Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa. Karena berkat rahmat-Nya
laporan ini dapat terselesaikan. Laporan ini disusun dalam rangka untuk memenuhi nilai
tambah praktek. Adapun pembuatan laporan ini untuk merangkum hal-hal yang berkaitan
dengan Alignment, Leveling dan Balancing sehingga dapat menambah pengetahuan kita
semua. Dalam penyusunan laporan ini, penulis banyak mendapat bantuan baik moril maupun
materil serta saran dan petunjuk dari berbagai pihak baik secara langsung maupun
tidak langsung yang telah memberikan dukungannya dalam penyusunan laporan ini.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada dosen penguji, dalam hal ini adalah Pak
suparno ST, MT yang telah mangajarkan pengetahuannya kepada kami para mahasiswa,
sehingga kami bisa menyelesaikan laporan dengan baik. Akhirnya penulis berharap laporan
ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun orang lain yang membacanya dan tentunya
laporan ini bisa diterima oleh dosen pembimbing.

Samarinda, 14 september 2016

LAILI MAHMUDI
NIM. 15641056
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... 1


DAFTAR ISI ................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang ....................................................................................... 3
B. Tujuan Penulisan Laporan ..................................................................... 4

BAB II LANDASAN TEORI


A. Teori Dasar Alignment .......................................................................... 5
B. Teori Dasar Leveling .............................................................................. 6
C. Teori Dasar Balancing ............................................................................ 7
BAB III PEMBAHASAN
A. Alat dan Bahan ...................................................................................... 8
B. Penyebab Misalignment ........................................................................ 10
C. Penyebab Tidak Leveling ..................................................................... 11
D. Penyebab Unbalancing.......................................................................... 11
E. Praktek .................................................................................................. 12
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................................... 13
B. Saran .................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 14


BAB I
PENDAHULUAN
1. A. Latar Belakang
Alignmant adalah suatu pekerjaan yang meluruskan / mensejajarkan dua sumbu
poros lurus (antara poros penggerak dengan sumbu poros yang digerakkan) pada
waktu peralatan itu beroprasi. Dalam dunia industri, khususnya industri yang
bergerak dalam bidang pembuatan produk sangatlah mutlak diperlukan kesejajaran
sumbu terhadap peralatan atau mesin yang digunakan, jika kesejajaran sumbu
suatu mesin yang digunakan untuk pembuatan suatu praduk tidak memenuhi syarat
besar kemungkinan produk yang dihasilkan juga tidak maksimal, selain dari pada itu
kesejajaran sumbu juga mempengaruhi usia pakai suatu peralatan atau mesin.
Kesejajaran sumbu yang melebihi batas yang diizinkan dapat mempengaruhi
kenerja mesin, kinerja mesin yang tidak maksimal dapat berpengaruh terhadap usia
pakai mesin atau peralatan.
Leveling Machine adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui keadaan mesin
secara keseluruhan sebelum penempatan mesin produksi sampai proses maintenanc
sedangkan balancing pengujian yang dilakukan untuk mengetahui dimana letak titik-titik
ketidak seimbangan yang terdapat suatu rotor yang bulat sempurna.

Tujuan Penulisan Laporan


1. Agar mahasiswa dapat mengetahui teori dasar alignment;
2. Agara mahasiswa mengetahui peralatan-peralatan yang digunakan dalam
pengujian alignment;
3. Agar mahasiswa mengetahui cara pengujian alignment
4. Agar mahasiswa mampu mengkalibrasi meja rata dan Untuk mengetahui
bagian-bagian yang mengalami penyimpangan dalam meja rata maupun
mesin.
5. Agar mahasiswa mengetahui jenis-jenis unbalancing
6. Agar mahasiswa mampu membalancing mesin yang unbalancing
BAB II
TEORI DASAR

1.A. Pengertian Alignment


Pengertian Alignment
Alignment adalah kesa tusumbuan, kesejajaran, kesebarisan dan ketegaklurusan
elemen mesin pemindah putaran atau daya
Aligmand adalah suatu pekerjaan yang meluruskan / mensejajarkan dua sumbu poros
lurus (antara poros penggerak dengan sumbu poros yang digerakkan) pada waktu
peralatan itu beroprasi.
Tetapi dalam kenyataan, pengertian lurus tidak bisa didapatkan 100%. Untuk itu
harus diberikan toleransi kurang dari 0,05 mm. Macam macam ketidaklurusan kedua
poros (misalignment) :
a. Paralel Misalignment, adalah posisi dari kedua poros dalam keadaan tidak sejajar
dengan ketinggian yang berbeda.
b. Angular Misalignment, adalah ketidaklurusan kedua poros yang posisinya saling
menyudut, sedangkan kedua ujungnya ( pada kopling) mempunyai ketinggian yang
sama.
c. Combinasion Misalignment, adalah ketidaklurusan kedua poros yang posisinya
saling menyudut dan kedua ujungnya poros (kopling) tidak sama.
Alignment biasanya dilakukan pada saat pemasangan elemen mesin pemindah
putaran dan daya, seperti pada :
1. Kopling 4. Puli dan sabuk penggerak
2. Sprocket dan rantai penggerak 5. bantalan
3. Roda gigi
Jenis Penyimpangan Kesumbuan
1. Penyimpangan menyudut vertikal
Penyimpangan ini terjadi apabila antar sumbuporos penggerak dan yang
digerakkan membentuk sudut. Perbaikandapat dilakukan deng-an menaikkan atau
menurunkan sumbu poros.
1. Penyimpangan kesejajaran Vvertikal
Terjadi perbedaan ketinggia antaradua poros yang sejajar. Untuk memperbaiki
keadaan tersebut dapat dilakukan dengan menaikkan dan menurunkan sumbu poros.
3. Penyimpangan menyudut horisontal
Untuk memperbaiki kondisi sumbu poros yang menyudut maka sumbu poros
harus digeser kearah kiri atau kanan dengan besar yang berbeda.
4. Penyimpangan kesejajaran horizontal
Sumbu diantara dua posisi sejajar, untuk memperbaiki kondisi tersebut sumbu
poros harus digeser kekanan atau keki

C. Tujuan Alignment
Adapun tujuan dilakukan alignment antara lain :
1. Agar putaran dan daya yang ditransmisikan dapat maksimal;
2. Menghindarkan kerusakan akibat ketidaksumbuan;
3. Menjaga kondisi mesin tetap stabil;
4. Menhindarkan suara ribut.

B. pengertian Leveling
Pengertian leveling
Leveling Machine adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui
keadaan mesin secara keseluruhan.Leveling perlu dilakukan untuk mengetahui kerusakan yang
dialami oleh sebuah mesin yang kemudian akan ditanggulangi atau diperbaiki sedini mungkin
agar tidak terjadi kerusakan yang berlanjut.Dalam hal ini adapun mesin yang akan dilakukan
leveling adalah Meja rata dan Mesin bubut yang ada di bengkel.
C. Pengertian balancing
Pengertian balancing
Balancing adalah pengujuan yang dilakukan untuk menentukan dimana
letak titik-titik ketidak seimbangan yang terdapat pada suatu rotor yang bulat
sempurna atau sebagai kesamaan distribusi massa system poros terhadap sumbu
putar.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Tanda-tanda Penyimpangan

Bagian-bagian akibat ketidaklurusan poros (misalignment),leveling, dan balancing


:
1. Poros, terjadi getaran yang berlebihan pada masing-masing poros.
2. Bantalan, terjadinya gesekan yang berlebihan pada bantalan mengakibatkan
timbulnya panas yang berlebihan.
3. Baut baut kopling akan rusak / putus.
4. Mempercepat kebocoran cairan yang dipompa pada stuffing box.
5. Pada pompa menurunkan efesiensi mekaniknya.
6. Kumparan pada motor listrik akan bergesekkan sehingga dapat menimbulkan
hubungan pendek.
7. bergesernya mesin bubut pada posisi awal
8. tidak simetrisnya roda-roda gigi pada box mesin
9. akan terjadi tidak akuratnya meja rata bila di gunakan jika tidak di kalibrasi
dengan cara leveling.

B. Alat yang di gunakan


a. Kunci pas satu set
b. Dial indicator
c. Palu
d. Obeng min
e. Mistar baja
f. Spedol
g. Feeler gauge
C. Praktikum 1 Leveling dan Balancing

Yang harus di perhatikan Langkah pertama sebelum memulai praktek adalah K3


keselamatan kerja terlebih dahulu, persiapkan Alat dan bahan praktek, seperti gambar
di bawah:
Gambar.1

Gambar.2

Bahan praktek adalah meja rata yang sudah di erorkan terlebih dahulu dengan
menggunakan obeng, setelah itu menyetel ulang agar kembali normal atau standar
dengan obeng dan feeler gauge dimana yang kita ketahui meja rata memiliki 3 kaki
ada juga yang berkaki 4 kaki tetapi kita memakai meja rata yang berkaki 3 cara
setelnya dengan memutar-mutar kaki meja rata dengan obeng dan feeler gauge
sebagai peratanya, bias dilihat gambar dibawah ini :

Gambar.3 Gambar.4
Hingga semua sisi meja rata seperti pada gambar dibawah yang sudah dicek
dengan feeler gauge :

Gambar .5

D. Praktikum 2 Leveling dan balancing mesin bubut

Peralatan yang di gunaan sama halnya dengan alat yang di gunakan untuk
leveling meja rata hanya saja ditambah satu set kunci pas, mesin bubut di erorkan
terlebih dahulu ke empat bautnya, pertama-tama letakan feeler gauge pada eretan atas
seperti gambar di bawah ini:

Gambar.8
Ke empat baut mesin bubut di kencangi pelan-pelan dengan melihat feeler
gauge sudah level atau belum, jika sudah level bisa di lihat pada gambar berikut :

Gambar.9
Aligment dan balancing Pompa

Pertama-tama pilih pompa yang akan di Aligment dan balancing seperti gambar
di bawah:

Gambar .6
Peralatan yang akan digunakan seperti gambar di bawah ini :

Gambar. 7
Mesin atau pompa di erorkan terlebih dahulu, pompa dan mesin di pisahkan terlebih
dahulu, sebenarnya didalam pabrik atau perusahaan perminyakan mesinnya lah yang
seharusnya di aligment dan balancing terhadap pompa, karena pompa sudah
terpasang dengan pipa-pipa penghubung yang sudah tidak bias di otak-atik, tetapi
berhubung mesin pengangkat di bengkel terlalu besar kita belajar aligment pompa
dengan mesin seperti gambar di bawah :

Gambar. 9