I.
Pengantar Cloud Computing
1.1. Pengertian Cloud Computing
Pengertian Cloud Computing Menurut Para Ahli :
a) Menurut Sullivan pada 2009 dalam ‘The Definitive Guide to Cloud
Computing’, Cloud Computing merupakan model pemberian layanan
teknologi informasi untuk pengguna secara fleksibel dengan server virtual,
skalabilitas besar, dan manajemen layanan. Layanan teknologi informasi ini
dapat digunakan oleh organisasi untuk mempermudah menjalankan proses
bisnisnya.
b) Herwin Anggeriana pada 2011 dalam Jurnal ‘Cloud Computing: Komputasi
Awan’ menilai Cloud Computing merupakan tren baru di bidang komputasi
terdistribusi dimana berbagai pihak dapat mengembangkan aplikasi dan
layanan berbasis SOA (Service Oriented Architecture) di jaringan internet.
c) Menurut Laudon dan Loudon (2015) Cloud Computing adalah sebuah model
komputasi dimana aktivitas pemrosesan. penyimpanan, perangkat lunak dan
layanan lainnya disediakan layaknya sumber virtual terpadu pada suatu
jaringan yang umumnya adalah internet. Sumber daya komputasi dari cloud
computing tersebar dan dapat diakses berdasarkan kebutuhan dari perangkat
apapun dan dimanapun terhubung.
d) Menurut Peter Mell dan Timothy Grance (2012:2) definisi Cloud Computing
adalah sebuah model yang memungkinkan untuk ubiquitous (dimanapun dan
kapanpun), nyaman, On-demand akses jaringan ke sumber daya komputasi
(contoh: jaringan, server, storage, aplikasi, dan layanan) yang dapat dengan
cepat dirilis atau ditambahkan.
e) Menurut Bradshaw dan kawan-kawannya (2010) dalam jurnalnya Cloud
Computing adalah model pengembangan, penyebaran dan penyampaian
Informasi yang memungkinkan pengiriman produk, layanan dan solusi secara
real time melalui internet. Cloud/Awan adalah metafora dari Internet
sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut.
Cloud Computing dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Komputasi
Awan. ‘Komputasi’ diterjemahkan sebagai gabungan pemanfaatan teknologi
komputer, sedangkan ‘Awan’ merupakan metafora dari pengembangan infrastruktur
berbasis internet.
Secara konsep, definisi Cloud Computing berarti menyimpan dan mengakses data
dan program melalui internet dari lokasi berbeda atau menggunakan komputer dari
hard drive komputer kita. Syarat utama dalam konsep Cloud Computing adalah
kehadiran internet untuk mengakses data.
Dalam sistem cloud computing, komputer lokal tidak harus melakukan semua
beban kerja ketika menjalankan aplikasi, karena jaringan ini membentuk “awan” yang
akan menangani hal tersebut sebagaimana gantinya. Dengan menggunakan Cloud
Computing ini atau Komputasi Awan ini kebutuhan akan hardware dan software pada
sisi pengguna akan lebih menurun, karena datanya disimpan di dalam server yang
bersifat permanen, yang mana data tersebut dapat diakses dimana saja dan kapan saja
tanpa batas yang terpenting adalah terhubung ke jaringan Internet.
Istilah cloud computing diciptakan untuk menggambarkan sebuah layanan
komputasi yang canggih yang disesuaikan permintaan pelanggan yang pada awal
mulanya ditawarkan secara komersial oleh penyedia layanan tersebut seperti Amazon,
Google, dan Microsoft.
1.2. Cara Kerja Cloud Computing
Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data.
Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet agar dapat mendapatkan
akses untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Media
penyimpanan data dan juga instruksi dari pengguna disimpan secara virtual sehingga
pengguna tidak akan terbebani dengan penggunaan memori atau tempat penyimpanan
pada komputer pengguna. Intruksi-intruksi tadi kemudian melalui jaringan internet
dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah instruksi diterima di server aplikasi maka data
akan diproses yang akhirnya pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah
diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya.
Sebagai contoh lewat penggunaan Gmail. Data di beberapa server diintegrasikan
secara global tanpa harus mendownload software untuk menggunakannya. Pengguna
hanya memerlukan koneksi internet dan semua data dikelola langsung oleh Google.
Semua intruksi akan terintegrasi secara langsung melalui sistem Cloud menggunakan
komputer yang terhubung ke internet.
1.3. Manfaat dan Keuntungan Cloud Computing
Berikut ini manfaat penggunaan cloud computing, yaitu :
1) Fleksibilitas dan skalabilitas yang tinggi
Layanan yang diberikan dari cloud computing berupa kemudahan dalam
mengakses data kapan pun dan dimana pun asalkan anda berada dalam koneksi
jaringan internet yang bagus (fleksibel). Sedangkan skalabilitas yaitu anda
dapat menambah kapasitas penyimpanan data tanpa harus membeli perangkat
tambahan lagi, anda cukup menambah kapasitas yang telah disediakan oleh
jasa penyedian layanan cloud computing.
2) Keamanan data terjamin
Dari segi keamanan data, data anda dapat disimpan dengan aman di server
yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing. Selain itu, anda juga
tak perlu repot-repot menyediakan peralatan penyimpanan data karena semua
telah tersedia secara virtual.
3) Menghemat biaya
Adanya layanan cloud computing dapat menghemat biaya pengeluaran anda,
karena anda tidak perlu membeli peralatan penyimpanan data. Anda hanya
mengeluarkan biaya untuk membayar paket layanan yang tersedia di penyedia
layanan cloud computing.
Keuntungan cloud computing, yaitu :
Keuntungan utama dari teknologi ini adalah penghematan biaya, karena tidak
perlu membeli perangkat banyak hanya untuk menyimpan data. Cloud computing
juga memberikan kemudahan kepada para penggunanya untuk memakai layanan
sesuai dengan kebutuhan masing-masing dan melakukan pembayaran sesuai
pemakaian.
1.4. Resiko Cloud Computing
1) Resiko Keamanan
Keamanan adalah resiko yang menjadi perhatian utama para pengguna.
Bahkan pengguna memersepsikan resiko keamanan ini lebih besar daripada
risiko lainnya. Persepsi resiko inilah yang menghambat adopsi komputasi
Awan. Persepsi terhadap resiko keamanan ini tidak hanya ada di Indonesia,
tetapi juga secara global. Hal ini wajar karena komputasi Awan dilakukan
melalui internet sehingga rawan serangan cyber.
2) Resiko Kompatibilitas
Resiko bahwa komputasi awan tidak kompatibel dengan infrastruktur TI yang
ada dan dipakai saat ini. Selain itu, ada keengganan untuk menggantikan
keberadaan sistem saat ini yang langsung bisa dilihat dan dirasakan secara
fisik. Dengan model Awan hibrida (Hybrid cloud), masalah ini sebagian bisa
diatasi.
3) Resiko Ketersediaan
Resiko Ketersediaan (Availability), ketika data ditempatkan di Awan, data itu
sudah tidak lagi dalam jangkauan secara fisik. Akibatnya, muncul resiko
bahwa data tidak tersedia pada saat-saat kritis.
4) Resiko Compliance Antar Negara
Walaupun dikatakan ada dalam “awan” Internet, sebenarnya data ada di
beberapa server yang tersebar di sejumlah lokasi, bahkan lintas negara yang
memiliki peraturan dan regulasi yang berbeda-beda. Seperti di Indonesia, ada
beberapa negara lain yang menerapkan aturan bahwa data tidak boleh
disimpan di luar negeri.
5) Resiko Standardisasi
Saat ini belum ada standar resmi walaupun sudah banyak upaya untuk
menetapkannya. Salah satu program dari Cloud Securiy Alliance (CSA) adalah
upaya menyusun standar keamanan dan privasi komputasi Awan. Saat ini
masih belum ada standardisasi yang spesifik untuk teknologi Cloud
Computing.
II. Syarat Cloud Computing dan Layer Cloud Computing
2.1. Syarat Cloud Computing
a) On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna
melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan.
Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat
ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (Customer Relationship
Management), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan
tersebut langsung tersedia saat itu juga.
b) Broad Network Access
Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan
saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam
contoh layanan aplikasi CRM, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya
harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop,
warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.
c) Resource Pooling
Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat
membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan
bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat
membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara
maksimal.
d) Rapid Elasticity
Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan)
kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah,
maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan
mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan
sebuah website berita dalam jaringan cloud computing , maka apabila terjadi
peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat
dinaikkan dengan cepat.
2.2. Layer Cloud Computing
Tingkatan Layer Cloud Computing:
1. Client
Cloud Client terdiri dari hardware dan software computer yang tergantung
pada Cloud Computing untuk dapat mengerjakan tugas tugasnya.
2. Application/Software as a service (SaaS)
Software as a service (SaaS) merupakan layanan Cloud Computing yang
paling dahulu popular.SaaS ini merupakan evolusi lebih lanjut dari konsep
ASP(Application Service Provider. SaaS adalah model dimana aplikasi
“ditawarkan” kepada klien sebagai sebuah layanan. Jika sebuah
aplikasi/software disajikan kepada klien, klien tidak perlu merawat dan
melakukan update pada aplikasi tersebut. Tapi sebaliknya, jika provider
hendak mengganti atau melakukan update pada aplikasi tersebut, kita hanya
bisa mengikuti mereka saja tanpa bisa melakukan apa-apa. Inti pemikirannya
adalah kita menggunakan software yang ada pada layanan provider dan
provider harus menjaga kenyamanan kita menggunakan software tersebut,
termasuk memikirkan tentang update, keamanan dan infrastrukturnya
3. Platform as a Service (Paas)
Platform as a Service (PaaS). Mirip dengan SaaS, PaaS juga menawarkan
layanan aplikasi, hanya saja PaaS juga menawarkan platform yang kita
butuhkan untuk membuat aplikasi-aplikasi. PaaS juga sering
disebut cloudware, dikarenakan kita mengakses platform tersebut via cloud
computing. Layanan utama PaaS biasanya berupa desain
aplikasi, development, proses testing dan deployment serta hosting Layanan
tambahan bisa berupa kolaborasi tim (memperbolehkan kita untuk membentuk
tim pengembang aplikasi dengan orang-orang yang berada jauh dari kita),
integrasi layanan web, integrasi database, storage dan pemberian versi
aplikasi.
4. Infrastructure as a Service (IaaS)
Infrastructure as a Service (IaaS) atau Hardware as a Service (HaaS).
Layanan ini menawarkan infrastruktur dan hardware pada kita layanan dari
Cloud Computing sewaktu kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (unit
komputasi, storage, memory, network, dsb). Dapat didefinisikan berapa besar
unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage), memory (RAM),
bandwidth , dan konfigurasi lainnya yang akan disewa. Untuk lebih mudahnya,
layanan IaaS ini adalah seperti menyewa komputer yang masih kosong. Kita
sendiri yang mengkonfigurasi komputer ini untuk digunakan sesuai dengan
kebutuhan kita dan bisa kita install sistem operasi dan aplikasi apapun
diatasnya.
5. Server
Layer server terdiri dari hardware dan software computer yang telah dibuat
secara khusus untuk menangani kinerja dari layanan cloud.
Daftar Pustaka
https://raharja.ac.id/2020/11/27/cloud-computing/
diakses pada tanggal 20 September 2021
https://www.immersa-lab.com/pengertian-cloud-computing-dan-cara-kerjanya.htm
diakses pada tanggal 20 September 2021
https://hosteko.com/blog/manfaat-dan-kelebihan-cloud-computing
diakses pada tanggal 20 September 2021
https://www.coursehero.com/file/p3qaiqfn/5-Resiko-Cloud-Computing-51-Resiko-
Keamanan-Keamanan-adalah-risiko-yang-menjadi/
diakses pada tanggal 20 September 2021
http://herwingoernia19.blogspot.com/2014/06/cloud-syarat-cloud-computing.html
diakses pada tanggal 20 September 2021
https://pembelajaraninformatika03.wordpress.com/tag/layer-cloud-computing/
diakses pada tanggal 20 September 2021