0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
184 tayangan15 halaman

Resume Tata Kelola Sistem Informasi

Resume ini membahas tentang tata kelola sistem informasi yang mencakup pengertian IT/IS Governance, beberapa framework seperti COBIT, IT Balanced Scorecard, ITIL, dan ISO/IEC 17799, serta fokus area dan implementasi tata kelola sistem informasi seperti strategic alignment, value delivery, resource management, risk management, dan performance measurement.

Diunggah oleh

Dinda salsabilla
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
184 tayangan15 halaman

Resume Tata Kelola Sistem Informasi

Resume ini membahas tentang tata kelola sistem informasi yang mencakup pengertian IT/IS Governance, beberapa framework seperti COBIT, IT Balanced Scorecard, ITIL, dan ISO/IEC 17799, serta fokus area dan implementasi tata kelola sistem informasi seperti strategic alignment, value delivery, resource management, risk management, dan performance measurement.

Diunggah oleh

Dinda salsabilla
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESUME TATA KELOLA SISTEM INFORMASI

Disusun Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah:


Tata Kelola Sistem Informasi

Dosen Pengampu:
Berlian Rahmawati M.T.I

Disusun oleh kelompok 1:

1. Fadhilatur Rahmah (NPM. 2271020096)

2. Jesika Salsabillah Adhitia (NPM. 2271020112)

3. Ma’ruf Sidiq (NPM. 2271020115)

4. O’os Syawal Syah Putra (NPM. 2271020207)

Program Studi : Sistem Informasi


Semester: 4

Fakultas Sains Dan Teknologi


Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
2024 / 2025
Alamat: Jl. Endro Suratmin, Sukarame, Kec. Sukarame, Kota Bandar Lampung,
Lampung 35131
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karna telah
memberikan karunia-Nya dan telah memberikan kelancaran dalam proses
pembuatan Resume ini, sehingga Resume pada Mata Kuliah Tata Kelola Sistem
Informasi ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
Adapun selanjutnya, penulis ingin berterima-kasih kepada berbagai pihak
yang telah banyak memberikan bantuan dan sumbangsih yang sangat berguna
dalam proses pembuatan makalah ini. Oleh karna itu, penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Berlian Rahmawati M.T.I selaku dosen pengampu Mata Kuliah
2. Teman teman saya kelas 4 (C) Sistem Informasi, yang setiap hari
berjuang bersama, saling mendukung dalam segala hal positif.
Diluar itu, penulis sebagai manusia biasa menyadari sepenuhnya bahwa
masih banyak kekurangan dalam penulisan resume ini, baik dari segi tata bahasa,
susunan kalimat maupun isi. Oleh sebab itu, dengan segala kerendahan hati,
penulis menerima segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk
penulisan berikutnya.

Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat dan menambah


pengetahuan bagi pembaca sekalian dan tentunya juga bagi penulis sendiri.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Bandar lampung, Mei 2024

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tata Kelola Sistem Informasi (TKSI) adalah sistem yang mengatur dan
mengawasi penggunaan teknologi informasi (TI) dalam suatu organisasi
untuk memastikan TI diarahkan dan dikendalikan secara efektif. Peran TI
dalam mendukung dan memudahkan kinerja perusahaan telah meningkat
secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai respons, banyak
perusahaan mengimplementasikan TKSI untuk memastikan penggunaan TI
yang efektif dan efisien dalam mencapai tujuan bisnis. TKSI juga membantu
mengelola risiko, meningkatkan keamanan, dan meningkatkan kualitas
layanan. Dalam berbagai organisasi, seperti rumah sakit, perguruan tinggi,
dan perusahaan bisnis, penerapan TKSI bertujuan untuk meningkatkan
efisiensi, kualitas, dan keamanan TI.

B. Rumusan Masalah Resume


I. IT/IS Governance
II. Framework
1. COBIT (Control Objectives for Information and related Technology)
2. IT Balanced Scorecad
3. ITIL- (The IT Infrastructure Library)
4. ISO/IEC 17799
5. COSO-Committee of Sponsoring Organization of the Treadway
Commission
III. Fokus Area dan Implementasi
1. Strategic Aligment
2. Value Delivery
3. Resource Management
4. Risk Management
5. Performance Measurement
IV. Pengukuran
• Maturity Model
BAB II
PEMBAHASAN
I. IT/IS Governance
Tata Kelola Sistem Informasi atau Teknologi Informasi (IS/IT
Governance) adalah kerangka kerja yang mencakup struktur, kebijakan, dan
proses yang digunakan untuk mengarahkan dan mengendalikan penggunaan
teknologi informasi dalam suatu organisasi. Tujuannya adalah memastikan
bahwa TI mendukung dan selaras dengan tujuan strategis organisasi,
sehingga menghasilkan nilai maksimal bagi pemangku kepentingan. IS/IT
Governance berkembang dari kebutuhan untuk mengelola kompleksitas dan
risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi informasi yang semakin
mendalam dan meluas dalam bisnis modern. Teknologi informasi tidak
hanya menjadi alat pendukung operasional, tetapi juga menjadi komponen
kunci dalam strategi bisnis, inovasi, dan keunggulan kompetitif. Oleh
karena itu, tata kelola yang baik diperlukan untuk memastikan bahwa
investasi dalam TI memberikan hasil yang diharapkan dan berkontribusi
pada keberhasilan organisasi.
Dalam konteks ini, IS/IT Governance mencakup beberapa aspek
penting. Pertama, ini melibatkan struktur organisasi yang jelas di mana
tanggung jawab dan wewenang terkait TI didefinisikan dengan baik. Ini
termasuk peran manajemen senior, dewan direksi, dan berbagai pemangku
kepentingan lainnya dalam mengawasi dan mengarahkan fungsi TI.
Kedua, kebijakan dan prosedur yang solid diperlukan untuk
mengatur penggunaan dan pengelolaan TI. Kebijakan ini mencakup
berbagai bidang, seperti keamanan informasi, manajemen risiko, kepatuhan
terhadap regulasi, pengelolaan data, dan pengadaan teknologi. Prosedur
yang ditetapkan harus memastikan bahwa semua aktivitas TI dilakukan
secara konsisten dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Ketiga, proses pengelolaan yang efektif diperlukan untuk
memastikan bahwa semua aktivitas TI diarahkan menuju pencapaian tujuan
bisnis. Ini melibatkan perencanaan strategis, pengelolaan portofolio proyek,
manajemen layanan TI, serta pemantauan dan evaluasi kinerja TI.
Pengukuran kinerja dan pelaporan adalah bagian integral dari tata kelola TI,
memungkinkan organisasi untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi
penggunaan TI secara berkelanjutan.
IS/IT Governance juga menekankan pentingnya mengelola risiko
terkait TI. Risiko-risiko ini mencakup ancaman terhadap keamanan
informasi, kegagalan sistem, serta ketidakpatuhan terhadap regulasi.
Dengan mengidentifikasi dan mengelola risiko ini, organisasi dapat
meminimalkan dampak negatif potensial terhadap operasional dan reputasi
mereka. Selain itu, IS/IT Governance memainkan peran penting dalam
meningkatkan kualitas layanan TI. Dengan menerapkan praktik terbaik dan
standar industri, organisasi dapat memastikan bahwa layanan TI mereka
handal, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan bisnis. Ini mencakup
manajemen layanan yang berfokus pada kepuasan pengguna dan
pemantauan terus-menerus terhadap kinerja layanan.

II. Framework
Framework dalam tata kelola IT (IT Governance) adalah sebuah kerangka
kerja yang menyediakan struktur, pedoman, dan praktik terbaik untuk
mengelola dan mengendalikan teknologi informasi dalam sebuah
organisasi. Framework ini bertujuan untuk memastikan bahwa TI digunakan
secara efektif, efisien, dan selaras dengan tujuan strategis organisasi.
Beberapa framework yang terkenal dalam tata kelola IT mencakup COBIT,
IT Balanced Scorecad, ITIL, ISO/IEC 17799, dan COSO. Adpun penjelasan
nya yaitu:

1. COBIT (Control Objectives for Information and related Technology)


COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology)
adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh IT Governance
Institute (ITGI) untuk membantu organisasi dalam mengelola teknologi
informasi (TI) secara efektif dan efisien. COBIT berfungsi sebagai pedoman
dan standar untuk melakukan audit dan perbaikan dalam tata kelola TI bagi
setiap perusahaan atau organisasi yang menggunakan pemanfaatan TI dalam
proses operasionalnya.

2. IT Balanced Scorecad
IT Balanced Scorecard (BSC) adalah suatu metode analisis yang digunakan
untuk mengukur kinerja divisi teknologi informasi (TI) dalam organisasi.
Metode ini dikembangkan untuk membantu organisasi dalam mengukur
kinerja TI secara lebih komprehensif dan strategis. IT BSC menggunakan
empat perspektif untuk mengukur kinerja TI, yaitu:
• Perspektif Kontribusi Perusahaan: Mengukur bagaimana TI membantu
mencapai tujuan bisnis perusahaan.
• Perspektif Orientasi Pengguna: Mengukur bagaimana TI memenuhi
kebutuhan dan harapan pengguna.
• Perspektif Penyempurnaan Operasional: Mengukur bagaimana TI
meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.
• Perspektif Masa Depan: Mengukur bagaimana TI membantu organisasi
dalam mengembangkan strategi masa depan yang lebih baik.

3. ITIL- (The IT Infrastructure Library)


ITIL (Information Technology Infrastructure Library) adalah suatu
kerangka kerja yang dikembangkan oleh Office of Government Commerce
(OGC) Britania Raya untuk membantu organisasi dalam mengelola
teknologi informasi (TI) secara efektif dan efisien. ITIL diterbitkan dalam
suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik
pengelolaan TI, seperti manajemen perubahan, evaluasi perubahan, dan
lain-lain. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek
dagang terdaftar dari OGC Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detail
tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur
yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.

4. ISO/IEC 17799
ISO/IEC 17799 adalah standar yang dikembangkan oleh The International
Organization for Standardization (ISO) dan The International
Electrotechnical Commission (IEC) untuk memperkuat tiga elemen dasar
keamanan informasi, yaitu confidentiality, integrity, dan availability.
Standar ISO/IEC 17799 tidak berupa aturan atau ketetapan yang
dikeluarkan pemerintah, melainkan sebagai pedoman praktis yang dapat
diimplementasikan oleh organisasi untuk meningkatkan keamanan
informasi. ISO/IEC 17799 juga tidak mengkhususkan obligasi manapun
yang berhubungan dengan metode penaksiran resiko, sehingga organisasi
dapat memilih apa saja sesuai dengan kebutuhan mereka.

5. COSO-Committee of Sponsoring Organization of the Treadway


Commission
Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission
(COSO) adalah sebuah organisasi yang dikembangkan untuk membantu
bisnis dalam mengembangkan dan mengimplementasikan sistem
pengendalian internal yang efektif. COSO didirikan sebagai sebuah inisiatif
swasta pada tahun 1985 untuk meneliti faktor-faktor yang menyebabkan
laporan keuangan yang tidak jujur. COSO dikenal dengan kerangka kerja
pengendalian internal yang pertama dan diterima secara luas di seluruh
dunia, baik di sektor swasta maupun pemerintahan. Kerangka kerja COSO
ini terdiri dari lima komponen utama, yaitu lingkungan pengendalian,
asesmen risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta
monitoring. COSO juga membagi definisi pengendalian internal menjadi
tiga tujuan utama, yaitu efektivitas dan efisiensi operasi, keandalan
pelaporan keuangan, dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang
berlaku.

III. Fokus Area dan Implementasi


1. Strategic Aligment, Salah satu elemen kunci dari tata kelola TI adalah
strategic alignment, yang mengacu pada keselarasan strategi TI dengan
strategi bisnis. Berikut adalah fokus area utama dan langkah-langkah
implementasi untuk mencapai tata kelola sistem informasi yang efektif
dengan strategic alignment (Keselarasan Strategis) yaitu:
• Menjamin bahwa strategi TI mendukung tujuan dan strategi bisnis
organisasi.
• Mengintegrasikan rencana strategis TI dengan rencana strategis bisnis
untuk memastikan bahwa investasi dan inisiatif TI sesuai dengan
prioritas bisnis.
Adapun Implementasi Tata Kelola Sistem Informasi dengan Strategic
Alignment:
• Membangun Komitmen dan Dukungan dari Pimpinan
• Menyelaraskan Strategi TI dengan Strategi Bisnis
• Mengimplementasikan Kerangka Kerja Tata Kelola TI
• Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya TI
• Mengelola Risiko TI secara Proaktif
• Memantau dan Mengukur Kinerja TI Komunikasi dan Pelaporan

2. Value Delivery, atau Pengiriman Nilai dalam tata kelola sistem informasi
adalah fokus area yang memastikan bahwa investasi dan inisiatif TI
memberikan nilai maksimal kepada organisasi. Ini berarti memastikan
bahwa teknologi informasi tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional
tetapi juga mendukung tujuan strategis bisnis dengan cara yang efektif dan
efisien. Berikut adalah elemen kunci dan langkah-langkah implementasi
untuk mencapai value delivery dalam tata kelola sistem informasi:
• Manajemen Portofolio TI
➢ Mengelola portofolio proyek dan investasi TI untuk memastikan bahwa
semua inisiatif selaras dengan prioritas strategis organisasi.
➢ Melakukan evaluasi terhadap semua proyek TI untuk menentukan nilai
bisnis yang diharapkan, risiko yang terlibat, dan sumber daya yang
diperlukan.
• Manajemen Biaya dan Efisiensi
➢ Mengelola biaya terkait TI dengan cermat untuk memastikan bahwa
pengeluaran sejalan dengan anggaran yang telah ditetapkan dan
memberikan manfaat yang maksimal.
➢ Mengidentifikasi dan mengimplementasikan inisiatif untuk
meningkatkan efisiensi operasional TI.
• Manajemen Kinerja TI
➢ Mengukur dan memantau kinerja layanan TI secara berkelanjutan untuk
memastikan bahwa layanan yang diberikan memenuhi standar kualitas
dan kebutuhan bisnis.
➢ Menggunakan metrik dan indikator kinerja utama (KPI) untuk menilai
efektivitas dan efisiensi penggunaan TI.
• Pengelolaan Hubungan Pemangku Kepentingan
➢ Membangun dan memelihara hubungan yang kuat dengan pemangku
kepentingan utama untuk memastikan bahwa kebutuhan dan ekspektasi
mereka dipahami dan dipenuhi.
➢ Mengkomunikasikan manfaat dan nilai yang diberikan oleh inisiatif TI
kepada pemangku kepentingan.

Adapun Implementasi Tata Kelola Sistem Informasi dengan Value


Delevery:
• Perencanaan Strategis dan Pengelolaan Portofolio
• Pengukuran dan Pemantauan Kinerja
• Pengelolaan Biaya dan Efisiensi Operasional
• Komunikasi dan Pelibatan Pemangku Kepentingan
• Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

3. Resource Management, atau Manajemen Sumber Daya dalam tata kelola


sistem informasi adalah proses yang memastikan bahwa semua sumber daya
TI organisasi dikelola secara efektif dan efisien. Sumber daya ini mencakup
sumber daya manusia, perangkat keras, perangkat lunak, data, dan
keuangan. Tujuan utama dari manajemen sumber daya adalah untuk
memastikan bahwa organisasi memiliki sumber daya yang diperlukan untuk
mendukung operasional dan strategi bisnis serta mengoptimalkan
penggunaan sumber daya tersebut untuk mencapai nilai maksimal.
Adapun beberapa Elemen Kunci dari Resource Management
• Sumber Daya Manusia,
➢ Keterampilan dan Kompetensi: Memastikan bahwa staf TI memiliki
keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk mendukung inisiatif
TI. Ini melibatkan pelatihan, pengembangan, dan perencanaan karir.
➢ Pengelolaan Kapasitas: Mengatur jumlah staf dan alokasi kerja secara
efektif untuk memastikan bahwa proyek dan layanan TI memiliki sumber
daya yang memadai.
• Perangkat Keras dan Perangkat Lunak:
➢ Inventarisasi Aset: Melakukan inventarisasi perangkat keras dan perangkat
lunak untuk mengetahui apa yang dimiliki, di mana letaknya, dan
bagaimana kondisinya.
➢ Pemeliharaan dan Pemutakhiran: Memastikan bahwa perangkat keras dan
perangkat lunak selalu dalam kondisi baik dan diperbarui sesuai kebutuhan
untuk mendukung operasional yang optimal.
• Data dan Informasi
➢ Manajemen Data: Mengelola data secara efektif, termasuk pengumpulan,
penyimpanan, pemrosesan, dan keamanan data. Ini memastikan bahwa
data dapat diakses oleh pengguna yang berwenang saat dibutuhkan dan
dilindungi dari akses tidak sah.
➢ Kualitas Data: Menjamin kualitas data dengan mengimplementasikan
proses untuk memvalidasi dan membersihkan data secara teratur.
• Keuangan
➢ Penganggaran TI: Menyusun anggaran untuk semua inisiatif dan operasi
TI, termasuk pengeluaran modal dan operasional.
➢ Pengelolaan Biaya: Mengontrol dan mengelola biaya untuk memastikan
bahwa pengeluaran sejalan dengan anggaran dan memberikan nilai
optimal bagi organisasi.
Adapun Implementasi Tata Kelola Sistem Informasi dengan Resource
Management:
• Perencanaan Sumber Daya
• Pengadaan dan Alokasi Sumber Daya
• Pengembangan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia
• Pemeliharaan dan Optimalisasi Aset TI
• Pengelolaan Data dan Informasi
• Pengelolaan Keuangan

4. Risk Management, atau Manajemen Risiko dalam tata kelola sistem


informasi adalah proses yang digunakan untuk mengidentifikasi, menilai,
dan mengendalikan risiko yang mungkin mempengaruhi operasi TI dan
pencapaian tujuan bisnis. Manajemen risiko bertujuan untuk meminimalkan
dampak negatif dari kejadian yang tidak diinginkan dan memastikan
keberlanjutan operasi bisnis. Elemen Kunci Manajemen Risiko terdiri dari:
• Identifikasi Resiko
Mengidentifikasi semua risiko potensial yang dapat mempengaruhi
sistem informasi dan teknologi dalam organisasi. Ini termasuk risiko
keamanan, risiko operasional, risiko proyek, dan risiko kepatuhan.
• Penilaian Risiko
Menilai tingkat risiko berdasarkan probabilitas terjadinya dan
dampaknya terhadap organisasi. Penilaian ini membantu menentukan
prioritas risiko yang perlu dikelola dengan segera.
• Mitigasi Risiko
Mengembangkan strategi dan tindakan untuk mengurangi atau
mengendalikan risiko. Strategi ini bisa berupa penghindaran risiko,
pengurangan risiko, penerimaan risiko, atau transfer risiko (misalnya,
melalui asuransi).
• Pemantauan dan Evaluasi
Memantau risiko secara terus-menerus untuk memastikan bahwa
tindakan mitigasi yang diambil efektif. Evaluasi risiko juga dilakukan
secara berkala untuk menilai perubahan dalam profil risiko organisasi.
• Pelaporan Risiko
Mengkomunikasikan status risiko dan tindakan mitigasi kepada
pemangku kepentingan utama. Pelaporan ini memastikan bahwa semua
pihak yang berkepentingan memahami risiko yang dihadapi dan upaya
yang dilakukan untuk mengelolanya.
Adapun Implementasi Tata Kelola Sistem Informasi dengan Risk
Management:
• Membangun Kerangka Kerja Manajemen Risiko
• Identifikasi Risiko
• Penilaian Risiko
• Mengembangkan Strategi Mitigasi Risiko
• Pemantauan dan Evaluasi Risiko
• Pelaporan Risiko

5. Performance Measurement, atau Pengukuran Kinerja dalam tata kelola


sistem informasi adalah proses yang digunakan untuk menilai seberapa
efektif dan efisien penggunaan teknologi informasi dalam mendukung
tujuan bisnis organisasi. Pengukuran kinerja mencakup penilaian terhadap
berbagai aspek operasional TI, seperti kinerja layanan, kepatuhan terhadap
standar, dan kontribusi terhadap hasil bisnis. Tujuan utama dari pengukuran
kinerja adalah untuk memberikan wawasan yang dapat digunakan untuk
perbaikan berkelanjutan dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
Adapun beberapa elemen Kunci Pengukuran Kinerja.
• Metrik dan Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicators
- KPIs)
Mengidentifikasi metrik dan KPIs yang relevan untuk mengukur kinerja
TI. Metrik ini harus sesuai dengan tujuan bisnis dan mencakup aspek-
aspek seperti efisiensi, efektivitas, dan kualitas layanan.
• Metode Pengumpulan Data
Mengembangkan metode yang konsisten dan andal untuk
mengumpulkan data kinerja. Ini bisa mencakup survei kepuasan
pengguna, alat pemantauan sistem, dan laporan audit.
• Analisis dan Evaluasi Kinerja
Menganalisis data yang dikumpulkan untuk menilai kinerja saat ini
dibandingkan dengan target atau standar yang telah ditetapkan. Analisis
ini membantu mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.
• Pelaporan Kinerja
Mengkomunikasikan hasil pengukuran kinerja kepada pemangku
kepentingan utama. Laporan kinerja harus jelas, ringkas, dan
memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti.
• Perbaikan Berkelanjutan
Menggunakan hasil pengukuran kinerja untuk mengidentifikasi peluang
perbaikan dan mengimplementasikan tindakan korektif. Ini mencakup
siklus berkelanjutan dari pemantauan, evaluasi, dan penyesuaian strategi.
Adapun Implementasi Tata Kelola Sistem Informasi dengan Performance
Measurement:
• Menetapkan Tujuan dan Sasaran Kinerja
• Mengidentifikasi dan Mengembangkan Metrik Kinerja
• Mengimplementasikan Alat dan Proses Pengumpulan Data
• Menganalisis Data Kinerja
• Pelaporan Kinerja
• Tindakan Perbaikan dan Penyesuaian

IV. Pengukuran
• Maturity Model
Maturity Model atau Model Kematangan dalam tata kelola sistem informasi
adalah kerangka kerja yang digunakan untuk menilai tingkat kematangan dan
kapabilitas proses TI dalam suatu organisasi. Model ini membantu organisasi
memahami posisi mereka saat ini dalam penerapan praktik terbaik TI dan
mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tingkat
kematangan yang lebih tinggi. Salah satu model kematangan yang sering
digunakan dalam tata kelola sistem informasi adalah COBIT (Control
Objectives for Information and related Technology).

V. Kesimpulan
Tata kelola teknologi informasi (IT governance) merupakan kerangka kerja
yang penting dalam mengarahkan dan mengendalikan penggunaan
teknologi informasi dalam suatu organisasi. Tujuannya adalah untuk
memastikan bahwa TI mendukung tujuan bisnis secara efektif, efisien, dan
selaras dengan strategi perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, peran
TI dalam meningkatkan kinerja dan daya saing organisasi semakin
signifikan, sehingga penerapan tata kelola TI menjadi lebih kritis.
Dengan mengimplementasikan IT governance, organisasi dapat
mengelola risiko yang terkait dengan penggunaan TI, meningkatkan
keamanan informasi, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan
standar industri. Selain itu, IT governance membantu dalam pengelolaan
sumber daya TI, baik itu manusia, perangkat keras, perangkat lunak,
maupun data, sehingga penggunaan sumber daya tersebut dapat
dioptimalkan untuk memberikan nilai maksimal bagi organisasi.
Pendekatan ini juga memungkinkan organisasi untuk mengukur
kinerja TI melalui metrik yang relevan dan menilai kematangan proses TI,
sehingga dapat dilakukan perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, tata
kelola TI tidak hanya berfokus pada pengendalian dan kepatuhan, tetapi
juga pada peningkatan kualitas layanan TI dan penciptaan nilai bagi bisnis.
Kesimpulannya, tata kelola TI yang baik membantu organisasi untuk lebih
efektif dalam menggunakan teknologi informasi sebagai alat strategis untuk
mencapai tujuan bisnis, mengelola risiko dengan lebih baik, dan
meningkatkan efisiensi serta kualitas layanan TI. Hal ini pada akhirnya
mendukung keberhasilan jangka panjang dan keberlanjutan organisasi
dalam menghadapi dinamika pasar dan perubahan teknologi.

VI. Referensi

Amarullah Siregar. (2017). Tata Kelola Teknologi Informasi (IT Governance) untuk
Organisasi Sektor Publik dan Swasta. Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo.

Kurniawan Teguh Martono. (2015). Manajemen Sistem Informasi. Yogyakarta:


Andi Offset.

Rosyada, S., & Munandar, A. (2019). Pengaruh Tata Kelola Teknologi Informasi
terhadap Kinerja Perusahaan dengan Pendekatan COBIT 5. Jurnal
Ekonomi dan Bisnis Digital, 3(4), 112-123.

Anda mungkin juga menyukai