0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan2 halaman

Surveilans Malaria di Kabupaten Bone

Dokumen ini membahas kerangka acuan surveilans migrasi malaria di Kabupaten Bone. Tujuannya adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria terutama pada kelompok risiko tinggi melalui kegiatan seperti surveilans, pemberantasan sarang nyamuk, dan pelaksanaan mass blood survey. Kegiatan akan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tonra selama setahun dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Bone sebesar Rp6,6 miliar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan2 halaman

Surveilans Malaria di Kabupaten Bone

Dokumen ini membahas kerangka acuan surveilans migrasi malaria di Kabupaten Bone. Tujuannya adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria terutama pada kelompok risiko tinggi melalui kegiatan seperti surveilans, pemberantasan sarang nyamuk, dan pelaksanaan mass blood survey. Kegiatan akan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tonra selama setahun dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Bone sebesar Rp6,6 miliar
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN BONE

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS TONRA
Alamat :Jl.Poros Bone Sinjai Desa Bulu-Bulu Kecamatan Tonra Kab.Bone
Email : pkmtonra@gmail.com

KERANGKA ACUAN
SURVEILANS MIGRASI MALARIA

I. PENDAHULUAN
Malaria masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat
menyebabkan kesakitan dan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi,
anak balita, dan ibu hamil. Selain itu, malaria secara langsung menyebabkan anemia dan
dapat menurunkan produKifitas kerja. Berdasarkan undang-undang nomor 4 tahun 1984
tentang wabah penaykit menular, peraturan pemerintah nomor 40 tahun 1991 tentang
penangulangan wabah penyakit menular, peraturan pemerintah nomor 32 tahun 1996
tentang tenaga kesehatan, keputusan menteri kesehatan nomor 1116 /menkes /SK /VIII I
2003 tentang pedoman penyelenggaraan sistem surveilans epidemiologi kesehatan, yang
merupakan dasar hukum atau mempunyai kewenangan dalam ragka menekan angka
kesakitan dan angka kematian akibat malaria. Sementara itu berdasarkan laporan yang
diterima selama 2010-2012, angka kesakitan malaria di Kabupaten Bone cenderung
menurun yaitu dari 19,3 per 1.000 penduduk pada tahun 2011 menjadi 13,2 per 1.000
peduduk pada tahun 20t2. Walaupun telah terjadi penurunan Annual Parasite Incidence
( API ) secara Kabupaten, per desa dengan kasus malaria tinggi dengan angka API masih
sangat tinggi di bandingkan angka per kecamatan, sedangkan pada desa dengan kasus
malaria yang rendah masih terjadi KLB sebagai akibat adanya kasus impor. Prevalensi
Kabupaten malaria berdasarkan hasil laporan pada tahun 2O12 adalah 13,2 di mana
Kecamatan degan API di atas angka rata-rata.Upaya untuk menekan angka kesakitan dan
kematian di lakukan melalui program pemberantasan malaria yang kegiatannya antara
lain meliputi surueilans yang kesemuanya untuk memutus mata rantai penulara malaria di
Kabupaten Bone.

II. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN


Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka menekan angka kesakitan
kematian yang di akibatkan malaria diantaranya Melakukan kegiatan supervisi ke
Puskesmas, pengawasan pemberantasan sarang nyamuk, monitoring pelaksanaan MBS
dan pelaksanaan MBS.

III. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud di adakannya kegiatan ini adalah untuk memutus mata rantai penulara malaria di
Kabupaten Kepulauan Anambas Tujuan diadakan kegiatan ini untuk menurunkan angka
kesakitan dan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi terutama bayi, anak balita,
dan ibu hamil

IV. INDIKATOR KELUARAN DAN KELUARAN


Adapun Indicator keluaran kegiatan ini menurunnya angka kesakitan akibat malaria di
Kabupaten Bone pada tahun 2030. dan keluaran (output) yang di inginkan dari kegiatan
ini adalah Annual Parasite incidence (API) di Kabupaten Bone dari L3,2 per 1,000
penduduk pada tahun 2012 menjadi 10,0 per 1.000 penduduk pada tahun 2014.

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


Untuk pelaksanaan kegiatan ( Mass Blood Suruey ) MBS puskesmas akan turun
kelapangan dan mengumpulkan warga kemudian akan di lakukan survey darah jari atau
pengambilan sampel darah kemudian di lakukan pemeriksaan di laboratorium,jika di
ketemukan positif akan di lakukan pengobatan sesuai dengan tatalaksana kasus malaria.
Untuk kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk di titik beratkan di wilayah yang endemis
malaria, puskesmas akan melakukan penyemprotan di rumah-rumah warga dan
penyemprotan di lagon-lagon tempat perindukan nyamuk. Sedangkan kegiatan Surveilans
dari dinas kesehatan akan melakukan Supervisi dan pengawasan setiap kegiatan yang
telah di lakukan oleh puskesmas serta konsultasi ke pihak yang berkompeten dalam
menangani malaria.

VI. TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN


Kegiatan ini di laksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tonra yang ada di Kabupaten
Bone dan di luar Kabupaten Bone untuk kegiatan konsultasi.

VII. PELAKSANAAN DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN


Pelaksanaan kegiatan di laksanakan bidang p2p dinkes, pengendalian penduduk dan
keluarga berencana dan Puskesmas yang ada wilayah Kabupaten Bone.

VIII. JADWAL KEGIATAN


Waktu pelaksanaan kegiatan pencegahan penularan penyakit endemic/epidemic akan
dilaksanakan selama 12 (dua belas bulan), jadwal terlampir

No Nama Bulan
Kegiatan
Jan Feb Mar Apr Mei Juni Jul Ags Sep Okt Nov Des
Surveilans
1 Migrasi √ √
Malaria

IX. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA


a. Adapun biaya kegiatan ini di bebankan kepada APBD Kabupaten Bone yang
tercantum di dalam DPA Dinas Kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga
berencana Kabupaten Bone tahun 2019.

b. Total perkiraan biaya yang diperlukan untuk Kegiatan pelayanan pencegahan


penularan penyakit endemi(epidemik malaria Rp, 6.600.000.000,- ( enam juta enam
ratus ribu rupiah) Demikian kerangka acuan kerja ini dibuat untuk menjadi pedoman
pelaksanaan kegiatan tahun 2023.

Anda mungkin juga menyukai