BAB III
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
A. Pengorganisasian Pembelajaran
Pengorganisasian pembelajaran pendidikan kesetaraan di PKBM Banua
dirancang untuk mencapai standar kompetensi lulusan pendidikan dasar yang
difokuskan pada persiapan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, menanamkan
karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dan penumbuhan kompetensi
literasi dan numerasi peserta didik agar dapat hidup mandiri dan untuk mengikuti
pendidikan lebih lanjut. Pengorganisasian pembelajaran di PKBM Banua dilakukan
dengan mengatur pembelajaran muatan kurikulum Pemberdayaan dan Keterampilan
tahun pelajaran 2022/2023.
Pengorganisasian pembelajaran dilakukan berdasarkan karakteristik PKBM
Banua. Pendekatan pembelajaran yang dilakukan melalui pendekatan mata pelajaran
Beban belajar peserta didik nyatakan dalam Satuan Kredit Kompetensi (SKK).
SKK merupakan bobot kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dalam
mengikuti program pembelajaran pendidikan kesetaraan, baik melalui tatap muka,
praktek keterampilan, dan/atau kegiatan mandiri. Satu SKK adalah satu satuan
kompetensi yang dicapai melalui pembelajaran 1 jam tatap muka atau 2 jam tutorial
1
atau 3 jam mandiri, atau kombinasi secara proporsional dari ketiganya.
1. Pengorganisasian Pembelajaran Paket B
Berikut ini pengorganisasian pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Paket B di
PKBM Banua:
Tabel 1. Struktur Kurikulum Paket B
Tahun Pelajaran 2022/2023 (kepmendikbudristek No. 56 2022)
Fase D
Pendekatan
Pembelajaran
No Mata Pelajaran SKK
Kelas Kelas Kelas
MP Inti
VII VIII IX
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum
Pendidikan Agama dan Budi
1 V 2 2 2
Pekerti
2 Pendidikan Pancasila V 4 4 2
3 Bahasa Indonesia V 4 4 4
2
4 Matematika V 4 4 4
5 IPA V 4 4 4
6 IPS V 4 4 4
7 Bahasa Inggris V 4 4 4
8 PJOK V 2 2 2
9 Seni V 2 2 2
Muatan Lokal Budaya
10 V 1 1 1
Kemataraman
Jumlah SKK 91
Tabel 2. Waktu pembelajaran
No Program Hari Waktu
3
1. Paket B Selasa – Jumat 14.00 – 17.30 WIB
B. Pengorganisasian Pembelajaran Program Pemberdayaan dan Program
Keterampilan
Kelompok pemberdayaan dan keterampilan mencakup keterampilan
okupasional, fungsional, vokasional, sikap dan kepribadian profesional, dan jiwa
wirausaha mandiri yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik
pendidikan kesetaraan. Pemberdayaan memuat kompetensi untuk menumbuhkan
keberdayaan, harga diri, percaya diri, sehingga peserta didik mampu mandiri dan
berkreasi dalam kehidupan bermasyarakat. Keterampilan diberikan sehingga peserta
didik mampu melakukan aktualisasi kemandirian, otonomi, kebebasan, dan
kreativitas dalam berkarya untuk mengisi ruang publik secara produktif.
Pada tahun pelajaran 2022/2023, profil pelajar di PKBM Banua menguatkan
pada dimensi bergotong royong, mandiri, dan kreatif. Dimensi Gotong Royong
merupakan Pelajar Indonesia memiliki kemampuan gotong-royong, yaitu kemampuan
untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang
dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen kunci dari gotong
royong adalah kolaborasi, kepedulian dan berbagi. Dimensi Mandiri adalah Pelajar
Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas
proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan
diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri. Dimensi Kreatif merupakan pelajar
yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal,
4
bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci kreatif adalah Menghasilkan
gagasan, karya dan tindakan yang orisinil.
Tabel 3. Pengorganisasian Pembelajaran Pemberdayaan dan
Keterampilan Paket B
Pendekatan
Fase D
Pembelajaran
No Program
Integr Blok Kelas Kelas Kelas
Mapel
asi Waktu VII VIII IX
1 Pemberdayaan V 4 4 4
2 Keterampilan
a. Keterampilan Komputer V 3 3 3
b. Ketrampilan Tata Boga V 3 3 3
Jumlah SKK 30
Tabel 15. Tema dan Alokasi Waktu Pembelajaran
Projek Tahun Pelajaran 2022/2023
Topik Projek Profil Pelajar Waktu
Kelas Tema Projek
Pancasila Pelaksanaan
5
Fase D Gaya Hidup Pengolahan makanan berbahan Kelas VII sem 1
Berkelanjutan dasar lokal sesuai potensi daerah
setempat dengan memperhatikan
nilai gizi,
Pembuatan minuman sederhana Kelas VII Sem 2
sesuai resep dari bahan nabati
berdasarkan potensi daerah
setempat