KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini membahas tentang Pembuatan Catu Daya
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi
dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih kepada teman kami pabri roydo sianturi yang telah memberikan
waktu dan tempatnya untuk di pakai dalam diskusi dan perakitan alat kelompok kami untuk itu
kami mengucapkan banyak teria kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal
dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
DAFTAR ISI
Hal.
ABSTRAKSI ...................................................................... 1
KATA PENGANTAR ........................................................ 2
DAFTAR ISI ....................................................................... 5
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang ................................................................... 7
I.2 Perumusan Masalah ........................................................... 7
I.3 Pembatasan Masalah ........................................................... 7
I.4 Tujuan Penulisan ................................................................. 8
I.5 Metode Penulisan................................................................ 8
BAB II LANDASAN TEORI
II.1 Teori dasar…........................................................................ 10
II.2 Komponen utama dan pendukung catu daya....................... 11
II.2.2 Transformator....................................................................... 11
III.2.3 Dioda.................................................................................... 15
III.2.4 Filter (Penyaring).................................................................. 19
III.2.5 Stabilizer dan Regulator …………………………….. 19
BAB III PERANCANGAN ALAT
III.1 Komponen Alat dan Bahan.................................................. 23
III.2 Langkah Pembuatan Alat..................................................... 24
III.3 Prinsip Kerja ……………………………………………. 25
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
IV.1 Penyearah (Rectifier)............................................................ 26
IV.2 Voltage Regulator................................................................. 30
IV.3 Blok Diagram........................................................................ 36
BAB V PENUTUP
V.1 Kesimpulan .......................................................................... 37
V.2 Saran .................................................................................... 37
Tujuan
· Mengetahui cara kerja Power Supply
· Mengetahui fungsi fungsi komponen pada power supply
· Mengetahui cara mengukur dan memasang komponen power supply
· Mampu membuat Power Supply secara sederhana
· Mengetahui aplikasi, dan prinsip kerja dari Power Supply.
· Mampu menjelaskan bagian – bagian Power Supply
· Mampu mengidentifikasi jenis – jenis Power Supply
B. Dasar Teori
· 1. Power Supply
Sebuah perangkat yang memasok energi listrik untuk satu atau lebih beban listrik atau alat
atau sistem yang berfungsi untuk menyalurkan energi listrik atau bentuk energi jenis apapun
yang sering digunakan untuk menyalurkan energi listrik. Istilah ini paling sering diterapkan ke
perangkat yang mengkonversi salah satu bentuk energi listrik yang lain, meskipun mungkin juga
merujuk ke perangkat yang mengkonversi energi bentuk lain (misalnya, mekanis, kimia, surya)
menjadi energi listrik. Sebuah catu daya diatur adalah salah satu yang mengontrol tegangan
output atau saat ini untuk nilai tertentu, nilai dikendalikan mengadakan hampir konstan,
meskipun variasi baik dalam beban arus atau tegangan yang diberikan oleh sumber energi satu
daya. Secara prinsip rangkaian power supply adalah menurunkan tegangan AC , menyearahkan
tegangan AC sehingga menjadi DC ,menstabilkan tegangan DC. Pada dasarnya power supply
termasuk dari bagian power conversion. Power conversion terdiri dari tiga macam :
1. AC/DC power supply
2. DC/DC converter
3. DC/AC inverter Power supply untuk PC sering juga disebut PSU (Power Supply Unit) PSU
termasuk power conversion AC/DC.
Fungsi utamanya mengubah listrik arus bolak balik (AC) yang tersedia dari aliran listrik ( di
Indonesia, PLN) menjadi arus listrik searah (DC)yang dibutuhkan oleh komponen pada
PC.Power supply diharapkan dapat melakukan fungsi berikut ini :
a. Rectification: konversi input listrik AC menjadi DC.
b. Voltage Transformation : memberikan keluaran tegangan / voltage DC yang sesuai
dengan yang dibutuhkan.
c. Filtering : menghasilkan arus listrik DC yang lebih "bersih", bebas dari ripple ataupun
noise listrik yang lain
d. Regulation : mengendalikan tegangan keluaran agar tetap terjaga, tergantung pada
tingkatan yang diinginkan, beban daya, dan perubahan kenaikan temperatur kerja juga
toleransi perubahan tegangan daya input
e. Isolation : memisahkan secara elektrik output yang dihasilkan dari sumber input
f. Protection : mencegah lonjakan tegangan listrik (jika terjadi), sehingga tidak terjadi
pada output, biasanya dengan tersedianya sekering untuk auto shutdown jika hal terjadi
2. Transistor Alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan
penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.
Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau
tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit
sumber listriknya.
Transistor through-hole (dibandingkan dengan pita ukur centimeter)
Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C).
Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan
tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus
output Kolektor.
Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam
rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi
pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-
rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor
juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi
rangkaian-rangkaian lainnya.
3. Potensiometer Resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi
tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan
terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer
biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada
penguat. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai
transduser, misalnya sebagai sensor joystick.
1. Elemen resistif
2. Badan
3. Penyapu (wiper)
4. Sumbu
5. Sambungan tetap
6. Sambungan penyapu
7. Cincin
8. Baut
9. Sambungan tetap
Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara
langsung. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali
suara pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Sebagai
contoh, sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran
sebuah TRIAC, jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu.Potensiometer yang
digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan sakelar yang
terintegrasi, sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi terendah.
4. Dioda bridge Sebuah komponen elektronika semikonduktor yang berfungsi sebagai
penyearah arus bolak-balik (AC). Disebut dioda bridge karena didalam komponen ini terdapat
empat buah dioda yang dihubungkan saling bertemu satu sama lain (bridge rectifier/penyearah
jembatan).
Dioda bridge merupakan penyearah arus bolak-balik satu gelombang penuh, jadi akan
dihasilkan tegangan DC (searah) yang lebih baik, yang cenderung memiliki noise rendah. Saat
ini, dioda bridge banyak digunakan pada perangkat-perangkat elektronika modern, karena
memang memiliki kinerja yang baik.
5. Transformator atau yang biasa kita kenal dengan trafo
Komponen elektronika yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik.
Dengan demikian fungsi transformator ini sangat diperlukan sekali dalam sebuah
sistem/rangkaian elektronika. Di sini transformator berperan dalam menyalurkan tenaga atau
daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan yang rendah atau sebaliknya, namun dengan
frekuensi yang sama. Oleh karena itu pula transformator merupakan piranti listrik yang termasuk
ke dalam golongan mesin listrik statis.
Fungsi Transformator
Transformator ini berbentuk empat persegi panjang dimana di dalamnya terdapat susunan pelat
baja berbentuk huruf E. Transformator terbuat dari bahan kawat tembaga (email) berukuran kecil
yang melilit pelat tersebut yang membentuk lilitan primer dan lilitan sekunder.
Transformator bekerja berdasarkan prinsip kerja induksi elektromagnetik. Dimana apabila terjadi
suatu perubahan fluks magnet pada kumparan primer, maka akan diteruskan ke kumparan
sekunder dan menghasilkan suatu gaya gerak listrik (ggl) induksi dan arus induksi. Nah,agar
selalu terjadi perubahan fluks magnet, maka arus yang masuk (input) ini harus berupa arus bolak
balik (AC).
Di dalam perkembangannya terdapat bermacam-macam jenis transformator atau trafo dan
mempunyai berbagai fungsi, diantaranya :
· Trafo ( Transformator ) Adaptor
· Trafo ( Transformator ) IF ( Frekuensi Menengah )
· Trafo Step Up / Step Down
· Trafo OT ( Out Put )
Berikut ini contoh fungsi transformator yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari :
· Trafo step up, Fungsi transformator ini digunakan untuk menaikkan tegangan AC, trafo
jenis ini dipakai dalam rangkaian-rangkaian pembangkit tegangan pada perangkat elektronika
seperti trafo inverter monitor LCD, trafo inverter TV, dll.
· Trafo step-down adalah kebalikannya, fungsi transformator ini untuk menurunkan tegangan
AC, contoh pemakaiannya pada adaptor.
6. Pencatu Daya (power supply)
Sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk piranti lain, terutama daya
listrik. Pada dasarnya pencatu daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja,
namun ada beberapa pencatu daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain.
Pencatu daya terbagi atas 2 macam:
Pencatu daya tak distabilkan merupakan jenis pencatu daya yang paling sederhana. Pada pencatu
daya jenis ini, tegangan maaupun arus keluaran dari pencatu daya tidak distabilkan, sehingga
berubah-ubah sesuai keadaan tegangan masukan dan beban pada keluaran. Pencatu daya jenis ini
biasanya digunakan pada peranti elektronika sederhana yang tidak sensitif akan perubahan
tegangan.
Pencatu jenis ini juga banyak digunakan pada penguat daya tinggi untuk mengkompensasi
lonjakan tegangan keluaran pada penguat.
Pencatu daya distabilkan pencatu jenis ini menggunakan suatu mekanisme loloh balik untuk
menstabilkan tegangan keluarannya, bebas dari variasi tegangan masukan, beban keluaran,
maupun dengung. Ada dua jenis kalang yang digunakan untuk menstabilkan tegangan keluaran,
antara lain:
· Pencatu daya linier, merupakan jenis pencatu daya yang umum digunakan. Cara kerja dari
pencatu daya ini adalah mengubah tegangan AC menjadi tegangan AC lain yang lebih kecil
dengan bantuan transformator. Tegangan ini kemudian disearahkan dengan menggunakan
rangkaian penyearah tegangan, dan di bagian akhir ditambahkan kondensator sebagai penghalus
tegangan sehingga tegangan DC yang dihasilkan oleh pencatu daya jenis ini tidak terlalu
bergelombang. Selain menggunakan diode sebagai penyearah, rangkaian lain dari jenis ini dapat
menggunakan regulator tegangan linier sehingga tegangan yang dihasilkan lebih baik daripada
rangkaian yang menggunakan diode. Pencatu daya jenis ini biasanya dapat menghasilkan
tegangan DC yang bervariasi antara 0 - 60 Volt dengan arus antara 0 - 10 Ampere.
· Pencatu daya Sakelar, pencatu daya jenis ini menggunakan metode yang berbeda dengan
pencatu daya linier. Pada jenis ini, tegangan AC yang masuk ke dalam rangkaian langsung
disearahkan oleh rangkaian penyearah tanpa menggunakan bantuan transformer. Cara
menyearahkan tegangan tersebut adalah dengan menggunakan frekuensi tinggi antara 10KHz
hingga 1MHz, dimana frekuensi ini jauh lebih tinggi daripada frekuensi AC yang sekitar 50Hz.
Pada pencatu daya sakelar biasanya diberikan rangkaian umpan balik agar tegangan dan arus
yang keluar dari rangkaian ini dapat dikontrol dengan baik.
7. Kapasitor
Fungsi kapasitor dalam komponen elektronika adalah sebagai penyimpan muatan listrik, selain
fungsi tersebut kapasitor juga dapat digunakan sebagai penyaring frekuensi. Dalam muatan
listrik terdapat kapasitas penyimpanan kemampuan kapasitor yang dinamakan Farad dengan
simbol “F”. Simbol dari kapasitor sendiri adalah C (kapasitor). Pada umumnya, kapasitor banyak
dibuat dari dua buah lempengan logam yang saling sejajar antara satu dengan lainnya. Dan
diantara kedua lempengan tadi terdapat bahan isolator yang biasa kita sebut dengan dielektrik.
Yang di maksud Dielektrik adalah bahan yang dapat mempengaruhi nilai dari kapasitansi
kapasitor. Bahan dielektrik yang banyak digunakan adalah kermaik, kertas, udara, metal film,
gelas, vakum dan masih terdapat lagi bahan lainnya.
Gambar Komponen Kapasitor
Dalam dunia elektronika, kapasitor sering disebut sebagai kondensator. Bentuk dan ukuran
kapasitor juga bervariasi, bisa kita bedakan berdasarkan kapasitas, tegangan kerja dan lain
sebagainya. Kapasitor sendiri terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kapasitor yang memiliki
kapasitas tetap dan juga kapasitor yang memiliki kapasitas dapat berubah-ubah atau biasa disebut
variable kapasitor.
Sifat dasar kapasitor adalah kemampuan yang dapat menyimpan muatan listrik, tidak dapat
dilalui arus DC (Direct Current), dapat dilalui arus AC (Alternating Current) dan juga dapat
sebagai impedansi (resistansi yang nilainya tergantung dari frekuensi yang di berikan oleh
sumbernya).
Fungsi kapasitor lainnya dalam rangkaian elektronika adalah sebagai filter dan kopling pada
rangkaian power supply, penggeser fasa, pembangkit frekuensi pada rangkaian osilator dan juga
dapat digunakan untuk mencegah percikan bunga api yang dapat terjadi pada saklar. Sedangkan
fungsi kapasitor yang terdapat pada mesin mobil digunakan untuk menghidupkan dan juga
mematikan mesin.
Cara kerja kapasitor yang pertama adalah mengalirkan elektron menuju kapasitor. Setelah
kapasitor sudah dipenuhi dengan elektron, maka tegangan tersebut akan mengalami perubahan.
Selanjutnya, elektron akan keluar dari kapasitor dan menuju rangkaian elektronika. Dengan
begitu, kapasitor akan dapat membangkitkan rektif suatu rangkaian.
8. Resistor
Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk mengatur tegangan listrik
dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (tahanan) dapat memproduksi tegangan listrik di antara
kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir,
berdasarkan hukum Ohm.
Resistor digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronik dan sirkuit elektronik, dan
merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari
bermacam-maca kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan
resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan.
Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik (noise), dan induktansi.
Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan siekuit
terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus
cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.
C. Alat dan Bahan
1. Alat
1) Gunting
2) Gunting Kuku
3) Setrika
4) Bor Tangan
5) Solder
2. Bahan
No Nama Komponen Jumlah
Timah 1 Gulung
1.
Dioda 1N4007 4 Biji
2.
Kapasitor 1000uF/50v 2 Biji
3.
Resistor 1k 2 Biji
5.
Resistor 1k 2 Biji
7.
Potensiometer rotary 1 Biji
8.
Transistor TIP 7812 1 Biji
9.
LED 2 Biji
13.
Kabel 1Meter
15.
Kabel AC 1Meter
16.
PCB Polos 10x20 1 Biji
18.
Trafo 1A 1 Biji
20.
Tata letak
F. Prinsip Kerja Rangkaian
a. Tegangan AC akan masuk melewati saklar terlebih dahulu, kemudian dia akan melewati
Trafo untuk menurunkan tegangan.
b. Setelah melewati Trafo, kemudian melewati 4 dioda yang akan disearahkan oleh diode
tersebut untuk merubah menjadi tegangan DC.
c. Setelah dari diode akan disalurkan ke kapasitor untuk difilter agar tidak terlalu tinggi.
d. Setelah dari kapasitor, akan disalurkan ke transistor dimana komponen ini untuk penguat
arus agar lebih stabil saat dikeluaran
e. Kemudian akan melewati IC Regulatar, untuk dapat diatur tegangan keluaran, alat untuk
mengatur keluaran yaitu Potensiometer sebagai pasangan IC Regulator. Agar tidak melebihi
kapasitas yang diterima IC Regulator maka dipasang resistor untuk menghambatnya.
f. Jadi rangkaian ini bertujuan untuk merubah Tegangan AC menjadi DC, dan dapat diatur
pengelurannya dengan Potensiometer.
G. Analisa Rangkaian
1. Transformator sebagai penurun tegangan
Trafo step up, Fungsi transformator ini digunakan untuk menaikkan tegangan AC, trafo jenis ini
dipakai dalam rangkaian-rangkaian pembangkit tegangan pada perangkat elektronika seperti
trafo inverter monitor LCD, trafo inverter TV, dll.
Trafo step-down adalah kebalikannya, fungsi transformator ini untuk menurunkan tegangan AC,
contoh pemakaiannya pada adaptor.
2. Diode sebagai penyearah
Dioda bridge merupakan penyearah arus bolak-balik satu gelombang penuh, jadi akan
dihasilkan tegangan DC (searah) yang lebih baik, yang cenderung memiliki noise rendah. Saat
ini, dioda bridge banyak digunakan pada perangkat-perangkat elektronika modern, karena
memang memiliki kinerja yang baik
3. Kapasitor sebagai filter
Kapaitor memiliki berfungsi untuk menyimpan energi yang diperlukan dalam suatu rangkaian.
Kapasitor juga dipergunakan untuk memperhalus gerak yang timbul ketika srus bolak-balik
dikonversi menjadi arus searah pada suatu daya, sehingga dapat digunakan pada kalkulator atau
radio ketika baterai tidak dapat digunakan serta sebagai filter dalam berjalannya arus listrik.
4. Transistor sebagai penguat arus
Transistor sebagai alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan
penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.
Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau
tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit
sumber listriknya.
5. IC Regulator tegangan sebagai pengatur tegangan output
Regulator rangkaian pembangkit tegangan yang merupakan Rangkaian catu daya memberikan
supply tegangan pada alat pengendali. Rangkaian catu daya mendapatkan sumber tegangan dari
PLN sebesar 220 VAC. Tegangan 220 VAC ini dan kemudian di atur diturunkan menjadi 9
VAC melalui trafo penurun tegangan.
6. Potensiometer sebagai pengatur tegangan output
Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara
langsung. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali
suara pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Sebagai
contoh, sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran
sebuah TRIAC, jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu.
Berdasarkan data di atas, kita dapat mengetahui bagaimana cara pembuatan power supply
dengan menggunakan transformator CT. Power supply adalah alat elektronika yang berfungsi
untuk mengubah arus AC menjadi DC.
Pada dasarnya saat pembuatan power supply diketahui bahwa ketika tegangan 220 volt dari
sumber kemudian akan masuk ke dioda bridge, dioda bridge ini berfungsi untuk merefers dan
memforward tegangan dengan kata lain untuk menyearahkan tegangan kemudian setelah
tegangan masuk ke dioda bridge ini akan dilanjutkan ke elco. Elco yang digunakan adalah
1000µF, ini bertujuan agar tegangan yang disimpan sesuai dengan tegangan yang masuk yang
nantinya akan disimpan sementara. Jadi, fungsi elco yakni untuk menyimpan tegangan. Setelah
tegangan disimpan ke elco kemudian dilanjutkan ke regulator, regulator yang digunakan adalah
regulator. Regulator ini berfungsi untuk mengubah tegangan menjadi 12 volt. Setelah itu
tegangan tersebut akan disimpan lagi ke elco. Di elco yang kedua ini, elco ini hanya akan
menyimpan inputan sebesar 12 volt dari regulator. Kemudian potensio akan mengatur berapa
tegangan yang nantinya akan dialirkan. Dan tegangan nantinya akan masuk ke transistor.
Transistor yang digunakan adalah TIP 7814 dimana fungsi transistor yakni sebagai penguat
tegangan. Dimana penguat tegangan ini akan berfungsi apabila terminal/penjepit buaya ini akan
dialirkan tegangan sebesar 12, 9, dan 6 volt ke suatu object yang akan dialiri.
ü Hasil hitung positif dan negatif:
Nilai Vmax: 12 Volt
Nilai Vmin: 6 Volt
H. Prosedur pemakaian alat
a. Tancapkan kabel AC ke stop kontak.
b. Kemudian tekan tombol saklar untuk menghidupkan Power Supply.
c. Langkah berikutnya ukur tegangan output, menggunakan AVO meter.
d. Kemudian kabel berwarna kuning yaitu negative, kabel berwarna merah yaitu positif, kabel
berwana hitam yaitu ground.
e. Atur tegangan tegangan sesuai kebutuhan misalnya kita ingin menggunakan teganagn
sekitar 12 V maka atur potensio hingga terlihat di avometer hingga 12 V
f. Benda yang ingin diberikan tegangan dijapit dengan japit buaya yang tersedia sesuai
dengan petunjuk kabel
g. Setelah menggunakan power supply matikan saklar dan cabut kabel AC dari stopkontak.
I. Kesimpulan
1. Kesimpulan
a. Power supply adalah sebuah perangkat yang memasok energi listrik untuk satu atau lebih
beban listrik atau alat atau sistem yang berfungsi untuk menyalurkan energi listrik atau bentuk
energi jenis apapun yang sering digunakan untuk menyalurkan energi listrik.
b. Prinsip kerja power supply Tegangan jala-jala 220 volt dari listrik PLN diturunkan oleh
trafo atau transformator penurun tegangan yang menerapkan perbandingan lilitan. Dimana
perbandingan lilitan dari suatu transformator akan mempengaruhi perbandingan tegangan yang
dihasilkan. Tegangan yang dihasilkan oleh trafo masih berbentuk gelombang AC dan harus
disearahkan dengan menggunakan penyearah. Rangkaian penyearah yang digunakan
memanfaatkan 4 buah dioda yang telah dirancang untuk bisa meloloskan kedua siklus
gelombang AC menjadi satu arah saja.
c. Dalam poyer supply Transformator berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan
listrik. Dengan demikian fungsi transformator ini sangat diperlukan sekali dalam sebuah
sistem/rangkaian elektronika. Di sini transformator berperan dalam menyalurkan tenaga atau
daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan yang rendah atau sebaliknya, namun dengan
frekuensi yang sama. Oleh karena itu pula transformator merupakan piranti listrik yang termasuk
ke dalam golongan mesin listrik statis.
d. Dalam power supply Dioda bridge berfungsi sebagai penyearah arus bolak-balik(AC).
e. Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat,sirkuit pemutus dan
penyambung (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal yang sangat penting dalam
project power supply.
2. Kelebihan
Dalam pembuatan rangkaian power supplay ini di rancang untuk dapat di gunakan secara
maksimal karena dalam rangkaian ini memiliki bagian bagian komponen yang lengkap.
3. Kekurangan
a. Membuat rangkaian power supply pada PCB sangat sulit
b. Penyolderan sangat sulit
c. Kesulitan saat meletakkan dioda dan transistor
Daftar Pustaka
http://dasarelektronika.com/pengertian-dan-fungsi-transformator/
http://id.wikipedia.org/wiki/Potensiometer
http://id.wikipedia.org/wiki/Transistor
http://id.wikipedia.org/wiki/Transformator
http://id.wikipedia.org/wiki/Catu_daya