MAKALAH
SHAFT ALIGNMENT
Disusun Oleh
Wendi Mahendra Sanjaya
(40040220650006)
A_3a
PRODI D4 REKAYASA PERANCANGAN MEKANIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN AJARAN 2021/2022
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala
limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga
makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunujuk maupun
pendoman bagi pembaca dalam kegiatan belajar mengajar.
Makalah ini berisikan informasi tentang “Alignment” atau yang lebih
khususnya membahas pengukuran shaft aligment. Harapan saya semoga makalah ini
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman khususnya bagi penulis dan
umumnya bagi pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya
miliki sangat kurang, oleh karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini. Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah
SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amiin
Cirebon, 08 September 2021
Penyusun
(Wendi Mahendra Sanjaya)
2
3
BAB I PENDAHULUAN
4
4
4
BAB II PEMBAHASAN
5
5
6
11
14
BAB III ANALISIS DATA
16
BAB IV PENUTUP
19
19
BAB I
3
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Alignment merupakan salah satu proses pemeliharaan atau perawatan pada elemen
mesin pemindahan putaran atau daya, agar perlengkapan yang digunakan dapat berfungsi
secara maksimal dan mencegah kerusakan elemen-elemen mesin lainnya pada perlengkapan
mesin akibat kesalahan pada saat pemasangan atau pemeliharaan.
Guna memperpanjang masa penggunaan suatu mesin maka sangat diperlukan
perawatan pada mesin-mesin, salah satu caranya yaitu dengan melakukan alignment pada
mesin tersebut.
Pada laporan ini penulis akan membahas alignment pada mesin uji lelah yang berada
di bengkel teknologi mekanik.
1.2 Tujuan
Alignment dilakukan untuk memelihara elemen mesin pemindah putaran atau daya,
yang meliputi :
a. Merawat atau melevel kedudukan mesin agar getaran yang ditimbulkan oleh mesin
tidak melebihi toleransi,
b. Mengurangi dan menambahkan shim, setelah menganalisa data,
c. Mengurangi dan mencegah vibrasi kerusakan dise pack,dan lain sebagainya.
1.3 Metode
a. Metode Visual Line-Up
b. Metode Straightedge
c. Metode Dial Indicator (Rim and Face)
d. Metode Dial Indicator (Reverse Dial)
e. Metode Laser
BAB II
4
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Alignment
Alignment adalah suatu pekerjaan yang meluruskan / mensejajarkan dua sumbu poros
lurus (antara poros penggerak dengan sumbu poros yang digerakkan) pada waktu peralatan
itu beroperasi).Tetapi dalam kenyataan, pengertian lurus tidak bisa didapatkan 100%. Untuk
itu harus diberikan toleransi kurang dari 0,05 mm. Macam – macam ketidaklurusan kedua
poros (misalignment).
Alignment ialah pembuatan center line poros dari suatu equipment ke equipment yang
lainnya pada waktu bersama. Fungsi dari alignment ialah:
a. Mengurangi dan mencegah vibrasi, kerusakan bearing, dise pack coupling, sheal dan
shaft sebelum waktunya,
b. Meningkatkan penghematan dan ketangguhan peralatan tersebut.
2.2 Klasifikasi Alignment
Dari Kondisi Peralatan Dapat Dibedakan Menjadi Dua, Yaitu :
a. Could alignment,
b. Hot alignment.
dan pada posisi putaran dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Vertical alignment ( mencari atas bawah ),
b. Horizontal alignment ( mencari posisi kiri dan kanan ).
Gambar 1. Posisi pada klasifikasi alignment
2.3 Jenis-Jenis Metode Alignment
5
a. Metode Visual Line-Up
Metode Visual Line-Up
Metode Visual Line-Up adalah metode alignment yang paling umum dan mudah untuk
dilakukan. Metode Visual Line-Up umumnya digunakan pada instalasi awal, dimana metode
ini memungkinkan teknisi atau operator dapat menganalisa kelayakan instalasi dan kondisi
kerja.
b. Metode Straightedge
Metode Straightedge
Metode Straightedges adalah metode alignment yang digunakan untuk menentukan offset
pada bagian kopling. Koreksi metode ini dilakukan di bawah keempat kaki mesin. Metode
Straightedge menggunakan alat bantu berupa feeler gauge atau taper gauge yang berfungsi
untuk mengukur jarak antara bagian kopling pada bagian atas dan bawah kopling.
c. Metode Dial Indicator (Rim and Face)
6
Metode Dial Indicator (Rim and Face)
Metode Rim and Face pada prinsipnya serupa dengan metode Straightedge atau feeler gauge,
tetapi pada metode Rim and Face lebih akurat karena menggunakan dial indicator.
Pembacaan tepi (rim) berfungsi untuk mengukur offset antara bagian kopling. sedangkan
Pembacaan wajah (face) berfungsi untuk mengukur perbedaan sudut antara wajah kopling.
Perubahan dihitung menggunakan rumus yang sama dengan metode straightedge.
Kelebihan metode rim and face:
1. Digunakan ketika hanya satu poros yang dapat diputar.
2. Memberikan tindakan pencegahan yang benar, karena perataan presisi dan dapat dicapai
dengan metode ini.
Sumber kesalahan alignment metode Rim and Face :
1. Endfloat mempengaruhi pembacaan wajah.
2. Indikator braket yang bergeser dapat mempengaruhi pembacaan.
3. Eksentrik, skewedcouplings atau permukaan yang rusak dapat menyebabkan kesalahan.
4. Kelonggaran fixture dapat menyebabkan kesalahan.
5. Jika posisi Indikator batang tidak tegak lurus terhadap poros dapat menyebabkan
kesalahan.
d. Metode Dial Indicator (Cross Dial)
7
Metode Dial Indicator (Cross Dial)
Metode Cross Dial menggunakan dua buah dial indikacor yang dipasang tepat 180 derajat
secara terpisah untuk mengetahui bacaan dari antar poros. Misalignment paralel dan sudut
dapat dikoreksi pada saat yang bersamaan. Metode ini memungkinkan sambungan poros tetap
terpasang, karena poros harus bergerak bersama.
Kelebihan metode Cross Dial :
1. Metode alignment yang cukup akurat karena menggunakan dial indikator
2. Proses alignment yang mudah dan cepat
Sumber kesalahan alignment metode Cross Dial :
1. Batang indikator harus tegak lurus terhadap poros
2. Kelonggaran
3. Indikator yang tidak sejajar satu sama lain
4. Braket indikator yang bergeser
5. Kopling backlash
e. Metode Dial Indicator (Reverse Dial)
8
Metode Dial Indicator (Reverse Dial)
Metode Reverse Dial menggunakan dua buah dial indicator yang membaca dari poros ke
poros dan hampir serupa dengan metode cross dial, perbedaanya pada dial indikator yang
berada pada bidang yang sama satu sama lain. Offset dan angularitas digabungkan dalam
perhitungan pada metode ini.
Kelebihan Metode Reverse Dial:
1. Metode yang paling akurat menggunakan dial indicator
2. Mudah dan cepat digunakan
Sumber kesalahan alignment metode Reverse Dial :
1. Batang indikator harus tegak lurus terhadap poros
2. Kelonggaran
3. Indikator yang tidak sejajar satu sama lain
4. Braket indikator yang bergeser
5. Kopling backlash
f. Metode Laser
9
Metode Laser
Metode alignment laser mirip dengan metode rim and face, namun pada meetode ini
menggunakan cahaya laser untuk menjangkau jarak antar poros. Misalignment dapat
ditentukan oleh pergerakan sinar laser pada permukaan detektor dengan menggerakan kedua
buah poros secara bersamaan.
Kelebihan alignment metode Laser :
1. Merupakan metode alignment yang paling akurat
2. Perhitungan alignment dapat dibuat dengan cepat langsung ke komputer
3. Hanya membutuhkan 180 derajat poros rotasi
4. Kemampuan bergerak secara horizontal
Sumber kesalahan alignment metode Laser :
1. Pengaruh Panas dan dingin pada udara dapat merusak komponen laser dan mempengaruhi
hasil perhitungan alignment
2. Kelonggaran dalam braket atau perlengkapan
3. Kopling backlash
2.4 Shaft Alignment
10
Shaft Alignment adalah proses kerja yang berguna untuk menyelaraskan dua objek
atau sumbu poros sehingga bisa simetris, antara poros penggerak dengan sumbu poros.
Keduanya pun digerakkan oleh dua tumpuan yang saling berkaitan juga. Poros tersebut dapat
berupa pompa dengan motor, turbin dengan generator, fan, diesel,dan peralatan mesin yang
berputar dan dihubungkan dengan kopling.
Dengan adanya proses Shaft Alignment, bisa dipastikan mesin menjadi bekerja
dengan optimal, mengurangi masalah yang bisa timbul karena kurangnya perhatian ke dalam
komponen mesin pabrik, hingga memperpanjang umur mesin juga.
Memang secara garis besar, Shaft Alignment berguna sebagai proses pengukuran
yang harus tepat dan presisi. Namun pada kenyataan, ada saja masalah yang timbul seperti
salah pengukuran. Itu memang menjadi suatu hal yang wajar, maka dari itu ada toleransi
kurang dari 0,05 mm agar semua alat tidak menimbulkan gesekan, getaran, dan hal-hal
lainnya. Akibat yang terjadi apabila poros tidak alignment (Miss-alignment) adalah :
1. terjadi gesekan antara poros dengan bearing
2. gesekan pada seal
3. gesekan pada kopling itu sendiri
yang ketiganya dapat menimbulkan kerusakan dini pada mesin.
Ada beberapa peralatan yang digunakan dalam Alignment ini. Yang pertama alignment
menggunakan penggaris dan feeler gauge. Pada dasarnya ini adalah alignment yang
toleransinya paling kasar. Saat ini sudah tidak terpakai gan kecuali digunakan untuk Rough
Alignment yaitu salah satu Step dari PreAlignment.
rough alignment
Yang kedua menggunakan Dial Gauge dan Feeler Gauge. Dengan alat ini hasilnya lebih
akurat. Dial Gauge untuk mengukur radial misalignment, feeler untuk mengukur sisi aksial-
11
nya. Cuma kelemahannya adalah tergantung pada permukaan kopling, apabila permukaan
kopling tidak rata maka hasil axial misalignment-nya tidak dapat terukur.
feeler gauge
Yang ketiga menggunakan dua Dial Gauge. Dengan alat ini kita mengenal dua metode
alignment yaitu Rim and Face dan Reversed Rim. Dengan kedua alat ini kita dapat
melakukan pengukuran dengan sangat akurat dengan ketelitian 1/100 mm.
double dial indicator
Yang keempat menggunakan Laser Kit yang merupakan alat paling akurat dan praktis.
Keuntungannya dapat menyelesaikan alignment dengan cepat dan dengan hasil yang bagus.
Dan pastinya dari sisi harga yang paling mahal. Pabrik-pabrik yang bonafit sudah banyak
menggunakan alat ini.
12
laser kit
Adapun peralatan lainnya yang digunakan adalah Shim Plate yang berfungsi mengatur
ketinggian tapak pompa/fan yang di-alignment, Jacking Bolt untuk menggeser posisi tapak,
dan kunci-kunci sesuai ukuran baut tapak.
Keuntungan Penggunaan Shaft Alignment
Dengan penjelasan definisi Shaft Alignment di atas, sudah terlihat bahwa banyak
sekali keuntungan yang bisa didapatkan jika mesin pabrik menggunakan Shaft Alignment.
Ada beberapa keuntungan lainnya yang bisa didapatkan dari penggunaan Shaft Alignment,
seperti:
Meningkatkan Produktivitas
Keuntungan pertama dari penggunaan Shaft Alignment adalah menaikkan
produktivitas. Siapa yang tidak mau produktivitas naik? Pastinya semua pabrik ingin bisa
menaikkan produktivitas. Misi itulah yang dipasang setiap tahunnya dengan cara
menambah pekerja hingga mesin baru. Namun dengan Shaft Alignment, produktivitas
yang ingin dinaikkan pun bisa dicapai dengan lebih mudah berkat kinerja mesin yang
lebih prima dan optimal.
Meningkatkan Waktu Kerja
Selain bisa menaikkan produktivitas, Shaft Alignment juga bisa menaikkan waktu
kerja. Waktu kerja dari mesin memang biasanya memiliki batasannya tersendiri. Namun
dengan menggunakan Shaft Alignment, maka bisa dipastikan mesin menjadi lebih kuat
13
lagi. Umur mesin juga menjadi lebih panjang, sehingga kerusakan minor yang biasanya
timbul bisa dicegah.
Meningkatkan Kualitas Produk
Shaft Alignment juga bisa memberikan kenaikan kualitas produk. Setiap produk yang
dihasilkan memang selalu memiliki standar kualitasnya sendiri. Semakin baik, maka
konsumen juga semakin senang. Nah, dengan Shaft Alignment, maka produk-produk
yang dihasilkan dari mesin tersebut pun bisa lebih bagus lagi karena mesin sudah bekerja
secara lebih baik dibandingkan sebelumnya. Tidak ada hal-hal yang bisa mengganggu
kualitas produk yang dihasilkan.
2.5 Jenis – Jenis Misalignment
a. Paralel Misalignment, adalah posisi dari kedua poros dalam keadaan tidak sejajar
dengan ketinggian yang berbeda, seperti pada gambar dibawah :
Gambar 2. Bentuk shaft dalam keadaan paralel misalignment
b. Angular Misalignment, adalah ketidaklurusan kedua poros yang posisinya saling
menyudut, sedangkan kedua ujungnya ( pada kopling) mempunyai ketinggian yang
sama, seperti tampak pada gambar dibawah :
Gambar 3. Bentuk shaft dalam keadaan angular misalignment
14
c. Combinasion Misalignment, adalah ketidaklurusan kedua poros yang posisinya saling
menyudut dan kedua ujungnya poros (kopling) tidak sama. Seperti tampak pada
gambar dibawah :
Gambar 4. Bentuk shaft dalam keadaan combinasi misalignment
15
BAB III
ANALISA DATA
3.1 Data Hasil Pegujian
3.1.1 Data pengujian revers alignment method DIAL
INDICAT
OR
POM HUB
Motor
PA
MOTO
R
DIAL
S INDICAT
OR
L
S
S L
L
Keterangan :
S = jarak dial ke dial ( pertengahan hup pompa dan hup motor
LS= Jarak Dial pada hubungan motor ke kaki depan motor
LL = jarak dial pada hup motor kekaki belakang
Jadi, S = 19 mm
LS= 220 mm
LL= 450 mm
Dapat disimpulkan dalam rumus:
1 LS
A. Shim depan =
2 ( )
⌊ ( MP + PM ) ×
S
−MP ⌋
1
⌊ ( MP + PM ) × ¿ −MP ⌋
B. Shim belakang =
2 ( )
S
Penyelesaian
A. Shim depan
1 220
2 ( )
⌊ ( 27.5+(−25) ) ×
19
−27.5 ⌋
16
1
( 2.5 ×11.57−27.5 )
2
1
= ( 1.425 )
2
= 0.7125 mm
B. Shim belakang
1 220
2
⌊ ( 27.5+(−25) ) × ( )
19
−27.5 ⌋
1
( 2.5 ×11.57−27.5 )
2
1
= ( 1.425 )
2
= 0.7125 mm
3.1.2 Metode reverse dengan menghitung spec
Rumus:
1 LEG
2[( MP+ PM ) (
SPACER
−MP−SPEC ) ]
Analisa data untuk metode perhitungn spec
D D
+20 MP +10.5 PM
+18 -9
+27.5 -25
Pembacaan dalam : 0,001 “ (mils)
Untuk shim depan
1 30
¿
2[( 27.5+(−25) )
10( )
−27.5−(−18)
]
1
¿ ⌊ ( 2,5 × 3 )−27.5+18 ⌋
2
1
¿ (7,5−27.5+18)
2
17
1
= (−2)
2
= -1mils
Untuk shim belakang :
1 60
¿
2[( 27.5+(−25) )( )
10
−27.5−(−18)
]
1
¿ ⌊ ( 2,5 × 6 )−27.5+18 ⌋
2
1
¿ ¿
2
1
= ×28,4
2
=5.5 mils
Jadi untuk shim depan dikurang -1 dan pada shim belakang ditambahkan 5.5 Mils.
18
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa :
Alignmentmerupakan salah satu proses pemeliharaan atau perawatan pada elemen mesin
pemindahan putaran atau daya, agar perlengkapan yang digunakan dapat berfungsi secara
maksimal dan mencegah kerusakan elemen-elemen mesin lainnya pada perlengkapan mesin
akibat kesalahan pada saat pemasangan atau pemeliharaan.
Aligment ialah pembuatan canter line poros dari suatu equipment ke equipment yang
lainya pada waktu bersama.
Fungsi dari alignment ialah
a. mengurangi dan mencegah vibrasi,kerusakan bearing,dise pack coupling,shel dan
shaft sebelum waktunya,
b. meningkatkan penghematan dan ketangguhan peralatan tersebut.
4.2 Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut :
Sebelum melakukan praktek perawatan pada alignment, mahasiswa harus memahami
lebih dahulu teori daasar dan langkah kerja yang berkenan dengan pompa.
Utamakan keselamatan kerja dan gunakan perangkat keamanan (safety equipment)
dengan benar
19
DAFTAR PUSTAKA
https://docplayer.info/41295022-Makalah-pengukuran-aligment-poros-teknik-perawatan.html
https://www.academia.edu/36529165/Laporan_Aligment
https://www.etsworlds.id/2020/02/jenis-jenis-metode-alignment.html
https://ryannugroho.wordpress.com/2016/04/23/sekilas-shaft-alignment/
https://hyprowira.com/blog/kegunaan-shaft-alignment
20