0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
702 tayangan14 halaman

Sensor Proximity

Dokumen tersebut membahas tentang sensor proximity yang meliputi pengertian, prinsip kerja, dan contoh aplikasi beberapa jenis sensor proximity seperti fotoelektrik, induktif, kapasitif, dan ultrasonik. Jenis-jenis sensor tersebut dibandingkan kelebihan dan kekurangannya.

Diunggah oleh

Afdinal .G
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
702 tayangan14 halaman

Sensor Proximity

Dokumen tersebut membahas tentang sensor proximity yang meliputi pengertian, prinsip kerja, dan contoh aplikasi beberapa jenis sensor proximity seperti fotoelektrik, induktif, kapasitif, dan ultrasonik. Jenis-jenis sensor tersebut dibandingkan kelebihan dan kekurangannya.

Diunggah oleh

Afdinal .G
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RISET DIVISI ELEKTRIK

Proximity Sensor
Afdinal Ghibran Batubara (12222037)

A. Pendahuluan

Sensor proximity adalah sensor yang dipakai untuk mendeteksi gerakan benda pada
rentang jarak tertentu tanpa adanya kontak fisik. Pada prinsip kerjanya, sensor
proximity memiliki beberapa jenis prinsip kerja sebagai berikut:
a. Induktif, yaitu sensor melakukan pendeteksian berdasarkan perubahan
medan elektromagnetik. Ketika suatu benda berada dalam jarak deteksi,
medan elektromagnetik akan terganggu dan sensor akan mendeteksi
perubahan ini. Untuk mendapatkan medan elektromagnetik dengan frekuensi
tinggi, sensor ini dibuat dari koil atau inti ifrit. Hal ini karena sensor jenis ini
sering digunakan untuk mendeteksi logam dalam mesin. Pengaplikasiannnya
yahg lain adalah sebagai sakelar otomatis
b. Kapasitif, yaitu sensor melakukan pendeteksian yang secara substansial
mirip dengan sensor induktif. Namun, jenis sensor ini mampu mendeteksi
beberapa objek dalam satu waktu. Diantaranya adalah gerakan, komposis
kimia, level tekanan, level fluida, dan lainnya. Elemen aktif yang ada pada
sensor kapasitif terdiri dari dua buah elektroda logam . Kedua elektroda ini
dimasukkan ke dalam rangkaian dengan resonansi dengan frekuensi yang
tinggi.
c. Ultrasonik, yaitu sensor yang melakukan pendeteksian menggunakan
gelombang gema yang kemudian akan dipantulkan ketika ada objek yang
mendekatinya. Sensor ini juga mampu menghitung jarak dari suatu objek,
dengan melakukan perhitungan selisih waktu dari pemancaran signal dan
penerimaan sinyal.
d. Photoelektrik, yaitu sensor yang menggunakan media fotoelektrik untuk
mendeteksi objek. Sensor fotoelektrik sendiri ada tiga jenis:
1. Direct Reflection: pemancar dan penerima ditempatkan bersama
dalam satu tempat
2. Reflection and Reflector: sama seperti Direct Reflection, namun
dibutuhkan kehadiran Reflector dalam prosesnya. Disebut juga
sebagai sensor proximity optik.
3. Thru Beam: pemancar dan penerima ditempatkan terpisah. Ketika ada
objek yang mengganggu sinar yang terpancar dari pemancar ke
penerima, objek akan terdeteksi.

B. Proximity Sensor
1. E18-D80NK IR (Fotoelektrik)

Lihat Datasheet.

Cara Kerja
Sensor ini memiliki pemancar infrared dan penerima infrared. Pemancar
IR akan mentransmisikan sinyal infrared yang kemudian akan dipantulkan oleh
objek yang dilaluinya dan kemudian dideteksi oleh penerima. Sensor ini
memancarkan IR yang termodulasi sehingga lebih sedikit terkena gangguan
sinar matahari.Jangkauan sinyal IR dapat diatur menggunakan sekrup yang
terletak di bagian belakang. LED merah diletakkan di belakang sensor dan akan
menyala jika ada hambatan yang terdeteksi. Sensor ini bekerja pada tegangan
5V dan mengonsumsi arus sekitar 5mA - 30mA.

Circuit Diagram
Pada sensor ini terdapat 3 kabel, yaitu kabel coklat untuk 5V DC
Power supply, kabel biru (kabel yang di tengah) untuk GND, dan kabel
hitam sebagai output sinyal.

Untuk koneksi dengan microcontroller (Arduino), kita cukup


menyambungkan kabel coklat ke pin 5V Arduino, kabel biru ke pin GND,
dan kabel hitam ke pin digital.
Contoh Pengaplikasian (Arduino)

Pada kode diatas, lampu LED akan dinyalakan ketika ada objek yang terdeteksi
oleh sensor proximity. Dan LED mati jika sensor tidak mendeteksi objek.
Tindakan ini akan di loop setiap 0.5 sekon.

Output
Dapat dilihat dari kode diatas, jika sensor mendeteksi objek, ia akan
mengeluarkan sinyal digital LOW atau 0, dan status LED akan HIGH atau LED
menyala dan “Objek terdeteksi” akan muncul di serial monitor.
Namun, jika sensor tidak mendeteksi objek, ia akan mengeluarkan sinyal digital
HIGH atau 1, dan status LED akan LOW atau LED tidak menyala dan “Tidak ada
objek” akan diprint di serial monitor.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:
● Memiliki harga yang murah
● Rentang deteksi jarak yang cukup besar, yaitu 3 cm - 80 cm
● Desain yang kompak dan mudah dipasang
● Respon cepat terhadap perubahan lingkungan sehingga dapat
mendeteksi objek dengan cepat
Kekurangan:
● Tidak bisa memberikan informasi lebih rinci mengenai jarak objek
penghalang
● Keterbatasan pada pengukuran, yaitu objek yang transparan
berkemungkinan cukup tinggi akan terlewat oleh sensor ini, ataupun objek
yang memiliki sifat reflektor yang buruk
● Masih ada kemungkinan pembacaan sensor ini akan terganggu oleh sinar
matahari jika dipakai outdoor
2. PRD18-7DN (Induktif)

Lihat Datasheet

Cara Kerja

Sensor proximity induktif biasanya digunakan untuk mendeteksi objek logam.


Sensor ini bekerja menggunakan prinsip arus Eddy. Suatu medan elektromagnet
akan terbentuk dari sensor ini. Saat mengenai benda logam, suatu arus listrik
akan terbentuk di benda tersebut akibat induksi elektromagnetik, dan arus ini
akan mengganggu medan elektromagnetik dari sensor. Gangguan ini
mengurangi osilasi alami di sirkuit osilator sensor. Sensor akan mendeteksi
gangguan ini dan menyalakan indikator LED sebagai tanda adanya objek yang
menghalangi.

Circuit Diagram
Sensor ini memiliki 3 kabel. Kabel berwarna coklat digunakan untuk
menginput daya. Tegangan pasokan dapat bervariasi dari 3V - 36V. Kabel biru
(tengah) merupakan kabel GND. Dan kabel hitam merupakan tempat keluaran
sinyal dari sensor.
Selanjutnya transistor dipakai untuk mengontrol arus yang masuk ke
buzzer. Saat objek terdeteksi, sensor akan mengeluarkan arus kecil yang
membuat transistor menyambungkan arus dari sumber daya ke buzzer. Selain
itu, kita juga dapat menggunakan microcontroller sebagai pembaca output dari
sensor dan mengontrol sistem.

Contoh Pengaplikasian (Arduino)

Output
Pada pengaplikasian sederhana seperti kode diatas, kita
menghubungkan buzzer, sensor, dan arduino. Saat objek terdeteksi,
proximityValue menjadi LOW dan indikator LED yang ada di sensor akan
menyala bersamaan dengan buzzer. Serial monitor akan memprint “Objek
dekat terdeteksi”. Ketika objek keluar dari ruang pendeteksian sensor,
proximityValue akan kembali ke status HIGH, dan indikator LED dan buzzer
mati. Output form dari sensor ini adalah NPN three lines, yang berarti sensor
mengeluarkan sinyal negatif ketika objek masuk ke ruang deteksi sensor, dan
keluaran sinyal menjadi positif ketika objek tidak terdeteksi.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:
● Tidak terpengaruh oleh warna ataupun transparansi objek
● Mendeteksi logam dengan sangat baik
● Tahan debu dan cairan sehingga cocok dipakai di lingkungan yang
ekstrim
Kekurangan:
● Batas jarak deteksi yang sangat kecil, yaitu hanya berkisar 7mm
● Hanya efektif pada benda logam
● Harga sensor yang relatif mahal

3. CR18-8DP (Kapasitif)

Lihat Datasheet

Cara Kerja
Sensor ini memiliki komponen utama berupa plat penampang (untuk
memancarkan medan listrik), osilator (pemancar sinyal dari plat), sirkuit
trigger (mendeteksi perubahan medan listrik), dan potensiometer
(menyesuaikan sensitivitas sensor).
Sensor akan memancarkan medan elektrostatik yang dihasilkan dari osilator.
Ketika objek masuk ke area deteksi sensor, ini akan menghasilkan perubahan
pada amplitudo osilator yang nantinya akan mentrigger output sensor.

Circuit Diagram

Sama seperti sensor sebelumnya, sensor proximity kapasitif memiliki 3


kabel yang terbagi menjadi warna coklat, biru, dan hitam. Kabel coklat
merupakan kabel untuk menginput daya dengan rentang tegangan 10V - 30V
DV. Kabel hitam digunakan sebagai pengantar output dari sensor ini. Dan
kabel biru digunakan sebagai GND.
Contoh Pengaplikasian

Output
Kode diatas merupakan aplikasi sederhana pada sensor sentuhan.
Saat suatu media yang telah terpasang sensor proximity kapasitif disentuh
(diberi tekanan), maka lampu LED akan menyala sebagai indikator. Sama
seperti sensor proximity induktif, sensor ini bertipe NPN. Sinyal dari sensor
akan di-inisiasikan HIGH jika ia tidak mendapat halangan dari suatu objek.
Setelah objek terdeteksi, “Sentuhan terdeteksi” akan muncul di serial monitor,
LED menyala dan status sensor adalah LOW. Tapi saat objek tidak terdeteksi
lagi, LED mati dan sensor kembali ke status HIGH.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:
● Mampu mendeteksi benda logam maupun non-logam
● Cocok digunakan di sektor industri
● Dapat digunakan untuk mendeteksi komposisi kimia bahan
Kekurangan:
● Harga yang cukup mahal, lebih mahal dari sensor proximity induktif
● Area deteksi yang rendah, mirip seperti sensor proximity induktif
4. HC-SR04 (Ultrasonik)

Lihat Datasheet

Cara Kerja
Sensor ini pada dasarnya memanfaatkan prinsip operasi seperti radar
atau sonar yaitu menghasilkan gelombang berfrekuensi tinggi untuk
menganalisis gema yang diterima setelah terpantul dari objek yang
mendekatinya. Selang waktu antara pemancaran gelombang dan penerimaan
gelombang yang terpantul akan dihitung dan didapatkan jarak objek dari
sensor. Sensor proximity ultrasonik biasanya bekerja pada frekuensi 40 kHz
dan menggunakan 2 transduser yang memancarkan gema dan yang
menerima pantulan gema.

Circuit Diagram
Sensor ini memiliki 4 buah pin. Pin yang pertama yaitu pin VCC,
tempat menginput daya ke sensor. Biasanya tegangan yang digunakan 5V
DC dan memiliki arus kerja sebesar 15mA. Pin yang kedua yaitu pin GND
sebagai tegangan negatif atau ground.

Pin yang ketiga yaitu Trigger, sebagai pemancar gelombang suara frekuensi
tinggi. Pin keempat yaitu Echo, sebagai penerima pantulan gelimbang yang
dipancarkan dari pin Trigger.

Contoh Pengaplikasian
Output
Pada kode diatas, 4 buah sensor proximity ultrasonik ditempatkan
pada masing-masing sisi suatu tempat yang berbentuk persegi. Data jarak
masing-masing dari keempat sensor akan dianalisis dan ditentukan jarak
penghalang yang paling jauh diantara arah keempat sisi persegi. Setelah
didapat data, motor akan menggerakkan persegi ke arah sisi persegi yang
memiliki jarak dengan penghalang yang paling besar.
Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:
● Memiliki jarak penginderaan yang besar, yaitu 2 cm - 40 cm
● Mampu mendeteksi benda logam dan non-logam
● Memberikan pembacaan yang baik dalam informasi jarak objek dari
sensor
Kekurangan:
● Pembacaan tidak secepat sensor yang lain karena menggunakan
media gelombang bunyi
● Rentan terhadap perubahan suhu karena suhu medium menentukan
kecepatan gelombang suara
● Pada jarak yang cukup jauh, sensor ini rentan mengeluarkan output
salah atau informasi palsu dari jarak benda yang ditargetkan, karena
ada benda lain yang juga memantulkan gelombang ultrasonik dari
sensor ini.

Anda mungkin juga menyukai