh karena itu perlunya nilai toleransi yaitu kurang dari 0,05 mm. Dalam
proses alignment pada kondisi mesin tidak beroperasi, hasilnya bisa saja
berubah pada saat mesin beroperasi. Hal ini sangatlah tidak diharapkan terjadi,
namun demikian bisa saja terjadi, hal ini disebut “Thermal Growth”.
Alignment merupakan salah satu proses pemeliharaan atau perawatan pada
elemen mesin pemindahan putaran atau daya, agar perlengkapan yang
digunakan dapat berfungsi secara maksimal dan mencegah kerusakan elemen-
elemen mesin lainnya pada perlengkapan mesin akibat kesalahan pada saat
pemasangan atau pemeliharaan.
Analisa perawatan poros dikenal istilah misalignment yang sering terjadi
pada poros suatu mesin. Misalignment adalah ketidaklurusan yang terjadi
antara kedua buah poros. Misalignment dapat terjadi akibat penyimpangan atau
pergeseran pada salah satu komponen mesin terhadap sumbu pusatnya.
Dampak yang ditimbulkan oleh misalignment yaitu mengakibatkan getaran
pada arah axial.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam praktikum kali ini adalah:
1. Bagaimana misalignment dapat terjadi?
2. Bagaimana cara memahami jenis jenis misalignment?
3. Berapa besarnya misalignment dengan metode Rim dan Face
4. Bagaimana cara proses alignment dan metodenya?
1.3 Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum Defleksi pada batang kali ini adalah:
1. Memahami penyebab terjadinya misalignment.
2. Memahami jenis-jenis misalignment.
3. Mengetahui besarnya misalignment dengan metode Rim and Face.
4. Memahami proses alignment dan metode yang digunakan
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah pada praktikum kali ini adalah;
1. Mengukur misalignment motor listrik dengan menggunakan Dial
Indicator: Rim and Face
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk lebih memahami laporan modul Misalignment maka dibuatlah
sitematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Berisikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan
praktikum, dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Berisikan tentang pengertian misalignment, kategori misalignment,, alignment,
pemanfaatan alignment, Torsional Vibration Analysis, toleransi pada kopling,
contoh kasus besar misalignment
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Berisikan tentang diagram alir praktikum, alat dan bahan praktikum, prosedur
pengujian.
2
BAB IV ANALISIS PEMBAHASAN
Berisikan tentang table data praktikum, dan jawaban pertanyaan tugas
BAB V KESIMPULAN
Berisikan tentang kesimpulan dari keseluruhan praktikum serta saran.