0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
181 tayangan28 halaman

Metode CBL & PjBL Sesuai SN-Dikti

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang: 1. Standar proses pembelajaran dan metode pembelajaran CBL & PjBL sesuai SN-Dikti 2. Contoh penerapan metode CBL & PjBL melalui kajian, capaian, dan penugasan mahasiswa 3. Indikator kualitas pendidikan tinggi yang meliputi kurikulum, dosen, lulusan, dan tridharma perguruan tinggi

Diunggah oleh

Rinaldy SPd
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
181 tayangan28 halaman

Metode CBL & PjBL Sesuai SN-Dikti

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas tentang: 1. Standar proses pembelajaran dan metode pembelajaran CBL & PjBL sesuai SN-Dikti 2. Contoh penerapan metode CBL & PjBL melalui kajian, capaian, dan penugasan mahasiswa 3. Indikator kualitas pendidikan tinggi yang meliputi kurikulum, dosen, lulusan, dan tridharma perguruan tinggi

Diunggah oleh

Rinaldy SPd
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Anggota Tim KPT Belmawa Dikti, KemendikbudRistek;

Member of Association for Educational Communications and Technology (AECT); dan


Dosen Tetap ITS Surabaya
Kajian:
1.Standar Proses
Pembelajaran;
Capaian: 2.Metode CBL & PjBL; dan
Mampu mengembangkan metode 3.Contoh Metode CBL & PjBL.
pembelajaran CBL & PjBL sesuai dg SN-
Dikti dan dengan pendekatan OBE.
a. UU No.12 Tahun 2012: Sistem Pendidikan Tinggi;
b. Permendikbud, No.3 Tahun 2020: SN-Dikti;
c. Kepmendikbud, No.3/M/2021: IKU;
d. Panduan Penyusunan KPT di Era Industri 4.0 Untuk Mendukung
Mendukung MBKM, Belmawa-Dikti, 2020;
e. Buku Panduan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, Belmawa-
Dikti, 2020;
Standar Proses Pembelajaran
Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan
konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara
mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah
prosedural.
Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan memanfaatkan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan/atau seni pada bidangnya dalam penyelesaian
masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi.

Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi


dan data, dan mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai
alternatif solusi secara mandiri dan kelompok.

Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung


jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.

(Sumber: Peraturan Presiden No.8 Tahun 2012: Tentang KKNI)


No Bentuk Pembelajaran No Metode Pembelajaran
(Pasal 14 (5)) (Pasal 14 (3))

PENUGASAN MHS
1 Kuliah, Responsi, Tutorial 1 Diskusi kelompok;
2 Seminar atau yang setara 2 Simulasi & Bermain Peran;
3 Praktikum, praktik studio, 3 Studi kasus;
MK praktik bengkel, praktik
lapangan, praktik kerja,
4 Pembelajaran kolaboratif;
5 Pembelajaran kooperatif;
penelitian, perancangan, atau
pengembangan, pelatihan 6 Pembelajaran berbasis
militer, pertukaran pelajar, proyek;
magang, wirausaha, dan/atau 7 Pembelajaran berbasis
pengabdian kepada masalah;
masyarakat. (termasuk BKP-
9 atau metode lainnya yg
MBKM)
setara.

(Sumber: PermenDikbud No.3 Tahun 2020: SN-Dikti: Pasal 14)


5. Jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada
6. Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 masyarakat, yang berhasil mendapatkan rekognisi
yang melaksanakan kerjasama dengan mitra. internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah
dosen.
7. Persentase mata kuiah S1 dan
D4/D3/D2 yang menggunakan metode 4. Persentase dosen tetap: berkualifikasi
pembelajaran pemecahan kasus (case doktor, memiliki sertifikasi kompetensi/
profesi yg diakui industri dan dunia
method) atau pembelajaran kelompok Kualitas
berbasis projek (team-based project) Kualitas
Kualitas& Kualitas
Kurikulum
kerja,atau berasal dari kalangan praktisi
profesional, dunia industri, atau dunia kerja.
sebagai sebagian bobot evaluasi (50%). Kurikulum &
Pembelajar- Dosen
Dosen
Pembelajaran
8. Persentase prodi S1 dan an 3. Persentase dosen yg berkegiatan
D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi tridharma di kampus lain, di QS 100,
atau sertifikasi internasional yang Kualitas
Kualitas bekerja sbg praktisi di dunia industri, atau
membina mahasiswa yg berhasil meraih
diakui pemerintah. Lulusan
Lulusan
prestasi minimal tingkat nasional dalam 5
tahun terakhir.
1. Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang
berhasil mendapatkan pekerjaan yg layak, studi lanjut 2. Persentase mahasiswa S1 dan D4/D3/D2 yang
atau menjadi wiraswasta dg pendapatan cukup. menghabiskan paling sedikit 20 sks di luar kampus
atau meraih prestasi minimal tingkat nasional.

(Sumber: KepmenDikbud No.3/M/2021: IKU)


5. Jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada
6. Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 masyarakat, yang berhasil mendapatkan rekognisi
yang melaksanakan kerjasama dengan mitra. internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah
6. Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 dosen.
7. Persentase mata kuiah S1 dan
yang melaksanakan kerjasama dengan mitra.
D4/D3/D2 yang menggunakan metode 4. Persentase dosen tetap: berkualifikasi
3. Persentase
pembelajaran pemecahan dosen yg berkegiatan tridharma di kampus
kasus (case lain, di
doktor, memiliki sertifikasi kompetensi/
QS 100, kelompok
bekerja sbg praktisi di dunia industri, atau membinaprofesi yg diakui industri dan dunia
method) atau pembelajaran Kualitas
berbasis projek (team-based
mahasiswa project)
yg berhasil meraih
Kurikulum Kualitas
& Kualitas
Kualitasprestasi kerja,atau berasal dari kalangan praktisi
minimalprofesional,
tingkat nasional
dunia industri, atau dunia kerja.
sebagai sebagian bobot evaluasi (50%). Kurikulum &
Pembelajar- Dosen
Dosen
dalam 5 tahun terakhir.
Pembelajaran
8. Persentase prodi S1 dan an 3. Persentase dosen yg berkegiatan
D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi tridharma di kampus lain, di QS 100,
7.internasional
atau sertifikasi Persentase Kualitas
Kualitas
mata kuiah S1 dan
yang D4/D3/D2
bekerja sbg praktisi di dunia industri, atau
yang menggunakan
membina mahasiswa yg berhasil meraih
diakui pemerintah. Lulusan
Lulusan
metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atautingkat nasional dalam 5
prestasi minimal
pembelajaran kelompok berbasis projek (team-based project) tahun terakhir.
1. Persentase lulusan S1 dansebagai
D4/D3/D2sebagian
yang bobot evaluasi (50%).
berhasil mendapatkan pekerjaan yg layak, studi lanjut 2. Persentase mahasiswa S1 dan D4/D3/D2 yang
atau menjadi wiraswasta dg pendapatan cukup. menghabiskan paling sedikit 20 sks di luar kampus
atau meraih prestasi minimal tingkat nasional.

(Sumber: KepmenDikbud No.3/M/2021: IKU)


Subject Metter
Metode
CPL PRODI (LO) (Indicator
Pemelajaran
performance)
Kemampuan menerapkan pengetahuan matematika, ilmu pengetahuan alam dan/atau material, teknologi Engineering
a informasi dan keteknikan untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang prinsip-prinsip keteknikan. Knowledge
CBL
Kemampuan mendesain komponen, system dan/atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan di
dalam batasan-batasan realistis, misalnya hukum, ekonomi, lingkungan, sosial, politik, kesehatan dan Design/develop-
b keselamatan, keberlanjutan serta untuk mengenali dan/atau memanfaatkan potensi sumber daya local dan ment of Solutions
PjBL
nasional dengan wawasan global.
Kemampuan mendesain dan melaksanakan eksperimen laboratorium dan/atau lapangan serta
c menganalisis dan mengartikan data untuk memperkuat penilaian teknik.
Investigation PjBL

d Kemampuan mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis dan menyelesaikan permasalahan teknik. Problem Analysis PBL&Iq
Kemampuan menerapkan metode, keterampilan dan piranti teknik yang modern yang diperlukan untuk Modern Tool
e praktek keteknikan. Usage
CBL

f Kemampuan berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tulisan. Communication all SCL
Project
g Kemampuan merencanakan, menyelesaikan dan mengevaluasi tugas didalam batasan-batasan yang ada. Management and PjBL
Finance
Individual and
H Kemampuan bekerja dalam tim lintas disiplin dan lintas budaya. all SCL
Team Work
Kemampuan untuk bertanggung jawab kepada masyarakat dan mematuhi etika profesi dalam
I menyelesaikan permasalahan Teknik.
Ethics PjBL, CtL, PBL
Kemampuan memahami kebutuhan akan pembelajaran sepanjang hayat, termasuk akses terhadap
J pengetahuan terkait isu-isu mutakhir yang relevan.
Life-long Learning SGD, CBL
*) Criteria for Accrediting Engineering Programs of Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE)
Metode CBL & PjBL
Case Based Learning (CBL) adalah metode pembelajaran
dg pemberian sebuah kasus yang menggambarkan detail
dari situasi dunia nyata yg kompleks.
Mahasiswa belajar menggali pertanyaan (inquiry) dan
menyelesaikan masalah tersebut dg beberapa alternatif
solusi baik secara individu maupun kolaboratif. Mhs
didorong untuk mempertahankan solusi yang mereka yakini
paling tepat.

Catatan:
❖ CBL pertama kali digunakan di Harvard Law School pada 1870-an untuk mempersiapkan pengacara;
❖ CBL digunakan dalam bidang medis, percobaan awal dilakukan pada tahun 1890 di Johns Hopkins
Medical School;
Menggali nilai2 dlm kasus
Dosen membantu Mhs dalam menggali nilai2
& alternatif2 yg yg mungkin dlm penyelesaian
kasus sesuai dg perspektif masing2 individu.
Mengidentifikasi Melakukan
Informasi Kunci Analisis &
pd Kasus Argumentasi
Mhs mengindentifikasi Mhs terlibat dalam
informasi & fakta2 pd analisis & argumentasi
kasus yg diajukan oleh dlm penyelesaian kasus
Dosen, dan untuk mendapatkan
mendiskusikannya dlm solusi dan mengambil
kelompok kolaborasi. tidakan yg tepat

Memberikan Meringkas Solusi


Kasus & Tindakan
Dosen menyiapkan dan Mhs meringkas alternatif
memberikan kasus nyata solusi & tidakan2 yg tepat
yg akan dipelajari & beserta konsekwensinya.
dipecahkan oleh Mempresentasikan &
mahasiswa. Mhs menggali mendapat penguatan dari
& merumuskan masalah dosen.
sesuai dg minatnya.

KASUS
masalah tunggal
mandiri
kelompok kolaboratif

Alternatif Solusi

Permasalahan
Kompetensi
Nyata
Hardskill & Softskill

Waktu: pendek / panjang

On and/or off campus

Luring and/or Daring


mahasiswa berperan sebagai “protagonis” yang berusaha untuk
memecahkan sebuah kasus;

mahasiswa melakukan analisis terhadap kasus untuk membangun


rekomendasi solusi, dibantu dengan diskusi kelompok untuk menguji dan
mengembangkan rancangan solusi; dan

mahasiswa di kelas berdiskusi secara aktif, dengan mayoritas dari percakapan


dilakukan oleh mahasiswa, sedangkan dosen hanya memfasilitasi dengan cara
mengarahkan diskusi, memberikan pertanyaan, dan observasi.

Kriteria evaluasi: 50% (lima puluh persen) dari bobot nilai akhir harus berdasarkan kualitas partisipasi diskusi
kelas (case method) dan/atau presentasi akhir pembelajaran kelompok berbasis projek (team-based project).

(Sumber: KepmenDikbud No.3/M/2021: IKU)


Project Based Learning (PjBL) adalah metode
pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan untuk
menyelesaikan masalah2 nyata dan komplek. Mahasiswa
melakukan eksplorasi, merumuskan pertanyaan2,
menggali informasi, melakukan penilaian,
menginterpretasi, sintesis, dan analisis untuk
menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Pembelajaran
Berbasis Proyek merupakan metode belajar yang menggali
permasalahan nyata dlm sebuah proyek sebagai langkah
awal dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan
pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata

Peran Dosen sebagai pendamping, motivator dan


fasilitator bagi mahasiswa.
Investigasi Konstruktif
PjBL dilakukan dengan strategi
perancanaan yg konstruktif dan sistematis
SCL agar Mhs dpt belajar untuk menyelesaiakn
Berpusat pd masalah nyata secara konstruktif.
masalah yg
diangkat oleh Mhs
dlm PjBL

Otonomi
Mhs diberikan kebebasan
dalam menentukan target
proyek yg dikerjakan dan
Pertanyaan dipertanggung jawabkan.
Penuntun
Diawali dg
pertanyaan2
berdasarkan
2 Realistis
permasalahan nyata
yg diangkat & Masalah2 yg diangkat betul2
diinvestigasi masalah nyata yg dihadapi
sehari-hari atau pekerjaan
tertentu.
(Sumber: The George Lucas Education Foundation dan Dopplet)
5. Assess the
1. Start with the 3. Create a outcome
essential question schedule Penilaian dilakukan oleh dosen dan
Dimulai dari beberapa pertanyaan Mhs menyusun bersama mhs terhadapat proses dan capaian
mhs thd permasalahan nyata yg jadwal pelaksanaan standar kompetensi Mhs beserta
komplek dan pada level tingkat proyek dan luarannya. Serta memberikan
berfikir tinggi. dikonsultasikan dg dosen. umpan balik pd Mhs.

2. Design a plan for 4. Monitoring 6. evaluation the


the project progress of project experience
Desain pelaksanaan proyek Monitoring dilakukan untuk Mhs & dosen melakukan
dilakukan Bersama secara mengetahui dan mengevaluasi refleksi baik secara kolaboratif
kolaboratif (pembagian tugas dlm progress pencapaian proyek. ataupun mandiri. Sehingga
kelompok) oleh Mhs didampingi Dilakukan oleh Mhs & dosen. ditemukan hal2 baru yg
Dosen. Mhs melakukan presentasi. menjawab permasalah dlm
proyek yg dikerjakan.
(Sumber: The George Lucas Education Foundation dan Dopplet)
dalam Proyek
multi objek masalah

kelompok kolaboratif

Alternatif Solusi

Produk
Permasalahan
Kompetensi
Nyata Hardskill & Softskill
Waktu: panjang

On and/or off campus

Luring and/or Daring


kelas dibagi menjadi kelompok lebih dari 1 (satu) mahasiswa untuk
mengerjakan tugas bersama selama jangka waktu yang ditentukan;

kelompok diberikan masalah nyata yang terjadi di masyarakat atau


pertanyaan kompleks, lalu diberikan ruang untuk membuat rencana
kerja dan model kolaborasi;

setiap kelompok mempersiapkan presentasi/karya akhir yang


ditampilkan di depan dosen, kelas, atau audiens lainnya yang dapat
memberikan umpan balik yang konstruktif; dan

dosen membina setiap kelompok selama periode pekerjaan proyek dan


mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam kolaborasi.

Kriteria evaluasi: 50% (lima puluh persen) dari bobot nilai akhir harus berdasarkan kualitas partisipasi diskusi
kelas (case method) dan/atau presentasi akhir pembelajaran kelompok berbasis projek (team-based project).

(Sumber: KepmenDikbud No.3/M/2021: IKU)


Matakuliah Capstone
Design adalah tahapan Create,
EVALUATION Evaluate PjBL
(Engineering Design)
Attitude & Skill
CBL

General
Matakuliah di bagian
Studies tengah bersifat Apply,
Analyze
REINFORCEMENT Attitude & Skill
(Engineering Sciences)
Matakuliah di tingkat awal bersifat Remember,
INTRODUCTORY Understand
Attitude & Skill
(Mathematics and Basic Sciences)
Contoh Cased & Project Based Learning
▪ Berbagi pengetahuan &
pengalaman belajar;
▪ Berfikir kritis, kreatif &
inovatif;
▪ Membangun pengetahuan
baru secara kolaboratif yg
konstruktif;

▪ Kerja dalam tim kolaboratif;


▪ Inter &/ multi disiplin;
▪ Sensitif thd permasalahan nyata; ▪ Penguasaan pengetahuan & ketrampilan;
▪ Interaksi social; ▪ Internalisasi sikap & budaya kerja professional;
▪ Membangun rasa empati; ▪ Menghasilkan karya inovatif yg berguna;
▪ Self-motivation, Self-efficacy, dan Self-regulated;
Proyek Penelitian Stasiun Cuaca Terapung (buoyweather) Tipe II - ITS

▪ MK – AI(S2)
▪ MK – JST(S1)
▪ MK – Sistem
Fuzzy Logic(S1)

Penelitian
TA Mhs
Link Video:
https://youtu.be/sF466xMXHWY
https://youtu.be/Etf4YfGg_wc
Sub-CPMK-6: Mampu merancang aplikasi sistem logika fuzzy dengan beberapa studi kasus bidang TF atau
bidang multidisiplin [C6,A3,P3]
Tugas 5: Menggali permasalahan dan merancang aplikasi system logika fuzzy, dan membuat perencanaan &
jadwal, serta mempresentasikan dalam kelompok kolaboratif.

Mingg Pembelajaran Sinkron (Zoom) dg Dosen Pembelajaran Asinkron (LMS)


11 Kuliah & diskusi: Dosen mempersiapkan Mhs menggali ide & permasalahan melalui web,
panduan/rencana dan menjelaskan Tugas-PjBL artikel-ScinceDirect, membuat perencanaan & jadwal,
perancangan aplikasi system logika fuzzy; dll.;
12 Responsi & Tutorial: Berdiskusi, melakukan pendalaman literasi rujukan,
Progres ide, judul, jadwal, dan rumusan masalah; pematangan rumusan masalah, dan jadwal kegiatan;
13 Responsi & Tutorial: Berdiskusi, menyempurnakan rancangan system dan
Progres rancangan sistem beserta permasalahan yg pengumpulan data informasi yg diperlukan, membuat
menyertainya; pemrograman & simulasi, atau prototipe;
14 Responsi & Tutorial: Berdiskusi, penyempurnaan simulasi sistem aplikasi
Progres konsultasi & diskusi permasalahan simulasi logika fuzzy atau prototipe dari hasil konsultasi.
sistem aplikasi logika fuzzy atau prototipe;
15 Responsi & Tutorial: Finalisasi hasil rancangan alikasi sistem logika fuzzy
Progres & konsultasi tahap akhir hasil perancangan dan dikumpulkan melalui web MyITS-Classroom
16 Presentasi hasil PjBL oleh Mhs. Pengumuman hasil penilaian & evaluasi
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing.
New York: Longman.
Branch , R. M. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer.
Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2014). The Systematic Design of Instruction (8 ed.). New York:
Pearson.
Gagne, R. M., Briggs, L. J., & Wager, W. W. (1992). Principles of Instructional Design (4 ed.). New
York: Harcourt Brace College Publishers.
IABEE (2018). International Common Criteria and Criteria Guide of the Indonesian Accreditation
Board for Engineering Education (IABEE).
Lermer,J., Mergendoller, J, Boss,S. (2015). Setting The Standard for Project Based Learning. ASCD
Alexandria, VA USA.
Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2009). Models of Teaching (8 ed.). New Jersey: Pearson
Education,Inc.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020,
Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
Buku Panduan Penyusunan KPT di Era Industri 4.0 untuk Mendukung Merdeka Belajar Kampus
Merdeka, Ditjen Belmawa, Dikti-Kemendikbud, 2020.
Spady, W. G. (1994). Outcome-Based Education: Critical Issues and Answers. Arlington USA: The
American Association of School Adininistrators.
Syamsul Arifin
HP: 081-2354-2233
syamp3ai@gmail.com
CV Singkat
❖ S1(Ir.) - Physic Engineering, ITS;
❖ S2(M.T.) - Nuclear Engineering, option Instrumentation & Control, ITB;
❖ S3(Dr.) - Educational Technology, UM;
❖ Dosen Tetap S1, S2, S3 di Departemen Teknik Fisika FTI&RS-ITS 1989 – Sekarang;
❖ Member of Association for Educational Communications and Technology, Number: 39922
❖ Tim Ahli Kurikulum (Akademik, Vokasi, Profesi, dan LPTK) Direktorat Pembelajaran -
KEMENRITEKDIKTI: 2008-Sekarang (KEMENDIKBUDRISTEK);
❖ Tim Penyusun Buku Panduan Kurikulum Pendidikan Tinggi 4.0, Ditjen Dikti, 2019, 2020;
❖ Tim Penyusun Buku Panduan SCL Pendidikan Tinggi, thn 2016, 2021;
❖ Tim Penyusun Buku Panduan Magang Pendidikan Tinggi Vokasi (2020)& Akademik(2021),
KEMENDIKBUDRISTEK;
❖ Tim Ahli BSNP: Penyusun Standar PJJ Dikti, KEMENDIKBUD, Tahun 2014;
❖ Tim Ahli BSNP: Penyusun Standar PJJ Dikdasmen, KEMENDIKBUD, Tahun 2020;
❖ Tim Ahli PUSDIKLAT Jangfu Dosen KEMENRISTEKDIKTI, 2017-2018;
❖ Tim Pengembang Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka & Terpadu (PDITT): 2013-2016;
Syamsul Arifin ❖ Menjadi Narsum & Fasilitator workshop KPT & Pembelajaran di 516 PT, thn 2019-2021;
❖ Kaprodi Diploma III Instrumentasi TF-FTI-ITS, 2000-2004
HP : 081-2354-2233
syamp3ai@gmail.com
❖ Ketua P3AI-ITS : Sejak 2008-Feb 2016;
syamsul@ep.its.ac.id
❖ Tim KURIKULUM-ITS tahun 2007-sekarang;
❖ Fasilitator PEKERTI-AA sejak thn 2004-Sekarang;
http://bit.ly/YouTubeSyam
❖ Fasilitator Workshop Penulisan Bahan Ajar Pendidikan Tinggi, 2004-sekarang;
❖ Penulis buku: “Sukses Menulis Buku Ajar & Referensi, Grasindo-Gramedia, 2009”;
❖ Peneliti dalam bidang Kecerdasan Buatan & Teknologi Pendidikan, e/m-Learning;
Syamsul Arifin
❖ Kepala Laboratorium Embedded and Cyber Physical System, DTF - ITS
@syam212 Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai