Ubi lumer
Di susun oleh:
Aping sulistiani
Deny pratama
Juita aulia
Kamarudin
Winda sutiana
Windi sutiani
L. Muhammad zikri
Aprilia yulianti
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmatdan inayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Kue Bugis. Kami menyadari, bahwa makalah yang kami buat ini
masih jauh darikata sempurna baik dari segi penyusunan, bahasa, maupun penulisannya. Olehkarena
itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca guna menjadi
acuan agar penulis bisa menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.Semoga makalah ini bisa menambah
wawasan para pembaca dan bisa bermanfaat untuk perkembangan dan peningkatan ilmu pengetahuan.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ......................................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. Identifikasi Kebutuhan ................................................................................... 1
B. Ide/Gagasan .................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 3
A. Latar Belakang Pembuatan Produk ubi lumer .................................... 3
B. Bahan dan Alat Pembuatan ubi lumer ................................................................ 3
C. Cara Pembuatan ubi lumer ................................................................................. 4
D. Penyajian dan Kemasan dalam Pengolahan Makanan ................................... 5
E. Evaluasi........................................................................................................... 6
BAB III PENUTUP ................................................................................................ 7
Kesimpulan ......................................................................................................... 7
Saran .................................................................................................................... 7
Lampiran......................................................................................................... 7
FOTO PEMBUATAN ....................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Identifikasi Kebutuhan
Zaman dulu orang membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yangenak dan murah, ini
terutama bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Duahal inilah yang menjadi prioritas utama
dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung
didalam makananyang mereka beli. Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita
dalammembeli makanan adalah memperhatikan rasa, gizi yang terkandung dalammakanan tersebut,
baru kemudian memikirkan harga. Oleh karena itu, roti banyakmenjadi pilihan manusia untuk makanan
ringan, dimana dari segi rasa, rotimenawarkan cukup banyak rasa yang ditawarkan dan enak, dari segi
gizi jugamemenuhi kebutuhan gizi manusia, dari segi harga, roti mudah dijangkau semuakalangan
masyarakat.
Tapi kami juga ingin membuktikan bahwa makanan tradisional “KUE BUGIS" juga memiliki rasa yang
enak dan memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Selain harga makanan tradisional yang
murah, juga sangat mudah dijangkau.Makanan tradisional“KUE BUGIS “ sesuai dengan apa yang
diinginkan oleh konsumen karena mengandung karbohidrat, protein, dll. Jajanan pasar atau
kuetradisional bukan bisnis remeh. Meski keberadaanya lebih banyak beredar di pasarnamun bukan
berarti usaha kue tradisional tidak memiliki prospek alias tidakmenguntungkan.Jajan pasar adalah satu-
satunya kue yang bertahan sejak jaman dahulu kalasampai sekarang. Perkembangan usaha makanan
saat ini malah justru menambah porsi pengemb angan makanan asli Indonesia lebih besar. Peningkatan
apresiasiterhadap warisan kuliner nusantara berperan besar membangkitkan omzet penjualan kue
tradisional ini. Kue yang sudah dikenalkan dari nenek moyang danturun temurun ini sudah memiliki
pasar yang luar biasa besarnya
B. Ide/Gagasan
Untuk menghindari meluasnya pembahasan, penulis merumuskan masalahdengan pertanyaan
1. Bagaimana asal-usul ubi lumer?
2. Bagaimana cara pembuatan ubi lumer?
3. Apa kelebihan penggunaan bahan serta pewarna alami dalam ubi lumer?
Tujuan yang ingin dicapai, yakni
1. Untuk menunjukan asal-usul ubi lumer
2. Untuk mengetahui cara pembuatan ubi lumer
3. Untuk mengetahui kelebihan bahan serta pewarna alami dalam ubi lumer
BAB II PEMBAHASAN
A. Latar Belakang Pembuatan Produk klepon
Bola ubi ini terbuat dari campuran ubi jalar yang dikukus, tepung tapioka, dan gula bubuk.
Adonan dicampur dan dibentuk menjadi bulat. Warna yang terlihat pada bola ubi adalah warna
ubi yang dipakai dalam pembuatannya.
Semakin lama kepopuleran bola ubi kopong pun meningkat dengan banyak penjualan yang
dilakukan dengan online dan kemasan makanan yang lebih trendy membuat kaum millenial
tertarik untuk membelinya, namun tentu jangan kita lupa bahwa bola ubi ini merupakan
makanan asli Bandung yang sudah populer dari dahulu kala.
B. Bahan pembuatan ubi lumer
1 kg ubi jalar ungu
1/2 Sendok makan garam
2 sendok makan gula
5-6 sendok makan tepung terigu (atau secukupnya)
4-5 sendok makan tepung maizena
secukupnya Coklat batangan/meises
Tepung roti
Air putih
Minyak untuk menggoreng
C. Cara pembuatan klepon
Langkah 1
D. Penyajian dan Kemasan dalam Pengolahan Makanan
Penyajian dan kemasan merupakan tahapan akhir dan memegang peranan penting dalam usaha
pengolahan makanan. Makanan dengan penampilan menarikakan menggugah selera karena untuk
mengonsumsi, pertamatama harus pandanganmata yang bekerja, kemudian diikuti untuk indra
penciuman untuk aroma, yangtentunya panduan bumbu yang memberi indra rasa bekerja menghasilkan
rasanikmat.Makanan khas daerah pada masa lampau biasanya dikemas denganmenggunakan kemasan
tradisional seperti kendil dari tanah liat, anyaman daun pisang, daun kelapa, kelobot jagung, dll. Sesuai
dengan kemajuan zaman teknologidan kebutuhan manusia, produk kemasan pun berkembang terus-
menerus. Saat ini,makanan khas daerah banyak dikemas menggunakan kertas, plastik,
kaca/gelas,aluminium foil, dan ada pula yang dikombinasikan dengan kemasan tradisional.Penyajian
ataupun kemasan akan menjadi daya tarik konsumen untukmembelinya dan memakannya. Oleh karena
itu, jenis, bentuk, warna dan dekorasikemasan perlu diperhatikan agar dapat memberikan tampilan
unik, menarik, dan berkarakter pada penyajian dan kemasan produknya. Teknik yang bisa
digunakanuntuk menjaga kualitas makanan khas daerah tetap baik, digunakan teknik pengemasan
vacuum dan disimpan dalam suhu rendah.Kriteria-kriteria tertentu yang harus diperhatikan dalam
pemilihan wadah penyajian/kemasan, antara lain sebagai berikut:
1. Bahan kemasan/wadah penyajian mampu melindungi isinya dari berbagai resiko dari luar
2. Bahan kemasan tidak berbau
3. Bahan kemasan/wadah penyajian memiliki daya tarik terhadap konsumen
4. Bahan kemasan/wadah penyajian mudah di dapat
5. Dalam wadah/kemasan disertakan label yang memuat nama produk, nama, tanggal produsen,
berat bersih, komposisi, merek dagang, tanggal kadaluarsa, efek samping.
C. Evaluasi
Modal pembuatan
1. Ubi = Rp. 5.000
2. Coklat = Rp. 10.000
3. Tepung tapioka =5.000
4. Minyak goreng = 10.000
5. Bahan lainya =10.000
Total biaya = 40.000
Hasil penjualan
#. 11 × 5.000 = 55.000
Keuntungan/kerugian
#. Hasil penjualan - biaya pembayaran = Rp. 55.000-Rp. 40.000
=Rp. 15.000
Jadi dari hasil pembuatan kue Bugis dengan modal Rp. 40.000 lalu mendapat hasil Rp.
30.000, dan mendapatkan keuntungan Rp. 15.000
BAB lll
KESIMPULAN
Dalam pembuatan ubi lumir ini membutuhkan ketelatenan supaya hasil olahannya
bagus. Pembuatan ubi lumer ini tidak banyak membutuhkan biaya.
SARAN
Kekompakan itu harus ada dalam kelompok kita.
FOTO FRODUK
FOTO TERANSAKSI