NASKAH TEATER MALIN KUNDANG
AMBALAN ASSIPA FOR SONIX 2022
OPENING MUSIC
Moderator dan Tiga pedagang pasar masuk ke adalam panggung membawa dagangan sambil menari
(music)
Penyanyi : (lagu assalamualaikum)
Assalamualaikum Waalaikumsalam
Assalamu'alaikum Waalaikumsalam
Kami dari pramuka ambalan assipa scout
dating untuk menghibur semuanya…
Assalamualaikum Waalaikumsalam
Assalamualaikum Waalaikumsalam
kami dari pramuka ambalan assipa scout
Dating untuk menghibur semuanya…
Assalamualaikum Waalaikumsalam
(lanjut lagu malin kundang)
Masih aku ingat dahulu
Jaga gengsimu, usir ibumu
Masih aku ingat dirimu
Kau dikutuk ibu, menajadi batu
Malin kundang kau ku kenang slalu
Dan masih kusimpan puisimu
Malin kundang buruk nian nasibmu
Sebab durhaka pada ibumu
Lalala lalala lalala lalala laa lalalalalalala
Lalala lalala lalala lalala laa lalalalalalalaaaLalalaa lalala lalala!
Alkisah, malin kundang yang meninggalkan ibunya setelah sekian lama pergi akhirnya
disuatu desa nan indah dan lestari, terjadilah pertemuan yang tidak diduga.
Penasaran kan ceritanya ? sama saya juga.
Pedagang : cabe cabe cabe….
Ibu malin : (berlari ke dalam panggung)
Pedagang 1 : cabe nya bu, cabenya..
Ibu malin : berapa sekilo ?
Pedagang 1 : untuk ibu, 50 ribu saja
Ibu malin : (terkejut dan sinis) ihhhh, mahal banget cabemu
Pedagang 2 : bu, sini bu, 30 ribu. ada cabe rawit, cabe afrika, cabe-cabean
Ibu malin : (menghampiri pedagang 2)
Pedagang 3 : (berteriak) 15 ribu sekilo….
Moderator : 3 ribu bu, 3 ribu….
Ibu malin : (menghampiri pengemis mengendap-endap)
Pengemis : buat makan bu (memelas)
Ibu malin : (kembali ke pedagang 3)
Pedagang 3 : sini bu sini bu, dipilih cabenya. Manis-manis semuanya
Ibu malin : manis manis, cabe kok manis (sinis)
Pedagang 3 : loh.. bukan cabenya yang manis, ibu yang manis (tersenyum menggoda)
Disisi lain, datang sepasang suami istri yang terlihat berpenampilan nyentrik di area pasar
(Bernyanyi)
Namaku Malin rumah real estate
Mobilku banyak harta berlimpah
Orang memanggilku bos eksekutif
Tokoh papan atas, atas segalanya
(Asyik!)
Wajahku ganteng banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
Bisnisku menjagal, jagal apa saja
Yang penting aku senang, aku menang
Persetan orang susah karena aku
Yang penting asyik
Sekali lagi
(Asyik!)
Istri malin : wah, disini panas banget ya beb, memang suasana kampong kayak begini
naggak cocok sama aku ya.
Malin : iya beb, aku juga nggak cocok banget tinggal disini, mana bias ya orang-
orang hidup disini.
Istri malin : kita harus cepat-cepat pergi dari kampong kumuh ini.
Ibu malin : malin.. malin (berteriak) is it you??
Malin : iya, saya malin, kok kamu bias tau nama saya. Kamu siapa?
Ibu malin : oh em ji. Malin, im yor moomy, masih ingatkah you
Pedagang 2 : (menyelonos) bu bu. Cabenya jadi gak bu
Ibu malin : malin, kemana saja kamu nak, sudah lama kamu gak kasih kabar. Istagram
gak di follback, facebook gak di balas, wa gak diangkat.
Istri malin : beb, beb, ini siapa ya beb. SKSD banget sih
Ibu malin : Hello … im maminya, you siapanya? Tukang cucinya (ketawa nyinyir)
Istri malin : hey bu, gue ini istrinya. Beb, ini beneran ibumu?, gue gak mau yah punya
mertua kayak begini,, iu. Lihat saja alisnya, norak banget ih
Malin : gak mungkin lah sayang aku punya ibu yang modelan minion kayak begitu.
(membentak) hey kau nenek peot, jangan kau ngaku-ngaku ya jadi ibuku.
Ibuku sudah mati… (suata bergemuruh)
(suara bergemuruh)
Pedagang 1 : astaga cabeku terkejut( berusaha menenangkan cabenya)
Ibu malin : buktinya adalah, lihatlah bekas luka bakar yang ada di lengan kirimu. Itu
adalah bekas luka bakar yang terkena alat
Malin : ahhhhh, sudahlah. Pokoknya kau bukan ibuku. (berteriak)
Ibu malin : oke, kalau begitu, ayo kita tes dna
(bunyi gemuruh) pedagang 1 memakai jas (Mario teguh)
Pedagang 1 : tenag-tenang. Keluarga adalah harta yang paling berharga
Ibu malin : betul pak maleo. Pak I mau bertanya.
Maleo : pertanyaan yang super sekali.
Ibu malin : pak, belum… pak, cskjcksahcskjachjs. Anak yang saya besarkan dari besar
sampai kecil, sudah tidak kenal saya lagi pak. So, I harus bagaimana lagi pak
Maleo : pertanyaan yang super sekali. Sekarang anak ibu tidak mengakui anda,
sebagai ibunya, betul?
Ibu malin : betul pak
Maleo : skor sementara 1-0, kalau ibu juga tidak mengakui dia sebagai anak ibu,
skor imbang 1-1
Ibu malin : heran
Pedagang 3 : papa, papa, hasil tes DNA nya sudah keluar papa.
Maleo : maaf anda siapa?
Pedagang 3 : aku siapa, aku dimana, loh kok aneh. Papa siapa.?
Maleo : pertanyaan yang simple, kita ini hanya pedagang cabe
(istrumen)
Cabe-cabean, orang bilang cewek kampungan
Cabe-cabean, sukanya kelayapan
Cabe-cabean, orang bilang cewek kampungan
Cabe-cabean, nongkrong-nongkrong di jalan
Malin : (marah) ahh… pokoknya kau bukan ibuku
Ibu malin : malin, ini I, ibumu, tiap hari I berjaung untuk membesarkan mu
Malin : ah, bukan (mendorong ibunya)
Music romantic
Pedagang 3 : oh berat bu..
Ibu malin : malin, sudah habis kesuburan ibu, mami hitung tiga kali. kalo you tidak akui I
sebagai mami you. I kutuk you menjadi batu
Malin : alah, hari gini masih percaya kutukan .
Semua pedagang : kutuk … kutuk… kutuk…
Ibu malin : malin, 1 kali,,,
Malin : mana-mana mana…
Ibu malin : malin 2 kali…
Malin : (kesakitan) aaaa, aaaaaahhh,,,
Istri malin : kenapa beb?
Malin : kaki ku kamu injak bebbb
Ibu malin : malin, 3 kali.. (bunyi gemuruh) tung tung tung
Malin : apa ini, apa ini… ahhhhh ahhhhh(mematung)
Istri malin : suamiku, suamiku..
Padagang 2 : cabeku membatu….
Pedagang 1 : cabekuu… tidak laku….
Istri malin : suamiku jadi batu
Ibu malin : malin,, malinn.. ibu kan Cuma bercanda… (sambil memeluk anaknya)
Moderator : begitulah legenda si malin kundang yang tidak mengakui ibu nya, yang
berakhir menjadi batu, semoga bisa menjadi pelajaran untuk semua…
Kini engkau menjadi batu
Hatiku pilu mengenang dirimu
Malin kundang kau ku kenang slalu
Dan masih kuismpan puisimu
Malin kundang buruk nian nasibmu
Sebab durhaka pada orang tuamu
Malin kundang kini kau terkenal
Banyak buku beraedar tentangmu
Aku bangga pernah bersamamu
Mungkinkah terkenal jika tak durhaka
Kini kini kini kini
Engkau menjadi batu batu batu batu
Sedang diriku menjadi babu