Anda di halaman 1dari 15

PENGAJUAN INDIKATOR MUTU AGATHA

TAHUN 2023
Tahun Kegiatan 2023

Kategori IAK

Unit Pemohon

Kepada/Untuk Direktur

Judul Indikator Kelengkapan pengisian Asesmen awal medis rawat inap oleh
DPJP

Dasar Pemikiran 1.

Dimensi Mutu 1.

Tujuan -

Definisi Operasional Kelengkapan pengisian adalah terisinya secara lengkap oleh DPJP
lembar Asesmen Awal Medis Rawat Inap yang berisi :
1. Pengkajian
- Data subyektif
- Data obyektif
2. Analisa/ Diagnosa
3. Program/ rencana
4. Tanggal dan waktu pengisian
5. Nama dan tanda tangan DPJP
Jenis Indikator output

Satuan Persen
Pengukuran
Numerator Jumlah Lembar Asesmen Awal Medis rawat inap yang lengkap dalam 1
(pembilang) bulan

Denominator Jumlah Lembar Asesmen Awal Medis rawat inap dalam 1 bulan
(penyebut)
Target Pencapaian ≥ 90 %

Kriteria Inklusi Semua Lembar Asesmen Awal Medis Rawat Inap 1x24jam

Kriteria Eksklusi Pasien Meninggal/ dirujuk sebelum DPJP visite pertama kali

Formula Numerator / denominator x 100 ( % )

Jumlah Lembar Asesmen Awal Medis rawat inap yang lengkap dalam 1
bulan / Jumlah Lembar Asesmen Awal Medis rawat inap dalam 1 bulan x
100 (%)
Metode Pengumpulan Retrospektif
Data

Sumber Data Lembar Asesmen Awal Medis Rawat Inap


Buku Bantu Checklist Asesmen Awal Medis Rawat Inap

Instrumen -
Pengambilan Data
Besar Sampel -

Cara Pengambilan -
Sampel

Frekuensi harian
PengumpulanPerio
de Pengumpulan
Data
PelaporanPeriode harian
Pelaporan
Analisis Periode 3 bulan
Analisis
Penyajian Data 1. Diagram batang di gunakan untuk menampilkan data pembanding
beberapa kategori
2. Diagaram garis di gunakan untuk menampilkan data dari waktu ke
waktu
3. Table di gunakan untuk menampilkan datadalam bentuk
matriks/tabel
Penanggung Jawab KA.IRNA

Rencana Publikasi -
Data

Area Monitoring Ruang rawat inap ( Agatha, Benetha, Casandra, Perinatologi )

Semarang, 18 November 2022


Penyusun
Mengetahui Unit/Tim/Komite.....

Drg. Erwita Dinarsari, MARS (Nama Pemohon)


Direktur (Jabatan)
PENGAJUAN INDIKATOR MUTU AGATHA
TAHUN 2023
Tahun Kegiatan 2023

Kategori ISKP

Unit Pemohon Agatha

Kepada/Untuk Direktur

Judul Indikator Kepatuhan Identifikasi Pasien Mata tentang Keselamatan


Pasien

Dasar Pemikiran Permenkes Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien

Dimensi Mutu Keselamatan

Tujuan Terlaksananya proses identifikasi pasien agar menjamin keselamatan


pasien.
Definisi Operasional 1. Identifikasi pasien adalah proses pengecekan identitas pasien
sebelum memberikan pelayanan sesuai dengan regulasi yang berlaku di
rumah sakit
2. Disebut patuh bila proses identifikasi pasien yang akan menjalani
operasi mata rawat jalan dilakukan secara benar oleh petugas pada
saat :
a. sebelum melakukan pemeriksaan
b. Sebelum pengambilan specimen
c. Sebelum prosedur radiologi diagnostic, USG
d. Sebelum pemberian obat untuk persiapan tindakan
e. sebelum melakukan tindakan diagnostik / therapeutic (operasi)
f.sebelum menyerahkan obat pulang untuk pemakaian di rumah
3. Proses identifikasi dilakukan menggunakan salah satu cara
a. Verbal dengan: meminta untuk menyebutkan nama dan tanggal
lahir .
Jenis Indikator Proses

Satuan Persen
Pengukuran
Numerator Jumlah proses yang telah dilakukan identifikasi secara benar
(pembilang)

Denominator Jumlah proses pelayanan yang di observasi


(penyebut)
Target Pencapaian = 100 %

Kriteria Inklusi Semua pasien

Kriteria Eksklusi -

Formula Numerator / denominator x 100 ( % )

Jumlah proses yang telah dilakukan identifikasi secara benar dibagi


Jumlah proses pelayanan yang di observasi X 100%
Metode Pengumpulan Concurent
Data

Sumber Data Sensus pada saat pengambilan data / observasi

Instrumen 1. formulir sensus


Pengambilan Data 2. formulir rekapitulasi bulanan

Besar Sampel Semua pasien mata yang akan menjalani operasi


Cara Pengambilan -
Sampel

Frekuensi Bulanan
PengumpulanPerio
de Pengumpulan
Data
PelaporanPeriode Bulanan
Pelaporan
Analisis Periode 3 bulan
Analisis
Penyajian Data 1. Diagram batang di gunakan untuk menampilkan data pembanding
beberapa kategori
2. Diagaram garis di gunakan untuk menampilkan data dari waktu ke
waktu
3. Table di gunakan untuk menampilkan datadalam bentuk
matriks/tabel
Penanggung Jawab Petugas KPRS

Rencana Publikasi Laporan kepada Komite PMKP, Laporan kepada Unit, Rapat Tinjauan
Data Manajemen

Area Monitoring Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Bedah Sentral

Semarang, 18 November 2022


Penyusun
Mengetahui Unit/Tim/Komite.....

Drg. Erwita Dinarsari, MARS (Nama Pemohon)


Direktur (Jabatan)
PENGAJUAN INDIKATOR MUTU AGATHA
TAHUN 2023
Tahun Kegiatan 2023

Kategori ISKP

Unit Pemohon Agatha

Kepada/Untuk Direktur

Judul Indikator Angka ketidaksesuaian (Discrepancy ) diagnosis pre dan post operasi

Dasar Pemikiran Ketepatan diagnosa antara sebelum tindakan dengan setelah


tindakan mencerminkan kemampuan dari dokter bedah dan
sarana medis yang tersedia untuk menentukan diagnosa dan
tindakan akan tepat. Ketidak tepatan antara diagnosa sebelum
dan sesudah tindakan operasi berarti tingkat keselamatan
pasien kurang
Dimensi Mutu Keselamatan

Tujuan Tergambarnya ketelitian pelayanan Bedah

Definisi Operasional Ketidak sesuaian diagnosis medis pre dan post operasi adalah ketidak
selarasan antara diagnosa yang di tegakkan sebelum dan setelah
tindakan operasi yang di ukur dengan jumlah pasien , ketidaksesuaian ini
tidak termasuk diagnosa banding dengan memfokuskan pada pasien
operasi dan dengan tidak mengunakan pasien dengan tindakan operasi
yang bertujuan untuk diagnostik
Jenis Indikator Proses
Satuan Persen
Pengukuran
Numerator Jumlah pasien yang di diagnosa sebelum operasi yang tidak sesuai
(pembilang) dengan diagnosa setelah di lakukan operasi pada pasien yang sama
dalam 1 bulan
Denominator Jumlah pasien yang di lakukan operasi dalam periode 1 bulan
(penyebut)
Target Pencapaian <5%

Kriteria Inklusi Diagnosa yang di tegakkan setelah operasi

Kriteria Eksklusi 1. Diagnosa yang di tegakkan untuk di lakukan operasi


2. Semua pasien yang dilakukan operasi baik bedah ataupun
kebidanan dan kandungan
3. Semua umur dan jenis kelamin
Formula Numerator / denominator x 100 ( % )

Jumlah pasien yang di diagnosa sebelum operasi yang tidak sesuai


dengan diagnosa setelah di lakukan operasi pada pasien yang sama
dalam 1 bulan dibagi Jumlah pasien yang di lakukan operasi dalam
periode 1 bulan X 100%
Metode Pengumpulan Concurent
Data

Sumber Data Form Laporan Operasi


Rekam Medik

Instrumen Rekapitulasi Bulanan


Pengambilan Data

Besar Sampel Pengumpulan data dilakukan dengan total sampling dengan


melihatrekam medis pasien yang dilakuklan operasi .data di ukur dengan
melihat dokumen Rekam medis
Cara Pengambilan -
Sampel

Frekuensi Bulanan
PengumpulanPerio
de Pengumpulan
Data
PelaporanPeriode Bulanan
Pelaporan
Analisis Periode 3 bulan
Analisis
Penyajian Data 1. Diagram batang di gunakan untuk menampilkan data pembanding
beberapa kategori
2. Diagaram garis di gunakan untuk menampilkan data dari waktu ke
waktu
3. Table di gunakan untuk menampilkan datadalam bentuk
matriks/tabel
Penanggung Jawab Rekam Medik, Instalasi Bedah Sentral

Rencana Publikasi Laporan kepada komite PMKP


Data

Area Monitoring IBS

Semarang, 18 November 2022


Penyusun
Mengetahui Unit/Tim/Komite.....

Drg. Erwita Dinarsari, MARS (Nama Pemohon)


Direktur (Jabatan)
Petunjuk Pengisian

Tahun Kegiatan 2023

Kategori Indikator Area Klinis (IAK), Indikator Area Sasaran Keselamatan


Pasien(ISKP), Atau Indikator area Manajemen (IAM)
Unit Pemohon Unit yang mengajukan indikator mutu

Kepada/Untuk Direktur
Judul Indikator Judul singkat yang spesifik mengenai indikator apa yang akan
diukur

Dasar Pemikiran Dasar pemilihan indikator yang dapat berasal dari:


1. Ketentuan/peraturan
2. Data
3. Literatur
4. Analisis situasi

Dimensi Mutu 2. Prinsip atau tujuan prioritas dalam memberikan


pelayanan meliputi efektif (effective), keselamatan (safe),
berorientasi kepada pasien/pengguna layanan (people-
centred), tepat waktu (timely), efisien (efficient), adil
(equitable) dan terintegrasi (integrated).
3. Setiap indikator mewakili 1 sampai 3 dimensi mutu.

Tujuan Suatu hasil yang ingin dicapai dengan melakukan


pengukuran indikator.
Definisi Operasional Batasan pengertian yang dijadikan pedoman dalam melakukan
pengukuran indikator untuk menghindari kerancuan.

Jenis Indikator Input : untuk menilai apakah fasilitas pelayanan kesehatan


memiliki kemampuan sumber daya yang cukup untuk
memberikan pelayanan.
Proses : untuk menilai apa yang dikerjakan staf fasilitas
pelayanan kesehatan dan bagaimana pelaksanaan
pekerjaannya.
Output : untuk menilai hasil dari proses yang dilaksanakan.
Outcome : untuk menilai dampak layanan yang diberikan
terhadap pengguna layanan.

Satuan Standar atau dasar ukuran yang digunakan


Pengukuran Antara lain: jumlah, persentase, dan satuan waktu.
Numerator Jumlah subjek atau kondisi yang ingin diukur dalam
(pembilang) populasi atau sampel yang memiliki karakteristik
tertentu.
Denominator Semua peluang yang ingin diukur dalam populasi atau
(penyebut) sampel.
Target Pencapaian Sasaran yang telah ditetapkan untuk dicapai

Kriteria Inklusi karakteristik subjek yang memenuhi kriteria yang telah


ditentukan

Kriteria Eksklusi batasan yang mengakibatkan subjek tidak dapat diikutkan


dalam pengukuran

Formula Rumus untuk menghasilkan nilai indikator


Metode Pengumpulan Retrospektif, observasi
Data

Sumber Data Asal data yang diukur. (contoh: rekam medis dan formulir
observasi).
Jenis Sumber Data:
1. Data Primer
(mengumpulkan langsung menggunakan lembar pencatatan
hasil observasi, kuesioner)
2. Data sekunder
(rekam medis, buku catatan komplain)
Instrumen Alat atau tools atau formulir yang digunakan untuk
Pengambilan Data mengumpulkan data.

Besar Sampel Jumlah data yang harus dikumpulkan agar mewakili populasi.
Besar sampel disesuaikan dengan kaidah- kaidah statistik.

Cara Pengambilan Cara memilih sampel dari populasi untuk mengumpulkan


Sampel informasi/data yang menggambarkan sifat atau ciri yang
dimiliki populasi.
Secara umum ada 2 cara:
1. probability Sampling
2. Non Probability Sampling
Frekuensi Kurun waktu yang ditetapkan untuk melakukan
Pengumpulan Data pengumpulan data, contohnya setiap bulan
Periode
Pengumpulan Data
PelaporanPeriode Kurun waktu yang ditetapkan untuk melaporkan data,
Pelaporan contohnya setiap bulan, setiap triwulan

AnalisisPeriode Kurun waktu yang ditetapkan untuk melakukan analisis data,


Analisis contohnya setiap bulan, setiap triwulan

Penyajian Data Cara menampilkan data, contoh tabel, run chart, grafik
Penanggung Jawab Petugas yang bertangggung jawab untuk
mengkoordinir upaya pencapaian target yang
ditetapkan
Rencana Publikasi Data Apakah Data Akan Dipublikasikan, Jika ya akan dipublikasikan
dimana . Jika tidak tandai dengan-

Area Monitoring Pengumpulan data dilakukan dimana saja, contoh rawat jalan,
Rawat Inap, farmasi, IGD, Seluruh Rumah sakit

Contoh Pengisian
Tahun Kegiatan 2023

Kategori Indikator Area Sasaran keselamatan Pasien (ISKP)

Unit Pemohon Komite PPI (PPI)

Kepada/Untuk Direktur

Judul Indikator Kepatuhan Kebersihan Tangan

Dasar Pemikiran 1. Peraturan Menteri Kesehatan mengenai Keselamatan


Pasien
2. Peraturan Menteri Kesehatan mengenai Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
3. Rumah sakit harus memperhatikan kepatuhan
seluruh pemberi pelayanan dalam melakukan cuci tangan
sesuai dengan ketentuan WHO.
Dimensi Mutu Keselamatan

Tujuan Mengukur kepatuhan pemberi layanan kesehatan sebagai


dasar untuk memperbaiki dan meningkatkan kepatuhan
agar dapat menjamin
keselamatan petugas dan pasien dengan cara
mengurangi risiko infeksi yang terkait pelayanan kesehatan.
Definisi Operasional 1. Kebersihan tangan dilakukan dengan mencuci tangan
menggunakan sabun dan air mengalir bila tangan tampak
kotor atau terkena cairan tubuh, atau menggunakan
alkohol (alcohol- based handrubs) dengan kandungan
alkohol 60-80% bila tangan tidak tampak kotor.
2. Kebersihan tangan yang dilakukan dengan benar adalah
kebersihan tangan sesuai indikasi dan langkah
kebersihan tangan sesuai rekomendasi WHO.
3. Indikasi adalah alasan mengapa kebersihan tangan
dilakukan pada saat tertentu sebagai upaya untuk
menghentikan penularan mikroba selama perawatan.
4. Lima indikasi (five moment) kebersihan tangan terdiri
dari:
a. Sebelum kontak dengan pasien yaitu sebelum
menyentuh tubuh/permukaan tubuh pasien atau
pakaian pasien, sebelum menangani obat-obatan
dan sebelum menyiapkan makanan pasien.
b. Sesudah kontak dengan pasien yaitu setelah
menyentuh tubuh/permukaan tubuh pasien.
c. Sebelum melakukan prosedur aseptik adalah
kebersihan tangan yang dilakukan sebelum
melakukan tindakan steril atau aseptik, contoh:
pemasangan intra vena kateter (infus),
perawatan luka, pemasangan kateter
urin, suctioning, pemberian suntikan dan lain-lain.
d. Setelah bersentuhan dengan cairan tubuh pasien
seperti muntah, darah, nanah, urin, feses, produksi
drain, setelah melepas sarung tangan steril dan
setelah melepas APD.
e. Setelah bersentuhan dengan lingkungan pasien
adalah melakukan kebersihan tangan setelah tangan
petugas menyentuh permukaan, sarana prasarana,
dan alat kesehatan yang ada di lingkungan pasien,
meliputi: menyentuh tempat tidur pasien, linen
yang terpasang di tempat tidur, alat- alat di sekitar
pasien atau peralatan lain yang digunakan pasien.
5. Peluang adalah periode di antara indikasi di mana tangan
terpapar kuman setelah menyentuh permukaan
(lingkungan atau pasien) atau tangan menyentuh zat
yang terdapat pada permukaan.
6. Tindakan kebersihan tangan yang dilakukan adalah
kebersihan tangan yang dilakukan sesuai peluang yang
diindikasikan.
7. Pemberi pelayanan terdiri dari tenaga medis dan
tenaga kesehatan.
8. Penilaian kepatuhan kebersihan tangan adalah penilaian
kepatuhan pemberi pelayanan yang melakukan kebersihan tangan
dengan benar.
9. Observer adalah orang yang melakukan observasi atau penilaian
kepatuhan dengan metode dan tool yang telah ditentukan.
10. Periode observasi adalah kurun waktu yang digunakan untuk
mendapatkan minimal 200 peluang kebersihan tangan di unit
sesuai dengan waktu yang ditentukan untuk melakukan observasi
dalam satu bulan.
11. Sesi adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan observasi
maksimal 20 menit (rerata 10 menit).
12. Jumlah pemberi pelayanan yang diobservasi adalah jumlah
pemberi pelayanan yang diobservasi dalam satu periode
observasi.
13. Jumlah pemberi pelayanan yang diobservasi pada waktu observasi
tidak boleh lebih dari 3 orang agar dapat mencatat semua indikasi
14. kegiatan yang dilakukan.
Jenis Indikator Proses

Satuan Persentase
Pengukuran
Numerator Jumlah tindakan kebersihan tangan yang
(pembilang) dilakukan

Denominator Jumlah total peluang kebersihan tangan yang


(penyebut) seharusnya dilakukan dalam periode observasi
Target Pencapaian ≥ 85%

Kriteria Inklusi Seluruh peluang yang dimiliki oleh pemberi pelayanan


terindikasi harus melakukan kebersihan tangan

Kriteria Eksklusi Tidak Ada

Formula
Jumlah tindakan kebersihan tangan yang
dilakukan
x 100 %
Jumlah total peluang kebersihan tangan
yang seharusnya dilakukan dalam periode
observasi
Metode Pengumpulan Observasi
Data

Sumber Data Hasil observasi


Instrumen Formulir Kepatuhan Kebersihan Tangan
Pengambilan Data

Besar Sampel Minimal 200 Peluang

Cara Pengambilan Non probability Sampling – Consecutive sampling


Sampel

Frekuensi Bulanan
PengumpulanPerio
de Pengumpulan
Data
Pelaporan Periode Bulanan
Pelaporan

Analisis Periode Triwulanan, Tahunan


Analisis

Penyajian Data □ Tabel


□Run chart

Penanggung Jawab Komite PPI RS

Rencana Publikasi Pelaporan Mutu SIMAR Kemenkes


Data Rapat PPI
Laporan Kepada PMKP
Rapat Tinjauan manajemen
Rapat Pleno
Area Monitoring Seluruh RS

Anda mungkin juga menyukai