• Proses pengumpulan data ditentukan oleh
variabel-variabel yang ada dalam hipotesis.
• Pengumpulan data dilakukan terhadap sampel
yang telah ditentukan sebelumnya.
• Data adalah sesuatu yang belum memiliki arti
bagi penerimanya dan masih membutuhkan
adanya suatu pengolahan.
• Data bisa memiliki berbagai wujud, mulai dari
gambar, suara, huruf, angka, bahasa, simbol,
bahkan keadaan. Semua hal tersebut dapat
disebut sebagai data asalkan dapat kita gunakan
sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek,
kejadian, ataupun suatu konsep.
Macam-Macam Data Berdasarkan
Sumber Data
Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi
dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal
: data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.
Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan
situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi.
Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu
produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan,
persebaran penduduk, dan lain sebagainya.
Berdasarkan cara memperolehnya
• Data Sekunder
• Data Primer
Data primer adalah data Data sekunder adalah data yang
yang dikumpulkan tidak langsung memberikan data
kepada peneliti, misalnya
langsung oleh peneliti
penelitian harus melalui orang lain
melalui sumbernya atau mencari melalui dokumen.
dengan melakukan Data ini diperoleh dengan
penelitian ke objek yang menggunakan studi literatur yang
diteliti (Umar, 2003 : 56). dilakukan terhadap banyak
buku, diperoleh berdasarkan
catatan – catatan, diperoleh dari
internet yang berhubungan dengan
penelitian (Sugiyono, 2005 : 62).
Berdasarkan waktu Pengumpulannya
• Cross section/insidentil, yaitu data yang
dikumpulkan hanya pada suatu waktu
tertentu
• Data berkala/ time series, yaitu data yang
dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk
menggambarkan suatu perkembangan atau
kecenderungan keadaan/ peristiwa/ kegiatan.
Berdasarkan Sifatnya
Jenis data menurut sifatnya sebagai berikut
(Sugiyono, 2003 : 14) :
a. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk
angka atau dengan kata lain data yang berbentuk
kalimat, kata atau gambar.
Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap
botol air minum dalam kemasan, anggapan para
ahli terhadap psikopat dan lain-lain.
Berdasarkan Sifatnya
Jenis data menurut sifatnya sebagai berikut
(Sugiyono, 2003 : 14) :
b. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk
angka.
Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya
idul adha, tinggi badan mahasiswa jurusan
pariwisata dan ekonomi.
Data kuantitatif dibagi menjadi dua, yaitu data
diskrit dan data kontinum.
Data Diskrit adalah data yang hanya dapat
digolongkan secara terpisah, secara diskrit
atau kategori. Data ini diperoleh dari hasil
menghitung, misalnya dalam suatu klas
setelah dihitung terdapat 50 mahasiswa,
terdiri atas 30 pria dan 20 wanita. Dalam suatu
kelompok terdapat 1000 orang suku Jawa dan
500 suku sunda dll. Jadi data nominal adalah
data diskrit.
Data kuantitatif dibagi menjadi dua, yaitu data
diskrit dan data kontinum.
Data kontinum, adalah data yang bervariasi
menurut tingkatan dan ini diperoleh dari
hasil pengukuran.
Contoh data kontinum misalnya:
(a) Tinggi badan Budi adalah 150,5 centimeter.
(b) IQ Budi adalah 120.
(c) Suhu udara di ruang kelas 24o Celcius.
Berdasarkan tipe skala pengukuran yang digunakan, data
kuantitatif dapat dikelompokan
dalam empat jenis (tingkatan) yang memiliki sifat berbeda
Data nominal yaitu data yang diperoleh melalui
pengelompokkan obyek berdasarkan kategori
tertentu.
• Perbedaan kategori obyek hanya menunjukan
perbedaan kualitatif. Walaupun data nominal
dapat dinyatakan dalam bentuk angka, namun
angka tersebut tidak memiliki urutan atau makna
matematis sehingga tidak dapat dibandingkan.
• Contoh data nominal : Jenis kelamin yang terdiri
dari dua kategori yaitu: (1) Laki-
laki; (2) Perempuan
Berdasarkan tipe skala pengukuran yang digunakan, data
kuantitatif dapat dikelompokan
dalam empat jenis (tingkatan) yang memiliki sifat berbeda
Data ordinal adalah data yang berasal dari suatu
objek atau kategori yang telah disusun secara
berjenjang menurut besarnya.
• Setiap data ordinal memiliki tingkatan tertentu
yang dapat diurutkan mulai dari yang terendah
sampai tertinggi atau sebaliknya. Namun
demikian, jarak atau rentang antar jenjang yang
tidak harus sama.
• Contoh jenis data ordinal antara lain Tingkat
pendidikan yang disusun dalam urutan
Berdasarkan tipe skala pengukuran yang digunakan, data
kuantitatif dapat dikelompokan
dalam empat jenis (tingkatan) yang memiliki sifat berbeda
Data Interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidak
mempunyai nilai nol (0) absulut / mutlak).
• data interval dapat dilakukan operasi matematika
penjumlahan dan pengurangan ( +, – ).
• Contoh data Interval : Hasil pengukuran suhu (temperatur)
menggunakan termometer yang dinyatakan dalam ukuran
derajat. Rentang temperatur antara 00 Celcius
sampai 10 Celcius memiliki jarak yang sama dengan 10 Celcius
sampai 20 Celcius. Oleh karena itu berlaku operasi matematik
( +, – ), misalnya 150 Celcius + 150 Celcius = 300 Celcius.
• Angka 00 Celcius memiliki sifat relatif (tidak mutlak). Artinya,
jika diukur dengan menggunakan Termometer Fahrenheit
diperoleh 00 Celcius = 320 Fahrenheit.
Berdasarkan tipe skala pengukuran yang digunakan, data
kuantitatif dapat dikelompokan
dalam empat jenis (tingkatan) yang memiliki sifat berbeda
Data rasio adalah data yang berbentuk angka
dalam arti yang sesungguhnya karena dilengkapi
dengan titik Nol absolut (mutlak) sehingga dapat
diterapkannya semua bentuk operasi matematik
( + , – , x, : ).
• Misalnya data tentang berat, panjang, dan
volume. Berat 0 kg berarti tidak ada bobotnya,
panjang 0 m berarti tidak ada panjangnya.
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan
untuk dapat memberikan informasi yang sesuai
dengan yang diperlukan agar dapat menjelaskan
masalah - masalah dan memecahkan masalah
yang diteliti, adalah sebagai berikut (Suharsimi
Arikunto, 2006 : 149) :
1) Metode Kuesioner (angket)
2) Metode Wawancara ( interview )
3) Studi Pustaka