LAPORAN PROBATION Alfian
LAPORAN PROBATION Alfian
oleh:
Alfian Putra Utama
DEPARTEMEN LABORATORIUM
PT CENTA BRASINDO ABADI CHEMICAL
INDUSTRY SERANG, BANTEN
2023
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
PT CBA Chemical Industry adalah perusahaan yang bergerak pada bidang
agrokimia dan agrobisnis. PT CBA Chemical Industry berkomitmen untuk
memenuhi kebutuhan petani dengan produk lokal yang kompetitif dan berkualitas.
Dengan perkembangannya zaman yang semakin pesat, PT CBA Chemical
Industry tetap berkomitmen untuk mempertahankan nilai awal perusahaan, yaitu
komitmen untuk terus berinovasi dan memenuhi kebutuhan petani dengan produk
pertanian yang berkualitas dan terjangkau.
PT CBA Chemical Industry telah menerapkan ISO 9001:2015 tentang
standar manajemen mutu. Dalam penerapan ISO tersebut, mutu yang mencakup
pengambilan sampel, spesifikasi dan pelolosan produk yang telah dipastikan
bahwa semua pengujian yang relevan telah dilakukan. Sehubungan tagline PT
CBA yaitu quality is prority, maka produk yang dihasilkan harus memiliki
kualitas yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Oleh karena itu,
peranan Quality Control sangat penting dalam Industri Agrokimia. Aktivitas
Quality Control dilakukan di dalam Laboratorium. Laboratorium pestisida
berfokus pada dilakukannya pengujian sampel, pengembangan produk, dan
analisa produk.
Sebagai karyawan probation di PT. CBA Chemical Industry, diwajibkan
untuk mengikuti masa percobaan selama enam bulan. Masa probation
dimaksudkan untuk membekali dan melatih para karyawan dengan pengetahuan
mengenai tugas-tugasnya dan menjadi sarana untuk menerapkan disiplin ilmu
yang dimilikinya. Selain itu, masa probation juga melatih karyawan untuk
beradaptasi dengan lingkungan kerjanya. Laporan ini bertujuan untuk menjelaskan
mengenai bidang pekerjaan (job description) yang mencakup tugas dan tanggung
jawab serta langkah-langkah yang telah dikerjakan dan dialami oleh penulis
selama bekerja sebagai QC Incoming Outgoing Officer.
[2]
B. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai pada masa Probation di PT. CBA
Chemical Industry adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui peranan dari Officer QC Proses di PT CBA Chemical Industry
2. Mengetahui budaya serta ruang lingkup lingkungan PT CBA Chemical Industry
3. Mampu menjadi tenaga kerja yang berkualitas sesuai kebutuhan perusahaan
[3]
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
[4]
B. Visi dan Misi
Visi dan misi merupakan langkah, bentuk atau cara dalam mewujudkan
sebuah tujuan pribadi atau organisasi, Berikut visi dan misi PT. CBA Chemical
Industry;
Visi
Visi PT CBA Chemical Industry adalah untuk menjadi pemimpin di
dalam rantai pasok kebutuhan agrikultur di Indonesia melalui ;
1. Menggandakan omset dan mempertahankan profitabilitas yang baik.
2. Menghasilkan kebutuhan agrikultur yang efektIf dan ekonomis bagi
masyarakat.
3. Meningkatkan taraf hidup petani dan karyawan.
Misi
Misi PT CBA Chemical Industry adalah Menciptakan keuntungan yang
berkesinambungan bagi petani, karyawan dan stakeholders.
C. Kebijakan Mutu
Kebijakan mutu merupakan dokumen wajib yang dimiliki setiap
perusahaan. Berikut kebijakan mutu PT.CBA Chemical Industry.
1. Perbaikan Terus Menerus (Continual Improvement)
Selalu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam rangka peningkatan
yang berkelanjutan untuk kemajuan CBA
2. Menjadi yang Terbaik (Being Excellent)
PT CBA Chemical Industry berupaya untuk menjadi yang terbaik dengan
selalu mengutamakan kepuasan pelanggan
3. Kesadaran (Awareness)
Peduli dan tanggap terhadap pelanggan, masyarakat, peraturan perundangan
dan keamanan rantai panganan regional.
[5]
D. Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan.
Berikut nilai perusahaan di PT. CBA Chemical Industry;
1. Inovasi
PT CBA Chemical Industry menonjolkan inovasi sebagai kunci daya saing
2. Aksesibilitas
Bertujuan agar Produk-produk berkualitas tinggi dan pelayanan harus mudah
untuk di dapat,
3. Pertumbuhan terus menerus
Perbaikan terus-menerus dan kesediaan untuk tumbuh adalah DNA Perusahaan,
4. Adil dan Kompetitif dengan Lingkungan
Bertujuan untuk membangun profesional, adil dan kompetitif di lingkungan
kerja.
E. Lokasi Perusahaan
Lokasi perusahaan terbagi atas Factory atau pabrik sebagai lokasi produksi
dan kantor pusat sabagai pusat administrasi perusahaan yang terletak pada alamat
berikut:
Factory
PT. CBA Chemical Industry di Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung Km.9,
Desa Harendong, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
Kantor Pusat
Jalan CBD Paramount Serpong Kav.6, Gading Serpong, Tangerang, Banten.
Struktur organisasi PT. CBA Chemical Industry terdiri dari 2 divisi, yaitu
divisi plastik, dan divisi pestisida. Terdiri dari beberapa departemen
Bagan 1. Struktur PT CBA
Chemical Industry
[6]
3) Dept. Laboratorium
4) Dept. Gudang
5) Dept. Engineering
6) Dept. PPIC
7) Dept. Logistik
gedung produksi pestisida yang terbagi atas gedung produksi Insect Fungi,
gedung produksi filling, gedung produksi mix pesticide dan gedung produksi
plastik.
2. Alat Produksi
Alat - alat penunjang proses produksi seperti reactor, hoist, container, maupun
alat pendukung lainnya.
3. Mobilisasi produksi
Sarana transportasi yang digunakan untuk menunjang kelancaran mobilitas
proses produksi dari satu tempat ke tempat lainnya seperti penggunaan
forklift.
4. Kantor
Gedung pusat administrasi perusahaan, tempat kerja beberapa departemen
seperti: Gudang, PPIC, Produksi Plastik, Produksi pestisida, HRD & GA,
Finance, Accounting, DC (Document Control), dan IT serta aula perusahaan
yang digunakan untuk pertemuan.
[7]
5. Gudang
Gedung yang digunakan untuk tempat penyimpanan bahan baku, bahan
pembantu, barang setengah jadi (WIP) dan barang jadi. Gudang
diklasifikasikan menjadi empat, diantaranya Gudang C11 untuk menyimpan
bahan baku dan barang jadi produksi plastik. Gudang C12 untuk menyimpan
bahan baku MT, CF dan IF. Gudang C13 untuk menyimpan bahan baku
produksi GL, PQ, dan AUX. Gudang F1 untuk menyimpan barang jadi.
4. Laboratorium
Suatu bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk pengembangan dan
kegiatan analisa produk.
5. Workshop MTC
Tempat dimana dilakukan pengembangan, perawatan, perbaikan alat- alat
produksi dan penunjang lainnya apabila terjadi kerusakan.
6. Mushola
Tempat yang digunakan untuk beribadah bagi umat muslim. Terdapat dua
mushola di PT CBA Industry yaitu mushola di gedung bawah terletak di antara
lab dan kantor produksi serta mushola di bagian atas dekat kantin.
7. Kantin
Tempat yang digunakan untuk menjual/menyediakan makanan bagi para
karyawan. Kantin di PT CBA chemical Industry berada di dua tempat yaitu
kantin atas dekat dengan produksi dan kantin bawah di antara Gedung
laboratorium dan Gedung Kantor Produksi.
8. Parkiran
Lahan yang digunakan untuk tempat memarkirkan kendaraan. Terdapat dua
jenis parkiran yaitu parkiran sepeda motor di samping gerbang masuk pabrik
dan parkiran mobil di belakang kantor produksi baru.
H. Struktur Organisasi
Struktur organisasi PT. CBA Chemical Industry terdiri dari 2 divisi, yaitu
divisi plastik, dan divisi pestisida yang terdiri dari beberapa departemen yaitu :
1. Departemen Produksi, yaitu produksi Plastik dan produksi Pestisida
2. Departemen Personalia / HR & GA
3. Departemen Administrasi
[8]
4. Departemen Laboratorium
5. Departemen Gudang
6. Departemen Engineering
7. Departemen PPIC
b. Insektisida
No Bahan Aktif Produk
1 Carbofuran Centafur 3 GR, Primadan 3 GR, Purdan Plus
6 GR, Kuraterbang 3.3 GR dan Hidrofur 3
GR
2 Dimehypo Alphadine 3 GR, Centadine 6 GR, Indodine 6
GR, primadine Gold 10 GR, Centadine 450
SL, Indodine 485 SL, Primadine 450 SL dan
Maxdine 480 SL.
3 Permentrin Extratine 200 EC, Centatine 200 EC,
Primatine 50 EC dan Benatrine 325 EC
4 Fipronil CBA Fip 50 SC
5 Chlorpyrifos Topban 400 EC
6 Abemectin 36 EC Centamec 36 EC
7 Abemectin 95% Centamec 36 EC kuning
8 Cypermetryn 94% Protin 250 EC
9 Imidacloprid Centador 10 WP, Betador 10 WP dan Tiodor
30 WP
10 Cypermetrin + Neoban Plus 540/60 EC
Chlorprifos
11 Dimehipo + Hipomec 63 WP
Abamectin
12 Dimehipo + Promida 55 WP
Imidaclophrid
13 Acephate Centafat 80 SP , Acedo 75 SP
14 Methomyl Centamil 25 WP, Great 40 SP
c. Fungisida
[10]
No Bahan Aktif Produk
1 Difenoconazole Centazole 250 EC, Oryzole 250 EC dan
Centascore 275 EC.
2 Propineb CBA Col 70 WP
3 Mancozeb Agrothane 80 WP dan Centathane 80 WP
4 Etephon Alphapon 100 PA
5 Lamda Sihalotrin Indodor 50 EC
6 Mancozeb Blue Centathane 80 WP Blue
7 Dimetomorph Centabat 60 WP
8 Chlorothalonil Meganil 82.5 WP
2 Brodivakum Starkum
e. Pupuk
No Bahan Aktif Produk
1 NPK Cair Top Grow dan CBA Grow
2 Mikroorganisme Bio CBA Grow
2. Divisi Plastik
No Jenis Produk
1 Mulsa Mulsa kuning, mulsa super glod plus, mulsa
belila dan mulsa Gold
[11]
2 Sprayer Sprayer CB - 16 New, Sprayer CBA-16,
Knapsack Electric Sprayer (CBA), Knapsack
Sprayer Electric CBA 2 In 1 Fertilizer,
Sprayer CBA Ultra Elektrik New, Sprayer
Pandawa, Sprayer Bhinneka, Sprayer
Djinggo, Sprayer Banteng, Sprayer Banzai
3In 1, Sprayer Solusi 3 In 1, Sprayer Jaguar 3
In 1, Sprayer Pendekar
3 In 1, Sprayer Djinggo 3 In 1, Sprayer
Lazarus
3 In 1, Sprayer Pandawa 3 In 1, Sprayer
Bhinneka 3 In 1, Sprayer Mandala 3 In 1,
Sprayer Kejora 3 In 1, Knapsack Elektric
Sprayer Cba New (Easy Taking + Mixer)
(Type 5).
I. Kebijakan Perusahaan
a. Program 5R
Program 5R yang merupakan suatu program yang diadaptasi untuk
penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang digunakan oleh
manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi dan disiplin di lokasi
kerja sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Selain itu,
program ini juga merupakan kegiatan yang sederhana sehingga dapat dilakukan
oleh semua orang dan bersifat aplikatif.
[12]
Program 5R sendiri merupakan adaptasi dari program 5S yang berasal
dari Jepang dengan isian sebagai berikut:
1. Seiri (Ringkas) memisahkan barang yang dibutuhkan dan yang tidak
dibutuhkan saat bekerja.
2. Seiton (Rapi) merupakan segala sesuatu yang harus diletakkan sesuai posisi
yang telah ditetapkan sehingga memudahkan pada saat dan/atau akan
digunakan.
3. Seiso (Resik) merupakan kegiatan membersihkan peralatan dan area kerja
sehingga menjadi higienis dan kebersihannya terjaga.
4. Seiketsu (Rawat) merupakan kegiatan menjaga kebersihan pribadi agar tidak
mengganggu kesibukan diri sendiri maupun orang lain yang berhubungan
dengan diri sendiri.
5. Shitsuke (Rajin) merupakan pemeliharaan kedisiplinan pribadi masing-
masing pekerja dalam menjalankan seluruh tahapan 5R/5S.
Persayatan tersebut tidak ada artinya bila tidak adanya komitmen dan
kerjasama antara perusahaan dan karyawan. Sehingga perlu adanya komitmen dan
kerjasama antara perusahaan dengan karyawan.
BAB III
TINJAUAN UMUM LABORATORIUM
[15]
Gambar 2. Struktur organisasi laboratorium PT CBA Chemical Industry
2. Quality Control
Quality Control (QC) merupakan aktivitas untuk menjaga dan
mengarahkan agar kualitas perusahan dapat dipertahankan sebagaimana yang
telah direncanakan sehingga quality control merupakan bagian terpadu dalam
perusahaan. Pada dasarnya fungsi pengawasan memenuhi empat tanggung jawab
utama, yaitu :
a. Meneliti kualitas bahan baku yang digunakan
b. Meneliti barang jadi untuk memastikan bahwa produk tersebut dapat
dipasarkan
c. Membantu dalam pelaksanaan pengendalian proses dan berusaha untuk
menemukan kekurangan di dalam proses yang akan menyebabkan
kesulitan atau keterlambatan proses berikutnya
d. Berperan sebagai pemberi saran dan berusaha untuk memperbaiki atau
mencegah masalah-masalah pengendalian kualitas.
2.1 QC Incoming dan Outgoing
QC incoming merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam hal
pemeriksaan segala bahan baku dari supplier sebelum diproses ke produksi.
Pemeriksaan tersebut menyangkut pemeriksaan bahan baku (RMT), bahan
[16]
pendukung (SMT), dan sparepart sprayer (SPS). Proses pemeriksaan tersebut
menyangkut kualitas bahan baku sesuai dari standar perusahaan, sehingga dapat
mencegah terjadinya problem sedini mungkin yaitu pada saat penerimaan bahan
baku dari supplier.
QC outgoing merupakan bagian yang memiliki tanggung jawab dalam
pengawasan dan pengecekan produk jadi sebelum dikirim ke distributor maupun
konsumen. Pengecekan itu sendiri meliputi kualitas produk secara fisik untuk
menghindari adanya komplain dan return dari distributor maupun konsumen. QC
outgoing bekerjasama dengan bagian gudang dan logistik dalam proses
pengiriman barang. Apabila ditemukan produk yang reject ketika pengecekan
maka produk tersebut dipisahkan dan qc incoming membuat MO NCR untuk
upaya penanganan barang reject tersebut.
2.2 QC Proses
QC proses merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam hal
pengawasan selama proses berlangsung. Pengawasan dilakukan dari proses
pembuatan hingga pengemasan dalam bentuk produk jadi. Secara garis besar QC
proses melakukan pengecekan yang terdri dari 3 tahap, yaitu tahap awal berupa
pengecekan bahan baku dan bahan pendukung, tahap kedua pengecekan proses
produksi yang sedang berjalan sesuai SOP dan selaluberkoordinasi dengan bagian
produksi dan lainnya yang berkaitan, dan tahap yang ketika pengecekan produk
hasil jadi yang kemudian diverifikasi oleh QC sebelum alurkan ke gudang
penyimpanan.
2.3 QC Lab
QC Lab merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam menganalisa
kadar dari suatu bahan aktif pestisida dan menganalisa kemungkinan terjadinya
kontaminasi bahan aktif yang tidak diinginkan. QC Lab memiliki bebrapa
tanggung jawab yaitu :
a. Melakukan analisis terhadap kualitas produk hasil produksi (WIP) dan
produk jadi
b. Melakukan analisa produk retur dan retained sampel
c. Melakukan pemeriksaan terhadap barang karantina dan barang tidak sesuai
lainnya serta menentukan tindakan penanganan terhadap barang tidak
sesuai
[17]
d. Menyimpan dan mendata sampel hasil produksi (retained sample) dan
packingan per tanggal produksi
e. Melakukan pemeriksaan dan analisa terhadap komplain/keluhan produk
dan supplier
f. Membuat berita acara/sertifikasi hasil analisis baik untuk bahan baku,
bahan pembantu, hasil produksi, produk hasil pengemasan, dan komplain
produk.
g. Melakukan validasi dan verifikasi metoda analisa
h. Mengisi checklist dan mendokumentasikan hasil pemeriksaan pada log
book
i. Melakukan kalibrasi alat ukur secara rutin dan berkala sesuai jadwal
yang sudah ditentukan
j. Melakukan tindakan penanganan limbah laboratorium
k. Melakukan koordinasi terhadap kebersihan laboratorium
l. Memonitor persediaan reagen kimia dan alat kerja dengan mengisi
Kartu Stock
m. Menjaga dan merawat alat dan instrumen di laboratorium.
3. Research and Development (R&D)
BAB IV
PEMBAHASAN
[21]
b. Alat dan Bahan
1 Penggaris
2 Voltmeter
3 Timbangan
Tabel 1. Alat dan Bahan
c. Langkah kerja
Melakukan sampling berdasarkan metode sampling diatas, lalu dilakukan
pengecekan dan pemeriksaan sebagai berikut :
- Pemeriksaan Penampilan
Dilakukan pemeriksaan penampilan fisik baterai seperti adanya kecacatan
pada design, warna dan bentuk baterai. Selain itu dilakukan pengecekan
adanya gelembung dan kebocoran pada baterai.
- Pemeriksaan Terminal baterai
Dilakukan pemeriksaan pada terminal baterai, apakah adanya debu pada
terminal baterai atau tidak. Apakah adanya bintik putih atau tidak
- Pemeriksaan Tegangan Baterai
Menggunakan Voltmeter dilakukan pada rentang 12 V- keatas. Jika 12 V
kebawah kondisi baterai rusak dan kehilangan daya output. Pemeriksaan
dilakukan berkala setiap waktu (1 bulan) karena selama baterai
accu tidak digunakan, akan terjadi reaksi kimia secara lambat yang
[22]
menyebabkan berkurangnya kapasitas baterai.
[23]
2.5. Pembahasan
Data hasil pengukuran kehalusan dengan menggunakan grindometer adalah
sebagai berikut:
No Nama Nomor Lot waktu Setting Kehalusan Kehalusan Kehalusan
(jam) Mesin I II III
1
2 Chemic KLN 2212010100 6 5 5
3 Chemic KLN 2212020100 6 5 5
4 Chemic KLN 2212020200 5 5 7
5 Chemic KLN 2212050100 6 5 5
6 Chemic KLN 2212060100 6 5 5
7 Chemic KLN 2212080100 5 5 5
8 Chemic KLN 2212090100 5 4 5
9 Chemic KLN 2212090200 5 5 5
10 Chemic KLN 2212140100 3.20 5 4 5
11 Chemic KLN 2212150100 3.44 Ampere 6 A 5 6 6
Frequency
12 Chemic KLN 2212150200 70 Hz
5 4 5
13 Chemic KLN 2212220100 3.30 feeding 20 4 5 5
14 Chemic KLN 2212220200 6 5 5
15 Chemic KLN 2212230100 5 5 5
16 Chemic KLN 2212230200 5 5 5
17 Chemic KLN 2212280100 3.47 4 4 4
18 Chemic KLN 2212080200 5 5 5
19 Chemic KLN 2212290100 3.35 5 5 5
20 Chemic KLN 2212290200 5 5 5
21 Chemic KLN 2212300100 3.30 6 6 6
22 Chemic KLN 2212300200 4 5 5
Tabel 2. Tabel Hasil Pengukuran Kehalusan menggunakan Grindometer
Pengambilan sample chemic kln dilakukan dengan no Lot pada proses bulan
desember 2022 untuk dilakukan pengujian kehalusannya. Lama waktu mixing
didapatkan dari hasil laporan ceklis qc proses inspektor di lapangan dengan
settingan mesin yang telah disetting oleh produksi dan mantenain. Pengujian
kehalusan dengan cara meletakan sample digaris uji pada grindometer, kemudian
menempatkan pisau dip dari atas kemudian ditarik kebawah. Partikel yangg
terakhir terlihat menunjukan nilai dari besarnya kehalusan sample, dengan
pengujian sebanyak 3 kali untuk mendapatkan hasil yang valid setiap sample per
nomor lot. Berdasarkan tabel 2. menunjukan bahwa rata-rata kehalusan chemic
kln sebesar 5 µm. Kehalusan chemic kln berdampak pada produk ketika
diaplikasikan , sehingga semakin halus akan meningkatkan keefektifan produk
[24]
terhadap sasaran.
[25]
[26]