0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
201 tayangan14 halaman

Elemen Aktif vs Pasif dalam Rangkaian Listrik

Makalah ini membahas tentang elemen aktif dan elemen pasif dalam rangkaian listrik. Elemen aktif mampu menghasilkan daya sedangkan elemen pasif tidak mampu menghasilkan daya. Makalah ini juga memberikan contoh-contoh elemen aktif dan pasif.

Diunggah oleh

Louis Purba
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
201 tayangan14 halaman

Elemen Aktif vs Pasif dalam Rangkaian Listrik

Makalah ini membahas tentang elemen aktif dan elemen pasif dalam rangkaian listrik. Elemen aktif mampu menghasilkan daya sedangkan elemen pasif tidak mampu menghasilkan daya. Makalah ini juga memberikan contoh-contoh elemen aktif dan pasif.

Diunggah oleh

Louis Purba
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Elemen Aktif dan Elemen Pasif

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Teknik Elektro

Dosen Pengampu :
Dr. Adi Sutopo, M.Pd, M.T
Azmi Rizki Lubis, S.Pd, M.T

Disusun Oleh :

Louis Vincent Purba (5233230018)


Anja Tri Darmawan (5233530016)
Rinaldi S. Pelawi (5231230025)

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Yang telah melimpahkan
berkat dan rahmat-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan Makalah tentang "Elemen Aktif dan
Elemen Pasif" dengan tepat waktu untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Pengantar Teknik
Elektro.
Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut
memberikan kontribusi dalam penyusunan makalah ini. Tentunya, tidak akan bisa maksimal jika
tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari
penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami dengan
rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Kami berharap semoga makalah yang kami susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi
untuk pembaca.

Penyusun

Kelompok 2

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................... iii
BAB I ......................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN...................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang................................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................................. 1
1.3 Tujuan................................................................................................................................ 1
BAB II........................................................................................................................................ 2
PEMBAHASAN......................................................................................................................... 2
2.1 Elemen Rangkaian............................................................................................................. 2
2.1.1 Port Elemen Rangkaian............................................................................................... 2
2.1.2 Linearitas Elemen Rangkaian...................................................................................... 3
2.2 Elemen Aktif dan Elemen Pasif......................................................................................... 3
2.1.1 Elemen Aktif................................................................................................................ 3
2.2.2 Elemen pasif................................................................................................................ 4
2.3 Contoh Elemen Aktif......................................................................................................... 4
2.4 Contoh Elemen Pasif......................................................................................................... 6
2.5 Perbedaan Elemen Aktif dan Elemen Pasif....................................................................... 9
BAB III....................................................................................................................................... 10
PENUTUP.................................................................................................................................. 10
3.1 Kesimpulan........................................................................................................................ 10
3.2 Saran.................................................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................. 11

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Elemen aktif dan pasif sangat penting dalam kehidupan sehari hari. Sama seperti
namanya, elemen adalah bagian dari sesuatu. Elemen ini bersama dengan elemen lainnya akan
membangun sesuatu yang kita rencanakan.

Elemen aktif dan elemen pasif akan membangun keseluruhan rangkaian listrik yang kita
inginkan. Elemen aktif mampu menghantarkan energi ke suatu rangkaian listrik, sedangkan
elemen pasif adalah elemen yang tidak mampu menghasilkan daya.Satu hal yang perlu diingat,
elemen aktif dan pasif adalah dasar dari sebuah rangkaian listrik. Mempelajari perbedaan antara
keduanya akan sangat membantu kita saat merancang, memperbaiki, dan membangun rangkaian.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu elemen rangkaian?


2. Apa itu elemen aktif dan elemen pasif?
3. Apa saja contoh elemen aktif dan elemen pasif?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui elemen rangkaian


2. Membahas tentang elemen aktif dan elemen pasif
3. Untuk mengetahui apa saja contoh dari elemen aktif dan elemen pasif

iv
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Elemen Rangkaian

Elemen rangkaian adalah perangkat listrik yang mempengaruhi hubungan tegangan-arus


dalam suatu rangkaian listrik. Elemen rangkaian memiliki karakteristik tegangan-arus sendiri
untuk dapat mengubah tegangan-arus di rangkaian seperti yang kita inginkan.

Elemen rangkaian sebagian besar terdiri dari komponen listrik seperti resistor, kapasitor,
induktor, dioda, dll. Elemen tersebut adalah elemen yang dibutuhkan untuk membangun sebuah
rangkaian listrik. Karena banyaknya komponen kelistrikan, maka dapat dikelompokkan menjadi
beberapa elemen rangkaian berdasarkan karakteristiknya.

Daripada menyebutkan elemen, lebih mudah untuk menyebutkan jenis elemen rangkaian.
Setiap elemen dalam tipe yang sama sebagian besar memiliki karakteristik yang sama dengan
beberapa perbedaan dalam spesifikasi dan bentuk.

Berikut daftar jenis elemen rangkaian listrik :

 Port elemen rangkaian,


 Linieritas elemen rangkaian, dan
 Elemen aktif dan pasif.

Pada materi ini kita berfokus pada elemen aktif dan pasif, tetapi mengetahui dua jenis
pertama secara singkat tidak akan merugikan karena jenis elemen rangkaian diatas terkait dengan
elemen aktif dan pasif.

2.1.1 Port Elemen Rangkaian

Port elemen rangkaian dapat membagi elemen rangkaian dengan jumlah portnya,
seperti:

 Elemen satu port: elemen jenis ini adalah yang paling sederhana. Elemen ini
hanya memiliki dua terminal yang dapat dihubungkan dengan elemen lain.
Contoh dari jenis ini adalah resistor, induktor, dan kapasitor.

 Elemen multi-port: tidak seperti elemen satu port, tipe ini memiliki lebih dari dua
terminal. Elemen-elemen ini terhubung ke rangkaian dengan beberapa terminal
(port). Contoh dari jenis ini adalah trafo 3 belitan (6 port).

v
2.1.2 Linearitas Elemen Rangkaian

Tipe ini akan membagi elemen rangkaian menjadi elemen linier dan nonlinier.

Elemen linier

Jenis elemen ini mengikuti linearitas antara tegangan dan arus bahkan jika
fasanya tergeser. Contoh dari jenis ini adalah resistor, induktor, kapasitor, dan sumber
dependen. Teori dasarnya adalah bahwa bentuk gelombang output sama dengan bentuk
gelombang input terlepas dari besarnya dan fase. Elemen-elemen ini tidak akan
menyebabkan distorsi dan dapat dianalisis dengan mudah. Contoh komponen linier
adalah resistor, kapasitor, dan induktor.

Elemen nonlinier

Jenis elemen ini akan mengikuti hubungan nonlinier antara tegangan dan arus.
Elemen ini akan menyebabkan distorsi dan contohnya adalah dioda.

2.2 Elemen Aktif dan Elemen Pasif

Elemen aktif dan elemen pasif akan membentuk node, cabang, dan loop untuk membuat
rangkaian lengkap. Elemen aktif dan elemen pasif akan terhubung satu sama lain dengan bantuan
kabel konduktor untuk membentuk node, cabang, junction, dan loop. Semua ini akan membentuk
rangkaian listrik yang lengkap.

Pengertian elemen aktif dan elemen pasif adalah elemen-elemen yang membangun suatu
rangkaian listrik dengan cara membangkitkan, menyerap, dan mengubah energi listrik.
perbedaan dari elemen aktif dan pasif terletak pada kemampuan menghasilkan energi. Elemen
aktif dan pasif merupakan hal yang serius untuk dianalisis dalam suatu rangkaian.

2.2.1 Elemen Aktif

Elemen aktif dapat digunakan untuk sumber tenaga listrik, seperti sumber
tegangan dan sumber arus. Elemen aktif mampu menghasilkan daya listrik dan perannya
untuk memperkuat sinyal input menjadi sinyal output yang lebih besar. Elemen aktif
adalah komponen listrik yang mampu menghantarkan energi ke suatu rangkaian listrik

vi
Elemen aktif dalam rangkaian adalah elemen yang memasok energi listrik ke
rangkaian. Dari definisi elemen aktif di atas dapat dikatakan bahwa elemen aktif
memiliki kemampuan untuk mengatur aliran elektron. Kita membutuhkan setidaknya satu
komponen aktif untuk membuat rangkaian bekerja. Contoh elemen aktif yang paling
penting adalah sumber tegangan dan arus. Keduanya mampu memberikan daya ke
rangkaian.

2.2.2 Elemen Pasif

Elemen pasif sering digunakan sebagai beban untuk suatu rangkaian.


Kemampuannya menyimpan energi, menahan tegangan atau arus, dan menyerap energi
memberi kita banyak pilihan dalam merancang rangkaian listrik. Elemen pasif adalah
elemen yang tidak mampu menghasilkan daya. Tapi, elemen ini menyerap, menyimpan,
atau membuang energi yang mengalir ke sana.

Elemen pasif dalam rangkaian adalah elemen yang menyerap dan mengubah
energi listrik. Dari definisi elemen pasif di atas dapat dikatakan bahwa elemen pasif tidak
memiliki kemampuan untuk mengatur aliran elektron. Kami membutuhkan setidaknya
satu komponen pasif untuk mencegah korsleting dan menghasilkan output

2.3 Contoh Elemen Aktif

Komponen elektronika aktif dibagi menjadi beberapa macam. Seperti halnya dioda,
transistor, dan IC (Integrated Circuit). berikut ini terkait macam-macam komponen elektronika
aktif.

1. Dioda

Dioda adalah salah satu komponen aktif yang dihasilkan oleh persambungan antara
bahan semikonduktor tipe –P dan tipe –N. Komponen ini memberikan resistansi yang sangat
rendah terhadap aliran arus pada satu arah dan resistansi yang sangat tinggi pada arah yang
berlawanan. Karakteristik ini memungkinkan dioda digunakan dalam aplikasi-aplikasi yang
menuntut rangkaian untuk memberikan tanggapan yang berbeda sesuai dengan arah arus yang
mengalir didalamnya

Masing-masing dari jenis dioda ini mempunyai fungsinya masing-masing, diantaranya


adalah sebagai berikut. Dioda penyearah memiliki fungsi untuk menyearahkan arus AC ke DC.
Dioda zener berfungsi untuk pengaman pada susunan arus yang bersangkutan. Lalu dioda emisi
cahaya merupakan dioda yang memiliki fungsi untuk memancarkan cahaya monokromatik.
Dioda foto yakni dioda yang mampu bergerak dengan pergerakan cahaya hingga dijadikan
sebagai sensor. Selain itu, masih ada jenis dioda lainnya.

vii
2. Transistor

Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern.
Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog
melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam
rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecapatan tinggi. Beberapa
transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori
dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.

Transistor juga memiliki fungsi sebagai stabilisasi tegangan, modulasi sinyal, dan fungsi
lainnya. Transistor ini bisa berfungsi semacam kran listrik . Dimana berdasarkan arus inputnya
atau BJT maupun tegangan inputnya atau FET memberikan sebuah kemungkinan untuk
mengalirkan listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Secara umum, transistor
mempunyai 3 terminal. Terdiri dari Basis (B), Emitor (E), dan juga Kolektro (C). Emitor dapat
digunakan untuk mengatur arus serta tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yakni
pada keluaran tegangan dan arus output kolektor

viii
3. IC (Integrated Circuit)

(Integrated Circuit – IC) adalah rangkaian kompleks yang dibuat pada sebuah irisan kecil
silikon. Rangkaian terpadu dapat memuat 10 hingga lebih dari 100.000 perangkat aktif (transistor
dan dioda). Bahkan beberapa aplikasi khusus (seperti penguat level tinggi), rangkaian terpadu
telah menggantikan sebagian besar rangkaian diskrit konvensional.

Rangkaian terpadu dibagi menjadi dua kelas umum, linier (analog) dan digital (TTL,
Transistor, Transistor logic). Contoh tipikal dari rangkaian terpadu linier adalah operasional
Amplifier (Op-Amp). Sedangkan contoh tipikal dari rangkaian terpadu digital adalah gerbang-
gerbang logika. Sejumlah perangkat menjembatani jurang pemisah antara dunia analog dan
digital seperti cinverter analog - digital (ADC), converter digital – analog (DAC), dan pencacah
waktu (timer)

2.4 Contoh Elemen Pasif

1. Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang memang didesain memiliki dua kutup yang
nantinya dapat digunakan untuk menahan arus listrik apabila di aliri tegangan listrik antara kedua
kutub tersebut. Resistor biasanya banyak digunakan sebagai bagian dari sirkuit elektronik. Tak
cuma itu, komponen yang satu ini juga yang paling sering digunakan di antara komponen
lainnya. Resistor adalah komponen yang terbuat dari bahan isolator yang didalamnya
mengandung nilai tertentu sesuai dengan nilai hambatan yang diinginkan.

ix
Agar dapat menggunakan resistor dengan baik kita perlu mengetahui beberapa hal seperti
bahan pembuatnya, nilai resistansiya [dinaytakan dalam Ohm (Ω), kiloohm (kΩ), atau megaohm
(MΩ)], toleransi (dinya’takan sebagai penyimpangan maksimum dan minimun yang diizinkan
dari nilai tertera), rating/lepasan daya (yang harus sama atau lebih besar daripada disipasi daya
maksimunnya), derau dan perilakunya pada frekuensi tinggi.

2. Kapasitor

Kapasitor adalah perangkat yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Sebagai
akibatnya, kapasitor merupakan suatu penampang (reservoir) dimana muatan dapat disimpan dan
kemudian dilepaskan secara perlahan. Aplikasi-aplikasinya yang umum meliputi kapasitor
penampung dan kapasitor penghalus (filter) yang digunakan pada catu daya, pencampuran
sinyal-sinyal ac di antara tahapan-tahapan (stage) amplifier, dan pemisah sinyal-sinyal dalam
catu daya (dengan kata lain secara efektif mentanamkan catu daya untuk sinyal-sinyal

Kapasitor ini memiliki fungsi sebagai penyaring pada susunan daya, untuk memilih
gelombang radio pada susunan, serta pemetaan arus listrik. Ada beberapa jenis kapasitor yang
perlu kita ketahui, yakni kapasitor dengan nilai yang bisa diatur. Kapasitor yang memiliki nilai
tetap serta tidak mempunyai pola. Terakhir adalah kapasitor dengan nilai tetap, akan tetapi
memiliki pola positif maupun negatif.

x
3. Induktor

Induktor disebut juga sebagai coil, merupakan komponen elektronika pasif yang tersusun
atas lilitan kawat yang membentuk sebuah kumparan. Induktor dalam menimbulkan medan
magnet ketika dialiri arus listrik. Satuan induktansi pada induktor ini adalah Henry (H).
Komponen-komponen yang termasuk dalam induktor ini seperti iron core inductor, torroidal core
inductor, laminated core inductor, dan komponen lainnya.

Sebenarnya setiap induktor dengan sembarang bentuk selalu mempunyai induktans,


namun umumnya harganya kecil, kecuali untuk perubahan arus dengan frekuensi yang cukup
besar. Suatu bentuk kawat yang sengaja dibuat agar mempunyai induktans relatif besar
dinamakan induktor, dan umumnya berupa kumparan kawat yang terdiri dari beberapa lilitan

4. Transformator

Pada dasarnya transformator merupakan suatu komponen pasif dengan 4 (empat) atau
lebih ujung pada 2 (dua) bagian yang disebut bagian primer dan sekunder. Transformator
digunakan untuk mengubah tegangan bolak-balik pada primer menjadi tegangan bolak-balik
pada sekunder, dengan menggunakan prinsip fluks magnetik. Tranformator juga digunakan
untuk transformasi impedansi.

xi
2.5 Perbedaan Elemen Aktif Dan Pasif

Berikut perbandingan antara komponen aktif dan pasif berdasarkan parameter tertentu :

1. Sumber energi: Komponen aktif memerlukan sumber energi tambahan. Dalam hal
komponen pasif, tidak ada sumber energi tambahan yang diperlukan untuk
pengoperasiannya. Sebuah resistor bekerja sendiri tanpa memerlukan tegangan tertentu.

2. Energi: Komponen aktif menghasilkan energi dalam bentuk tegangan atau arus tetapi
komponen pasif adalah perangkat yang menyimpan energi, seperti kapasitor, menyimpan
energinya dalam bentuk medan listrik dan induktor menyimpan energinya dalam bentuk
medan magnet.

3. Linearitas: Komponen pasif linier dan komponen aktif non-linier. Artinya dalam
komponen pasif seperti resistor, penurunan tegangan akan linier dengan nilai
resistansinya menurut Hukum Ohm. Sedangkan pada transistor atau komponen aktif
lainnya outputnya akan memiliki faktor penguatan yang tidak akan linier.

4. Penguatan daya: Komponen aktif mampu memberikan penguatan daya sedangkan


dalam kasus komponen pasif, kemampuan untuk memperkuat daya tidak ada.

5. Mengontrol arus: Komponen aktif seperti namanya dapat dengan mudah mengontrol
aliran arus. Tugas yang sama tidak dapat dilakukan oleh komponen pasif.

6. Sumber eksternal: Komponen aktif seperti yang dijelaskan sebelumnya memerlukan


sumber tambahan untuk mengontrol dan beroperasi. tetapi dalam kasus komponen pasif,
tidak ada persyaratan sumber eksternal.

xii
BAB III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Elemen listrik pada rangkaian listrik dapat dikelompokkan kedalam komponen atau
elemen aktif dan elemen pasif. Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan energi dalam hal
ini adalah sumber tegangan dan sumber arus. Sedangkan elemen pasif adalah dimana elemen ini
tidak dapat menghasilkan energi, dapat dikelompokkan menjadi elemen yang hanya dapat
menyerap energi.

Dalam hal ini hanya terdapat pada komponen resistor atau banyak juga yang
menyebutkan tahanan atau hambatan dengan simbol R, dan elemen pasif yang dapat menyimpan
energi juga diklasifikasikan menjadi dua yaitu komponen atau elemen yang menyerap energi
dalam bentuk medan magnet dalam hal ini induktor atau sering juga disebut sebagai lilitan,
belitan atau kumparan dengan simbol L, dan komponen pasif yang menyerap energi dalam
bentuk medan magnet dalam hal ini adalah kapasitor atau sering juga dikatakan dengan
kondensator dengan simbol C.

3.2 Saran

Untuk memudahkan dalam membuat rangkaian listrik, maka kita harus mengetahui dan
memahami symbol serta lambang dari masing-masing komponen tersebut. Tujuannya adalah
agar kita dapat lebih mudah merangkai suatu rangkaian listrik secara tepat dan sempurna. Untuk
menguasai elemen aktif dan elemen pasif kita harus bisa memahami dengan betul macam-macam
komponen dan fungsi dari komponen tersebut untuk menghindari kesalahan yang tidak kita
inginkan.

xiii
DAFTAR PUSTAKA

https://wiraelectrical.com/id/elemen-aktif-pasif/

https://www.thinksphysics.com/2020/04/komponen-komponen-elektronika-pasif-dan-aktif.html

https://www.kelasplc.com/pengertian-komponen-elektronika-aktif-dan-pasif/

xiv

Anda mungkin juga menyukai