Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Teknologi pada masa ini mengalami kemajuan yang sangat signifikan sehingga banyak
berpengaruh pada berbagai bidang. Manusia berusaha untuk terus berinovasi dan berintegrasi
dengan bebaagai hal untuk kemudahan dalam mengerjakan bebrbagai hal. Perubahan yang paling
mencolok untuk saat ini adalah berkembangnya alat-alat elektronik. Untuk mendukung
perkembangan teknologi, macam-macam komponen pendukungnya pun terus di ciptakan dan
diperbaharui. Seperti transistor, kapasitor dan sebagainya.
Dalam makalah ini penulis memaparkan penjelasan mengenai 5 komponen elektronika
yaitu transistor, induktor, kapasitor, diode dan resistor.

B. TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini ialah untuk melengkapi tugas mata kuliah EC Analog.
Dan untuk menjelaskan tentang komopnen-komponen elektronika.

Komponen-komponen elektronika

Page 1

BAB II
PEMBAHASAN

A. TRANSISTOR
1. Sejarah transistor
Sejarah transistor pada awalnya di temukan oleh William Shockley dan John Barden pada
tahun 1948. Transistor awal mulanya di pakai dalam praktek pada tahun 1958. Pada saat ini ada
dua jenis tipe transistor, yaitu transistor tipe P N P dan transistor jenis N P N. Dalam
rangkaian difital, transistor di gunakan sebagai saklar untuk kecepatan tinggi. Beberapa transistor
juga dapat di rangkaian sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memory dan
komponen lainnya.
Kebanyakan ahli sejarah mengira bahwa dunia elektronika dimulai ketika Thomas Alpha
Edison menemukan bahwa filamen panas memancarkan elektron (1883). Untuk merealisasi nilai
komersial dari penemuan Edision, Fleming mengembangkan dioda hampa (1904). Deforest
menambahkan elektroda ketiga untuk mendapatkan trioda hampa (1906). Sampai 1950, tabung
hampa mendominasi elektronik; mereka digunakan dalam penyearah, penguat, osilator,
modulator, dan lain-lainnya.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan berkurangnya penggunaan tabung hampa dimasa
sekarang ini. Hal ini dapat dilihat dari perbedaannya yang sangat mencolok jika dibandingkan
dengan transistor begitu pula dengan kelebihan dan kekurangannya.
Perbedaan tabung hampa dengan transistor adalah sebagai berikut:
a. Pada tabung hampa:

Tabung hampa mempunyai fisik besar dan kurang praktis.


Tabung hampa mempunyai tiga kaki yang terdiri dari Anoda, Katoda, dan Kasa
kemudi.
Tabung hampa banyak terbuat dari kaca sehingga rangkaian di dalamnya tampak
dengan nyata.
Tabung hampa tidak tahan terhadap goncangan. Memerlukan Tegangan atau energi
yang cukup besar.

Komponen-komponen elektronika

Page 2

b. Pada transistor:

Bentuk fisik kecil dan praktis.

Transistor mempunyai tiga kaki yan terdirti dari: Basis, Kolektor, dan Emitor.
Rangkaian dalam transistor tak kelihatan dari luar karena terbungkus plat atau mika.
Transistor than terhadap goncangan.
Transistor hanya membutuhkan tegangan atau energi listrik yang minimum, hanya
kira-kira beberapa volt saja.

Sejak ditemukannya transistor maka terjadilah revolusi di dalam dunia elektronika, karena
transistor memiliki keuntungan yang lebih dibanding tabung hampa. Namun pada dasarnya,
antara tabung hampa dengan transistor hampir sama dengan tabung elektroda atau tabung
elektron. Persamaan ialah pada kakinya sebagai berikut:
Katoda = Emitor
Anoda = Kolektor
Kasa kemudi = Basis

2. pengertian transistor
Pengertian Transistor adalah komponen elektronika terbuat dari alat semikonduktor yang
banyak di pakai sebagai penguat, pemotong (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal
dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Pengertian Transistor pada alat semikonduktor
mempunyai 3 elektroda (triode), yaitu dasar (basis), pengumpul (kolektor) dan pemancar
(emitor).
Pada dasarnya transistor juga memiliki banyak kegunaan, salah satunya adalah berfungsi
semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET)
memungkinkan mengalirkan arus listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Tegangan yang memiliki satu terminal contohnya adalah Emitor yang dapat di pakai untuk
mengatur arus dan tegangan yang lebih besar dari pada input basis.
Dalam sebuah rangkaian analog, komponen transistor dapat di gunakan dalam penguat
(amplifier). Komponen yang terdapat dalam rangkaian analog antara lain pengeras suara, sumber

Komponen-komponen elektronika

Page 3

listrik stabil dan penguat sinyal radio. Jadi pengertian transistor dapat di bilang sebagai
pemindahan atau peralihan bahan setengah penghantar menjadi penghantar pada suhu tertentu.
Pengertian transistor merupakan komponen yang sangat penting dan di perlukan untuk
sebuah rangkaian elektronika. Tegangan yang terdapat pada transistor merupakan tegangan satu
terminal, misalnya emitor yang dapat di pakai untuk mengatur arus dan tegangan inputnya,
memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Cara kerja transistor hampir mirip dengan cara kerja resistor, yang juga memiliki tipe tipe
dasar yang modern. Pada saat ini ada 2 tipe dasar transistor modern, yaitu tipe Bipolar Junction
Transistor (BJT) dan tipe Field Effect Transistor (FET) yang memiliki cara kerja berbeda beda
tergantung dari kedua jenis tersebut.

3. Transistor sebagai saklar


Transistor Sebagai Saklar maksudnya adalah penggunaan transistor pada salah satu kondisi
yaitu saturasi dan cut off. Pengertiannya adalah jika ada sebuah transistor berada dalam keadaan
saturasi maka transistor tersebut akan seperti saklar tertutup antara colector dan emiter,
sedangkan apabila transistor dalam keadaan cut off transistor tersebut akan berlaku seperti saklar
terbuka.
Pengertian dari Cut off adalah kondisi transistor di mana arus basis sama dengan nol, arus
output pada colector sama dengan nol, sedangkan tegangan pada colector maksimal atau sama
dengan tegangan supply. Saturasi adalah kondisi di mana transistor dalam keadaan arus basis
adalah maksimal, arus colector adalah maksimal dan tegangan yang di hasilkan colector-emitor
adalah minimal.
Apabila terdapat rangkaian transistor sebagai saklar banyak menggunakan jenis transistor
NPN, maka ketika basis di beri tegangan tertentu. Transistor akan berada dalam kondisi ON,
sedangkan besar tegangan pada basis tergantung dari spesifikasi transistor itu sendiri. Dengan
cara mengatur bias sebuah transistor menjadi jenuh, maka seolah akan di dapat hubungan singkat
antara kaki colector dan emitor.
Terminal basis akan dengan cepat mengontrol arus yang mengalir dari colector menuju
emitor. Arus yang di hasilkan dari tegangan input akan menyebabkan transistor saturasi menjadi

Komponen-komponen elektronika

Page 4

saklar tertutup, akibat dari kejadian ini arus akan mengalir dari colector ke emitor. Pada saat
kondisi tegangan colector emitor mendekati 0 volt.
Sebaliknya jika tegangan transistor sebagai saklar tidak di berikan arus tegangan, maka
transistor akan berada dalam kondisi Cut off dan terminal colector emitor terputus seolah sakalar
menjadi terbuka. Akibat dari pemutusan ini arus tidak akan mengalir dari colector menuju
emitor. Dalam kondisi ini tegangan yang di hasilkan akan maksimal.
Kalau misalkan transistor di pakai hanya pada dua titik, yaitu titik putus dan titik saturasi,
maka transistor akan di pakai sebagai saklar. Daya yang di serap oleh dua titik ini sangat kecil,
tetapi dalam keadaan aktif daya yang di serap transistor akan lebih besar. Sebab pemakaian yang
mana menggunakan arus lebih besar harus di upayakan agar daerah yang di lewati aktif,
sehingga transistor tidak menjadi terlalu panas.

4. Fungsi transistor
Fungsi Transistor dalam suatu rangkaian elektronika, terutama dalam sebuah sirkuit atau
jalan sebuah rangkaian. Secara keseluruhan fungsi transistor hanya sebagai jangkar dalam suatu
komponen. Transistor merupakan komponen elektronika yang memiliki 3 kaki,di mana dari
masing masing kaki di beri nama dengan basis (B), colector (C) dan emitor (E).
Transistor adalah sebuah alat semikonduktor yang bisa di pakai sebagai penguat, sebagai
sirkuit pemutus dan penyambung tegangan (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal dan
sebagai fungsi lainnya. Transistor sendiri juga dapat kita jadikan semacam kran listrik , di mana
berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET) dapat memungkinkan pengaliran
arus listrik yang sangat akurat dari sumber listriknya.
Fungsi transistor juga dapat kita bedakan menjadi 2 bagian, yaitu transistor bagian PNP dan
transistor bagian NPN. Untuk dapat membedakan antara transistor PNP dan transistor NPN dapat
kita lihat dari arah panah pada kaki emitornya. Contohnya adalah transistor PNP yang anak
panahnya mengarah ke dalam dan transistor NPN arah panahnya mengarah ke luar.
Fungsi transistor memang sangat penting dalam dunia elektronika modern. Khususnya
dalam rangkaian analog, di mana transistor di gunakan dalam amplifier atau penguat. Di dalam
rangkaian analog meliputi pengeras suara, sumber listrik stabil dan juga penguat sinyal radio.

Komponen-komponen elektronika

Page 5

Sedangkan dalam rangkaian digital, transistor banyak di gunakan sebagai saklar yang
memiliki kecepatan tinggi. Dari beberapa transistor juga dapat kita rangkai sedemikian rupa
sehingga sebuah transistor yang kita rangkai tadi berfungsi sebagai logic gate, memory dan
komponen komponen lainnya.
Cara kerja transistor sangat berbeda dengan komponen penguat lainnya, seperti tabung
elektronik yang kemampuannya dapat berkembang secara berkala tergantung dari bentuk fisik
yang di miliki oleh transistor itu sendiri. Itu sebabnya transistor menjadi pilihan utama para
penghobi elektronika dalam menyusun konsep rangkaian.
Sekarang ini fungsi transistor banyak yang sudah terkontaminasi dan di satukan dari
beberapa jenis transistor menjadi satu buah komponen yang lebih kompleks yang dalam dunia
elektronika biasa di sebut dengan Integrated Circuit (IC). IC mempunyai cara kerja dan
kemampuan yang lebih sederhana, tetapi mempunyai bentuk fisik yang ringkas sehingga tidak
banyak memakan tempat

5. Jenis-jenis transistor
Jenis-Jenis Transistor yang paling umum di bedakan menjadi dua jenis, yaitu Transistor
Bipolar dan Transistor Efek Medan. Jenis-Jenis Transistor ini sangat menentukan sekali dalam
pembuatan rangkaian elektronika. Terutama untuk pembuatan rangkaian amplifier, rangkaian
saklar, general purpose, rangkaian audio, tegangan tinggi dan masih banyak lagi yang lainnya.
Transistor Bipolar atau nama lainnya adalah transistor dwikutub adalah jenis transistor
paling umum di gunakan dalam dunia elektronik. Di dalam transistor ini terdapat 3 lapisan
material semikonduktor yang terdiri dari dua lapisan inti, yaitu lapisan P-N-P dan lapisan N-P-N.
Transistor bipolar juga memiliki 3 kaki yang masing masing di beri nama Basis (B), Kolektor
(K) dan Emiter (E). Perbedaan antara fungsi dan jenis-jenis transisor ini terlihat pada polaritas
pemberian tegangan bias dan arah arus listrik yang berlawanan
Cara kerja transistor bipolar dapat di lihat dari dua dioda yang terminal positif dan negatif
selalu berdempet, itu sebabnya pada saat ini terdapat 3 kaki terminal. Perubahan arus listrik dari
jumlah kecil dapat menimbulkan efek perubahan arus listrik dalam jumlah besar khususnya pada
terminal kolektor. Prinsip kerja ini lah yang mendasari penggunaan transistor sebagai penguat
elektronik.
Komponen-komponen elektronika

Page 6

Transistor Efek Medan atau biasa di singkat FET adalah transistor yang juga memiliki 3 kaki
terminal yang masing masing di beri nama Drain (D), Source (S) dan Gate (G). Sistem kerja FET
adalah dengan cara mengendalikan aliran elektron dari terminal Source ke Drain melalui
tegangan yang di berikan pada terminal Gate.
Pada saat ini jenis-jenis transistor FET di bagi menjadi dua tipe, yaitu enhancement mode
dan depletion mode. Kedua mode ini menandakan polaritas tegangan gate di bandingkan dengan
source pada saat FET menghantarkan listrik. Sebagai contoh dalam depletion mode, di sini gate
adalah negatif di bandingkan dengan source, sedangkan dalam enhancement mode, gate adalah
positif. Jika tegangan pada gate di rubah menjadi positif, maka aliran arus kedua mode di antara
source dan drain akan meningkat.

6. Transistor sebagai penguat


Transistor Sebagai Penguat adalah salah satu fungsi transistor selain transistor sebagai
saklar. Pada saat ini penggunaan transistor sebagai penguat sudah banyak di gunakan dalam
sebuah perangkat elektronik. Contohnya adalah Tone Control, Amplifier (Penguat Akhir), PreAmp dan rangkaian elektronika lainnya. Penggunaan transistor ini memang sudah menjadi
keharusan dalam komponen elektronika.
Transistor merupakan suatu komponen monokristal semi konduktor di mana dalam
komponen terdapat dua pertemuan antara P-N. Sehingga kita dapat membuat dua rangkaian yaitu
P-N-P dan N-P-N. Transistor merupakan suatu komponen yang dapat memperbesar level sinyal
keluaran sampai beberapa kali sinyal masukan. Sinyal masukan disini dapat berupa sinyal AC
ataupun DC.
Prinsip yang di gunakan dalam transistor sebagai penguat adalah arus kecil pada basis
digunakan untuk mengontrol arus yang lebih besar yang diberikan ke Kolektor melewati
transistor tersebut. Dari sini dapat kita lihat bahwa fungsi dari transistor hanya sebagai penguat
ketik arus basis akan berubah. Perubahan arus kecil pada basis mengontrol inilah yang
dinamakan dengan perubahan besar pada arus yang mengalir dari kolektor ke emitter. Kelebihan
dari transistor penguat tidak hanya dapat menguatkan sinyal, tapi transistor ini juga bisa di
gunakan sebagai penguat arus, penguat tegangan dan penguat daya. Berikut ini gambar yang.

Komponen-komponen elektronika

Page 7

biasa di gunakan dalam rangkaian transistor khusunya sebagai penguat yang biasa di gunakan
dalam rangkaian amplifier sedehana.
Fungsi transistor sebagai saklar dengan memanfaatkan daerah penjenuhan (saturasi) dan
daerah penyumbatan (cutt-off). Pada saat saturasi nilai resistansi penyambungan kolektor emitter
secara ideal sama dengan nol atau koklektor terhubung langsung. Dan pada saat cut-off nilai
resistansi penyambungan kolektor emitter secara ideal sama dengan tak terhingga atau terminal
kolektor dan emitter terbuka.
Suatu transistor sebagai penguat dapat bekerja secara optimal maka titik penguat dengan
transistor harus di tentukan dan juga harus sama dengan yang di tentukan oleh garis beban
AC/DC. Contohnya adalah memiliki titik kerja di daerah cut-off, titik kerja berada di tengahtengah garis beban dan penguat kelas AB merupakan gabungan antara kelas A dan B yang
bekerja secara bergantian dengan tipe transistor PNP dan NPN

7. Cara kerja transistor


Dari banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar transistor, bipolar
junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET), yang masingmasing bekerja secara berbeda.
Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya menggunakan
dua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa arus listrik. Dalam BJT,
arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan pembatas dinamakan depletion zone, dan
ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran
arus utama tersebut.
FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa muatan
(elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus listrik utama mengalir dalam
satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan
transistor bipolar dimana daerah Basis memotong arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari
daerah perbatasan ini dapat dirubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk
mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut

Komponen-komponen elektronika

Page 8

8. Rangkaian transistor

Gambar Rangkaian Transistor Sebagai Timer

Prinsip kerja dari rangkaian rangkaian transistor sebagai timer:


1. Pada prinsipnya rangkaian diatas memanfaatkan sifat dari proses lamanya pengisian dan
pengosongan kapasitor. Ketika kita running rangkaian dan kita tekan tombol saklar
sehingga terhubung dengan variabel resistor maka lampu tidak akan langsung menyala,
karena arus pada basis transistor tidak cukup untuk mengaktifkan transistor sebagai
saklar atau bisa dibilang menunggu kapasitor untuk melakukan pengisian muatan dan
jika tegangan pada basis transistor mencapai/melebihi 0,7 volt maka transistor akan
mengaktifkan lampu dan lampu pun menyala.
2. Lamanya waktu untuk lampu menyala tergantung nilai pada variabel resistor (VR1) dan
kapasitor (C1) semakin besar keduanya maka semakin lama lampu menyala.
3. Jika switch/saklar (SW1) kita hubungkan ke Ground maka lampu akan langsung mati
dan kapasitor akan langsung mengosongkan muatan.
4. Jadi dapat kita tarik kesimpulan bahwa transistor bisa digunakan sebagai rangkaian
pewaktu dengan memanfaatkan sifat pengisian dan pengosongan kapasitor.

Komponen-komponen elektronika

Page 9

B. KAPASISTOR
1. Pengertian kapasistor
Kapasitor atau kondensator oleh ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867)pada
hakikatnya adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik,
dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik atau komponen
listrik yang mampu menyimpan muatan listrik yang dibentuk oleh permukaan ( piringan atau
kepingan ) yang berhubungan yang dipisahkan oleh suatu penyekat. Ketika kapasitor
dihubungkan pada sebuah sumber tegangan maka piringan atau kepingan terisi elektron. Bila
elektron berpisah dari satu plat ke plat lain maka muatan elektron akan terdapat diantara kedua
kepingan. Muatan ini disebabkan oleh muatan positif pada plat yang kehilangan elektron dan
muatan negatif pada plat yang memperoleh elektron.

2. Cara kerja kapasistor


Adapun kedua keping atau piringan pada kapasitor dipisahkan oleh suatu insolator, pada
dasarnya tidak ada elektron yang dapat menyeberang celah di antara kedua keping. Pada saat
baterai belum terhubung, kedua keping akan bersifat netral (belum temuati). Saat baterai
terhubung, titik dimana kawat pada ujung kutub negatif dihubungkan akan menolak elektron,
sedangkan titik dimana kutub positif terhubungkan menarik elektron. Elektron-elektron tersebut
akan tersebar ke seluruh keping kapasitor. Sesaat, elektron mengalir ke dalam keping sebelah
kanan dan elektron mengalir keluar dari keping sebelah kiri; pada kondisi ini arus mengalir
melalui kapasitor walaupun sebenamya tidak ada elektron yang mengalir melalui celah kedua
keping tersebut.
Setelah bagian luar dari keping termuati, berangsur-angsur akan menolak muatan baru dari
baterai. Karenanya arus pada keping tersebut akan menurun besarnya terhadap waktu sampai
kedua keping tersebut berada pada tegangan yang dimiliki baterai. Keping sebelah kanan akan
memiliki kelebihan elektron yang terukur dengan muatan -Q dan pada keping sebelah kiri
termuati sebesar +Q.

Komponen-komponen elektronika

Page 10

3. Kapasitansi dan satuan


Muatan yang bersimbol Q diukur dengan satuan coulomb dan kapasitor yang
mendapatkan masukan tegangan listrik yang bersimbol V akan mempunyai tegangan antar
terminal sebesar V volt.
Kapasitor berkemampuan untuk menyimpan muatan listrik. Kemampuan ini disebut
kapasitansi yang disimbolkan dengan huruf C dengan satuanfarad( F ). Cara mengukur
kapasitansi yang ada dalam kapasitor yaitu dengan membagi muatan yang ada dalam kapasitor
dengan tegangan yang diberikan.

4. Macam dan Penggunaan Kapasitor


Kapasitor merupakan komponen pasif elektronika yang sering dipakai didalam merancang
suatu sistem yang berfungsi untuk mengeblok arus DC, Filter, dan penyimpan energi listrik.
Didalamnya 2 buah pelat elektroda yang saling berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah
insulator. Sedangkan bahan yang digunakan sebagai insulator dinamakan dielektrik. Ketika
kapasitor diberikan tegangan DC maka energi listrik disimpan pada tiap elektrodanya. Selama
kapasitor melakukan pengisian, arus mengalir. Aliran arus tersebut akan berhenti bila kapasitor
telah penuh. Yang membedakan tiap - tiap kapasitor adalah dielektriknya. Berikut ini adalah
jenis jenis kapasitor yang banyak dijual dipasaran.
1. Electrolytic Capacitor
Elektroda dari kapasitor ini terbuat dari alumunium yang menggunakan membran
oksidasi yang tipis. Karakteristik utama dari Electrolytic Capacitor adalah perbedaan
polaritas pada kedua kakinya. Dari karakteristik tersebut kita harus berhati hati di dalam
pemasangannya pada rangkaian, jangan sampai terbalik. Bila polaritasnya terbalik maka
akan menjadi rusak bahkan MELEDAK. Biasanya jenis kapasitor ini digunakan pada
rangkaian power supply, low pass filter , rangkaian pewaktu. Kapasitor ini tidak bisa
digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi. Biasanya tegangan kerja dari kapasitor
dihitung dengan cara mengalikan tegangan catu daya dengan 2. Misalnya kapasitor akan

Komponen-komponen elektronika

Page 11

diberikan catu daya dengan tegangan 5 Volt, berarti kapasitor yang dipilih harus memiliki
tegangan kerja minimum 2 x 5 = 10 Volt.

Gambar electrolytic capacitor

2. Tantalum Capacitor
Merupakan jenis electrolytic capacitor yang elektrodanya terbuat dari material
tantalum. Komponen ini memiliki polaritas, cara membedakannya dengan mencari tanda
+ yang ada pada tubuh kapasitor, tanda ini menyatakan bahwa pin dibawahnya memiliki
polaritas positif. Diharapkan berhati hati di dalam pemasangan komponen karena tidak
boleh terbalik. Karakteristik temperatur dan frekuensi lebih bagus daripada electrolytic
capacitor yang terbuat dari bahan alumunium dan kebanyakan digunakan untuk system
yang menggunakan sinyal analog. Contoh aplikasi yang menggunakan kapasitor jenis ini
adalah noise limiter, coupling capacitor dan rangkaian filter.

Gambar tantalum capacitor

Komponen-komponen elektronika

Page 12

3. Ceramic capacitor
Kapasitor menggunakan bahan titanium acid barium untuk dielektriknya. Karena
tidak dikonstruksi seperti koil maka komponen ini dapat digunakan pada rangkaian
frekuensi tinggi. Biasanya digunakan untuk melewatkan sinyal frekuensi tinggi menuju
ke ground. Kapasitor ini tidak baik digunakan untuk rangkaian analog, karena dapat
mengubah bentuk sinyal. Jenis ini tidak mempunyai polaritas dan hanya tersedia dengan
nilai kapasitor yang sangat kecil dibandingkan dengan kedua kapasitor diatas.

Gambar ceramic capacitor


4. Multilayer Ceramic Capacitor
Bahan material untuk kapasitor ini sama dengan jenis kapasitor keramik, bedanya
terdapat pada jumlah lapisan yang menyusun dielektriknya. Pada jenis ini dielektriknya
disusun dengan banyak lapisan atau biasanya disebut dengan layer dengan ketebalan 10
s/d 20 m dan pelat elektrodanya dibuat dari logam yang murni. Selain itu ukurannya
kecil dan memiliki karakteristik suhu yang lebih bagus daripada kapasitor keramik.
Biasanya jenis ini baik digunakan untuk aplikasi atau melewatkan frekuensi tinggi
menuju tanah.

Komponen-komponen elektronika

Page 13

Gambar multilayer ceramic capacitor


5.

Polyester Film Capacitor


Dielektrik dari kapasitor ini terbuat dari polyester film. Mempunyai karakteristik

suhu yang lebih bagus dari semua jenis kapasitor di atas. Dapat digunakan untuk
frekuensi tinggi. Biasanya jenis ini digunakan untuk rangkaian yang menggunakan
frekuensi tinggi, dan rangkaian analog. Kapasitor ini biasanya disebut mylar dan
mempunyai toleransi sebesar 5% sampai 10%.

Gambar polyester film capacitor


Komponen-komponen elektronika

Page 14

6. Polypropylene Capacitor
Kapasitor ini memiliki nilai toleransi yang lebih tinggi dari polyester film capacitor.
Pada umumnya nilai kapasitansi dari komponen ini tidak akan berubah apabila dirancang
disuatu sistem dimana frekuensi yang melaluinya lebih kecil atau sama dengan 100KHz.
Pada gambar dibawah ditunjukkan kapasitor polypropylene dengan toleransi 1%.

Gambar polypropylene capacitor

5. Nilai kapasitor
Untuk mencari nilai dari kapasitor biasanya dilakukan dengan melihat angka/kode yang
tertera pada badan kapasitor tersebut. Untuk kapasitor jenis elektrolit memang mudah, karena
nilai kapasitansinya telah tertera dengan jelas pada tubuhnya. Sedangkan untuk kapasitor
keramik dan beberapa jenis yang lain nilainya dikodekan. Biasanya kode tersebut terdiri dari 4
digit, dimana 3 digit pertama merupakan angka dan digit terakhir berupa huruf yang menyatakan
toleransinya. Untuk 3 digit pertama angka yang terakhir berfungsi untuk menentukan 10n, nilai n
dapat dilihat pada tabel dibawah.

Komponen-komponen elektronika

Page 15

Misalnya suatu kapasitor pada badannya tertulis kode 474J, berarti nilai kapasitansinya
adalah 47 + 104 = 470.000 pF = 0.47F sedangkan toleransinya 5%. Yang harus diingat didalam
mencari nilai kapasitor adalah satuannya dalam pF (Pico Farad).

Komponen-komponen elektronika

Page 16

C. DIODA
1. Sambungan semikonduktor P-N
Jika suatu semikonduktor separuh dikotori sehingga menjadi semikonduktor tipe P dan
separuhnya lagi dikotori sehingga menjadi semikonduktor tipe N, maka bidang yang membatasi
kedua tipe semikonduktor ini disebut sambungan tipe P-N. Sambungan ini tidak boleh dengan
menghubungkan semikonduktor tipe P dan N dengan menyoldir, atau melalui kabel penghubung
sebab akan menyebabkan struktur kristal terputus.
Sambungan ini mempunyai sifat sebagai berikut :
a. Pada keadaan terbuka
Jika kedua ujung yang tidak tersambung tidak dihubungkan dengan rangkaian luar
maka dikatakan sambungan P-N dalam keadaan terbuka. Dalam keadaan ini maka
disekitar sambungan akan erjadi daerah pengosongan pembawa muatan bebas yang juga
disebut daerah muatan ruang serta terbentuk potensial penghalang. Pandang sambungan
semikonduktor P-N pada gambar IV-1 dibawah ini.

Komponen-komponen elektronika

Page 17

Gambar keadaan sambungan semikonduktor P-N terbuka

Karena di daerah P konsentrasi hole besar, konsentrasi elektron bebas kecil sedang didaerah
N konsentrasi hole kecil, konsentrasi elektron bebas besar maka perbedaan konsentrasi ini
menyebabkan terjadinya difusi hole dari P ke N dan elektron bebas dari N ke P. Hole yang
bertemu dengan elektron bebas akan berekombinasi sehingga netral. Akibatnya disekitar
sambungan tidak terdapat hole dan elektron bebas sehingga daerah ini disebut daerah
pengosongan pembawa muatan bebas (depletion region). Karena kehilangan hole dan elektron
bebas maka aseptor akan menjadi ion negatif dan donor akan menjadi ion positif yang tetap
ditempat atau diruang tersebut karena beratnya sehingga daerah itu juga disebut daerah muatan
ruang. Akibatnya di daerah itu akan terbentuk medan listrik atau beda potensial yang
menghalangi difusi lebih lanjut sehingga pada sambungan terbuka ini akhirnya tidak terdapat
arus listrik. Besarnya potensial penghalang ini untuk Ge 0,3 V sedang untuk Si 0,7 V pada
suhu kamar.

Komponen-komponen elektronika

Page 18

b. Pada prasikap (prategangan) maju


Jika terminal P dihubungkan dengan kutub + baterei, sedang terminal N dihubungkan
dengan kutub baterei, maka dikatakan sambungan diberi prasikap/ prategangan maju
(forward biased). Ini ditunjukkan pada gambar dibawah.

Gambar sambungan semikonduktor P-N diberi prasikap maju


Akibat prasikap maju ini, maka hole di P-N didorong ke N oleh kutub + baterei,
elektron bebas di N didorong ke P oleh kutub baterei, dan potensial penghalang diperkecil
sehingga timbul arus listrik yang disebut arus maju (forward current) dari pembawa
muatan mayoritas, seperti ditunjukkan dengan anak panah pada gambar. Arus ini
dipertahankan terus selama baterei tetap memberikan energinya.
c. Pada prasikap (prategangan) balik
Jika terminal P dihubungkan dengan kutub baterei baterei, sedang terminal N
dihubungkan dengan kutub + baterei, maka dikatakan sambungan diberi prasikap balik
(reverse biased). Ini ditunjukkan pada gambar dibawah.

Gambar sambungan semikonduktor P-N diberi prasikap baik


Akibat prasikap balik ini maka hole di P ditarik oleh kutubkutub bateray menjauhi
sambungan, elektron bebas di N ditarik oleh kutub + bateray menjauhi sambungan,
sehingga daerah muatan ruang dan potensial penghalang diperbesar. Ini mengakibatkan

Komponen-komponen elektronika

Page 19

tidak akan terjadi arus listrik dari pembawa muatan mayoritas. Tetapi terdapat arus
linstrik yang sangat kecil (dalam orde A) yang disebabkan oleh pembawa muatan
minoritas. Seperti telah diuraikan, bahwa semi konduktor tipe P mempunyai muatan
minoritas elektron bebas, sedangkan semi konduktor tipr N mempunyai muatan minoritas
hole yang jumlahnya sangat sedikit, yang adanya akibat suhu. Muatanmuatan minoritas
ini mendapat prasikap maju dari baterei sehingga mengalirkan arus yang disebut arus
balik (Io) atau arus jenuh balik (Is). Arus ini tergantung pada suhu. Dari hasil
penyelidikan diketahui bahwa pada Ge Io akan menjadi lipat dua untuk setiap kenaikann
suhu 10oC dan pada SI, Io akan menjadi lipat dua setiap kenaikan suhu 6oC.

2. Pengertian Dioda
Dioda merupakan komponen elektronika yang mempunyai dua elektroda (terminal), dapat
berfungsi sebagai penyearah arus listrik. Ada dua jenis dioda yaitu dioda tabung dan dioda
semikonduktor. Dalam pembahasan ini hanya dibahas dioda semikonduktor saja sebab diode
tabung sekarang jarang dipakai.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sambungan semikonduktor P-N hanya dapat
mengalirkan arus listrik pada saat diberi prasikap maju (Io diabaikan karena terlalu kecil).
Dengan kata lain sambungan semikonduktor P-N hanya dapat mengalirkan arus ke satu arah.
Dioda semikonduktor dibuat dari sambungan P-N ini. Terminal pada P disebut anoda, sedang
terminal N disebut katoda. Gambar dibawah menunjukkan dioda semikonduktor tersebut.
Gambar a. menunjukkan sambungan P-N nya, sedang gambar b menunjukkan lambang atau
simbolnya. Arah panah menunjukkan arah hole (arus listrik) jika diberi tegangan maju (prasikap
maju).

Gambar dioda semikondutor

Komponen-komponen elektronika

Page 20

Dalam menunjukkan anoda dan katodanya pabrik memberikan tanda berupa simbol di atas
atau gelang pada badannya seperti ditunjukkan pada gambar dibawah.

Gambar paling kiri untuk arus kecil 100 mA dan dapat menahan tegangan balik 75 V
tanpa dadal. Dua yang ditengah untuk arus maju sedang 500 mA dan dapat menahan tegangan
balik 250 V tanpa dadal, sedang gambar paling kanan untuk arus maju besar sampai beberapa
ampere dan tegangan balik sampai ratusan volt.

3. Spesifikasi Dioda
Agar dapat memilih dioda sesuai dengan keperluan, orang harus tahu spesifikasi yang
diberikan oleh pabrik dalam lembar data. Beberapa spesifikasi yang penting antara lain :
tegangan puncak, arus maju rata- rata, arus sentakan maju, tegangan maju maksimum, tegangan
maju, arus balik, disipasi daya dan waktu pulih balik.
Disamping itu dioda harus dicek apakah rusak atau tidak. Cara pengecekan dapat dengan
menggunakan multitester yang selektornya diletakkan pada posisi ohm meter. Maka pada arah
maju (prasikap maju) tahanannya akan kecil, pada umumnya < 100W. Sedang pada arah balik
(prasikap balik) tahanannya > 5000W. Perlu diingat bahwa colok + pada multitester justru
terhubung dengan kutub baterei, sedang colok pada multitester justru terhubung dengan
kutub + baterei.

Komponen-komponen elektronika

Page 21

Jika hasil pengukuran menunjukkan :


a. Kedua tahanannya (tahanan maju dan balik) sangat besar, maka diode telah putus.
b. Kedua tahanannya sangat kecil, maka dioda terhubung singkat.
c. Pada satu arah (forward bias) tahanannya kecil dan pada arah yang lain (reverse
biased) tahanannya besar, maka dioda baik.

4. Karakteristik Dioda
Karakteristik dioda dapat ditunjukkan oleh hubungan antara arus yang lewat dengan beda
potensian ujung-ujungnya. Karakteristik diode ada umumnya diberikan oleh pabrik, tetapi dapat
juga diselidiki sendiri dengan rangkaian seperti gambar dibawah.

Gambar rangkaian untuk menyelidiki karakteristik diode

Dengan memvariasi potensio P dan mencatat V dan I kemudian menggambarkan dalam


grafik, maka diperoleh kurve karakteristik diode (karakteristik statis). Pada umumnya hasilnya
adalah seperti pada gambar berikut.

Komponen-komponen elektronika

Page 22

Gambar karakteristik dioda


Tampak untuk dioda Ge, arus baru mulai ada pada tegangan 0,3 V sedang untuk dioda Si
pada 0,7 V. Tegangan ini sesuai dengan tegangan penghalang pada sambungan P-N, dan disebut
tegangan patah atau tegangan lutut (cut in voltage atau knee voltage).
Tampak pula bahwa arus IR = Io dalam orde A, sedang arus maju IF dalam orde mA.
Dari lengkungan kurve yang tidak linier, maka tentu saja tahanan dioda tidak tetap, baik tahanan
maju maupun tahanan baliknya.
Jika tegangan balik diperbesar maka akan mencapai keadaan arus meningkat secara tajam,
yang hanya dapat dibatasi oleh tahanan luar. Tegangan kritis ini disebut tegangan dadal (break
down voltage = peak inverse voltage).

Komponen-komponen elektronika

Page 23

Kurva karakteristik ststik tersebut secara teoritis dapat dibuktikan mempunyai persmaan:
I = Io (V/VT 1)
Dimana

I = arus maju
Io = arus jenuh balik

= 2,7
V = tegangan terpasang
VT =

= Volt jika T dalam oK

= konstasnta = 1 untuk Ge dan = 2 untuk Si

5. parameter-parameter diode
beberapa parameter diode yang penting antara lain:
a. tahanan Bulk (TB)
adalah jumlah tahanan bahan semikonduktor tipe P dan N yang digunakan untuk
membuat diode
TB = TP + TN
b. tahanan sambungan
harganya untuk sambungan dengan prasikap maju tergantung pada arus DC maju.

rj =
=

untuk Ge
untuk Si

c. tahanan Dinamik atau AC

rac = rd = rB + rj
untuk IF >> maka rj dapat diabaikan terhadap rj sehingga

Rac = rj

Komponen-komponen elektronika

Page 24

D. INDUKTOR
1. Pengertian inductor
induktor atau kumparan adalah merupakan ssalah satu diantara komponen pasif elektronika
yang bisa menghasilkan medan magnet bila dialiri arus listrik dan sebaliknya bisa menghasilkan
listrik bila diberi medan magnet. Induktor ini umumnya dibuat dari kawat penghantar tembaga
yang dibentuk menjadi kump0paran atau lilitan. Satuan induktansinya disebut Henry.
Suatu induktor yang ideal mempunyai induktansi, namun tanpa resistansi atau kapasitansi
dan tidak memboroskan energi. Sebuah induktor pada kenyataanya adalah kombinasi dan
induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas dari kawat tembaga,dan beberapa kapasitansi.
Pada sutu frekuensi, induktor bisa menjdi sirkuit resonansi lantaran kapasitas parasitnya, tak
hanya memboroskan energy pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan
energy didalam inti karena dampak histerisis, dan paa arus tinggi bisa mengalami nonlinieritas
karena adanya penjenuhan.

2. Jenis-jenis lilitan induktor


a. Lilitan ferit sarang madu
Lilitan sarang madu dililit dengan cara bersilang untuk mengurangi dampak
kapasitasni terdistribusi . ini kerap dipakai pada rangkaian tala pada penerima radio
didalam jangka gelombang menengah dan gelombang panjang. Karena kontruksinya,
induktansinya tinggi bisa dicapai dengan bentuk yang kecil.
b. Lilitan inti teroid
Sebuah lilitan simple yang dililit dengan bentuk silinder menciptakan medan
magnet eksternal dengan kutub utara-selatan. Sebuah lilitan teroid bisa dibuat dari
lilitan silinder dengan menghubungkannya menjadi berbentuk donat, sehingga
menyatukan kutub utara dan selatan. Pada lilitan teroid, medan magnet ditahan pad a
lilitan. Ini mengakibatkan lebih sedikit radiasi magnetic dari lilitan, dan kekebalan
dari medan magnet eksternal.

Komponen-komponen elektronika

Page 25

3. Jenis-jenis induktor
a. Fixed coil
Yaitu induktor yang memiliki harga yang sudah pasti. Biasanya dinyatakan
dalam kode warna seperti yang diterapkan pada resistor. Harganya dinyatakan dalam
satuan mikrohenry (H).
b. Variable coil
Yaitu induktor ayng harganya dapat diubah-ubah atau disetel. Contohnya adalah
coil yang digunakan dalam radio.
c. Choke coil (kumparan redam)
Yaitu coil yang digunakan dalam teknik sinyal frekuensi tinggi.

Gambar diagram induktor

4. Konstruksi induktor
Sebuah induktor biasanya dikontroksi seabagai sebuah lilitan dari bahan penghantar,
biasanya kawat tembaga digulung pada inti magnet berupa udara atau bahan ferromagnetic.
Bahan inti yang mempunyai permeabilitas magnet yang lebih tinggi dari udara meningkatkan
medan magnet dan menjaganya tetap dekat pada induktor, ssehingga menigkatkan induktansi
induktor. Induktor frekuensi rendah dibuat dengan menggunakan baja laminasi untuk menekan
arus eddy. Ferrit lunak biasanya digunakan sebagai inti pada induktor frekuensi tinggi,
dikarenkan ferrit tidak menyebabkan kerugian daya pada frrekuensi tinggi seperti pada inti

Komponen-komponen elektronika

Page 26

besi.ini dikarenakan ferrit mempunyai lengkung histeris yang sempit dan resistivitasya yang
tinggi mencegah arus eddy.
Induktor dibuat dengan berbagai bentuk. Sebagian besar dikontruksi dengan menggulung
kawat terlukts keluar. Beberapa jenis menutup penuh gulungan kawat didalam material inti,
dinamakan induktor terslubungi. Beberapa induktor mempunyai inti yang dapat diubah letaknya,
yang memungkinkan pengubahan induktansi. Induktor yang digunakan untuk menhana frekuensi
sangant tinggi biasanya dibuat dengan melilitkan tabung atau manic-manik ferrit pada kabel
trasnmisi. Induktor kecil dapat dicetak langsung pada papan rangkaian cetak dengan mebuat jalur
tembaga berbentuk spiral. Beberapa induktor dapat dibentuk pada rangkaian terintegrasi menhan
menggunakan inti planar. Tetapi bentuknya yang kecil membatasi induktansi. Dan gyrator dapat
menjadi pilihan alternative.

Gambar berbagai bentuk induktor

5. Fungsi dan kegunaan induktor


Beberapa fungsi induktor yaitu:
a. Tempat terjadinya gaya magnet
b. Pelipat ganda tegangan
c. Pembangkit getaran

Komponen-komponen elektronika

Page 27

kegunaan induktor yaitu:


a. Sebagai pemroses sinyal pada rangkaian analog
b. Dapatmenghilangkan noise (dengungan)
c. Dapat mencegah interferensi frekuesi radio
d. Sebagai komponen utama pembuatan transformator
e. Sebagai filter pada rangkaian power supply
Banyak perangkat dan komponen elektronika yang dibuat dengan menggunakan kumparan
induktor seperti relay, speaker, trafo, buzzer, dan komponen lain yang terkait dengan frekuensi
dan medan magnet.

Komponen-komponen elektronika

Page 28

E. RESISTOR
1. Pengertian resistor
Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk menahan arus listrik
dengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, niai tegangan terhadap resistansi
berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum ohm :

Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan
merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resitor dapat dibuat dari
bermacam-macam komponen dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan
resistivitas tinggi sepertinikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat
dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu dan induktansi. Resistor dapat diintegrasi
kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki
bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan
kebutuhan arus rangkain agar tidak terbakar.

2. Kode Warna Resistor


Untuk mengetahui berapa besar nilai resistansi (hambatan) sebuah resistor tetap, maka kita
dapat melihat dan membaca kode warna yang berupa cincin-cincin warna pada bodi resistor.
Kerana tidak semua nilai resistor dicantumkan dengan lambang bilangan berupa angka-angka,
melainkan dengan cincin kode warna. Banyaknya cincin kode warna setiap resistor berjumlah 4
cincin atau ada juga 5 cincin bahkan lebih. Untuk cara pembacaannya tidak jauh berbeda yaitu :

Komponen-komponen elektronika

Page 29

1. Resistor mempunyai 4 cincin, artinya cincin 1 dan 2 adalah nilai angka atau digit, cincin
ke 3 adalah faktor pengali banyaknya (0), sedangkan cincin ke 4 adalah besarnya
toleransi.
2. Resistor dengan 5 cincin warna, artinya cincin 1, 2, dan 3 adalah nilai angka atau digit,
cincin ke 4 adalah faktor pengalli (banyaknya 0), sedangkan cincin ke 5 menunjukan
besarnya toleransi.
3. Resistor dengan 6 cincin warna, artinya cincin 1, 2, dan 3 adalah nilai angka atau digit,
cincin ke 4 faktor pengali (banyaknya 0), cincin ke 5 besarnya toleransi, sedangkan
cincin ke 6 koefisien temperatur. Untuk lebih jelas mengenai kode warna tersebut, dapat
dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel kode warna resistor

Gambar bentuk resistor

Komponen-komponen elektronika

Page 30

3. Fungsi dan kegunaan resistor


Sebagai pembagi arus
Sebagai pembagi tegangan
Sebagai penurun tegangan
Sebagai penghambat arus listrik, dan lain-lain

4. Macam-macam jenis resistor


Berdasarkan jenis bahan yang digunakan untuk membuatnya, resistor dibedakan menjadi
beberapa jenis antara lain resistor kawat, resistor arang, resistor oksida logam, resistor film,
resistor karbon, dan banyak lagi jenis lainnya. Namun dalam praktik perdagangan dipasaran,
resistor dibedakan menjadi resistor tetap (Fixed resistor) dan resistor tidak tetap (Variable
resistor).
a. Resistor Tetap (Fixed Resistor)
Resistor tetap adalah resistor yang nilai hambatannya tidak dapat dirubah-rubah dan
besarnya sudah ditentukan oleh pabrik yang membuatnya. Ciri fisik untuk mengenali resistor
jenis ini adalah bahan pembuat resistor berada ditengah, dan pada kedua ujungnya terdapat
conducting metal, kemasan seperti inilah yang dinamakan dengan Axial. Ukuran fisik resistor
tetap bermacam-macam yaitu tergantung besaranya daya yang dimilikinya. Misalnya resistor
tetap dengan daya 2 watt akan mempunyai bentuk fisik yang jauh lebih besar daripada resistor
yang mempunyai daya watt.

Gambar resistor tetap

Pada gambar diatas, ditunjukan beberapa contoh bentuk fisik resistor tetap, dari yang
paling kecil sampai yang paling besar sesuai dengan daya yang dimilikinya. Dengan
perkembangan teknologi baru yang disebut dengan SMD (Surface Mounted Device) yang

Komponen-komponen elektronika

Page 31

membuat bentuk resistor tetap menjadi lebih kecil sehingga dalam praktinya kita dapat
membangun sebuah sistem yang mempunyai ukuran sekecil mungkin.

Gambar SMD resistor


Gambar diatas adalah merupakan bentuk fisik dari SMD resistor, bentuknya kotak dan
berukuran sangat kecil yang cara pemasangannya adalah dengan menempel pada papa pcb.
Resistor jenis ini juga memiliki nilai resistansi yang dituliskan pada body dengan menggunakan
angka-angka seperti yang terlihat pada gambar.

Selain kemasan axial, terdapat pula kemasan lain yang disebut dengan (Single-In-Line) SIP
resistor. Dimana didalam satu kemasan ini terdapat beberapa resistor yang disusun secara paralel
dan mempunyai 1 pusat yang disebut dengan common. Cara pemasangannya biasanya berdiri
sesuai dengan kaki yang ada, maka dengan resistor ini juga bisa menghemat ruang dalam
penempatan pada papan pcb. Gambar diatas ini adalah bentuk fisik dari SIP Resistor yang
memiliki 9 pin dan 5 pin. Namun pasaran akan sangat banyak ditemukan SIP Resistor dengan
jumlah pin yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhanya.
Brikut ini merupakan beberapa jenis resistor tetap
1.) Precision Wirewound Resistor
Merupaka tipe resistor yang mempunyai tingkat keakuratan sangat tinggi yaitu
sampai 0,005% dan TCR (Temperature Coeffisient of Resistance) sangat rendah.
Sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai aplikasi DC yang membutuhkan
tingkat keakuratan sangat tinggi. Namun jangan menggunakan tipe ini untuk aplikasi

Komponen-komponen elektronika

Page 32

rf (radio frequency) karena resistor jenis ini mempunyau Q resonant frequency yang
rendah.

Contoh

aplikasi

yang

menggunakan

resistor

ini

adalah

DC

Measuringequipment dan ReferenceResistor untuk Voltage Regulators dan Decoding


Network.
2.) NIST Standard Resistor
NIST (Nasional Institute Standard of Technology) merupakan tipe resistor
dengan keakuratan paling tinggi yaitu 0,001% TCR yang rendah dan sangat stabil
dibandingkan dengan Precision Wirewound Resistor. Komponen ini biasanya
digunakan sebagai standard didalam verifikasi keakuratan dari suatu alat ukur
resistive.
3.) Power Wirewound Resistor
Biasanya resistor ini digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan daya yang
sangat besar. Resistor jenis ini dapat mengatasi daya yang sangat besar dibandingkan
jenis lain. Karena panas yang ditimbulkan cukup besar, biasanya resistor jenis ini
dilapisi dengan bahan seperti ceramic tube, ceramic rods, anodized aluminium,
fiberglass mandels, dan lain-lain.
4.) Fuse Resistor
Resistor jenis ini selain berfungsi sebagai penghambat arus juga sebagai
sekering. Resistor jenis ini didesain sedemikian rupa sehingga bila ada arus yang
sangat besar melaluinya, maka hambatannya menjadi tak hingga.
5.) Carbon Composition
Resistor jenis ini merupakan resistor yang paling banyak dijumpai dipasaran,
dan sangat mudah untuk mendapatkannya. Resistor merupakan koefisien temperatur
dengan batas 1000 ppm/ derajat celcius. Selain itu resistor ini juga memiliki koefisien
tegangan, dimana nilai hambatannya akan berubah ketika diberi tegangan. Semakin
besar tegangan yang melewatinya maka akan semakin besar pula perubahannya.
Voltage Ranting dari resistor karbon ditentukan berdasarkan fisik, nilai, dan dayanya.
Dan dalam pemasangan resistor ini harus hati-hati karena bisa salah dapat
menimbulkan noise dimana noise ini tergantung pada nilai dan besar ukurannya.

Komponen-komponen elektronika

Page 33

6.) Carbon Film Resistor


Resistor jenis ini mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan resistor
carboncomposition, tetapi noise, koefisien tegangan, koefisien temperatur nilainya
lebih rendah. Carbon Film Resistor dibuat dengan memotong batangan keramik yang
panjang kemudian dicampur dengan material karbon. Frekuensi respon resistor ini
jauh lebih bagus dibandingkan dengan wirewound dan jauh lebih bagus lagi dengan
carbon composition. Dimana wirewound akan menjadi suatu induktansi ketika
frekuensinya rendah dan akan menjadi kapasitansi apabila frekuensinya tinggi. Dan
untun carbon composition hanya menjadi kapasintansi apabila dilalui oleh frekuensi
tinggi dan rendah.
7.) Metal Film Resistor
Metal film resistor merupakan pilihan dari jenis carbon composition dan carbon
film. Karena resistor ini labih akurat dan tidak mempunyai koefisien tegangan, noise,
dan koefisien temperatur yang lebih rendah. Tetapi resistor ini tidak sebagus jenis
precision wirewound. Bahan dasar pembuat resistor ini adalah metal dan keramik,
bahan ini mirip dengan bahan untuk membuat carbon film resistor.
8.) Foil Resistor
Resistor ini mempunyai karakteristik yang sama dengan resistor film. Kelebihan
utamanya adalah pada tingkat kestabilan yang tinggi, TCR paling kecil, dan frekuensi
respon yang tinggi. Selain kelebihan terdapat pula kelemahan yaitu nilai resistansi
maksimum dari resistor ini lebih kecil daripada resistor film. Resistor ini biasanya
dipakai dalam strain gauge, dimana nila strain dapat diukur berdasarkan perubahan
resistansinya.
9.) Power Film Resistor
Material yang digunakan untuk membuat resistor ini sama dengan jenis metal
film dan carbon film. Namun dengan karakteristik daya yang tinggi. Power film
resistor mempunyai nilai yang tinggi dan frekuensi respon yang lebih baik
dibandingkan power wirewound resistor, dan biasanya resistor ini mempunyai nilai
toleransi yang cukup besar.

Komponen-komponen elektronika

Page 34

b. Resistor tidak tetap (Vareble Resistor)


Resistor tidak tetap adalah resistor yang mempunyai nilai resistansi yang dapat diubahubah sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Perubahanna dapat dilakukan dengan cara
memutar atau menggeser pengaturanya yang memang sudah disediakan, namun ada pula nilai
perubahan resistansinya akan dipengaruhi oleh keadaan disekitarnya minsalnya suhu, cahaya,
suara dan lain-lain, sehingga dapat dijadikan sebagai sakelar otomatis.
Berikut ini mreupakan jenis-jenis resistor tidak tetap
1.) Potensiometer
Potensiometer merupakan komponen pembagi tegangan yang nilai resistansinya
dapat disetel sesuai dengan keinginan dengan cara memutar tungkai pengaturanya.
Nilai resistansinya sendiri tertera pada bodi yang dituliskan dalam bentuk angka,
sehingga akan memudahkan untuk pengaturan suara (tone control) bass, treable,
volume, dan lain-lain. Beberapa jenis potensiometer :
2.) Potensiometer linier
Potensiometer linier mempunyai unsur resistif dengan penampang konstan,
menghasilkan peranti dengan resistansi anatara penyapu dengan salah satu terminal
proposional dengan jarak antara keduanya. Potensiometer linier digunakan jika relasi
proporsional diinginkan antara putaran sumbu dengan rasio pembagi dari
potensiometer, meinsalnya pengendali yang digunakan untuk menyetel titik pusat
layar osiloskop.
3.) Potensiometer logaritmik
Potensiometer logaritmik mempunyai unsur resistif yang semakin menyempit
atau dibuat dari bahan yang memiliki resistivitas bervariasi. Ini memberikam peranti
yang resistansinya merupakan fungsi logaritmik terhadap sudut poros potensiometer.
Sebagian besar potensiometer log (terutama yang murah) sebenarnya tidak benarbenar logaritmik, tetapi menggunakan dua jalur resistif linier untuk meniru hukum
logaritma. Potensiometer log juga dapat dibuat dengan menggunakan potensiometer
linier dan resistor eksternal. Potensiometer yang benar-benar logaritmik relatif sangat

Komponen-komponen elektronika

Page 35

mahal. Potensiometer logaritmik sering digunakan pada peranti audio, terutama


sebagai pengendali volume.
4.) Rheostat
Cara paling umum untuk mengubah-ubah resistansi dalam sebuah sirkuit adalah
dengan menggunakan resistor tidak tetap atau rheostat. Sebuah rheostat adalah resistor
tidak tetap dua terminal dan seringkali didesain untunk menangani arus dan tegangan
yang tinggi. Biasanyan rheostat dibuat dari kawat resistif yang dililitkan untuk
membentuk koil toroid dengan penyapu yang bergerak pada bagian atas toroid,
menyentuh koil dari satu lilitan ke lilitan selanjutnya. Potensiometer tiga terminal
dapat digunakan sebagai resistor tidak tetap dua terminal dengan tidak menggunakan
terminal ketiga. Seringkali terminal ketiga yang tidak digunakan disambung dengan
terminal penyapu atau mengurangi fluktuasi resistansi yang disebabkan oleh kotoran.
5.) Potensiometer digital
Potensiometer digital adalah sebuah komponen elektronik yang meniru fungsi
dari potensiometer analog untuk diterapkan pada isyarat digital.
6.) Trimpot

Gambar resistor tripot


Trimpot adalah kependekan dari tripotensiometer, bentuk fisiknya kecil
dan memiliki nilai tahanan yang dapat dirubah-rubah namun dengan menggunakan
alat bantu berupa obeng kecil, karena untuk merubah nilai resistansinya tidak bisa
menggunakan tangan. Sebagai tahanan bahan resistansinya adalah menggunakan
bahan karbon atau arang.

Komponen-komponen elektronika

Page 36

7.) NTC dan PTC

Gambar resistor NTC dan PTC


NTC adalah singakatan dari Negative Temperatur Coefisient. Sifat komponen ini
resistif dimana nilai resistansinya akan menurun apabila temperatur disekelilingnya
baik. Sedangkan PTC adalah singkatan dari Positive Temperatur Coefisient, yang nilai
resistansinya akan bertambah besar apabila temperatur disekelilinya turun. Komponen
NTC dan PTC biasanya digunakan sebagai sensor dalam peralatan pengukuran panas
atau disebut juga termistor. Selain itu juga bisa digunakan sebagai sakelar otomatis
yang cara kerjanya akan ditentukan oleh suhu disekitarnya.
8.) LDR

gambar LDR
LDR adalah singkatan dari Lght Dependent Resistor, yaitu sebuah resistor yang
nilai resistansinya akan berubah-ubah sesuai dengan cahaya yang diterimanya.
Biasanya LDR digunakan untuk rangkaian-rangkaian sakelar otomatis tertentu seperti
lampu taman, lampu jalan, dimana LDR akan bekerja secara otomatis sesuai dengan
tingkat cahaya yang ada didepannya.

Komponen-komponen elektronika

Page 37

9.) VDR
VDR adalah singkatan dari Voltage Dependent Resistor, yaitu sebuah resistor
tidak tetap yang nilai resistansinyaakan berubah tergantung dari tegangan

yang

diterimanya. Sifat dari VDR adalah semakin besar tegangan yang diterima, maka nilai
tahanannya akan semakin mengecil, sehingga arus yang melaluinya akan semakin
besar. Dengan adanya sifat tersebut maka VDR akan sangat cocok digunakan sebagai
stabilizer bagi komponen transistor.

Komponen-komponen elektronika

Page 38

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Transistor adalah komponen aktif yang menggunakan aliran electron sebagai prinsip
kerjanya didalam bahan. Sebuah transistor memiliki tiga daerah doped yaitu daerah emitter,
daerah basis dan daerah disebut kolektor. Transistor ada dua jenis yaitu NPN dan PNP.
Transistor memiliki dua sambungan: satu antara emitter dan basis, dan yang lain antara kolektor
dan basis. Karena itu, sebuah transistor seperti dua buah dioda yang saling bertolak belakang
yaitu dioda emitter-basis, atau disingkat dengan emitter dioda dan dioda kolektor-basis, atau
disingkat dengan dioda kolektor.
Bagian emitter-basis dari transistor merupakan dioda, maka apabila dioda emitter-basis
dibias maju maka kita mengharapkan akan melihat grafik arus terhadap tegangan dioda biasa.
Saat tegangan dioda emitter-basis lebih kecil dari potensial barriernya, maka arus basis (Ib) akan
kecil. Ketika tegangan dioda melebihi potensial barriernya, arus basis (Ib) akan naik secara cepat
Komoponen-komponen elektronika diatas merupakan komponen yang sangat penting, dan
dalam kehidupan sehari-hari elektronika itu sendiri tidak dapat kita pisahkan.

B. SARAN.
Saran saya pada teman teman setelah membaca makalah ini yang berjudul komponenkomponen elektronika, Teman teman dapat mempelajari berbagai komponen elektronik yang
di bahas dalam makalah ini, Kemudian jika ada salah dalam penulisan, saya selaku penulis minta
maaf sebesar besarnya.

Komponen-komponen elektronika

Page 39

DAFTAR PUSTAKA

Malvino, Albert Paul, Ph.D. 1991. Prinsip-Prinsip Elektronika. Jakarta : Erlangga


http://abisabrina.blogspot.com
http://ilmu-elektronika.co.cc/index.php/komponen elektronika/resistor.html
http://abisabrina.wordpress.com/2010/07/14/komponen-dasar-elektronika induktor/
http://id.wikipedia.org/wiki/Induktor
http://abisabrina.wordpress.com/2010/07/13/komponen-dasar-elektronika-kapasitor/
http://id.wikipedia.org/wiki/transistor
Theraja, B.L. Basic Electronics. New Delhi : S. Chand & Company, Ltd, 1982.
Millman, J., Halkias, C.C. Integrated Electronics. Tokyo : Mc. Graw Hill Kogakusha,1979.
Allen Mottershead. Electronics Devices and Circuits. New Delhi : Prentice-Hall of India, 1981.

Komponen-komponen elektronika

Page 40