Skripsi Agung
Skripsi Agung
SKRIPSI
Disusun Oleh :
AGUNG JUNIYANSAH
NIM : 181010550595
SKRIPSI
Disusun Oleh :
AGUNG JUNIYANSAH
NIM : 181010550595
“Pendidikan merupakan senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk
mengubah dunia”
(Nelson
Mandela)
engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk
(QS. Al-Insyirah,
6-8)
(Iman
Syafi’i)
“Lakukan hal terbaik di masa sekarang, jangan terjebak di kehidupan masa lalu
dan penuh ketakutan untuk hidup di masa yang akan datang”.
(Agung Juniyansah)
I
II
III
IV
ABSTRAK
V
ABSTRACT
V
KATA PENGANTAR
ini dengan judul “Pengaruh Pelatihan kerja dan Disiplin Kerja Terhadap
bantuan, dorongan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini
Penulis menyampaikan ucapan dan rasa terima kasih kepada yang terhormat:
1. Bapak Dr. (H.C.). Drs. H. Darsono, selaku Ketua Yayasan Sasmita Jaya
semakin berkualitas.
3. Bapak Endang Ruhiyat, S.E., M.M., CSRA, CMA., selaku Dekan Fakultas
4. Bapak Dr. Kasmad, S.E., M.M., selaku Ketua Program Studi Manajemen S1
V
5. Bapak Dr, Udin Ahidin, S"E., M.M., CMA. Wakil Ketua Program Studi
Manajemen S1
6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen S1 yang
7. Bapak dan Ibu jajaran staf Universitas Pamulang terkhusus staf Manajemen
8. Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat dan Karunia-Nya yang tak
9. Orang tua tercinta, selalu mendo’akan serta memberikan nasihat yang tak
10. Seluruh keluarga tercinta yang selalu memberikan semangat dan motivasi
proposal skripsi ini yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Terima kasih
AGUNG JUNIYANSAH
V
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................ii
DAFTAR TABEL......................................................................................................xii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................................xiii
BAB 1 PENDAHULUAN
2.1.1 Manajemen...........................................................................13
I
BAB III METODE PENELITIAN
3.4.1 Populasi...................................................................................66
3.4.2 Sampel.....................................................................................67
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................76
LAMPIRAN
X
DAFTAR TABEL
X
DAFTAR GAMBAR
X
BAB 1
PENDAHULUA
sumber daya manusia. Dengan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif rentan usia
15-64 tahun secara signifikan dibandingkan penduduk usia nonproduktif rentan usia
dibawah 15 tahun diatas 64 tahun menjadikan indonesia masuk ke dalam fase bonus
dapat menjadi tantangan bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Salah satu
tantangan yang muncul dengan adannya fenomena bonus demografi yaitu sejak tahun
2020 terjadinya perubahan lingkungan yang terjadi didunia dengan adanya pandemi
transisi demografi. Transisi demografis terjadi karena adanya migrasi dan mengakibatkan
pergeseran penyebab kematian akibat penyakit Menurut John Suprihanto, Lana Prihati
Putri (2021: 4 ).
setiap perusahaan untuk bersikap lebih responsif agar sanggup bertahan dan terus
perusahaan agar selalu dapat berjalan secara efisien demi tercapainya tujuan perusahaan.
daya yang dimiliki, artinya terdapat kecenderungan untuk menekan biaya yang berkaitan
dengan sumber daya manusia.Sumber daya manusia memiliki peranan yang sangat
1
penting dalam sebuah perusahaan, dikarenakan sumber daya manusia merupakan faktor
yang sangat menentukan dalam menjalankan aktifitas perusahaan dalam mencapai tujuan
yang diinginkan. Untuk itu manajemen sumber daya manusia harus memperhatikan
hubungan masyarakat yang baik agar fungsi serta sistem manajemen dapat berjalan
dengan optimal.
harus berkonsentrasi pada rangkaian proses atau aktivitas penciptaan produk dan jasa
yang berhubungan dengan tujuan perusahaan. Untuk itu Perusahaan biasanya bekerja
sama dengan perusahaan alih daya (outsourcing) untuk beberapa pekerjaan yang diluar
produksi dalam melakukan efektifitas dan efesiensi seperti yang tercantum dalam UUD
No.13 Tahun 2003 pasal 66 ayat 1 yang menyatakan bahwa : “Pekerjaan yang
berhubungan dengan kegiatan usaha pokok atau kegiatan yang berhubungan langsung
dengan perjanjian kerja waktu tertentu dan/atau perjanjian kerja waktu tidak tertentu.
Yang dimaksud kegiatan jasa penunjang atau kegiatan yang tidak berhubungan langsung
dengan proses produksi adalah kegiatan yang berhubungan di luar usaha pokok (core
business) suatu perusahaan. Kegiatan tersebut antara lain: usaha pelayanan kebersihan
memberikan kepuasan hasil dengan kualitas dan kuantitas kinerja karyawannya. Bagi
1
Anwar Prabu Mangkunegara (2016:67) berkata kalau kinerja merupakan hasil kerja
secara kualitas serta kuantitas yang dicapai seseorang pegawai dalam melaksanakan
Kinerja seseorang bisa dilihat dari pelatihan, kompetensi, komitmen organisasional yang
(2016:151) kinerja adalah kesuksesan seseorang dalam melaksanakan tugas, hasil kerja
yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai
seseorang diharapkan dapat berfungsi dan berprilaku sesuai dengan tugas yang telah
dibebankan kepadanya serta kuantitas, kualitas, dan waktu yang digunakan dalam
menjalankan tugas. Menurut Edison (2016:190) Kinerja adalah hasil dari suatu proses
yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau
kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Berikut adalah tabel daftar kinerja
Tabel 1.1
Daftar Kinerja Karyawan PT Anugerah Bina Karya
Tahun
No Aspek Penilaian Kerja
Bobot 2017 Bobot 2018 Bobot 2019 Bobot 2020 Bobot 2021
1 Kualitas Kerja 25 17 25 18 25 18 25 17 25 15
2 Kuantitas Kerja 20 17 20 17 20 15 20 15 20 12
3 Tanggung Jawab 25 23 25 19 25 20 25 19 25 20
4 Kerja Sama 20 12 20 13 20 17 20 18 20 11
5 Inisiatif 10 11 10 15 10 9 10 16 10 19
Jumlah 100 80 100 82 100 79 100 85 100 77
Sumber
1
jumlah nilai bobot 80 dari bobot 100,Tahun 2018 jumlah nilai 82 dari bobot 100, tahun
2019 jumlah nilai hanya 79 dari bobot 100, tahun 2020 mengalami kenaikan jumlah nilai
menjadi 85 dari bobot 100, dan tahun 2021 mengalami penurunan nilai menjadi 77 dari
bobot 100. Dalam waktu tersebut PT Anugerah Bina Karya mengalami kecemasan untuk
mendapatkan karyawan yang memiliki kinerja yang bertanggung jawab dan disiplin kerja
Pada hasil observasi dilapangan di salah satu tempat yaitu kantor Menara 165
dalam periode februari sampai juni PT Anugerah Bina Karya mendapatkan komplain dari
vendor atau penerima jasa. Komplain tersebut berkaitan dengan kebersihan dan
seperti terjadinya kerusakan material lantai dikarenakan salah pemakaian chemical, lantai
lengket, toilet kuning dan berkerak, banyaknya sampah lepas diarea basement,
marmer dan granit. Dan area taman kurang diperhatikan dengan banyaknya tumbuh
rumput liar. Kurangnya pelatihan (training) pada awal mulai bekerja sampai sudah
bekerja membuat banyak karyawan bekerja tidak teratur atau tidak dengan standar
kerjanya.
kinerja ialah Pengembangan kerja lewat Pelatihan kerja. Pelatihan pada karyawan bisa
menunjang kinerja karyawan lebih baik lagi, dari proses dini karyawan baru yang tidak
mengenali apapun mengenai tugas dalam industri, sampai dia mengenali tugas yang
hendak dilakukan, gimana melakukan tugas yang diberikan, serta pula hal- hal yang
wajib dikerjakan cocok dengan tugas kerja yang diterimanya supaya seluruh tugas yang
diberikan berjalan efisien serta efektif. Pelatihan pada karyawan dapat mendukung
1
kinerja karyawan lebih baik lagi, dari proses awal karyawan baru yang tidak mengetahui
apapun mengenai tugas dalam perusahaan, hingga ia mengetahui tugas yang akan
dilakukan, bagaimana melakukan tugas yang diberikan, dan juga hal-hal yang harus
dikerjakan sesuai dengan tugas kerja yang diterimanya. Dengan adanya faktor pelatihan
yang dirasakan oleh karyawan, dapat menjadi pertimbangan akan kinerja karyawan,
karena pada dasarnya bukan hanya karyawan hadir untuk mengikuti training namun juga
ia setidaknya mampu menguasai isi materi pada training yang telah diberikan oleh
perusahaan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan menjadi lebih
baik, salah satunya adalah pelatihan, Gomes (2016:197) mendefinisikan pelatihan adalah
setiap usaha untuk memperbaiki prestasi kerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang
Berikut adalah data pelatihan kerja PT Anugerah Bina karya periode 2017-2021,
sebagai berikut :
Tabel 1.2
Daftar Pelatihan Kerja PT Anugerah Bina Karya
Tahun Jumlah Peserta Hadir Tidak Hadir Persentase
2017 53 40 13 75,4%
2018 53 38 15 71,7%
2019 53 37 16 69,8%
2020 53 34 19 64,2%
2021 53 28 25 52,8%
Sumber : HRD PT Anugerah Bina Karya
Dari tabel 1.2 diatas menunjukan hasil pelatihan kerja pada karyawan PT
Anugerah Bina Karya dalam peiode 5 tahun terakhir menunjukkan masih adanya
karyawan yang tidak mengikuti pelatihan yang diadakan manajemen tersebut, hal ini
Anugerah Bina Karya masih kurang dikarenakan belum seluruhnya karyawan memahami
disiplin kerja. Displin kerja merupakan sikap yang sangat diperlukan oleh setiap orang
dalam usaha untuk meningkatkan kinerja guna mencapai tujuan organisasi atau
perusahaan. Menurut Sutrisno (2016:89), disiplin adalah perilaku seseorang yang sesuai
dengan peraturan, prosedur kerja yang ada atau disiplin adalah sikap, tingkah laku,dan
perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari organisasi baik tertulis maupun tidak tertulis.
Peraturan atau tata tertib yang dibuat oleh sebuah perusahaan atau organisasi tertentu
merupakan wujud untuk menertibkan para karyawannya dalam bekerja. Dengan adanya
peraturan ini, karyawan tidak semena-mena atau sesuka hati mereka dalam bekerja tapi
organisasi yang meraka tempati, dengan demikian karyawan akan termotivasi untuk
bekerja lebih baik. Kedisiplinan merupakan sebuah komitmen yang harus ditanamkan
oleh setiap karyawan dalam dunia kerja, karena kedisiplinan ini sangat penting untuk
meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Selain dari pada itu kedisiplinan merupakan
sistem yang mengharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, perintah dan peraturan
yang berlaku. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang
dengan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Biasanya perusahaan atau organisasi yang
karyawannya sangat disiplin terlihat maju dan berkembang pesat dibandingkan yang
tidak disiplin. Semua perusahaan atau organisasi pasti punya mempunyai standar
peraturan yang harus dilakukan dalam mendisiplinkan para karyawannya, baik itu secara
lisan atau tertulis dan menginginkan karyawannya untuk mematuhinya sebagai upaya
1
untuk meningkatkan kinerja kerja karyawan dan produktivitas kerja karyawan. Oleh
pembagian tempat tugas (Plotting) dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana,
Faktor kedisipilinan juga menjadi bahan komplain karena masih banyaknya karyawan
yang sering telat bahkan tidak masuk tanpa keterangan yang mengakibatkan tidak
Anugerah Bina Karya selama kurun waktu 5 tahun mulai dari tahun 2017-2021 sebagai
berikut :
Tabel 1.3
Daftar Absensi Karyawan PT Anugerah Bina Karya
Kriteria (Jumlah Karyawan)
Jumlah
Tahun Jumlah Absensi %
Karyawan JHK Terlambat Sakit Izin Alpha
Pada tabel 1.3 di atas dapat diketahui bahwa disiplin kerja pada kehadiran
karyawan selama 5 tahun yaitu tahun 2017 s.d tahun 2021. bisa dilihat dalam kurun
waktu 5 tahun terakhir terjadi peningkatan perkembangan absen karyawan, yang mana
pada tahun 2017 perkembangan absensi mencapai 2115.38% dan terus meningkat
ditahun-tahun berikutnya seperti pada tahun 2018 mencapai 2147.44% dan pada tahun
2
2019 mencapai 2500.00% dan pada tahun 2020 mencapai 2243.59% sedangkan pada
tahun 2021 mencapai 2724.36%. hal ini menunjukkan hasil masih banyak karyawan yang
tidak mematuhi aturan jam kerja yang sudah ditetapkan melalui standard operating
Karya. Perusahaan PT Anugerah Bina Karya penyedia layanan jasa yang diantaranya
bergerak dalam bidang security, parking dan cleaning service. PT Anugerah Bina Karya
excellent.
Sebagai salah satu perusahaan jasa yang salah satunya bergerak dibidang
kebersihan faktor pelatihan kerja dan disiplin kerja sangat penting untuk menjaga
kepercayaan perusahaan pengguna jasa agar selalu merasa puas dengan pelayanan yang
diberikan hal ini dibuktikan dalam jurnal Trias Politika yang berjudul “Pengaruh
Aparatur Sipil Negara” Menghasilkan kesimpulan bahwa pengaruh pelatihan kerja dan
Berdasarkan uraian diatas bahwa Pelatihan kerja dan disiplin kerja terhadap
kinerja karyawan dalam suatu perusahaan itu sesuatu yang penting, maka penulis tertarik
memilih judul “Pengaruh Pelatihan kerja dan Disiplin kerja Terhadap Kinerja
2
1.2 Rumusan Masalah
Bina Karya ?
Bina Karya ?
3. Apakah pelatihan kerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pelatihan
kerja terhadap kinerja karyawan, seberapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja
karyawan, dan seberapa besar pelatihan kerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap
Penelitian karya ilmiah ini diharapkan akan memberi manfaat kegunaan secara
1. Manfaat Teoritis
a. Bagi Penulis
Untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata Satu
(S1) pada program Studi Manajemen,Fakultas Ekonomi & Bisnis, Univesitas Pamulang.
2
Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam menambah pengetahuan
bagi pihak-pihak yang tertarik dibidang ini, khususnya dalam bidang sumber daya
manusia serta kaitannya dengan pelatihan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja
karyawan.
Diharapkan dapat memberikan masukan yang berguna untuk bahan kajian atau
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Perusahaan
Anugerah Bina Karya dalam peningkatan kinerja karyawan agar dapat mencapai tujuan
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.1 Manajemen
1. Pengertian Manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki
arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan
manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut
dan juga menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang
adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian,
pergerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran
yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber
daya lainnya.
dilakukan oleh para anggota organisasi dalam upaya mencapai sasaran organisasi dimana
tindakan tersebut merupakan suatu rangkaian aktivitas yang dijalankan dengan sistematis.
Lain lagi menurut Henry Fayol (2018:3) yang mengatakan bahwa pengertian manajemen
2
tertentu yang terdiri dari kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan
sumber daya manusia dan menggandakan pengendalian dalam rangka mencapai tujuan.
lebih menitik beratkan pada usaha menggunakan dan memanfaatkan sumber yang
tersedia atau yang berpotensi dalam pencapaian tujuan. Adapun sumber-sumber tersebut
adalah orang, uang, material, peralatan, mesin, metode, waktu dan prasarana lainnya.
2. Fungsi Manajemen
mengawasi, dan mengendalikan kegiatan dalam rangka usaha untuk mencapai tujuan
yang diinginkan secara efektif dan efesien. Henry Fayol mengusulkan bahwa semua
a. Perencanaan
Perencanaan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menentukan tujuan serta
sasaran yang ingin dicapai dan mengambil langkah-langkah strategis guna mencapai
tujuan tersebut. Melalui perencanaan seorang manajer akan dapat mengetahui apa saja
yang harus dilakukan dan bagaimana cara untuk melakukannya. Menentukan tingkat
penjualan pada periode yang akan datang, tingkat kebutuhan tenaga kerja, modal yang
dibutuhkan dan bagaimana cara memperolehnya. serta tingkat persediaan yang harus ada
2
b. Pengorganisasian
pengaturan kegiatan secara terkoodinir kepada setiap individu dan kelompok untuk
1.) Membagi komponen-komponen yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan sasaran
dalam kelompok-kelompok.
2.) Membagi tugas kepada manajer dan bawahan untuk mengadakan pengelompokan
c. Pengarahan
karyawan agar dapat bekerja keras dan giat serta membimbing mereka dalam
melaksanakan rencana untuk mencapai tujuan yang efktif dan efesien. Melalui
motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efesien dalam
pencapaian tujuan.
2.) Memberikan tugas dan penjelasan mengenai pekerjaan. Menjelaskan kebijakan yang
ditetapkan.
d. Pengendalian
2
Bagian akhir dari proses manajemen adalah pengendalian (controlling).
Pengendalian bertujuan untuk melihat apakah kegiatan organisasi sudah sesuai dengan
3.) Membandingkan prestasi yang telah dicapai dengan standar prestasi yang telah
ditetapkan.
(b.) Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas langkah penyimpangan yang
mungkin ditemukan.
3. Jenis-Jenis Manajemen
Manajer tingkat bawah (first line) yang kedua, Manajer menengah (middle) dan yang
terakhir ada Manajer tingkat atas (top). Berdasarkan bidangnya, secara umum manajer
(general) yang kedua ada Manajer fungsional. Manajer fungsional dapat dikelompokkan
2
a. Berdasarkan Hierarki
2
1.) Manajemen puncak (top management)
keseluruhan. Biasanya, mereka terdiri atas sekelompok kecil manajer. Tugas mereka
menentukan tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan secara umum, yang kemudian
seperti membuat pabrik baru, membuat produk baru, dan memasuki pasar internasional.
Nama untuk posisi tersebut dapat bermacam-macam: direktur utama dengan direksi-
direksi lainnya, presiden direktur, dan wakil presiden direktur. Di Amerika Serikat,
strategi, dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajer puncak serta
mengoordinasikan dan mengarahkan aktivitas manajer tingkat bawah dan juga karyawan
operasional. Posisi manajer menengah berada di antara manajer puncak dengan manajer
tingkat bawah. Mereka menjadi jembatan antara manajer puncak dan manajer bawah.
Nama untuk posisi tersebut bisa bervariasi: manajer pemasaran, manajer keuangan, dan
manajer divisi.
2
pengawas atau supervisor. Contoh manajer tingkat bawah tersebut adalah pengawas atau
b. Berdasarkan
umum
beberapa bidang sekaligus. Manajer suatu divisi merupakan contoh manajer umum.
Manajer umum bertangung jawab terhadap aktivitas pemasaran, keuangan, dan operasi
divisi tersebut. Manajer divisi, cabang internasional, dan cabang daerah tertentu
Aktivitas yang populer adalah pemasaran, keuangan, sumber daya manusia atau
personalia, dan produksi. Manajer-manajer tersebut sering dijumpai pada suatu organisasi
yang lebih khusus lagi, seperti hubungan masyarakat (humas) atau sering disebut public
relation. Manajer yang menangani kegiatan tersebut dinamakan manajer public relation
(atau disingkat PR). Perusahaan yang besar sering kali mempunyai kegiatan riset dan
pengembangan yang cukup besar sehingga harus diawasi oleh seorang manajer. Manajer
3
tersebut dinamakan manajer riset dan pengembangan. Perusahaan yang memandang
informasi sebagai sumber daya yang penting akan menetapkan manajer sistem informasi.
Bidang atau kegiatan yang akan dicakup manajer bervariasi dari satu perusahaan ke
perusahaan lainnya.
manajer tersebut berbeda dalam hal alokasi waktu untuk aktivitas mereka. Manajer
puncak akan lebih banyak duduk di ruang kerjanya untuk merumuskan strategi
perusahaan, lebih banyak bertemu dengan orang lain, dan lebih banyak melakukan rapat.
Sementara itu, manajer operasional (tingkat bawah) lebih banyak di lapangan, bertemu
dengan karyawan operasional, dan lebih tahu kegiatan operasional dibandingkan manajer
puncak. Kegiatan manajer perusahaan internasional yang besar tentunya berbeda dengan
(technical skills). Meskipun demikian, setiap manajer harus mempunyai tiga ketrampilan
3
keterampilan konseptual sebagai kemampuan mengoordinasikan dan mengintegrasikan
kegiatan serta kepentingan organisasi. Kemampuan semacam ini lebih abstrak, yaitu
memahami orang lain, bekerja sama dengan orang lain, serta mendorong dan memotivasi
orang lain, baik secara individual maupun kelompok. Sementara itu, kemampuan teknis
produksi akan tahu kapan pelumas mesin harus diganti dan bagaimana mengganti mesin
yang rusak.
diharapkan mampu memecah persoalan yang besar ke dalam bagian yang lebih kecil,
penyebabnya. Ada beberapa kemungkinan: upah yang rendah, suasana kerja yang tidak
kembali naik.
3
mengenai situasi yang dihadapi organisasinya serta mampu melihat
4. Unsur-unsur Manajemen
a. Man
Manusia adalah faktor yang paling vital dan menentukan dalam manajemen.
Manusia yang membuat perencanaan dan sekaligus melaksanakan proses untuk mencapai
tujuan tersebut. Tanpa adanya manusia maka tidak akan ada perencanaan dan proses
kerja dalam manajemen. Bahkan dalam dunia yang serba otomatis tidak ada organisasi
b. Money
perawatan alat alat, pembelian bahan baku / material, pembayaran gaji tenaga kerja dan
lain sebagainya. Pengelolaan uang yang baik akan berpengaruh terhadap sukses tidaknya
sebuah manajemen yang dilakukan. Oleh karena itu, pengelolaan uang harus dilakukan
secara rasional agar tujuan yang telah ditetapkan bisa tercapai dan dapat berjalan sesuai
c. Materials
Ketersediaan bahan baku sangat vital dalam proses produksi, baik berupa bahan setengah
jadi (raw material) maupun bahan jadi. Untuk bisa memproduksi barang yang baik sesuai
dengan keinginan, selain dibutuhkan manusia yang ahli di bidangnya juga harus
3
d. Machine
Mesin digunakan dalam proses pengolahan bahan baku menjadi barang jadi.
Mesin dan peralatan kerja lainnya sangat dibutuhkan untuk memudahkan pekerjaan yang
sulit menjadi lebih cepat dan efisien, serta berperan dalam meningkatkan hasil dan
modern, sehingga bisa meminimalisir kesalahan dalam proses produksi dan pekerjaan
e. Method
ditetapkan dengan mempertimbangkan pada tujuan yang hendak dicapai, fasilitas yang
tersedia, waktu, uang, dan kegiatan bisnis. Metode-metode tersebut ditetapkan sebagai
sumber daya dan faktor-faktor produksi, sehingga semua pekerjaan bisa berjalan secara
f. Market
kelangsungan proses produksi dari perusahaan itu sendiri. Proses produksi suatu barang
akan terhenti apabila barang-barang yang diproduksi tidak laku atau tidak minati oleh
konsumen. Artinya pasar sangat penting untuk dikuasai demi kelangsungan proses
produksi perusahaan. Pemasaran yang baik memungkinkan barang atau jasa yang
dihasilkan mempunyai pangsa pasar. Penguasaan pasar yang baik berperan penting agar
barang atau jasa dapat didistribusikan ke seluruh konsumen dengan tetap menjaga dan
3
memperhatikan kualitas dan harga. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk memuaskan
rendah dengan harga yang relatif mahal tidak akan dibeli konsumen.
Menurut Desseler (2015:3) Manajemen sumber daya manusia adalah proses untuk
memperoleh, melatih, menilai, dan mengompensasi karyawan dan untuk mengurus relasi
tenaga kerja, kesehatan dan keselamatan, serta hal-hal yang berhubungan dengan
hubungan kerja agar tujuan-tujuan individu, organisasi, dan masyarakat dapat dicapai.
indoktrinasi, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (tenaga kerja) oleh dan
3
pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumberdaya manusia agar tercapai berbagai
Dari defenisi para ahli di atas dapat diartikan bahwa manajemen sumber daya
didukung oleh analisis jabatan yang cermat dan penilaian kinerja yang objektif.
Rahayu (2018:231):
a. Fungsi
Manajerial 1.)
Perencanaan
dan efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya
2.) Pengorganisasian
dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang integrasi dan
perusahaan.
3.) Pengarahan
3
Pengarahan adalah kegiatan yang mengarahkan semua karyawan agar mau
bekerja sama dengan efektif serta efesien dalam membantu tercapainya tujuan
4.) Pengendalian
peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan yang telah direncanakan oleh
b. Fungsi
Operasional 1.)
Pengadaan
yang baik akan membantu terwujudnya suatu tujuan perusahaan agar mendapatkan
2.) Pengembangan
3.) Kompensasi
Kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak langsung berupa
uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan atau upah yang diberikan oleh suatu
perusahaan.
4.) Pengintegrasian
dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan.
3
5.) Pemeliharaan
fisik, mental, dan loyalitas karyawan agar mereka tetap mau bekerja sampai pensiun.
kebutuhan sebagai besar karyawan serta berpedoman kepada internal dan ekternal
konsistensi.
6.) Kedisiplinan
terpenting dan kunci terwujudnya tujuan karena tanpa adanya kedisiplinan yang baik sulit
7.) Pemberhentian
perusahaan, kontrak kerja yang telah berakhir, pensiun dan sebab-sebab lainnya.
1.) Menetapkan jumlah, kualitas dan penempatan tenaga kerja yang efektif sesuai
2.) Menetapkan penarikan, seleksi, dan penempatan karyawan berdasarkan asas the right
man in the right place and the right man in the right job.
3
4.) Meramalkan penawaran dan permintaan sumber daya manusia pada masa yang akan
datang..
kerja saat ini untuk pengaturan yang lebih diinginkan. Selanjutnya, lebih peduli dengan
karyawan dan meningkatkan potensi mereka dan memenuhi kebutuhan kinerja strategi
bisnis. Perencanaan sumber daya manusia adalah suatu proses yang mengidentifikasi
kebutuhan sumber daya manusia saat ini dan masa depan bagi suatu organisasi untuk
penghubung antara manajemen sumber daya manusia dan rencana strategis keseluruhan
suatu organisasi.
memiliki jumlah karyawan yang tepat dan jenis yang tepat, di tempat yang tepat pada
3
waktu yang tepat, melakukan tindakan yang menghasilkan manfaat jangka panjang baik
menyangkut peramalan kebutuhan sumber daya manusia organisasi untuk masa depan
dan perencanaan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak hanya
tertentu, seperti kepegawaian dan pelatihan, untuk memastikan orang hadir dengan sifat
pemberitahuan ketika revisi diperlukan. Salah satu tujuan perencanaan ialah untuk
organisasi. Perencanaan sumber daya manusia terus menerima perhatian yang meningkat
terpenting yang dimiliki oleh suatu organisasi, salah satu implikasinya ialah bahwa
investasi terpenting yang mungkin dilakukan oleh suatu organisasi adalah di bidang
sumber daya manusia. Pertanyaan yang dihadapi dan harus dijawab oleh setiap organisasi
bukan lagi apakah akan melakukan investasi dalam rangka pengembangan sumber daya
manusia yang dimilikinya, me lainkan berapa besar investasi yang harus dibuat. Artinya,
pilihan yang tersedia bukan antara pengembangan sumber daya manusia atau tidak,
melainkan dalam bidang apa pengembangan itu dilaku kan dengan intensitas yang
4
pertanyaan tersebut bukan hanya harus dihadapi dan dijawab oleh setiap organi sasi
secara mikro, akan tetapi juga oleh setiap pemerintahan negara secara nasional dan
makro. Alasan yang sangat fundamental untuk mengatakan demikian ialah bahwa baik
untuk menghadapi tuntutan tugas sekarang mau pun dan terutama untuk menjawab
mutlak.
keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan mereka saat ini. Sedangkan menurut
pegawai baru atau yang ada sekarang. keterampilan dasar yang mereka butuhkan untuk
adalah usaha untuk meningkatkan prestasi kerja (kinerja) karyawan dalam pekerjaannya
sekarang atau dalam pekerjaan lain yang akan dijabatnya segera. Pelatihan kerja
standar. Menurut Gomes (2016:197) mendefinisikan pelatihan adalah setiap usaha untuk
4
memperbaiki prestasi kerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung
jawabnya.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas penulis menarik suatu kesimpulan bahwa
pelatihan adalah kegiatan yang dilakukan di suatu organisasi atau perusahaan berupa
pengetahuan yang diberikan kepada karyawan agar memiliki keterampilan dalam bekerja
Tujuan pelatihan menurut Bintoro dan Daryanto (2017:54) adalah sebagai berikut:
memperbaiki kinerjanya.
c. Mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru supaya menjadi kompeten dalam
pekerjaannya.
Manfaat dari adanya pelatihan menurut Afandi (2018:130) dalam Kesumawati (2016:30)
terbagi menjadi tiga yakni manfaat bagi karyawan, manfaat bagi perusahaan, dan manfaat
dalam hubungan sumber daya manusia, intrapersonal, dan antar grup pelaksanaan
4
a. Manfaat Bagi Karyawan
1.) Membantu karyawan dalam membuat keputusan dan pemecahan masalah yang
efektif.
2.) Membantu mendorong dan mencapai pengembangan diri dan rasa percaya diri.
latihan.
6.) Membantu perusahaan menjadi tempat yang lebih baik untuk bekerja dan hidup.
3. Jenis Pelatihan:
berikut:
a. Pelatihan Induksi
diangkat, ini merupakan pelatihan yang singkat dan informatif yang diberikan segera
b. Pelatihan Pekerjaan
4
Merupakan pelatihan yang diberikan setelah promosi tetapi sebelum bergabung
pada posisi yang lebih tinggi, tujuannya untuk memberi kesempatan pada karyawan
d. Pelatihan Penyegaran
mereka menerima posisi yang lebih tinggi, perusahaan harus menyediakan semua jenis
pelatihan.
4. Proses Pelatihan
a. Penilaian kebutuhan
kebutuhan (needs assessment) yang mengacu pada proses yang digunakan untuk
menentukan apakah pelatihan diperlukan. Adanya tekanan yang berbeda satu dengan
yang lain menunjukan bahwa pelatihan diperlukan. Tekanan tersebut meliputi masalah-
masalah kinerja, teknologi yang baru, permintaan pelanggan internal atau eksternal
4
global. Untuk itu, penilaian biasanya meliputi analisis organisasi, analisis individu dan
analisis tugas.
Berikut ini metode yang biasa dipergunakan dalam pelatihan sebagai berikut:
Prosedur metode ini adalah informal, observasi sederhana, mudah dan praktis
dimana pegawai mempelajari tugasnya dengan mengamati perilaku pekerja lain saat
bekerja, meskipun proses ini berjalan di bawah pengawasan langsung menurut Randall S.
Schuler, Susan E. Jackson, dalam Sinambela (2016:190). Metode on the job training
(OJT) sangat tepat digunakan untuk mengajarkan pengetahuan, keterampilan yang dapat
dipelajari dalam waktu tertentu, sedangkan manfaat dari metode pelatihan ini adalah
peserta belajar dengan perlengkapan yang nyata dan dalam lingkungan pekerjaan, serta
job kepada berbagai lapisan pegawai. Berikut empat langkah untuk melaksanakan
pelatihan dengan metode job instruction training menurut Randall dalam Sinambela
(2016:191).
1.) Seleksi dan persiapan yang teliti dari pelatih untuk pengalaman besar yang akan
diikuti.
2.) Penjelasan penuh dan demonstrasi oleh peserta latihan dari pekerjaan yang akan
dilakukan.
4
c. Pengajaran di Ruang Kelas
ceramah kepada kelompok di ruang kelas walaupun dapat juga dilakukan dilakukan di
d. Metode Simulasi
Simulasi adalah suatu penentuan karakteristik atau perilaku tertentu dari dunia
nyata sedemikian rupa sehingga para peserta pelatihan dapat merealisasikan seperti
pekerja semula akan mampu melakukan pekerjaan yang disimulasikan tersebut menurut
simulator alat-alat, studi kasus, permainan peran dan teknik di dalam keranjang.
e. Pemodelan Perilaku
berfokus pada suatu keterampilan antar pribadi, seperti melatih atau mengkomunikasikan
video dan model pertunjukan berbagai perilaku utama, peluang-peluang praktik dengan
menggunakan permainan peran, model evaluasi kinerja pada rekaman video dan
utama dapat digunakan pada pekerjaan. Permainan berdasarkan berbagai peristiwa nyata
pada pengaturan pekerjaan tentang kebutuhan dari orang-orang yang dilatih untuk
menunjukan keberhasilan.
4
Dalam mengukur variabel pelatihan, penelitian mengadaptasi indikator yang
a. Instruktur
para pelatih yang dipilih untuk memberikan materi pelatihan harus benar-benar
berkompeten.
b. Peserta pelatihan
c. Metode
manusia yang efektif, apabila sesuai dengan jenis materi dan kemampuan peserta
pelatihan.
d. Materi
4
Pelatihan sumber daya manusia merupakan materi atau kurikulum yang sesuai dengan
tujuan pelatihan sumber daya manusia yang hendak dicapai oleh perusahaan.
e. Tujuan pelatihan
penyususnan rencana aksi (action plan) dan penetapan sasaran,serta hasil yang
1. Pengertian Disiplin
kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma - norma peraturan yang berlaku
merupakan suatu bentuk ketaatan terhadap aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis
Disiplin karyawan dalam manajemen sumber daya manusia berangkat dari pandangan
bahwa tidak ada manusia yang sempurna, lepas dari kesalahan dan kekhilafan.
semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Disiplin yang baik
mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugas tugas yang diberikan
4
kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja, semangat kerja terwujudnya tujuan
perusahaan karyawan dan masyarakat. Menurut Veithzal Rivai dan Ella Jauvani
(2015:825) mengemukakan Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer
untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu
perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan
seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma yang berlaku. Oleh
karena itu setiap manajer perusahaan selalu berusaha agar para bawahannya mempunyai
disiplin yang baik. Kedisiplinan harus ditegakkan dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Tanpa dukungan disiplin karyawan yang baik, sulit perusahaan untuk mewujudkan
tujuannya Jadi disiplin kerja adalah kunci keberhasilan suatu perusahaan atat organisasi
Dari beberapa pengertian disiplin kerja yang dikemukakan oleh beberapa ahli
dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap kesadaran, kerelaan dan kesedian
seseorang dalam mematuhi dan menaati peraturan dan norma-norma sosial yang berlaku
seseorang melakukan sesuatu menjadi lebih baik. Disiplin adalah suatu proses yang dapat
mungkin dengan cara mencegah pemborosan waktu dan energi. Selain itu disiplin
mencoba untuk mencegah kerusakan atau kehilangan harta benda, mesin, peralatan dan
perlengkapan kerja yang disebabkan oleh ketidak hati-hatian, senda gurau atau pencurian.
Menurut Sutrisno(2014:92) disiplin dibutuhkan untuk tujuan organisasi yang lebih jauh,
5
juga menjaga evisiensi dengan mencegah dan mengurangi tindakan tindakan individu
dalam itikad tidak baiknya terhadap kelompok, disiplin berusaha untuk melindungi
perilaku baik dengan menetapkan respon yang dikehendaki. Menurut Moekijat (2016:40)
tujuan utama dari disiplin adalah untuk mendorong karyawan berperilaku sepantasnya di
tempat kerja, dimana perilaku yang sepantasnya ditetapkan sebagai kepatuhan terhadap
peraturan dan prosedur berfungsi sama dengan peraturan perundang undang masyarakat.
karyawan akan mematuhi segala peraturan berlaku, bila ia merasa mendapat jaminan
balas jasa yang setimpal dengan jerih payahnya yang telah di kontribusikan bagi
perusahaan. Bila ia menerima kompensasi yang memadai, mereka akan dapat bekerja
tenang dan tekun, serta selalu berusaha bekerja dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi, bila
ia merasa kompensasi yang diterimanya jauh dari memadai maka ia akan berpikir
mendua, dan berusaha untuk mencari tambahan penghasilan lain diluar, sehingga
menegakkan disiplin dirinya dan bagaimana ia dapat mengendalikan dirinya dari ucapan,
perbuatan, dan sikap yang dapat merugikan aturan disiplin yang telah ditetapkan.
5
c. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan.
Pembinaan disiplin tidak akan dapat terlaksana dalam perusahaan bila tidak ada
aturan tertulis yang pasti untuk dapat dijadikan pegangan bersama. Disiplin tidak
mungkin ditegakkan bila peraturan yang dibuat hanya berdasarkan lisan yang dapat
yang ada, maka semua karyawan akan merasa terlindungi dan dalam hatinya berjanji
tidak akan berbuat hal yang serupa. Dalam situasi demikian maka semua karyawan akan
benar-benar tehindar dari sikap sembrono, asal jadi seenaknya sendiri dalam perusahaan.
Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan perlu ada pengawasan
yang akan mengarahkan karyawan agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan tepat
sesuai dengan yang telah ditetapkan. Dengan adanya pengawasan seperti demikian, maka
dengan yang lain. Seorang karyawan tidak hanya puas dengan penerimaan kompensasi
yang tinggi, pekerjaan yang menantang tetapi juga mereka masih membutuhkan
perhatian yang besar dari pimpinannya sendiri. Keluhan dan kesulitan mereka ingin
memilih dan memihak kepada siapapun yang melanggar akan dikenakan sanksi
5
pendisiplinan yang sama. Menurut Mangkunegara(2017:129) bahwa bentuk disiplin kerja
yaitu:
a. Disiplin Preventif
b. Disiplin Korektif
mengarahkan untuk tetap mematuhi peraturan sesuai dengan pedoman yang berlaku pada
perusahaan.
c. Disiplin Progresif
tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Sebab ini
akan mendorong gairah atau semangat kerja, dan mendorong terwujudnya tujuan
cara mencegah pemborosan waktu dan energi. Selain itu, disiplin mencegah kerusakan
dan kehilangan harta, benda, mesin, peralatan, dan perlengkapan kerja yang disebabkan
oleh ketidak hati - hatian, sendau gurau, atau pencurian.Tujuan dari disiplin juga sebagai
pendorong para pegawai untuk mencapai standar kinerja yang telah ditetapkan serta
berperilaku baik dan aman di tempat kerja. Pegawai yang telah mematuhi aturan dan
5
standar akan diberikan imbalan berupa pujian, keamanan, hingga mendapatkan promosi
jabatan di perusahaan.
atau tata tertib yang akan menjadi rambu -rambu yang harus dipenuhi oleh seluruh
c. Peraturan cara-cara melakukan pekerjaan dan berhubungan dengan unit kerja lain.
d. Peraturan tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh para
Dengan kata lain, mereka harus secara sadar tunduk pada aturan perilaku yang diadakan
oleh kepemimpinan organisasi, yang ditujukan pada tujuan yang hendak dicapai. Dalam
pelaksanaan disiplin, peraturan dan ketetapan perusahaan hendaknya masuk akal dan
Disiplin kerja merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam setiap
pelaksanaan suatu pekerjaan, karena tanpa adanya disiplin kerja yang baik maka kegiatan
opersional suatu perusahaan tidak akan berjalan dengan baik. Disiplin kerja tidak hanya
meliputi ketaatan pada peraturan perusahaan, melainkan pada kesadaran diri dalam
5
menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik meskipun tanpa ada pengawasan
a. Kehadiran
Hal ini menjadi indikator yang mendasar untuk mengukur kedisiplinan, dan
biasanya pegawai yang memiliki disiplin kerja yang rendah terbiasa untuk terlambat
dalam bekerja.
Pegawai yang taat pada peraturan kerja tidak akan melalaikan prosedur kerja dan
Hal ini dapat dilihat dari besarnya tanggung jawab pegawai terhadap tugas yang
diamanahkan kepadanya.
perhitungan dan ketelitian dalam bekerja, serta selalu menggunakan sesuatu secara efektif
dan efisien.
e. Bekerja etis
Beberapa pegawai mungkin melakukan tindakan yang tidak sopan atau terlibat
dalam tindakan yang tidak pantas. Hal ini merupakan salah satu bentuk tindakan
indisipliner, sehingga bekerja etis sebagai salah satu wujud dari disiplin kerja karyawan.
2.1.5 Kinerja
5
1. Pengertian Kinerja
Menurut Hasibuan (2016:138) kinerja karyawan suatu hasil yang dicapai oleh
dan Bacal (2016:153) kinerja merupakan tingkat kontribusi yang diberikan pegawai
terhadap tujuan pekerjaannya atau unit kerja dan perusahaan/organisasi sebagai hasil
Widodo (2015:131) kinerja adalah hasil yang dicapai seseorang pada pekerjaan yang
Menurut Edison (2016:190), Kinerja adalah hasil dari suatu proses yang
mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau
pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh
seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, penulis dapat menarik kesimpulan yang
dimaksud kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh individu yang disesuaikan oleh
tugas individu tersebut dalam suatu organisasi yang dihubungkan dengan suatu ukuran
a. Faktor kemampuan
5
Secara psikologis, kemampuan (ability) pegawai terdiri dari kemampuan potensi
(10) diatas rata-rata (110-120) dengan pendidikan yang menandai untuk jabatannya dan
terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai
kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu pegawai perlu ditempatkan pada pekerjaan yang
sesuai dengan keahliannya (the right man in place, the man on the right job).
b. Faktor Motivasi
situasi (situation) merupakan kondisi yang menggerakan dari karyawan yang terarah
untuk mencapai tujuan organisasi. Sikap mental merupakan mental yang mendorong diri
seorang karyawan untuk berusaha mencapai prestasi kerja yang maksimal. Sikap mental
yang dimiliki karyawan harus sikap mental yang siap secara psikofisik (siap secara
mental, fisik. tujuan, dan situasi), artinya seorang karyawan harus siap mental maupun
secara fisik dan memahami tujuan utama dan target kerja yang akan dicapai. Mampu
lebih baik dan lebih cepat, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang mempunyai
kinerja yang tinggi. Menurut Stephen Robbin dalam Anwar Prabu Mangkunegara
a. Kualitas kerja
mengabaikan volume pekerjaan. Kualitas kerja yang baik dapat menghindari tingkat
kesalahan dalam penyelesaian pekerjaan yang dapat bermanfaat bagi kemajuan instansi.
5
b. Kuantitas kerja
Menunjukan banyaknya jumlah jenis pekerjaan yang dilakukan dalam satu waktu
c. Tanggung jawab
pekerjaannya, mempertanggung jawabkan hasil kerja serta sarana dan prasarana yang
digunakan dan perilaku kerjanya setiap hari.Indikatornya yaitu hasil kerja, pengambilan
d. Kerja sama
vertikal dan horizontal baik di dalam maupun di luar pekerjaan sehingga hasil pekerjaan
akan semakin baik. Indikatornya yaitu kekompakan dan hubungan baik dengan rekan
e. Inisiatif
Inisiatif dari dalam diri anggota perusahaan untuk melakukan pekerjaan serta
mengatasi masalah dalam pekerjaan tanpa menunggu perintah dari atasan atau
Menurut Randi (2018:15) penelitian terdahulu ini menjadi salah satu acuan
peneliti dalam melakukan penelitian sehingga peneliti dapat memperkaya teori yang
digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Dari penelitian terdahulu, peneliti
tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian peneliti.
5
Namun peneliti mengangkat beberapa penelitian sebagai referensi dalam memperkaya
bahan kajian pada penelitian ini. Berikut merupakan penelitian terdahulu berupa
beberapa jurnal terkait dengan penelitian ini. Penyusunan penelitian ini didukung dengan
studi literatur berkaitan yang diantaranya merupakan hasil studi penelitian dari jurnal dan
dari penelitian terdahulu mengenai pengaruh pelatihan dan lingkungan kerja non fisik
terhadap kinerja. Analisis penelitian terdahulu dipaparkan pada tabel berikut ini.
Tabel 2.1
Penelitian
Terdahulu
Judul Metode
No Nama peneliti Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
Pengaruh
1. Disiplin kerja
Veritia, Siti Disiplin Kerja
Penelitian ini
berpengaruh signifikan
Amalia/Jurnal Dan Pelatihan
menggunakan
secara parsial
PERKUSI: Kerja
pendekatan
terhadap Kinerja Karyawan.
Pemasaran, Terhadap
kuantitatif.
Keuangan, dan Kinerja 2. Pelatihan Kerja
1 Pengambilan
Sumber Daya Karyawan berpengaruh signifikan
data
Manusia/ISSN: Pada Hotel secara parsial
menggunakan
2597-7423 Volume Citra Dream terhadap Kinerja Karyawan.
metode survei,
1, Nomor 3, Juli Bintaro
3. Disiplin Kerja dan Pelatihan
2021 Tangerang
Kerja berpengaruh signifikan
Selatan
secara simultan terhadap
Kinerja Karyawan.
6
Judul Metode
No Nama peneliti Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
2019 Negara
3. Pelatihan (X1) dan disiplin
Indonesia Di
kerja (X2) berpengaruh positif
BSD
dan signifikan terhadap
Tangerang
kinerja
karyawan (Y)
1. Pengujian hipotesis ke 1
(Y)
signifikan.
1. Pelatihan berpengaruh
terhadap Kinerja
Aparatur
Sipil Negara.
Pengaruh
Sri Langgeng 2. Kompetensi berpengaruh
Pelatihan,
Ratnasari , Elida tidak signifikan terhadap
Kompetensi,
Putri Sinaga , Kinerja Aparatur Sipil Negara.
Disiplin Kerja,
Moch Aminudin
Komitmen 3. Disiplin kerja
Hadi/Jurnal Trias Metode
Organisasional berpengaruh signifikan
4
Politika/ISSN: kuantitatif
, Dan Stres terhadap kinerja
2597-7423 ISSN: Aparatur Sipil Negara.
Kerja
2597-7431
Terhadap
4. Komitmen organisasional
Vol 5. No.2: 128 - Kinerja
berpengaruh tidak signifikan
127 Oktober 2021 Aparatur Sipil
terhadap kinerja Aparatur
Negara
Sipil
Negara.
5. Stres Kerja
komitmen berpengaruh
signifikan
6
terhadap kinerja Aparatur Sipil
Negara.
6. Pelatihan, Kompetensi,
6
Judul Metode
No Nama peneliti Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
berpengaruh signifikan
terhadap Kinerja
berpengaruh signifikan
terhadap kinerja
karyawan.
Prasetyo Pengaruh 1. Terdapat Pengaruh Positif
6
6
Judul Metode
No Nama peneliti Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
Indonesia.
Indrawan/Jurnal Terhadap
2 Disiplin Kerja
Ekonomi Kinerja Metode
7 Berpengaruh Signifikan
Efektif/ISSN : Karyawan Kuantitatif
Terhadap Kinerja Karyawan.
2622 – 8882, Pada PT
1. Pelatihan berpengaruh
Sam Cay, Pengaruh
signifikan terhadap
Muhammad Pelatihan Dan
kinerja
Gandung , Nurul Disiplin Kerja
Metode karyawan
8
Ilham, Arga Terhadap
kuantitatif
Teriyan, Rofiq Kinerja 2. Disiplin Kerja
karyawan
6
3 Pelatihan dan disiplin Kerja
6
Judul Metode
No Nama peneliti Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian
Tangerang
Vol. 4, No. 3, April
Selatan
2022
Terhadap Kinerja
Karyawan (Y).
6
7
faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Menurut Dalman
(2016:184) Kerangka berpikir atau kerangka pemikiran adalah dasar pemikiran dari
pemikiran adalah menjelaskan secara garis besar mengenai penelitian yang akan
berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang
Gambar 2.1
Kerangka
Berpikir
Pelatihan (X1)
1.) Instruktur
2.) Peserta pelatihan
3.) Metode H1
4.) Materi
5.) Tujuan pelatihan
Kinerja (Y)
Dessler (2015:284)
1.) Kualitas kerja
2.)
Kuantitas kerja
3.)
Tanggung jawab
4.)
Kerja sama
5.)
Inisiatif
Anwar Prabu
Mangkunegara (2015:75)
H3
Disiplin (X2)
Kehadiran.
Ketaatan
Ketaatan pada standar kerja. 4.) Tingkat kewaspadaan tinggi. 5.) Bekerja etis
Veithzal Rivai dalam Kasmir
(2016:355)
H2
7
2.4 Hipotesis Penelitian
terhadap rumusan masalah penelitian karena sifatnya sementara, mak perlu dibuktikan
kebenarannya melalui data empirik yang terkumpul biasanya disusun dalam bentuk
kalimat pertanyaan.
7
BAB III
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan
penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.
Menurut Sugiyono (2016:2) Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah
untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal
tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan,
dan kegunaan. Cara ilmiah berarti penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu
rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan itu dilakukan dengan cara cara
yang masuk akal, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang
digunakan. Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan
langkah-langkah tertentu bersifat logis. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun
suatu teori yang berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
Hubungan kausal merupakan hubungan yang sifatnya sebab-akibat, salah satu variabel
salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan
terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain
angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan
dari hasilnya. Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila
ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal
cara terbaik untuk ditempuh dengan jalan mempertimbangkan teori substansif dan
menjajaki lapangan dan mencari kesesuaian dengan kenyataan yang ada di lapangan”.
Dalam melakukan penelitian untuk mendapatkan data yang akurat maka peneliti
1. Tempat Penelitian
Simatupang, Cilandak, RT.3/RW.3, Cilandak Tim., Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta
2. Sifat Penelitian
yang berlandaskan pada filsafat positifisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau
bersifat kuantitatif/stastitik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
3. Waktu penelitian
Adapun penelitian ini dilaksanakan selama 7 ( bulan ) dimulai dari bulan Juni 2020
7
Tabel 3.1
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat/nilai dari orang, objek, atau
kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh penelitian, untuk
dipelajari dan ditarik kesimpulan ( Sugiyono 2017:38) Variabel penelitian ini terdiri dari
dua macam variabel, yaitu variabel terikat (dependent variabel) atau variabel yang
tergantung pada variabel lainnya, serta variabel bebas (independent variable) atau
variabel yang tidak tergantung pada variabel yang lainnya. Variabel variabel yang
digunakan pada penelitian ini adalah Variabel yang pertama merupakan variabel
independen yaitu pelatihan kerja dan disiplin kerja. Variabel yang kedua adalah variabel
1. Variabel Terikat ( Y )
Variabel Terikat atau lebih sering disebut dengan variabel dependen, output,
kriteria, konsekuensi merupakan variabel yang dipenuhi atau yang menjadi akibat, karena
adanya variabel bebas. Menurut Stephen Robbin dalam Anwar Prabu Mangkunegara
a. Kualitas kerja
7
Menunjukan kerapihan, ketelitian, keterkaitan hasil kerja dengan tidak
mengabaikan volume pekerjaan. Kualitas kerja yang baik dapat menghindari tingkat
kesalahan dalam penyelesaian pekerjaan yang dapat bermanfaat bagi kemajuan instansi.
b. Kuantitas kerja
waktu sehingga efisiensi dan efektivitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan
c. Tanggung jawab
pekerjaannya, mempertanggung jawabkan hasil kerja serta sarana dan prasarana yang
digunakan dan perilaku kerjanya setiap hari.Indikatornya yaitu hasil kerja, pengambilan
d. Kerja sama
vertikal dan horizontal baik di dalam maupun di luar pekerjaan sehingga hasil pekerjaan
akan semakin baik. Indikatornya yaitu kekompakan dan hubungan baik dengan rekan
e. nisiatif
Inisiatif dari dalam diri anggota perusahaan untuk melakukan pekerjaan serta
mengatasi masalah dalam pekerjaan tanpa menunggu perintah dari atasan atau
menunjukan tanggung jawab dalam pekerjaan yang sudah kewajiban seorang pegawai.
7
Variabel bebas yang sering disebut juga variabel independen merupakan
variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya
variabel dependen atau terikat. Adapun variabel independen dalam penelitian ini ialah
Pelatihan Kerja. Menurut Dessler (2015:284) pelatihan dibagi menjadi 5 indikator yaitu
sebagai berikut:
a. Instruktur
pelatih yang dipilih untuk memberikan materi pelatihan harus benar-benar memiliki
b. Peserta pelatihan
c. Metode
daya manusia yang efektif, apabila sesuai dengan jenis materi dan kemampuan peserta
pelatihan.
7
d. Materi
Pelatihan sumber daya manusia merupakan materi atau kurikulum yang sesuai
dengan tujuan pelatihan sumber daya manusia yang hendak dicapai oleh perusahaan.
e. Tujuan pelatihan
penyususnan rencana aksi (action plan) dan penetapan sasaran,serta hasil yang
3. Variabel Bebas ( X2 )
variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya
variabel dependen atau terikat. Adapun variabel independen dalam penelitian ini ialah
disiplin kerja. menurut Veithzal Rivai dalam Kasmir (2016:355) indikator disiplin adalah
sebagai berikut:
a. Kehadiran
Hal ini menjadi indikator yang mendasar untuk mengukur kedisiplinan, dan
biasanya pegawai yang memiliki disiplin kerja yang rendah terbiasa untuk terlambat
dalam bekerja.
Pegawai yang taat pada peraturan kerja tidak akan melalaikan prosedur kerja dan
7
c. Ketaatan pada standar kerja
Hal ini dapat dilihat dari besarnya tanggung jawab pegawai terhadap tugas yang
diamanahkan kepadanya.
perhitungan dan ketelitian dalam bekerja, serta selalu menggunakan sesuatu secara efektif
dan efisien.
e. Bekerja etis
Beberapa pegawai mungkin melakukan tindakan yang tidak sopan atau terlibat
dalam tindakan yang tidak pantas. Hal ini merupakan salah satu bentuk tindakan
indisipliner, sehingga bekerja etis sebagai salah satu wujud dari disiplin kerja karyawan.
bel 3.1
Oprasional Variabel Penelitian
Sebaran
No Variabel Indikator Perlembar Skala
Pernyataan
1. Kualitas kerja 1,2
Kinerja (Y) Anwar 2. Kuantitas kerja 3,4
1. Mangkunegara 3. Tanggung jawab 5,6 Likert
(2015:75) 4. Kerja sama 7,8
5. inisiatif 9,10
6. Instruktur 11,12
Pelatihan (X1) 7. Peserta pelatihan 13,14
2. Dessler 8. Metode pelatihan 15,16 Likert
(2015:284) 9. Materi pelatihan 17,18
10. Tujuan pelatihan 19,20
Disiplin ( X2 ) 11. Kehadiran 21,22
3. Likert
Veithzal rivai 12. Ketaatan pada 23,24
7
dalam kasmir peraturan instansi
(2016:355) 13. Ketaatan pada 25,26
standar kerja
14. Tingkat 27,28
kewaspadaan
tinggi 29,30
15. Bekerja etis
3.4.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Anugerah Bina Karya (EZ service) di kantor
3.4.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut. Sampel yang diambil populasi harus betul - betul mewakili dan jika sampel
relatif kecil maka semua populasi dianggap sampel dalam Sugiyono (2017:118)
Pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh karena populasi relatif kecil.
Menurut Sugiyono (2017:124) sampling jenuh adalah teknik pengumpulan sampel bila
semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan seluruh
8
Tabel 3.2
Jumlah karyawan
No Jabatan Jumlah
1 Supervisor 1
2 Admin 1
3 Team leader 4
4 Cleaning services 39
5 Gardener 4
6 Gondola Man 4
Jumlah 53
Sumber : PT Anugerah Bina Karya
Tabel 3.3
Pendidikan karyawan
No Pendidikan J umlah Persentase
1 SMP 1 Responden 2%
2 SMA/SMK 39 Responden 74%
3 D3-S1 13 Responden 24%
Total 53 responden 100%
Sumber : PT Anugerah Bina Karya
Tabel 3.4
Usia karyawan
No Keterangan Jumlah Persentase
1 < 20 tahun 2 Responden 4%
2 20-35 tahun 45 Responden 85%
3 35-40 tahun 5 Responden 9%
4 > 45 tahun 1 Responden 2%
Total 53 Responden 100%
Sumber : PT Anugerah Bina Karya
Tabel 3.5
Jenis kelamin
Jenis kelamin Jumlah Persentase
Laki-laki 36 68%
Perempuan 17 32%
Total 53 100%
Sumber : PT Anugerah Bina Karya
8
3.5 Teknik Pengumpulan Data
“metode pengumpulan data adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid
1. Data Primer
Menurut Sugiyono (2017:139) bahwa data primer adalah data yang langsung
a. Observasi
tersusun dari berbagai proses sehingga diperoleh dari data berdasarkan fakta mengenai
dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi”. Dalam hal ini penulis melaksanakan
b. Kuesioner
secara tertulis. Daftar pertanyaan yang di tujukan terutama yang berkaitan dengan
Teknik pengumpulan data yang efesien apabila peneliti tahu dengan siapa variabel akan
diukur dan diharapkan dari responden”. Dalam penelitian ini kuesioner yang dibuat
berupa pernyataan dengan jawaban mengacu pada skala likert. Sangat Tidak Setuju
8
(bobot 1), Tidak Setuju (bobot 2), Kurang Setuju (bobot 3), Setuju (bobot 4) dan Sangat
Setuju (bobot 5)
Tabel 3.6
Skala Nilai Alternatif Jawaban Kuesioner
No Kategori Jawaban Skor / Nilai
1 Sangat Setuju (SS) 5
2 Setuju (S) 4
3 Ragu-Ragu (RR) 3
4 Tidak Setuju (TS) 2
5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1
Sumber: sugiyono (2016);94)
c. Dokumentasi
peristiwa yang sudah berlalu”. Dokumen bisa berbentuk tulisan atau gambar. Metode ini
digunakan untuk memperoleh data tentang sejarah perusahaan, jumlah pegawai dan lain
sebagainya.
d. Studi Kepustakaan
kajian teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya dan norma yang
diteliti dan penting dalam melakukan penelitian, hal ini dikarenakan penelitian tidak akan
lepas dari literatur ilmiah”. Dalam penelitian ini studi kepustakaan dilakukan dengan
2. Data Sekunder
memperolehnya yang artinya sumber data penelitian yang diperoleh dan dikumpulkan
secara tidak langsung melainkan dari pihak lain. Menurut Sugiono 2012 adalah sumber
data yang diperoleh dengan cara membaca, mempelajari dan memahami melalui media
8
3.6 Skala pengukuran data
Skala likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam
kuesioner, dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei.
Nama skala ini diambil dari nama Rensis Likert, yang menerbitkan suatu laporan yang
pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode linkert, dimana metode
tersebut memberikan nilai akan skala untuk tiap alternative jawaban yang berjumlah lima
kategori. Dengan demikian instrument itu akan menghasilkan total skor bagi tiap anggota
sampel. Semua pertanyaan yang memiliki alternatif dibawah ini diberikan skor sebagai
berikut:
Setelah dibuat skala likert dan skala nilainya (scoring), selanjutnya dicari rata-rata dari
setiap jawaban responden. Untuk memudahkan penilaian rata-rata tersebut, maka digunakan skala
interval.
Analisis ini dilakukan untuk menentukan, mengukur korelasi antara Pelatihan (X1) dan
Disiplin Kerja (X2) dengan Kinerja Karyawan (Y). berbagai metode analisis yang digunakan
menggunakan rumus-rumus yang memadai dalam menganalisa data yang didapat. Berikut jenis
5−1
Skor tinggi – Skor terendah = =0,80
Rentang Skala = jumlahpilihanjawaban 5
8
Dari hasil perhitungan rentang skala tersebut, diperoleh jarak antar kategori sebesar 0,80
sehingga diklasfikasikan kategori berdasarkan rentang skala dapat dibuat sebagai berikut:
Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan
diteliti, melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Adapun
metode analisis data yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah:
1. Uji Validitas
Uji validitas adalah suatu derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi
dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Validitas sebagai salah satu derajat
jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur
oleh kuesioner tersebut”. Untuk melakukan uji validitas dilihat dari tabel Item-Total
Statistics.
8
Dalam penelitian ini untuk menghitung tingkat validitasnya dilakukan dengan
menggunakan software alat bantu program statistical Package for Social Science (SPSS)
for window versi 22, sehingga dapat diketahui nilai dari kuesioner pada setiap variabel
bebas. Kriteria atau syarat keputusan suatu instrument dikatakan valid dan tidaknya
menurut Sugiyono (2017:173) yaitu dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel
c. Pilih menu analyze, pilih correlate dan klik bivariate, masukan data (nilai
2. Uji Reliabilitas
digunakan bebrapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan suatu kuesioner
dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adala konsisten atau stabil
dari waktu ke waktu. Uji reabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan
menggunakan objek yang sama akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono,2012:130).
8
Setelah instrumen penelitian tersebut dinyatakan valid, kemudian penulis melakukan uji
yang diteliti dengan mengambil hasil jawaban dari responden yang dianggap valid.
Tujuan uji reliabilitas adalah agar penelitian yang dilakukan konsisten dalam penelitian-
penelitian serupa yang dilakukan. Jika r hitung > r tabel maka instrumen tersebut
beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek diperoleh hasil yang
relative sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah.
menggunakan rumus alpha atau cronbach’s alpha (a) dikarenakan instrumen pertanyaan
kuesioner yang dipakai merupakan rentangan antara beberapa nilai dalam hal ini
cara menghitung tingkat realibilitas suatu data yaitu dengan menggunakan rumus Alpha
𝑘 ∑ 𝜎𝑏2
𝑟11 = [𝑘 − 1] [1 − 𝜎12 ]
Keterangan :
8
∑ 𝜎𝑏2= Jumlah variansi butir pertanyaan
Jumlah varians skor setiap item dan varians total, dapat dihitung dengan menggunakan
2 (∑ 𝑿i)2
∑ 𝑿1 − 𝒏
𝝈i2 =
𝒏
Sedangkan varians total, dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
2 (∑ 𝒀𝑡)2
𝑡∑ 𝒀 −𝒏
𝝈 =
𝑡
2
Keterangan:
n = Jumlah responden
menggunakan software alat bantu program Statistical Package for Social Science (SPSS)
8
Kriteria yang digunakan apabila suatu alat ukur memberikan hasil yang stabil,
maka disebut alat ukur itu handal. Pengukuran dilakukan sekali dan reliabilitas dengan
uji statistic.
nilai Cronbach’s Alpha dengan 0,60, dimana menurut Ghozali (2017:238) dapat
c. Pilih menu analyze →scale → reliability analysis, masukan data (nillai seluruh
f. Kemudian klik dan scale if item deleted item deleted → continue → ok.
Uji asumsi klasik digunakan untuk mengetahui ketepatan sebuah data. Menurut
Singgih Santoso (2012:342) berpendapat “sebuah model regresi akan digunakan untuk
melakukan peramalan sebuah model yang baik adalah model dengan kesalahan
peramalan yang seminimal mungkin. Karena itu, sebuah model sebelum digunakan
seharusnya memenuhi beberapa asumsi, yang biasa disebut asumsi klasik”. Dalam
8
penelitian ini uji asumsi klasik yang digunakan adalah meliputi: Uji Normalitas, Uji
1. Uji Normalitas
pengganggu atau residual dalam model regresi, variabel terikat, variabel bebas atau
keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah
memiliki distribusi data normal atau penyebaran data statistik pada sumbu diagonal dari
grafik distribusi normal (Ghozali, 2015). Pengujian normalitas dalam penelitian ini
kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari data normal.
Sedangkan dasar pengambilan keputusan untuk uji normalitas data adalah (Ghozali,
2015):
a. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau
asumsi normalitas.
b. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal
atau grafik histogram tidak menunjukkan distribusi normal, maka model regresi
a. Klik analyze-regresion-linier
f. Pastikan test distribution -normal telah di check list lalu klik OK muncul tabel one
2. Uji Multikolinieritas
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Ghozali, 2015: 105). Model regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Jika variabel bebas saling
variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol. Untuk
mendeteksinya yaitu dengan cara menganalisis nilai tolerance dan variance inflation
factor (VIF). Apabila nilai tolerance mendekati angka 1 dan VIF di bawah angka 10
multikolinearitas, sebaiknya salah satu dari variabel independen yang ada dikeluarkan
dari model, lalu pembuatan model regresi diulang Kembali”. Adapun untuk mendeteksi
ada tidaknya multkolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari tolerance value atau
9
𝑁 ∑ xy - (∑ 𝑥) (∑ 𝑦)
𝑟=
𝑥𝑦 √*𝑁 ∑ 𝑥 2 − (∑ 𝑥 2 )*𝑁 ∑ 𝑦 2 − (∑ 𝑦)2 +
Keterangan:
Y X = Skor item
Y = Skor total
N = Jumlah subjek
∑x = Jumlah nilai X
∑y = Jumlah nilai Y
multikolonieritas didalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya,
varance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel
mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh
variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF
tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Model Regresi yang baik adalah yang tidak terjadi
multikolinearitas.
Dalam pengujian, digunakan software SPSS versi 22. Untuk mendeteksi hal
1. Jika nilai nilai tolerance lebih > dari 0.1 dan nilai variance inflation factor
4. Klik OK dan akan keluar hasil output nya pada tabel coefficient.
3. Uji Heteroskedastisitas
untuk melihat sifat dari variance error. Jika variance dari residual suatu pengamatan ke
tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi
heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik
scatterplot antar SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y dan sumbu X yang telah
9
a. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang
b. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik yang menyebar di atas dan di bawah
angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokesdastisitas (Ghozali, 2015)
Klik OK
save.
melakukan prediksi bagaimana perubahan nilai variabel dependen bila nilai variabel
independen dinaikan/diturunkan”.
9
1. Persamaan Regresi Linear Berganda
Analisis regresi merupakan teknik statistik yang berguna untuk memeriksa dan
digunakan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan secara linear antara dua atau lebih
variabel independen dengan satu variabel dependen. Model persamaan regresi linear
Y= a + b1 X1 + b2 X241
Keterangan:
Y = Koefisien Kinerja
a = Kostanta
Untuk menilai ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur
Dalam pengujian regresi ini, digunakan software SPSS versi 22 dengan Langkah-langkah sebagai
berikut:
1. Masuk program SPSS.
2. Klik variabel view ada SPSS data editor untuk menginput data variabel.
3. Pada barisan pertama kolom name ketik item pendukungnya pada type pilih
numeric.
9
4. Pindakhan ke kotak data view dan input data sesuai dengan variabelnya.
5. Klik analyze-regression-linear.
6. Klik variabel pendukung pindahkan kekotak independen dan pada kotak dependen
7. Klik OK maka hasil output yang didapat pada anova, coefficient dan tabel model
summary.
2. Uji T
Tujuan dari uji t adalah untuk mengetahui setiap variabel independent terhadap
secara parsial digunakan untuk menguji salah satu hipotesis di dalam penelitian yang
menggunakan analisis regresi linier berganda. Uji T digunakan untuk mengetahui apakah
secara parsial pelatihan kerja dan disiplin kerja berpengaruh secara signifikan atau tidak
terhadap kinerja. Hasil dari uji T dapat dilihat pada tabel Coefficients pada kolom Sig
dengan kriteria:
a. Apakah probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara
b. Apakah probabilitas > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh
Pengujian ini dilakukan dengan cara membandingkan antara t hitung dengan ttabel.
Nilai ttabel dapat ditentukan dengan singkat signifikansi 0,05 (uji 2 sisi) dengan derajat
kebebasan df= (n- k-1 ) dimana n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel.
Kriteria pengujian yang digunakan adalah t hitung lebih besar dari t tabel maka hipotesis
diterima, sedagkan jika sebaliknya t hitung lebih kecil dari t tabel maka hipotesis ditolak.
Selain itu, uji t juga dapat dilihat dari besarnya nilai probabilitas value (p value) yang
9
dibandingkan dengan taraf signikansi (α) sebesar 5%. Kriteria pengujian yang digunakan
dalam hal ini adalah jika p value lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak, sedangkan
𝑟1√n-2
Sumber:
𝑡 Sugiyono (2017:184)
=
Keterangan:
t= Probailitas
r= Koefisien Korelasi
dilakukan dengan menggunakan software alat bantu program Statistical Package for
Social Science (SPSS) for window versi 22, Langkah-langkahnya sebagai berikut:
2. Klik variabel view, kemudian pada bagian name tuliskan ITEM_X1 sampai
4. Klik data view, lalu copy paste data angket dari excel.
9
Lalu klik ok.
Tujuan dari uji F adalah untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen
(2013:34). Pengujian ini antara Fhitung dengan Ftabel. Nilai Ftabel dapat ditentukan dengan
pengujian yang digunakan adalah jika Fhitung lebih kecil dari Ftabel maka hipotesis
diterima, sedangkan sebaliknya jika Fhitung lebih kecil dari Ftabel maka hipotesis ditolak.
Selain itu pengujian bisa berdasarkan signifikansi, jika signifikansi < 0,05 maka Ho
terhadap variabel dependen”. Untuk mencari nilai F hitung digunakan rumus sebagai
berikut:
𝐹ℎi𝑡𝑢𝑛g
𝑟2 / k
= (1 − 𝑟2)/(𝑛 − 𝑘 − 1)
Keterangan:
9
Statistical Package for Social Science (SPSS) for window versi 22, Langkah-langkahnya
sebagai berikut:
2. Klik variabel view, kemudian pada bagian name tuliskan ITEM_X1 sampai
4. Klik data view, lalu copy paste data angket dari excel.
4. Koefisien Determinasi
(R2) yaitu antara nol dan satu. Nilai (R 2) yang kecil mengindikasikan variabel independen
variabel atau lebih dalam bentuk persen (menunjukkan seberapa besar persentase variabel
besarnya kontribusi dari variabel X terhadap nilai Y dapat dihitung dengan rumus sbagai
berikut:
S umber: Sugiyono )
𝐾𝐷 = 𝑟2 × 100%
Keterangan:
9
KD : Koefisien Determinasi
(yang dikuadratkkan)
Dalam pengujian ini, digunakan software SPSS versi 22. Adapun ketentuan besarnya
nilai koefisien determinasi (KD) antara 0 (nol) sampai dengan 1 (satu) dimana
interprestasinya adalah:
b. Jika determinasi bernilai 1 = berarti ada kecocokan yang sempurna dari ketepatan
perkiraan model.
b. Klik variabel view ada SPSS data editor untuk menginput data variabel.
c. Pada barisan pertama kolom name ketik item pendukungnya pada type pilih
numeric.
d. Pindahkan kekotak data view dan input data sesuai dengan variabelnya.
e. Klik analyze-regression-linear.
f. Klik variabel pendukung pindahkan kekotak independen dan pada kotak dependen
g. Klik OK maka hasil output yang didapat pada anova, coefficient dan tabel model
summary.
1
BAB IV
Berangkat dari melihat peluang bisnis dan semangat untuk memberikan solusi
kepada pemilik properti dalam pemberian jasa pengelola parkir (parking), keamanan
(security) dan kebersihan (cleaning service) di indonesia, maka pada tanggal 14 juni
tahun 1999 di dirikanlah PT Anugerah Bina Karya dengan merk dagang ez services.
Dengan keyakinan yang kuat didukung dengan infrastruktur yang memadai dan
kesediaan sumber daya manusia yang telah teruji, maka ez services yakin dapat
1) Visi
Menjadi yang terdepan di salah satu industri jasa pengelolaan parkir, keamanan &
kebersihan di indonesia.
2) Misi
Keberhasilan dalam jasa pengelolaan parkir, keamanan & kebersihan terbaik yang
jasa kami.
a. Parking services
Indonesia yang sangat pesat, sudah barang tentu dibutuhkan professional untuk
1
Pengalaman yang telah kami miliki dalam memberikan solusi yang mudah kepada
pemilik gedung dan etika bisnis yang terbuka ( Open Management), maka kami yakin
harapan besar yang diinginkan oleh pemilik gedung dapat kami penuhi secara
1) Business Development
3) Customer Relations
4) Operations
Sebagai operator parkir yang handal dan sudah dibuktikan dengan pengelolaan
kerapihan dalam estetika pengelolaan lokasi parkir, untuk memberikan kenyamanan dan
kemudahan pengunjung dalam memasuki area parkir, Pelayanan yang optimal kepada
pengguna jasa parkir, merupakan pelaksanaan kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan
dengan baik, sehingga kepuasan pengguna jasa parkir dapat terukur. Rekrutmen
merupakan langkah awal dalam menciptakan sumber daya manusia yang handal dimana
kejujuran, sehingga dalam pelaksanaan tugas nantinya dapat berjalan dengan baik
Program reward & punishment, kaderisasi dan pengembangan keahlian merupakan salah
satu program yang terus dijalankan oleh kami. Sebagai operator parkir yang handal dan
1
Parking selalu menekankan keindahan dan kerapihan dalam estetika pengelolaan lokasi
area parkir, Pelayanan yang optimal kepada pengguna jasa parkir, merupakan
pelaksanaan kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan dengan baik, sehingga kepuasan
pengguna jasa parkir dapat terukur. Rekrutmen merupakan langkah awal dalam
menciptakan sumber daya manusia yang handal dimana selanjutnya akan di diberikan
pelaksanaan tugas nantinya dapat berjalan dengan baik Program reward & punishment,
kaderisasi dan pengembangan keahlian merupakan salah satu program yang terus
b. Cleaning services
melindungi properti dan berbagai kerusakan. Elemen terpenting dalam setiap bangunan
adalah kebersihan yang menjadi estelika utama dan dirasakan langsung oleh customer.
Inovasi dan efisiensi harus selalu di lakukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang
maksimal. Untuk itu kami hadir memberikan Jasa Penyediaan Cleaning Services yang
kepada klien kami dalam pengelolaan properti milik customer.Hal terpenting untuk
mewujudkan Services Excellent salah satunya dengan memberikan Quality Control dan
workshop dan sistem kepengawasan secara bertapis dan konsisten Kami percaya kualitas
terbaik akan dapat terwujud dengan didukung SDM dan SOP yang benar dan baik Untuk
itu kami memberikan pelatihan ilmu housekeeping secara continue sesuai jadwal yang
1
telah dibuat, agar dapat menghasilkan kerja yang maksimal. Pelatihan yang diberikan
material dalam properti. Serta membagi pekerjaan sesuai dengan tipe dan penanganannya
dalam program kerja yang baik. Kami sangat konsisten dan memiliki kebijakan yang
ketat mengenai keselamatan dan keamanan karyawan pada saat bekerja. Meliputi
kebijakan untuk selalu melaporkan segala sesuatu yang terlihat mencurigakan dan dapat
masyarakat dan klien pada umumnya. Mesin yang berkualitas serta man power terlatih
c. Security Services
Keberadaan satuan pengamanan (security), disetiap dunia usaha ini tidak lagi
hanya bertumpu pada tugas-tugas keamanan dan penjagaan aset gedung atau lainnya,
akan tetapi satuan pengamanan adalah sebagai FRONT LINER yang berfungsi multi guna
antara lain:
1
1) Sebagai Pelaksana Keamanan
Performance, Knowledge, Attitude adalah hal yang paling mendasar yang harus dimiliki
oleh masing-masing individu setiap anggota security EZ Guard dalam jati dirinya. Hal
tersebut merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dan
dikean secara profesional oleh seluruh anggota EZ Guard. Proses rekrutmen adalah hal
tersebut secara teliti dan benar. proses Disiplin, loyalitas dan kerjasama secara totalitas
wajib dipelihara oleh seluruh jajaran EZ GUARD. Dengan kerjasama aparat negara yang
2. Struktur Organisasi
Dalam struktur organisasi suatu perusahaan akan dapat dilihat proses kelompok
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Struktur organisasi dibuat
untuk menjaga kestabilan dan kelancaran perusahaan maka anggota tersebut harus dapat
menggambarkan tentang perbedaan tingkat dalam struktur atau dengan kata lain
1
Struktur orgaisasi ini harus merupakan suatu gambaran grafik dari pembagian kerja
yang terdapat dalam suatu organisasi. Disamping itu struktur organisasi dapat menjadu
acuan dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan. Struktur organisasi yang digunakan oleh
PT Anugerah Bina Karya berbentuk organisasi lini, dimana kekuasaan mengalir dari
puncak pimpinan organisasi sampai kepada organisasi yang ada dibawahnya. Begitu pula
karyawan harus dilakukan secara mengalir dari unit yang berada di bawah sampai tingkat
yang paling atas secara bertahap berdasarkan tingkat jabatan yang dipegangnya.
Struktur organisasi PT Anugerah Bina Karya dapat dilihat pada bagan struktur
Gambar 4.1
Komisaris
Direktur
utama
Direktur
operasional
Staff Admin
HRD
1
Staff Controller
Worker
Sumber : HRD PT Anugerah Bina Karya
Penyusunan struktur organisasi pada dasar nya dilaksanakan sesuai situasi dan
kondisi perusahaan. Jadi struktur organisasi dirancang fleksibel dan dinamis serta dapat
tujuan perusahaan, baik secara efektif maupun efisien maka diperlukan suatu organisasi
yang baik dimana struktur organisasi tersebut dapat menguraikan pembagian kerja
karyawan sesuai dengan keahlian masing-masing pada pekerjaan yang diberikan. Ada
dua aspek penting dari struktur organisasi, yaitu desain pekerjaan dan desain organisasi
1. Komisaris
2. Direktur Utama
b. Memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (manager)
3. Direktur Opersional
karyawan.
1
b. Membuat SOP (standar opersional prosedur) untuk memaksimalkan pelayanan
karyawan.
b. Melakukan payroll gaji yang datanya sudah diserahkan oleh Manager HRD.
6. Manager Marketing
jasa.
7. Staff Marketing
1
a. Bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia
yang berada di perusahaan pengguna jasa tujuan untuk memberikan pelayanan dan
a. Mendata calon pelamar karyawan baru yang akan dimasukan ke bank Data. b.
11. Worker
pengguna jasa
3. Karakteristik Responden
Selatan. Data diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner pada karyawan. Melalui
1
pendeskripsian data responden, adapun karakteristik responden berdasarkan jenis
Pada bagian pertama, peneliti melakukan analisis kepada responden yang bekerja
pada PT Anugerah Bina Karya Jakarta Selatan berdasarkan jenis kelamin sebanyak 53
Tabel 4.1
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
jenis kelamin jumlah persentase
Laki-laki 36 68%
Perempuan 17 32%
Total 53 100%
Berdasarkan pada Tabel 4.1 dapat dijelaskan bahwa jumlah responden laki-laki
persentase 68%, sedangkan responden perempuan jauh lebih sedikit yaitu 17 responden
Pada bagian kedua, peneliti melakukan analisis penyeberan usia yaitu karyawan
berusia dibawah 20 tahun, 20-35 tahun, 35-40 tahun dan usia yang lebih dari 45 tahun di
Tabel 4. 2
Responden Berdasarkan Usia Saat Ini
No Keterangan Jumlah Persentase
1
1 < 20 Tahun 2 Responden 4%
Berdasarkan pada Tabel 4.2 dijelaskan bahwa responden terbanyak berada pada
usia 20-35 tahun. Responden yang berusia dibawah 20 tahun terdapat 2 responden
dengan persentase sebesar 4%. Selanjutnya pada responden usia 20-35 tahun sebanyak 45
responden dengan persentase sebesar 85%. Selanjutnya pada usia 35-40 tahun sebanyak 5
responden dengan persentase sebesar 9% dan selanjutnya pada usia yang > 45 tahun
responden.
bawah ini:
Tabel 4. 3
Responden berdasarkan pendidikan terakhir
No Pendidikan Jumlah Persentase
1 SMP 1 Responden 2%
1
3 D3-S1 13 Responden 24%
Berdasarkan data pada Tabel 4.3 menjelaskan bahwa jumlah responden yang
berpendidikan D3-S1 sebanyak 13 responden dengan persentase sebesar 24%. Dari data
Pada bagian terakhir, peneliti melakukan analisis berdasarkan masa kerja yaitu
karyawan dengan masa kerja kurang dari 1 tahun, 1-3 tahun dan lebih dari 3 tahun yang
Tabel 4.4
53 Responden 100%
dengan masa kerja < 1 tahun dengan persentase 15% dan terdapat 22 responden dengan
1
1
masa kerja 1-3 tahun dengan persentase 42% dan 23 responden dengan masa kerja > 3
tahun dengan persentase 43%. Dari 53 responden yang diteliti menunjukkan sebagian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pelatihan kerja (X1),
Disiplin Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y). Dalam menganalisis, penulis
menggunakan analisa deskriptif dan sesuai dengan tujuan analisis deskriptif, yaitu untuk
memberikan skor total dengan jumlah item dari variabel yang dibobot melalui pertanyaan
setiap variabel dapat ditetapkan interval untuk memberikan interprestasi berdasar baik
dan tidak baik. Berikut tabel 4.5 responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat
di bawah ini:
Tabel 4.5
Skor Skala
Likert
Bobot Rentang Skala Kriteria
4 3,40-4,19 Setuju(S)/Baik
1
5 4,20-5,00 Sangat Setuju(SS)/Sangat Baik
1
Sumber: Sugiyono ( 2018 : 93 )
Kriteria obyek yang diteliti berdasarkan pada tanggapan responden pada butir
Tabel 4. 6
Jawaban responden pada variabel penilaian pelatihan kerja (X1)
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
a Instruktur
1 Instruktur menguasai materi pelatihan sehingga
0 0 6 21 26 53 232 4.38 sangat baik
dapat menjelaskan dengan baik.
2 Instruktur dapat menefektifitaskan waktu dalam
0 0 8 24 21 53 225 4.25 sangat baik
penyampaian materi pelatihan.
Jumlah 0 0 14 45 47 106 457 AVG
persentase% 13.2 42.5 44.3 100 4.3 sangat baik
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
b Peserta pelatihan
3 Dalam mengikuti pelatihan bapak/ibu
0 0 10 23 20 53 222 4.19 baik
bersemangat.
4 Keinginan untuk memperhatikan apa yang
0 0 11 20 22 53 223 4.2 baik
disampaikan pelatih.
jumlah 21 43 42 106 445 AVG
persentase% 19.8 40.6 39.6 100 4,1 baik
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
c metode
Metode penyampaian yang diberikan saat
5 0 0 8 24 21 53 225 4.2 sangat baik
pelatihan jelas dan mudah dipahami.
Metode pelatihan dapat mengubah proses
6 0 0 7 18 28 53 233 4.4 sangat baik
keberhasilan kinerja.
jumlah 15 42 49 106 458 AVG
persentase% 14.1 39.6 46.2 100 4.3 sangat baik
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
d materi
Materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan
7 anda, sehingga mampu menunjang pekerjaan 0 0 7 20 26 53 231 4.36 sangat baik
yang anda lakukan
Materi pelatihan mudah dipahami dan dapat di
8 implementasikan dengan baik pada pekerjaan. 0 0 11 21 21 53 222 4.19 baik
1
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
e Tujuan pelatihan
Kemampuan peserta dalam memahami materi
9 yang diberikan mudah dimengerti dan dapat 0 0 8 19 26 53 230 4.34 sangat baik
diterapkan dalam pekerjaannya.
Setelah mengikuti pelatihan, anda mampu
10 menyelesaikan pekerjaan dengan lebih mudah 0 0 5 20 28 53 235 4.43 sangat baik
dan cepat.
Jumlah 13 39 54 106 465 AVG
persentase% 12.2 36.7 50.9 100 4.3 sangat baik
Di lihat dari tabel distribusi jawaban responden kuesioner pada varabel Pelatihan
yang memiliki lima indikator dan sepuluh instrumen pernyataan, maka dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1) Instruktur
pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 232 dan rata-rata 4.38 sehingga
masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua) memperoleh
skor sebanyak 225 dan rata-rata 4.25 sehingga masuk dalam sangat baik. Responden
yang memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 86,8% dan responden yang
menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 13,2%.
2) Peserta pelatihan
pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 222 dan rata-rata 4,19 sehingga
masuk dalam kriteria Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua) memperoleh skor
sebanyak 223 dan rata-rata 4.2 sehingga masuk dalam sangat baik. Responden yang
memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 80,2% dan responden yang
menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 19,8%.
1
1
3) Metode
pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 225 dan rata-rata 4,2 sehingga
masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua) memperoleh
skor sebanyak 233 dan rata-rata 4,4 sehingga masuk dalam sangat baik. Responden yang
memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 85,8% dan responden yang
menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 14,2%.
4) Materi
pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 231 dan rata-rata 4,36 sehingga
masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua) memperoleh
skor sebanyak 222 dan rata-rata 4,19 sehingga masuk dalam baik. Responden yang
memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 83,1% dan responden yang
menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 16,9%.
5) Tujuan pelatihan
pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 230 dan rata-rata 4,34 sehingga
masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua) memperoleh
skor sebanyak 235 dan rata-rata 4,43 sehingga masuk sangat baik. Responden yang
memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 87,8% dan responden yang
menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 12,2%.
pelatihan menentukan total skor sebesar 2.278 dan ratarata skor 4,2 dan masuk dalam
kategori Sangat Baik. Serta skor jawaban Sangat Setuju (SS) 45,3% , Setuju (S) sebesar
1
39,8%, Netral (N) sebesar 14,9%, Tidak Setuju (TS) sebesar 0% dan Sangat Tidak Setuju
(STS) 0%.
Kriteria obyek yang diteliti berdasarkan pada tanggapan responden pada butir pertanyaan
Tabel 4.7
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
a kehadiran
Bapak/Ibu selalu datang dan pulang tepat
11 waktu sesuai dengan jadwal pekerjaan yang di 0 0 10 16 27 53 229 4.32 sangat baik
tetapkan.
Bapak/Ibu berusaha datang ke tempat kerja
12 0 0 7 13 33 53 238 4.49 Sangat baik
lebih awal dari waktu yang ditentukan.
Jumlah 17 29 60 106 467 AVG
persentase% 16,1 27.3 56.6 100 4.4 Sangat baik
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
b Ketaatan pada peraturan kerja
Bapak/Ibu selalu mengikuti pedoman dan
13 peraturan kerja yang ada diperusahaan 0 0 7 16 30 53 235 4.43 Sangat baik
tempat
bekerja.
Bapak/Ibu selalu memberi tahu terlebih
14 0 0 6 20 27 53 233 4.4 Sangat baik
dahulu
jika tidak hadir bekerja.
Jumlah 13 36 57 106 468 AVG
persentase% 12.3 33.9 53.7 100 4.4 Sangat baik
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
c Ketaatan pada standar kerja
Bapak/Ibu selalu tanggung jawab terhadap
15 setiap tugas yang diberikan dan dijalankan 0 0 8 17 28 53 232 4.38 Sangat baik
sesuai standar opersional prosedur (SOP).
Bapak/Ibu selalu berusaha menyelesaikan
16 semua tugas yang di berikan oleh atasan 0 0 6 15 32 53 238 4.49 Sangat baik
dengan baik.
Jumlah 14 32 60 106 470 AVG
persentase% 13.2 30.1 56.6 100 4.4 Sangat baik
1
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
d Tingkat kewaspadaan tinggi
Bapak/Ibu selalu mengutamakan K3 dalam
bekerja dan saat mulai bekerja selalu memakai
17 0 1 6 17 29 53 233 4.4 Sangat baik
safety atau perlengkapan kerja sesuai dengan
standar opersional prosedur (SOP).
Bapak/Ibu selalu berhati – hati dalam
18 menjalankan setiap tugas yang diberikan oleh 0 0 5 20 28 53 235 4.43 Sangat baik
atasan.
Jumlah 1 11 37 57 106 468 AVG
persentase% 0.9 10.3 34.9 53.7 100 4.4 Sangat baik
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
e Bekerja etis
Bapak/Ibu selalu mengutamakan etika dalam
19 berkerja, baik dengan atasan maupun dengan 0 0 4 20 29 53 237 4.47 Sangat baik
rekan kerja.
Bapak/Ibu selalu melaksanakan pekerjaan
20 0 0 6 13 34 53 240 4.53 Sangat baik
sesuai dengan instruksi atasan.
Jumlah 10 33 63 106 477 AVG
persentase% 9.4 31.1 59.4 100 4.5 Sangat baik
Di lihat dari tabel distribusi jawaban responden kuesioner pada variabel Disiplin
kerja yang memiliki lima indikator dan sepuluh instrumen pernyataan, maka dapat
1) Kehadiran
pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 229 dan rata-rata 4.32 sehingga
masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua) memperoleh
skor sebanyak 238 dan rata-rata 4.49 sehingga masuk dalam sangat baik. Responden
yang memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 83,9% dan responden yang
menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 16,1%.
Pada indikator Ketaatan pada peraturan kerja terdapat dua instrumen pernyataan,
pada instrumen pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 235 dan rata-rata
1
1
4,43 sehingga masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua)
memperoleh skor sebanyak 233 dan rata-rata 4,4 sehingga masuk dalam sangat baik.
Responden yang memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 87,7% dan
responden yang menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 12,3%.
Pada indikator Ketaatan pada standar kerja terdapat dua instrumen pernyataan,
pada instrumen pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 232 dan rata-rata
4,38 sehingga masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua)
memperoleh skor sebanyak 238 dan rata-rata 4,49 sehingga masuk dalam sangat baik.
Responden yang memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 86,8% dan
responden yang menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 13,2%.
pada instrumen pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 233 dan rata-rata
4,4 sehingga masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua)
memperoleh skor sebanyak 235 dan rata-rata 4,43 sehingga masuk dalam sangat baik.
Responden yang memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 88,6% dan
responden yang menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 11,4%.
5) Bekerja etis
Pada indikator bekerja etis terdapat dua instrumen pernyataan, pada instrumen
pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 237 dan rata-rata 4,47 sehingga
masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua) memperoleh
skor sebanyak 240 dan rata-rata 4,53 sehingga masuk sangat baik. Responden yang
1
memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 90,6% dan responden yang
menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 9,4%.
disiplin menentukan total skor sebesar 2.350 dan ratarata skor 4,4 dan masuk dalam
kategori Sangat Baik. Serta skor jawaban Sangat Setuju (SS) 56,2% , Setuju (S) sebesar
31,5%, Netral (N) sebesar 12,2%, Tidak Setuju (TS) sebesar 0,1% dan Sangat Tidak
Kriteria obyek yang diteliti berdasarkan pada tanggapan responden pada butir
pertanyaan variabel kinerja karyawan (Y) yang diberikan sebagai berikut:
Tabel 4.8
Jawaban responden pada variabel penilaian kinerja karyawan (Y)
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
a Kualitas kerja
Bapak/Ibu dapat menghasilkan pekerjaan
dengan kualitas yang baik dan bisa diterima
21 0 0 9 17 27 53 230 4.34 sangat baik
perusahaan pengguna jasa atas pekerjaan
yang
dilakukan.
Bapak/Ibu dapat menyelesaikan pekerjaan
22 0 0 5 22 26 53 233 4.4 sangat baik
dengan baik sesuai dengan instruksi atasan.
Jumlah 14 39 53 106 463 AVG
persentase% 13.2 36.7 50 100 4.3 Sangat baik
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
b Kuantitas kerja
Bapak/Ibu dapat menghasilkan pekerjaan
23 sesuai dengan standar perusahaan pengguna 0 0 8 17 28 53 232 4.38 Sangat baik
jasa.
Bapak/Ibu memiliki pengetahuan dalam
24 melaksanaakan setiap tugas atau pekerjaan 0 0 8 15 30 53 234 4.42 Sangat baik
yang diberikan atasan.
Jumlah 16 32 58 106 466 AVG
persentase% 15.1 30.1 54.7 100 4.3 Sangat baik
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
c Tanggung jawab
Saya selalu bertanggung jawab selama
25 0 0 8 18 27 53 231 4.36 Sangat baik
menyelesaikan pekerjaan yang diberikan
Saya selalu tepat waktu dalam menyelesaikan
26 0 0 9 20 24 53 227 4.28 Sangat baik
pekerjaan dan tugas saya.
Jumlah 17 38 51 106 458 AVG
persentase% 16.1 35.8 48.1 100 4.3 Sangat baik
1
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
d Kerja sama
Bapak/Ibu dapat diandalkan dalam setiap
27 0 1 7 17 28 53 231 4.36 Sangat baik
tugas
atau pekerjaan yang diberikan.
Bapak/Ibu dapat bekerja individu maupun
28 kerjasama tim dengan baik dalam melakukan 0 0 8 19 26 53 230 4.34 Sangat baik
pekerjaan.
Jumlah 1 15 36 54 106 461 AVG
persentase% 0.9 14.1 33.9 50.9 100 4.3 Sangat baik
PILIHAN JAWABAN
NO PERNYATAAN STS ST N S SS N TOTAL SKOR KATEGORI
1 2 3 4 5
e Inisiatif
Bapak/Ibu dapat menyelasikan tugas atau
29 pekerjaan yang dilakukan dengan pengawasan 0 0 9 13 31 53 234 4.42
maupun tanpa pengawasan dengan baik.
Bapak/Ibu dapat menyelesaikan pekerjaan
30 0 1 6 16 30 53 234 4.42
sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Jumlah 1 15 29 61 106 468 AVG
persentase% 0.9 14.1 27.3 57.5 100 4.4 Sangat baik
Di lihat dari tabel distribusi jawaban responden kuesioner pada variabel Kinerja
Karyawan yang memiliki lima indikator dan sepuluh instrumen pernyataan, maka dapat
1) Kualitas kerja
Pada indikator kualitas kerja terdapat dua instrumen pernyataan, pada instrumen
pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 230 dan rata-rata 4.34 sehingga
masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua) memperoleh
skor sebanyak 233 dan rata-rata 4.4 sehingga masuk dalam sangat baik. Responden yang
memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 86,7% dan responden yang
menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 13,3%.
2) Kuantitas kerja
instrumen pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 232 dan rata-rata 4,38
1
1
sehingga masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua)
memperoleh skor sebanyak 234 dan rata-rata 4,42 sehingga masuk dalam sangat baik.
Responden yang memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 84,9% dan
responden yang menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 15,1%.
3) Tanggung jawab
instrumen pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 231 dan rata-rata 4,36
sehingga masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua)
memperoleh skor sebanyak 227 dan rata-rata 4,28 sehingga masuk dalam sangat baik.
Responden yang memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 83,9% dan
responden yang menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 16,1%.
4) Kerja sama
Pada indikator kerja sama terdapat dua instrumen pernyataan, pada instrumen
pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 231 dan rata-rata 4,36 sehingga
masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua) memperoleh
skor sebanyak 230 dan rata-rata 4,34 sehingga masuk dalam sangat baik. Responden
yang memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 84,8% dan responden yang
menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 15,2%.
5) Inisiatif
pernyataan nomor 1 (satu) memperoleh skor sebanyak 234 dan rata-rata 4,42 sehingga
masuk dalam kriteria Sangat Baik. Instrumen pernyataan nomor 2 (dua) memperoleh
skor sebanyak 234 dan rata-rata 4,42 sehingga masuk sangat baik. Responden yang
1
memberikan penilaian sangat setuju dan setuju sebesar 84,8% dan responden yang
menjawab ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju sebesar 15,2%.
kinerja karyawan menentukan total skor sebesar 2.316 dan ratarata skor 4,3 dan masuk
dalam kategori Sangat Baik. Serta skor jawaban Sangat Setuju (SS) 52,3% , Setuju (S)
sebesar 32,8%, Netral (N) sebesar 14,5%, Tidak Setuju (TS) sebesar 0,3% dan Sangat
karena kualitas data yang digunakan ditentukan oleh kualitas instrumen yang
dipergunakan. Untuk itu perlu dilakukan uji instrumen untuk mengetahui kualitas
pernyataan pada kuesioner valid atau tidak, dalam arti dapat dipergunakan atau tidak.
Sedangkan uji realibilitas dimaksudkan untuk menguji suatu kuesioner realible (handal)
atau tidak Taraf signifikasi a=0,05 atau (5%), artinya tingkat kepercayaan pengujiannya
95%.
1. Uji Validitas
menggunakan software alat bantu progam Statistical Package for social Science (SPSS)
for windows versi 22, sehingga dapat diketahui nilai dari kuesioner pada setiap variabel
bebas. Caranya dengan membandingkan antara rhitung dengan rtabel dengan tingkar
kesalahan (signifikan) 5% sedangkan nilai rtabel dalam penelitian ini dengan signifikan
1
Jadi rtabel = 0,270
2) Bila nilai rhitung < rtabel maka item pertanyaan tidak valid
Ukuran validitas tiap butir-butir pertanyaan dilihat dalam tabel dibawah ini :
Tabel 4.9
Hasil uji validitas pelatihan kerja (X1)
Pernyataan Rhitung Rtabel Keterangan
Berdasarkan data hasil uji validitas tersebut dapat diketahui bahwa r hitung > rtabel
0,270 maka dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan pada indikator variabel
Komunikasi kerja dinyatakan valid. Sehingga tidak ada item pernyataan yang dihapus
dan semua item pernyataan dapat digunakan pada keseluruhan model pengujian.
1
Tabel 4.10
Hasil Uji Validitas Disiplin Kerja (X2)
Pernyataan Rhitung Rtabel Keterangan
Berdasarkan data tabel 4.8 uji validitas variabel X2 maka dapat disimpulkan
bahwa hasil pengujian validitas rhitung > rtabel 0.270 semua item pernyataan pada
indikator variabel Disiplin kerja dinyatakan valid. Sehingga tidak ada item pernyataan
yang dihapus dan semua item pernyataan dapat di gunakan pada keseluruhan model
pengujian.
1
Tabel 4.11
Hasil Uji Validitas Kinerja Karyawan (Y)
Pernyataan Rhitung Rtabel Keterangan
Berdasarkan data hasil uji validitas di atas dapat diketahui bahwa r hitung > rtabel
0,270 maka dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan pada indikator variabel
kinerja karyawan dinyatakan valid. Sehingga tidak ada item pernyataan yang dihapus dan
2. Uji Realibilitas
mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data
1
yang sama. Uji reliabilitas dilakukan secara bersamasama terhadap seluruh pernyataan.
1) Apabila nilai rhitung > rtabel maka butir pernyataan dinyatakan reliabel
2) Apabila nilai rhitung < rtabel maka butir pernyataan tidak reliabel.
Dasar pengambilan uji reliabilitas cronbach alpha Menurut Wiratna Sujerweni (2014)
Berikut hasil uji reliabilitas yang diolah menggunakan SPSS for windows 22
Tabel 4.12
variabel Pelatihan Kerja (X1) memiliki nilai Cronbach Alpha 0,856 lebih besar dari
rtabel dan di atas 0,60. Maka hal ini menunjukkan bahwa seluruh pernyataan dapat
dinyatakan reliable, sehingga dapat digunakan untuk pengumpulan data dalam mengukur
Tabel 4.13
1
Dari data hasil uji reliabilitas pada tabel 4.11 maka dapat disimpulkan bahwa
variabel disiplin kerja memperoleh hasil cronbach alpha sebesar 0,881 lebih besar dari
nilai rtabel yaitu 0,270 dan lebih besar dari 0,6 sehingga disiplin kerja dikatakan reliabel.
Tabel 4.14
Berdasarkan Tabel 4.13 menunjukkan nilai Cronbach Alpha secara total yaitu
sebesar 0,928 lebih dari rtabel dengan nilai 0,270 dan lebih besar dari 0,60. Hal ini
karyawan secara keseluruhan dapat dikatakan reliabel atau kata lain instrument tersebut
Menurut Ghozali (2018) uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data
1
Berikut hasil uji normalitas dengan metode kolmogorov smirnov dengan menggunakan
Tabel 4.15
Hasil Uji
Normalitas
Sumber : data yang diolah oleh peneliti, 2022
Berdasarkan uji normalitas diatas diketahui bahwa hasil nilai signifikansi 0,200
dan lebih besar dari 0,5. dengan hasil tersebut maka dapat disimpukan bahwa nilai
Untuk melihat apakah sebuah model regresi pada penelitian ini mempunyai
multikolinearitas atau tidak, dapat dilihat dari nilai Tolerance dan nilai VIF pada tabel
Coefficientsa . Dasar pengambilan keputusan adalah jika nilai VIF < 10 dan nilai
tolerance > 0,1 berarti model regresi pada penelitian ini terbebas dari multikolinearitas.
Hal tersebut dapat dilihat dari tabel 4.16 di bawah ini.
Tabel 4.16
Hasil Uji Multikolinieritas
1
Sumber : Data yang diolah oleh peneliti, 2022
Berdasarkan tabel 5.11 dapat dilihat bahwa model regresi tidak mengalami gangguan
multikolinieritas. Hal ini tampak pada nilai tolerance masing-masing sebesar 0.251
yang > 0.1 dan nila VIF pada masing-masing variabel sebesar 3.983 yaitu < 10. Sehingga
residual pada model regresi. Model regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya masalah
pada gambar scaterplot. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika titik-titik pada
gambar tersebut membentuk suatu pola tertentu yang teratur maka terjadi
Gambar 4.17
Hasil Uji Heteroskedastisitas
1
Sumber : data yang diolah oleh peneliti,2022
menunjukkan bahwa titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas diatas maupun
dibawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah
Regresi linear sederhana didasarkan pada hubungan fungsional atau kausal satu
Dengan menggunakan analisis ini dapat diketahui seberapa besar perubahan yang terjadi
pada penilaian prestasi kerja karyawan apabila terdapat perubahan komunikasi karyawan .
hasil analisis regresi linier sederhana pengujian ini dihitung menggunakan SPSS for
Tabel 4.18
Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda
Y = b0+b1X1 + b2X2
1
Y = -5.347 + 0.306 X1 + 0.810 X2
1. Konstanta = -5.374
Jika variabel pelatihan dan disiplin kerja nilainya 0, maka kinerja karyawan
Artinya jika jumlah disiplin kerja ditingkatkan sebesar 1 satuan, maka kinerja
b. Uji T
Pengujian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan kerja (X1) dan disiplin
kerja (X2), secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y) PT Anugerah Bina Karya
digunakan uji t. Uji t menurut Sugiyono (2013) dilakukan untuk menguji secara parsial
1)
1
Keterangan :
1
n = Sampel
t = 0,025:50
T tabel dapat dicari pada tabel statistik pada signifikansi 0,05/2 = 0,025 (uji 2 sisi)
c. Pengambilan keputusan
Tabel 4.19
Hasil Uji T
Sumber
: data yang diolah oleh peneliti,2022
a) variabel pelatihan kerja (X1) diperoleh thitung > ttabel yaitu 2.300 > 2.008 dengan nilai
signifikan sebesar 0.026 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini
1
b) Uji parsial disiplin kerja (X2) diperoleh thitung > ttabel yaitu 6.242 > 2.008 dan nilai
signifikan sebesar 0.000 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini
c. Uji F
Uji F yaitu uji untuk melihat bagaimana pengaruh semua variabel bebasnya
secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya. Pengujuan yang dilakukan ini adalah
dengan uji parameter dengan menggunakan uji F-statistik. Uji F menurutSugiyono (2017)
adalah untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama-bersama terhadap variabel
terikat.
Keterangan : n = Sampel
F = 2:51 ( N1 pada tabel ke 2 dan N2 pada baris ke 51) F tabel pada tabel statistik sebesar
3.18.
Tabel 4.20
Hasil Uji F
1
Sumber : data yang diolah oleh peneliti,2022
Berdasarkan tabel diatas Dapat diketahui bahwa F hitung 137.652 > F tabel 3.18 maka
d. Koefisien Determinasi
model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2018). Nilai yang
mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang
koefisien determinasi adalah antara nol dan satu, semakin besar R2 (mendekati satu)
semakin baik hasil regresi tersebut karena variabel dependen sebaliknya mendekati angka
nol berarti semakin buruk hasil regresinya. Hasil pengujian koefisien determinasi
Tabel 4.21
Hasil Uji koefisien determinasi
1
Dari hasil pengujian menggunakan SPSS 22 tersebut diperoleh besarnya nilai
korelasi/ hubungan (R) yaitu sebesar 0,920 dari output tersebut diperoleh koefisien
thitung > ttabel yaitu 2.300 > 2.008 dengan nilai signifikan sebesar 0.026 < 0.05 maka Ho
ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel pelatihan
kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Jadi hipotesis penelitian pelatihan
kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. hal ini berarti bahwa peningkatan
pelatihan untuk karyawan secara positif mampu meningkatkan kinerja pada karyawan itu
sendiri. Artinya semakin banyak pelatihan yang digelar untuk karyawan PT Anugerah
Bina Karya, maka semakin meningkat juga kinerja yang diperoleh dari karyawan.
proses dari usaha manusia, sehingga dengan adanya pengetahuan yang cukup akan
membantu pekerjaan yang dilakukan cepat selesai dan dengan hasil yang baik.
pekerjaan akan menghasilkan hasil yang maksimal dan baik. Sikap juga menentukan
keberhasilan pelatihan. Sikap yang baik dalam menghadapi suatu masalah akan sangat
membantu dalam kelancaran pekerjaan yang dilakukan. Faktor terakhir adalah kecakapan.
1
Kecakapan yang dimiliki seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya akan
berpengaruh pada hasil yang didapatnya nanti, sehingga kinerja dapat dicapai dengan
maksimal.
karyawan atas budaya dan para pesaing luar, membantu para karyawan yang mempunyai
keahlian untuk bekerja dengan teknologi baru, membantu para karyawan untuk
memahami bagaimana bekerja secara efektif dalam tim untuk menghasilkan jasa dan
cara baru bagi para karyawan untuk memberikan kontribusi bagi perusahaan pada saat
pekerjaan dan kepentingan mereka berubah atau pada saat keahlian mereka menjadi
absolut, mempersiapkan para karyawan untuk dapat menerima dan bekerja secara lebih
yang dapat meningkatkan Kinerja karyawan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sri
Langgeng Ratnasari , Elida Putri Sinaga , Moch Aminudin (2021) yang melakukan
1
bahwa pengaruh pelatihan kerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja
Pengujian hipotesis diperoleh bahwa variabel Disiplin kerja (X 2) diperoleh thitung >
ttabel yaitu 6.242 > 2.008 dan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05 maka Ho ditolak dan
Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel disiplin kerja
kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.hal ini berarti bahwa peningkatan
disiplin kerja untuk karyawan secara positif mampu meningkatkan kinerja pada karyawan
itu sendiri. Artinya semakin tinggi kualitas disiplin kerja karyawan PT Anugerah Bina
Karya, maka semakin meningkat juga kinerja yang diperoleh dari karyawan.
Kedisiplinan diartikan jika karyawan selalu datang dan pulang tepat waktunya,
bimbingan dan penyuluhan bagi karyawan dalam menciptakan tata tertib yang baik bagi
perusahaan. Dengan tata tertib yang baik, semangat kerja, moral kerja, efisiensi dan
baik, jika sebagian besar karyawan menaati peraturan-peraturan yang ada. Hukuman
Peraturan tanpa diimbangi dengan pemberian hukuman yang tegas bagi pelanggarannya
bukan menjadi alat pendidik bagi karyawan. Tanpa dukungan disiplin karyawan yang
baik, sulit bagi perusahaan untuk mewujudkan tujuannya. Dalam usaha meningkatkan
kinerja kerja karyawan salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan memperhatikan
disiplin kerja karyawan. Seseorang akan melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh
rasa tanggung jawab bila karyawan tersebut memiliki disiplin kerja yang tinggi. Untuk
mengusahakan selalu terbinanya sikap disiplin kerja yang tinggi, maka diperlukan
peraturan dan hukuman dalam perusahaan tersebut. Disiplin kerja adalah salah satu syarat
karyawan bekerja secara produktif yang akan membantu peningkatan produktivitas kerja.
Disiplin kerja dapat terwujud apabila seorang bersikap sadar atau memiliki kerelaan
dengan keberadaan karyawan ditempat kerja untuk bekerja dan mampu memanfaatkan
Disiplin kerja juga dapat dilihat dari sikap karyawan yang mematuhi norma-norma
yang berlaku tentang peraturan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh
para karyawan selama dalam perusahaan dan sebagai acuan dalam bersikap, seperti
mematuhi peraturan ditentukan perusahaan dan mengikuti cara kerja yang ditentukan
perusahaan. Rasa bertanggung jawab juga merupakan indikator dari disiplin kerja.
Seorang karyawan yang bertanggung jawab akan dapat menjalankan tugas dan peraturan
dalam perusahaan, dapat menyelesaikan pekerjaan pada waktu yang ditentukan, sehingga
Veritia, Siti Amalia (2021) melakukan penelitian tentang “Pengaruh Disiplin Kerja Dan
Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Hotel Citra Dream Bintaro
berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja Karyawan. Disiplin Kerja dan
diperoleh besarnya nilai korelasi/ hubungan (R) yaitu sebesar 0,920 dari output tersebut
bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 84,6%. yang
mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah
sebesar 84,6%.
Fhitung sebesar 137,652 sedangkan Ftabel 137,652>3,18 dengan nilai signifikan sebesar
0,00<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti
variabel Pelatihan dan disiplin kerja jika diuji secara bersama-sama atau simultan
Seorang karyawan yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki disiplin kerja
yang tinggi akan cenderung memiliki Kinerja yang lebih baik/tinggi, karena pelatihan
1
kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Apabila karyawan PT Anugerah
Bina Karya tersebut memiliki disiplin kerja yang tinggi, maka akan membantu
Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lilis
Pelatihan Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Negara
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Disiplin kerja (X2)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Pelatihan (X1) dan
disiplin kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y)
1
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pelatihan kerja dan Disiplin kerja terhadap Kinerja karyawan PT Anugerah Bina Karya
1. Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan dan dapat disimpulkan bahwa variabel
ini menunjukan nilai thitung > ttabel yaitu 2.300 > 2.008 dengan nilai signifikan
sebesar 0.026 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan kesimpulan bahwa
secara statistik dapat ditunjukkan Pelatihan kerja X1 dalam penelitian ini secara
Bina Karya
2. Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan dan dapat disimpulkan bahwa variabel
hipotesis diperoleh bahwa variabel Disiplin kerja (X2) diperoleh thitung > ttabel
2.008 dan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
dalam penelitian ini secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap
3. Berdasarkan hasil uji F diperoleh keterangan dan dapat disimpulkan bahwa variabel
pelatihan kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.hal
ini dapat dijelaskan dengan hasil uji F(Uji Simultan) menunjukkan Fhitung sebesar
1
137,652 sedangkan Ftabel 137,652>3,18 dengan nilai signifikan sebesar 0,00<0,05
1
sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti variabel
Pelatihan dan disiplin kerja jika diuji secara bersama-sama atau simultan
5.2 Saran
1. Bagi Perusahaan
dapat menambah ilmu dan juga ketrampilan dalam melaksanakan pekerjaan, untuk
Disiplin kerja harus selalu ditingkatkan kembali agar semua pekerjaan yang
diberikan oleh perusahaan pengguna jasa bisa berjalan dengan baik dan juga sebagai
2. Bagi Peneliti
1
DAFTAR PUSTAKA
BUKU
Adamy, M. (2016). Buku Ajar Manajemen Sumber Daya Manusia Teori, Praktik Dan
Penelitian.
John Suprihanto, lana prihanti putri (2021). Buku Manajemen Sumber Daya Manusia,
Prof. Dr. Sondang P. Siagian, MPA ( 2019 ). Buku Manajemen Suber Daya Manusia,
Dr. Ir. H. Al Fadjar Ansory, M.M. Dr. Meithiana Indrasari, S.T., M.M. (2018). Buku
Alfabeta.
Media Group.
1
Mangkunegara, Anwar Prabu. (2018). Sumber Daya Manusia Perusahaaan. Cetakan
Berkarya.
Gomes, F.C. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Andi Offset.
JURNAL
Kurniawan, P., & Susanto, N. (2021). Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Pengalaman Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. ISS Indonesia. Jurnal Arastirma, 1(2),
273-281.
Suryani, N. L., & Zakiah, K. (2019). Pengaruh Pelatihan Dan Disiplin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan Pada Pt. Bank Negara Indonesia Di Bsd Tangerang. Jenius
Veritia, V., & Amalia, S. (2021). Pengaruh Disiplin Kerja Dan Pelatihan Kerja Terhadap
Nazir, A. (2019). Pengaruh Pelatihan Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Pada Pt Surya Mastika Nusantara. Jurnal Mandiri: Ilmu Pengetahuan, Seni, Dan
Ratnasari, S. L., Sinaga, E. P., & Hadi, M. A. (2021). Pengaruh Pelatihan, Kompetensi,
1
Sutrisno, S., Yanurianto, Y., & Indrawan, Y. W. (2021). Pengaruh Pelatihan Dan Disiplin
Cay, S., Gandung, M., Ilham, N., Teriyan, A., & Haryadi, R. N. (2022). Pengaruh
474-483.
Maharani, S., & Effendy, A. A. (2021). Pengaruh Pelatihan Dan Disiplin Kerja Terhadap
Safitri, E. (2013). Pengaruh Pelatihan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan.
1
1
1
Mengetahui
AJUK MARJUKI
Supervisor
1
Lampiran 2 : sertifikat seminar
1
1
1
1
1
1
1
1
Lampiran 3 : Kartu Bimbingan
1
Lampiran 4 : Kuesioner
Kuesioner Penelitian
Kepada
Yth Bpk/Ibu/Saudara/i Di
Tempat
Dengan Hormat
Nim 181010550595
1
Alternatif jawaban kuisioner adalah:
B. Identitas Responden
laki Perempuan
SMA/ Sederajat
1 – 3 Tahun
> 3 Tahun
1
1
1
Lampiran 5 : Jawaban Responden
1
Jawaban Responden Variabel Disiplin (X2)
1
Jawaban Responden Variabel Kinerja (Y)
1
Lampiran 6 : Pengujian Instrumen Hasil
Uji Validitas Variabel X1
1
Hasil Pengujian Validitas Variabel X2
1
Hasil Pengujian Validitas Variabel Y
1
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pelatihan
X1
1
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Y
1
Hasil Uji Multikolinieritas
1
Lampiran 8 : Hasil Uji Analisis Regresi Inier Berganda
1
Hasil Uji T
Hasil Uji F
1
Lampiran 9 : Tabel r
1
Lampiran 10 : Tabel t
1
Lampiran 11 : Tabel F