Batas Atterberg: Cair, Plastis, Susut
Batas Atterberg: Cair, Plastis, Susut
BATAS-BATAS ATTERBERG
(ATTERBERG LIMITS)
6.1 Pendahuluan
➢ Keadaan plastis
➢ Keadaan solid/padat.
Batas - batas konsistensi ini adalah batas kadar air tanah dari suatu
keadaan - kekeadaan lainnya, misalnya dari keadaan semi plastis menjadi
keadaan padat.
W −PL
L=
PI
¿−W
RC =
PI
4) Indeks Pengaliran FI (Flow Index)
W 1−W 2
IF =
log N 1−log N 2
1. Ambil tanah yang lolos saringan No.40 dari gelas plastik dan letakan
sampel ke plat kaca secukupnya.
2. Dengan menggunakan spatula, aduk sampel sambil menambahkan air
sedikit demi sedikit sampai homogen.
3. Ambil sampel secukupnya dan letakkan dalam mangkok alat
casagrande, kemudian ratakan permukaannya sedemikian rupa
sehingga sejajar dengan permukaan mangkok.
4. Buatlah alur yang membagi sampel menjadi dua bagian dengan
menggunakan grooving tool melalui garis tengah mangkok dan
sentris. Pada saat membuat alur, posisi grooving tool harus tegak lurus
permukaan mangkok.
5. Alat diputar hingga mangkok naik dan jatuh dengan 2 putaran per
detik. Pemutaran ini dilakukan terus menerus sampai dasar alur contoh
bersinggungan sepanjang 1 cm dan catat jumlah ketukan pada saat
contoh bersinggungan.
6. Ulangi langkah 3 – 5 beberapa kali sampai diperoleh jumlah ketukan
yang telah ditentukan.
7. Benda uji dikembalikan ke plat kaca, alat batas cair dibersihkan lagi.
Benda uji diaduk kembali dengan merubah kadar airnya. Kemudian
langkah dari poin 2 sampai langkah poin 6 diulang minimal 4 kali
dengan variasi kadar air yang berbeda, sehingga nantinya akan
diperoleh perbedaan jumlah ketukan antara 40, 30, 20 dan 15 kali.
8. Masing-masing sampel ditimbang dan dioven selama kurang lebih 24
jam yang kemudian dapat ditentukan kadar airnya.
9. Dengan jalan membuat grafik hubungan antara w (kadar air) dan N
(jumlah ketukan) dimana N dalam skala logaritma dan w dalam skala
biasa. Grafik tersebut merupakan garis lurus, dimana untuk harga
batas cair tanah adalah harga w pada perpotongan garis vertikal yang
ditarik dari N = 25 dengan grafik garis lurus.
6.3.2 Percobaan Batas Plastis
1. Plat kaca.
2. Spatula.
3. Timbangan Digital ketelitian 0,01.
4. Cawan untuk menentukan kadar air.
5. Oven.
1. Cawan susut.
2. Cawan Porselin.
3. Spatula.
4. Gelas ukur.
6. Mangkok gelas.
7. Prong Plate.
8. Air raksa.
Diketahui : W2 = 20,239
W3 = 16,116
Penyelesaian : A = W2 – W3
= 20,239 – 16,116
= 4,123 gr
Diketahui : W1 = 9,901
W3 = 16,116
Penyelesaian : B = W3 – W1
= 16,116 – 9,901
= 6,215 gr
Diketahui :A = 4,123
:B = 6,215
Diketahui : W2 = 14,421
W3 = 13,220
Penyelesaian : A = W2 – W3
= 14,421 – 13,220
= 1,201 gr
Diketahui : W1 = 10,093
W3 = 13,220
Penyelesaian : B = W3 – W1
= 13,220 – 10,093
= 3,127 gr
Diketahui :A = 1,201
B = 3,127
= (1,201/3,127) x 100
= 38,407 %
4) Batas Plastis
Penyelesaian : WD = W1 - W2
= 30,614– 18,897
= 11,717gr
Penyelesaian : W5 = W3 - W4
= 203,487 – 93,477
= 110,01 gr
W5
Penyelesaian : Vo =
13 ,6
110 , 01
=
13 , 6
= 8,089 cm3
(V 0) (1)
Penyelesaian : SL = - × 100
WD GS
(8,089) (1)
= - × 100
11,717 2,089
= 21,166 %
B. Berat Jenis Tanah Tidak Diketahui
Penyelesaian : Wo = W3 - W1
= 30,614 – 18,897
= 11,717 gr
Penyelesaian : A = W2 - W3
= 40,257 – 30,614
= 9,643 gr
Penyelesaian : W = ¿) × 100
= ¿)
= 82,299 %
Penyelesaian : B = W5 - W4
= 287,755 – 93,477
= 194,278 gr
Volume Tanah Basah (V)
Diketahui :B = 194,278
B
Penyelesaian : V =
13 ,6
194,278
=
13 ,6
= 14,285 cm3
Penyelesaian : C = W6 - W7
= 202,761 – 93,481
= 109,280 gr
C
Penyelesaian : Vo =
13 ,6
110,010
=
13 , 6
= 8,089 cm3
Diketahui :W = 82,299
V = 14,285
V0 = 8,098
W0 = 11,717
Penyelesaian :
SL (%) = w−{ W0 }
V −V 0
× 100
SL = { w V −V 0
100
−
W0 }
× 100
= { 82,299 (14,285−8,089)
100
−
11,717
× 100 }
= 29,417 %
Diketahui : W0 = 11,717
V0 = 8.089
Penyelesaian : SRC = { }
W0
V0
11,717
=
8,089
= 1,448 gr/cm³
Diketahui :W = 11,717
SL = 29,417
SR = 1,448
Penyelesaian : Vs = (W – SL) x SR
W SL
=( – ) x SR
100 100
11,717 29,417
=( – ) x 1,448
100 100
= 0,886 gr/cm³
Diketahui : VS = 0,886
= 0,293 gr/cm³
5) Berat Jenis tanah (Gs)
Diketahui : SL = 29,417
SR = 1,448
1
Penyelesaian : Gs = 1 SL(%)
−
SR 100
1
= 1 29,417
−
1,448 100
= 2,63 gr/cm³
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH
Jl.Prof.Dr.H.Hadari Nawawi Pontianak 78124, Telepon (0561) 40186
6.5 Kesimpulan
Casagrande
Grooving Tool
Spatula
Plat Kaca
Timbangan
Oven
Percobaan Batas Plastis
Plat Kaca
Spatula
Timbangan
Oven
Percobaan Batas Susut
Cawan Susut
Cawan Porselin
Spatula
Gelas Ukur
Timbangan
Mangkok Gelas
Prong Plate
Air Raksa