LAPORAN
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)
PADA DINAS KETENGAKERJAAN KOTA TANGERANG
Tanggal 1 Juli – 31 Desember 2022
Laporan ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Sidang PKL
Disusun oleh :
DEWANDA ARMAYANI
Kelas XII AKL 1
NIS/NISN. 1200216 / 0051353529
Bidang Studi Keahlian : Bisnis dan Manajemen
Program Studi Keahlian : Akuntansi Keuangan dan Lembaga
Kompetensi Keahlian : Akuntansi Keuangan dan Lembaga
SMART AND CYBER SCHOOL
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) PGRI 1 TANGERANG
Jalan Perintis Kemerdekaan II Cikokol
Kota Tangerang
2022
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPAGAN (PKL)
Nama : Dewanda armayani
Program Studi : Akuntansi dan Lembaga
Instansi/Perusahaan : Dinas Ketengakerjaan Kota Tangerang
Alamat Perusahaan : Jalan Perintis Kemerdekaan II No. 1,Cikokol,
Babakan, Tangerang, RT. 007/RW. 003,
Babakan, Kec. Tangerang, Kota Tangerang.
Pembimbing
Pembimbing Perusahaan/DUDI Pembimbing Sekolah
Sri Mulyeti, S. Sos Herlina Yuliasih, S. Pd
NIP. 19731212 200112 2 001
Menyetujui
Kepala SMK PGRI 1 Tangerang Ketua Program Studi AKL
Drs. H. Aep Gumiwa,MM.Kom Suti Mutini, SE
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan semesta alam
yang telah memberikan rahmat dan karunian-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan Pratik kerja lapangan (PKL) dengan lancar. Penyusunan laporan
ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan kelulusan sekolah.dan laporan PKL
ini kami susun berdasarkan pengalaman yang kami peroleh selama
melaksanakan PKL di Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang
Serta penyusunan laporan Pratik Kerja Lapangan (PKL) ini dapat disusun
dengan baik berkat bantuan dari pihak yang telah memberikan bimbingan dan
dukungan sebagai bahan masukan untuk kami. Untuk itu, saya mengucapkan
Terima Kasih Kepada :
1. Bapak Drs. H. Aep Gumiwa, MM, selaku Kepala Sekolah SMK PGRI 1
Tangerang.
2. Ibu Herlina Yuliasih, S.Pd, selaku guru pembimbing dari SMK PGRI 1
Tangerang.
3. Ibu Suti Murtini, SE, selaku Ketua Kompensi Keahlian Akuntansi
Keuangan dan Lembaga SMK PGRI 1 TANGERANG.
4. Ibu Fani Rachmawaty Putri, S. Pd selaku Ketua Pelaksana PKL dari
SMK PGRI 1 TANGERANG
5. Bapak Ujang Hendra Gunawan, S.Sos, MM, selaku Kepala Dinas
Ketenagakerjaan Kota Tangerang.
6. Ibu Sri Mulyeti, S. Sos, selaku Kepala Subbagian Umum dan
Kepegawaian dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang.
7. Bapak Drs. H.Mohammad Adli, selaku Kepal Bidang Dinas
Ketenagakerjan Kota Tangerang.
8. Ibu Mira Widiasari, SE, MM, selaku pembimbing dari Dinas
Ketenagakerjaan Kota Tangerang Bidang Hubungan Industrial dan
Jamsostek.
Kami menyadari bahwa masih banyak kurangnya pengetahuan dan
penyusunan dalam penulisan ini. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun dari pembaca. Akhir kata dan penulisan saya
mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan bantuan sehingga
laporan ini dapat tersusun dengan baik.
Tangerang, 31 Desember 2022
Dewanda Armayani
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................
LEMBAR PENGESAHAAN.........................................................................
DAFTAR ISI...................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................
1.1 Latar Belakang.....................................................................
1.2 Maksud dan Tujuan PKL.....................................................
1.3 Keguaan PKL ......................................................................
a. Bagi siswa ..................................................................
b. Bagi sekolah ...............................................................
c. Bagi perusahaan/DUDI...............................................
BAB II TINJAUAN UMUM TEMPAT PKL ......................................
2.1 Deskripsi Dunia Kerja Tempat PKL ....................................
2.2 Jadwal pelaksaan PKL...........................................................
2.3 Daftar Pembimbing dan Peserta............................................
BAB III PELAKSANAAN PKL ...........................................................
3.1 Bidang Kerja .........................................................................
3.2 Hasil pelaksaan PKL.............................................................
3.3 Kendala yang Dihadapi.........................................................
3.4 Cara mengatasi Masalah........................................................
BAB IV PENUTUP..................................................................................
4.1 Kesimpulan ...........................................................................
4.2 Saran .....................................................................................
a. Saran Bagi penyelenggara PKL .................................
b. bagi DUDI...................................................................
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN.............................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pratik Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh
siswa/siswi SMK PGRI 1 Tangerang. Pratik Kerja Lapangan (PKL) ini dapat
memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan siswa/siswi untuk
mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum memasuki dunia kerja, salah satu
bentuk pelaksanaan program pendidikan disekolah secara sistematis dengan
pengusaan program keterampilan yang diperoleh melalui tindakan langsung di
dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat tertentu.
Pelaksanaan Pratik Kerja Lapangan (PKL) didasarkan pada ketentuan-
ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang
Pendidikan Nasional PP Nomor 9 Tahun 1990 Tentang Pendidikan Nasional PP
Nomor 39 Tahun 199 Tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan
Nasional dan Keputusan Mendikbud No. 080/U/1993 Tentang Kurikulum SMK
sebagai berikut : Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur
yaitu pendidikan sekolah dan jalur pendidikan di luar sekolah.
1.2 Maksud dan Tujuan PKL
Maksud dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan pada kegiatan
PKL di Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang yaitu ;
a. Sebagai pengalaman melatih diri dengan meninjau kembali konsep-
konsep yang diperoleh selama pendidikan sehingga mereka terbiasa
dengan dunia kerja.
b. Mengenal dan mengetahui secara langsung tentang instansi sebagai salah
satu penerapan disiplin dan pengembangan karier.
c. Mempelajari ruang lingkup bidang pengawasan dan penempatan khusus
nya dalam bidang kerja yang berhubungan dengan computer pada Praktik
Kerja yang dilakukan mereka dalam hal ini mereka mempelajari proses
kerja dengan baik.
Tujuan dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Ketenagakerjaan Kota
Tangerang antara lain :
a. Menetapkan disiplin, rasa tanggung jawab dan sikap professional
dalam bertugas sehingga membah pengalaman dalam persiapan
untuk terjun langsung kedunia kerja yang sesungguhnya.
b. Untuk memperoleh wawasan tentang pengalaman menjadi seorang
magang di Dinas Keetenagakerjaan Kota Tangerang.
1.3 Kegunaan PKL
Adapun kegunaan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan ini adalah :
Kegunaan bagi Siswa:
a. Menjalin kerja sama yang baik antara sekolah dan perusahaan terkait,
baik dalam dunia usaha maupun dunia instansi.
b. Memberikan keuntungan pada pihak sekolah dan siswa/siswi itu sendiri,
karena keahlian yang tidak diajakrkan di sekolah didapat di instansi
Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang.
c. Sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan bahwa pengalaman kerja
sebagai bagian dari proses pendidikan.
Kegunaan bagi Sekolah:
a. Menjalankan kewajiban Undang-Undang
b. Memberikan kontribusi dan tenaga kerja bagi perusahaan
Kegunaan bagi Perusahaan/DUDI:
a. Dapat berpartisipasi dalam pembangunan pendidikan pada khusus nya
dan pengembangan umumnya.
b. dapat memilih peserta praktik baik jumlah, kemampuan, penampilan,
waktu dan yang dianggap menguntungkan.
c. Dapat mengenal persis kualitas siswa yang berlatih di instansi Dinas
Ketengakerjaan.
BAB II
TINJAUAN UMUM TEMPAT PKL
2.1 Deskripsi Dunia Kerja Tempat PKL
Sejarah Perusahaan
Sebagian besar kementerian yang ada sekarang telah mengalami berbagai
perubahan, meliputi penggabungan, pemisahan, pengganntian nama, baik
sementara atau permanen. Tidak terkecuali untuk kementerian ketenagakerjaan
(Kemnaker). Sejarah kemnaker diawali saat panitia persiapan kemerdekaan
Indonesia menetapkan jumlah kementerian pada tanggal 19 Agustus 1945.
Awalnya tidak ada kemeterian khusus yang menangani masalah
ketenagakerjaan, dan semua tugas dan fungsi yang berkaitan dengan masalah-
masalah perburuhan masih berada dibawah kementerian social. Baru sejak
tanggal 3 Juli 1947 ditetapkan adanya kementerian perburuhan dan melalui
peraturan pemerintah Nomor 3 Tahun 1947 tanggal 5 Juli 947 ditetapkan tugas
pokok kementerian perburuhan kemudian berdasarkan Peraturan Menteri
Perburuhan (PMP) Nomor 1 tahun 1948 tanggal 9 Juli 1947 ditetapkan tugas
pokok kementerian perburuhan yang mencakup tugas urusan-urusan social
menjadi kementerian perburuhan dan social.
Pada kementerian Republik Indonesia Serikat (RIS) organisasi
kementerian perburuhan tidak lagi mencakup urusan social dan struktur
organisasinya didasarkan pada Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 1 tahun
1950 setelah Republik Indonesia Serikat bubar, struktur organnisasi kementerian
perburuhan disempurnakan lagi dengan peraturan kementerian perburuhan
Nomor 1 tahun 1951. Berdasarkan peraturan tersebut mulai tampak kelengkapan
struktur organisasi kementerian perburuhan yang mencakup struktur organisasi
sampai tingkat daerah dengan uraian tugas yang jelas.
Pada masa transisi 1966-1969, kementerian perburuhan berubah nama
menjadi Dpartemen Tenaga Kerja (Depnaker). Pada pembentukan cabinet
pembangunan II, Depnaker diperluas menjadi Dpartemen Tenaga Kerja,
Tranmigrasi dan Koperasi, sehingga ruang liingkup tugas dan fungsinya tidak
hanya mencakup permasalahan ketenagakerjaan tetapi juga mencakup
permasalahan ketransmigrasian dan pengkoperasian. Susunan organisasi dan tata
kerja Dapartemen Tenaga Kerja Transmigrasi dan Koperasi diatur melalui
Kepmen Nkertranskop Nomor Kep 1000/ Men/1975 yang mengacu kepada
KEPRES No. 44 Tahun 1974.
Dalam kabinet pembangunan III, unsur koperasi dipisahkan dan
departemen tenaga kerja, transmigrasi dan koperasi, sehingga menjadi
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans). Dalam masa bakti
kabinet pembanguna IV dibentuk Departemen Transmigrasi, sehingga unsur
transmigrasi dipisah dari Depnaker susunan organisasi dan tata kerja Depnaker
ditetapkan dengan Kepmennaker No. Kep 199/Men/1984 sedangkan susunan
organisasi dan tata kerja departemen trasmigrasi Nomor: Kep-55A/Men/1983.
Pada masa reformasi, Departemen Tenaga Kerja dan Departemen
Transmigrasi kemudian bergabung kembali pada tanggal 22 Februari 2001.
Usaha penataan organisasi Depertemen Tenaga Kerja dan Trasmigrasi terus
dilakukan dengan mengacu kepada keputusan Presiden RI Nomor 47 Tahun
2002 tentang kedudukan, tugas, fungsi kewenangan, susunan organisasi dan tata
kerja yang kemudian diubah namanya menjadi Kementerian Tenaga Kerja dan
Tranmigrasi (Kemnakertrans) Indonesia. Penamaan kementerian Tenaga Kerja
dan Transmigrasi (Kemnakertrans) ini terus digunakan selam periode kabinet
gotong royong, Indonesia Bersatu Dan Indonesia Bersatu II. Baru sejak kabinet
kerja Tahun 2014. Kementerian Tenaga Kerja dan Trasmigrasi berubah nama
menjadi Kementerian Ketenagakerjaan Republi Indonesia atau Kemnaker.
Visi dan Misi Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang
VISI :Ketenagakerjaan Terkendali, Harmonis, Dinamis dan
Bereadilan.
Adapun pengertian dari Visi tersebut diatas adalah sebagai beriku :
1. Ketenagakerjaan terkendali maksudnya adalah Dinas
Ketenagakerjaan dapat mengendalikan unjuk rasa dan mogok
kerja yang dapat menyebabkan terganggunya proses produksi
yang berakibat kerugian baik terhadap pengusaha dan pekerja
maupun terhadap perekonomian daerah/nasional. Untuk itu
pengendalian yang dilakukan dapat melalui kebijakan-kebijakan
strategis yang dapat menjaga hubungan industrial yang
“Kondusif” keadaan ini ditandai dengan :
a. Berkurangnya unjuk rasa/pemogokkan oleh pekerja.
b. Penyelesaian kasus ketenagakerjaan yang cepat dan tepat.
c. Hubungan kerja yang harmonis antara pekerja dan
Pengusaha.
2. Ketenagakerjaan yang harmonis artinya hubungan antara pekerja
dan pengusaha dapat berjalan harmonis. Untuk itu Dinas
Ketenagakerjaan perlu meningkatkan kesadaran pengusaha dan
pekerja untuk melakukan hak dan kewajiban.
3. Dinamis artinya bahwa kebutuhan tenaga kerja di pengaruhi
beberapa factor. Untuk itu kerja yang ada harus dapat
berkompetisi dengan tenaga kerja dari luar. Untuk itu, Dinas
Ketenagakerjaan akan melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Pemberdayaan tenaga kerja yang sesuai dengan
kebutuhan pasar.
b. Kemudahan untuk mendapatkan informasi pasar kerja.
4. Berkeadilan maksudnya bahwa Dinas Ketenagakerjaan tidak
berpihak dalam menyelesaikan perselisihan yang terjadi antara
pengusaha maupun pekerja dan mampu memberi jalan keluar yang
terbaik untuk kedua belah pihak.
MISI
1. Meningkatkan Kemampuan, Pengetahuan dan Keterampilan tenaga
kerja ;
2. Mengupayakan peningkatan kesempatan kerja ;
3. Meningkatkan hubungan industrial, perlindungan tenaga kerja dan
penegakkan hukum.
Struktur Organisasi Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang
2.2 Jadwal Pelaksanaan PKL
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan dari peraturan pelaksanaan kegiatan PKL Jangka waktu PKL yaitu
selama 6 (Enam) bulan, terhitung mulai tanggal 01 Juli 2022 s/d 31 Desember
2022 yang mengikuti jadwal dari perusahaan dengan masuk setiap hari mulai
dari hari Senin s/d Jum’at. Berikut jam masuknya :
No. Waktu Kegiatan
1. 08.00 WIB Absen kehadiran di Intansi dan melakukan tugas
Pratik Kerja Industri sesuai tugas yang telah
diberikan.
2. 12.00 – 13.00 WIB Istirahat.
3. 13.00 – 15.00 WIB Melanjutkan tugas yang tertunda sebelum jam
istirahat.
2.3 Daftar Pembimbing dan Peserta
Daftar Nama Pembimbing DUDI dan Permbimbing Sekolah
No. Nama Pembimbing DU/DI No. Nama Pembimbing
Sekolah
1. Mira Widiasari, SE, MM 1. Herlina Yuliasih,S. Pd
Daftar Nama Peserta PKL
No. Nama Peserta Praktik Kerja Lapangan Kelas NIS
(PKL)
1. Dewanda Armayani XII AKL 1 1200216
2. Ertina Damayanti XII AKL 1 1200218
3. Alya Kireyna Renel XII AKL 2 1200245
4. Amanda Indri Fatika XII AKL 2 1200247
5. Indah Cahya Ratri Laksmi Kartika Maharani XII AKL 2 1200262
6. Kurnia Yuval Adwitiya XII MM 2 1200142
7. Sahrul Ramadhan XII MM 2 1200160
BAB III
PELAKSANAAN PKL
3.1 Bidang Kerja
Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dinas
Ketenagakerjaan Kota Tangerang saya di tempatkan di bidang Hubungan
Industrial (HI).
3.2 Hasil Pelaksanaan PKL
Hasil yang sudah dipelajari selama 6 (Enam) Bulan melaksanakan kegiatan
Praktik Kerja Lapangan (PKL) di bidang HI pada Dinas Ketenagakerjaan Kota
Tangerang, Dalam bidang Hubungan Industrial ada beberapa Unit kerja yaitu,
Kepala bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kasi
Persyaratan Kerja (PK), Kasi Pengupahan dan Jamsostek, Kasi Penyelisihan
Perselisihan Hubungan Kerja (PPHI), Mediator dan Staff.
Adapun tugas-tugas beserta penjelasannya dilakukan di Dinas
Ketenagakerjaan yaitu :
1. Mencatat Surat Masuk ke dalam Buku Besar
Yaitu berupa Surat yang turun dari TU (Tata Usaha) dan ditanda tangani
dulu oleh staff, setelahnya kita mencatat surat-surat yang turun dari TU ke
dalam buku besar setelah selesai mencatat surat-surat tersebut kita kasih kan
kepada Kabid HI untuk Mendisposisikan Surat-surat tersebut.
2. Mendisposisikan Surat Masuk
Yaitu surat yang sudah disposisikan oleh Kabid HI lalu di tulis kembali
sesuia dengan Kasi yang tertera diberkas tersebut.
3. Mengetik Surat Anjuran
Yaitu surat yang ditulis tangan oleh kasi PPHI, lalu kita mengetiknya
sesuai yang ditulis oleh Kasi PPHI.
4. Mengetik Surat Panggilan
Yaitu dalam Bidang Hubungan Industrial, surat panggilan biasa
digunakan untuk mengadakan Mediasi seputar Pemutusan Hubungan Kerja
(PHK), Pekerja yang tidak dapat pesangon, Pekerja yang tidak di gaji
sampai berbulan-bulan dan sebagainya.
Surat Panggilan memiliki beberapa jenis, seperti Panggilan Klarifikasi,
Panggilan Dinas I II dan III, Panggilan Mediasi, dan lain sebagainya.
Penulis mengetik Surat Panggilan berdasarkan berkas yang diajukan oleh
pihak yang bersangkutan, di dalam Surat Panggilan terdiri dari Nama
Perusahaan, Alamat Perusahaan, Nama Pekerja, Alamat Pekerja, Hari
Tanggal dan Waktu Mediasi.
5. Mencatat Surat Panggilan ke dalam Amplop
Setelah Surat Panggilan dibuat dan sudah ditanda tangai oleh Kepala
Dinas (Kadis) maka penulis akan mencatat amplop yang digunakan untuk
mengirim surat-surat panggilan tersebut. Dalam satu perusahaan akan
dikirimkan 2 surat yang pertama untuk Perusahaan dan untuk
pihak Pekerja, biasanya dalam format penulisan terdapat nomor surat, nama
perusahaan dan alamat perusahaan serta nama pekerja dan alamat pekerja.
6. Mencatat dan Mengetik Peraturan Perusahaan (PP)
Berdasarkan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan; Pasal 1, angka (20) : ‘Peraturan Pperusahaan adalah
peraturan yang dibuat secara tertulis oleh pengusaha yang membuat
syarat-syarat kerja dan taat tertib perusahaan.’ Pasal 108 Keenam Peraturan
Perusahaan ayat (1) : ‘Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh
sekurang-kurangnya 10 (sepulu) orang wajib membuat peraturan perusahaan
yang mulai berlaku setelah disahkan oleh Menteri atau pejabat yang
ditunjuk.’ Ayat (2) : ‘Kewajiban membuat peraturan perusahaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku bagi perusahaan yang
telah memiliki perjanjian kerja bersama.’
Peraturan Perusahaan yang disusun memperhatikan saran dan
mempertimbangkan dari Wakil pekerja/buruh serta tidak boleh bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan masa berlaku
Peraturan Perusahaan paling lama 2 (dua) Tahun dan wajib diperbaharui
setelah masa berlakunya habis, Kemudian surat yang sudah dicatat dan
diketik diberika kepada Kasi yaitu Kasi PPHI ataupun Kasi PK.
7. Mencatat dan Mengetik Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
Yaitu Perjanjian Kerja Bersama adalah Perjanjian antara pihak
perusahaan dan pihak pekerja yang dapat membantun menyelesaikan
maslaah/perselisihan dalam kerja.
Surat yang sudah ditanda tangani oleh Kepala Dinas dan surat turun ke
bidang HI lalu dicatat kedalam buku PKB dan di ketik ke dalam computer
tersebut, Kemudian surat yang sudah dicatat dan diketik diberika kepada
Kasi PK.
8. Mencatat dan Mengetik Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit)
Yaitu forum komunikasi, konsultan dan musyawarah tentang masalah
Ketenagakerjaan yang anggotanya terdiri dari unsur pemerintah, organisasi
pengusaha, dan serikat pekerja/serikat buruh.
Surat yang sudah di tanda tangani olleh Kepala Dinas dan surat turun ke
bidang HI lalu dicatat kedalam buku LKS Bipartit dan di ketik ke dalam
computer tersebut, kemudian surat nya tersebut diberikan kepada Kasi PPHI
ataupun Kasi PK.
9. Mencatat dan Mengetik Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
Perjanjian Kerja antara Pekerja/Buruh dengan pengusaha untuk
mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan
tertentu. Menjelaskan aturan mengenai Perjanjian Kerjja Waktu Tertentu
(PKWT) berdasarkan Undang-Undang yang berlaku.
Surat yang sudah ditanda tangani oleh Kepala Dinas dan surat turun ke
bidang HI lalu dicatat kedalam buku PKWT dan diketik kedalam computer
tersebut, Kemudian surat yang sudah dicatat dan diketik diberika kepada
Kasi yaitu Kasi PPHI ataupun Kasi PK.
10. Mencatat dan Mengetik Serikat Pekerja/Seriikat Buruh (SP/SB)
Serikat pekerja adalah organisasi perkumpulan para pekerja atau buruh
yang memiliki tujuan untuk melindungi hak-haknya sebagai pekerja. Serikat
ini didirikan agar penyelesaian masalah terkait pemenuhan hak pekerja
dapat dipenuhi oleh perusahaan. Perlindungan tehadap pekerja meliputi
kebebasan hak untuk berserikat, kebebasan berserikat buruh dijamin oleh
Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)/International Labour
Organization (ILO) dan UUD Tahun 1945 serta tercantum dalam UU No.
21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.
surat yang sudah ditanda tangani oleh Kepala Dinas dan surat turun ke
bidang HI lalu dicatat kedalam buku SP/SB dan diketik didalam computer
tersebut, Kemudian surat yang sudah dicatat dan diketik diberikan kepada
Kasi PK ataupun PPHI.
11. Mengarsikan Berkas Peraturan Perusahaan (PP)
Mengarsipkan berkas Pengesahaan Peraturan Perusahaan (PP) yang
sudah diselesaikan oleh Kasi dengan Para Perusahaan. Berikut adalah cara
pengarsipannya :
1. Mencari Struktur Skala Upah (SSU) yang ada dilama berkas tersebut;
2. Mencari SK Peraturan Perusahaan yang sudah dipisahkan sebelumnya;
3. Mencari data Perusahaan tersebut apakah sudah dicatat kedalam buku
PP atau belum, jika belum dicatat maka catat kembali;
4. Mengfotocopy SK untuk disatukan dengan berkas yang akan di arsipkan
5. Menggabungkan SK yang sudah difotocopy kedalam berkas-berkas
sesuai dengan perusahaannya;
6. Memasukan berkas kedalam map dan didepan map diberikan Nama
Perusahaan;
7. Satukan semua berkas-berkas Peraturan Perusahaan (PP) yang sudah
diarsipkan lalu simpan didalam lemari pengarsipan.
12. Mengarsipkan Berkas Perjajian Kerja Bersama (PKB)
Mengarsipkan berkas Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sudah
diselesaikan oleh Kasi dengan Para Perusahaan. Berikut adalah cara
pengarsipannya :
1. Mencari SK Perjanjian Kerja Bersama (PKB);
2. Mencari data Perusahaan tersebut apakah sudah dicatat kedalam buku
PKB atau belum, jika belum dicatat maka catat kembali;
3. Mengfotocopy SK Perjanjian Kerja Bersama (PKB);
4. Menggabungkan SK yang sudah difotocopy kedalam berkas-berkas
sesuai dengan perusahaannya;
5. Memasukan berkas kedalam map dan didepan map diberikan Nama
Perusahaan;
6. Satukan semua berkas-berkas Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang
sudah diarsipkan lalu simpan didalam lemari pengarsipan.
13. Mengarsipkan Berkas Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit)
Mengarsipkan berkas Lembaga Kerja Sama (LKS) yang sudah
diselesaikan oleh Kasi dengan Para Perusahaan. Berikut adalah cara
pengarsipannya :
1. Mencari SK Lembaga Kerja Sama (LKS);
2. Mencari data Perusahaan tersebut apakah sudah dicatat kedalam buku
LKS atau belum, jika belum dicatat maka catat kembali;
3. Mengfotocopy SK Lembaga Kerja Sama (LKS);
4. Menggabungkan SK yang sudah difotocopy kedalam berkas-berkas
sesuai dengan perusahaannya;
5. Memasukan berkas kedalam map dan didepan map diberikan Nama
Perusahaan;
6. Satukan semua berkas-berkas Lembaga Kerja Sama (LKS) yang sudah
diarsipkan lalu simpan didalam lemari pengarsipan.
14. Mengarsipkan Beerkas Serikat Pekerja/Serikat Buruh
Mengarsipkan berkas Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) yang sudah
diselesaikan oleh Kasi dengan Para Perusahaan. Berikut adalah cara
pengarsipannya :
1. Mencari SK Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB);
2. Mencari data Perusahaan tersebut apakah sudah dicatat kedalam buku
SP/SB atau belum, jika belum dicatat maka catat kembali;
3. Mengfotocopy SK Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB);
4. Menggabungkan SK yang sudah difotocopy kedalam berkas-berkas
sesuai dengan perusahaannya;
5. Memasukan berkas kedalam map dan didepan map diberikan Nama
Perusahaan;
6. Satukan semua berkas-berkas Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB)
yang sudah diarsipkan lalu simpan didalam lemari pengarsipan.
15. Mengarsipkan Berkas Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
Mengarsipkan berkas Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang
sudah diselesaikan oleh Kasi dengan Para Perusahaan. Berikut adalah cara
pengarsipannya :
1. Mencari data Perjajian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang ada didalam
computer ;
2. Memasukan berkas -berkas PKWT kedalam binder atau card holder;
3. Simpan berkas-berkas yang sudah dimasukkan kebinder ataupun card
holder didalam lemari pengarsipan.
3.3 Kendala yang Dihadapi
Masalah yang dihadapi saat Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dinas
Ketenagkerjaan Kota Tangerang, Sebagai berikut :
1. Adanya kesulitan seperti salah tanggal, mencari nama PT, serta mencari
nama pekerjanya saat mengetik surat panggilan untuk
perusahaan/karyawan
2. Kurang nya pengetahuan kita dalam penanganan jika ada yang ingin
berkonsultasi.
3.4 Cara Mengatasi Masalah
Demikian cara mengatasi masalah yang dihadapin di Dinas
Ketenagakerjaan Kota Tangerang, yaitu :
1. Bertanya kepada pembing disana untuk dibantu carikan nama-nama
tersebut.
2. Setelah beberapa bulan untuk penulis melakukan adaptasi untuk
mengetahui siapa saja yang menangani penanganan tentang konsultasi.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Setelah menyelesaikan Praktik Kerja Lpaangan (PKL) pada Dinas
Ketenagakerejaan Kota Tangerang, banyak hal yang dipelajari dan yang telah
didapatkan. Dengan ini kesimpulan yang diambil oleh penulis yaitu:
Banyak wawasan yang diperoleh saat melakukan Praktik Kerja Lapangan
(PKL) di Dinas Ketenagakerjaan.
Kedisiplinan dan keuletan kerja adalah kunci sukses dalam berusaha.
Pengalaman yang diperoleh tentang bagaimana bekerja dan diperilaku
didunia kerja harus professional mampu membedakan anatara sikap
selama jam kerja dan diluar jam kerja.
Dapat memahami konsep-konsep non akademis dan non-teknis didunia
kerja, seperti menjaga hubungan atasan dengan bawahan, menjaga
hubungan relasi dan sebagainya.
4.2 Saran
-Saran bagi penyelenggara PKL
Pemantauan terhadap siswa/siswi yang sedang Prakerin maupun
yang baru akan melaksanakan Prakerin.
Dalam pembekalan materi fisik maupun mental agar lebih
ditingkatkan lagi terutama untuk pembinaan mental siswa/siswi.
Dan juga guru-guru selalu memberikan motivasi,bimbingan dan
keringanan pada siswa/siswi yang sedang prakerin.
-Saran bagi DU/DI
Diharapkan agar kerjasama antara sekolah dengan perusahan
lebih ditingkatkan dengan banyak memberi peluang kepada
siswa/siswi SMK PGRI 1Tangerang untuk Praktik Kerja
Lapangan (PKL).
Diharapkan karyawan Dinas Ketenagakerjaan dapat
memberikan tugas yang relavan yang dapat meningkatkan skill
para peserta PKL dalam mengahadapi dunia kerja.
Untuk para karyawan lebih ditingkatkan lagi motivasi dan
kedisiplinannya dalam bekerja.
DAFTAR PUSTAKA
Wahyuni, W. (2022, Februari). Mengenal Serikat Pekerja di Indonesia Serta
Aturan Hukumnya.,from https://www.hukumonline.com/berita/a/mengenal-
serikat-pekerja-di-indonesia-serta-aturan-hukumnya-lt6215e1d98a3ad
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia - Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas. (2022). from
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kementeria
Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah. (2022). from
https://perinkopukm.jogjakota.go.id/page/index/tentang-lks-tripartit
Triantoko, A. (2022). Pentingnya Peraturan Perusahaan - DINPERINAKER
Kota Pekalongan - Website Resmi DINPERINAKER Kota Pekalongan -
DINPERINAKER. From
https://dinperinaker.pekalongankota.go.id/halaman/pentingnya-peraturan-
perusahaan.html#:~:text=Berdasarkan%2
LAMPIRAN
*memcatat LKS Bipartit
*mencatat surat masuk
*membuat surat anjuran
*memasukan surat panggilan kedalam amplop