D Flip-Flop Dan Fungsi Toggle
D Flip-Flop Dan Fungsi Toggle
Oleh:
Nama: Cantika Angela Putri
NIM: 221331004
1
KETERANGAN
1. Kelompok 2
2. Judul Praktek : DFF dan Fungsi Toggle Pada DFF dan JK-FF
2
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala
anugerah dan rahmat yang diberikan oleh-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan
laporan praktikum ini tanpa hambatan dan kesulitan. Saya selaku penulis dan penyusun
yang terlibat dengan rangkaian kata yang tersusun sederhana ini diberi kesempatan dan
tanggung jawab yang tidak akan saya sia-siakan oleh dosen pembimbing mata kuliah
Elektronika Digital Lanjut.
Terselesaikannya laporan ini tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari banyak
pihak yang salah satunya di berikan oleh Ibu Mina Naidah Gani, DUT, ST, M.Eng dan
ibu Rahmawati Hasanah, S.ST., M.T. selaku dosen mata kuliah Elektronika Digital
Lanjut.
Tidak lupa dukungan yang diberikan oleh rekan satu tim sehingga saya selaku penyusun
terbantu oleh kerjasama kalian.
Dalam penyusunan rangkaian setiap kata pada laporan praktikum ini, saya telah
berusaha dengan segenap kesungguhan, ketelitian dan kemampuan saya untuk membuat
laporan ini menjadi syarat penilaian praktikum kedua. Akan tetapi, sebagai seorang
pemula tentunya saya pasti masih memiliki banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan
lainnya. Maka dari itu, dengan rendah hati saya mengharapkan kritik dan saran-saran
yang mungkin bisa membantu saya untuk kedepannya.
3
DAFTAR ISI
4
BAB I
PENDAHULUAN
4. Bgaimana prinsip kerja fungsi toggle pada DFF dan JFF berdasarkan timing diagram?
4. Mengetahui prinsip kerja fungsi toggle pada DFF dan JFF berdasarkan timing diagram
5
BAB II
LANDASAN TEORI
Prinsip kerjanya yaitu akan selalu menghasilkan nilai logic yang berlawanan dengan inputnya
bila input 1 maka outputnya 0 atau sebaliknya.
c. Gerbang OR IC 7432
6
Prinsip kerjanya yaitu kondisi output akan berlogic 1 apabila salah satu atau bahkan semua
input berlogic 1 selain itu output akan berlogic 0
Simbol NAND
Tabel
Kebenaran Rangkaian Ekuivalen
Prinsip kerjanya yaitu kombinasi antara gerbang NOT dan AND maka outputnya merupakan
kebalikan dari AND, yakni kondisi outputnya akan berlogic 0 apabila inputnya hanya atau
keduanya berlogic 1
Simbol
Tabel
Kebenaran Rangkaian Ekuivalen
Prinsip kerjanya adalah kombinasi dari gerbang not dan gerbang or maka outputnya merupakan
kebalikan dari gerbang or yaitu kondisi outputnya akan berloji nol jika salah satu atau lebih
inputnya berlogic 1
Simbol Tabel
Kebenaran Rangkaian Ekuivalen
Prinsip kerjanya gerbang or berkondisi di mana jika kedua input berlogic sama maka output
akan berlogic 0 begitupun sebaliknya apabila input berlogic beda maka output akan
berlogic 1
Simbol
7
2.2 LED
LED merupakan singkatan dari Light Emitting Diode, yaitu salah satu komponen
semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika terdapat arus yang mengalirinya.
LED adalah dioda yang dapat memancarkan cahaya pada saat mendapat arus bias maju
(forward bias), saat diberikan tegangan listrik dengan konfigurasi bias maju yaitu tegangan
positif ke kaki anoda dan tegangan negatif ke kaki katoda, maka LED akan memancarkan
cahaya. LED hanya akan mengalirkan arus listrik satu arah saja karena LED merupakan salah
satu jenis dioda. LED hanya memiliki kemampuan mengaliri arus yang cukup rendah yaitu
maksimal 20mA, jika arus yang mengalir lebih dari 20mA maka LED akan rusak. Solusinya
adalah memasang sebuah resistor sebagai pembatas arus pada rangkaian LED.
Capit buaya adalah komponen elektrnika yang berfungsi untuk menyalurkan atau
menghubungkan energi listrik dari sumber daya adaptor. Capit buaya berwarna merah artinya
berkutub positif, sedangkan capit buaya berwarna hitam bernilai negatif. Adapun komponen
steker yang juga memiliki fungsi untuk menyalurkan energi listrik dari sumber daya adaptor.
Namun perbedaannya dengan capit buaya adalah, capit buaya merupakan penghubung untuk
arus yang searah (DC) sehingga dibedakan dengan warna merah (positif) dan hitam (negatif).
8
kabel elektrik yang memiliki pin konektor di setiap ujungnya yaitu konektor jantan ( male
connector) dan konektor betina (female connector). Kabel jumper digunakan untuk
menghubungkan dua komponen atau untuk menyambungkan rangkaian listrik.
2.6 VOLTMETER
Voltmeter adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur besar tegangan yang ada
pada rangkaian listrik. Tentu saja rangkaian listrik tersebut dialiri oleh listrik, maka alat ukur
voltmeter ini yang akan menunjukan besaran tegangan listrik tersebut. Sebuah voltmeter
sederhana dibentuk menggunakan kumparan putar atau galvanometer. Arus listrik yang
mengalir melalui kumparan atau galvanometer akan menimbulkan medan magnet. Medan
magnet tersebut berinteraksi dengan kuat arus sehingga menimbulkan gaya magnetik. Gaya
magnetik pada medan magnet tersebut yang akan menggerakan jarum penunjuk. Semakin besar
arus listrik yang mengalir pada medan magnet, maka semakin besar pergerakan jarum
penunjuk. Namun, alat ukur voltmeter ini memiliki batas ukur pengukuran maksimum
tegangan. Apabila pengukuran melebihi batas ukur voltmeter, maka voltmeter akan rusak.
Berdasarkan jenis voltmeter terbagi menjadi dua yaitu voltmeter analog dan voltmeter
digital. Voltmeter analog membutuhkan kemampuan membaca skala penyimpangan jarum,
sementara voltmeter digital akan langsung mengukur nilai resistor. Penghitungan voltmeter
𝑆𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑢𝑛𝑗𝑢𝑘
dapat dirumuskan sebagai berikut 𝑉 = 𝑥 𝐵𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑈𝑘𝑢𝑟
𝐵𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
2.7 RESISTOR
Pada dasarnya resistor adalah komponen elektronika pasif yang memiliki nilai
resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik
dalam suatu rangkaian elektronika (Nawali, 2015). Umumnya, resistor terbuat dari bahan
karbon namun pada alat yang sering kita jumpai sehari-hari yaitu setrika, resistornya terbuat
dari kawat nikrom. Tidak sedikit resistor yang terbuat dari kawat nikrom. Satuan resistor
adalah Ohm (Ω), kata ohm berasal dari penemu hukum ohm itu sendiri yaitu George Simon
Ohm seorang fisikawan hebat asal German.
Cara menghitung besarnya hambatan dalam resistor adalah dengan menggunakan alat
ukur. Cara pertama adalah menggunakan multimeter digital dengan mengatur selector switch
ke dalam mode “ohm” lalu menempelkan kedua kabel ke kedua ujung resistor. Hasil besarnya
hambatan akan muncul pada layar multimeter digital. Cara kedua adalah menggunakan
multimeter analog. Namun penggunaan multimeter analog membutuhkan kemampuan
membaca skala karena dengan membaca skala akan diperoleh hasil besar hambatan pada
9
resistor.
Pada resistor terdapat banyak gelang warna yang memiliki nilai khusus. Warna hitam
memiliki nilai 0, warna cokelat memiliki nilai 1, warna merah memiliki nilai 2, warna jingga
memiliki nilai 3, warna kuning memiliki nilai 4, warna hijau memiliki nilai 5, warna biru
memiliki nilai 6, warna ungu memiliki nilai 7, warna abu memiliki nilai 8, warna putih
memiliki nilai 9, warna emas memiliki toleransi 5%, perak memiliki toleransi 10%, dan tak
berwarna memiliki toleransi 20%.
2.10 POTENSIOMETER
Potensiometer adalah komponen elektronika yang digunakan untuk mengatur,
mengukur, dan memantau tegangan potensial. Sehingga, dapat dikatakan bahwa fungsi utama
potensiometer adalah komponen yang dapat mengubah resistansi listrik dalam suatu rangkaian
dengan menggerakan pengatur sehingga tegangan output atau arus dalam rangkaian dapat
diatur sesuai kebutuhan. Dalam pengimplementasian di alat elektronik sehari-hari,
potensiometer digunakan untuk mengatur tingkat kecerahan, mengatur volume suara,dan
mengonntrol parameter lainnya.
10
2.11 D FLIP-FLOP
D Flip-flop salah satu jenis Flip-flop yang dibangun dengan menggunakan RS Flip-
flop. Namun bedanya, pada RS FF inputan R tidak diberi gerbang NOT namun pada D FF
inputan R perlu diberi gerbang NOT terlebih dahulu sehingga setiap input ke D FF akan
memberi kondisi yang berbeda dengan input RSmaka setiap masukan ke D FF ini akan
memberi keadaan yang berbeda pada input RS. Selain itu, karena D FF merupakan hasil
penyempurnaan SR FF maka sudah tidak ada lagi kondisi terlarang karena kedua input
memiliki nilai logika yang berlainan karena terdapat gerbang NOT sehingga kondisi terlarang
tidak ditemukan lagi.
• D-LATCH (7475)
Simbol : IC D LATCH:
7475
Tabel Kebenaran :
Timing Diagram :
11
• D-FF dengan INPUT ASINKRON
Simbol : Tabel Kebenaran:
Tabel Eksistasi :
Timing diagram :
2.12 JK FLIP-FLOP
JK FF adalah jenis rangkaian elektronika digital yang digunakan sebagai wadah
penyimpanan data dalam rangkaian digital. JK FF adalah jenis flip-flop yang lebih kompleks
dari jenis lainnya karena memiliki dua input yaitu J(Set) dan K(Reset). JK FF memiliki
beberapa karakteristik yaitu:
1. Input J (Set), digunakan untuk mengatur Set atau flip-flop diubah menjadi 1.
Jika J=1 maka output Q akan menjadi 1 pada langkah berikutnya tidak mengacu
apa yang ada di dalamnya sebelumnya.
2. Input K (Reset), digunakan untuk mengatur Rese atau flipflop diubah menjadi
0. Jika K=1 maka output Q akan menjadi 0 pada langkah berikutnya tidak
mengacu apa yang ada di dalamnya sebelumnya.
12
3. Clock, digunakan untuk mengatur kapan perubahan kondisi J dan K akan terjadi
4. Output Q, output yang dapat berupa 0 atau 1 tergantung pada kondisi inputya
5. Output Q’, output yang merubakan kebalikan dari output Q, jika Q 1 maka Q’
akan menjadi 0, begitupun
sebaliknya.
13
BAB III
RANGKAIAN PERCOBAAN
2. Multimeter
5. Power Supply
14
8. LED 3 buah
9. Potensiometer 10kΩ
15
3.2.2 Langkah Kerja Rangkaian 2 (Toggle JK-FF)
1. Siapkan alat dan komponen yang akan digunakan
2. Atur power supply pada tegangan 5V
3. Buat rangkaian clock terlebih dahulu dengan IC 7413, kapasitor 470µF,
potensiometer 10kΩ, 1 buah resistor, dan 1 buah LED
4. Jika LED sudah berkedip-kedip lanjut ke rangkaian JK-FF dengan
menambahkan IC 7473, 1 resistor dan 2 buah LED
16
5. Buat dan cek pada timing diagram
17
BAB IV
HASIL PERCOBAAN
Asinkron
L H X X H
set
Asinkron
H L X X L
reset
Not used L L X X H
18
Sintron
H H high l L
reset
1 0 0 0 0
19
1 0 0 1 1
1 0 1 0 0
1 0 1 1 0
1 1 0 0 1
20
1 1 0 1 1
1 1 1 0 1
1 1 1 1 0
21
4.3 HASIL PERCOBAAN RANGKAIAN 3 (Toggle D-FF)
C D Q(t) Q(t+1) Gambar
0 X Q Q Video dapat diakses pada link berikut:
https://drive.google.com/file/d/1eR8vorayENRQAG3n-
NBQHxDMklaA-6Y_/view?usp=drivesdk
1 0 0 0
1 0 1 0
1 1 0 1
22
1 1 1 1
BAB V
ANALISIS DATA
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka diperoleh data sebagai berikut:
5.1 RANGKAIAN 1
o diperlukan IC 7413 untuk merangkai rangkaian clock lalu dilengkapi oleh IC 7474 untu
merangkai rangkaian D Flip-flop. Clock digunakan sebagai pengatur input untuk
merespon apakah output dari rangkaian Flip-flop yang dirangkai berubah atau tidak,
clock juga disebut pengatur karena terdapat potensiometer yang dapat mengatur
kecepatan waktu pada kedipan LED
o pada timing diagram:
• ketika preset bernilai 0 maka Q aktif (high)
• Q berubah mengikuti D sesuai dengan perintah clocknya
• meskipun Q berubah mengikuti D sesuai perintah clock, namun apabila kondisi
asinkron preset menjadi 0 atau aktif, maka Q juga akan berpengaruh menjadi aktif dan
ketika asinkron preset kembali menjadi 1 maka Q kembali tidak aktif.
5.2 RANGKAIAN 2
23
o diperlukan IC 7413 untuk merangkai rangkaian clock lalu dilengkapi oleh IC 7474
untuk merangkai rangkaian JK Flip-flop. Clock digunakan sebagai pengatur input
untuk merespon apakah output dari rangkaian Flip-flop yang dirangkai berubah atau
tidak, clock juga disebut pengatur karena terdapat potensiometer yang dapat mengatur
kecepatan waktu pada kedipan LED
o Timing diagram:
• Output Q bekerja mengandalkan clock
•ketika clock bergantian 1 0 maka Qa bernilai 1 1sampai clock berubah ke nilai 1 0
berikutnya lalu Qa juga berubah menjadi 0 0, selanjutnya ketika clock berubah lagi
menjadi 1 0 berikutnya Qa akan berubah lagi menjadi 1 1, dan seterusnya
• Ketika awalnya kondisi flip-flop don't care , output Q dapat berada dalam keadaan
tinggi atau rendah. Ketika sinyal clock bertransisi dari rendah ke tinggi, flip-flop
memberi respon pada output J dan K lalu merubah kondisi outputnya
Pada timing diagram ini,
J awalnya rendah dan K tinggi kemudian keduanya menjadi high, konfigurasi ini
dikenal sebagai kondisi "toggle", karena menyebabkan flip-flop mengubah outputnya
pada setiap siklus jam.
• Ketika sinyal clock berubah dari rendah ke tinggi, flip-flop mengambil keadaan output
Q sebelumnya dan mengubahnya. Jika Q tinggi(1), maka menjadi rendah(0). Jika Q
rendah(0) maka menjadi tinggi (1).
5.3 RANGKAIAN 3
o Diperlukan IC 7413 untuk merangkai rangkaian clock lalu dilengkapi oleh IC 7474
untuk merangkai rangkaian D Flip-flop. Clock digunakan sebagai pengatur input
untuk merespon apakah output dari rangkaian Flip-flop yang dirangkai berubah atau
tidak, clock juga disebut pengatur karena terdapat potensiometer yang dapat mengatur
kecepatan waktu pada kedipan LED
o Timing diagram:
- Input j dan k selalu bernilai 1 karena toggle
- output Qa mengalami perubahan bergantung dengan clock dan toggle
- ketika Qa=1 Qb=0 disebut hold, ketika Qa=0 Qb= 1 menjadi toggle dan ketika
Qa=1 Qb= 1 menjadi hold, ketika Qa= 0 Qb=0 menjadi toggle dan ketika Qa=1
Qb=0 menjadi hold, ketika Qa=0 Qb= 1 menjadi toggle dan Qa=1 Qb=1
menjadi hold , ketika Qa= 0 Qb=0 menjadi toggle dan ketika Qa=1 Qb=0
disebut hold dan seterusnya. Atau,
- Pada waktu 0, D dan CLK awalnya diset ke 0, sehingga Q dan Q' juga akan diset
ke 0. Ketika CLK naik dari 0 ke 1 pada waktu 1, flip-flop mengambil sampel
input D. Dalam kasus ini , jika D = 1, flip-flop akan mengubah status
keluarannya (Q dan Q' akan bertukar). Jika D = = 0, flip-flop akan
mempertahankan status keluarannya saat ini.
- Pada waktu 1, Q akan berubah dari 0 menjadi 1, sedangkan Q' akan berubah
dari 0 menjadi 1 juga. Jika masukan D tetap sama (D= 1), flip-flop akan tetap
pada keadaan ini, mengubah keadaan keluarannya setiap kali CLK naik dari 0
ke 1.
24
BAB VI
KESIMPULAN
25
BAB VII
DAFTAR PUSTAKA
[2] Achmadi, Pengertian Amperemeter Serta Fungsi, Jenis dan Cara Memakainya,
https://www.pengelasan.net/amperemeter/, 2021.
[5]
Prastyo Aris Elga, "Pengertian, Jenis dan Cara Kerja Kabel Jumper Arduino,"
https://www.arduinoindonesia.id/2022/11/pengertian-jenis-dan-cara-kerja-kabeljumper-
arduino.html.
[6] Nawali, Rancang Bangun Alat Penguras dan Pengisi Tempat Minum Ternak Ayam
Berbasis Mikrokontroler Atmega 16, Manado:
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdankom/article/view/10591, 2015.
[7] D. Kho, "Klasifikasi Umum Power Supply," Pengertian Power Supply dan Jenisjenisnya.
[9] Syahriszani, Rezi. “ Kapasitor Adalah: Pengertian, Fungsi, Simbol, Rumus dan Jenis
Kapasitor,” , 2023.
[10] Utami, Riefta Wahyu. Dkk “Pembuktian Tabel Kebenaran Pada Percobaan Flip Flop SR
Berdetak Dan Flip Flop D,” Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika Untirta, Vol.
3, No. 1, 2020.
26