0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
685 tayangan37 halaman

Nilai Eigen Dan Vektor Eigen

Matriks A adalah matriks n x n. Nilai eigen (λ) dari A adalah skalar yang memenuhi persamaan Ax = λx. Vektor eigen adalah vektor x yang tidak nol dan memenuhi Ax = λx. Ruang eigen terdiri dari semua vektor eigen untuk suatu nilai eigen.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
685 tayangan37 halaman

Nilai Eigen Dan Vektor Eigen

Matriks A adalah matriks n x n. Nilai eigen (λ) dari A adalah skalar yang memenuhi persamaan Ax = λx. Vektor eigen adalah vektor x yang tidak nol dan memenuhi Ax = λx. Ruang eigen terdiri dari semua vektor eigen untuk suatu nilai eigen.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Assalamu’alaikum Warahmatullahi

Wabarakaatuh
NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN
Oleh: Agtya Jacklione Sabrina (A410190076/2B)

Mata Kuliah : Aljabar Linear


Dosen Pengampu : Naufal Ishartono, S.Pd., M.Pd

FKIP Pendidikan Matematika


Universitas Muhammadiyah Surakarta
Juni 2020
Nilai Eigen dan Vektor Eigen

Jika 𝐴 adalah sebuah matriks 𝑛 × 𝑛, maka sebuah vektor tak nol 𝒙 pada R𝑛 disebut vektor
eigen (vektor karakteristik) dari 𝐴 jika 𝐴𝒙 adalah sebuah kelipatan skalar dari 𝒙; jelasnya:
𝐴𝒙 = 𝜆𝒙
Untuk skalar sebarang 𝜆. Skalar 𝜆 ini disebut nilai eigen (nilai karakteristik) dari 𝐴, dan
disebut sebagai vektor eigen (vektor karakteristik) dari 𝐴 yang terkait dengan 𝜆.
Contoh :
2 0 1
Matriks A = , maka vektor x = adalah vektor eigen dari matriks A, sebab Ax
6 −1 2
adalah kelipatan dari x yaitu,
2 0 1 2 1
Ax = = =2 = 2x
6 −1 2 4 2
Dalam hal ini λ = 2 adalah nilai eigen dari matriks A.
Persamaan Karakteristik
Untuk memperoleh nilai eigen dari sebuah matriks 𝐴 berukuran 𝑛 ×𝑛, persamaan 𝐴𝒙 = 𝜆𝒙 dapat
dituliskan kembali menjadi
𝐴𝒙 = 𝜆𝐼𝒙
𝐴𝒙−𝜆𝐼𝒙 = 𝟎
(𝐴−𝜆𝐼) 𝒙 = 𝟎

• Agar 𝜆 dapat menjadi nilai eigen, harus terdapat satu solusi tak nol dari persamaan ini. Persamaan
ini memiliki solusi taknol jika dan hanya jika det 𝐴−𝜆𝐼 = 0
Persamaan di atas disebut sebagai persamaan karakteristik dari matriks 𝐴. Skalar-skalar yang
memenuhi persamaan ini adalah nilai-nilai eigen dari matriks 𝐴. Persamaan karakteristik di atas
juga bisa dituliskan: det (𝜆𝐼 −𝐴) = 0
Apabila diperluas lagi, det(𝐴−𝜆𝐼) ≡ f(𝜆) atau det(𝜆𝐼 −𝐴) ≡ f(𝜆) adalah sebuah polinomial 𝑝 dalam
variabel 𝜆 yang disebut sebagai polinomial karakteristik dari matriks 𝐴.
• Dari pemahaman definisi di atas, jelas bahwa A adalah matriks n x n, maka persamaan karakteristik
dari matriks A mempunyai derajat n dengan bentuk
det (𝜆𝐼 – A) = f(𝜆) = a0 + a1x1 + a2x2 + … + an - 1xn - 1 + anxn = 0
Menurut teorema dasar aljabar kita dapatkan bahwa persamaan karakteristik tersebut mempunyai
paling banyak n penyelesaian yang berbeda (Ingat metode Horner dan persamaan pangkat tinggi).
Jadi, suatu matriks yang berukuran n x n paling banyak mempunyai n-nilai eigen yang berbeda.
Contoh 1 : Menentukan Persamaan Karakteristik dan Nilai Eigen
4 0 1
Diketahui matriks A = −2 1 0
−2 0 1
Carilah : a. Persamaan karakteristik dari matriks A
b. Nilai-nilai eigen dari matriks A
Penyelesaian :

𝜆−4 0 1
Det (𝜆𝐼 – A) = det 2 𝜆−1 0 =0
2 0 𝜆−1
4−𝜆 0 1
Atau Det (A- 𝜆𝐼) = det −2 1−𝜆 0 =0
−2 0 1−𝜆
1−𝜆 0 −2 1−𝜆
(4-𝜆) +1 =0
0 1−𝜆 −2 0
(4– 𝜆) (1 – 𝜆)2 + 2(1 – 𝜆) = 0
(4– 𝜆) (1 – 2 𝜆 + 𝜆 2) (2 – 2 𝜆) = 0
𝜆 3 - 6 𝜆2 + 11𝜆 - 6 = 0 Persamaan karakteristik dari matriks A
Untuk mencari nilai-nilai eigen dari matriks A melalui persamaan karakteristik matriks A yaitu
𝜆 3 - 6 𝜆2 + 11𝜆 - 6 = 0 dapat menggunakan cara horner yaitu sebagai berikut :
1 6 11 -6
𝜆= 1 -5 6
1 -5 6 0
(𝜆 -1)(𝜆2 - 5𝜆 + 6) = 0
(𝜆 - 1)(𝜆 - 2)(𝜆 – 3) = 0
𝜆1 = 1, 𝜆2 = 2, 𝜆3 = 3 adalah nilai-nilai eigen dari matriks A.
Ruang Eigen

Setelah kita memahami bagaimana mencari nilai-nilai eigen hubungannya dengan


persamaan karakteristik, maka sekarang akan beralih ke masalah untuk mencari vektor eigen.
Menurut definisi terdahulu bahwa vektor eigen dari matriks A yang bersesuaian dengan nilai
eigen 𝜆 adalah vektor x yang tidak nol dan haruslah memenuhi Ax = 𝜆x. Dengan kata lain,
secara ekuivalen tentunya vektor eigen yang bersesuaian dengan nilai eigen 𝜆 adalah vektor
yang tak nol dalam ruang penyelesaian (𝜆I – A) x = 0. Ruang penyelesaian ini kit anamakan
sebagau ruang eigen (eigen space) dari matriks A yang bersesuaian dengan nilai eigen λ.
Apakah ruang eigen ini membentuk basis?
Ruang penyelesaian dari sistem persamaan linear (𝜆 I – A) x = 0 atau (A - 𝜆I) x = 0 dinamakan
ruang eigen dari matriks A yang berukuran n x n.
Contoh 2 : Menentukan Basis untuk Ruang Eigen

4 0 1
Diketahui matriks A = −2 1 0 . Carilah basis untuk ruang eigen dari matriks A.
−2 0 1
Telah diselesaikan dalam Contoh 1, bahwa dari persamaan karakteristik
det (A - λ I) = λ3 - 6 λ2 + 11 λ1 - 6 = 0
didapat tiga buah nilai eigen matriks A, yaitu λ1 = 1, λ2 = 2, dan λ3 = 3.
𝑥1
Sehingga didapatkan tiga buah ruang eigen dari matriks A. Menurut definisi, x = 𝑥2
𝑥3
adalah vektor eigen dari matriks A yang bersesuaian dengan λ jika dan hanya jika x adalah suatu
penyelesaian non trivial dari sistem persamaan linear homogen:
(λI - A) x = 0 atau (A - λI) x = 0

4−𝜆 0 1 𝑥1 0
−2 1−𝜆 0 𝑥2 = 0 ........................(1)
−2 0 1−𝜆 𝑥3 0
3 0 1 𝑥1 0
Untuk λ1 = 1, maka pers (1) menjadi −2 0 0 𝑥2 = 0 3𝑥1 +𝑥3 = 0
−2 0 0 𝑥3 0
−2𝑥1 = 0
−2𝑥1 = 0
Didapat 𝑥1 = 0
𝑥2 = t ∈ 𝑅
𝑥3 = 0

Vektor-vektor eigen A yang bersesuaian dengan λ1 = 1 adalah vektor tak nol yang berbentuk

0 0
X= 𝑡 =t 1 .
0 0
0
Jadi vektor 1 merupakan basis untuk ruang eigen dari matriks A yang bersesuaian dengan
0
λ1 =1.
2 0 1 𝑥1 0
Untuk λ2 = 2, maka pers (1) menjadi −2 −1 0 𝑥2 = 0 2𝑥1 +𝑥3 = 0
−2 0 −1 𝑥3 0
−2𝑥1 - 𝑥2 = 0
−2𝑥1 - 𝑥3 = 0

2 0 1 ⋮ 0 (𝑏2 + 𝑏1 )
−2 −1 1 ⋮ 0
−2 0 −1 ⋮ 0 (𝑏3 + 𝑏1 )

2 0 1 ⋮ 0
0 −1 1 ⋮ 0 2𝑥1 + 𝑥3 = 0
0 0 0 ⋮ 0
−𝑥2 + 𝑥3 = 0
1
Didapat 𝑥1 = − 2 𝑥3 , 𝑥2 = 𝑥3 , misal 𝑥3 = t ∈ 𝑅
Vektor-vektor eigen A yang bersesuaian dengan λ2 = 2 adalah vektor tak nol yang berbentuk
1 1 1
− 𝑡 − −
2 2 2
X= 𝑡 = t 1 . Jadi vektor 1 merupakan basis untuk ruang eigen dari matriks A yang bersesuaian
𝑡 1 1

dengan λ 2 = 2.
1 0 1 𝑥1 0
Untuk λ3 = 3, maka pers (1) menjadi −2 −2 0 𝑥2 = 0 𝑥1 +𝑥3 = 0
−2 0 −2 𝑥3 0
−2𝑥1 - 2𝑥2 = 0
−2𝑥1 - 2𝑥3 = 0
Didapatkan 𝑥1 = -𝑥3
𝑥2 = 𝑥3
misal 𝑥3 = t ∈ 𝑅
−𝑡 −1
Vektor eigen untuk λ3 = 3 adalah x = 𝑡 = t 1 .
𝑡 1
−1
Jadi vektor 1 adalah basis untuk ruang eigen matriks A yang bersesuaian dengan λ3 = 3.
1
1
0 − −1
2
Jadi vektor basis untuk ruang eigen matriks A adalah 1 , 1 , dan 1 yang bersesuaian
0 1 1
berurutan dengan nilai eigen λ1 = 1, λ2 = 2, λ3 = 3.
Nilai Eigen, Vektor Eigen, dan Transformasi Linear

Definisi : Skalar k dinamakan nilai eigen dari transformasi linear T : V → V jika ada vektor x yang
tidak nol dalam V sehingga Tx = λx. Vektor x dinamakan vektor eigen T yang bersesuaian dengan
λ. Secaa ekuivalen, maka vektor eigen T yang bersesuaian dengan nilai eigen λ adalah vektor tak
nol dalam ruang eigen T.
Dari definisi ini dapat diperlihatkan, bahwa jika V adalah ruang vektor yang berdimensi berhingga
dan λ adalah nilai eigen dari matriks T untuk transformasi linear T : V → V terhadap sebarang
basis B, maka
T(x) = λ(x)
[T(x)]B = [λ(x)]B
A[x]B = λ[x]B

Hal ini berarti:


1. Nilai eigen λ dari T adalah nilai eigen matriks A
2. Vektor x adalah vektor eigen T yang bersesuaian dengan λ jika dan hanya jika matriks
koordinat-koordinatnya [x]B adalah vektor eigen A yang bersesuaian dengan λ.
Contoh 3 :
Misalkan T : 𝑃2 → 𝑃2 yang didefinisikan (dirumuskan) oleh
T (𝑎0 + 𝑎1 x + 𝑎2 𝑥 2 ) = (4𝑎0 + 𝑎2 ) + (−2𝑎0 +𝑎1 )x + (−2𝑎0 + 𝑎2 )𝑥 2 .
Carilah : a. Nilai-nilai eigen T
b. basis-basis untuk ruang eigen T
Penyelesaian :
Basis standar (basis baku) untuk 𝑃2 adalah B = {1, x, 𝑥 2 },
T(1) = 4 – 2x - 2𝑥 2 = 4 – 2x - 2𝑥 2
T(x) = 0 + x + 0𝑥 2 = x
T(𝑥 2 ) = 1 + 0x + 1𝑥 2 = 1 + 𝑥 2

4 0 1
[T(1)]B = −2 , [T(x)]B = 1 , [T(𝑥 )]B = 0
2

−2 0 1
4 0 1
Jadi matriks T terhadap basis B {1, x, 𝑥 } adalah A = −2 1
2
0 .
−2 0 1
Nilai eigen dari T adalah nilai eigen dari matriks A, yaitu λ1 = 1, λ2 = 2, dan λ3 = 3 (Contoh 1).
Juga telah didapatkan dari Contoh 2, bahwa ruang eigen A yang bersesuaian
0
dengan λ1 = 1 mempunyai basis {𝑢1 } = 1 ,
0
1
−2
ruang eigen yang bersesuaian dengan λ2 = 2 mempunyai basis {𝑢2 } = 1 ,
1
−1
dan ruang eigen yang bersesuaian dengan λ3 = 3 mempunyai basis {𝑢3 } = 1
1
Matriks-matriks ini adalah matriks-matriks koordinat terhadap basis standar B yang berbentuk
1
𝑝1 = x, 𝑝2 = − + x + 𝑥 2 dan 𝑝3 = -1 + x + 𝑥 2
2
Jadi, basis-basis untuk ruang eigen T yang bersesuaian dengan nilai eigen atau λ adalah
λ1 = 1 adalah {x}
1
λ2 = 2 adalah {− + x + 𝑥 2 }
2
λ3 = 3 adalah {-1 + x + 𝑥 2 }
Contoh 4 :

0 −1 −3
Tentukan nilai eigen dan vektor eigen untuk matriks A = 2 3 3 !
−2 1 1
Penyelesaian :
Nilai Eigen :
𝐴 − λ𝐼 = 0

0 −1 −3 λ 0 0 −λ −1 −3
2 3 3 − 0 λ 0 =0 → 2 3−λ 3 =0
−2 1 1 0 0 λ −2 1 1−λ
-λ((3- λ)(1- λ)-3.1) + 1(2(1- λ)-(3(-2))) + (-3)(2.1-(3- λ)(-2)) = 0
-λ((3- λ)(1- λ)-3) + (2(1- λ)-(-6)) + (-3)(2-(-6+2 λ)) = 0
-λ(λ2 -4 λ+3-3) + (2- 2λ +6) + (-3)(2+6-2 λ) = 0
-λ(λ2 -4 λ) + (-2λ + 8) + (-6-18+6λ) = 0
-λ(λ2 -4 λ) + (-2λ + 8) + (-24+6λ) = 0
-λ3 + 4λ2 - 2λ + 8 – 24 + 6λ = 0
-λ3 + 4λ2 + 4λ - 16 = 0
Menggunakan Metode Horner
-1 4 4 -16
-2 2 -12 16
-1 6 -8 0

(λ + 2)(2λ2 - 12λ + 16) = 0


(λ + 2)(2λ – 4)(λ − 4) = 0 didapatkan λ = -2, λ = 2, dan λ = 4

Vektor Eigen :

−λ −1 −3 𝑥1
Untuk λ = -2 maka 2 3−λ 3 𝑥2 = 0
−2 1 1 − λ 𝑥3

−(−2) −1 −3 𝑥1 2 −1 −3 𝑥1
2 3 − (−2) 3 𝑥2 = 0 → 2 5 3 𝑥2 = 0
−2 1 1 − (−2) 𝑥3 −2 1 3 𝑥3
2𝑥1 − 𝑥2 − 3𝑥3 = 0
2𝑥1 + 5𝑥2 + 3𝑥3 = 0
-2𝑥1 + 𝑥2 + 3𝑥3 = 0
Diperoleh 𝑥1 = 1, 𝑥2 = -1, dan 𝑥3 = 1

1
Maka untuk λ = -2 diperoleh vektor eigen: x = −1 .
1
−1
Untuk λ = 2 dengan cara yang sama diperoeh vektor eigen: x = −1 .
1
−1
Untuk λ = 4 dengan cara yang sama diperoeh vektor eigen: x = 1 .
1
Teorema 1
Jika 𝐴 adalah sebuah matriks segitiga (atas/bawah) atau matriks diagonal,
maka nilai-nilai eigen dari 𝐴 adalah entri-entri yang terletak pada diagonal utama
matriks 𝐴.

Contoh 5 :

3 7
−2 −9 10
4
2
Tentukan nilai-nilai eigen dari matriks B = 0 3
29 2
0 0 −1 3
0 0 0 −6
Berdasarkan Teorema 1, maka nilai-nilai eigen dari matriks B adalah
3
𝜆1 = 4 , 𝜆2 = 23, 𝜆3 = -1, 𝜆4 = -6
Teorema 2
Jika A adalah suatu matriks n x n dan λ adalah suatu bilangan real, maka pernyataan-
pernyataan berikut ini adalah ekuivalen.
a) λ adalah nilai-nilai eigen dari matriks A.
b) Sistem persamaan (λI – A)x = 0 mempunyai penyelesaian tak trivial (non trivial).
c) Ada vektor x yang tidak nol dalam Rn sedemikian sehingga Ax = λx.
d) λ adalah suatu penyelesaian real dari persamaan karakteristik det (λI – A) = 0

Bukti :
a, b, c dan d ekuivalen satu sama lainnya dengan membuktikan urutan implikasi a→ 𝑏 → 𝑐 →
𝑑 → 𝑎.
a→ 𝑏. Karena λ adalah nilai-nilai eigen dari matriks A, maka menurut definisi nilai eigen
berlaku :
Ax = λx dengan x tak nol.
λIx - Ax = 0
(λI - A)x = 0
karena x tak nol maka sistem persamaan linear homogen (λI – A)x = 0 harus
mempunyai penyelesaian non-trivial.
b→ 𝑐. Karena (λI – A)x = 0 maka
Ax = λIx
Ax = λx
c→ 𝑑. Karena Ax = λx
Ax = λIx
(λI – A)x = 0
karena ada x tidak nol, maka sistem persamaan linear homogen (λI – A)x = 0
haruslah det (λI – A) = 0 dengan λ adalah suatu penyelesaian realnya.
d→ 𝑎. Karena λ adalah penyelesaian real dari persamaan det (λI – A) = 0 , maka λ adalah
penyelesaian dari persamaan karakteristik det (λI – A) = 0 atau dengan kata lain λ
adalah nilai eigen dari matriks A.
Teorema 3
Jika 𝑘 adalah bilangan bulat positif, 𝜆 adalah nilai eigen dari suatu matriks 𝐴, dan 𝒙
adalah vektor eigen yang terkait dengan 𝜆, maka 𝜆𝑘 adalah nilai eigen dari 𝐴𝑘 dan 𝒙
adalah vektor eigen yang terkait dengannya.

Contoh 6 :
0 0 −2
Matriks A = 1 2 1
1 0 3
Persamaan karakteristik dari matriks 𝐴 adalah:
− λ3 +5 λ2 −8𝜆 +4 = 0 Atau λ3 −5 λ2 + 8𝜆 −4 = 0
2
Dengan menggunakan pemfaktoran, didapatlah: (𝜆−1) (𝜆−2) = 0
Sehingga nilai-nilai eigen dari 𝐴 adalah: 𝜆 = 1 dan λ2 = 2
Berdasarkan Teorema 3, apabila diinginkan nilai eigen dari matriks 𝐴7 adalah
𝜆 = 17 = 1 dan λ2 = 27 = 128.
Maka, berdasarkan Teorema 3, vektor-vektor eigen dari matriks 𝐴 yang terkait dengan λ2 = 2 akan
sama dengan vektor-vektor eigen dari matriks 𝐴7 yang terkait dengan λ2 = 27 = 128. Begitu pula untuk
vektor-vektor eigen dari matriks 𝐴 yang terkait dengan 𝜆 = 1 akan sama dengan vektor-vektor eigen
dari matriks 𝐴7 yang terkait dengan 𝜆 = 17 = 1.
Diagonalisasi

• Jika A matriks bujur sangkar berukuran n x n (A matriks simetris), dan terdapat matriks
diagonal D sedemikian hingga D = P–1AP sehingga dikatakan matriks A dapat
didiagonalisasi.
• P merupakan matriks n x n yang kolom – kolomnya merupakan vektor – vektor kolom dari
basis ruang eigen A.
• P disebut matriks yang mendiagonalisasi A , sedangkan D merupakan matriks diagonal yang
elemen diagonalnya merupakan semua nilai eigen dari A.
• Tidak semua matriks bujur sangkar dapat didiagonalisasi tergantung dari jumlah basis ruang
eigen yang dimiliki.
• Jika matriks bujur sangkar berukuran n dan basis ruang eigen yang bebas linear berjumlah n
juga, maka matriks tersebut dapat didiagonalisai , jika jumlahnya kurang dari n maka tidak
dapat didiagonalisasi. Pada saat matriks memiliki nilai eigen sejumlah n , maka basis ruang
eigennya juga akan berjumlah n , sedangkan pada saat jumlah nilai eigennya kurang dari n ,
masih ada dua kemungkinan yaitu jumlah nilai eigennya sama dengan n atau jumlah nilai
eigennya kurang dari n. Jadi pada saat jumlah nilai eigen sama dengan n maka matriks
dapat didiagonalisasi, sedangkan pada saat jumlah nilai eigen kurang dari n belum bisa
ditentukan apakah matriks bisa didiagonalisasi atau tidak.
Secara umum untuk menentukan matriks pendiagonal P dan matriks diagonal D adalah sebagai
berikut :
Misal A matriks bujur sangkar n x n memiliki n buah basis ruang eigen yang bebas linear
𝑥1 , 𝑥2 , …, 𝑥𝑛 yang bersesuaian dengan nilai eigen λ1 , λ2 , λ3 , ..., λ𝑛 , (λ𝑖 tidak harus berbeda
dengan λ𝑗 ), 𝑥1 maka matriks pendigonal P bisa diambil sebagai P = [𝑥1 , 𝑥2 , …, 𝑥𝑛 ] yaitu hasil
vektor basis ruang eigen. Rumus Matriks diagonal D = P–1AP.

λ1 0 0 0
0 λ2 0 0
D= → elemen matriks D adalah nilai eigen matriks A.
։ ։ ։ ։
0 0 0 λ𝑛

Langkah-langkah menentukan matriks P dan D adalah sebagai berikut :


1) Hitung persamaan karakteristik A sehingga menghasilkan λ (nilai eigen).
2) Carilah vektor basis ruang eigen bebas linear A sesuai nilai eigen.
3) Bentuklah matriks pendiagonal P = [𝑥1 , 𝑥2 , …, 𝑥𝑛 ] dan hitunglah P–1 (Invers P).
4) Hitung matriks diagonal D dengan rumus D = P–1AP yang memiliki elemen matriks nilai eigen matriks A.
Contoh 7 :
4 0 1
Diketahui matriks A = −2 1 0 , tentukan matriks yang mendiagonalisasi A dan matriks
−2 0 1
diagonalnya!
Penyelesaian:
Dari jawaban pada contoh 1 dan 2 didapatkan nilai eigen 𝜆1 = 1, 𝜆2 = 2, 𝜆3 = 3 dengan basis
1
0 − −1
2
ruang eigen yang bersesuaian berturut-turut adalah 1 , 1 , 1 .
0 1 1
Kolom – kolom pada matriks P juga dapat dirubah– ubah urutannya sehingga kalau dihitung ada
sebanyak 6 matriks yang memenuhi jawaban, selanjutnya matriks D akan mengikuti urutan dari
matriks P.
1
0 −2 −1 0 1 −1
−1
Jadi matriks pendiagonal P = 1 1 1 →𝑃 = 2 0 2
0 1 1 −2 0 −1
1 0 0
Dan matriks diagonalnya adalah D = P–1AP = 0 2 0 .
0 0 3
Matriks diagonal mengandung elemen nilai eigen matriks A.
Contoh 8 :

2 −2 −2
Diketahui A = 1 5 2 . Tentukan matriks yang mendiagonalisasi A beserta matriks
1 2 5
diagonalnya!
Penyelesaian :
Menentukan nilai eigen A dan vektor eigennya.

−λ + 2 −2 −2
Persamaan karakteristik A diperoleh dari : det (A − λI) = 0 → 1 −λ + 5 2
1 2 −λ + 5
= (-λ+2)(λ2 -10λ+21) + (-1)(2λ −6) + (1)(-2λ+6)
= (−λ3 + 12λ2 −41λ+42) + (-2λ + 6) + (-2λ + 6)
= −λ3 + 12λ2 −45λ+54
Diperoleh λ1 = λ2 = 3 dan λ3 = 6.
−1 −2 −2 𝑥1
Untuk λ1 = λ2 = 3 substitusi ke persamaan (A − λ 𝐼) 𝑥= 0 → 1 2 2 𝑥2 =0
1 2 2 𝑥3
−1 −2 −2 1 2 2 𝑥1
1 2 2 ~ 0 0 0 𝑥2 =0
1 2 2 0 0 0 𝑥3
𝑥1 +2𝑥2 +2𝑥3 = 0
𝑥1 = -2𝑥2 −2𝑥3
𝑥2 = 𝑥 2
𝑥3 = 𝑥3
𝑥1 −2s − 2𝑡 −2 −2
misal 𝑥2 = s dan 𝑥3 = t → Ruang eigen : 𝑥 = 𝑥2 = 𝑠 =s 1 +t 0
𝑥3 𝑡 0 1

−2 −2
Jadi untuk λ1 = λ2 = 3 terdapat dua vektor basis ruang eigen yaitu 1 dan 0 .
0 1
−4 −2 −2 𝑥1
Untuk λ3 = 6 substitusi ke persamaan (A − λ 𝐼) 𝑥= 0 → 1 −2 2 𝑥2 =0
1 2 −2 𝑥3
−4 −2 −2 1 0 1 𝑥1
1 −2 2 ~ 0 1 −1 𝑥2 =0
1 2 −2 0 0 0 𝑥3
𝑥1 +𝑥3 = 0
𝑥2 − 𝑥3 = 0
→ 𝑥1 = −𝑥3
→ 𝑥2 = 𝑥3
→ 𝑥3 = 𝑥3
𝑥1 −1
misal 𝑥3 = t → Ruang eigen : 𝑥 = 𝑥2 = t 1
𝑥3 1

−1
Jadi untuk λ3 = 6 terdapat satu vektor basis ruang eigen yaitu 1 .
1
−2 −2 −1
Jadi untuk λ1 = λ2 = 3 dan λ3 = 6 ada tiga vektor basis yaitu 1 , 0 , dan 1 .
0 1 1
−2 −2 −1
Vektor basis eigen 𝑥1 = 1 , 𝑥2 = 0 , 𝑥3 = 1 .
0 1 1
1 1 2
−3 −3
−2 −2 −1 3
1 2 1
Menentukan P = [ 𝑝1 , 𝑝2 , 𝑝3 ] = 1 0 1 → 𝑃 −1 = − 3 −3 3
0 1 1 1 2 2
3 3 3
1 1 2
−3 −3
3 2 −2 −2 −2 −2 −1
1 2 1
D = P–1AP = − 3 −3 3
. 1 5 2 . 1 0 1
1 2 2 1 2 5 0 1 1
3 3 3

3 00 λ1 0 0 0
= 0 0 → 0 λ2 0 0
3
։ ։ ։ ։
0 60 0 0 0 λ𝑛
Nilai matriks diagonal mengandung elemen nilai eigen yaitu λ1 = λ2 = 3 dan λ3 = 6.
Jadi matriks yang mendiagonalisasi A adalah
1 1 2
−3
−1 −2 −1 3 3
1 2 1
P = [ 𝑝1 , 𝑝2 , 𝑝3 ] = 1 0 1 → 𝑃 −1 = − 3 −3 3
0 1 1 1 2 2
3 3 3
3 0 0
Dan nilai matriks diagonal adalah D = 0 3 0 .
0 0 6
Diagonalisasi Orthogonal

Matriks bujur sangkar P disebut matriks orthogonal bila berlaku 𝑃 𝑡 = 𝑃 −1 . Matriks A dapat
didiagonalisasi secara orthogonal jika terdapat P orthogonal sehingga 𝑃 −1 A P = D dengan D adalah
matriks diagonal.
Berbeda dengan masalah diagonalisasi sebelumnya, kali ini ada sedikit perbedaan tentang
matriks yang bisa didiagonalisasi ataukah tidak , yaitu :
𝑃 −1 A P = D
P D 𝑃 −1 = A
P D 𝑃𝑡 = A ( dari sifat 𝑃 𝑡 = 𝑃 −1 ) …………………………………..(1)
𝑡
(P D 𝑃 𝑡 ) = 𝐴𝑡 (kedua ruas ditransposekan)
P D 𝑃𝑡 = 𝐴𝑡 …………………………………………………………….(2)
Dari persamaan 1 dan 2 didapatkan : agar A bisa didiagonalisasi secara orthogonal maka matriks A
harus memenuhi sifat A = 𝐴𝑡 (A harus matriks simetri).
Jika A adalah matriks n x n, maka pernyataan berikut ekuivalen yakni :
1) A dapat didiagonalisasi secara ortogonal,
2) A matriks simetris,
3) A mempunyai himpunan ortonormal n vektor eigen.

Langkah-langkah menenentukan matriks P dan D adalah sebagai berikut :


1) Carilah n vektor eigen A yang bebas linear 𝑥1 , 𝑥2 , …, 𝑥𝑛 ,
2) Terapkan proses Gram – Schmidt , hasil kali dalam Euclides untuk membentuk basis
orthonormal dari vektor basis pada langkah 1 yang bersesuaian dengan nilai eigen
λ1 , λ2 , λ3 , ..., λ𝑛 dan menghasilkan P = [𝑝1 , 𝑝2 , …, 𝑝𝑛 ] dan ubah ke 𝑃 𝑇 ,
3) Cari matriks D dengan rumus 𝐷 = 𝑃 𝑇 A P dengan P dihaslikan sama dengan
diagonalisasi sebelumnya yaitu hasil vektor basis eigen.
Menentukan matriks P yang mendiagonalisasi secara orthogonal
Cara menentukan matriks P pada diagonalisasi orthogonal ini sebenarnya hampir sama
dengan penentuan P pada diagonalisasi sebelumnya yaitu didasarkan pada basis ruang
eigen yang telah diperoleh sebelumnya. Misalkan 𝑥1 , 𝑥2 , …, 𝑥𝑛 merupakan basis ruang
eigen yang bersesuaian dengan nilai eigen λ1 , λ2 , λ3 , ..., λ𝑛 , kemudian 𝑝1 , 𝑝2 , …, 𝑝𝑛
merupakan himpunan orthonormal hasil transformasi dari vektor basis 𝑥1 , 𝑥2 , …, 𝑥𝑛 dengan
hasil kali dalam Euclides , maka matriks yang mendiagonalisasi secara orthogonal adalah
P = [𝑝1 , 𝑝2 , …, 𝑝𝑛 ]
sedangkan matriks diagonal D sama dengan matriks diagonal D pada bahasan sebelumnya.
𝑃 −1 A P = D sama dengan 𝑃 𝑇 A P = D dengan P dihaslikan sama dengan diagonalisasi
sebelumnya yaitu hasil vektor basis eigen.
Contoh 9 :
1 0 1
Diketahui A = 0 0 0 . Tentukan matriks yang mendiagonalisasi A secara orthogonal
1 0 1
beserta matriks diagonalnya!
Penyelesaian :
Persamaan karakteristik: det (A − λI) 𝑥 = 0
Persamaan karakteristik: det (A − λI) 𝑥= 0

1−λ 0 1
det 0 −λ 0 = (λ − 1)2 λ – λ = λ {(λ − 1) − 1} = 0
1 0 1−λ
Didapatkan λ1 = λ2 = 0 dan λ3 = 2.

1 0 1
Untuk λ1 = 0 substitusi ke persamaan (A − λ 𝐼) 𝑥= 0 → 0 0 0 𝑥=0
1 0 1
1 0 1 1 0 1
0 0 0 ~ 0 0 0
1 0 1 0 0 0
Misal, 𝑥1 = 𝑥3 = s dan 𝑥2 = t

−𝑠 −1 0
Ruang eigen : 𝑥 = 𝑡 = s 0 +t 1
𝑠 1 0

−1 0
Jadi untuk λ1 = 0 terdapat dua vektor basis ruang eigen yaitu 0 dan 1 .
1 0
−1 0 1
Untuk λ3 = 2 substitusi ke persamaan (A − λ 𝐼) = 0 → 0 −2 0 𝑥 = 0
1 0 −1
−1 0 1 1 0 −1
0 −2 0 ~ 0 1 0
1 0 −1 0 0 0
misal., 𝑥1 = 𝑥3 = s

𝑠 1
Ruang eigen : 𝑥 = 0 = 𝑠 0
𝑠 1
1
Jadi untuk λ3 = 2 memiliki satu vektor basis ruang eigen yaitu 0 .
1
0 −1 1
Untuk λ1 = λ2 = 0 dan λ3 = 2 ada tiga vektor basis yaitu 1 , 0 , dan 0 .
0 1 1

0 −1 1
Vektor basis eigen 𝑥1 = 1 , 𝑥2 = 0 , 𝑥3 = 0 .
0 1 1
Menentukan P = [ 𝑝1 , 𝑝2 , 𝑝3 ]
Menghitung 𝑝1
𝑥1 [0, 1,0]
𝑝1 = = = [0, 1, 0]
𝑥1 1
1
→ 𝑥1 = < 0, 1, 0 > = 02 + 12 + 02 = 1
2

Menghitung 𝑝2
𝑣2 [ −1, 0, 1] 1 1
𝑝2 = = = [− , 0, ]
𝑣2 2 2 2

→ 𝑣2 = 𝑥2 - [𝑥2 , 𝑝1 ] 𝑝1
= [ -1, 0, 1] –[([-1, 0, 1],[0, 1, 0])[0, 1, 0]] = [ -1, 0, 1] – [0, 0, 0] = [ -1, 0, 1]
Menghitung 𝑝3
[4 , 0, 34]
3
𝑣3 1 1
𝑝3 = = = [ , 0, ]
𝑣3 9 2 2
4

→ 𝑣3 = 𝑥3 - [𝑥3 , 𝑝1 ] 𝑝1 - [𝑥3 , 𝑝2 ] 𝑝2
→ [𝑥3 , 𝑝1 ] 𝑝1 = [([1, 0, 1],[0, 1, 0])[0, 1, 0]] = [0, 0, 0,]
1 1 1 1 1 1
→ [𝑥3 , 𝑝2 ] 𝑝2 = [([1, 0, 1],[− , 0, ])[− , 0, ]] = [ , 0, ]
2 2 2 2 4 4
1 1 3 3
→ 𝑣3 = 𝑥3 - [𝑥3 , 𝑝2 ] 𝑝2 = [1, 0, 1] - [ , 0, ] = [ , 0, ]
4 4 4 4
0 −2
1 1 0 1 0
2 1 1
P = [ 𝑝1 , 𝑝2 , 𝑝3 ] = 1 0 0 →𝑃 =
𝑇 − 2
0 2
1 1 1 1
0 2 2 2
0 2

0 1 0
1 1 1 0 1 0 −1 1
D= 𝑃 AP =
𝑇 − 2
0 2 . 0 0 0 . 1 0 0
1 1 1 0 1 0 1 1
0
2 2
0 0 0 0 −1 1
= 0 0 0 . 1 0 0
1 0 1 0 1 1
λ1 0 0 0
0 0 0
0 λ2 0 0
= 0 0 0 →
։ ։ ։ ։
0 0 2
0 0 0 λ𝑛
Nilai matriks diagonal mengandung elemen nilai eigen yaitu λ1 = λ 2 = 0 dan λ3 = 2.
Jadi matriks yang mendiagonalisasi A secara orthogonal adalah

0 −2
1 1 0 1 0
2 1 1
P = [ 𝑝1 , 𝑝2 , 𝑝3 ] = 1 0 0 →𝑃 =
𝑇 − 2
0 2
1 1 1 1
0 0
2 2 2 2

0 0 0
Dan nilai matriks diagonal adalah D = 0 0 0
0 0 2
Latihan Soal
3 0
1) Carilah persamaan karakteristik dari matriks A = !
8 −1
2) Carilah nilai-nilai eigen matriks A dari soal nomor satu diatas!
3) Carilah basis-basis untuk ruang eigen dari matriks A pada soal nomor satu diatas!
4) Diketahui T : 𝑃1 → 𝑃1 yang didefinisikan atau dirumuskan oleh :
T(𝑎0 + 𝑎1 x) = (2𝑎0 -𝑎1 )+(−2𝑎0 +3𝑎1 )x. Tentukan nilai-nilai eigen T!
5) Tentukanlah basis untuk ruang eigen T dari soal nomor empat di atas!

Anda mungkin juga menyukai