0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan16 halaman

Metode Aktivitas dalam Depresiasi Aktiva

Makalah ini membahas tiga topik utama yaitu definisi penyusutan aktiva tetap, faktor-faktor yang mempengaruhi besaran penyusutan, dan metode aktivitas penyusutan."

Diunggah oleh

Aqiel Thursday
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan16 halaman

Metode Aktivitas dalam Depresiasi Aktiva

Makalah ini membahas tiga topik utama yaitu definisi penyusutan aktiva tetap, faktor-faktor yang mempengaruhi besaran penyusutan, dan metode aktivitas penyusutan."

Diunggah oleh

Aqiel Thursday
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE DEPRESIASI AKTIVA TETAP

METODE AKTIVITAS
Pengantar Akuntansi II

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Akuntansi II

Pembimbing: Cecep Sopyan,SE

Disusun oleh:

AGITA ANGGRAENI 0101141038

AHMAD DAMANHURI 0101132171

IBNU AQIL 0101132174

UNIVERSITAS NASIONAL PASIM BANDUNG


Alamat: Jalan Terusan Pasteur No. 167 (Djunjunan) Bandung

2014-2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga penulis berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul Metode Aktivitas pada Metode Depresiasi
Aktiva Tetap.”
Makalah ini berisikan tentang informasi tentang devinisi aktiva tetap, definisi peyusutan
(Depresiasi) , faktor-faktor yang mempengaruhi dan yang mementukan beban dan besarnya
penyusutan, faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya penyusutan. Diharapkan Makalah ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Pengantar Akuntansi II khususnya.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran
dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan Makalah
ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala
usaha kita. Amin.

Cipanas, 02 Februari 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar..................................................................................................................
Daftar Isi............................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN....................................................................................

1.1. Latar Belakang..........................................................................................

1.2. Rumusan Masalah.....................................................................................

1.3. Tujuan Penulisan......................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Definisi Penyusutan Aktiva Tetap........................................................

2.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi beban penyusutan ............................

2.3. Faktor-faktor yang menentukan besarnya penyusutan.............................

2.4. Metode Aktivitas......................................................................................

2.5. Kelebihan dan Kelemahan Metode Aktivitas..........................................

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan..............................................................................................

3.2. Saran........................................................................................................

LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Setiap perusahaan didirikan untuk mendapatkan keuntungan atau profit seoptimal


mungkin, sehingga dapat memperluas jaringan usaha yang dapat bersaing dengan
perusahaan-perusahaan lainnya . Untuk itu diperukan adanya metode penilaian dan
pencatatan yang tepat yang dapat dipertanggung jawabkan dalam rangka memgelola
segala aktivitas perusahaan . Pada umumnya perusahaan pasti memiliki aktiva tetap yang
berwujud maupun yang tidak berwujud karena aktiva merupakan sarana bagi perusahaan
dalam menjalankan kegitan operasional , seperti bangunan atau gedung sebagai
kantor,peralatan,dan kendaraan sebagai alat transportasi. sebagai alat yang dapat
mendukung suatu kegiatan perusahaan aktiva tetap biasanya memiliki pemakaian yang
lama, sehingga bisa diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan selama
bertahun-tahun . Namun demikian, manfaatyang diberikan aktiva tetap umumnya
semakin lama semakin menurun pemakaiannya secara terus menerus danmenyebabkan
terjadinya penyusutan .

Penyusuta biasanya dicatat pada akhir tahun sebagai laporan keuangan neraca .
Penyusutan ini dalam aktuva tetapini akan membahas tentang penentuan harga perolehan,
pengeluaran biaya selama penggunaan aktiva tetap , metode penyusutan, penghentaian
aktiva tetap serta penyajian di dalam neraca.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa Definisi Aktiva dan Penyusutan ?

2. Bagaimana Faktor-faktor yang mempengaruhi beban penyusutan dan besarnya


penyusutan ?

3. Bagaimana Kelebihan dan Kelemahan Metode Aktivitas Penyusutan ?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Menciptakan minat membaca dalam menciptakan sebuah karya tulis sesuai dengan
kemampuan yang dimiliki.

2. Sebagai alat pelaporan yang sistematis mengilustrasikan kemampuan mahasiswa


dalam berkarya.

3. Memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Pengantar Akuntansi II .

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penyusutan Aktiva Tetap
Penyusutan aktiva tetap (depresiasi), adalah bentuk pengalokasian harga
perolehan aktiva tetap sebagai beban periode akuntansi dalam masa manfaat aktiva tetap
tersebut. Nilai aktiva tetap turun setiap saat, sehingga setelah habis masa penggunaannya
dianggap sudah tidak memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.
Menurut Warren, Reeve, dan Fess (2005:507) : “Penyusutan adalah alokasi harga
perolehan dan biaya secara sistematis dan rasional sepanjang umur manfaat aktiva tetap
yang bersangkutan” (Sondik, 2013). Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
PSAK No. 17 : “Penyusutan adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan
sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi
dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung”.
Menurut Harahap (2002:53) : “Penyusutan adalah pengalokasian harga pokok
aktiva tetap selama masa penggunaannya atau biaya yang dibebankan terhadap produksi
akibat penggunaan aktiva tetap itu dalam proses produksi”. Semua aktiva tetap akan
disusutkan kecuali tanah, untuk itu perlu diadakan kebijaksanaan untuk mengalokasikan
aktiva tetap selama masa manfaat yang diberikan. Pengalokasian itu disebut penyusutan
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penyusutan adalah
alokasi harga perolehan dan dapat kita bandingkan mana yang penyusutan dan mana yang
bukan.
1. Penyusutan bukan proses penilaian. Perusahaan tidak mencatat penyusutan
berdasarkan nilai pasar (jual) aktiva.
2. Penyusutan bukan berarti bahwa perusahaan menyisihkan kas untuk mengganti
aktiva ketika sudah habis masa pakainya. Penyusutan tidak ada hubungannya
dengan kas.

Perlu juga ditegaskan bahwa tidak semua aktiva tetap dapat disusutkan, aktiva yang dapat
disusutkan adalah yang memenuhi kriteria :

1)      Aktiva tersebut dapat digunakan lebih dari satu periode akuntansi.

2)      Aktiva tersebut memiliki masa manfaat yang terbatas.


3)      Aktiva yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam produksi atau memasok
barang atau jasa, untuk disewakan, atau untuk tujuan administrasi.

Penyusutan (depresiasi) digunakan untuk alokasi harga perolehan terhadap aktiva tetap
yang memiliki kriteria seperti tersebut di atas, sehingga yang tidak memiliki tidak dapat
digolongkan sebagai aktiva tetap. Tanah merupakan aktiva perusahaan tetapi karena 
memiliki masa manfaat yang tidak terbatas maka tidak didepresiasi. Mobil yang
digunakan untuk mengantar sepeda motor ke pelanggan pada perusahaan  dagang sepeda
motor  termasuk  aktiva tetap yang harus didepresiasi, tetapi mobil yang dipajang untuk
dijual bukan termasuk aktiva yang didepresiasi tetapi termasuk persediaan barang
dagangan.

2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Beban Penyusutan


Menurut Smith dan Skousen (Sondik, 2013) ada beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam menentukan beban penyusutan yaitu :

a. Harga perolehan
Harga perolehan yaitu sejumlah uang yang dikeluarkan dalam memperoleh aktiva
tetap hingga siap digunakan.
b. Nilai residu atau nilai sisa
Nilai sisa atau nilai residu adalah jumlah yang diperkirakan dapat direalisasikan
pada saat aktiva tidak digunakan lagi. Menurut IAI (2002:16), “Nilai Residu adalah
jumlah yang diperkirakan akan diperoleh entitas saat ini dari pelepasan asset, setelah
dikurangi taksiran biaya pelepasan, jika asset tersebut telah mencapai umur dan kondisi
yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.”
Menurut PSAK No.16 Aset Tetap (Revisi 2007) nilai residu aset adalah jumlah yang
diperkirakan akan diperoleh entitas saat ini dari pelepasan aset, setelah dikurangi taksiran
biaya pelepasan, jika aset tersebut telah mencapai umur dan kondisi yang diharapkan
pada akhir umur manfaatnya.
Pada umumnya nilai residu ditetapkan sebesar nol pada akhir masa manfaat. Jika
merujuk pada kondisi tersebut, ketika suatu aset habis masa manfaatnya, Aset tetap
tersebut sebenarnya masih memiliki nilai residu yang nilainya lebih besar dari estimasi
nilai residu yang ditetapkan sebesar nol. Sehingga kurang relevan jika aset tetap yang
telah habis masa manfaatnya namun masih dapat digunakan dalam mendukung kegiatan
operasional nilai residunya diakui sebesar nol. Penetapan estimasi nilai residu dapat
menggunakan data historis 2-3 tahun terakhir. Data tesebut dapat berupa hasil
lelang/penjualan aset tetap.
Nilai residu dan umur manfaat setiap aset tetap harus di-review minimum setiap
akhir tahun buku dan apabila ternyata hasil review berbeda dengan estimasi sebelumnya
maka perbedaan tersebut harus diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi sesuai
dengan PSAK No. 25 tentang Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Koreksi
Kesalahan Mendasar, dan Perubahan Kebijakan Akuntan

c. Masa manfaat
Umur manfaat didefenisikan dalam PSAK 16 sebagai suatu periode dimana aset
diharapkan akan digunakan oleh perusahaan, atau sebagai jumlah produksi atau unit
serupa yang diharapkan akan diperoleh dari aset tersebut oleh perusahaan.
Masa manfaat yaitu taksiran jangka waktu penggunaan aktiva tetap itu dalam
kegiatan produksi. Masa manfaat terbatas karena beberapa faktor yaitu :
- Faktor fisik yang membatasinya adalah keausan dan kecacatan, kemerosotan nilai
dan pembusukan, dan kerusakan atau destruksi.
- Faktor fungsional yang membatasinya adalah ketidaklayakan dan keuangan.
PSAK 16 menyebutkan bahwa estimasi umur manfaat aset yang dapat disusutkan
adalah persoalan penilaian yang pada umumnya berdasarkan pengalaman perusahaan
yang memiliki aset serupa. PSAK 16 juga menyatakan bahwa umur manfaat aset yang
dapat disusutkan harus di review minimum setiap akhir tahun buku (paragraf 51).
Perubahan estimasi umur manfaat diperhitungkan sebagai perubahan estimasi akuntansi
berdasarkan PSAK 25 serupa dengan perubahan nilai residu.
d. Pola penggunaan
Untuk menandingkan harga perolehan aktiva terhadap pendapatan, beban penyusutan
harus mencerminkan setepat mungkin pola produksi. Jika aktiva menghasilkan suatu pola
pendapatan yang bervariasi, maka beban penyusutannya juga harus bervariasi dengan
pola yang sama. Bila penyusutan diukur dalam satuan faktor waktu, pola penggunaannya
harus diestimasikan.

2.3 Faktor- faktor yang menentukan besarnya penyusutan


Faktor- faktor yang menentukan besarnya depresiasi

Untuk menghitung besarnya depresiasi setiap periode diperlukan beberapa hal :

1)      Dasar atau metode yang digunakan untuk aktiva yang bersangkutan.

Dasar atau metode yang digunakan ini umumnya melihat jenis aktivanya, gedung
umumnya digunakan metode garis lurus, mesin atau kendaraan umumnya digunakan
metode jam jasa atau metode angka tahun.

2)      Taksiran umur kegunaan aktiva

Taksiran ini perlu dipertimbangkan penyebab keausan fisik dan fungsional. Terkait
dengan metode depresiasi yang digunakan maka taksiran umur dapat berupa lamanya
dalam berapa tahun aktiva dapat digunakan dapat juga dengan taksiran hasil produksi
(untuk mesin) kira-kira dapat untuk memproduksi berapa satuan sampai mesin itu aus.
Untuk kendaraan taksiran dapat  dengan satuan jam kerja, yaitu berapa kilometer 
kendaraan  tersebut dapat digunakan sampai aus.

2.4 Metode Aktivitas

Metode aktivitas (activity method) juga disebut dengan pendekatan beban variabel atau
pendekatan unit produksi, mengasumsikan bahwa penyusutan adalah fungsi dari
penggunaan atau produktivitas dan bukan dari berlakunya waktu. Umur aktiva ini
dinyatakan dalam istilah keluaran (output) yang disediakan (unit-unit yang diproduksi),
atau masukan (input) seperti jumlah jam kerja.
Secara konseptual, asosiasi biaya yang tepat ditetapkan dalam istilah output bukan jam
yang digunakan, tetapi seringkali output ini sulit diukur. Dalam kasus seperti ini, ukuran
input seperti jam mesin adalah metode yang lebih tepat dalam mengukur jumlah dollar
beban penyusutan selama periode akuntansi tertentu.Metode Unit Aktivitas (Units of
Activity Method), akan menghasilkan beban penyusutan yang berfluktuasi setiap periode,
tergantung besar kecilnya aktivitas yang dilakukan. Cirinya: beban penyusutan per
periode berfluktuasi, tarif penyusutan tetap, diperhatikan pola penggunaan.
Rumus :
Tarif Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Sisa) : Estimasi Aktivitas
Penyusutan = Tarif Penyusutan * Aktivitas yang dilakukan.
Misalnya:
1. Awal 2001 diperoleh peralatan dengan harga perolehan Rp. 10.100.000,- dengan estimasi nilai
sisa Rp. 100.000,- diperkirakan dapat digunakan selama 100.000 jam. Penggunaan peralatan
tersebut adalah pada tahun 2001 sebanyak 20.000 jam, tahun 2002 sebanyak 30.000 jam, tahun
2003 sebesar 10.000 jam, tahun 2004 sebanyak 40.000 jam.
Beban penyusutan :
Tarif/jam = (10.100.000 – 100.000) : 100.000 jam
= Rp. 100/jam
Skedul penyusutan:

2. Misalnya kendaraan yang dibeli dengan harga perolehan Rp200.000.000,00 dan


digunakan selama lima tahun ditaksir dapat sampai 18.000 km dengan nilai sisa Rp
20.000.000,00 maka tarif depresiasi per km adalah =    = Rp 10.000,00

Misal tahun pertama digunakan 4.500 km maka depresiasi tahun itu adalah : 4.500 x Rp
10.000,00 = Rp 45.000.000,00
Jika dimisalkan selama lima tahun penggunaannya menurun setiap tahun maka dapat
disajikan dalam tabel seperti di bawah ini :

Tabel Depresiasi – Metode Jam Jasa

Jam Kerja Kredit


Thn Nilai Buku
Kendaraan      Debit Depresiasi Akumulasi
Ke- Kendaraan
(km) Depresiasi(total)
Rp 200.000.000,00
1 4.500 Rp  45.000.000,00 Rp  45.000.000,00 Rp 155.000.000,00
2 4.000 Rp  40.000.000,00 Rp  85.000.000,00 Rp 115.000.000,00
3 3.800 Rp  38.000.000,00 Rp Rp   77.000.000,00
123.000.000,00
4 3.200 Rp  32.000.000,00 Rp Rp   45.000.000,00
155.000.000,00
5 2.500 Rp  25.000.000,00 Rp  Rp  
180.000.000,00 20.000.000,00
18.000 Rp180.000.000,00 Rp180.000.000,00

Metode ini juga sangat tepat jika digunakan untuk menghitung depresiasi aktiva berupa
kendaraan, karena sesuai dengan jam pemakian dan kendaraan makin  aus maka kapasitas
kendaraan menurun.

3. Pada tanggal 31 Desember 2007 yang merupakan periode penyusunan laporan


keuangan PT Airlangga Mandiri mempunyai sebuah mesin yang dibeli pada tanggal
1 Januari 2007dengan harga perolehan Rp. 500.000.000,-. Mesin ini ditaksir mempunyai
kemampuan produksi sebesar 30.000 jam. Dalam tahun 2007 telah digunakan selama
4.000 jam. Dan nilai sisa mesin Rp. 50.000.000,-. Penyusutan dengan menggunakan
metode aktivitas .

Perhitungan atas transaksi di atas sebagai berikut:


(Harga perolehan – nilai sisa)
Penyusutan = ___________________________________ × jumlah jam tahun ini
Taksiran total jam

(Rp 500.000.000 – Rp50.000.000)


= __________________________________________ × 4.000 jam
30.000 jam

= Rp 60.000.000,00 untuk tahun ini

periode harga pokok nilai sisa jam niai penyusutan

2007 500.000.000 50.000.000 4000 60.000.000

2008 500.000.000
Tanggal 50.000.000
Uraian 5000 D 75.000.000 K
2009 500.000.000 50.000.000
31-Des-07 Beban 6000
Penye. Mesin 90.000.000
60.000.000
2010 500.000.000 50.000.000 5000 75.00.0000

2011 500.000.000 Akm. Penye


50.000.000 5000 60.000.000
75.000.000

2012 31-Des-08 Beban


500.000.000 Penye. Mesin
50.00.0000 5000 75.000.000
75.000.000

Total 30000 450.000.000


Akm. Penye 75.000.000

31-Des-09 Beban Penye. Mesin 90.000.000

Akm. Penye 90.000.000

31-Des-10 Beban Penye. Mesin 75.000.000


PT Airlangga
Mandiri
Akm. Penye 75.000.000
Periode 31 Desember
2007 - 31-Des-11 Beban Penye. Mesin 75.000.000 31 Desember
2012
Jurnal Umum
Akm. Penye 75.000.000

31-Des-12 Beban Penye. Mesin 75.000.000

Akm. Penye 75.000.000


2.5 Kelebihan dan Kelemahan Metode Aktivitas

adalah bahwa metode ini tidak tepat untuk digunakan pada situasi dimana penyusutan
merupakan fungsi dari waktu dan bukan aktivitas. Sebagai contoh, sebuah bangunan akan
mengalami banyak kerusakan dari unsur-unsur waktu tanpa memperlihatkan
penggunaannya. Selain itu, apabila suatu aktiva tergantung pada faktor-faktor ekonomi
atau fungsional signifikannya. Dalam kasus tersebut, aktivitas adalah tidak relevan.
Masalah lain dalam menggunakan metode aktivitas adalah bahwa estimasi unit output
atau jam pelayanan yang diterima seringkali sulit ditentukan.

Apabila hilangnya pelayanan merupakan hasil dari aktivitas atau produktivitas, maka
metode aktivias merupakan metode yang paling baik untuk menandingkan biaya dan
pendapatan. Perusahaan yang menginginkan penyusutanyang rendah selama periode
produktivitasnya renda dan penyusutan tinggi selama produktivitasnya tinggi dapat
menggunakan atau berpindah ke metode aktivitas. Dengan cara ini, sebuah pabrik yang
bekerja pada kapasitas 40% akan menghasilkan beban penyusutan 60% lebih rendah.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Metode aktivitas (activity method) juga disebut dengan pendekatan beban variabel atau
pendekatan unit produksi, mengasumsikan bahwa penyusutan adalah fungsi dari
penggunaan atau produktivitas dan bukan dari berlakunya waktu. Umur aktiva ini
dinyatakan dalam istilah keluaran (output) yang disediakan (unit-unit yang diproduksi),
atau masukan (input) seperti jumlah jam kerja.
Metode Aktivitas merupakan metode yNG tidak tepat untuk digunakan pada situasi
dimana penyusutan merupakan fungsi dari waktu dan bukan aktivitas.
metode aktivias merupakan metode yang paling baik untuk menandingkan biaya dan
pendapatan apabila hilangnya pelayanan merupakan hasil dari aktivitas atau
produktivitas.

3.2 Saran
Mengingat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh penulis, maka
untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendasar lagi, disarankan kepada pembaca
untuk membaca literatur-literatur yang telah dilampirkan pada daftar rujukan.

Anda mungkin juga menyukai