0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
692 tayangan22 halaman

Technology AI Dalam Bisnis

Diunggah oleh

Dinda salsabilla
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
692 tayangan22 halaman

Technology AI Dalam Bisnis

Diunggah oleh

Dinda salsabilla
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

“Technology Artificial Intelligence (AI) dalam Bisnis”

Disusun Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah


Bussines Intellegent

Dosen Pengampu:
Bobby Bachry, S.Kom.,MMSI

Disusun Oleh:
Ajeng Aprilia Utami
(2271020003)

Kelas: 5A

JURUSAN SISTEM INFORMASI


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
2024M / 1444H
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat dan
karunianya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan Makalah ini yang
kami beri judul “Teknology Artificial Intelligence (AI) dalam Bisnis”.

Sholawat serta salam kita curahkan kepada baginda kita Muhammad Saw, Tidak
lupa kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga pada dosen pengampu mata
kuliah Bussines Intelegent dan teman-teman yang memberikan dukungan dalam
menyelesaikan masalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Makalah ini masih banyak ketidak
sempurnaan baik dari segi tulis, segi bahasa dan pokok bahasan oleh karena itu
penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari rekan-rekan dan pembaca yang
bersifat membangun serta semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca juga teman-teman. Amin

Waalaikumusalam Wr. Wb

Bandar Lampung, November 2024

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii

DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii

BAB. I PENDAHULUAN .....................................................................................

1.1 Latar belakang ............................................................................................. 1


1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................... 2
1.3 Tujuan.......................................................................................................... 2
.....................................................................................................................

BAB. II PEMBAHASAN ......................................................................................

2.1 Pengertian Artificial Intelligence ................................................................ 3


2.2 Perkembangan AI Dalam Bisnis ................................................................. 4
2.3 Peran Teknologi AI dalam Pengembangan Bisnis ...................................... 7
2.4 Manfaat Penggunaan AI dalam Bisnis ........................................................ 9
2.5 Tantangan dan Risiko dalam Mengimplementasikan Teknologi AI ........... 12
2.6 Peran AI dalam Meningkatkan Daya Saing Perusahaan ............................. 14
.....................................................................................................................

BAB. III PENUTUP ..............................................................................................

3.1 Kesimpulan ................................................................................................. 18


.....................................................................................................................

DAFTAR PURTAKA ............................................................................................

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi


mengalami kemajuan pesat, terutama di bidang kecerdasan buatan atau
Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini tidak hanya berperan dalam
penelitian ilmiah dan sektor akademik, tetapi telah merambah ke berbagai
bidang industri dan bisnis, mengubah cara perusahaan beroperasi serta
berinteraksi dengan pelanggan. AI mampu memproses data dalam jumlah
besar secara real-time, membuat prediksi akurat, dan menghasilkan
keputusan bisnis yang lebih efektif.

Adopsi AI dalam bisnis menjadi semakin penting seiring dengan


kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menghadirkan
pengalaman pelanggan yang lebih personal. Banyak perusahaan terkemuka
dunia telah memanfaatkan AI untuk berbagai keperluan seperti analisis
prediktif, otomatisasi proses, manajemen rantai pasok, hingga layanan
pelanggan. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kemampuan
untuk mengintegrasikan teknologi AI dalam strategi bisnis menjadi salah
satu faktor yang menentukan keberhasilan perusahaan.

Namun, di balik potensinya yang besar, penerapan AI juga


menghadirkan tantangan, mulai dari kesiapan infrastruktur, perubahan
model kerja, hingga etika dan privasi data. Oleh karena itu, perlu adanya
pemahaman yang mendalam tentang bagaimana AI dapat diterapkan secara
efektif dalam bisnis serta risiko dan dampak yang mungkin timbul. Dengan
memanfaatkan AI secara optimal, perusahaan dapat mempercepat
transformasi digital dan meningkatkan daya saingnya di pasar global.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Artificial intelligence?
2. Bagaimana perkembangan AI dalam dunia bisnis?
3. Bagaimana peran teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam
pengembangan bisnis?
4. Apa saja manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dari penggunaan AI
dalam operasional bisnis?
5. Apa saja tantangan dan risiko yang dihadapi perusahaan dalam
mengimplementasikan teknologi AI?
6. Bagaimana AI dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang
semakin kompetitif?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari Artificial Intellegence(AI).
2. Menganalisis perkembangan AI dalam dunia bisnis.
3. Menganalisis peran teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam
pengembangan bisnis.
4. Menjelaskan manfaat yang diperoleh dari penggunaan AI dalam
operasional bisnis.
5. Mengidentifikasi tantangan dan risiko dalam implementasi teknologi AI
di lingkungan bisnis.
6. peran AI dalam meningkatkan daya saing perusahaan di era digitalisasi.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Artificial Intellegence

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah bidang


ilmu komputer yang berfokus pada pengembangan sistem atau mesin yang
mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan
manusia. Tugas-tugas ini meliputi pengenalan suara, pemrosesan bahasa
alami, pengenalan gambar, pengambilan keputusan, dan bahkan
pembelajaran mandiri.

Secara sederhana, AI memungkinkan mesin untuk "berpikir" atau


melakukan tindakan seperti yang dilakukan manusia, dengan tujuan
membantu atau menggantikan peran manusia dalam berbagai aktivitas. AI
sering kali didukung oleh teknik-teknik seperti machine learning
(pembelajaran mesin), di mana sistem dapat "belajar" dari data dan
meningkatkan kinerjanya seiring waktu tanpa diprogram ulang secara
eksplisit.

Dalam praktiknya, AI telah diimplementasikan di berbagai bidang


seperti asisten virtual (misalnya, Siri, Alexa), sistem rekomendasi (seperti
yang digunakan di Netflix atau Amazon), dan kendaraan otonom. AI
membawa potensi besar untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan
menciptakan pengalaman yang lebih personal di berbagai sektor, termasuk
bisnis, kesehatan, pendidikan, hingga keamanan.

Artificial Intelligence (AI) dalam bisnis merujuk pada penggunaan


teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung dan meningkatkan berbagai
proses, keputusan, serta interaksi dalam lingkungan perusahaan. AI
membantu bisnis mengolah data besar (big data) untuk menemukan pola,

3
membuat prediksi, serta menghasilkan wawasan yang dapat diandalkan,
sehingga membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Dalam konteks bisnis, AI memungkinkan perusahaan untuk


mengotomatisasi proses-proses yang sebelumnya membutuhkan intervensi
manusia, seperti layanan pelanggan, analisis data, prediksi tren pasar, dan
pengelolaan rantai pasokan. Teknologi ini mencakup berbagai aplikasi,
termasuk machine learning, pemrosesan bahasa alami (Natural Language
Processing), analitik prediktif, dan visi komputer (computer vision).

2.2 Perkembangan AI dalam Bisnis

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia bisnis telah


membawa perubahan yang signifikan dan berlangsung melalui berbagai
tahapan, memungkinkan perusahaan untuk beroperasi dengan cara yang
lebih efisien, tepat, dan responsif. Pada tahap awal, penerapan AI berfokus
pada otomatisasi dasar, di mana teknologi ini digunakan untuk
mengotomatiskan tugas-tugas yang sederhana dan berulang, seperti
pemrosesan data atau transaksi. Misalnya, di sektor manufaktur, robot-robot
otomatis mulai menggantikan tenaga manusia di lini perakitan untuk
meningkatkan efisiensi dan menekan biaya. Otomatisasi pada tahap ini
masih terbatas pada aturan yang telah diprogram dengan ketat, namun
membuka jalan bagi kemajuan yang lebih besar.

Seiring berjalannya waktu, muncul teknologi machine learning yang


membawa AI ke tingkat selanjutnya dengan memungkinkan mesin belajar
dari data tanpa harus diatur oleh aturan yang terlalu spesifik. Dengan
machine learning, perusahaan dapat memanfaatkan data dalam skala besar
untuk memahami pola-pola pasar, perilaku pelanggan, atau membuat
prediksi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Misalnya, dengan menganalisis kebiasaan pembelian pelanggan,

4
perusahaan ritel dapat memberikan rekomendasi produk yang sesuai,
meningkatkan penjualan serta kepuasan pelanggan.

Saat volume data digital terus meningkat, AI menjadi semakin


penting untuk melakukan analisis prediktif. Kemampuan ini memungkinkan
perusahaan untuk menggunakan data historis guna memproyeksikan tren
pasar di masa depan, seperti memprediksi permintaan produk atau
merencanakan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran. Dengan ini,
perusahaan dapat lebih cepat dalam merespons perubahan pasar dan
meminimalkan risiko kesalahan dalam keputusan bisnis.

AI kemudian berkembang ke ranah layanan pelanggan melalui


chatbot, asisten virtual, dan teknologi pemrosesan bahasa alami (Natural
Language Processing). Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk
memberikan respons pelanggan yang lebih cepat dan akurat, bahkan tanpa
perlu keterlibatan manusia langsung. Di sektor e-commerce atau perbankan,
misalnya, chatbot mampu menjawab pertanyaan umum, memberikan
informasi produk, atau membantu menyelesaikan transaksi pelanggan,
menciptakan pengalaman yang lebih memuaskan bagi pelanggan serta
meningkatkan efisiensi layanan.

Perkembangan AI berlanjut dengan adopsi teknologi visi komputer


(computer vision), yang membantu perusahaan mengenali gambar atau pola
visual dalam lingkungan bisnis mereka. Teknologi ini memungkinkan
analisis gambar untuk manajemen persediaan di ritel atau deteksi cacat
produk di lini produksi manufaktur, meningkatkan pengawasan kualitas
produk secara signifikan. Selain itu, visi komputer juga dimanfaatkan dalam
bidang keamanan untuk mengenali wajah atau mendeteksi anomali,
menghadirkan tingkat perlindungan yang lebih tinggi.

Pada tahap berikutnya, teknologi AI generatif, seperti model


Generative Pre-trained Transformer (GPT), telah memungkinkan

5
perusahaan untuk membuat konten otomatis dalam bentuk teks, gambar,
atau video. Teknologi ini membantu perusahaan dalam pembuatan konten
pemasaran digital yang personal dan tepat sasaran, seperti deskripsi produk
atau kampanye promosi yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-
masing pelanggan.

Seiring dengan perkembangan Internet of Things (IoT), AI menjadi


lebih terintegrasi dengan perangkat-perangkat yang saling terhubung,
seperti sensor dan perangkat pintar di berbagai sektor bisnis. Dengan edge
computing, AI dapat memproses data langsung di lokasi perangkat tanpa
harus dikirim ke server pusat, sehingga perusahaan dapat membuat
keputusan cepat di lapangan. Teknologi ini sangat berguna dalam
manajemen rantai pasokan atau pelacakan barang secara real-time, di mana
data dari perangkat IoT dapat memberikan informasi yang dibutuhkan untuk
mempertahankan kualitas produk.

Di tengah semua perkembangan ini, isu etika AI menjadi perhatian


penting bagi banyak perusahaan. Dengan semakin dalamnya integrasi AI di
berbagai aspek bisnis, muncul pertanyaan mengenai privasi data, bias
algoritma, dan keamanan. Perusahaan kini mulai menerapkan kebijakan
etika AI yang memastikan bahwa penggunaan teknologi ini tetap sesuai
dengan regulasi, menghindari diskriminasi, dan melindungi data pribadi
pelanggan. Etika AI menjadi langkah penting untuk membangun
kepercayaan publik terhadap teknologi ini.

Secara keseluruhan, perkembangan AI dalam bisnis telah membawa


perubahan besar, dari sekadar otomatisasi sederhana hingga pemanfaatan
data yang kompleks untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan,
mengoptimalkan operasi, serta memungkinkan inovasi konten digital.
Meskipun masih terdapat tantangan yang harus diatasi, seperti regulasi etika
dan biaya implementasi, AI terus memperkuat kemampuan bisnis untuk
beradaptasi di era digital dan bersaing di pasar yang dinamis.

6
2.3 Peran Teknologi AI dalam Perkembangan Bisnis
Strategi bisnis mencakup ekspansi georafis, diversifikasi, akusisi,
pengembangan produk, penetrasi pasar, pengetatan, divestasi, likuidasi, dan
usaha patungan ataujoint venture (Wahyuningsih, 2019). Pada
pengembangan bisnis, AI dapat digunakan untuk menganalisis data,
mengidentifikasi pola dan tren, membuat prediksi, dan memberikan
rekomendasi yang cerdas. Kemampuan AI untuk dapat mengetahui,
menganalisis, bahkan memutuskan pilihan sendiri menjadi salah satu alasan
digunakannya teknologi tersebut. Sebelum AI dapat melakukan analisis dan
pengambilan keputusan, terdapat pemasukan data, fakta, dan informasi
terlebih dahulu ke dalam suatu sistem AI. Data dan informasi tersebut
membuat AI dapat bekerja layaknya seperti kecerdasan manusia (Ghazmi,
2021).
Strategi pengembangan bisnis yang menggunakan teknologi AI
melibatkan pemanfaatan kemampuan AI untuk mengoptimalkan
operasional, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan nilai tambahan bagi
perusahaan. Artificial Intelegence memberikan keuntungan yang signifikan
dalam pengembangan bisnis. Adapun strategi pengembangan bisnis dengan
memanfaatkan teknologi AI, yakni:
a. Analisis data lebih mendalam
Sama seperti asisten virtual yang digunakan dalam kehidupan
sehari-hari, dalam bisnis tentunya ketika menggunakan kecerdasan
buatan, maka komunikasi manusia akan terjalin dengan mesin yang
sudah dikontrol. Tentunya, secara garis besar tingkat kerugian
akanberkurang dan keakuratan data yang didapat bisa dipastikan
keakuratannya.
b. Automatisasi proses bisnis
Bisnis dapat mengotomatisasi berbagai proses bisnis yang berulang,
seperti pengolahan pesanan, manajemen inventaris, analisis data,
dan tugas-tugas administratif. Dengan mengurangi intervensi
manusia dalam tugas-tugas rutin, perusahaan dapat meningkatkan

7
efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan membebaskan sumber
daya manusia untuk fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis.
c. Personalisasi dan pengalaman pelanggan lebih baik
Pemanfaatan AI memungkinkan perusahaan dapat mengumpulkan
dan menganalisis data pelanggan untuk memahami preferensi,
kebutuhan, dan perilaku mereka dengan lebih baik. Hal ini
memungkinkan perusahaan untuk memberikan pengalaman
pelanggan yang lebih personal, layanan yang disesuaikan, dan
rekomendasi yang relevan.
d. Prediksi tren
Pemanfaatan AI memungkikan mesin dapat menganalisis gambar,
memahami ucapan, berinteraksi dengan cara alami, dan membuat
prediksi menggunakan data.Ketepatan ramalan berkadar terus
dengan jumlah data yang dimasukkan ke dalam sistem.
e. Chatbot dan pelayanan pelanggan otomatis
Chatbot adalah sebuah perangkat lunak yang dapat melakukan
interaksi dengan manusia melalui pertukaran pesan teks atau suara.
Fungsi utama darichatbot adalah sebagai perangkat yang dapat
membantu pengguna dengan menjawab pertanyaan atau membantu
menyelesaikan masalah yang mungkin mereka hadapi melalui
interaksi teks atau suara. Selain itu, chatbot juga bisa digunakan
untuk memberikan informasi, menyediakan layanan, atau
melakukan transaksi secara otomatis. Tujuan utama chatbot adalah
membantu pengguna dengan cara yang sesuai dengan apa yang
diinginkan oleh pengembang chatbot tersebut. Chatbot sering
digunakan sebagai layanan pelanggan (customer service) untuk
membantu menjawab pertanyaan pelanggan secara cepat dan
efisien. Asisten virtual chatbot dilengkapi kecerdasan buatan AI
yang mampu merespons otomatis setiap interaksi pelanggan,
sehingga meningkatkan pelayanan dan penjualan bisnis (Kamal,
2022).

8
f. Penyempurnaan pengambilan keputusan
Teknologi AI dapat memproses data dalam jumlah besar dan
menghasilkan wawasan yang lebih baik dalam pengambilan
keputusan bisnis. Hal ini dapat membantu organisasi dalam
membuat keputusan yang lebih cerdas dan efektif (Sia, 2023).

2.4 Manfaat Penggunaan AI dalam Bisnis


Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam operasional bisnis
menawarkan sejumlah manfaat yang dapat membantu perusahaan
meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan memperkuat posisi mereka
di pasar. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang dapat diperoleh
perusahaan dari penerapan AI:

a. Otomatisasi Proses Rutin dan Berulang: AI memungkinkan


otomatisasi berbagai tugas yang bersifat rutin, seperti pemrosesan
data, pengelolaan inventaris, atau pengiriman pesan. Otomatisasi ini
tidak hanya mengurangi beban kerja karyawan, tetapi juga
meningkatkan efisiensi serta konsistensi hasil yang diperoleh,
mengurangi risiko kesalahan manusia.
b. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Data: Dengan kemampuan
analisis data yang kuat, AI membantu perusahaan menggali
informasi yang lebih mendalam dari data yang ada. Misalnya, AI
dapat menganalisis pola pembelian pelanggan, tren pasar, atau
preferensi pengguna untuk menghasilkan wawasan yang relevan. Ini
memungkinkan perusahaan membuat keputusan yang lebih tepat
dan cepat, berbasis data, serta mengurangi ketidakpastian dalam
perencanaan.
c. Peningkatan Pengalaman Pelanggan: AI dapat meningkatkan
kualitas layanan pelanggan melalui teknologi seperti chatbot dan
asisten virtual, yang memberikan respons cepat dan personal kepada
pelanggan. Chatbot yang bekerja 24/7 ini mampu menjawab

9
pertanyaan, memproses permintaan sederhana, atau memberikan
rekomendasi produk yang sesuai, yang pada akhirnya meningkatkan
keputusan dan loyalitas pelanggan.
d. Efisiensi Biaya Operasional: Dengan otomatisasi dan pengambilan
keputusan berbasis data, AI membantu mengurangi biaya
operasional. Misalnya, di sektor logistik, AI dapat digunakan untuk
mengoptimalkan rute pengiriman sehingga menghemat biaya bahan
bakar dan waktu perjalanan. Selain itu, otomatisasi dalam produksi
dan layanan pelanggan juga mengurangi kebutuhan akan tenaga
kerja manual, yang pada akhirnya berdampak positif pada
penghematan biaya.
e. Peningkatan Kualitas Produk dan Layanan: AI dalam produksi dan
kontrol kualitas dapat membantu mendeteksi cacat produk lebih
dini, sehingga mengurangi risiko produk cacat sampai ke pelanggan.
Di sektor manufaktur, visi komputer (computer vision) mampu
menganalisis produk dan mengidentifikasi cacat atau
ketidaksesuaian dengan standar, yang meningkatkan kualitas dan
menjaga reputasi perusahaan.
f. Prediksi Permintaan dan Pengelolaan Inventaris: Dengan analisis
data historis, AI memungkinkan perusahaan memprediksi
permintaan di masa depan dan mengelola inventaris dengan lebih
baik. Misalnya, dengan memahami pola pembelian pelanggan atau
perubahan musim, perusahaan dapat menentukan jumlah stok yang
optimal, mencegah kekurangan atau kelebihan persediaan, dan
memastikan ketersediaan produk.
g. Personalisasi dan Pengembangan Produk: AI memungkinkan
perusahaan memahami preferensi pelanggan dan menciptakan
pengalaman yang dipersonalisasi, seperti rekomendasi produk yang
relevan atau penawaran khusus yang sesuai dengan minat pengguna.
Selain itu, data pelanggan yang diperoleh dari AI dapat membantu
perusahaan mengidentifikasi kebutuhan pasar yang belum

10
terpenuhi, sehingga mengarahkan pengembangan produk baru yang
lebih inovatif.
h. Manajemen Risiko dan Deteksi Penipuan: Di sektor keuangan, AI
digunakan untuk memantau dan menganalisis data transaksi secara
real-time guna mendeteksi pola yang mencurigakan. Sistem AI ini
dapat mengidentifikasi aktivitas yang tidak biasa dan
memperingatkan perusahaan tentang potensi penipuan atau risiko
kredit, sehingga melindungi perusahaan dari kerugian finansial.
i. Perbaikan Proses Rantai Pasokan dan Logistik: AI dapat
mengoptimalkan proses rantai pasokan dengan memprediksi
kebutuhan bahan baku, mengurangi waktu pengiriman, atau
memastikan kualitas produk tetap terjaga selama distribusi. Selain
itu, teknologi IoT yang terintegrasi dengan AI memungkinkan
pemantauan persediaan dan pelacakan pengiriman secara real-time,
yang mendukung efisiensi rantai pasokan.
j. Inovasi Berkelanjutan dan Keunggulan Kompetitif: Dengan
kemampuannya untuk belajar dan beradaptasi dari data baru, AI
memungkinkan perusahaan tetap berada di garis depan inovasi.
Penggunaan AI yang konsisten dalam operasional dan strategi bisnis
juga membantu perusahaan mengidentifikasi peluang pasar baru,
memahami kebutuhan pelanggan yang berubah, dan memberikan
solusi yang lebih cepat daripada kompetitor.

Secara keseluruhan, penerapan AI dalam operasional bisnis membawa


berbagai keuntungan strategis, mulai dari efisiensi, penghematan biaya,
hingga peningkatan kepuasan pelanggan dan inovasi produk. Meskipun
investasi awal dan pengelolaan teknologi ini mungkin membutuhkan
sumber daya, manfaat jangka panjang dari AI dapat memberikan nilai
tambah yang signifikan bagi perusahaan.

11
2.5 Tantangan Dan Risiko Dalam Mengimplementasikan Teknologi AI
Mengimplementasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam
bisnis dapat memberikan banyak manfaat, namun perusahaan juga
menghadapi berbagai tantangan dan risiko yang perlu diperhatikan. Berikut
adalah beberapa tantangan dan risiko utama yang sering dihadapi oleh
perusahaan saat mengadopsi AI:

a. Kekurangan Sumber Daya dan Keterampilan: Salah satu tantangan


terbesar adalah kurangnya keterampilan dan pengetahuan dalam
teknologi AI di kalangan karyawan. Banyak perusahaan mungkin
tidak memiliki tim dengan keahlian yang diperlukan untuk
mengembangkan, menerapkan, dan memelihara sistem AI.
Mengatasi kekurangan ini seringkali memerlukan investasi dalam
pelatihan atau merekrut tenaga kerja yang terampil, yang dapat
menjadi mahal dan memakan waktu.
b. Biaya Implementasi yang Tinggi: Penerapan AI sering kali
melibatkan biaya awal yang signifikan, baik untuk perangkat keras,
perangkat lunak, maupun pengembangan algoritma yang kompleks.
Selain itu, biaya operasional untuk memelihara dan memperbarui
sistem AI juga harus dipertimbangkan. Banyak perusahaan mungkin
merasa kesulitan untuk mengalokasikan anggaran yang memadai
untuk proyek-proyek AI, terutama jika mereka tidak melihat hasil
yang cepat.
c. Kualitas dan Ketersediaan Data: AI bergantung pada data untuk
belajar dan memberikan hasil yang akurat. Tantangan dalam hal ini
termasuk kurangnya data berkualitas tinggi, data yang tidak
terstruktur, atau data yang tidak mencukupi untuk melatih model AI.
Jika data yang digunakan untuk melatih sistem AI tidak representatif
atau mengandung bias, hasil yang dihasilkan juga dapat menjadi tidak
akurat dan merugikan.

12
d. Keamanan Data dan Privasi: Penerapan AI sering melibatkan
pengumpulan dan analisis data sensitif, yang menimbulkan risiko
terhadap keamanan data dan privasi. Perusahaan harus memastikan
bahwa mereka mematuhi regulasi privasi data, seperti GDPR di
Eropa, dan mengimplementasikan langkah-langkah keamanan yang
memadai untuk melindungi data pelanggan. Pelanggaran keamanan
data dapat mengakibatkan kerugian finansial dan reputasi yang
serius.
e. Bias dalam Algoritma: AI dapat mewarisi bias yang ada dalam data
yang digunakan untuk melatih modelnya. Jika data tersebut tidak
mencerminkan keberagaman yang ada di dunia nyata, hasil yang
dihasilkan dapat memicu diskriminasi atau ketidakadilan. Hal ini
menjadi tantangan serius, terutama dalam aplikasi seperti rekrutmen,
penilaian kredit, dan penegakan hukum, di mana bias dapat memiliki
dampak sosial yang luas.
f. Kompleksitas dan Integrasi Sistem: Mengintegrasikan teknologi AI
ke dalam sistem dan proses bisnis yang sudah ada bisa menjadi rumit.
Perusahaan sering kali menghadapi tantangan dalam hal
kompatibilitas antara sistem baru dan yang lama, serta dalam
mengelola perubahan yang diperlukan dalam budaya dan proses
kerja. Proses integrasi ini dapat memerlukan waktu dan sumber daya
yang signifikan.
g. Resistensi Terhadap Perubahan: Karyawan dan manajemen mungkin
mengalami resistensi terhadap penerapan teknologi baru, termasuk
AI. Kekhawatiran mengenai penggantian pekerjaan, kehilangan
kontrol, atau ketidakpastian mengenai masa depan mereka dapat
menghambat adopsi teknologi. Oleh karena itu, penting bagi
perusahaan untuk mengedukasi dan melibatkan karyawan dalam
proses implementasi agar mereka merasa nyaman dan siap
menghadapi perubahan.

13
h. Kepatuhan Terhadap Regulasi: Dengan semakin meningkatnya
perhatian terhadap AI, banyak negara mulai memperkenalkan
regulasi yang mengatur penggunaan teknologi ini. Perusahaan harus
selalu memperbarui pengetahuan mereka tentang regulasi yang
relevan dan memastikan bahwa mereka mematuhi semua persyaratan
hukum yang berlaku. Kegagalan untuk mematuhi regulasi dapat
mengakibatkan sanksi atau denda yang signifikan.
i. Kurangnya Pemahaman tentang AI: Banyak pemimpin bisnis
mungkin tidak sepenuhnya memahami potensi dan batasan teknologi
AI. Kurangnya pemahaman ini dapat menyebabkan ekspektasi yang
tidak realistis terhadap kemampuan AI, yang pada gilirannya dapat
menyebabkan kegagalan proyek dan pemborosan sumber daya.
j. Keberlanjutan dan Pembaruan Teknologi: AI adalah bidang yang
terus berkembang, dan perusahaan harus mampu beradaptasi dengan
perkembangan teknologi yang cepat. Sistem yang diterapkan hari ini
mungkin cepat menjadi usang jika perusahaan tidak siap untuk
melakukan pembaruan dan peningkatan secara berkala.

Secara keseluruhan, meskipun penerapan AI menawarkan peluang besar


untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi, perusahaan perlu menghadapi
berbagai tantangan dan risiko. Dengan pemahaman yang baik tentang isu-
isu ini dan perencanaan yang matang, perusahaan dapat mengatasi
hambatan-hambatan ini dan memaksimalkan potensi teknologi AI untuk
mencapai tujuan bisnis mereka.

2.6 Peran AI dalam Meningkatkan Daya Saing Perusahaan


Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk
terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi agar tetap relevan dan kompetitif.
Salah satu alat yang paling berpengaruh dalam hal ini adalah Artificial Intelligence
(AI). Dengan memanfaatkan teknologi AI, perusahaan dapat mengubah cara

14
mereka beroperasi, berinteraksi dengan pelanggan, dan mengembangkan produk
serta layanan.

AI membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang lebih


tepat dan berbasis data. Dengan kemampuan untuk menganalisis data dalam
jumlah besar, AI memberikan wawasan yang mendalam mengenai tren
pasar dan perilaku konsumen. Hal ini memungkinkan manajemen untuk
membuat keputusan strategis yang lebih baik dan lebih cepat, sehingga
perusahaan dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pelanggan dan
kondisi pasar yang dinamis.

Salah satu manfaat signifikan dari AI adalah kemampuannya dalam


otomatisasi proses. Dengan mengotomatiskan tugas-tugas rutin dan
berulang, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional secara
keseluruhan. Karyawan dapat lebih fokus pada tugas-tugas yang
memerlukan kreativitas dan pemikiran strategis, sementara sistem AI
menangani pekerjaan yang lebih monoton. Dengan cara ini, perusahaan
tidak hanya mengurangi biaya operasional tetapi juga meningkatkan
produktivitas, memberikan mereka keunggulan dalam hal waktu dan
sumber daya.

Personalisasi juga menjadi aspek penting yang dapat diperoleh


melalui penerapan AI. Dengan memahami preferensi dan perilaku
pelanggan secara lebih mendalam, perusahaan dapat menawarkan
pengalaman yang lebih relevan dan memuaskan. Rekomendasi produk yang
disesuaikan dan penawaran yang ditargetkan meningkatkan kepuasan
pelanggan dan loyalitas mereka. Dalam pasar yang penuh persaingan,
kemampuan untuk memberikan pengalaman yang unik dan personal
menjadi kunci untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.

Selain itu, AI mendorong inovasi produk dan layanan. Dengan


analisis data yang mendalam, perusahaan dapat mengidentifikasi kebutuhan

15
dan keinginan yang belum terpenuhi di pasar, memungkinkan mereka untuk
mengembangkan produk baru yang lebih sesuai dengan harapan pelanggan.
Inovasi yang berkelanjutan ini membantu perusahaan tetap unggul di
industri mereka, menjaga relevansi dalam menghadapi perubahan selera dan
kebutuhan konsumen.

Kualitas produk dan layanan juga dapat ditingkatkan dengan


penerapan AI. Di sektor manufaktur, misalnya, teknologi visi komputer
yang didukung AI memungkinkan deteksi cacat produk secara real-time,
sehingga memastikan bahwa produk yang sampai ke pelanggan memenuhi
standar kualitas yang tinggi. Kualitas yang baik berkontribusi pada reputasi
perusahaan dan kepercayaan pelanggan, dua hal yang sangat penting dalam
mempertahankan daya saing.

Manajemen risiko yang lebih baik juga merupakan manfaat dari


penggunaan AI. Dalam sektor keuangan, sistem AI dapat mendeteksi pola
yang mencurigakan dan mengidentifikasi potensi penipuan, melindungi
perusahaan dari kerugian finansial yang besar. Dengan memitigasi risiko
lebih awal, perusahaan dapat menjaga stabilitas dan keandalan operasional
mereka, yang penting untuk membangun kepercayaan di mata pelanggan
dan investor.

AI juga membantu perusahaan dalam mengoptimalkan rantai


pasokan. Dengan menganalisis data permintaan dan pasokan, AI dapat
membantu perusahaan merencanakan dan mengelola inventaris dengan
lebih efektif. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya penyimpanan dan
menghindari kekurangan atau kelebihan stok, tetapi juga memastikan
bahwa pelanggan mendapatkan produk yang mereka butuhkan tepat waktu.

Dalam dunia pemasaran, AI memungkinkan perusahaan


menjalankan kampanye yang lebih efektif dan terarah. Dengan
menganalisis data pelanggan, perusahaan dapat menyesuaikan pesan

16
pemasaran mereka untuk mencapai segmen pasar yang lebih tepat.
Pendekatan berbasis data ini meningkatkan peluang konversi dan membantu
perusahaan membedakan diri dari kompetitor.

Di era di mana perubahan terjadi dengan cepat, kemampuan untuk


beradaptasi dengan cepat adalah hal yang krusial. AI memberikan
perusahaan kemampuan untuk merespons perubahan pasar dalam waktu
nyata, memungkinkan mereka untuk menyesuaikan strategi dan operasi
dengan cepat. Dengan kemampuan ini, perusahaan dapat mengambil
langkah proaktif dalam menghadapi tantangan baru, menjaga posisi mereka
di pasar.

Dengan semua manfaat tersebut, tidak mengherankan bahwa


perusahaan yang mengadopsi AI secara strategis dapat meningkatkan daya
saing mereka. Dengan memanfaatkan teknologi ini, perusahaan tidak hanya
dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, tetapi juga menciptakan
inovasi yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Dalam pasar yang
semakin kompetitif, kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi dengan
cepat menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan jangka panjang.

17
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dalam era bisnis yang semakin kompetitif, penerapan Artificial


Intelligence (AI) menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing
perusahaan. AI menawarkan berbagai manfaat, termasuk pengambilan
keputusan yang lebih cepat dan akurat berkat analisis data yang mendalam,
serta otomatisasi proses yang memungkinkan efisiensi operasional yang
lebih tinggi. Selain itu, kemampuan AI dalam personalisasi pengalaman
pelanggan membantu perusahaan menawarkan layanan yang lebih relevan
dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Di sisi lain, perusahaan juga dihadapkan pada tantangan dan risiko


dalam mengimplementasikan teknologi ini, seperti kurangnya keterampilan
di dalam organisasi, biaya tinggi, dan masalah terkait keamanan data.
Meskipun demikian, dengan strategi yang tepat dan pemahaman yang
mendalam tentang potensi dan batasan AI, perusahaan dapat memanfaatkan
teknologi ini untuk berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan
mengoptimalkan rantai pasokan.

Dengan memanfaatkan AI secara efektif, perusahaan tidak hanya


dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, tetapi juga menciptakan
keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Oleh karena itu, investasi dalam
AI dan pengembangan keterampilan yang relevan menjadi sangat penting
untuk meraih kesuksesan dalam dunia bisnis yang terus berubah.

18
DAFTAR PURTAKA

Jaya, H., Sabran, S., Idris, M., Djawad, Y. A., Ilham, A., & Ahmar, A. S. (2018).
Kecerdasan Buatan.

Faradillah, S., Irmansyah, D., Lokatara, B. A., Saputra, M. I., & Wulansari, A.
(2023). Analisis Perkembangan Artificial Intelligence Dalam Bidang
Bisnis: Systematic Literature Review. Djtechno: Jurnal Teknologi
Informasi, 4(2), 298-309.

Fidiyanti, F., Subagja, A. R., Wachyu, R. P., & Madiistriyatno, H. (2023). Analisis
Strategi Pengembangan Bisnis Menggunakan Teknologi Artificial
Intelegence. Journal of Comprehensive Science (JCS), 2(7), 1994-2001.

Amrizal, V., & Aini, Q. (2013). Kecerdasan Buatan.

19

Anda mungkin juga menyukai