0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
576 tayangan26 halaman

LAPORAN PROBATION Alfian

Laporan ini memberikan ringkasan tentang masa percobaan selama enam bulan sebagai QC Incoming Outgoing Officer di PT CBA Chemical Industry. Laporan ini menjelaskan tugas dan tanggung jawab pekerjaan, serta proses yang dilalui selama masa percobaan. Laporan ini juga memaparkan gambaran umum perusahaan seperti visi, misi, kebijakan mutu, nilai-nilai, struktur organisasi, dan fasilitas produksi PT CBA Chemical Industry.

Diunggah oleh

Alfian Putrama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
576 tayangan26 halaman

LAPORAN PROBATION Alfian

Laporan ini memberikan ringkasan tentang masa percobaan selama enam bulan sebagai QC Incoming Outgoing Officer di PT CBA Chemical Industry. Laporan ini menjelaskan tugas dan tanggung jawab pekerjaan, serta proses yang dilalui selama masa percobaan. Laporan ini juga memaparkan gambaran umum perusahaan seperti visi, misi, kebijakan mutu, nilai-nilai, struktur organisasi, dan fasilitas produksi PT CBA Chemical Industry.

Diunggah oleh

Alfian Putrama
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PROBATION

QC INCOMING OUTGOING OFFICER

oleh:
Alfian Putra Utama

DEPARTEMEN LABORATORIUM
PT CENTA BRASINDO ABADI CHEMICAL
INDUSTRY SERANG, BANTEN
2023
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
PT CBA Chemical Industry adalah perusahaan yang bergerak pada bidang
agrokimia dan agrobisnis. PT CBA Chemical Industry berkomitmen untuk
memenuhi kebutuhan petani dengan produk lokal yang kompetitif dan berkualitas.
Dengan perkembangannya zaman yang semakin pesat, PT CBA Chemical
Industry tetap berkomitmen untuk mempertahankan nilai awal perusahaan, yaitu
komitmen untuk terus berinovasi dan memenuhi kebutuhan petani dengan produk
pertanian yang berkualitas dan terjangkau.
PT CBA Chemical Industry telah menerapkan ISO 9001:2015 tentang
standar manajemen mutu. Dalam penerapan ISO tersebut, mutu yang mencakup
pengambilan sampel, spesifikasi dan pelolosan produk yang telah dipastikan
bahwa semua pengujian yang relevan telah dilakukan. Sehubungan tagline PT
CBA yaitu quality is prority, maka produk yang dihasilkan harus memiliki
kualitas yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Oleh karena itu,
peranan Quality Control sangat penting dalam Industri Agrokimia. Aktivitas
Quality Control dilakukan di dalam Laboratorium. Laboratorium pestisida
berfokus pada dilakukannya pengujian sampel, pengembangan produk, dan
analisa produk.
Sebagai karyawan probation di PT. CBA Chemical Industry, diwajibkan
untuk mengikuti masa percobaan selama enam bulan. Masa probation
dimaksudkan untuk membekali dan melatih para karyawan dengan pengetahuan
mengenai tugas-tugasnya dan menjadi sarana untuk menerapkan disiplin ilmu
yang dimilikinya. Selain itu, masa probation juga melatih karyawan untuk
beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. Laporan ini bertujuan untuk menjelaskan
mengenai bidang pekerjaan (job description) yang mencakup tugas dan tanggung
jawab serta langkah-langkah yang telah dikerjakan dan dialami oleh penulis
selama bekerja sebagai QC Incoming Outgoing Officer.

[2]
B. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai pada masa Probation di PT. CBA
Chemical Industry adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui peranan dari Officer QC Proses di PT CBA Chemical Industry
2. Mengetahui budaya serta ruang lingkup lingkungan PT CBA Chemical Industry
3. Mampu menjadi tenaga kerja yang berkualitas sesuai kebutuhan perusahaan

C. Waktu dan Tempat Pelaksanan


Training ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli sampai dengan 24 Januari
2023 di PT CBA Chemical Industry yang bertempat di Jalan Raya Cikande –
Rangkasbitung Km.9 Harendong, Desa Majasari, Kec. Jawilan, Kab. Serang,
Banten 42177.

[3]
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

A. Profil PT CBA Chemical Industry


CBA, sebagai perusahaan agrokimia yang didirikan tahun 2001 dimulai
dari sebuah cita-cita sederhana untuk memenuhi kebutuhan petani dengan produk
lokal yang kompetitif dan berkualitas. CBA telah berkembang pesat sehingga
dapat mengembangkan pusat distribusi hingga 30 cabang di seluruh Indonesia,
untuk memudahkan akses petani dalam mendapatkan produk pertanian yang
berkualitas. CBA sudah menjadi bagian daripada kebutuhan sehari-hari petani.
Beberapa produk PT CBA di antaranya berupa pestisida dan alat-alat pertanian.

Gambar 1. Produk-Produk PT CBA Chemical Industry

Dengan perkembangannya yang semakin pesat, CBA tetap berkomitmen


untuk tetap mempertahankan nilai awal perusahaan, yaitu komitmen untuk terus
berinovasi dan memenuhi kebutuhan petani dengan produk pertanian yang
berkualitas dan terjangkau, tidak terbatas hanya pada produk agrokimia saja. Pada
tahun 2016, CBA sudah mengembangkan produk agribisnis lainnya yaitu benih
dan pupuk cair. Hingga saat ini, PT CBA telah berhasil melakukan ekspansi baik
secara horizontal maupun vertikal. Upaya berkelanjutan secara konsisten mencari
ruang pertumbuhan baru adalah semangat dari PT CBA Chemical Industry.

[4]
B. Visi dan Misi
Visi dan misi merupakan langkah, bentuk atau cara dalam mewujudkan
sebuah tujuan pribadi atau organisasi, Berikut visi dan misi PT. CBA Chemical
Industry;
 Visi
Visi PT CBA Chemical Industry adalah untuk menjadi pemimpin di
dalam rantai pasok kebutuhan agrikultur di Indonesia melalui ;
1. Menggandakan omset dan mempertahankan profitabilitas yang baik.
2. Menghasilkan kebutuhan agrikultur yang efektIf dan ekonomis bagi
masyarakat.
3. Meningkatkan taraf hidup petani dan karyawan.
 Misi
Misi PT CBA Chemical Industry adalah Menciptakan keuntungan yang
berkesinambungan bagi petani, karyawan dan stakeholders.

C. Kebijakan Mutu
Kebijakan mutu merupakan dokumen wajib yang dimiliki setiap
perusahaan. Berikut kebijakan mutu PT.CBA Chemical Industry.
1. Perbaikan Terus Menerus (Continual Improvement)
Selalu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam rangka peningkatan
yang berkelanjutan untuk kemajuan CBA
2. Menjadi yang Terbaik (Being Excellent)
PT CBA Chemical Industry berupaya untuk menjadi yang terbaik dengan
selalu mengutamakan kepuasan pelanggan
3. Kesadaran (Awareness)
Peduli dan tanggap terhadap pelanggan, masyarakat, peraturan perundangan
dan keamanan rantai panganan regional.

[5]
D. Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan.
Berikut nilai perusahaan di PT. CBA Chemical Industry;

1. Inovasi
PT CBA Chemical Industry menonjolkan inovasi sebagai kunci daya saing
2. Aksesibilitas
Bertujuan agar Produk-produk berkualitas tinggi dan pelayanan harus mudah
untuk di dapat,
3. Pertumbuhan terus menerus
Perbaikan terus-menerus dan kesediaan untuk tumbuh adalah DNA Perusahaan,
4. Adil dan Kompetitif dengan Lingkungan
Bertujuan untuk membangun profesional, adil dan kompetitif di lingkungan
kerja.

E. Lokasi Perusahaan
Lokasi perusahaan terbagi atas Factory atau pabrik sebagai lokasi produksi
dan kantor pusat sabagai pusat administrasi perusahaan yang terletak pada alamat
berikut:
 Factory
PT. CBA Chemical Industry di Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung Km.9,
Desa Harendong, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
 Kantor Pusat
Jalan CBD Paramount Serpong Kav.6, Gading Serpong, Tangerang, Banten.

F. Struktur Ogranisasi Perusahaan

Struktur organisasi PT. CBA Chemical Industry terdiri dari 2 divisi, yaitu
divisi plastik, dan divisi pestisida. Terdiri dari beberapa departemen
Bagan 1. Struktur PT CBA
Chemical Industry

1) Dept. Produksi, yaitu produksi Plastik dan


produksi Pestisida

2) Dept. Personalia / HR & GA

[6]
3) Dept. Laboratorium

4) Dept. Gudang

5) Dept. Engineering

6) Dept. PPIC

7) Dept. Logistik

G. Sarana dan Prasarana Pabrik


Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dan bahan
untuk mencapai maksud dan tujuan dari suatu proses produksi. Sementara
prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama
terselenggaranya produksi. Sarana dan prasarana dalam suatu industri akan
berpengaruh terhadap proses produksi dan hasil produksi. Sarana dan Prasarana di
PT CBA Chemical Industry diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Gedung Produksi
Gedung produksi merupakan tempat yang digunakan untuk proses produksi
dari bahan baku menjadi barang setengah jadi dan barang jadi. PT. CBA
memiliki

gedung produksi pestisida yang terbagi atas gedung produksi Insect Fungi,
gedung produksi filling, gedung produksi mix pesticide dan gedung produksi
plastik.
2. Alat Produksi
Alat - alat penunjang proses produksi seperti reactor, hoist, container, maupun
alat pendukung lainnya.
3. Mobilisasi produksi
Sarana transportasi yang digunakan untuk menunjang kelancaran mobilitas
proses produksi dari satu tempat ke tempat lainnya seperti penggunaan
forklift.
4. Kantor
Gedung pusat administrasi perusahaan, tempat kerja beberapa departemen
seperti: Gudang, PPIC, Produksi Plastik, Produksi pestisida, HRD & GA,
Finance, Accounting, DC (Document Control), dan IT serta aula perusahaan
yang digunakan untuk pertemuan.

[7]
5. Gudang
Gedung yang digunakan untuk tempat penyimpanan bahan baku, bahan
pembantu, barang setengah jadi (WIP) dan barang jadi. Gudang
diklasifikasikan menjadi empat, diantaranya Gudang C11 untuk menyimpan
bahan baku dan barang jadi produksi plastik. Gudang C12 untuk menyimpan
bahan baku MT, CF dan IF. Gudang C13 untuk menyimpan bahan baku
produksi GL, PQ, dan AUX. Gudang F1 untuk menyimpan barang jadi.
4. Laboratorium
Suatu bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk pengembangan dan
kegiatan analisa produk.
5. Workshop MTC
Tempat dimana dilakukan pengembangan, perawatan, perbaikan alat- alat
produksi dan penunjang lainnya apabila terjadi kerusakan.
6. Mushola
Tempat yang digunakan untuk beribadah bagi umat muslim. Terdapat dua
mushola di PT CBA Industry yaitu mushola di gedung bawah terletak di antara
lab dan kantor produksi serta mushola di bagian atas dekat kantin.

7. Kantin
Tempat yang digunakan untuk menjual/menyediakan makanan bagi para
karyawan. Kantin di PT CBA chemical Industry berada di dua tempat yaitu
kantin atas dekat dengan produksi dan kantin bawah di antara Gedung
laboratorium dan Gedung Kantor Produksi.
8. Parkiran
Lahan yang digunakan untuk tempat memarkirkan kendaraan. Terdapat dua
jenis parkiran yaitu parkiran sepeda motor di samping gerbang masuk pabrik
dan parkiran mobil di belakang kantor produksi baru.

H. Struktur Organisasi
Struktur organisasi PT. CBA Chemical Industry terdiri dari 2 divisi, yaitu
divisi plastik, dan divisi pestisida yang terdiri dari beberapa departemen yaitu :
1. Departemen Produksi, yaitu produksi Plastik dan produksi Pestisida
2. Departemen Personalia / HR & GA
3. Departemen Administrasi

[8]
4. Departemen Laboratorium
5. Departemen Gudang
6. Departemen Engineering
7. Departemen PPIC

I. Produk yang Dihasilkan


1. Divisi Pestisida
a. Herbisida
No Bahan Aktif Produk
1 Metil metsulfuron Centally 40 WG, Metally 25 WP, Metaprima
20 WG, Pilly 25 WP, Rilly 25 WG, dan
Metsa 25 WG
2 Ametrin Centratin 500 SC
3 Trikoplir Centalon 40 EC
4 Paraquat Primaxone 276 SL, Mupxone 276 SL,
Primaxone Plus 280 SL, Gerxone 288 SL,
Primaxene 288 SL, Primaxone Ultra 300 SL,
Centatop 288 SL, Centaxone 135 SL, dan
Goquat 140 SL
5 Paraquat + Methyl Pilarquat 135/2 SL dan Grimason Plus 200/5
Metsulfuron SL
6 Glyphospate + Methyl Alphatech 240 /4.25 SL, Basmi Up 370/5.5
Metsulfuron SL, Dropping 120/1 SL, Kill Up 480/1 SL,
King Up 220/5.1 SL, mateno Up 160/5.1 SL,
New Rondaplus 370/5.5 SL, Penglaris 240/1
SL, Perintis 225/5.1 SL, Primax 480/1 SL,
Ronda Plus 360/5 SL, Setting 120/6 SL dan
Lalang Up 468 SL
7 Glyphospate + 2.4 D Primastar 300/100 SL
8 Glyposphate Pilar Up 480 SL, Prima Up 480 SL, Fost Up
486 SL, Centop 540 SL, Centa Up 486 SL,
Centaris 245 SL Kuning dan Ronda Gold
525
SL
[9]
9 2.4 D CBA 6 865 SL, Centamine 870 SL dan T-
Fordi 865 SL
10 Ammonium New Primaxone 75 SL dan Basis 150 SL
Glufosinat
11 Diuron Centaron 80 WP

b. Insektisida
No Bahan Aktif Produk
1 Carbofuran Centafur 3 GR, Primadan 3 GR, Purdan Plus
6 GR, Kuraterbang 3.3 GR dan Hidrofur 3
GR
2 Dimehypo Alphadine 3 GR, Centadine 6 GR, Indodine 6
GR, primadine Gold 10 GR, Centadine 450
SL, Indodine 485 SL, Primadine 450 SL dan
Maxdine 480 SL.
3 Permentrin Extratine 200 EC, Centatine 200 EC,
Primatine 50 EC dan Benatrine 325 EC
4 Fipronil CBA Fip 50 SC
5 Chlorpyrifos Topban 400 EC
6 Abemectin 36 EC Centamec 36 EC
7 Abemectin 95% Centamec 36 EC kuning
8 Cypermetryn 94% Protin 250 EC
9 Imidacloprid Centador 10 WP, Betador 10 WP dan Tiodor
30 WP
10 Cypermetrin + Neoban Plus 540/60 EC
Chlorprifos
11 Dimehipo + Hipomec 63 WP
Abamectin
12 Dimehipo + Promida 55 WP
Imidaclophrid
13 Acephate Centafat 80 SP , Acedo 75 SP
14 Methomyl Centamil 25 WP, Great 40 SP

c. Fungisida
[10]
No Bahan Aktif Produk
1 Difenoconazole Centazole 250 EC, Oryzole 250 EC dan
Centascore 275 EC.
2 Propineb CBA Col 70 WP
3 Mancozeb Agrothane 80 WP dan Centathane 80 WP
4 Etephon Alphapon 100 PA
5 Lamda Sihalotrin Indodor 50 EC
6 Mancozeb Blue Centathane 80 WP Blue
7 Dimetomorph Centabat 60 WP
8 Chlorothalonil Meganil 82.5 WP

d. Rodentisida dan moluskisida


No Bahan Aktif Produk

1 Emal CBA Stick 100

2 Brodivakum Starkum

3 Fentin Asetat Ongatan 60 WP

e. Pupuk
No Bahan Aktif Produk
1 NPK Cair Top Grow dan CBA Grow
2 Mikroorganisme Bio CBA Grow

2. Divisi Plastik
No Jenis Produk
1 Mulsa Mulsa kuning, mulsa super glod plus, mulsa
belila dan mulsa Gold

[11]
2 Sprayer Sprayer CB - 16 New, Sprayer CBA-16,
Knapsack Electric Sprayer (CBA), Knapsack
Sprayer Electric CBA 2 In 1 Fertilizer,
Sprayer CBA Ultra Elektrik New, Sprayer
Pandawa, Sprayer Bhinneka, Sprayer
Djinggo, Sprayer Banteng, Sprayer Banzai
3In 1, Sprayer Solusi 3 In 1, Sprayer Jaguar 3
In 1, Sprayer Pendekar
3 In 1, Sprayer Djinggo 3 In 1, Sprayer
Lazarus
3 In 1, Sprayer Pandawa 3 In 1, Sprayer
Bhinneka 3 In 1, Sprayer Mandala 3 In 1,
Sprayer Kejora 3 In 1, Knapsack Elektric
Sprayer Cba New (Easy Taking + Mixer)
(Type 5).

I. Kebijakan Perusahaan
a. Program 5R
Program 5R yang merupakan suatu program yang diadaptasi untuk
penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang digunakan oleh
manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi dan disiplin di lokasi
kerja sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Selain itu,
program ini juga merupakan kegiatan yang sederhana sehingga dapat dilakukan
oleh semua orang dan bersifat aplikatif.

[12]
Program 5R sendiri merupakan adaptasi dari program 5S yang berasal
dari Jepang dengan isian sebagai berikut:
1. Seiri (Ringkas) memisahkan barang yang dibutuhkan dan yang tidak
dibutuhkan saat bekerja.
2. Seiton (Rapi) merupakan segala sesuatu yang harus diletakkan sesuai posisi
yang telah ditetapkan sehingga memudahkan pada saat dan/atau akan
digunakan.
3. Seiso (Resik) merupakan kegiatan membersihkan peralatan dan area kerja
sehingga menjadi higienis dan kebersihannya terjaga.
4. Seiketsu (Rawat) merupakan kegiatan menjaga kebersihan pribadi agar tidak
mengganggu kesibukan diri sendiri maupun orang lain yang berhubungan
dengan diri sendiri.
5. Shitsuke (Rajin) merupakan pemeliharaan kedisiplinan pribadi masing-
masing pekerja dalam menjalankan seluruh tahapan 5R/5S.

Gambar 2 .Sosialisasi Penerapan 5R

Program 5R/5S dewasa ini, sudah banyak diterapkan pada perusahaan-


perusahaan termasuk PT CBA Chemical Industry. Yang mana, bertujuan untuk
mendapatkan kualitas kerja yang baik, efisiensi waktu yang memadai,
produktivitas dan keselamatan kerja yang menunjang dengan baik. Penerapan
5R/5S pada suatu perusahaan bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang
bersih, sehat, rapi, aman, nyaman dan menyenangkan yang akan membentuk
personal yang disiplin, sikap kerja yang positif, budaya positif, peka dan kreatif.
b. Kebijakan K3
[13]
Menurut OHSAS (18001:2007) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah
semua kondisi dan faktor-faktor yang berdampak, atau dapat berdampak pada kesehatan
dan keselamatan karyawan atau pekerja lain (termasuk pekerja kontrak dan personel
kontraktor, atau orang lain di tempat kerja) (Anita, 2019). Tujuan K3 tidak hanya
untuk memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja dan orang lain yang berada
di tempat kerja agar terjamin keselamatannya, tetapi juga untuk mengendalikan
resiko terhadap peralatan, aset, dan sumber produksi sehingga dapat digunakan
secara aman dan efisien agar terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Perlindungan K3 yang efektif dan efisien dapat mendorong produktivitas jika di
laksanakan dan di terapkan melalui sistem manajemen K3 sebagaimana amanat
pasal 83 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
Untuk mengetahui apakah suatu tempat kerja sudah menerapkan K3 atau
tidak telah diatur berdasarkan UU nomor 1 tahun 1970 sebagai berikut:
1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan;
2. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;
3. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan;
4. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu
kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya;
5. Memberi pertolongan pada kecelakaan;
6. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja;
7. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu,
kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca,
sinar radiasi, suara dan getaran
8. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik
fisik maupun psikis, peracunan, infeksi dan penularan.
9. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai;
10. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik;
11. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup;
12. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban;
13. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan,
cara dan proses kerjanya;
14. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang,
tanaman atau barang
15. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan;
[14]
16. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat,
perlakuan dan penyimpanan barang;
17. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya;
18. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya
kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

Persayatan tersebut tidak ada artinya bila tidak adanya komitmen dan
kerjasama antara perusahaan dan karyawan. Sehingga perlu adanya komitmen dan
kerjasama antara perusahaan dengan karyawan.

BAB III
TINJAUAN UMUM LABORATORIUM

A. Laboratorium PT. CBA Chemical Industry


Departemen Laboratorium PT. CBA Chemical Industry merupakan suatu
bangunan/organisasi yang terdiri dari dua bagian QC dan R&D yang memiliki
peran dalam hal penelitian dan pengembangan serta penjaminan mutu produk
yang dihasilkan.
1. Struktur Organisasi Laboratorium
Adapun struktur organisasi laboratorium adalah sebagai berikut:

[15]
Gambar 2. Struktur organisasi laboratorium PT CBA Chemical Industry

2. Quality Control
Quality Control (QC) merupakan aktivitas untuk menjaga dan
mengarahkan agar kualitas perusahan dapat dipertahankan sebagaimana yang
telah direncanakan sehingga quality control merupakan bagian terpadu dalam
perusahaan. Pada dasarnya fungsi pengawasan memenuhi empat tanggung jawab
utama, yaitu :
a. Meneliti kualitas bahan baku yang digunakan
b. Meneliti barang jadi untuk memastikan bahwa produk tersebut dapat
dipasarkan
c. Membantu dalam pelaksanaan pengendalian proses dan berusaha untuk
menemukan kekurangan di dalam proses yang akan menyebabkan
kesulitan atau keterlambatan proses berikutnya
d. Berperan sebagai pemberi saran dan berusaha untuk memperbaiki atau
mencegah masalah-masalah pengendalian kualitas.
2.1 QC Incoming dan Outgoing
QC incoming merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam hal
pemeriksaan segala bahan baku dari supplier sebelum diproses ke produksi.
Pemeriksaan tersebut menyangkut pemeriksaan bahan baku (RMT), bahan
[16]
pendukung (SMT), dan sparepart sprayer (SPS). Proses pemeriksaan tersebut
menyangkut kualitas bahan baku sesuai dari standar perusahaan, sehingga dapat
mencegah terjadinya problem sedini mungkin yaitu pada saat penerimaan bahan
baku dari supplier.
QC outgoing merupakan bagian yang memiliki tanggung jawab dalam
pengawasan dan pengecekan produk jadi sebelum dikirim ke distributor maupun
konsumen. Pengecekan itu sendiri meliputi kualitas produk secara fisik untuk
menghindari adanya komplain dan return dari distributor maupun konsumen. QC
outgoing bekerjasama dengan bagian gudang dan logistik dalam proses
pengiriman barang. Apabila ditemukan produk yang reject ketika pengecekan
maka produk tersebut dipisahkan dan qc incoming membuat MO NCR untuk
upaya penanganan barang reject tersebut.
2.2 QC Proses
QC proses merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam hal
pengawasan selama proses berlangsung. Pengawasan dilakukan dari proses
pembuatan hingga pengemasan dalam bentuk produk jadi. Secara garis besar QC
proses melakukan pengecekan yang terdri dari 3 tahap, yaitu tahap awal berupa
pengecekan bahan baku dan bahan pendukung, tahap kedua pengecekan proses
produksi yang sedang berjalan sesuai SOP dan selaluberkoordinasi dengan bagian
produksi dan lainnya yang berkaitan, dan tahap yang ketika pengecekan produk
hasil jadi yang kemudian diverifikasi oleh QC sebelum alurkan ke gudang
penyimpanan.
2.3 QC Lab
QC Lab merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam menganalisa
kadar dari suatu bahan aktif pestisida dan menganalisa kemungkinan terjadinya
kontaminasi bahan aktif yang tidak diinginkan. QC Lab memiliki bebrapa
tanggung jawab yaitu :
a. Melakukan analisis terhadap kualitas produk hasil produksi (WIP) dan
produk jadi
b. Melakukan analisa produk retur dan retained sampel
c. Melakukan pemeriksaan terhadap barang karantina dan barang tidak sesuai
lainnya serta menentukan tindakan penanganan terhadap barang tidak
sesuai

[17]
d. Menyimpan dan mendata sampel hasil produksi (retained sample) dan
packingan per tanggal produksi
e. Melakukan pemeriksaan dan analisa terhadap komplain/keluhan produk
dan supplier
f. Membuat berita acara/sertifikasi hasil analisis baik untuk bahan baku,
bahan pembantu, hasil produksi, produk hasil pengemasan, dan komplain
produk.
g. Melakukan validasi dan verifikasi metoda analisa
h. Mengisi checklist dan mendokumentasikan hasil pemeriksaan pada log
book
i. Melakukan kalibrasi alat ukur secara rutin dan berkala sesuai jadwal
yang sudah ditentukan
j. Melakukan tindakan penanganan limbah laboratorium
k. Melakukan koordinasi terhadap kebersihan laboratorium
l. Memonitor persediaan reagen kimia dan alat kerja dengan mengisi
Kartu Stock
m. Menjaga dan merawat alat dan instrumen di laboratorium.
3. Research and Development (R&D)

Research and development (R&D) atau penelitian pengembangan adalah


aktivitas riset dasar untuk mendapatkan informasi kebutuhan pengguna (needs
assessment), kemudian dilanjutkan kegiatan pengembangan (development) untuk
menghasilkan produk dan mengkaji keefektifan suatu produk. R&D memiliki 2
kegiatan yang saling berkaitan, yang pertama adalah melakukan penelitian dan
studi literatur untuk menghasilkan rancangan produk tertentu dan yang kedua
adalah pengembangan dengan menguji efektifitas, validasi rancangan yang telah
dibuat, sehingga menjadi produk yang teruji dan dapat dimanfaatkan masyarakat
luas (Sugiyono, 2009).

R&D yang merupakan salah satu bagian dari penelitian dan


pengembangan di dalam laboratorium memiliki tanggung jawab dan
wewenangnya sendiri, seperti berikut:
a. Perencanaan dan pengembangan produk baru
b. Mengevaluasi dan memperbaiki formula baru atau formula yang sudah
ada
[18]
c. Menentukan standarisasi bahan baku, kemasan dan produk jadi.
Pada PT CBA Chemical Industry, R&D dapat mencakup 2 divisi laboratorium,
yaitu pestisida dan plastik.

BAB IV

PEMBAHASAN

1. Verifikasi Pengecekan Kehalusan Chemic KLN


2.1. Officer QC Proses
Officer QC proses merupakan bagian yang membawahi qc inspektor proses
dalam pengawasan dan pengendalian mutu produk. Secara garis besar officer qc
proses bertugas dalam bidang administrasi sekaligus pengawasan di lapangan. PT.
CBA Chemical Industry memiliki 2 orang officer QC proses yang memiliki tugas
sebagai berikut :
a. Melakukan pengawasan QC proses inspektor dalam pemantauan dan
pengukuran produk
b. Membuat from catatan proses
c. Melakukan verifikasi kelengkapan form catatan proses
d. Menginput update komplain internal
e. Menginput absensi QC proses inspektor
f. Membuat form perubahan jadwal dan lembur QC proses inspektor
g. Menginput sasaran mutu produk
h. Membuat jadwal dan melakukan verifikasi alat ukur
i. Melakukan analisa cek weigher
j. Tugas lain yang diberikan oleh atasan
Selain tugas tersebut officer QC proses memiliki tanggung jawab di dalam
sebuah perusahaan yaitu :
a. Bertanggung jawab dalam hal pengawasan dan pengendalian mutu proses
produksi
b. Bertanggung jawab dalam pemantauan dan pengawasan kinerja inspektor qc
proses berdasarkan SOP dan IK yang sudah ditentukan.
c. Bertanggung jawab terhadap penggunaan dan perawatan instrument
d. Melakukan analisa terhadap kualitas produk hasil produksi (WIP) dan produk
jadi (FGC).
[19]
2.2. Validasi Proses
Validasi proses dilakukan dengan pendekatan Quality by Design (QbD). QbD
adalah pendekatan sistematik untuk pengembangan yang dimulai dengan
penetapan tujuan, penekanan pemahaman produk, pemahaman proses dan
pengendalian proses berdasarkan ilmu pengetahuan dan manajemen risiko mutu.
Tujuan utama dari QbD adalah untuk memahami produk dan pengendalian proses
dengan alat yang efektif agar produk dapat diproduksi pada keadaan yang
terkontrol untuk menjamin mutu yang konsisten.
Berikut merupakan komponen-komponen yang tercakup dalam QbD, yaitu :
1. Profile Target Kualitas Produk
Identitas, penetapan kadar, bentuk fisik, kemurnian, dan stabilitas pada label
2. Karakteristik
Karakteristik secara fisika, kimia maupun rentang batas yang sesuai untuk
memastikan kualitas produk
3. Kualifikasi proses
Kualifikasi proses terdokumentasi mencakup proses pengukuran dan input
bahan baku
4. Serangkain kontrol
Serangkain kontrol yang direncanakan dari pemahaman produk dan proses
yang menjamin kinerja proses dan mutu produk. Parameternya mencakup
kondisi pengoperasian fasilitas dan peralatan, kontrol dalam proses,
spesfifikasi produk serta pemantauan dan pengendalian
2.3. Pengecekan Baterai
Baterai merupakan salah satu sumber energi listrik yang sangat diandalkan untuk
mengoperasikan peralatan elektronik yang bersifat portabel atau dapat dibawa kemana-
mana. Berdasarkan kepraktisan tersebut maka dibuat benda yang dapat menyimpan
sumber energi listrik dalam waktu tertentu (Hermawan, 2021). Perkembangan teknologi
baterai telah mencuri perhatian yang tidak kecil dari kalangan masyarakat dan berbagai
sektor . Penggunaan baterai saat ini telah menjangkau ke sektor pertanian, salah
satunya digunakan pada Knapsack Sprayer. Baterai sebagai penyimpan energi
akan menghidupkan pompa yang memompa udara ke tangki dan menekan cairan
[20]
keluar. Pengunaan Knapsack Sprayer elektrik ini membantu petani dengan
meringankan tenaga mereka.
Peforma dan keawetan baterai perlu dijaga agar baterai yang baik. Peforma
baterai yang baik juga akan mempengaruhi kualitas dari Knapsack Sprayer
Elektrik. dapat bekerja dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan proses
pengecekan dan pemeriksaan dari baterai tersebut sehingga kualitasnya terjaga.
Pengecekan dan pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya sekali, melainkan secara
berkala agar tegangan baterai tidak turun. Proses yang dlilakukan oleh PT. CBA
Chemical Industry khususnya Departemen Laboratorium bagian QC Incoming
Outgoing adalah memastikan kondisi baterai yang datang dari supplier dalam
kondisi prima dan sesuai dengan standar yang ada. Selain itu, juga dilakukan
pengecekan dan pemeriksaan bahan baku baterai secara berkala untuk menimalisir
adanya ketidaksesuaian dari baterai sejak dini sebelum baterai tersebut digunakan
dalam proses produksi. Sehingga kualitas dari Knapsack Sprayer Elektrik yang
dihasilkan CBA Chemical Industry khususnya akan terjaga.
2.4. Metode
a. Sampling
Metode Sampling didasarkan atas AN SI/ASQ Standard 1.1.4-2003 (R2013)

[21]
b. Alat dan Bahan

No Nama Alat Foto

1 Penggaris

2 Voltmeter
3 Timbangan
Tabel 1. Alat dan Bahan

c. Langkah kerja
Melakukan sampling berdasarkan metode sampling diatas, lalu dilakukan
pengecekan dan pemeriksaan sebagai berikut :
- Pemeriksaan Penampilan
Dilakukan pemeriksaan penampilan fisik baterai seperti adanya kecacatan
pada design, warna dan bentuk baterai. Selain itu dilakukan pengecekan
adanya gelembung dan kebocoran pada baterai.
- Pemeriksaan Terminal baterai
Dilakukan pemeriksaan pada terminal baterai, apakah adanya debu pada
terminal baterai atau tidak. Apakah adanya bintik putih atau tidak
- Pemeriksaan Tegangan Baterai
Menggunakan Voltmeter dilakukan pada rentang 12 V- keatas. Jika 12 V
kebawah kondisi baterai rusak dan kehilangan daya output. Pemeriksaan
dilakukan berkala setiap waktu (1 bulan) karena selama baterai
accu tidak digunakan, akan terjadi reaksi kimia secara lambat yang

[22]
menyebabkan berkurangnya kapasitas baterai.

[23]
2.5. Pembahasan
Data hasil pengukuran kehalusan dengan menggunakan grindometer adalah
sebagai berikut:
No Nama Nomor Lot waktu Setting Kehalusan Kehalusan Kehalusan
(jam) Mesin I II III
1
2 Chemic KLN 2212010100 6 5 5
3 Chemic KLN 2212020100 6 5 5
4 Chemic KLN 2212020200 5 5 7
5 Chemic KLN 2212050100 6 5 5
6 Chemic KLN 2212060100 6 5 5
7 Chemic KLN 2212080100 5 5 5
8 Chemic KLN 2212090100 5 4 5
9 Chemic KLN 2212090200 5 5 5
10 Chemic KLN 2212140100 3.20 5 4 5
11 Chemic KLN 2212150100 3.44 Ampere 6 A 5 6 6
Frequency
12 Chemic KLN 2212150200 70 Hz
5 4 5
13 Chemic KLN 2212220100 3.30 feeding 20 4 5 5
14 Chemic KLN 2212220200 6 5 5
15 Chemic KLN 2212230100 5 5 5
16 Chemic KLN 2212230200 5 5 5
17 Chemic KLN 2212280100 3.47 4 4 4
18 Chemic KLN 2212080200 5 5 5
19 Chemic KLN 2212290100 3.35 5 5 5
20 Chemic KLN 2212290200 5 5 5
21 Chemic KLN 2212300100 3.30 6 6 6
22 Chemic KLN 2212300200 4 5 5
Tabel 2. Tabel Hasil Pengukuran Kehalusan menggunakan Grindometer
Pengambilan sample chemic kln dilakukan dengan no Lot pada proses bulan
desember 2022 untuk dilakukan pengujian kehalusannya. Lama waktu mixing
didapatkan dari hasil laporan ceklis qc proses inspektor di lapangan dengan
settingan mesin yang telah disetting oleh produksi dan mantenain. Pengujian
kehalusan dengan cara meletakan sample digaris uji pada grindometer, kemudian
menempatkan pisau dip dari atas kemudian ditarik kebawah. Partikel yangg
terakhir terlihat menunjukan nilai dari besarnya kehalusan sample, dengan
pengujian sebanyak 3 kali untuk mendapatkan hasil yang valid setiap sample per
nomor lot. Berdasarkan tabel 2. menunjukan bahwa rata-rata kehalusan chemic
kln sebesar 5 µm. Kehalusan chemic kln berdampak pada produk ketika
diaplikasikan , sehingga semakin halus akan meningkatkan keefektifan produk
[24]
terhadap sasaran.

[25]
[26]

Anda mungkin juga menyukai