1.
Penetapan Isu
Penetapan isu adalah keputusan penulis untuk memilih satu isu utama yang kemudian
dijadikan bahan dalam rancangan aktualisasi. Dalam menentukan prioritas isu dilakukan
dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Metode USG
merupakan salah satu metode skoring untuk menyusun prioritas isu yang harus diselesaikan.
Pada tahap ini masing-masing masalah dinilai tingkat risiko dan dampaknya dengan
menggunakan nilai skoring 1-5. Adapun penjabaran USG adalah sebagai berikut :
a. Urgency
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia
serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang
menyebabkan isu tersebut.
b. Seriousness
Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dengan akibat yang timbul dengan
penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang
menimbulkan masalah-masalah lain jika masalah tersebut tidak dipecahkan
c. Growth
Seberapa kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan
masalah penyebab isu akan semakin memburuk jika dibiarkan.
Tabel 2.1 Analisis Isu dengan Metode USG
Nilai Urutan
No Deskripsi Isu U S G
Total prioritas
1 Ketidak mampuan masyarakat membuat 5 5 5 15 I
jamban secara swadaya
2 Kurangnya penyebaran informasi PHBS di 3 4 4 11 II
tingkat masyarakat. tentang akibat buang air
besar sembarangan (BABS).
3 Kurangnya pemahaman lintas sektoral 4 3 3 10 III
terhadap pentingnya jamban sehat bagi
masyarakat di wilayah.
4 Ketergantungan masyarakat terhadap 3 3 3 9 IV
bantuan jamban dari pemerintah
5 Kurangnya kesadaran masyarakat tentang 3 3 3 9 V
pentingnya memiliki jamban sehat.
Untuk itu, dilakukan analisis penyebab isu dengan menggunakan metode fishbone
diagram yang dapat dilihat pada gambar 2.1
Kurangnya
METODE SDM pengetahuan
masyarakat
\ tentang PHBS
Kurangnya penyebaran
informasi PHBS di
tingkat masyarakat
Kurangnya kesadaran
masyarakat tentang
pentingnya memiliki
Kurangnya jamban sehat
koordinasi linsek
Rendahnya cakupan
Kelurahan ODF
(open defecation
free/ Bebas buang
Status Ketersediaan air besar
kepemilikan jamban yang Ketersediaan sembarangan)
tanah yang di masih kurang akses sebesar 99.42% dari
tempati plumbing target 100%
Kondisi lahan (perpipaan)
tanah yang masih air bersih ke
luas jamban
LINGKUNGAN SARANA
Gambar 2.1. Analisis Penyebab Isu Menggunakan Fishbone Diagram
Berdasarkan hasil analisis penyebab isu ditemukan beberapa penyebab terjadinya isu
“belum optimalnya pemanfaatan media sosial dalam penyebaran informasi pelayanan dan
edukasi kesehatan di Puskesmas Pisangan”. Disadari bahwa isu utama yang terpilih bersifat
complicated atau tidak bersifat tunggal, maka diusulkan beberapa alternatif solusi untuk
memecahkan isu yaitu dengan diterapkannya ide/gagasan penyelesaian isu berdasarkan
penyebab masalah yang dapat dilihat pada tabel 2.2.
Tabel 2.2 Alternatif Solusi
No Aspek Penyebab Masalah Alternatif Solusi
1 SDM Kurangnya 1. Pendekatan kepada TOMA
pengetahuan (Tokoh Masyarakat) dan TOGA
masyarakat tentang
PHBS (Tokoh Agama) melalui temu
aparat.
Kurangnya Pemicuan dengan STBM sanitasi
No Aspek Penyebab Masalah Alternatif Solusi
kesadaran total yang dipimpin oleh
masyarakat tentang masyarakat).
pentingnya memiliki
jamban sehat
2. SARANA Ketersediaan akses
plumbing
(perpipaan
Ketersediaan
Pentingnya pengetahuan
jamban yang masih
masyarakat tentang pola hidup
kurang bersih dan sehat (PHBS).
3. LINGKUNGAN Status kepemilikan
tanah yang di
tempati
Kondisi lahan tanah
yang masih luas
4 METODE Kurangnya Monitoring STBM yang berkolaborasi
penyebaran dengan lintas sektor dan lintas
informasi PHBS di instansi dalam menyediakan
tingkat masyarakat pembanguan jamban sehat seperti
bantuan tingkat kelurahan, CSR,
Dinas Sosial, Dinas Tata Kota dan
Permukiman.
Kurangnya Pendekatan kepada TOMA (Tokoh
koordinasi linsek Masyarakat) dan TOGA (Tokoh
Agama) melalui temu aparat di
kegiatan rakorcam dan rakolkel