Anda di halaman 1dari 6

Nama : Tiara Widyaputri

Kelas : 6A Agroteknologi
NPM : 1710631090136

BIOGRAFI MARTHA TILAAR

Martha Tilaar lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937, ia


merupakan seorang pengusaha Kosmetik Terkemuka dengan nama merek dagang
Sariayu Martha Tilaar. Beliau menikah dengan H.A.R Tilaar dan memiliki empat
anak yaitu, Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar,Wulan Tilaar,Kilala Tilaar. Beliau
adalah nenek dari beberapa orang cucu yang merupakan sosok wanita yang tidak
pantang menyerah. Ketika orang lain mengatakan tidak mungkin, Ia tetap
mencobanya. Yang penting adalah bukan melihat besarnya hambatan di depan kita,
tapi bagaimana kita memecahkan masalah yang ada. Kebetulan, suaminya
mendapatkan kesempatan belajar ke luar negeri. Ia pun mengambil kuliah kecantikan
dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS.

Begitu lulus dari akademi kecantikan Martha segera membuka praktek salon
kecantikan di negeri Paman Sam itu. Ia membuat selebaran semacam brosur
sederhana, mempromosikan jasa layanan salonnya. Berbagai usaha promosi
dilakukan seperti masuk ke kampus-kampus, mendatangi rumah-rumah mantan dosen
untuk mendandani para istrinya. Begitu pula kepada mahasiswa-mahasiswa
Indonesia, atau ibu-ibu yang mengikuti suaminya tugas di luar negeri. Sekembalinya
ke tanah air, Ia membuka salon kecil sederhana di garasi rumah milik ayahnya,
dengan ukuran 6 x 4 meter pada tahun 1970, Ia terus berupaya mengembangkan
salonnya itu, dengan membagikan selebaran-selebaran ke lingkungan sekitar,
memanjakan para pengunjung salon dan mengajak mereka bercakap-cakap, untuk
mendekatkan emosional. Dengan kedekatan itu, para pengunjung menjadi betah dan
menjadi pelanggan tetap salonnya. Tak lama, dua tahun kemudian 1972 ia membuka
salon kedua di Jalan Anggur No. 3 Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sambil
memulai penggunaan merek dagang baru Sariayu Martha Tilaar.

Martha juga tak kenal lelah terus mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia
untuk produk-produk salonnya. Tujuannya, adalah agar perempuan Indonesia tetap
terpelihara kecantikan dan keayuannya. Marta Tilaar pernah bertemu dengan
perempuan yang menggendong anak sambil menenteng dua anaknya. Wajahnya
terlihat tua, lusuh dan keriput. Saya pikir usianya sudah memasuki masa 40 tahun.
Ternyata, belum sampai dua puluh lima. Karena beban hidup yang berat dan tidak
pernah menjaga kecantikan, perempuan itu terlihat jauh lebih tua dari usia
sebenarnya. Menginjak tahun 1977 Martha Tilaar menjajaki kerjasama dengan
Theresia Harsini Setiady, dari PT Kalbe Farma. Mereka sepakat membuat perusahaan
kosmetika dan jamu, yang bernama PT Martina Berto, dan meluncurkan Sariayu
Martha Tilaar sebagai produk pertama. Kemudian dilanjutkan dengan membuka
pabrik kosmetik pertama di Jalan Pulo Ayang, kawasan Indsutri Pulogadung , Jakarta
timur yang diresmikan oleh Ny Nelly Adam Malik, saat itu merupakan istri Wakil
Presiden Adam Malik.
Tahun 1983 Martha Tilaar mendirikan PT Sari Ayu Indonesia, khusus sebagai
distributor produk kosmetika Sariayu Martha Tilaar. Tahun 1986 Martha Tilaar
membuka pabrik kedua, kali ini di Jalan Pulokambing II/1, masih di areal sama
Kawasan Industri Pulogadung yang kali ini diresmikan oleh Ny. Karlinah Umar
Wirahadikusumah, istri Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah. Bisnis Martha
Tilaar terus berkembang, dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan sampai
kemudian ia dan keluarganya menguasai sepenuhnya saham PT Martina Berto.
Bersamaan itu dilakukanlah konsolidasi perusahaan digabungkan ke dalam Martha
Tilaar Group. Anak perusahaan Martha Tilaar Group terdiri PT Martina Berto dan PT
Tiara Permata Sari (sebagai pemanufaktur dan pemasar produk Sariayu Martha
Tilaar, Biokos Martha Tilaar, Belia Martha Tilaar, Berto Martha Tilaar, Aromatic Oil
Of Java Martha Tilaar, Dewi Sri Spa Martha Tilaar, Jamu Garden Martha Tilaar).

Martha Tilaar sangat jeli dalam melihat dan menangkap peluang pasar. Pada
tahun 1987, ia meluncurkan produk ”Senja di Sriwedari” sebagai trend tata rias baru,
sebuah ide yang diilhami oleh kekayaan alam dan budaya Indonesia. Dan produk itu
meledak di pasaran. Para tata rias banyak merekomendasikan produk ini ke Kliennya.
Sejak itulah Martha Tilaar selalu mempersuntingkan nama tempat dan unsur budaya
suatu daerah, yang lalu dipadukan dengan trend busana daerah, ke setiap produk
Sariayu Martha Tilaar.

Sebut saja produk yang ia keluarkan pada tahun 1989 dinamakan Sumatera
bergaya, Puri Prameswari (1990) mengambil dari etnik Cirebon dan Bali, Senandung
Nyiur (1991) dari Pantai Indonesia, Riwayat Asmat (1992) dari Irian Jaya/Papua,
Rama-Rama Toraja (1993). Dan, puncaknya adalah trend warna Pusako Minang dari
Minangkabau. Sariayu berhasil tampil sebagai trendsetter tata rias wajah wanita
Indonesia. Perjalanan bisnis Martha Tilaar tidak selamanya mulus. Ia pernah
mengalami jatuh-bangun atau pasang-surut usaha. Meskipun perusahaannya sudah
besar dan maju, orang masih saja memandangnya sebelah mata. Maklum, produk
jamu kosmetika Sariayu Martha Tilaar sangat identik sekali sebagai produk lokal.
Orang tahunya demikian saja tanpa mau mengenal bahwa produk Martha Tilaar
sesungguhnya sudah mendunia, berkualitas, dan bergengsi.

Bahkan, Sariayu Martha Tilaar sudah menjadi sebuah ikon produk lokal yang
mendunia. Sebagai misal, Sariayu Martha Tilaar memiliki produk kosmetika berkelas
Biokos, Belia, Caring Colours, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic, Jamu
Garden dan lain-lain yang sudah terkenal sampai ke mancanegara. Sebagai
pengusaha, ternyata kepribadiannya yang tak pantang menyerah lah yang
mengantarkannya hingga menjadi sukses seperti sekarang. Martha juga selalu
berpikir positif dan tidak henti melakukan inovasi. Sejak remaja, Martha sudah
terbiasa menjual makanan-makanan kecil untuk menambah uang jajannya. Ia juga
suka mengambil Sogok Telik dan Jali-jali Putih, yang tumbuh subur di tanah milik
eyangnya, untuk dirangkai menjadi kalung dan gelang. Perhiasan tersebut ia jual
kepada teman-temannya di sekolah. Martha kecil juga selalu memperhatikan hal-hal
kecil dan detail di sekelilingnya.

Peraih gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang ”Fashion and
Artistry” dari World University Tuscon, Arizona, AS tahun 1984 ini menjalani hidup
dengan penuh keajaiban kuasa Tuhan. Pernah ‘divonis’ mandul oleh ahli obstetri dan
ginekologi luar negeri, setelah 11 tahun lebih menikah dan belum dikaruniai anak.
Tapi hal itu tidak membuatnya menyerah. Ia terus berupaya memiliki keturunan
melalui cara tradisional. Kebetulan Martha mempunyai nenek ahli pembuat jamu.
Selama empat tahun lebih ia rajin mengkonsumsi jejamuan itu dengan kesabaran dan
ketelatenan. Hingga pada suatu saat di usia 41 tahun, Martha berhenti menstruasi.
Dokter menyatakan Martha telah memasuki masa menopouse. Ia sempat sangat sedih,
karena apa yang dicita-citakannya tidak mungkin tercapai.
Tapi, karena kuasa Tuhan Yang Maha Besar, absennya datang bulannya kali
ini adalah karena ia mulai mengandung. Martha pun melahirkan anak pertamanya di
usia 42 tahun, dan pada tahun-tahun berikutnya lahir tiga orang lagi keturunannya
yang kini telah menjadi anak-anak yang sukses. Martha Tilaar mempunyai komitmen
tinggi membangun industri kosmetika. Ia investasi besar di bidang riset dan
pengembangan (R&D;). Ia mau mengirim staf ahli farmasinya belajar ke luar negeri,
atau mengikuti berbagai pameran di luar negeri. Ia memiliki dua orang staf ahli
farmasi bergelar doktor, sejumlah magister dan sarjana strata satu lainnya. R&D;
memberi hasil lain. Martha Tilaar perlahan-lahan berhasil mengurangi
ketergantungan kandungan bahan baku impor, berganti dengan bahan baku lokal di
setiap produknya. Hasil lain lagi, ini yang lebih mencengangkan, pada bulan Juli
2002 Sekjen PBB Kofi Annan mengundang Martha Tilaar hadir dalam forum Global
Compact, di New York, AS.

Sebagai bentuk keperduliannya terhadap perempuan, Martha mendirikan


Yayasan Martha Tilaar. Ia mendidik banyak wanita dan ibu-ibu tentang kecantikan.
Tujuannya agar mereka mengerti kecantikan sehingga bisa merawat diri. Namun yang
terutama agar mereka mempunyai keterampilan tentang kecantikan, sesuatu yang
pernah banyak menolong wanita di saat krisis multidimensi melanda bangsa termasuk
pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan wanita maupun laki-laki di
banyak perusahaan lain. Bagi Martha Tilaar perempuan adalah pemersatu yang sangat
besar perannya bagi keutuhan bangsa. Karena itu ia tak ingin perempuan terbelakang
dalam soal pendidikan.

Mengandalkan kekuatan riset dan 37 peneliti di Martha Tilaar's Innovation


Center (MTIC), Martha sukses memproduksi merek kosmetika, perawatan tubuh, spa,
dan jamu yang dikenal hingga mancanegara. Sebut saja Sariayu, Caring, Belia, Rudy
Hadisuwarno Cosmetics, Biokos, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic,
Jamu Garden, dan Dewi Sri Spa. Sebagai korporasi, Martha Tilaar Group juga
berhasil meraih ISO 9001, ISO 14000, dan Sertifikasi GMP di Asia pada 1996.
Prinsip berbagi yang melandasi bisnis kecantikan Martha Tilaar diwujudkan
dalam bentuk pemberdayaan, terutama bagi perempuan. Grup usaha Martha Tilaar ini
memayungi 11 anak perusahaan dan mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan, 70%
diantaranya adalah perempuan. Tak sedikit di antara kaum hawa ini yang
mendapatkan kesempatan belajar dan sekolah cuma-cuma untuk mengembangkan
dirinya. Mulai pekerja di ranah rumah tangganya hingga ahli seperti peneliti di
perusahaannya. Martha tak sungkan mengirim peneliti belajaretnobotany ke Perancis
dan medical antropology di Leiden, Belanda. "Pendekatan sains dibutuhkan untuk
mengembangkan produk lokal," katanya. Satu lagi kunci sukses bisnis Martha Tilaar,
fokus pada satu bidang, yakni kecantikan. "Saya mulai bisnis dari salon, lalu sekolah,
pabrik, distribusi yang semuanya bergerak di bidang kecantikan”.

Sumber: https://www.biografiku.com/biografi-martha-tilaar-pengusaha/

Anda mungkin juga menyukai